Anda di halaman 1dari 9

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Luka
Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan, penyebabnya trauma, operasi,
iskemia atau vaskuler, tekanan, dan keganasan seperti kanker.. Luka juga merupakan
luka yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu, seperti luka insisi pada operasi atau
luka akibat trauma seperti luka akibat kecelakaan (Efandi, 2013).

2.2 Wound Hiling
Respon organisme terhadap kerusakan jaringan/organ serta usaha
pengembalian kondisi homeostasis sehingga dicapai kestabilan fisiologis jaringan
atau organ yang pada kulit terjadi penyusunan kembali jaringan kulit ditandai dengan
terbentuknya epitel fungsional yang menutupi luka (Regauer,Compton; 1990,
Stricklin dkk,1994).
Penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor asam
amino, antibiotik, vitamin, dan energy sel(Efandi, 2013).

2.3 Bawang Merah (Allium cepa L.)
a. Morfologi
Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput,
berbatang pendek dan berakar serabut, tinggi dapat mencapai 15-20 cm dan
membentuk rumpun. Akarnya berbentuk akar serabut yang tidak panjang.
Bentuk daun tanaman bawang merah seperti pipa, yakni bulat kecil
memanjang antara 50-70 cm, berlubang, bagian ujungnya meruncing,
berwarna hijau muda sampai hijau tua dan letak daun melekat pada tangkai
yang ukurannya relatif pendek. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti
menjadi umbi lapis (Hapsoh dan Yaya Hasanah, 2011).
b. Kandungan

c. Kegunaan
Kulit tumbuhan bawang merah banyak digunakan sebagai obat untuk
penyakit-penyakit seperti batuk, haid tidak teratur, kencing manis, demam
pada anak-anak (obat luar) dan perut kembung pada anak-anak (obat luar)
(Hapsoh dan Yaya Hasanah, 2011).
2.4 Senyawa Flavonoid
Senyawa flavonoida adalah senyawa-senyawa polifenol yang mempunyai 15
atom karbon, terdiri dari dua cincin benzena yang dihubungkan menjadi satu oleh
rantai linear yang terdiri dari tiga atom karbon. Flavonoida terdapat dalam semua
tumbuhan hijau. Flavonoida terdapat pada semua bagian tumbuhan termasuk daun,
akar, kayu, kulit, tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Sebagian besar flavonoid
yang terdapat pada tumbuhan terikat pada molekul gula sebagai glikosida, dan dalam
bentuk campuran, jarang sekali dijumpai berupa senyawa tunggal.
Manfaat Flavonoida adalah melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas
vitamin C, antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai anti bioktik
(Muhammad, 2011).
Senyawa flavonoida adalah senyawa yang mengandung C15 terdiri atas dua
inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan karbon. Struktur dasar flavonoida
dapat digambarkan sebagai berikut:




Gambar 1 Kerangka Dasar Flavonoida (Sastrohamidjojo, 1996).

2.5 Tikus Wistar (Mencit Wistar)
A
B
Mencit wistar merupakan golongan dari mamalia yang masuk pada golongan
rodentia. Mencit ini sebagian besar sering dijumpai dilaboraturium peternakan hewan
untuk digunakan sebagai penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Mencit
memiliki rate pernafasan 94-163 napas/menit dan suhu normak 99,50 F. dan bila
diperhatikan mencit suhu tubuh dan rate pernafasan hampir sama dengan manusia.
























BAB 3
METODE PENELITIAN


3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelas ukur, gelas beaker,
gelas erlenmeyer, corong kaca, microscop, gunting jaringan, pinset chirugis, pisau
bedah, bengkon, corong pisah 500, ekstraktor, tabung reaksi, pipet tetes, pipa
kapiler, spatula, rotarievaporator, labu rotarievaporator, labu didih 1000 mL, labu
takar 250 mL, kolom kromatografi, botol vial , neraca analitis , lampu UV 254
nm/ 356 nm UVGL 58, statif dan klem, penangas air, alat destilasi, bunsen,
bejana kromatografi lapis tipis, spektrofotometer FT-IR , spektrofotometer UV-
Visible, spektrometer 1 H-NMR Jeol/Delta2NMR 500MHz.

3.1.2 Bahan
Dalam penelitian ini bahan-bahan yang digunakan yaitu kulit bawang merah,
disinfektan, kasa, handscun, antibiotik, NaCl, Metanol Destilasi, n-heksana
Teknis, Etilasetat Teknis, Aquadest, Silika gel 40 (70-230 mesh) ASTM E.Merck.
KGaA, FeCl3, NaOH 10 %, H2SO4(P), HCl 2N, Plat KLT Merck/ Kieselgel 60
F, Pereaksi Benedict.

3.2 Rancangan penelitian
Penelitian yang dilakukan yaitu True Experimental Design dengan desaint
randomized Pretest-Postest Only Control Desigh yang menggunkan tikus Wistar.
Perlakuan yang diberikan dengan penggunaan flavanoid hasil ekstraksi bawang
merah, dan setelah itu dilakukan pengamatan perubahan yang terjadi.
Selain itu dalam penelitian ini juga dilakukan isolasi senyawa flavonoida
dilakukan terhadap kulit bawang merah (Allium cepa L.), berupa serbuk halus
yang kering sebanyak 2000 gram. Tahap awal dilakukan uji skrining fitokimia
untuk senyawa flavonoida, yaitu dengan menggunakan pereaksi FeCl
3
5%, NaOH
10%, Mg-HCl dan H
2
SO
4(p)
.
Tahap isolasi yang dilakukan:
1. Ekstraksi Maserasi
2. Ekstraksi Partisi
3. Analisis Kromatografi Lapis Tipis
4. Analisis Kromatografi Kolom
5. Kristalisasi
6. Analisis Senyawa Hasil Isolasi
Tahap analisis senyawa hasil isolasi yang dilakukan adalah:
1. Analisis Kromatografi Lapis Tipis
2. Pengukuran Titik Lebur
3. Identifikasi dengan menggunakan spektofotometer Infra merah (FTIR),
spektrofotometer Ultraviolet-Visible (UVVis) dan Spektrometer Resonansi
Magnetik Inti Proton (
1
H-NMR).

1. Skrining Fitokimia
Untuk mengetahui adanya senyawa flavonoida pada kulit bawang merah maka
dilakukan uji pendahuluan secara kualitatif sebagai berikut:
- Dimasukkan 10 gram serbuk kulit bawang merah yang telah dikeringkan dan
dipotong kecil-kecil ke dalam erlenmeyer
- Ditambahkan metanol 100 mL
- Didiamkan
- Disaring
- Dibagi ekstrak metanol kedalam 4 tabung reaksi
- Ditambahkan masing-masing pereaksi:
a. Tabung I : dengan FeCl
3
5% menghasilkan larutan berwarna hitam
b. Tabung II : dengan Mg-HCl menghasilkan larutan berwarna merah muda
c. Tabung III : dengan NaOH 10% menghasilkan larutan biru violet
d. Tabung IV : dengan H
2
SO
4(p)
menghasilkan larutan orange kekuningan

1. Ekstraksi Kulit Bawang Merah
Serbuk kulit bawang merah ditimbang sebanyak 2000 g, kemudian dimaserasi
dengan metanol sebanyak 12 L sampai semua sampel terendam dan dibiarkan
selama 72 jam dan diulangi sebanyak 3 kali. Maserat ditampung dan dipekatkan
dengan menggunakan alat rotarievaporator sehingga diperoleh ekstrak pekat
metanol. Kemudian diuapkan hingga semua pelarut menguap. Lalu dilakukan
pemblokan tanin dengan cara melarutkan fraksi metanol dengan etilasetat dan
disaring. Filtrat kemuadian dirotarievaporator lalu diuapkan hingga semua pelarut
etilasetat menguap. Lalu fraksi etilasetat dilarutkan dengan metanol dan dipartisi
berulang-ulang dengan n-heksana. Lapisan metanol dipisahkan dari lapisan n-
heksana lalu diuapkan hingga pekat sehingga diperoleh ekstrak pekat metanol
sebanyak 15 g

2. Isolasi Senyawa Flavonoida dengan Kromatografi Kolom
Isolasi senyawa flavonoida secara kromatografi kolom dilakukan terhadap ekstrak
pekat metanol yang telah diperoleh. Fasa diam yang digunakan adalah silika gel
dan fasa gerak yaitu n-heksana 100%, campuran pelarut n-heksana:etilasetat
dengan perbandingan (90:10) vv , (80:20) vv , (70:30) vv , (60:40) vv dan
(50:50) vv.
Dirangkai alat kolom kromatografi. Terlebih dahulu dibuburkan 175 g silika gel
dengan menggunakan n-heksana, diaduk hingga homogen lalu dimasukkan
kedalam kolom kromatografi. Kemudian dielusi dengan menggunakan n-heksana
100% hingga silika gel padat dan homogen. Dimasukkan 15 g ekstrak pekat
metanol kulit bawang merah kedalam kolom kromatografi yang telah berisi bubur
silika gel, lalu ditambahkan fasa gerak n-heksana : etilasetat (90:10)vv secara
perlahan-lahan dan diatur sehingga aliran fasa yang keluar dari kolom sama
banyaknya dengan penambahan fasa gerak dari atas. Ditingkatkan kepolaran
dengan menambahkan fase gerak n-heksana : etilasetat dengan perbandingan
(80:20) vv, (70:30) vv, (60:40) vv dan (50:50) vv. Hasil yang diperoleh
ditampung dalam botol vial setiap 5 mL lalu di KLT dan digabung fraksi dengan
harga Rf yang sama.

Uji Kemurnian Hasil Isolasi

Uji Kemurnian Hasil Isolasi dengan Kromatografi Lapis Tipis
















Setelah analisis senyawa maka dilakukan perlakuan pada hewan penelitian dengan
alur skema :








A : Adaptasi 7 hari
R : Randomisasi
K : Kelompok kontrol
P1 : Perlakuan 1
P2 : Perlakuan 2
P3 : Perlakuan 3

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan dilaboraturium Lab Skill Kedokteran Universitas
Diponegoro, selama 4 bulan. Penelitian dimulai (tanggal)
3.4 Variabel
a. Variabel bebas
Variabel bebas yaitu pembalutan luka dengan kasa yang diberi antiseptic dan
kasa diberi ekstraksi bawang merah.
b. Variabel tergantung
Variabel tergantung yaitu banyaknya titik merah pada wound
healing(granulasi)


Calon
Sampel
A R
P3
P2
P1
K
5 hari
5 hari

5 hari

5 hari

EKSISI
BIOPSI
GRANULASI
3.5 Cara Pengumpulan Data
Kepadatan granulasi yang diamati dibawah microskop OLYMPus seri E15
yang dilengkapi dengan camera digital DP 12 dengan pembesaran 100x. Setelah itu
dilakukan pengamatan kepadatan granulasi. Kemudian data dikumpulkan dan
dilakukan editing, coding, dan entri dalam file, dalam file computer dilakukan
cleaning, selanjutnya dilakukan analisis statistic semikulatif dan analisis data.

3.6 Analisis data
Analisis penelitian deskriptif, dihitung nilai kecendrungan sentral (mean dan
median) dan sebatan (SD) dari variabel tergantung(granulasi). Hasil disajikan dalam
bentuk tabel.kemudian dibentuk grafik dot-plot menurut perlakukan pada kelompok
hewan penelitian. Data dari pemeriksaan granulasi merupakan data dengan skala
ordinal sehingga dilakukan uji Mann-whitney U. Batas drajat kemaknaan apabila
p<0,005 dengan interval kepercayaan 95%. Analisis ini dilakukan dengan SPPS 17
for windows.