Anda di halaman 1dari 24

Tugas Besar Bangunan Air

Bab I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Air adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat. Air digunakan dalam pertanian, peternakan,
makanan, sanitasi, drainase, energi, listrik, bahkan hampir semua aspek kehidupan membutuhkan air.
Keberadaan air sangat esensial dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, kebutuhan akan air mutlak
harus dipenuhi.
Selain itu, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang tinggi, sehingga
infrastruktur di Indonesia diharapkan dalam kondisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan
masyarakatnya.
Oleh karena itu, air harus diolah dengan baik, karena air perlu digunakan untuk mendukung
kelangsungan hidup masyarakat. Namun air tersebut harus ditempatkan dengan benar dan tidak
megganggu keberjalanan hidup masyarakat. Karena itu lah mata kuliah Bangunan Air ini diharapkan
dapat dipelajari dan dikembangkan, sehingga kita bisa menjawab tantangan alam dan kebutuhan di
Indonesia.

1.2 Tujuan
Tujuan tugas besar ini adalah :
1. Merencanakan bangunan air dalam jaringan irigasi yang telah ditentukan
2. Memenuhi syarat kelulusan mata kuliah Bangunan Air
3. Mempelajari langkah-langkah yang dibutuhkan dalam pembangunan bangunan utama yang baik
dan benar

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 1

Tugas Besar Bangunan Air


1.3 Lokasi Studi

Sungai Cibeusi merupakan salah satu sungai yang terletak di propinsi Jawa Barat dan merupakan
anak sungai dari sungai
Wilayah Sungai Cibeusi terletak pada posisi 107o 3500 BT dan antara 6o 54 00 LS. Suhu udara di
Wilayah Sungai Pemali-Juana berkisar antara 22o C sampai dengan 24o C, dengan kelembapan udara
berkisar antara 67% sampai dengan 86%.
Curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara 100 450 mm/bulan. Jumlah Penduduk 10.806
jiwa.

Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat didefinisikan sebagai kawasan yang dibatasi oleh pemisah
topografis yang menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya ke
sungai yang akhirnya bermuara ke danau/laut. Luas daerah aliran Sungai Cibeusi adalah 11937,17
ha. Luas daerah aliran sungai ini didapatkan dengan menggunakan metoda DOT.

1.4 Ruang Lingkup


Ruang lingkup dalam penyusunan karya tulis ini adalah perencanaan bendung di suatu wilayah
studi, yaitu Sungai Cibeusi, Jawa Barat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Analisis hidrologi
2. Perhitungan debit banjir
3. Perencanaan konstruksi bendung dan bangunan pelengkapnya
4. Perhitungan stabilitas bendung
5. Gambar rencana konstruksi bendung dan pelengkapnya

1.5 Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan
Berisi latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, serta sistematika penulisan.

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 2

Tugas Besar Bangunan Air

BAB II Perhitungan Debit Rencana

Data-data untuk bab ini diambil dari tugas besar irigasi, seperti data hidrologi, klimatologi,
dan penentuan curah hujan maksimum. Selanjutnya dilakukan perhitungan debit rencana
dengan metode Haspers atau Weduwen.

BAB III Perhitungan dan Perencanaan Konstruksi Bendung


Dari data topografi, tanah, dan data-data sebelumnya dibuat perhitungan bendung, seperti tinggi,
lebar, lebar pintu, dll.

BAB IV Perhitungan Perencanaan Stabilitas Bendung


Untuk merencanakan stabilitas bendung, perlu diketahui terlebih dahulu gaya-gaya yang bekerja di
bendung. Oleh karena itu, di bab ini, gaya-gaya yang bekerja di bendung diuraikan terlebih dahulu
sebelum disatukan dan dihitung. Setelah itu, ditinjau apakah pada saat debit air rendah bendung
bisa bertahan dari bahaya guling, geser, eksentrisitas dan tegangan tanah.

BAB V Kesimpulan dan Saran


Berisi kesimpulan yang dapat diambil setelah pengerjaan tugas besar ini dan saran-saran yang dapat
dilaksanakan agar perencanaan bangunan air dapat lebih maksimal.

Daftar Pustaka

Lampiran

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 3

Tugas Besar Bangunan Air


Bab II
Perhitungan Debit Rencana
2.1

Data Hidrologi dan Hidrometri

Pada tugas besar ini, diambil data curah hujan dari tiga stasiun hujan yang berada di sekitar DAS
Sungai Cibeusi. Stasiun hujan yang dipilih adalah stasiun hujan yang dekat dengan DAS Sungai
Cibeusi dan memiliki data curah hujan yang cukup lengkap supaya data curah hujan yang didapat
cukup representatif dan tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan curah hujan sebenarnya.
Berdasarkan pertimbangan yang telah disebutkan, stasiun hujan yang dipilih adalah :
1.

Stasiun Cijambu

2.

Stasiun Tanjungsari

3.

Stasiun Gunung Kasur

Data dari ketiga stasiun ini dipilih dari tahun 1978 sampai dengan 1987 karena data-data yang
lengkap tersedia di beberapa sumber yang sudah dicari adalah data untuk 10 tahun tersebut.
Tabel 2.1 Data curah hujan stasiun Tanjung Sari
Tahun
1987
1986
1985
1984
1983
1982
1981
1980
1979
1978

Jan

Feb
236
236
126
188
252
284
148
227
247
259

Mar
250
250
250
250
265
250
186
83
512
206

Apr
232
232
232
143
316
232
267
260
93
310

Archeilia Dwianca/ 15011083

Mei
217
217
217
85
258
217
168
363
341
86

Stasiun Tanjungsari (wedana) (195d)


Jun
Jul
Agt
Sep
132
80
113
50
132
170
113
50
35
65
36
12
20
65
47
50
166
0
56
0
6
0
7
5
197
68
84
42
73
24
196
107
339
127
0
12
216
169
332
128

Okt
121
121
121
282
0
13
86
111
139
107

Nov
142
142
107
91
151
142
86
265
89
153

Des
290
290
62
100
127
13
184
443
239
352

Jumlah setaun
355
355
163
152
339
355
157
229
637
604

Page 4

1930

2401
2775
2922

Tugas Besar Bangunan Air


Tabel 2.2 Data curah hujan stasiun Cijambu
tahun

Jan

1987
1986
1985
1984
1983
1982
1981
1980
1979
1978

Feb
317
355
378
426
330
317
208
317
205
317

Mar
225
207
299
402
505
543
98
207
475
207

Apr
431
584
435
435
384
540
414
435
360
435

Mei
293
293
293
358
294
531
158
131
526
293

Jun
235
235
114
269
238
20
132
225
525
235

Stasiun Cijambu (195c)


Jul
Agt
Sep
187
124
59
712
124
59
165
131
15
75
124
124
187
124
0
81
40
8
91
200
67
77
124
108
108
51
39
187
124
59

Okt
237
398
200
452
237
3
237
156
174
237

Nov
223
223
194
262
268
103
200
247
189
223

Des
237
237
207
237
338
32
237
419
187
237

Jumlah setaun
341
341
341
311
217
454
239
335
489
341

Tabel 2.3 Data curah hujan Stasiun Gunung Kasur


Tahun
1987
1986
1985
1984
1983
1982
1981
1980
1979
1978

Jan

Feb
365
297
470
427
326
127
156
365
266
365

Mar
296
151
863
296
420
296
135
296
318
296

Apr
303
303
946
326
369
303
296
303
214
303

Mei
288
288
780
301
283
238
193
288
387
288

Jun
260
260
260
174
256
5
131
260
393
260

Stasiun Gunung Kasur (159)


Jul
Agt
Sep
120
88
56
152
144
165
305
88
42
119
88
129
76
49
0
171
12
2
104
146
56
120
88
56
51
88
56
120
88
56

Okt
181
182
181
310
181
11
134
181
220
181

Nov
207
207
449
143
207
12
207
207
224
207

Des
344
213
191
213
357
0
213
213
173
213

Jumlah setaun
316
316
698
379
224
169
172
316
346
316

Tabel 2.4 Data temperatur udara rata-rata


tahun
1989
1988
1987
1986
1985
1984
1983
1982
1981
1980
1979
1978

Jan

Feb

Mar Apr
23
22,9 23,7
22,9 23,3
25,2
23 23,2
22,6 22,9
23,4 23,2
22,6 22,6
22,3 22,6

23,6
22,8
22,3
22,3
22
22,9
21,9
22
22,6
22,8
23,1

23,3
22,5
22,3
22,6
22,3
23
21,3
22,9
23
22,6 22,6 22,7
23,5 23,4 23,15

Temperatur Udara Rata-Rata


Mei
Juni
Juli
Agustus September Oktober November Desember
22,9
22,5
23,5
23,4
23,5
22,8
23,4
23,3
23,2 23,1 22,7
22,8
23,9
24,3
23,3
23
24,7 22,6 21,9
22,2
22,5
23
22,8
23,1
28,6 22,5 21,8
22,8
22,6
22,8
23,2
22,9
22,5 22,1 22,2
22,6
21,8
23
22,8
22,5
23 23,2 22,3
22,9
24,4
23,4
22,9
22,7
23,1 22,9 21,8
21,9
22,7
22,8
23,9
23,7
23 22,9 22,4
23,1
23
22,8
23,1 22,6 22,3
22,7
22,9
22,6
23,1 22,3
22
22,5
22,9
23,3
23
23,85 23,05 22,55
22,9
22,65
23,25
23,15
23,3

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 5

Tugas Besar Bangunan Air


Tabel 2.5 Data kecepatan angin rata-rata

tahun
1989
1988
1987
1986
1985
1984
1983
1982
1981
1980
1979
1978

Kecepatan Angin Rata-Rata (dalam knots)


Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
6
6
7
6
7
7
2
2
8
6
6
6
6
7
7
7
8
6
8
9
8
8
8
9
11
7
6
9
7
7
7
8
6
6
5
6
5
6
6
7
5
5
6
8
7
6
6
7
5
5
6
6
6
6
6
6
2
2
2
3
3
2
5
6
5
5
6
5

Jan Feb Mar Apr


2
2
2
1
2
11
8
7
5
10
8
7
7
8
8
7
7
7
6
5
6
5
6
6
5
7
4
6
4
4
2
2
3
3
6

Tabel 2.6 Data kelembaban udara rata-rata

tahun

Jan

1989
1988
84
1987
82
1986
85
1985
84
1984
85
1983
84
1982 21,9
1981
81
1980
80
1979
82
1978
83

Feb

Mar Apr
78
81
86
81
83
83
83
80
84
84
80
83
83
83
84
83
84
83
21,3 22,6 22,6
76
84
83
76
85
83
87
82
86
81

Kelembaban Udara Rata-Rata (dalam %)


Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
84
72
69
75
79
85
85
77
78
78
73
67
67
70
81
83
80
82
78
74
79
81
79
82
81
81
86
74
77
80
77
81
84
75
78
78
82
77
82
80
86
76
72
69
63
76
84
78
23,1 22,9 21,8
21,9
22,7
22,8
23,9
23,7
80
79
79
74
74
82
78
76
75
75
78
83
84
76
71
73
74
72
82
83
83
80
76
78
79
79
85

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 6

Tugas Besar Bangunan Air


Tabel 2.7 Data Penyinaran Matahari

tahun

Jan Feb

1989
1988 48 58
1987 1986 36
1985 56 51
1984 40 46
1983 34 45
1982 1981 39 56
1980 39 58
1979 49 48
1978 45 65

2.2.

Sinar Matahari (dalam %)


Mar Apr Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
66
45 68
54
47
45
63 57
58
65 65
75
65
7
58
45
52
53
53 51
45
79 81
81
70
56
50
47 52
39
59 61
52
57
44
40
44

58
63

57
61

65
49

76
55

70
70

60
52

69
59

63

60
48
58

50
51

42

Analisa Hidrologi

2.2.1 Hujan Rata-Rata untuk Sungai Cibeusi

Tabel 2.8 Curah Hujan tahun 1987


Jan
Tanjungsari
Cijambu
Gunung Kasur

Feb
236
317
365

Mar
250
225
296

Apr
232
431
303

Mei
217
293
288

Jun
132
235
260

Jul
80
187
120

Agt
113
124
88

Sep
50
59
56

Okt
121
237
181

Nov
142
223
207

Des
290
237
344

Dengan persamaan sebagai berikut :

R1 = Data curah hujan stasiun 1

= rerata curah hujan stasiun 1

R2 = Data curah hujan stasiun 2

= rerata curah hujan stasiun 2

R3 = Data curah hujan stasiun 3

= rerata curah hujan stasiun 3

n = Jumlah stasiun hujan


Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 7

355
341
316

Tugas Besar Bangunan Air

2.2.1.1 Metode Aritmatik


Rumus Rerata Regional Aritmatik :

= rerata stasiun
= Curah hujan stasiun 1
= Curah hujan stasiun 2
= Curah hujan stasiun 3

Contoh Perhitungan:

Error metode aritmatik

|)

Tabel 2.9 Data Curah Hujan Rerata Aritmatika dan Thiessen

Tahun 1987
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
Tanjungsari
236
250
232
217
132
80
113
50
121
142
290
355
Cijambu
317
225
431
293
235
187
124
59
237
223
237
341
Gunung Kasur
365
296
303
288
260
120
88
56
181
207
344
316
Thiessen
333.23
266.65
337.73
281.08
236.01
137.56
102.89
56.11
192.44
204.57
301.17
329.26
Aritmatika
306.06
257.24
321.83
265.97
208.78
128.74
107.97
54.91
179.39
190.61
290.28
337.33 Total
Error Thiessen 0.125067 0.04995 0.119021 0.077129 0.235808 0.204157 0.026958 0.026399 0.156903 0.11598 0.061991 0.021708 0.101756
Error Aritmatika0.033305 0.012911 0.066359 0.01922 0.093234 0.126913 0.021099 0.004361 0.078454 0.039831 0.023619 0.002266 0.043464

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 8

Tugas Besar Bangunan Air


Tabel 2.10 Luas DAS Stasiun dan total

A Tanjungsari
A Cijambu
A Gn. Kasur
A total

14.375 km2
40.42 km2
64.58 km2
119.375 km2

2.2.1.2 Metode Thiessen


Selanjutnya, menentukan curah hujan rata-rata bulanan untuk tiga stasiun dengan
menggunakan metode rata-rata poligon Thiesen.

Persamaan hujan rata-rata thiessen

= rerata stasiun
= Curah hujan stasiun 1
= Curah hujan stasiun 2
= Luas daerah 1
= Luas daerah 2

Contoh Perhitungan:

hitung error metode thiessen

|)

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 9

Tugas Besar Bangunan Air

2.2.2. Penentuan Curah Hujan Maksimum (Hujan Rencana)


2.2.2.1. Metode Gumbel
Menentukan debit rencana dengan Metode Gumbel dapat dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut :

1. Tinggi hujan regional (Rregional) selama 10 tahun ditentukan sesuai dengan data.
2. Tinggi hujan maksimum (Rmax) tiap tahun ditentukan.
3. Rmax tiap tahun diurutkan dari data terbesar hingga terkecil.
4. Menghitung nilai peluang (P) tiap tahun dihitung dengan menggunakan rumus:

dengan m= urutan data dan n= jumlah data

5. Menghitung periode (Tr)


Periode ulang (Tr) tiap tahun dicari dengan rumus berikut:

6. Menghitung nilai Yt tiap tahun dicari dengan rumus berikut:

7. Menghitung nilai Kt tiap tahun dicari dengan rumus berikut:

Dengan :
Yn = nilai Y sesuai jumlah data (tabel) untuk n=10, Yn=0,4952
n = nilai sesuai jumlah data (tabel) untuk n=10, n=0,9496

8. Menghitung nilai mean dan standar deviasi dari rerata curah hujan. Nilai mean dari curah
hujan dihitung dengan menghitung rata-rata dari 10 tahun curah hujan. Nilai standar
deviasi dihitung dihitung dari 10 tahun curah hujan.

9. Menghitung distribusi gumbel curah hujan banjir (X) dengan rumus berikut:
Distribus Gumbel () =

+ ( tandar Deviasi )

Contoh perhitungan distribusi gumbel sebagai berikut :


Contoh perhitungan yang ditampilkan adalah perhitungan tahun 1978.
Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 10

Tugas Besar Bangunan Air


1. Mengumpulkan data-data yang dibutuhkan.
- Data Yn (reduced mean), didapat dari tabel berikut.
Tabel 2.11 Nilai Yn

- Data Sn (reduced standard deviation), didapat dari tabel berikut.


Tabel 2.12 Nilai Sn

2. Data curah hujan dalam 10 tahun, lalu dicari nilai maksimum curah hujan (Remax) DAS setiap
tahun.

Tabel 2.13 curah hujan rerata metode Gumbel


PERHITUNGAN GUMBEL
Curah
Hujan
Rerata
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sept

Okt

Nov

Des

Re max

170,66
239,33
242,53
296,06
302,76
303,00
306,06
313,67
324,61
347,13

139,71
195,56
202,91
236,56
257,24
316,24
363,32
396,61
435,03
470,90

222,33
301,20
321,83
325,61
332,53
349,20
356,33
358,30
372,83
537,23

173,00
222,36
248,01
260,56
265,97
265,97
278,33
328,74
418,00
429,98

10,40
136,18
153,33
154,24
186,00
208,78
208,78
220,00
236,94
419,00

73,50
84,00
86,26
87,67
87,75
95,33
128,74
158,50
178,15
344,67

19,67
46,27
76,22
84,77
86,18
107,97
126,72
135,81
143,33
181,14

0,00
5,13
23,00
35,67
54,91
55,00
80,85
90,25
91,32
101,08

9,00
139,12
149,25
152,12
167,11
174,78
177,67
179,39
233,61
348,00

85,55
164,33
165,29
167,33
190,61
190,61
194,33
208,61
239,67
250,00

15,01
153,26
183,06
199,67
211,08
246,62
267,20
274,00
290,28
358,33

189,43
260,00
280,53
293,44
326,00
337,33
337,33
400,70
420,39
490,67

222,33
301,20
321,83
325,61
332,53
349,20
363,32
400,70
435,03
537,23

3. Mengurutkan nilai maksimum curah hujan setiap tahun. Nilai maksimum diurutkan dari nilai
yang terbesar ke terkecil dan hasilnya adalah sebaga berikut:
4. Menghitung nilai probablitas (P) setiap tahun.

5. Menghitung periode (Tr).

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 11

Tugas Besar Bangunan Air


6. Menghitung Yt.

7. Menghitung Kt

8. Menghitung nilai mean dan standard deviasi dari curah hujan.


Nilai mean = 365,28 mm/hari
Nilai St. Deviasi = 135,134 mm/hari
9. Menghitung distribusi gumbel curah hujan.
Distribus Gumbel () =

+ ( tandar Deviasi )

Distribus Gumbel () = 365,28 + ( 1,95 135,134 )


Distribus Gumbel () = 629,3202 mm/hari

Kemudian, untuk hasil dari perhitungan seluruhnya diatas untuk setiap tahun ditampilkan dalam
bentuk tabel .
Tabel 2.14 Perhitungan debit banjir dengan metode Gumbel

m
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Mean
Sd
Yn
sn

Re max
P
Sorted
129.333
0.09
128
0.18
103.6667
0.27
89.33333
0.36
81.66667
0.45
79
0.55
74
0.64
73.66667 0.727273
53.33333 0.818182
47.66667 0.909091
85.97
27.61925
0.4952
0.9497

Archeilia Dwianca/ 15011083

Tr

Yt

Kt

Xtr

11.00
5.50
3.67
2.75
2.20
1.83
1.57
1.38
1.22
1.10

2.35
1.61
1.14
0.79
0.50
0.24
-0.01
-0.26
-0.53
-0.87

1.953689
1.169727
0.683456
0.314737
0.00574
-0.27116
-0.53357
-0.79711
-1.0831
-1.44234

139.9261
118.2736
104.8432
94.65944
86.12517
78.47733
71.22975
63.95114
56.05231
46.13026

Page 12

Tugas Besar Bangunan Air


2.2.2.2 Metode Log Pearson III
1. Kumpulkan seri data tahunan xi
2. Hitung yi=log xi
3. Hitung mean y (y), standard deviation sd, dan skew coefficien Csy
4. Hitung logaritmik dari Xtri
dimana Kj frekuensi faktor (lihat tabel)
5. Hitung Xtr untuk setiap Pj dengan operasi anti logaritmik

Contoh perhitungan :
Mengambil contoh saat periode ulang Tr = 50 tahun
Tabel 2.15 Data Metode Log Pearson III
X

Tahun

1978

128.00

2.1072

0.037448

0.007247

1979

89.33

1.9510

0.001393

0.000052

1980

74.00

1.8692

0.001977

-0.000088

1981

81.67

1.9120

0.000003

0.000000

1982

47.67

1.6782

0.055451

-0.013058

1983

103.67

2.0156

0.010392

0.001059

1984

79.00

1.8976

0.000258

-0.000004

1985

73.67

1.8673

0.002155

-0.000100

1986

129.33

2.1117

0.039210

0.007764

10

1987

53.33

1.7270

0.034856

-0.006508

Jumlah data yang dipergunakan

log X

(log X1 - log X)2 (log X1 - log X)3

No.

10

Jumlah nilai 'log X'

SlogX

19.13696

Nilai rata-rata 'log X' (mean)

logX

Jumlah selisih dengan mean pangkat 2


Standard deviasi 'log X'
Jumlah selisih dengan mean pangkat 3
koefisien kemencengan

Archeilia Dwianca/ 15011083

1.913696
2

S(log Xi - log X)

0.183143

S logX

0.142651
3

S(log Xi - log X)

-0.003635

Cs

-0.173935

Page 13

Tugas Besar Bangunan Air


Tabel 2.16 XTr Metode Log Pearson

Tr (tahun)

KTr

log XTr

XTr (mm)

0.029

1.917809

82.8

0.849

2.0348

108.3

10

1.261

2.093597

124.1

25

1.689

2.154688

142.8

50

1.959

2.193197

156.0

100

2.197

2.227141

168.7

1. Hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih data hujan R24 (baik hasil perhitungan
Aritmatik maupun Thiessen) maksimum dalam 10 tahun.
2. Tentukan periode ulang debit banjir yang diinginkan yakni 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25
tahun, 50 tahun, 100 tahun, dan 500 tahun.
3. Hitung Ktr
Nilai Ktr didapat dari interpolasi berdasarkan nilai Cs

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 14

Tugas Besar Bangunan Air


Tabel 2.17 Data Nilai Ktr Berdasarkan Nilai Cs
Skew
Coef.

RETURN PERIODE(YEAR)
10
25
50

100

200

C'
Cs'

0.500

0.200

EXCEEDENCE PROBABILITY
0.100
0.040
0.020

0.010

0.005

-3.0
-2.9
-2.8
-2.7
-2.6
-2.5
-2.4
-2.3
-2.2
-2.1
-2.0
-1.9
-1.8
-1.7
-1.6
-1.5
-1.4
-1.3
-1.2
-1.1
-1.0
-0.9
-0.8
-0.7
-0.6
-0.5
-0.4
-0.3
-0.2
-0.1
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1.0
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6
1.7
1.8
1.9
2.0
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5
2.6
2.8
2.8
2.9
3.0

0.396
0.390
0.384
0.376
0.368
0.360
0.351
0.341
0.330
0.319
0.307
0.294
0.282
0.268
0.254
0.240
0.225
0.210
0.195
0.180
0.164
0.148
0.132
0.116
0.099
0.083
0.066
0.500
0.033
0.017
0.000
-0.017
-0.033
-0.050
-0.066
-0.083
-0.099
-0.116
-0.132
-0.148
-0.164
-0.180
-0.195
-0.210
-0.225
-0.240
-0.254
-0.268
-0.282
-0.282
-0.307
-0.319
-0.330
-0.341
-0.351
-0.360
-0.368
-0.384
-0.376
-0.390
-0.396

0.636
0.651
0.666
0.681
0.696
0.711
0.725
0.739
0.752
0.765
0.777
0.788
0.799
0.808
0.817
0.825
0.832
0.838
0.844
0.848
0.852
0.854
0.856
0.857
0.857
0.856
0.855
0.853
0.850
0.846
0.842
0.836
0.830
0.824
0.816
0.808
0.800
0.790
0.780
0.769
0.758
0.745
0.732
0.719
0.705
0.690
0.675
0.660
0.643
0.627
0.609
0.592
0.574
0.555
0.537
0.518
0.799
0.460
0.479
0.440
0.420

0.667
0.690
0.714
0.740
0.769
0.799
0.832
0.867
0.905
0.946
0.990
1.038
1.087
1.140
1.197
1.256
1.318
1.383
1.449
1.518
1.588
1.660
1.733
1.806
1.880
1.955
2.029
2.104
2.178
2.252
2.326
2.400
2.472
2.544
2.615
2.686
2.755
2.824
2.891
2.957
3.022
3.087
3.149
3.211
3.271
3.330
3.388
3.444
3.499
3.553
3.605
3.656
3.705
3.753
3.800
3.845
3.899
3.937
3.932
4.013
4.051

0.667
0.690
0.714
0.741
0.769
0.800
0.833
1.869
0.907
0.949
0.995
1.044
1.097
1.155
1.216
1.282
1.351
1.424
1.501
1.581
1.664
1.749
1.837
1.926
2.016
2.108
2.201
2.294
2.388
2.482
2.576
2.670
2.763
2.856
2.949
3.041
3.132
3.223
3.301
3.401
3.489
3.575
3.661
3.745
3.828
3.910
3.990
4.069
4.147
4.223
4.298
4.372
4.444
4.515
4.584
4.652
4.718
4.847
4.783
4.909
4.970

0.666
0.681
0.702
0.747
0.771
0.795
0.819
0.844
0.869
0.895
0.920
0.945
0.970
0.884
0.994
1.018
1.041
1.064
1.086
1.107
1.128
1.147
1.166
1.183
1.200
1.216
1.231
1.245
1.258
1.270
1.282
1.292
1.301
1.309
1.317
1.323
1.328
1.333
1.336
1.339
1.340
1.341
1.340
1.339
1.337
1.333
1.329
1.324
1.318
1.310
1.302
1.294
1.284
1.274
1.262
1.250
1.238
1.210
1.224
1.195
1.180

0.666
0.683
0.712
0.738
0.764
0.793
0.823
0.855
0.888
0.923
0.959
0.996
1.035
1.075
1.116
1.157
1.198
1.240
1.282
1.324
1.366
1.407
1.448
1.488
1.528
1.567
1.606
1.643
1.680
1.716
1.751
1.785
1.818
1.849
1.880
1.910
1.939
1.967
1.993
2.018
2.043
2.066
2.087
2.108
2.128
2.146
2.163
2.179
2.193
2.207
2.219
2.230
2.240
2.248
2.256
2.262
2.267
2.275
2.272
2.277
2.278

0.666
0.689
0.714
0.740
0.768
0.798
0.830
0.864
0.900
0.939
0.980
1.023
1.069
1.116
1.166
1.217
1.270
1.324
1.379
1.435
1.492
1.549
1.606
1.663
1.720
1.770
1.834
1.890
1.945
2.000
2.054
2.107
2.159
2.211
2.261
2.311
2.359
2.407
2.453
2.498
2.542
2.585
2.626
2.666
2.706
2.743
2.780
2.815
2.828
2.881
2.912
2.942
2.970
3.997
3.023
3.048
3.017
3.114
3.093
3.134
3.152

Nilai Cs yang didapat yaitu -0.174 berada pada range -0.2 dan -0.1, kemudian interpolasi
sehingga untuk nilai Cs sebesar -0.174 dengan periode ulang 50 tahun, nilai Ktr yaitu 1.959

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 15

Tugas Besar Bangunan Air


4. Hitung Xtr

Nilai dari yakni 1.914 dengan Sd = 0.142

Perhitungan yang sama dilakukan untuk periode ulang yang telah ditentukan.

2.3. Pernitungan Debit Banjir Rencana


Dalam hidrologi, analisis debit dilakukan untuk memperoleh debit banjir rencana atau debit
andalan rencana. Debit banjir rencana diperlukan untuk memperhitungkan tingkat keamanan bangunan
yang ingin direncanakan, dalam hal ini tinggi rendahnya tingkat keamanan yang diinginkan ditunjukan
dengan besar kecilnya periode ulang yang dipakai. Sementara itu debit andalan rencana diperlukan
untuk memperhitungkan tingkat kepercayaan yang dapat dipegang dalam merencanakan fasilitas suplai
air untuk memenuhi kebutuhan akan air. Dalam hal ini tinggi rendahnya tingkat kepercayaan
digambarkan pada tinggi rendahnya probabilitas yang harus diperhitungkan dalam menghitung debit
andalan tersebut.

2.3.1. Metode Haspers


Dalam penggunaannya, metoda ini tidak mensyaratkan adanya batasan luas DAS. Menurut Haspers,
besarnya debit dapat dihitung dengan menggunakan formulasi sbb.

Q=..q.f

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 16

Tugas Besar Bangunan Air

Contoh perhitungan :
Mengambil contoh saat periode ulang Tr = 2 tahun dengan data curah hujan maksimum
rencana diambil dari metode Log Pearson IIl.

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 17

Tugas Besar Bangunan Air


Tabel 2.18 Data Debit Banjir Metode Haspers Log Pearson III

Tr
2.00
5.00
10.00
25.00
50.00
100.00

Xtr
82.75775
108.3429
124.05
142.7867
156.0259
168.71

T
26.6791
34.92714
39.99073
46.03099
50.29898
54.38802

q
15.5774
20.39327
23.3498
26.87659
29.36859
31.7561

0.143
0.143
0.143
0.143
0.143
0.143

Q
64.37188
84.27291
96.49046
111.0645
121.3624
131.2285

Diketahui : L 2.25 km, I = 0.0837, f = 119.3747km2


1. Hitung nilai

2. Hitung besarnya waktu konsentrasi t

3. Tentukan T
Karena didapat nilai t = 10.61 jam (2jam < t < 19 jam), maka digunakan rumus T dibawah ini

42.929

4. Hitung nilai q

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 18

Tugas Besar Bangunan Air

5. Tentukan nilai

sehingga

6. Hitung debit banjir rencana Q dengan periode ulang 2 tahun

Dengan cara yang sama, hitung nilai Q menggunakan data metode Gumbel. Didapat, tabulasi
data sebagai berikut.
Tabel 2.19 Data Debit Banjir Metode Haspers Gumbel

Tr
2.00
5.00
10.00
25.00
50.00
100.00

Xtr
82.22414621
115.1865556
137.0105388
164.5851994
185.0416579
205.3470691

T
26.50707979
37.13336485
44.16889019
53.0582951
59.65296348
66.19893786

q
15.47696289
21.68144188
25.78934684
30.97969565
34.83019289
38.65225867

0.143
0.143
0.143
0.143
0.143
0.143

Q
63.95683
89.59614
106.5716
128.0201
143.9319
159.7262

2.3.2. Metode Weduwen


Metoda dikembangkan di Indonesia oleh seorang ilmuwan Belanda bernama Weduwen untuk
menganalisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2. Formulasi empiris diturunkan
berdasar curah hujan harian maksimum berperiode ulang 70 tahun yang pada saat itu mempunyai tinggi
curah hujan 240 mm dan dapat dituliskan sbb.

QT = MT . f. q.(R70/240) atau QT = MT . f. q.(R70/240)

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 19

Tugas Besar Bangunan Air


QT

= debit maksimum untuk periode ulang n tahun

MT

= koefisien frekuensi yang bergantung pada periode ulang T

= luas daerah pengaliran(catchment area) (km2)

= q = debit dengan curah hujan maksimum 240 mm (m3/det/km2)


= dihitung dari monogram/grafik hubungan kemiringan (i) dan luas (f) lahan.

= beda elevasi antara titik terjauh dengan titik yang ditinjau / (panjang sungai)

R70

= curah hujan maksimum dengan periode ulang 70 tahun


= R/(mp) = (5/6)M/(mp)

R
M

= curah hujan maksimum kedua pada urutan plotting data


= data curah hujan maksimum.

mp = koefisien untuk periode ulang sebanyak jumlah p tahun pengukuran data.

Lengkung debit maksimum dalam fungsi luas DAS (Weduwen)


DEBIT MAXIMUM CATCHMENT DENGAN LUAS : 0 - 100 KM2
MENURUT METHODE Ir. JP. dep - WEDUWEN
( DE ING. IN NED. INDIE 1937 No. 10 )
q

n = index untuk Qn

p = perioda pengamatan hujan harian

35

mn
mp

1/5 "

0.238

1/4 "

0.262

1/3 "

0.291

1/2 "

0.339

"

0.410

"

0.492

"

0.541

"

0.579

"

0.602

10

"

0.705

15

"

0.766

20

"

0.811

25

"

0.845

30

"

0.875

40

"

0.915

50

"

0.940

60

"

0.975

70

"

1.00

80

"

1.02

90

"

1.03

100 "

1.05

125 "

1.08

30

0.1
i=
5
0.03
0
0. 2
0.0
1
0.0075
0.005
0.0 3
0
0
.
0 02
0.0
01
0
.
0 075
0
0.0 05
0
0.0 3
00
0.0 02
0
0
.
0
1
00
0.0

20
15

10
9
8
7
6
5
4
3

q
2
1.5

1
100 km

60 50 40 30

20 15

<1km
untuk catchment <1km diambil

10

6 5 4

q banyaknya air dalam m /dt

q untuk 1km
f

q' =

[ 1km ]

per km 2 dengan hujan peresmel = 240 mm


[ = R70 untuk Jakarta
i = Verhang fiktiv

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 20

Tugas Besar Bangunan Air


Contoh perhitungan :
Mengambil contoh saat periode ulang Tr = 2 tahun dengan data curah hujan maksimum
rencana diambil dari metode Gumbel
Tabel 2.20 Data Debit Banjir Metode Weduwen - Gumbel
2
119.4 km

Luas Daerah Aliran Sungai (A)


Panjang Sungai (L)

2.3 km

Kemiringan Sungai (i)

0.0480

Hujan Maksimum 24 jam (R(max-1))

129.3 mm

Jumlah Data untuk T (n)

1.2

Koefisien Jumlah Data (mp)

0.426

Hujan Periode Ulang 70 th (R 70)

303.3 mm
XTr (mm) Qn (m 3/s)

No

t awal

abq

t akhir

Tr (tahun)

mp

0.210

0.5668

40.75301

0.8638

19.953

0.241

0.492

149.2

1481.1

0.205

0.5666

40.87613

0.8641

20.012

0.235

0.602

182.6

1817.5

0.201

0.5664

40.97517

0.8643

20.058

0.230

10

0.705

213.8

2133.4

0.197

0.5662

41.07468

0.8645

20.106

0.226

20

0.811

246.0

2460.0

0.196

0.5662

41.09964

0.8645

20.117

0.225

25

0.845

256.3

2564.6

0.193

0.5660

41.17468

0.8647

20.153

0.222

50

0.94

285.1

2858.0

0.190

0.5659

41.25

0.8649

20.188

0.219

100

1.06

321.5

3228.5

0.190

0.5659

41.25

0.8649

20.188

0.218

200

1.10

333.6

3350.4

1. Masukkan data-data sungai yang diperlukan seperti luas sungai, panjang sungai,
kemiringan sungai pada tabel.
2. Tentukan curah hujan maksimum selama periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25
tahun, 50 tahun, 100 tahun. Didapat, curah hujan sebesar 236.2 mm pada periode ulang
100 tahun.
3. Pada periode ulang 100 tahun diketahui koefisien koreksi besar periode ulang (mp)
sebesar 1.060 sehingga kita dapat menghitung besar R70

4. Asumsikan nilai t awal (nilai ini akan digunakan pada perhitungan selanjutnya)
Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 21

Tugas Besar Bangunan Air

5. Hitung
(

6. Tentukan nilai q

7. Hitung nilai

8. Hitung

9. Tentukan Xtr pada periode ulang 2 tahun

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 22

Tugas Besar Bangunan Air

10. Hitung nilai Q ( debit banjir rencana dengan periode ulang 2 tahun )

11. Cek nilai t akhir

)
)

12. Karena didapat t awal t akhir, sehingga coba-coba iterasi nilai t awal agar sama dengan
nilai t akhir
Didapat, nilai t awal = 0.21 jam dengan Q = 1481.1 m3 / detik
Dengan cara yang sama, hitung nilai Q menggunakan data metode Log Pearson III. Didapat,
tabulasi data sebagai berikut
Tabel 2.21 Data Debit Banjir Metode Weduwen Log Pearson III
2
119.4 km

Luas Daerah Aliran Sungai (A)

2.3 km

Panjang Sungai (L)

0.0480

Kemiringan Sungai (i)

168.7 mm

Hujan Maksimum 24 jam (R(max-1))

100

Jumlah Data untuk T (n)

1.060

Koefisien Jumlah Data (mp)

159.2 mm

Hujan Periode Ulang 70 th (R70 )

XTr (mm) Qn (m 3/s)

No

t awal

abq

t akhir

Tr (tahun)

mp

0.228

0.5677

40.31585

0.8628

19.746

0.262

0.492

78.3

0.222

0.5674

40.46053

0.8631

19.815

0.255

0.602

95.8

944.3

0.218

0.5672

40.55755

0.8634

19.861

0.250

10

0.705

112.2

1108.5

0.214

0.5670

40.65505

0.8636

19.907

0.246

20

0.811

129.1

1278.1

0.213

0.5670

40.67949

0.8636

19.918

0.244

25

0.845

134.5

1332.4

0.210

0.5668

40.75301

0.8638

19.953

0.241

50

0.94

149.6

1484.8

0.207

0.5667

40.8268

0.8639

19.988

0.238

100

1.06

168.7

1677.3

0.206

0.5666

40.85145

0.8640

20.000

0.236

200

1.10

175.1

1741.6

Archeilia Dwianca/ 15011083

769.1

Page 23

Tugas Besar Bangunan Air

2.4. Pemilihan Debit Banjir Rencana


Karena luas DAS Sungai CIbeusi 119,37, yaitu lebih besar dari 100 km2, maka metode
yang digunakan sebenarnya cukup dengan metode Haspers. Debit banjir rencana yang dipilih yakni
debit dengan periode ulang 100 tahun berdasarkan perhitungan dengan metode Gumbell dan Log
Pearson III. Dapat dilihat dari tabulasi berikut.

Tabel 2.22 Data Debit Banjir Q100

Hasper
Gumbel Log Pearson III
159.7262

131.2285342

Terdapat perbedaan nilai yang cukup besar untuk debit rencana Q100 metode Hasper Gumbel dan
Log Pearson, dipilih debit menengah yaitu 159,7262 m3/ detik.

Archeilia Dwianca/ 15011083

Page 24