Anda di halaman 1dari 9

Pertusis

I. PENDAHULUAN
Pertusis atau yang lebih dikenal orang awam sebagai batuk rejan atau batuk !"" hari
meru#akan salah satu #enyakit menular saluran #erna#asan yang sudah diketahui adanya sejak
tahun !$""%an. Penyebab tersering dari #ertusis adalah kuman gram &%' (ordetella #ertussis.
Di seluruh dunia insidensi #ertussis banyak dida#atkan #ada bayi dan anak kurang dari $ tahun..
meski#un anak yang lebih besar dan orang dewasa masih mungkin terin)eksi oleh (.#ertussis.
Insidensi terutama dida#atkan #ada bayi atau anak yang belum diimunisasi.
Dahulu #ertusis adalah #enyakit yang sangat e#idemi* karena menyerang bukan hanya negara%
negara berkembang namun juga bebera#a bagian dari negara maju+ se#erti Amerika ,erikat+
Italia+ -erman. Namun setelah mulai digalakkannya .aksinasi untuk #ertusis+ angka kematian
bisa ditekan hingga !"/!".""" #o#ulasi. ,eiring dengan semakin berkembangnya ilmu
#engetahuan dan teknologi+ #ertusis dihara#kan tidak diketemukan lagi+ meski#un ada kasusnya
namun tidak signi)ikan atau kurang.
Dengan mendiagnosa se*ara dini kasus #ertusis+ dari gejala klinis+)oto roentgen+ dan
#emeriksaan #enunjang lainnya+ dihara#kan #ara klinisi mam#u memberikan #enanganan yang
te#at dan *e#at sehingga derajat #enyakit #ertusis tidak menimbulkan kom#likasi yang lebih
lanjut+ se#erti ense)alo#ati+ 0es#iratory distress syndrome+ dan #enyakit #aru%sistemik lainnya.
II. 1IN-AUAN PU,1A2A
(atasan 3
Pertussis artinya batuk yang intensi)+ meru#akan #enyakit in)eksi saluran #erna)asan akut yang
da#at menyerang setia# orang yang rentan se#erti anak%anak yang tidak diimunisasi atau #ada
orang dewasa dengan kekebalan menurun. Istilah #ertussis &batuk kuat' #ertama kali
di#erkenalkan oleh ,ydenham #ada tahun !45". dimana istilah ini lebih disukai dari batuk rejan
&whoo#ing *ough'. ,elain itu sebutan untuk #ertussis di 6ina adalah batuk !"" hari. !+7+8
Pertussis adalah #enyakit yang serius #ada anak%anak ke*il diseluruh dunia. Pada orang dewasa
juga sering terjadi karier yang asim#tomatik atau in)eksi yang ringan.
Pre.alensi #ertussis di seluruh dunia sekarang berkurang karena adanya imunisasi akti).
Etiologi
Penyebabnya adalah (ordetella #ertusis. (. #ertussis ini meru#akan satu%satunya #enyebab
#ertusis endemis dan #enyebab biasa #ertusis s#oradis+ terutama karena manusia meru#aka satu%
satunya host untuk s#esies ini. Penyakit seru#a% disebut juga a mild #ertussis%like illness% juga
da#at disebabkan oleh (. #ara#ertussis &terutama di Denmark+ 0e#ublik 6eko+ 0e#ublik 0usia+
dan ,lo.akia' dan (. bron*hise#ti*a &jarang #ada manusia karena meru#akan #atogen yang la9im
#ada binatang%ku*ing dan binatang #engerat%+ ke*uali #ada manusia dengan gangguan imunitas
dan ter#a#ar se*ara tidak biasa #ada binatang'. 2adang%kadang sindroma klinik beru#a batuk
yang lama dan tidak sembuh%sembuh sehingga susah dibedakan+ juga terda#at #ada in)eksi
adeno.irus &ti#e !+7+8+ dan $'+ 0es#iratory ,yn*itial :irus+ #arain)luen9a .irus atau in)luen9a
.irus+ entero.irus dan my*o#lasma. !+8
.
E#idemiologi
Pertussis adalah satu dari #enyakit%#enyakit yang #aling menular+ da#at menimbulkan atta*k
rate ;"%!""< #ada #enduduk yang rentan. Di seluruh dunia ada 4" juta kasus #ertusis setahun
dengan lebih dari $"".""" meninggal. ,elama masa #ra%.aksin tahun !=7%!=>;+ #ertusis adalah
#enyebab utama kematian dari #enyakit menular #ada anak di bawah usia !> tahun di Amerika
,erikat. Dila#orkan juga bahwa $" #ersen adalah bayi kurang dari setahun+ 5$ #ersen adalah
anak kurang dari $ tahun. !+7+8
Pertusis terutama mewabah di negara%negara berkembang dan maju+ se#erti Italian+ daerah%
daerah tertentu di -erman dimana *aku#an .aksin rendah atau No.a ,*atia dimana digunakan
.aksin yang kurang #oten+ dengan angka insidensi rata%rata men*a#ai 7""%$""/!"".""" #o#ulasi
dengan angka kematian 8$".""" #ada anak dibawah $ tahun.7 Di Amerika ,erikat sendiri
dila#orkan insidensi tertinggi >$"" kasus sejak tahun !=45. namun setelah hal tersebut+ #ertusis
jarang sekali kasusnya karena sudah lebih di galakkan .aksinasi . 8
Pertusis adalah endemik+ dengan ditum#angin siklus endemik setia# 8%> tahun sesudah
akumulasi kelom#ok rentan yang *uku# besar. Dila#orkan sebagian kasus terjadi dari bulan -uli
sam#ai dengan ?ktober. !+8. Pertusis sangat menular dengan angka serangan !""< #ada
indi.idu rentan yang ter#ajan #ada aerosol dengan rentang yang ra#at. Penyebaran terjadi
melalui kontak langsung atau melalui dro#let yang ditularkan selama batuk.
Dahulu dikatakan bahwa Perem#uan terkena lebih sering dari#ada laki%laki dengan #erbandingan
".=3! . Namun dengan la#oran terbaru &@ari9o+ !==7' #erbandingan insidensi antara #erem#uan
dan laki%laki menjadi sama sam#ai umur dibawah !> tahun. ,edangkan #ro#orsi anak belasan
tahun dan orang dewasa yang terin)eksi #ertusis naik se*ara bersama sama#ai 75< #ada tahun
!==7%!==8.
1an#a rein)eksi alamiah dengan (.#ertussis atau .aksinasi booster berulang+ anak
yang lebih tua dan orang dewasa lebih rentan terhada# #enyakit ini jika ter#ajan. ,edangkan
antibodi dari ibu se*ara trans#lasental #ada anak tidaklah konsisten men*egah bayi yang baru
lahir terhada# #ertussis. Pertussis #ada neonatus yang berat da#at ditemukan dengan gejala%
gejala #ertussis normal. 8
Patogen 3
(. #ertussis 3 ke*il+ tidak bergerak+ *o*oba*illus gram &%'. 1erbaik dibiak #ada gly*erin%#otato%
blood agar media &border%gengou'. ?rganisme yang dida#at umumnya ti#e .irulen &disebut )ase
I'. Pasase dalam kultur da#at merangsang #embentukan .arian yang a.irulen &)ase II+ III+ dan
I:'. ,train )ase I ber#eran untuk #enularan #enyakit dan menghasilkan .aksin yang e)ekti). >

Aambar !. (ordetella #ertussis+ the agent o) #ertussis or whoo#ing *ough. Aram stain. &6D6'
Hanya (. #ertussis yang mengeluarkan toksin #ertusis &1P'+ #rotein .irulen utama. (.#ertussis
juga menghasilkan bebera#a bahan akti)+ yang banyak darinya dimaksudkan untuk memainkan
#eran dalam #enyakit dan imunitas. Aerosol+ hemaglutinin )ilamentosa &HA@'+ bebera#a
aglutinogen &@IB7%@IB8'+ dan #rotein #ermukaannon)imbria 4=%kD yang disebut #ertaktin
&P0N' #enting untuk #erlekatan terhada# sel e#itel bersilia saluran #erna#asan. ,itotoksin trakea+
adenilat siklase+ dan 1P menghambat #embersihan organisme. ,itotoksin trakea+ )a*tor
dermonekrotik dan adenilat siklase diterima se*ara dominant menyebabkan *edera e#itel lo*al
yang menghasilkan gejala%gejala #erna#asan dan mem#ermudah #enyera#an 1P. 7+8+>
1P mem#unyai 7 sub unit+ yaitu A dan (. 1P &(' akan berikatan dengan rese#tor #ada sel taret
dan mengakti.asi 1P&A' #ada membran sel yang merangsang #engeluaran en9im. 1P akan
merangsang #engeluaran Adenosin Di#hos#hate &ADP' sehingga akan mem#engaruhi )ungsi dari
leukosit+ lim)osit+ myo*ardial sehingga bermani)estasi #eradangan saluran na#as dengan
hy#er#lasia kelenjar lym#h #eribron*hial dan meningkatkan #roduksi mu*us yang akan
menutu#i #ermukaan silia. Cang #ada akhirnya bias mengarah ke kom#likasi bron*ho#neumonia+
in)eksi sekunder bakteri lain &eD3 Pneumo*o**us+ Haemo#hilus in)luen9ae+ ,.aureus+
,.#yogenes'+ sianosis karena a#nea dan .entilation #er)usion mismat*h. 7+8
Patologi 3
% organisme bermulti#likasi #ada e#itel yang bersilia dan menghasilkan )aktor%)aktor .irulen
&termasuk toksin'
% Ada bendungan dan in)iltrasi mukosa oleh sel%sel lim)osit dan leukosit PBN+ dan hasil hasil
#eradangan dalam lumen bronki. Pada awalnya terjadi hi#er#lasia lim)oid #eribronkial. 1erjadi
bronko#neumonia dengan nekrosis dan deskuamasi e#itel #ermukaan bronki.
% ?bstruksi bronkial dan atelektasis terjadi karena #enum#ukan sekresi mukus. Da#at #ula timbul
bronkiektasi.
% Perubahan #atologis juga ditemukan #ada otak dan hati. Da#at ditemukan #erdarahan serebral
dan atro)i kortikal yang kemungkinannya karena adanya anoksia. Pada hati da#at ditemukan
in)iltrasi lemak.
Aambar 7. 2olonisasi (. #ertussis #ada sel e#itel trakea
Bani)estasi klinik 3
% masa inkubasi #ertusis rata%rata 5 hari &4%7" hari'.
% Penyakit da#at dibagi dalam 8 stadium 3
Ekataral
E#aroksismal
Ekon.alenses
Penyakit umumnya berlangsung selama 4%; minggu.
% Bani)estasi klinik tergantung dari etiologi s#esi)ik+ umur dan status imunisasi. Penderita%
#enderita yang berumur FG 7 tahun. -arang timbul #anas diatas 8;+>H6 #ada semua golongan
umur.
% Penyakit disebabkan (. #ara#ertussis dan (. bronkise#tika lebih ringan dan juga lama sakitnya
lebih #endek.
% ,tadium kataral 3 !%7 minggu
Aejala%gejala in)eksi saluran #erna)asan bagian atas #redominan I rinore+ *onju*ti.al inje*tion+
lakrimasi+ batuk ringan+ #anas tidak begitu tinggi. Pada stadium ini biasanya diagnosis #ertussis
belum da#at diteta#kan.
% ,tadium #aroksismal 3 J 7%> minggu
-umlah dan berat batuk bertambah. 2has+ ada ulangan $%!" batuk kuat selama eks#irasi yang
diikuti oleh usaha ins#irasi masi) yang mendadak yang menimbulkan whoo# & udara dihisa#
se*ara kuat melalui glotis yang sem#it'.
Bukanya merah atau sianosis+ mata menonjol+ lidah menjulur+ lakrimasi+ sali.asi dan distensi
.ena leher selama serangan.
E#isode batuk%batuk yang #aroksimal da#at terjadi lagi sam#ai obstruksi mu*ous #lug #ada
saluran na)as menghilang.
Pada stadium #aroksismal da#at terjadi #etekia #ada ke#ala dan leher atau #erdarahan
konjungti.a.
Emesis sesudah batuk dengan #aroksimal adalah *uku# khas sehingga anak di*urigai menderita
#ertussis walau#un tidak ada whoo#.
Anak tam#ak a#atis dan berat badan menurun.
,erangan%serangan da#at dirangsang dengan mengua#+ bersin+ makan+ minum+ akti.itas )isik atau
malahan sugesti. Diantara serangan #enderita tam#ak sakit minimal dan lebih enak.
Khoo# da#at tidak ditemukan #ada bebera#a #enderita terutama bayi%bayi muda.
% ,tadium 2on.alesens 3 !%7 minggu
E#isode #aroksimal batuk dan muntah sedikit demi sedikit menurun dalam )rekuensi dan
beratnya.
(atuk da#at meneta# untuk bebera#a bulan.
Pemeriksaan )isik umumnya tidak in)ormati).
Pada stadium #aroksismal da#at terjadi #etekia #ada ke#ala dan leher atau #erdarahan
konjungti.a.
Pada bebera#a #enderita terjadi ronki di)us. >

Aambar 8. Pertusis #ada in)ant

Aambar >. Anak dengan #ertusis
Diagnosis dan Diagnosis banding 3
% Pertusis da#at didiagnosis selama stadium #aroksismal. ,ukar #ada bayi%bayi yang sangat
muda+ adolesens+ dan #ada orang dewasa oleh karena mem#unyai mani)estasi yang ati#is.
% 0iwayat kontak dengan kasus%kasus #ertusis sangatlah menolong+ teta#i umumnya riwayat ini
negati) #ada #o#ulasi yang telah banyak menda#at imunisasi.
% (atuk lebih dari 7 minggu dengan emesis sesudah batuk mem#unyai nilai diagnostik yang
#enting.
% Leukositosis &7"."""%$"."""/mmJ darah' dengan lim)ositosis absolut khas+ #ada bayi%bayi
jumlah leukosit tidak da#at menolong untuk diagnosis+ oleh karena res#on lim)ositosis terda#at
#ula #ada banyak in)eksi.
% @oto toraks da#at mem#erlihatkan in)iltrat #erihiler+ atelaktasis atau em#iema.
% Diagnostik s#esi)ik tergantung dari dida#atkannya organisme+ terbaik di#eriksa selama )ase
awal#enyakit dengan melakukan a#us naso)aring yang dibiak #ada media (ordet%Aengou.
Dire*t )loures*ent antibody staining dari s#esimen )aring da#at membedakan diagnosis
s#esi)ik se*ara te#at. !+8+>
% Diagnosis serologis da#at dilakukan dengan #enentuan antibodi toksin #ertussis dari se#asang
serum.
% ELI,A da#at di#akai untuk menentukan IgB+ IgA+ dan IgA serum terhada# )ilamentous
hemoaglutinin &@HA' dan toksin #ertussis &1P'. nilai IgB%@HA dan IgB%1P serum tidak
bernilai dalam #enentuan sero#ositi) oleh karena menggambarkan res#on imun #rimer dan da#at
disebabkan oleh #enyakit atau .aksinasi. IgA langsung terhada# toksin #ertussis meru#akan test
yang #aling sensiti) dan s#esi)ik untuk in)eksi akut. IgA%@HA dan IgA%1P kurang sensiti)
dari#ada IgA%1P teta#i sangat s#esi)ik untuk in)eksi natural dan tidak terlihat sesudah imunisasi
#ertussis. >+$
% 1idak ada test tunggal berlaku saat ini yang sangat sensiti) dan sangat s#esi)ik untuk
menentukan in)eksi (. #ertussis selama semua )ase #enyakit.
% 2ultur #aling #ositi) #ada )ase kataral dan awal #aroksimal dan seharusnya dilakukan #ada
semua kasus yang tersangka. 1est serologis berguna #ada stadium lanjut #enyakit dan untuk
menentukan adanya in)eksi #ada indi.idu dengan kultur negati).
2om#likasi 3
% 1erutama #ada sistem res#irasi dan sara) #usat.
Pneumonia kom#likasi #aling sering terjadi #ada L="< kematian #ada anak%anak F
styleMNNG(.Pertussis sendiri teta#i lebih sering karena bakteria sekunder &H.in)luen9ae+
,.Pneumonia+ ,.auris+ ,.#iogenes'.
% 1(6 laten da#at juga di akti)er.
% Atelektasis da#at timbul sekunder oleh karena ada sumbatan mukus yang kental. As#irasi
mukus atau muntah da#at menimbulkan #neumonia.
% Panas tinggi sering menandakan adanya in)eksi sekunder oleh bakteria.
% (atuk dengan tekanan tinggi da#at menimbulkan ru#tur al.eoli+ em#isema interstitiel/subkutan
dan #neumotoraks. (ronkiektasia da#at timbul dan meneta#.
% ,ering terjadi otitis media yang sering disebabkan oleh ,.#neumonia. Perdarahan
subkonjungti.a+ hematoma+ #erdarahan e#idural+ #erdarahan intrakranial+ ru#tura dia)ragma+
hernia umbikalis+ hernia inguinalis+ #rola#sus rekti+ dehidrasi dan gangguan nutrisi.
% Da#at #ula terjadi kon.ulsi dan koma+ meru#akan re)leksi dari hi#oksia serebral &as)iksia'+
#erdarahan subara*hnoid+ teta#i kadang%kadang kejang da#at disebabkan oleh tem#eratur tinggi.
>
% 2ejang%kejang oleh karena hi#onatremia yang sekunder terhada# syndrome o) ina##ro#riate
se*retion o) antidiureti* hormone &,IADH'. 8+>

Aambar $. Perdarahan subkonjun*ti.a dan bluish
Pen*egahan 3
% Imunisasi akti) 3
Dosis total !7 unit #rotekti) .aksin #ertussis dalam 8 dosis yang seimbang dengan jarak ;
minggu.
Imunisasi dilakukan dengan menyediakan toksoid #ertussis+ di)teria dan tetanus &kombinasi'.
E jika #ertusis bersi)at #re.alen dalam masyarakat+ imunisasi da#at dimulai #ada waktu berumur
7 minggu dengan jarak > minggu.
E Anak%anak berumu G 5 tahun 3 tidak rutin diimunisasi.
Imunitas tidak #ermanen oleh karena menurunnya #roteksi selama adolesens O in)eksi #ada
#enderita .besar biasanya ringan teta#i ber#eransebagai sumber in)eksi (.#ertussis #ada bayi%
bayi non imun.
:aksin #ertusis mono.alen &".7$ ml+i.m' telah di#akai untuk mengontrol e#idemi diantara orang
dewasa yang ter#a#ar.
E E)ek sam#ing sesudah imunisasi #ertussis termasuk mani)estasi umum se#erti eritema+
indurasi+ dan rasa sakit #ada tem#at suntikan + dan sering terjadi #anas+ mengantuk+ dan jarang
terjadi kejang+ kola#s+ hi#otonik+ hi#ores#onsi)+ ense)alo#ati+ ana)ilaksis. 0esiko terjadinya
kejang demam da#at dikurangi dengan #emberian asetamino)en &!$mg/kg ((+ #er oral' #ada
saat imunisasi dan setia# >%4 jam untuk selama >;%57 jam.
E Imunisasi #ertama #ertussis ditunda atau dihilangkan 3
Penyakit #anas+ kelainan neurologis yang #rogresi) atau #erubahan neurologis+ riwayat kejang
dll.
0iwayat keluarga adanya kejang+ sudden in)ant death syndrome &,ID,' atau reaksi berat
terhada# imunisasi #ertussis bukanlah kontra indikasi untuk imunisasi #ertussis. 8+>
2ontra indikasi untuk #emberian .aksin #ertussis berikutnya termasuk ense)alo#ati dalam 5 hari
sebelum imunisasi+ kejang demam atau kejang tan#a demam dalam 8 hari sebelum imunisasi+
menangis J 8 jam+ high #i*th *ry dalam 7 hari+ kola#s atau hi#otonik/hi#ores#onsi) dalam 7
hari+ suhu yang tidak da#at diterangkan J >".$ H6 dalam 7 hari+ atau timbul ana)ilaksis. >
% kontak 3
E Eritromisin e)ekti) untuk #en*egahan #ertussis #ada bayi%bayi baru lahir dan ibu%ibu dengan
#ertussis.
E 2ontak intim yang berumur FG
E Eritromisin 3 $" mg/kg ((/hari dibagi dalam > dosis+ #eroral selama !> hari. Anak yang
berumur G 5 tahun yang telah menda#atkan imunisasi juga diberikan eritromisin #ro)ilaksis.
Pengobatan eritromisin awal akan mengurangi #enyebaran in)eksi eliminasi (. #ertussis dari
saluran #erna)asan+ dan mengurangi gejala%gejala #enyakit. !+7+8+>
E ?rang%orang yang kontak dengan #enderita #ertussis yang belum menda#at imunisasi
sebelumnya+ diberikan eritromisin selama !> hari sesudah kontak di#utuskan. -ika ada kontak
tidak da#at di#utuskan+ eritromisin diberikan sam#ai batuk #enderita berhenti atau menda#at
eritromisin selama 5 hari. :aksin #ertussis mono.alen dan eritromisin diberikan #ada waktu
terjadi e#idemi. !+>
Pengobatan 3
% eritromisin 3 $" mg/kg ((/hari selama !!> hari da#at mengeliminasi organisme #ertussis dari
naso)aring dalam 8%> hari.
Eritromisin biasanya tidak mem#erbaiki gejala%gejala jika diberikan terlambat.
% ,u#orti) 3 terutama menghindarkan )aktor%)aktor yang menimbulkan serangan batuk+ mengatur
hidrasi dan nutrisi
% ?ksigen diberikan #ada distres #erna#asan akut/kronik.
% Penghisa#an lendir terutama #ada bayi dengan #neumonia dan distres #erna#asan.
% (etametason dan salbutamol &albuterol' da#at mengurangi batuk #aroksismal yang berat
walau#un kegunaannya belum dibuktikan melalui #enelitian kontrol.
% Penekan batuk &su##ressants' tidak menolong.
Prognosis 3
% angka kematian telah menurun menjadi F!"/!"""G
% 2ebanyakan kematian disebabkan oleh ense)alo#ati dan #neumonia atau kom#likasi #aru%#aru
lain.
% ,ekuele #erna#asan yang lama sesudah in)eksi #ertussis tidak #asti. Umumnya bayi%bayi yang
berumur FG
III. 2E,IBPULAN
Pertusis meru#akan salah satu #enyakit menular yang menyerang saluran #erna#asan bagian atas+
disebabkan terutama oleh (ordetella #ertussis. Pertusis ditandai dengan batuk lama dan kadang%
kadang terdengar se#erti menggonggong &whoo#ing *ough' dan e#isode diakhir dengan eks#ulsi
dari se*ret trakea+silia le#as dan e#itel nekrotik.
Pertusis sering menyerang bayi dan anak%anak kurang dari $ tahun+ terutama yang belum
diimunisasi lebih rentan+ demikian juga dengan anak lebih dari !7 tahun dan orang dewasa.
,tadium #enyakit #ertusis meli#uti 8 stadium yaitu kataral+ #aroDsismal+ dan kon.alesen.
Basing7 berlangsung selama 7 minggu. Pada bayi+ gejala menjadi lebih jelas justru #da stadium
kon.alesen. ,edangkan #ada orang dewasa men*a#ai #un*aknya #ada stadium #aroDsismal.
Diagnosa #ertusis dengan gejala klinis memun*ak #ada stadium #aroksismal+ riwayat kontak
dengan #enderita #ertusis+ kultur a#us naso)aring+ ELI,A+ )oto thoraD.
1era#i yang da#at diberikan antibioti* eritromisin $"mg/kg(/hari dibagi > dosis selama !> hari+
dan su#orti).
Prognosis baik dengan #enatalaksanaan yang te#at dan *e#at. 2ematian biasanya terjadi karena
ense)alo#ati dan #neumonia atau kom#likasi #enyakit #aru yang lainnya.
DA@1A0 PU,1A2A
!. Law+ (arbara -. Pertussis. 2endigPs 3 Disorders o) 0es#iratory 1ra*t in 6hildren. Philadel#hia+
U,A. K( ,aunders+ !==;. 4th edition. 6ha#ter 47. h 3!"!;%!"78.
7. Aarna+ Harry. Pertusis. A9hali B.,+ dkk 3 Ilmu 2esehatan Anak Penyakit In)eksi 1ro#ik.
(andung+ Indonesia. @2 Un#ad+ !==8. h3 ;"%;4.
8. Long+ ,arah ,. Pertussis. Nelson 3 1eDtbook o) Pediatri*s. U,A. K( ,aunders+ 7"">. !5th
edition. 6ha#ter !;". h3 =";%=!7+!"5=.
>. ,hehab+ Qiad B. Pertussis. 1aussig%Landau 3 Pediatri* 0es#iratory Bedi*ine. Bissouri+ U,A.
Bosby In*. !===. 6ha#ter >7. h3 4=8%4==.
$. ,ta) #engajar Ilmu 2esehatan Anak @2UI. Pertusis. ,ta) #engajar I.2.Anak @2UI 3 (uku
2uliah Ilmu 2esehatan Anak. -akarta+ Indonesia. @2UI+ !==5. -ilid 7. h3 $4>%$44.
4. htt#3//teDtbooko)ba*teriology.net/#ertussis.html
5. www.*d*.go./ni#/#ubli*ation/#ink/#ert.