Anda di halaman 1dari 2

Indikator penyusan prioritas masalah

a. Berat ringannya masalah yang ditimbulkan (severity)


Yakni seberapa jauh akibat yang ditimbulkan oleh adanya masalah kesehatan tersebut.
Mudah diterima, bahwa jika akibat yang ditimbulkannya lebih besar, maka maslah
kesehatan tersebut harus lebih diprioritaskan untuk diselesaikan.
b. Jumlah masyarakat yang terkena(prevalence)
Jika suatu masalah kesehatan menyerang jumlah masyarakat yang besar, maka
selayaknya harus diprioritaskan.
c. Kenaikan angka penyakit(rate of increase)
Jika kenaikannya dalam waktu singkat menyolok sekali, maka masalah tersebut harus
diprioritaskan pula.
d. Keinginan masyarakat
Jika masyarakat telah lama menginginkan masalah kesehatan tersebut diselesaikan,
tetapi sampai saat ini belum terpenuhi, makan masalah tersebut termasuk pripritas
yang tinggi.
e. Keuntungan sosial yang diperoleh (social benefit)
Jika dengan diselesaikannya masalah kesehatan tersebut diperoleh keuntungan sosial
yang tinggi, maka masalah kesehatan tersebut seyogyanya makin diprioritaskan.
f. Rasa prihatin masyarakat
Makin besar perhatian masyarakat terhadap masalah kesehatan tersebut selayaknya
diprioritaskan.
g. Teknologi yang tersedia
Jika tersedia teknologi yang tepat dan sesuai untuk menyelesaikan masalah kesehatan
tersebut, maka masalah kesehatan ini baik diprioritaskan.
h. Sumber yang tersedia
Jika tersedia sumber yang cukup yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan
masalah kesehatan yang dihadapi, maka masalah kesehatan yang dimaksud termasuk
prioritas.
i. Dukungan politik
Jika terdapat dukungan politik yang besar untuk masalah kesehatan yang sedang
dihadapi maka sebaiknya masalah tersebut masuk dalam prioritas.


Prioritas masalah berdasarkan indikator
Pada kasus prioritas pertama adalah penyakit demam berdarah. Demam berdarah menjadi
prioritas pertama karena memiliki beberapa indikator, antara lain:
Besar ringannya masalah yang ditimbulkan (severity).
Besar ringannya masalah dilihat dari case fatality rate(CFR) yang dapat dihitung
dengan rumus angka kematian dibagi dengan angka kesakitan dikali 100%. CFR
demam berdarah memiliki presentase tertinggi yaitu sebesar.....
Jumlah masyarakat yang terkena (prevalence)
Jumlah orang yang mengalami demam berdarah adalah sebanyak 30 orang.
Keinginan masyarakat
Keuntungan sosial yang diperoleh (social benefit)
Dengan diatasinya penyakit demam berdarah, orang yang sembuh dari penyakit
tersebut dapat kembali beraktifitas seperti biasa.
Rasa prihatin masyarakat
Teknologi yang tersedia
Dalam mengatasi masalah demam berdarah dapat di gunakan beberapa teknologi
seperti penyemprotan dan pemberian bubuk abate untuk membasmi vektor.
Dukungan politik
Penyakit demam berdarah dapat membuat turis tidak mau berkunjung ke tempat
tersebut.

Prioritas kedua adalah penyakit flu burung. Penyakit flu burung mempunyai beberapa
indikator, antara lain:
Besar ringannya masalah yang ditimbulkan (severity).
Besar ringannya masalah dilihat dari case fatality rate(CFR) yang dapat dihitung
dengan rumus angka kematian dibagi dengan angka kesakitan dikali 100%. CFR flu
burung memiliki presentase tertinggi kedua yaitu sebesar.....
Jumlah masyarakat yang terkena (prevalence)
Jumlah orang yang mengalami demam berdarah adalah sebanyak 10 orang.
Keinginan masyarakat
Teknologi yang tersedia
Vaksin merupakan teknologi yang dapat membantu mengatasi masalah ini.
Dukungan politik
Penyakit flu burung dapat membuat turis tidak mau berkunjung ke tempat tersebut.

Prioritas masalah ketiga adalah diare. Diare mempunyai beberapa indikator, antara lain:
Besar ringannya masalah yang ditimbulkan (severity).
Besar ringannya masalah dilihat dari case fatality rate(CFR) yang dapat dihitung
dengan rumus angka kematian dibagi dengan angka kesakitan dikali 100%. CFR
diare memiliki presentase tertinggi ketiga yaitu sebesar.....
Jumlah masyarakat yang terkena (prevalence)
Jumlah orang yang mengalami demam berdarah adalah sebanyak 400 orang.