Anda di halaman 1dari 4

Viskositas Ostwald

Friedrich Wilhelm Ostwald (Latvia: Vilhelms Ostvalds lahir 2 September 1853 di


Riga, Latvia. Ia adalah seorang kimiawan Jerman yang menerima penghargaan Nobel untuk
Kimia pada tahun 1909 untuk pekerjaannya di bidang katalisis, ekuililbria kimia dan
kecepatan reaksi. Almamaternya di Universitas Dorpat dengan pembimbing Carl Schmidt.
Menjadi pengajar di Universitas Dorpat, Riga Polytechnicum, Universitas Leipzig. Murid
bimbingannya Arthur Amos Noyes, Georg Bredig dan Paul Walden Terkenal atas Proses
Ostwald dan Viscometer Ostwald dan mendapat Penghargaan Nobel Kimia (1909).
Bersama Jacobus Henricus van 't Hoff, dan Svante Arrhenius biasanya Ostwald disebut
sebagai pendiri kimia fisik modern. Friedrich Wilhelm Ostwald meninggal 4 April 1932
pada umur 78 tahun di Leipzig, Jerman.
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya
gesekan di dalam fluida. Makin besar viskositas suatu fluida, maka makin sulit suatu fluida
mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair,
viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas,
viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas. Salah satu metode
penentuan keofisien viskositas adalah berdasarkan hukum Poisulle menggunakan alat
viskometer oswaltd. Penetapannya dilakukan dengan jalan mengukur waktu yang
diperlukan untuk mengalirkan cairan dalam pipa kapiler dari a ke b. Sejumlah cairan yang
akan diukur viskositasnya dimasukkan kedalam viskometer yang diletakkan pada
thermostat. Cairan kemudian diisap degan pompa kedalam bola csampai diatas tanda a.
Cairan dibiarkan mengalir kebawah dan waktu yang diperlukan dari a ke b dicatat
menggunakan stopwatch.

Pada metode oswaltd yang diukur adalah waktu yang diperlukan oleh sejumlah
tertentu cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh
berat cairan itu sendiri.
Viskositas dihitung sesuai persamaan Poisulle berikut : dimana t adalah waktu yang
diperlukan cairan bervolume yang mengalir melalui pipa kapiler, L adalah panjang dan r
adalah jari- jari. Tekanan P merupakan perbedaan aliran kedua yang pipa viskometer dan
besarnya diasumsikan sebanding dengan berat cairan. Pengukuran viskositas yang tepat
dengan cara itu sulit dicapai. Hal ini disebabkan harga r dan L sukar ditentukan secara
tepat. Kesalahan pengukuran terutama r sangat besar pengaruhnya karena harga ini
dipangkatkan empat. Untuk menghindari kesalahan tersebut dalam prakteknya digunakan
suatu cairan pembanding. Cairan yang paling sering digunakan adalah air.
Untuk dua cairan yang berbeda dengan pengukuran alat yang sama berlaku Jadi
bila dan cairan pembanding diketahui, maka dengan mengukur waktu yang diperlukan
untuk mengalir kedua cairan melalui alat yang sama dapat ditentukan cairan yang sudah
diketahui rapatannya.
contoh = contoh x tcontoh x air
standar x t standar
Tabel viskositas cairan pada berbagai suhu (satuan poise)
Cairan 0C 10 C 20 C 30 C 40 C 50 C
Air 0,0179 0,013 0,0101 0,0080 0,0065 0,0055
Gliserin 105,9 34,4 13,4 6,29 2,89 1,41
Anilin 0,102 0,065 0,0044 0,0316 0,0227 0,0185
Bensin 0,0091 0,0076 0,0065 0,0056 0,0050 0,0044
Etanol 0,0177 0,0147 0,012 0,0100 0,0083 0,007
Minyak
lobak
25,3 3,85 1,63 0,96 - -
Perbedaan nilai viskositas menengah dan region periperal ini menunjukkan
parameter nilai K. Ketika k > 1 maka nilai viskositas lebih dari menengah, k=1
viskositasnya sama dalam keadaan apapun, k < 1 viskositasnya ditengah region.

Persamaan ini dikenal sebagai hukum Newton untuk viskositas. Semua jenis gas dan
banyak jenis zat cair yang memenuhi persamaan ini. Fluida yang mengikuti persamaan ini
disebut fluida Newtonian. Fluida yang tidak mengikuti persamaan ini disebut fluida non-
Newtonian.
Fluida Newtonian dan Non-Newtonian.
ini adalah 2 blok fluida yang ada di alam yaitu jenis blok fluida Newtonian yang memiliki
viskositas yang konstan dan memenuhi hukum Newton tentang viskositas dan blok fluida
non-newtonian yaitu jenis fluida yang memiliki viskositas yang tidak konstan dan tidak
memenuhi hukum Newton.
Contoh fluida Newtonian banyak sekali di alam. Semua jenis gas di alam ini memenuhi
Hukum Newton tentang viskositas sehingga semua jenis gas termasuk fluida Newtonian.
Zat cair hampir semuanya termasuk fluida Newtonian, tetapi ada beberapa jenis zat cair
yang tidak memenuhi kriteria ini.
Contoh fluida Non-Newtonian adalah darah. Pada saat darah mengalir keluar dari
pembuluh darah, maka viskositasnya akan semakin bertambah seiring dengan
bertambahnya waktu hingga darah membeku berubah fase menjadi zat padat. Fluida yang
demikian tidak termasuk jenis fluida Newtonian karena viskositasnya tidak konstan.
Contoh lain adalah tinner, Tinner atau zat pelarut cat ini mudah sekali menguap. Pada
waktu tinner kita alirkan pada sebuah bidang, maka viskositasnya akan semakin
berkurang. fluida bukan hanya gas dan zat cair saja, tetapi zat padat dalam bentuk ukuran
yang kecil dan dapat mengalir juga dapat dianggap sebagai fluida, contohnya seperti pasir
dan lumpur. Namun pasir dan lumpur tidak termasuk fluida newtonian, tetapi tergolong
fluida non-Newtonian.