Anda di halaman 1dari 17

STUDI KASUS KORELASI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mengikuti Perkuliahan


Epidemiologi Deskriptif




Oleh:


Kelompok 6

Berlian Rezki Putri (1311216063)
Riri Ardiayuni (1311226054)




FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG 2014
KATA PENGANTAR

Syukur dan terima kasih penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, karena berkat rahmat dan bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan
makalah ini. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Epedemiologi Deskriptif , di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas
Padang.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak pihak
yang telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah
ini dapat menambah wawasan keilmuan dan bermanfaat untuk membantu
mahasiswa dalam kegiatan akademis, serta kritik dan saran penulis harapkan dari
teman-teman dan dosen pembimbing guna menyempurnakan makalah.












Padang, Mei 2014


Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
1.3 Tujuan 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi studi ekologi / korelasi. .............................................. 3
2.2 kekuatan dan kelemahan studi ekologi / korelasi ..................... 4
2.3 karakteristik penelitian ekologi / korelasi ................................ 4
2.4 tujuan penelitian ekologi .......................................................... 5
2.5 macam-macam penelitian ekologi. ........................................... 5
2.6 rancangan penelitian ekologi. .................................................. 7
2.7 Menjelaskan contoh studi ekologi. ........................................... 8


BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan ............................................................................... 13
4.2 Saran ......................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Penelitian pada hakikatnya adalah suatu upaya untuk memahami dan
memecahkan masalah secara ilmiah, sistematis, dan logis. Kegiatan penelitian
ilmiah memerlukan dan menempuh tahap-tahap yang sistematis dalam arti
menurut aturan tertentu. Penelitian tersebut dalam pelaksanaanya memerlukan
metode penelitian agar penelitian tersebut dapat dilakukan secara sistematis dan
logis. Salah satu metode penelitian yang dapat digunakan adalah studi korelasi.
Studi korelasi pada hakikatnya merupakan penelitian hubungan antara dua
variabel pada suatu situasi atau sekelompok subjek. Hal ini dilakukan untuk
melihat hubungan antara gejala satu dengan gejala lain, atau variabel satu dengan
variabel yang lain. Untuk mengetahui korelasi antara suatu variabel denga varibel
lain tersebut diusahakan dengan mengidentifikasi variabel yang ada pada suatu
objek , kemudian diidentifikasi pula variabel lain yang ada pada objek yang sama
dan dilihat apakah ada hubungan antara keduanya.
Korelasi merupakan salah satu teknik analisis statistika yang banyak
digunakan oleh peneliti karena peneliti umumnya tertarik terhadap peristiwa-
peristiwa yang terjadi dan mencoba menghubungkannya. Dalam uji statistik
biasanya menggunakan analisis korelasi. Secara sederhana dapat dilakukan
dengan cara melihat skors atau nilai rata-rata dari variabel yang lain. Koefisien
korelasi yang diperoleh selanjutnya dapat dijadikan dasar untuk menguji hipotesis
penelitian yang dikemukakan terhadap masalah tersebut, dengan membuktikan
apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut, dan sejauh mana hubungan
anatara keduanya. Misalnya penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan
antara berat badan bayi baru lahir dengan jumlah paritas dari ibu.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Apakah definisi dari studi ekologi?
1.2.2 Apa saja kekuatan dan kelemahan studi ekologi?
1.2.3 Apa karakteristik penelitian ekologi?
1.2.4 Apa tujuan penelitian ekologi?
1.2.5 Apa macam-macam penelitian ekologi?
1.2.6 Apa saja rancangan penelitian ekologi?
1.2.7 Apa contoh studi ekologi?

1.3 TUJUAN PENULISAN
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang studi
ekologi/ korelasi.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui definisi studi ekologi / korelasi.
2. Mengetahui kekuatan dan kelemahan studi ekologi / korelasi.
3. Menjelaskan karakteristik penelitian ekologi / korelasi.
4. Menjelaskan tujuan penelitian ekologi
5. Menjelaskan macam-macam penelitian ekologi
6. Menjelaskan rancangan penelitian ekologi
7. Menjelaskan contoh studi ekologi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Studi Ekologi / Korelasi
Pengertian Studi ekologi atau studi korelasi populasi adalah studi
epidemiologi dengan populasi sebagai unit analisis, yang bertujuan
mendeskripsikan hubungan korelatif antara penyakit dan faktor-faktor yang
diminati peneliti. Faktor-faktor tersebut misalnya, umur, bulan, obat-obatan. Unit
observasi dan unit analis pada studi ini adalah kelompok (agregat) individu,
komunitas atau populasi yang lebih besar. Agregat tersebut biasanya dibatasi oleh
secara geografik, misalnya penduduk provinsi, penduduk kab/kota, penduduk
negara, dan sebagainya.
Penelitian korelasi atau ekologi adalah suatu penelitian untuk mengetahui
hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya
untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel
(Faenkel dan Wallen, 2008:328). Adanya hubungan dan tingkat variabel ini
penting karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan
dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini
biasanya melibatkan ukuran statistik/tingkat hubungan yang disebut dengan
korelasi (Mc Millan dan Schumacher, dalam Syamsuddin dan Vismaia, 2009:25).
Penelitian korelasional menggunakan instrumen untuk menentukan apakah, dan
untuk tingkat apa, terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih yang dapat
dikuantitatifkan.
Penelitian korelasional dilakukan dalam berbagai bidang diantaranya
pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini hanya terbatas pada panafsiran
hubungan antarvariabel saja tidak sampai pada hubungan kausalitas, tetapi
penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk dijadikan penelitian selanjutnya seperti
penelitian eksperimen (Emzir, 2009:38).
2.2 Kekuatan dan Kelemahan Studi Ekologi
Kekuatan studi ekologi, meliputi:
1. Kekuatan pada studi ekologikal adalah dapat menggunakan data insidensi,
prevalensi maupun mortalitas( data sekunder).
2. Rancangan ini tepat sekali digunakan pada penyelidikan awal hubungan
penyakit, sebab mudah dilakukan dan murah dengan memanfaatkan
informasi yang tersedia.
3. Dapat mengevaluasi program, kebijakan dan regulasi.

Kelemahan studi ekologi, meliputi:
Studi ekologi tak dapat dipakai untuk menganalisis hubungan sebab akibat
karena dua alasan.
1. Alasan pertama adalah, ketidak mampuan menjembatani kesenjangan
status paparan dan status penyakit pada tingkat populasi dan individu.
2. Sedangkan alasan kedua adalah studi ekologi tak mampu untuk
mengontrol faktor perancu potensial.

2.3 Karakteristik studi Ekologi / Korelasi
Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti
yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.
1. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin
melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian
eksperimen.
2. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan)
nyata.
3. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan
2.4 Tujuan Studi Ekologi / Korelasi
Tujuan penelitian korelasional menurut Suryabrata (dalam Abidin, 2010)
adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan
dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien
korelasi. Sedangkan menurut Gay dalam Emzir (2009:38) Tujuan penelitian
korelasional adalah untuk menentukan hubungan antara variabel, atau untuk
menggunakan hubungan tersebut untuk membuat prediksi. Studi hubungan
biasanya menyelidiki sejumlah variabel yang dipercaya berhubungan dengan
suatu variabel mayor, seperti hasil belajar variabel yang ternyata tidak mempunyai
hubungan yang tinggi dieliminasi dari perhatian selanjutnya.

2.5 Macam Penelitian Korelasional
2.5.1 Penelitian Hubungan
Penelitian hubungan, relasional, atau korelasi sederhana (seringkali hanya
disebut korelasi saja) digunakan untuk menyelidiki hubungan antara hasil
pengukuran terhadap dua variabel yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat atau derajat hubungan antara
sepasang variabel (bivariat). Dalam penelitian korelasi sederhana ini hubungan
antar variabel tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi. Nilai koofisien
korelasi merupakan suatu alat statistik yang digunakan untuk membantu peneliti
dalam memahami tingkat hubungan tersebut. Nilai koefisien bervariasi dari -1,00
sampai +1,00 diperoleh dengan menggunakan teknik statistik tertentu sesuai
dengan karakter dari data masing-masing variabel. Pada dasarnya, desain
penelitian hubungan ini cukup sederhana, yakni hanya dengan mengumpulkan
skor dua variabel dari kelompok subjek yang sama dan kemudian menghitung
koefisien korelasinya. Oleh karena itu, dalam melakukan penelitian ini, pertama-
tama peneliti menentukan sepasang variabel yang akan diselidiki tingkat
hubungannya. Pemilihan kedua variabel tersebut harus didasarkan pada teori,
asumsi, hasil penelitian yang mendahului, atau pengalaman bahwa keduanya
sangat mungkin berhubungan.
2.5.2 Penelitian Prediktif
Penelitian korelasi jenis ini memfokuskan pada pengukuran terhadap satu
variabel atau lebih yang dapat dipakai untuk memprediksi atau meramal kejadian
di masa yang akan datang atau variabel lain (Borg & Gall dalam Abidin, 2010).
Penelitian ini sebagaimana penelitian relasional, melibatkan penghitungan
korelasi antara suatu pola tingkah laku yang kompleks, yakni variabel yang
menjadi sasaran prediksi atau yang diramalkan kejadiannya (disebut kriteria), dan
variabel lain yang diperkirakan berhubungan dengan kriteria, yakni variabel yang
dipakai untuk memprediksi (disebut prediktor). Teknik yang digunakan untuk
mengetahui tingkat prediksi antara kedua variabel tersebut adalah teknik analisis
regresi yang menghasilkan nilai koefisien regresi, yang dilambangkan dengan R.
2.5.3 Korelasi Multivariat
Teknik untuk mengukur dan menyelidiki tingkat hubungan antara
kombinasi dari tiga variabel atau lebih disebut teknik korelasi multivariat. Ada
beberapa teknik yang dapat digunakan, dua diantaranya yang akan dibahas di sini
adalah: regresi ganda atau multiple regresion dan korelasi kanonik.
Regresi ganda. Memprediksi suatu fenomena yang kompleks hanya
dengan menggunakan satu faktor (variabel prediktor) seringkali hanya
memberikan hasil yang kurang akurat. Dalam banyak hal, semakin banyak
informasi yang diperoleh semakin akurat prediksi yang dapat dibuat (Mc Millan
& Schumaker dalam Abidin, 2010), yakni dengan menggunakan kombinasi dua
atau lebih variabel prediktor, prediksi terhadap variabel kriteria akan lebih akurat
dibanding dengan hanya menggunakan masing-masing variabel prediktor secara
sendiri-sendiri. Dengan demikian, penambahan jumlah prediktor akan
meningkatkan akurasi prediksi kriteria.
Korelasi kanonik. Pada dasarnya teknik ini sama dengan regresi ganda,
dimana beberapa variabel dikombinasikan untuk memprediksi variabel kriteria.
Akan tetapi, tidak seperti regresi ganda yang hanya melibatkan satu variabel
kriteria, korelasi kanonik melibatkan lebih dari satu variabel kriteria. Korelasi ini
berguna untuk menjawab pertanyaan, bagaimana serangkaian variabel prediktor
memprediksi serangkai variabel kriteria? Dengan demikian, korelasi kanonik ini
dapat dianggap sebagai perluasan dari regresi ganda,dan sebaliknya, regresi
berganda dapat dianggap sebagai bagian dari korelasi kanonik (Pedhazur dalam
Abidin, 2010). Seringkali korelasi ini digunakan dalam penelitian eksplorasi yang
bertujuan untuk meentukan apakah sejumlah variabel mempunyai hubungan satu
sama lain yang serupa atau berbeda.
2.6 Rancangan Penelitian Ekologi / Korelasional
Penelitian korelasional mempunyai berbagai jenis rancangan. Shaughnessy
dan Zechmeinter (dalam Emzir, 2009:48-51), yaitu:
2.6.1 Korelasi Bivariat
Rancangan penelitian korelasi bivariat adalah suatu rancangan penelitian
yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara dua variabel. Hubungan
antara dua variabel diukur. Hubungan tersebut mempunyai tingkatan dan arah.
Tingkat hubungan (bagaimana kuatnya hubungan) biasanya diungkapkan dalam
angka antar -1,00 dan +1,00, yang dinamakan koefisien korelasi. Korelasi zero (0)
mengindikasikan tidak ada hubungan. Koefisien korelasi yang bergerak ke arah -
1,00 atau +1,00, merupakan korelasi sempurna pada kedua ekstrem (Emzir,
2009:48).
Arah hubungan diindikasikan oleh simbol - dan +. Suatu korelasi
negatif berarti bahwa semakin tinggi skor pada suatu variabel, semakin rendah
pula skor pada variabel lain atau sebaliknya. Korelasi positif mengindikasikan
bahwa semakin tinggi skor pada suatu variabel, semakin tinggi pula skor pada
variabel lain atau sebaliknya (Emzir, 2009:48).
2.6.2 Regresi dan Prediksi
Jika terdapat korelasi antara dua variabel dan kita mengetahui skor pada
salah satu variabel, skor pada variabel kedua dapat diprediksikan. Regresi
merujuk pada seberapa baik kita dapat membuat prediksi ini. Sebagaimana
pendekatan koefisien korelasi baik -1,00 maupun +1,00, prediksi kita dapat lebih
baik.
2.6.3 Regresi Jamak (Multiple Regresion)
Regresi jamak merupakan perluasan regresi dan prediksi sederhana dengan
penambahan beberapa variabel. Kombinasi beberapa variabel ini memberikan
lebih banyak kekuatan kepada kita untuk membuat prediksi yang akurat. Apa
yang kita prediksikan disebut variabel kriteria (criterion variable). Apa yang kita
gunakan untuk membuat prediksi, variabel-variabel yang sudah diketahui disebut
variabel prediktor (predictor variables).
2.6.4 Analisis Faktor
Prosedur statistik ini mengidentifikasi pola variabel yang ada. Sejumlah
besar variabel dikorelasikan dan terdapatnya antarkorelasi yang tinggi
mengindikasikan suatu faktor penting yang umum.
2.6.5 Rancangan korelasional yang digunakan untuk menarik kesimpulan kausal
Terdapat dua rancangan yang dapat digunakan untuk membuat
pernyataan-pernyataan tentang sebab dan akibat menggunakan metode
korelasional. Rancangan tersebut adalah rancangan analisis jalur (path analysis
design) dan rancangan panel lintas-akhir (cross-lagged panel design). Analisis
jalur digunakan untuk menentukan mana dari sejumlah jalur yang
menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Sedangkan desain panel
lintas akhir mengukur dua variabel pada dua titik sekaligus.
2.6.6 Analisis sistem (System Analysis)
Desain ini melibatkan penggunaan prosedur matematik yang
kompleks/rumit untuk menentukan proses dinamik, seperti perubahan sepanjang
waktu, jerat umpan balik serta unsur dan aliran hubungan.

2.7 Contoh Studi Ekologi / Korelasi
Sebagai contoh penelitian ekologi akan disajikan secara ringkas sebuah
penelitian disertasi yang dilakukan oleh Rusmini dalam bidang manajemen
pendidikan pada tahun 2003, sebagai berikut:

Judul Penelitian :
Kualitas Pelayanan Karyawan Administrasi Akademik, Survei di Politeknik
Kesehatan Jakarta ( 2003).

Masalah Penelitian :
1. Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik dengan kualitas
pelayanan karyawan?
2. Apakah terdapat hubungan komunikasi interpersonal dengan kualitas
pelayanan karyawan?
3. Apakah terdapat hubungan kemampuan berpikir mekanik dengan kualitas
pelayanan karyawan?
4. Apakah terdapat hubungan pengetahuan administrasi akademik, komunikasi
interpersonal, dan kemampuan berpikir mekanik dengan kualitas pelayanan
karyawan? ( Rusmini, 2004:5).

Kajian Teoritis
Teori-teori yang dikemukakan dalam penelitian ini menyangkut variabel
penelitian yang meliputi kualitas pelayanan, pengetahuan administrasi
akademik, komunikasi interpersonal, dan kemampuan berpikir mekanik.

Kualitas Pelayanan
Berdasarkan teori-teori yang dideskripsikan, peneliti menyimpulkan bahwa
kualitas pelayanan karyawan adalah keseluruhan hasil kegiatan karyawan
yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan pedoman atau
peraturan yang telah ditetapkan untuk memenuhi harapan pelanggan dengan
indikator kepedulian karyawan dan kepuasan pelanggan. ( Rusmini, 2004:9).

Pengetahuan Administrasi Akademik
Berdasarkan teori-teori yang dideskripsikan, peneliti menyimpulkan bahwa
pengetahuan administrasi akademik adalah segenap yang diketahui karyawan
tentang konsep,fakta, dan prinsip-prinsip kegiatan dalam pelayanan yang
berhubungan dengan administrasi akademik yang meliputi bidang pengajaran,
kemahasiswaan, media kependidikan, perpustakaan, laboratorium, dan
perbengkelan ( Rusmini, 2004:15).

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal disimpulkan peneliti berdasarkan teori-teori yang
dideskripsikannya sebagai interaksi antara pemberi dan penerima informasi
atau pesan baik menggunakan alat ataupun tanpa bantuan alat yang dapat
menunjang kegiatan akademik dengan indikator penyampaian dan penerimaan
pesan kerja sama, dan umpan balik ( Rusmini, 2004:18).
Kemampuan Bepikir Mekanik
Kemampuan berpikir mekanik disimpulkan peneliti berdasarkan kajian teoritis
sebagai kesanggupan seseorang dalam menuangkan gagasan yang berkaitan
dengan masalah mekanik dengan indikator penyusunan konsep tentang
penggunaan alat-alat mekanik, penerapan prinsip- prinsip fisika mekanik, dan
pemecahan masalah mekanik ( Rusmini, 2004:21).

Hipotesis Penelitian
1. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan administrasi akademik dan
kualitas pelayanan
2. Terdapat hubungan positif antara komunikasi interpersonal dan kualitas
pelayanan
3. Terdapat hubungan positif antara kemampuan berpikir mekanik dengan
kualitas pelayanan
4. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan administrasi akademik,
komunikasi interpersonal, dan kemampuan berpikir mekanik secara
bersama-sama dengan kualitas pelayanan.( Rusmini, 2004:22).
Metodologi Penelitian
Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasional.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan administrasi akademik
(X
1
), komunikasi interpersonal(X
2
), dan kemampuan berpikir mekanik (X
3
).
Variabel terikatnya adalah kualitas pelayanan (Y).

Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitrian ini dilakukan di Politeknik Kesehatan Jakarta dengan unit
analisis karyawan administrasi akademik. Penelitian ini dilakukan mulai dari
bulan Januari sampai dengan Juli 2003.

Populasi dan Sampel
Populasi : seluruh karyawan administrasi akademik di Politeknik Kesehatan
Jakarta yang berjumlah 121 orang dengan tingkat pendidikan
SMA.
Sampel : diambil secara acak dari jumlah populasi yaitu sebanyak 60 orang.
Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dari ke empat
variabel adalah daftar pernyataan dan pertanyaan. Kualitas pelayanan
karyawan sebagai variabel terikat didasarkan pada penilaian mahasiswa,
dengan cara masing-masing karyawan dinilai oleh tiga orang mahasiswa
(rater). Rater dipilih secara acak sederhana. Skor kualitas pelayanan
karyawan diperoleh berdasarkan skor rata-rata dari ketiga penilai.
Teknis analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik
regresi sederhana dan jamak, korelasi sederhana dan jamak, dan korelasi
parsial. Sebelum di lakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu di lakukan
uji persyaratan analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitas.
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pengujian, maka temuan
penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara
pengetahuan administrasi akademik dan kualitas pelayanan.
b. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara komunitas
interpersonal dan kualitas pelayanan.
c. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara
kemampuan berfikir mekanik dengan kualitas pelayanan.
d. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara
pengetahuan administrasi akademik, komunikasi interpersonal, dan
kemampuan berfikir mekanik secara bersama-sama dengan kualitas
pelayanan (Rusmini, 2004: 25-29).
Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan
karyawan di Politeknik Kesehatan Jakarta II dapat di tingkatkan dengan
mengembangkan pengetahuan administrasi akademik, komunikasi
interpersonal, dan berfikir mekanik (Rusmini, 2004: 30).

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
studi korelasi populasi adalah studi epidemiologi dengan populasi sebagai
unit analisis, yang bertujuan mendeskripsikan hubungan korelatif antara penyakit
dan faktor-faktor yang diminati peneliti. Faktor-faktor tersebut misalnya, umur,
bulan, obat-obatan. Unit observasi dan unit analis pada studi ini adalah kelompok
(agregat) individu, komunitas atau populasi yang lebih besar. Agregat tersebut
biasanya dibatasi oleh secara geografik, misalnya penduduk provinsi, penduduk
kab/kota, penduduk negara, dan sebagainya.
Karakteristik studi ekologi adalah Penelitian korelasi tepat jika variabel
kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol
variabel seperti dalam penelitian eksperimen, memungkinkan variabel diukur
secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata, memungkinkan peneliti
mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan. Tujuan penelitian korelasional
adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan
dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien
korelasi.
Ada beberapa jenis penelitian ekologi / korelasi adalah penelitian
hubungan, studi prediksi dan korelasi multivariate.
Penelitian ekologi mempunyai banyak rancangan seperti : korelasi
bivariat, regresi dan prediksi, regresi jamak, analisis factor, rancangan korelasi
yang digunakan untuk menarik kesimpulan kausal.

3.2 SARAN
Setelah mempelajari desain studi ekologi / korelasi mahasiswa mampu
melakukan penelitian dengan memakai metode studi ekolgi / korelasi dalam
penyelesaian skripsi diakhir perkuliahan nanti sebagai syarat mutlak dalam
penyelesaian strata I.
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Muhammad Zainal. 2008. Penelitian Korelasional. (artikel). Dalam
http://www.Muhammad Zainal Abidin Personal Blog.htm. di akses tanggal 25
September 2010.
Atmodjo, J. Tri. 2005. Modul Penelitian Korelasi (artikel). Jakarta: Fikom
Universitas Mercubuana Jakarta.
Emzir. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif.
Jakarta: PT Raja Grafindo Pergoda.
Notoadmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta:
Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Manajemen penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.