Anda di halaman 1dari 20

Infertilitas pada wanita

a. Masalah vagina

Infeksi vagina seperti vaginitis, trikomonas vaginalis yang hebat akan menyebabkan
infeksi lanjut pada portio, serviks, endometrium bahkan sampai ke tuba yang dapat menyebabkan
gangguan pergerakan dan penyumbatan pada tuba sebagai organ reproduksi vital untuk
terjadinya konsepsi. Disfungsi seksual yang mencegah penetrasi penis, atau lingkungan vagina
yang sangat asam, yang secara nyata dapat mengurangi daya hidup sperma ( Stright B, 2005 : 60
).

b. Masalah serviks

Gangguan pada setiap perubahan fisiologis yang secara normal terjadi selama periode
praovulatori dan ovulatori yang membuat lingkungan serviks kondusif bagi daya hidup sperma
misalnya peningkatan alkalinitas dan peningkatan sekresi ( Stright B, 2005, hal. 60 ).

c. Masalah uterus
Nidasi ovum yang telah dibuahi terjadi di endometrium. Kejadian ini tidak dapat
berlangsung apabila ada patologi di uterus. Patologi tersebut antara lain polip endometrium,
adenomiosis, mioma uterus atau leiomioma,bekas kuretase dan abortus septik. Kelainan-kelainan
tersebut dapat mengganggu implantasi, pertumbuhan,nutrisi serta oksigenisasi janin (
Wiknjosastro, 2002 : 509 ).

d. Masalah tuba
Saluran telur mempunyai fungsi yang sangat vital dalam proses kehamilan. Apabila
terjadi masalah dalam saluran reproduksi wanita tersebut, maka dapat menghambat pergerakan
ovum ke uterus, mencegah masuknya sperma atau menghambat implantasi ovum yang telah
dibuahi. Sumbatan di tuba fallopi merupakan salah satu dari banyak penyebab infertilitas.
Sumbatan tersebut dapat terjadi akibat infeksi, pembedahan tuba atau adhesi yang disebabkan
oleh endometriosis atau inflamasi (Hallet all. 1974 ). Infertilitas yang berhubungan dengan
masalah tuba ini yang paling menonjol adalah adanya peningkatan insiden penyakit radang
panggul (pelvic inflammatory disease PID). PID ini menyebabkan jaringan parut yang
memblok kedua tuba fallopi.

e. Masalah ovarium
Wanita perlu memiliki siklus ovulasi yang teratur untuk menjadi hamil, ovumnya harus
normal dan tidak boleh ada hambatan dalam jalur lintasan sperma atau implantasi ovum yang
telah dibuahi. Dalam hal ini masalah ovarium yang dapat mempengaruhi infertilitas yaitu kista
atau tumor ovarium, penyakit ovarium polikistik, endometriosis, atau riwayat pembedahan yang
mengganggu siklus ovarium. Dari perspektif psikologis, terdapat juga suatu korelasi antara
hyperprolaktinemia dan tingginya tingkat stress diantara pasangan yang mempengaruhi fungsi
hormone.( Handersen C & Jones K, 2006: 86 ).













FIBROADENOMA MAMMAE
Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi di payudara.
Benjolan tersebut berasal dari jaringan fibrosa (mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel)
yang berada dipayudara, sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor),
tumor tersebut dapat berbentuk bulat atau oval, bertekstur kenyal atau padat, dan
biasanya nyeri. Fibroadenoma ini dapat kita gerakan dengan mudah karena pada tumor
ini terbentuk kapsul, sehingga sering disebut sebagai breast mouse. Tumor ini paling
sering menyerang pada usia 20-25 tahun dan kurang dari 5% terjadi pada usia diatas 50
tahun. Besar tumor ini sekitar 1-3 cm. penelitian saat ini belum dapat mengungkap secara
pasti apa penyebab sesungguhnya dari fibroadenoma mammae. Tumor ini tergantung
dengan adanya hormone estrogen dan dikaitkan dengan menstruasi yang tidak teratur.
PENATALAKSANAAN
1. Berikan penyuluhan pada ibu untuk melaakukan pemeriksaan payudara sendiri atau
sadari
2. Fibroadenoma sering kali berhenti tumbuh atau bahkan mengecil dengan sendirinya.
Pada kasus seperti ini, tumor biasanya tidak diangkat
3. Jika fibroadenoma terus membesar, maka harus dilakukan tindakan pembedahan untuk
mengangkat tumor

KISTA SARCOMA FILODES
Kista sarcoma filodes merupakan tumor yang jarang terjadi dbandngkan dengan
fibroadenoma. Tumor filodes (kista sarcoma filodes) merupakan suatu neoplasma jinak
yang bersifat menyusup (infasif) secara lokal dan dapat menjadi ganas (10 15%).
Pertumbuhan cepat dan dapat ditemukan dalam ukuran yang besar. Tumor ini terdapat
pada semua usia, tetapi kebanyakan terdapat pada usia sekitar 45 tahun.
Tumor filodes ini dapat berukuran kecil sekitar 3 4 cm, dan dapat pula dalam
ukuran yang sangat besar dan membuat payudara membesar atau bengkak, konsistensi
kenyal, kulit payudara tegang, dan berkilat.
PENYEBAB
Adanya hiperstrinisme yang memulai hyperplasia epitel juga faktor genetika,
mamotropik hipopisis hormone, dan jaringan gonad lain yang bersirkulasi seperti tiroksin
dan insulin. Estrogen meningkatkan substansi dasar stroma yang mempunyai
kecenderungan kearah reorganisasi fibrosa. Usia reproduksi adalah waktu yang sensitive
terjadinya penyakit ini dan akan terjadi regresi seiring peneurunan estrogen dan
progesterone pada saat menopause.
PENATALAKSANAAN
1. Mastektomi dengan pengangkatan fasia pektolaris
2. Radiasi pasca bedah

KANKER PAYUDARA
Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan
mekanisme normalnya sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan
tidak terkendali. Selain itu, kanker payudara (carcinoma mammae) didefinisikan sebagai
suatu penyakit neoplasma yang ganas berasal dari parenkim. Pada wanita Indonesia,
kanker payudara menempati urutan kedua yang paling banyak diderita setelah kanker
serviks.
PENYEBAB
1. Faktor reproduksi : karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan resiko terjadinya
kanker payudara adalah nuliparitas, menerce pada umur mnuda, menopause pada umur
lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Resiko utama kanker payudara adalah
bertambahnya umur
2. Penggunaan hormone : hormone esterogen berhubungan dengan kanker payudara
3. Penyakit fibrokistik : pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma dan fibrosis, tidak ada
peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperflasis dan papiloma resiko
sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hyperplasia atipik, resiko
meningkat hingga 5 kali
4. Obesitas : terdapat hubunga yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh. Dengan
kanker payudara pada wanita pasca menopause
5. Konsumsi lemak : konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor resiko terjadinya
kanker payudara
6. Radiasi : eksporsur radiasi dengan ionisasi selama atau sesudah puber selama atau
sesudah pubertas genetik terjadinya kanker payudara
7. Riwayat keluarga dan faktor genetik : riwayat keluarga merupakan komponen penting
dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara.
Terdapat peningkatkan resiko keganasan pada wanita yang keluaeganya menderita
kanker payudara.

GEJALA
1. Adanya benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara disekitarnya,
tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur
2. Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari putting susu secara spontan dan tidak
normal
3. Kulit atau putting susu tadi menjadi tertarik kedalam (retraksi), berwarna merah muda
atau kecoklat coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk
(peau dorange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara

KLASIFIKASI
a) Stadium I (stadium dini)
Besarnya tumor tidak lebih dari 2-2,25 cm dan tidak terdapat penyebaran
(metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan
penyembuhan secara sempurna adalah 70%. Untuk memeriksa ada / tidak metastase
kebagian tubuh yang lain, harus diperiksa di laboratorium
b) Stadium II
Tumor lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah
bening diketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30-40%
tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya
dilakukan operasi untuk mengangkat sel sel kanker yang ada pada seluruh bagian
oenyebaran dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada
lagi sel sel kaker yang tertinggal.
c) Stadium III
Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar keseluruh tubuh, dan
kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada
artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan kemoterapi
(pemeberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang kadang juga
dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini
hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh.
d) Stadium IV
Sel sel kanker sudah merembet menyerang bagian tubuh lainnya, biasanya tulang,
paru paru, hati atau otak. Atau bisa juga kulit, kelenjar limfe yang ada di dalam
batang leher. Sama seperti staium III, tindakan yang harus dilakukan adalah
pengangkatan payudara
PENATALAKSANAAN
Kemoterapi
Kemoterapi adalah proses pemberian obat oabatan anti kanker dalam bentuk
pil cair atau kapsul atau melalui infuse yang bertujuan membunuh sel kanker. Tidak
hanya sel kanker pada kanker payudara tapi juga diseluruh tubuh. Efek dari
kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena
pengaruh obat obatan yang diberika n pada saat kemoterapi

Radiasi
Penyinaran / radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker
dengan menggunakan sinar X dan sianr gamma yang bertujuan membunuh sel kanker
yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Efek pengobatan ini tubuh menjadi
lemah, nafsu makan berjurang, warna kulit disekitar payudara menjadi hitam serta Hb
dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.
Mastektomi
Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis mastektomi :
- Modified radical Mastectomy, yaitu operasi penagngkatan seluruh payudara,
jaringan payudara ditulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di
sekitar ketiak.
- Total (simple) mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja,
tetapi bukan kelenjar diketiak
- Radical mastectomy yaitu operasi penagnkatan sebagian dari payudara. Biasnya
disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel
kanker bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian
radioterapi. Biasnaya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar
tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya dipnggir payudara.






TUMOR JINAK PADA ALAT-ALAT GENITALIA
1) VULVA
a. TUMOR KISTIK VULVA
a) Kista Inklusi (Kista Epidermis)
terjadi akibat perlukaan, terutama pada persalinan karena episiotomy atau robekan, dimana suatu
segmen epitel terpendam dan kemudian menjadi kista. Kista ini terdapat pada vulva / perineum
maupun vagina berwarna kekuning-kuningan atau abu-abu biasanya bergaris tengah kurang dari
1 cm dan berisi cairan kental. Umumnya kista ini tidak menimbulkan keluhan
b) kista Gartner
dianggap berasal dari saluran mesonefridikus Wolffi. Terdapat pada dinding lateral
anterolateral vagina sampai pada vulva dekat uretra dan klitoris. Dindingnya terdiri dari epitel
toraks atau kubus yang berisi cairan jernih tanpa musin. Biasanya berukuran kecil dan multiple
namun dapat mencapai ukurn kepala janin dengan konsistensi lunak.
c) kista Hidrokele saluran nuck
berasal dari sisa prosesus vaginalis peritoneum yang terletak dalam saluran inguinal, kadang-
kadang melannjutkan sasmpai labia mayora. Terletak mulai dari saluran inguinal sampai dinding
labia mayora, kadang terdiri dari beberapa kista. Kista saluran nuck berisi cairan jerih dengan
dinding peritoneum
d) kista kelenjar
- Kista bartholini
Terjadi akibat radang
- Hidradenoma
Berasal dari kelenjar keringat, ada yang mengatakan berasal dari sisa saluran wolffi
- Kista sebasea
Berasal dari kelenjar dari sebasea kulit yang terdapat pada labia mayor, labia minor , dan mons
veneris. Terjadi karena penymbatan saluran kelenjar sehingga terjadilah penimbunan sebum
b. TUMOR SOLID VULVA
a) Tumor Epitel
1) kondiloma akuminata
2) Peyakitn histology ini disebabkan oleh virus HPV type 6 dan 11. Gambaran histologik
adalah suatu papiloma yang lama-lama bisa menjadi ganas.
3) kurunkula uretra
4) terdapat 2 macam, yaitu kurunkula uretra neoplasma dan kurunkula uretra grnulomatosa
5) nevus pigmentosus
6) nevus ini tampak sebagai lesi berwarna kehitam-hitaman pada permukaan vulva
berdiameter 1 2 mm

b) Tumor Jaringan Mesoderm
- fibroma
berasal dari jaringan sekitar labium majus, dapat tumbuh besar dengan konsistensi lunak dan
berwarna putih keabu-abuan
- lipoma
berasal dari jaringan lemak disekitar labia mayor dengan konsistensi lunak dapat bertangkai dan
mencapai ukuran besar
- leiomioma
berasal dari otot polos ligamentum rotondum dekat dengan labio mayora tersusun seperti pusaran
air / konde
- neuromafibroma
berasal dari sarung selaput syaraf, biasanya kecil saja, lunak, berbentuk polipoid, dan berwarna
seperti daging
2) VAGINA
a. TUMOR KISTIK VAGINA
Tumor- tumor di vagian pada umumnya mempunyai sifat sama dengan yang terdapat pada vulva.
Tumor vulva dan vagina hendaknya dibedakan dari vaginitis emfisematosa. Dapat juga kista
saluran Muller terjadi di dekat serviks biasanya soliter akan tetapi dapat multiple. Kista ini
dilapisi epitel seperti endoserviks, berisi cairan musin
b. TUMOR SOLID VAGINA
Umunya mempunyai sifat yang sama dengan yang terdapat pada vulva kecuali :
a) Granuloma
Merupakan granulasi yang berbatas-batas, sering kali berbentuk polip terutama
terjadai pada bekas operasi kolporafi dan histerektomi total dan dapat bertahan
sampai bertahun-tahun
b) Adenosis vagina
Merupakan tumor jinak vagina yang terletak dekat serviks uteri dan terdiri dari
eitel toraks yang mengeluarkan mucus, tampka merah, dan granula berbintik
c) Tumor miksoid vagina
Merupakan tumor yang mempunyai konsistensi lunak seperti kista berisi
jarngan miksomatosa, jaringan pengikat, dan jaringan lemak seperti yang
biasanya terdapat pada daerah gutea, fossa iskheorektalus, serta apabila terdapat
di vagina berada pada daerah parakolpos. Kadang-kadang kambuh dan dapat
menjadi ganas

3) UTERUS
a. TUMOR EKTOSERVIKS
a) Kista jaringan sisa embrional
Berasal dari saluran mesonefridikus wolffi teradapat pada dinding samping
ektoserviks
b) Kista endometriosis
Letaknya superficial
c) Folikel atau kista nabothi
Kista retensi kelenjar endoserviks, biasanya terdapat pada wanita multipara,
sebagai penampilan servicitis. Kista ini jarang mencapai ukuran besar, berwarna
putih mengkilap berisi cairan mukus
d) Papiloma
Dapat tunggal maupun multiple seperti kondiloma acuminate. Kebanyakan
saluran ini adalah sisa epitel yang terlebih pada trauma bedah maupun persalinan

b. TUMOR ENDOSERVIKS ENDOMETRIUM
a) Polip endoserviks
Suatu ademoma maupu adenofibroma yang beraal dari selaput lender endoserviks.
Tangkainya dapat panjang sehingga keluar dari vulva. Bagian ujung polip dapat
mengalami nekrosis, serta mudah berdarah. Polip ini berkembang karena pengaruh
radang maupun virus.
b) Polip endometrium
Sering ditemukan, terutama dengan pemeriksaan histeroskop.
c) Adenoma adenofibroma
Biasanya terdiri dari epitel endometrium dengan stroma yang sesuai dengan daur haid.
Adenoma ini biasanya merupakan penampilan hyperplasia endometrium, dengan
konsistensi lunak dan berwarna kemerah merahan. Gangguan yang sering ditimbulkan
adalah metoragi sampai menometoragi dan infertilitas.
d) Mioma submukosum
Tumor berkonsistensi kenyal berwarna putih

4) TUBA FALOPI
Tumor tuba uetrina dapat berupa neoplasma maupun non neoplasma. Tumor tuba uterine yang
neoplastik jarang sekali ditemukan. Tumor non neoplastik tuba uetrina disebabkan oelh radang
dan beberapa penyakit pada alat genital, antara lain hidrosalping, piosalping dan kista
tuboovarial.
5) OVARIUM
a. TUMOR NON-NEOPLASMA
Ada beberapa yang merupaka tumor non neplasma, yaitu:
a) Kista folikel
Kista ini berasal dari folikel de graaf yang tidak sampai berovulasi, namun tumbuh terus menjadi
kista folikel atau dari beberapa folikel primer yang setelah tumbuh dibawah pengaruh estrogen
tidak mengalami proses atresia yang lazim, melainkan membesar menjadi kista.
b) Kista korpus luteum
Perarahan yang sering terjadi dikorpus luteum persisten menyebabkan terjadinya kista, berisi
cairan berwarna merah coklat karena darah tua. Frekuensi kista korpus luteum lebih jarang
daripada kista folikel dan yang pertama bisa menjadi lebih besar dari yang kedua.
c) Kista lutein
Kista biasanya bilateral dan bisa menjadi sebesar kepalan tangan pada pemeriksaan mikroskopik
terlihat luteinisasi sel sel teka. Tumbuhnya kista ini akibat pengaruh hormone
koriogonadotropin yang berlebihan, dan dengan hilangnya mola atau koriokarsinoma, ovarium
mengecil spontan
d) Kista inklusi germinal
Kista ini terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian bagian kecil dari epitel germinativum
pada permukaan ovarium. Tumor ini lebih banyak terdapat pada wanita dengan usia lanjut dan
besarnya diameter jarang melebihi 1 cm.
e) Kista endometrium
f) Merupakan kista yang berlokasi di daerah endometrium
b. TUMOR NEOPLASMA
a) Kistaoma ovarii simpleks
Kista ini mempunyai permukaan rata dan halus biasanya bertangkai, sering kali bilateral dan
dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista jernih, serus dan berwarna
kuning. Pada dinding kista tampak lapisan epitel kubik.
b) Kistadenoma ovarii musinosum
Tumor ovarium ini terbanyak ditemukan bersama dengan kistadenoma ovary serosum. Asal
tumor ini belum diketahui dengan pasti.
c) Kistadenoma ovarii serosum
Pada umumnya kista jenis ini tidak mencapai ukuran yang amat besar dibandingkan dengan
kistadenoma musinosum. Permukaan tumor biasanya licin, dan berwarna putih keabu abuan.

TUMOR GANAS PADA ALAT ALAT GENETALIA
1) VULVA
Karsinoma sel skuamosa
Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel sel skuamosa yang merupakan jenis sel
kulit yang utama. Kanker jenis ini biasanya terbentuk secara perlahan selama betahun
tahun.
Melanoma
Melanoma berasal dari sel penghasil pigmen yang memberikan warna pada kulit
Sarcoma
Sarcoma adalah tumor jaringan ikat dibawah kulit yang cenderung tumbuh dengan
cepat. Sarcoma vulva bisa menyerang semua golongan usia, termasuk anak anak.
Basalioma
Biasanya didaerah yang berambut, sesekali pada labia mayora. Lesi ini hampisr tidak
pernah menyebar ke kelenjar getah bening. Karsinoma sel basal sangat jarang terjadi
pada vulva, karena biasanya menyerang kulit yang terpapar oleh sinar matahari.
Adenokarsinoma
Pada vulva jarang terjadi, dan umumnya berasal dari kelenjar bartholini
Karsinoma verukosa
Karsinoma ini adalah keganasan pada vulva berbentuk tumor eksofitik. Seperti papil
dalam kondiloma akuminata, atau seperti bunga kol.
Penyakit paget
Merupakan lesi intra epitel vulva, yang sering bersama sama dengan munculnya
adenokarsinoma kelenjar apokrin.


2) VAGINA
Kanker vagina jarang terjadi, biasanya di derita oleh wanita berumur 50 tahun ke atas.
Penyebaran tumor menuju ke kelenjar getah bening tergantung pada lokasi tumor. Bila proses
ganas terdapat pada sepertiga bagian atas vagina, penyebarannya menyerupai karsinoma serviks.
Sedangkan bila berlokasi pada sepertiga bagian distal vagina penyebarannya akan menyerupai
karsinoma vulva.
Untuk dapat menangkap lesi pramaligna berupa perubahan epitel/ mukosa vagna yang displastik
dapat dikerjakan usapan vaginal untuk pemeriksaan sistologi eksfoliatif dengan pap smear.
Untuk penangnan dapat dilakukan veginektomi. Elektrokoterisasi, bedah krio, penggunaan
sitostatika topical atau sinar laser.

3) SERVIKS UTERI
Diantara tumor ganas ginekologik, kanker serviks uterus masih menduduki peringkat pertama di
Indonesia. Sebab langsung dari kanker serviks belum diketahui.
Karsinoma serviks timbul dibatas antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) da endo serviks
kanalis servikalis yang sering disebut sebagai Squamo-columnar Junction (SC). Histologik
antara epitel gepeng berlapis (squamos complex) dari portio dengan epitel kuboid/ silindris
pendek selpis bersilia dari endoserviks kanalis servikalis.
Penyebaran umumnya secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 arah, yaitu:
kearah fornises dan dinding vagina, kearah korpus uterus, dan kearah parametrium dan dalam
tingkatan lanjut menginfiltrasi septum rektovaginal dan kandung kemih.
Tumor ganas diserviks tidak menghalangi untuk adanya kehamilan. Terdapat kira kira 1
diantara 3000 kehamilan. Tidak ada perbedaan antara karsinoma serviks dalam dan diluar
kehamilan. Untuk penanganan primer dilakukan pembedahan, karena penyinaran mempunyai
efek samping yang merugikan enderita yang berusia muda.

4) KORPUS UTERI
Tumor ganas korpus uterus dianggap primer jika berasal dari endometrium atau miometrium.
Secara histologik dibagi menjadi 3 derajat, yaitu:
1. Grade I: diferensiasi sel masih baik
2. Garde II: sudah terdapat bagian bagian yang solid atau padar
3. Grade III: sebagian besar sel adalah padat/ solid diferensiasi sel sel sudah tidak baik
lagi.
Penyebarannya biasanya lambat keculai pada grade III. Tumor dengan diferensiasi sel sel yang
tidak baik cenderung menyebar kepermukaan kavum uteri dan endoserviks.

5) ADNEKSA
Tumor adneksa adalah tumor jaringan abnormal pada system reproduksi yaitu pada tuba falopi
kemudian ovarium dan uterus yang biasanya terjadi bersamaan. Tumor adneksa merupakan
tumor ganas primer di tuba falopi yang lebih sekunder berasal dari tumor ganas ovarium atau
uterus.
Penyebab tumor adneksa tidak diketahui secara pasti tetapi diduga karena infeksi yang menjalar
ke atas dari uterus, peradangan ini menyebar ke ovarium dan tuba fallopi yang menyebabkan
berbagai gangguan dan terjadi pertumbuhna jaringan abnormal.
Pada awalnya penyakit tidak menimbulkan gejala. Mula mula keluhan samar samar seperti:
perasaan lelah, makan sedikit, terasa cepat kenyang dan sering kembung kemudian timbul
demam dan nyeri pada uterus bagian kiri dan kanan. Diikuti gejala perdarahan pervaginam
mungkin juga disertai pengeluaran getah vagina yang bercampur dengan darah.



6) OVARIUM
Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur). Kanker ovarium paling sering
ditemukan pada anita yang berusia 50-70 tahun dan 1 dari 70 wanita menderita kanker ovarium,
kanker ovarium bsa menyebar secara langsung ke daerah disekitarnya dan melalui system getah
bening bisa menyebar kedaerah lain dari panggul dan perut, sedangkan melalui pembuluh darah,
kanker bisa menyebar ke hati dan paru paru. Penyebab kanker ini tidak diketahui.























DAFTAR PUSTAKA

http://blendedlearningmidwifery.com/moodle/course/info.php?id=14



















TUGAS PRATIKUM KEPERAWATAN MATERNITAS I
Masalah Masalah pada Reproduksi Wanita
Instruktur : Ibu Dini








Di Susun Oleh :
Nama : Ni Putu Wahyu Krisna Pramayuni
NIM : 04.12.3253
Kelas : D / KP / IV
Kelompok : 6D



KONSENTRASI INSTALASI GAWAT DARURAT
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2014