Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

A N T I B I O T I K A
Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi/jamur, yang
dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain.Banyak antibiotika saat ini dibuat
secara semisintetik atau sintetik penuh. Namun dalam prakteknya antibiotika sintetik tidak
diturunkan dari produk mikroba (misalnya kuinolon).Antibiotika yang akan digunakan untuk
membasmi mikroba, penyebab infeksi pada manusia, harus mememiliki sifat toksisitas selektif
setinggi mungkin. Artinya, antibiotika tersebut haruslah bersifat sangat toksik untuk mikroba,
tetapi relatif tidak toksik untuk manusia.
Antibiotika adalah obat yang sangat ampuh dan sangat bermanfaat jika digunakan
secara benar. Namun, jika digunakan tidak semestinya antibiotika justru akan mendatangkan
berbagai mudharat. ang harus selalu diingat, antibiotika hanya ampuh dan efektif membunuh
bakteri tetapi tidak dapat membunuh !irus. "arena itu, penyakit yang dapat diobati dengan
antibiotika adalah penyakit#penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
$enyebab timbulnya resistensi antibiotika yang terutama adalah karena penggunaan antibiotika
yang tidak tepat, tidak tepat sasaran, dan tidak tepat dosis. %idak tepat sasaran, salah satunya
adalah pemberian antibiotika pada pasien yang bukan menderita penyakit infeksi
bakteri. &alaupun menderita infeksi bakteri, antibiotika yang diberikan pun harus dipilih secara
seksama. %idak semua antibiotika ampuh terhadap bakteri tertentu. 'etiap antibiotika
mempunyai daya bunuh terhadap bakteri yang berbeda#beda. "arena itu, antibiotika harus
dipilih dengan seksama. "etepatan dosis sangat penting diperhatikan. %idak tepat dosis dapat
menyebabkan bakteri tidak terbunuh, bahkan justru dapat merangsangnya untuk membentuk
turunan yang lebih kuat daya tahannya sehingga resisten terhadap antibiotika. "arena itu, jika
dokter memberikan obat antibiotika, patuhilah petunjuk pemakaiannya dan harus diminum
sampai habis. $emakaian antibiotika tidak boleh sembarangan, baik untuk anak#anak maupun
orang de(asa. )tu sebabnya, antibiotika tidak boleh dijual bebas melainkan harus dengan resep
dokter. %erlalu sering mengonsumsi antibiotika juga berdampak buruk pada **bakteri#bakteri
baik** yang menghuni saluran pencernaan kita. Bakteri#bakteri tersebut dapat terbunuh, padahal
mereka bekerja membuat zat#zat yang bermanfaat bagi kesehatan kita.$emakaian antibiotika
atau kemoterapetika yang dahulu amat efektif terhadap spesies kuman tertentu, sekarang
menjadi kurang efektif. +leh karena itu perlu adanya pemantauan antibiotika/kemoterapeutika
yang luas pemakaiannya dalam masyarakat.
.
SEFALOSPORIN
Hubungan struktur dan aktivitas
'efalosporin dan penisilin termasuk golongan antibiotika , - laktam. 'efalosporin mulai
dikenal sejak tahun ./01. 2uiseppe Brotzu berhasil mengisolasi dan menyelidiki salah satu
spesies dari lumut, yaitu Cephalosporium acremonium yang mempunyai efek antibakterial
terhadap kuman tifoid, Brucela, kuman kolera, dan Staphylococcus aureus. %ahun ./0/, 3r.
4d(ard Abraham dan 5.'. Burton menemukan sedikitnya ada dua macam antibiotika yang
diproduksi oleh lumut tersebut.
Antibiotika pertama dinamakan sefalosporin $, dan antibiotika ke dua dinamakan
sefalosporin N. 'truktur ini kemudian diberi nama penisilin N tetapi sifat antibakterialnya
berbeda dengan bensilpenisilin. Apabila penisilin N dijalankan secara kromatografi akan terlihat
beberapa substansi yang diberi tanda A, B dan 6. "omposisi 6 keluar menjadi suatu antibiotika
dan diberi nama sefalosporin 6. Akhirnya, pada tahun ./70 dua macam sefalosporin digunakan
untuk kepentingan klinik, yaitu sefalotin dan sefaloridin. 'esudah itu diikuti dengan munculnya
turunan#turunan baru (8).
6iri khas kelompok sefalosporin adalah asam 9#amino sefalosporanat (9#A6A : 9#
aminochephalosporanic acid) yaitu gabungan antara cincin , - laktam dan hidrotiazin. Berbeda
dengan inti penisilin meskipun keduanya termasuk antibiotik , - laktam. 'efalosporin 6 resisten
terhadap penisillinase, tetapi dirusak oleh sefalosporinase. 5idrolisis asam sefalosporin 6
menghasilkan 9 - A6A yang kemudian dapat dikembangkan menjadi berbagai macam
antibiotiksefalosporin. ;elalui perubahan rantai < pada cincin beta#laktam dihasilkan bermacam
jenis sefalosporin yang mengakibatkan perubahan sifat antibakterial dan kimia(i, sehingga
kemudian dikelompokkan dalam generasi ), )) dan ))).
A = 6incin dihidrotiazin
B = 6incin , # laktam
;odifikasi <. pada posisi 9 cincin , - laktam dihubungkan dengan akti!itas
antimikrobanya, sedangkan substitusi <> pada posisi 8 cincin dihidroziatin mempengaruhi
metabolisme dan farmakokinetiknya. 'efamisin mempunyai struktur kimia yang mirip dengan
sefalosporin, tetapi mempunyai metoksi pada 9 cincin , - laktam. $ada inti dapat diikat
berbagai radikal sehingga diperoleh jenis#jenis sefalosporin lain.
Aktivitas antimikroba
'eperi halnya antibiotik , - laktam lain, mekanisme kerja antimikroba sefalosporin ialah
dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba. ang dihambat ialah reaksi transpeptidase
tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. 'efalosporin dibagi menjadi 8
generasi berdasarkan akti!itas antimikrobanya yang secara tidak langsung juga sesuai dengan
urutan masa pembuatannya..
a S!"a#os$orin g!n!rasi $!rtama
;emperlihatkan spektrum antimikroba yang terutama aktif terhadap kuman gram - positif.
"eunggulannya dari penislin adalah akti!itasnya terhadap bakteri penghasil penisillinase.
2olongan ini efektif terhadap sebagian
besar S.aureus dan Streptococcus termasuk Str.pyogenes,
Str.viridansdan Str.pneumoniae. bakteri gram#positif yang juga sensitif ialah Str.anaerob,
Clostridium perfrigens, Listeria monocytogenes dan Corynebacterium diphteriae. 'efalospirin
generasi pertama meliputi senya(a#senya(a yang semula dikembangkan yakni?
sefalotin,
sefalosin,
sefasporin,
sefadrin,
sefaleksin, dan
sefadroksil.
b %!n!rasi k!dua s!"a#os$orin
2olongan ini kurang aktif terhadap bakteri gram#positif dibandingkan dengan generasi pertama, tetapi lebih aktif
terhadap kuman gram#negatif? misalnya H.influenzae, Pr.mirabilis,
E.coli danKlebsiella. %herhadap Ps.aeruginosa dan enterokukos golongan ini tidak efektif.
@ntuk infeksi saluran empedu golongan ini tidak dianjurkan karena dikha(atirkan enterokokus
termasuk salah satu penyebab infeksi. 'efoksitin aktif terhadap kuman anaerob. 'efalosporin
generasi kedua ini mecakup : sefamandol,
sefoksilin,
sefaktor, dan
sefuroksin.
& %!n!rasi k!tiga s!"a#os$orin
2olongan ini umumnya kurang aktif dibandingkan dengan generasi pertama terhadap kokus
gram#positif, tetapi jauh lebih aktif terhadap Enterobacteriaceae, termasuk strain penghasil
penisilinase. 3i antara sediaan golongan ini ada yang aktif terhadap Ps.aeruginosa. 2enerasi
ketiga sefalosporin meliputi :
sefotaksim,
moksalaktam, dan
sefoperazon.
3e(asa ini sefalosporin yang lazim digunakan dalam pengobatan, telah mencapai generasi
ketiga. ;ekanisme kerja antibiotik sefalosporin yaitu inhibisi sintetis dinding sel bakteri dengan
cara seperti antibiotik penisilin.
'efalosporin aktif terhadap kuman gram # positif maupun gram - negatif, tetapi spektrum
antimikroba masing#masing deri!at ber!ariasi.
S I F A T U ' U '
FAR'AKOKINETIK
Berdasarkan sifat farmakokinetiknya, sefalosporin dibedakan dalam > golongan.
'efaleksin, sefradin, sefaktor, dan sefadroksil yang dapat diberikan per#oral karena diabsorbsi
melalui saluran cerna. 'efalosporin lainnya hanya dapat diberikan secara intra !ena karena
menyebabkan iritasi lokal dan nyeri pada pemberian intra muscular.
'efalosporin yang lain diberikan secara suntikan intra !ena atau intra muscular.
Beberapa sefalosporin generasi ketiga misalnya sefuroksim, moksalaktam, sefotaksim dan
seftizoksim mencapai kadar yang tinggi di cairan serebrospinal (6''), sehingga dapat
bermanfaat untuk pengobatan meningitis purulenta. 'elain itu sefalosporin juga mele(ati sa(ar
darah#uri, mencapai kadar tinggi di cairan sino!ial dan cairan perikardium. $ada pemberian
sistemik, kadar sefalosporin generasi ketiga di cairan mata relatif tinggi, tetapi mencapai !itreus.
"adar sefalosporin dalam empedu umumnya tinggi, terutama sefoperazon.
"ebanyakan sefalosporin dieksresi dalam bentuk utuh melalui ginjal, dengan proses
sekresi tubuli, kecuali sefoperazon yang sebagian besar dieksresi melalui empedu. "arena itu
dosisnya harus dikurangi pada penderita insufisiensi ginjal. $robenesid mengurangi ekskresi
sefalosporin kecuali moksalaktam dan beberapa lainnya. 'efalotin, sefapirin, dan sefotaksim
mengalami deasetilasi? metabolit yang akti!itas antimikrobanya lebih rendah juga diekskresi
melalui ginjal.
'ifat farmakokinetik berbagai preparat sefalosporin dapat dilihat pada %abel berikut :
Tab!# ( B!b!ra$a Data Farmakokin!tik S!"a#os$orin
)!nis S!"a#os$orin *ara P!mb!rian Ikatan $rot!in
$#asma +,
T - $#asma
+.am
Ekskr!si da#am
urin +,
E"!k
$rob!n!sid
%!n!rasi P!rtama /
'efalotin )A dan ); 9B B.7 9B#CB D
'etazolin )A dan ); C1 ..C /1 #
'efapirin )A dan ); 09#71 ..> /B(1B)E D
'efradin +ral, )A, dan ); .0 B.C C7 D
'efaleksin +ral .B#.1 B./ /B D
'efadroksil +ral >B ..1 /B D
%!n!rasi k!dua /
'elfamandol )A dan ); 91 B.C C1 D
'efoksitin )A dan ); 9B#CB B.C FC1 D
'efaklor +ral 0B B.C 7B#C1 D
'efuroksim )A dan ); 88 ..9 FC1 D
'efuroksim aksetil +ral # ..9 # #
%!n!rasi k!tiga /
'efotaksim )A dan ); 0B#1B ... /B(1B)E D
;oksalaktam )A dan ); 0B#1B >.. /B #
'efoperazon )A dan ); C>#/8 >.. 8BEE #
'eftizoksim )A dan ); 8B ..C /B D
'eftriakson )A dan ); C8#/7 C 7B#CB #
'eftadizim )A dan ); .9#>B ..C 91#C1 #
'efsulodin )A dan ); 8B ..9 71#9B #
EFEK SA'PIN%
<eaksi alergi merupakan efek samping yang paling sering terjadi, gejalanya mirip reaksi
alergi yang sering terjadi, gejalanya mirip dengan reaksi alergi yang ditimbulkan oleh penisilin.
<eaksi mendadak yaitu anafilaksis dengan spasme bronkus dan urtikaria dapat terjadi. <eaksi
silang umumnya terjadi pada penderita dengan alergi penisilin berat, sedangkan pada alergi
penisilin ringan atau sedang kemungkinannya kecil. 3engan demikian pada penderita dengan
alergi penisilin berat tidak dianjurkan penggunaan sefaloporin atau kalau sangat diperlukan
harus dia(asi dengan sungguh#sungguh. <eaksi 6oombs sering timbul pada penggunaan
sefalosporin dosis tinggi. 3epresi sumsum tulang terutama granulositopenia dapat timbul
meskipun jarang.
'efalosporin merupakan zat yang nefrotoksik, meskipun jauh kurang toksik
dibandingkan dengan aminoglikosida dan polimiksin. Nekrosis ginjal dapat terjadi pada
pemberian sefalodrin 0g/hari. 'efalosporin lain pada dosis terapi jauh kurang toksik
dibandingkan dengan sefaloridin. "ombinasi sefalosporin dengan gentamisin atau tobramisin
mempermudah terjadinya nefrotoksisitas.
I N D I K A S I K L I N I K
'ediaan sefalosporin seyogyanya hanya digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri
berat atau yang tidak dapat diobati dengan antimikroba lain, sesuai dengan spektrum
antibakterinya. Anjuran ini diberikan karena selain harganya mahal, potensi antibakterinya yang
tinggi sebaiknya dicadangkan hanya untuk hal tersebut di atas. $erlu diingat bah(a
sefalosporin generasi pertama dan kedua bukan merupakan obat terpilih untuk kebanyakan
infeksi karena tersedia obat lain yang efekti!itasnya sama dan harganya lebih murah.
3ari berbagai uji klinik telah terbukti, bah(a sefalosporin generasi ketiga dapat
digunakan untuk terapi maupun untuk profilaksis, untuk pengobatan infeksi oleh Klebsiella,
sefalosporin tunggal maupun dalam kombinasi dengan aminoglikosida merupakan obat pilihan
utama. Beberapa sediaan sefalosporin generasi ketiga merupakan

K E S I ' P U L A N
$emakaian antibiotika atau kemoterapetika yang dahulu amat efektif terhadap spesies
kuman tertentu, sekarang menjadi kurang efektif. +leh karena itu perlu adanya pemantauan
antibiotika/kemoterapetika yang luas pemakaiannya dalam masyarakat. $emakaian antibiotika
yang sering, menyebabkan antibiotika tersebut menjadi resisten. 4fekti!itas antibiotika yang
berubah ini disebabkan adanya perubahan pada 3NA kuman
antara lain berupa penambahan sepotong kecil 3NA yang dinamakan plasmid. 'alah satu hasil
plasmid adalah ensim ,#laktamase. 4nsim tersebut menyebabkan antibiotika ,# laktam
betalaktam menjadi senya(a inaktif melalui proses hidrolisis. 'alah satu antibiotika beta#laktam
adalah sefalosporin yang pertama kali dikenal tahun ./01. 5ingga kini dikenal tiga generasi
yaitu generasi ), )) dan ))) dengan keistime(aannya masing#masing. Untuk mendapatkan antibiotik
baru yang potensiil, perkembangan produk antibiotik saat ini cenderung ke arah derivatisasi kimia untuk
menghasilkan antibiotik semisintetik dari antibiotik yang sudah dikenal dan biokonversi senyawa alami
dengan bantuan mikroorganisme. Namun demikian antibiotik baru dari sumber alam (mikroorganisme)
masih dibutuhkan dan terus dicari. Metode skrining yang paling mutakhir terus dikembangkan.
Mutasi strain penghasil antibiotik yang sudah dikenal juga dikembangkan, dengan harapan mutasi gen
pengontrol biosintesis antibiotik mungkin dapat mengubah struktur produk akhir. Mutasi
pada strain inaktif juga dapat mengubah metabolisme normal dan mensintesis metabolit yang mempunyai
aktivitas antibiotik. ara ahli terus mencari dan berupaya dengan berbagai cara untuk mendapatkan
antibiotik baru. !krining antibiotik semakin ketat terutama mencari antibiotik yang mempunyai aktivitas
tinggi terhadap mikroba patogen, toksisitas terhadap sel manusia dan binatang rendah, spektrum lebih
lebar, stabilitas baik (dan karakteristik farmakokinetik memuaskan).
D A F T A R P U S T A K A
Anonim, (.//8), Ho to !nvestigate "rug #se in Health $acilities, &orld 5ealth +rganization,
2ene!a
Guick, H.3. (43)%+<), (.//9), %anaging "rug Supply, >
nd
4d., bab ))) 3.>C. 0>>-089, "umarian
$ress, &est 5artford
Iai, 6., (>BB>), J4!aluasi ;anajemen +bat: $enggunaan +bat yang <asional dan Biaya
$emakaian +bat di $uskesmas "abupaten Nias, &esis, 1B-7>, $asca 'arjana @2;,
ogyakarta
Butter(orth 3. 6la!ulanic acid. )n: Biotechnology of )ndustrial
Antibiotics. Aandamme 4H led). Ne( ork : ;arcell 3ekker )nc. ./C0 :
>>187.
Kukaga(a , )shikura %. 6arbapenem compounds. )n : Biotechnology of
)ndustrial Antibiotics, Aandamme 4H (edi. Ne( ork? ;arcell 3ekker )nc,
./C0 : >891C.
$erlman 3. ;icrobial production of antibiotics. )n : ;icrobial
%echnology>nd. ed. !ol. ). London : Academic $ress, ./9/: >0.CB.
'ermonti 2. 2enetics of Antibiotics$roducing ;icroorganisms, %oronto :
&iley )nterscience, ./7/ : .BB #08.
Aandamme 4H. Antibiotic 'earch M $roduction : An o!er!ie(. )n :
Biotechnology of )ndustrial Antibiotics, Aandamme 4H led). Ne( ork?
;arcell 3ekker )nc. ./C0 : 88>.
Tambahan :
Defnisi Antibiotik Sefalosporin
01.24 By Eko Ptera Sampoerna Antibiotik !o "omments
'efalosporin termasuk golongan antibiotika Betalaktam, mekanisme kerja antimikroba
'efalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba.
P!nggo#ongan S!"a#os$orin
Berdasarkan khasiat antimikroba dan resistensinya terhadap betalakmase, sefalosporin
lazimnya digolongkan sebagai berikut :
.. 2enerasi ke ), yang termasuk dalam golongan ini adalah 'efalotin dan sefazolin,
sefradin, sefaleksin dan sefadroNil. Iat#zat ini terutama aktif terhadap cocci 2ram positif,
tidak berdaya terhadap gonococci, 5. )nfluenza, Bacteroides dan $seudomonas. $ada
umumnya tidak tahan terhadap laktamase.
>. 2enerasi ke )), terdiri dari sefaklor, sefamandol, sefmetazol, dan sefuroksim lebih
aktif terhadap kuman 2ram#negatif, termasuk 5.influenza, $roteus, "lensiella, gonococci
dan kuman#kuman yang resisten untuk amoksisilin. +bat#obat ini agak kuat tahan#
laktamase. "hasiatnya terhadap kuman 2ram#positif ('taph dan 'trep) lebih kurang sama
8. 2enerasi ke ))), 'efoperazon,sefotaksim, seftizoksim, seftriaNon, sefotiam, sefiksim,
sefpodoksim, dan sefprozil. Akti!itasnya terhadap kuman 2ram#negatif lebih kuat dan lebih
luas lagi dan meliputi $seudomonas dan Bacteroides, khususnya seftazidim. <esistensinya
terhadap laktamase juga lebih kuat, tetapi khasiatnya terhadap stafilokok jauh lebih rendah.
0. 2enerasi ke )A, 'efepim dan sefpirom. +bat#obat baru ini (.//8) sangat resisten
terhadap laktamase, sefepim juga aktif sekali terhadap $seudomonas.
P!nggunaann0a
'ebagian besar dari sefalosporin perlu diberikan parenteral dan terutama digunakan di
rumah sakit.
.. 2enerasi ), digunakan per oral pada infeksi saluran kemih ringan dan sebagai obat
pilihan kedua pada infeksi saluran napas dan kulit yang tidak begitu parah dan bila terdapat
alergi untuk penisilin.
>. 2enerasi )) atau ))), digunakan parenteral pada infeksi serius yang resisten terhadap
amoksisilin dan sefalosporin generasi ), juga terkombinasi dengan aminoglikosida
(gentamisin, tobramisin) untuk memperluas dan memperkuat akti!itasnya. Begitu pula
profilaksis pada antara lain bedah jantung, usus dan ginekologi. 'efoksitin dan sefuroksim
(generasi ke ))) digunakan pada gonore (kencing nanah) akibat gonokok yang membentuk
laktamase.
8. 2enerasi ))), 'eftriaNon dan sefotaksim kini sering dianggap sebagai obat pilihan
pertama untuk gonore, terutama bila telah timbul resistensi terhadap senya(a fluorkuinon
(siprofloksasin). 'efoksitin digunakan pada infeksi bacteroides fragilis.
0. 2enerasi )A, dapat digunakan bila dibutuhkan efekti!itas lebih besar pada infeksi
dengan kuman 2ram#positif.
E"!k sam$ing
+bat oral dapat menimbulkan terutama gangguan lambung#usus (diare, nausea, dan
sebagainya), jarang terjadi reaksi alergi (rash, urticaria). Alergi silang dengan deri!at
penislin dapat terjadi. Nefrotoksisitas terutama terdapat pada beberapa senya(a generasi
ke ., khususnya sefaloridin dan sefalotin (dosis tinggi). 'enya(a dari generasi berikutnya
jauh kurang toksis bagi ginjal daripada aminoglikosida dan polimiksin. Beberapa obat
memperlihatkan reaksi disulfiram bila digunakan bersama alkohol, yakni sefamandol dan
sefoperazon.
R!sist!nsi
3apat timbul dengan cepat, maka antibiotik ini sebaiknya jangan digunakan sembarangan
dan dicadangkan untuk infeksi berat.
Antibiotik Sefalosporin
Sefalosporin

Sefalosporin termask #olon#an antibiotika Betalaktam. Seperti antibiotik
Betalaktam lain$ mekanisme ker%a antimikroba Sefalosporin ialah &en#an
men#hambat sintesis &in&in# sel mikroba. 'an# &ihambat a&alah reaksi
transpepti&ase tahap keti#a &alam ran#kaian reaksi pembentkan &in&in# sel.
Sefalosporin aktif terha&ap kman #ram positif mapn #aram ne#atif$ tetapi
spektrm masin#(masin# &eri)at ber)ariasi.
Pen##olon#an Sefalosporin
*in##a tahn 200+ #olon#an Sefalosporin s&ah men%a&i 4 #enerasi$ pembe&aan
#enerasi &ari Sefalosporin ber&asarkan akti)itas mikrobanya &an yan# se"ara ti&ak
lan#sn# sesai &en#an rtan masa pembatannya.
Berikt merpakan pen##olon#an #enerasi Sefalosporin :
Ber&asarkan khasiat antimikroba &an resistensinya terha&ap betalakmase$
sefalosporin la,imnya &i#olon#kan seba#ai berikt :
1. -enerasi ke .$ yan# termask &alam #olon#an ini a&alah Sefalotin &an sefa,olin$
sefra&in$ sefaleksin &an sefa&ro/il. 0at(,at ini tertama aktif terha&ap "o""i -ram
positif$ ti&ak ber&aya terha&ap #ono"o""i$ *. .n1en,a$ Ba"teroi&es &an
Pse&omonas. Pa&a mmnya ti&ak tahan terha&ap laktamase.
2. -enerasi ke ..$ ter&iri &ari sefaklor$ sefaman&ol$ sefmeta,ol$ &an sefroksim lebih
aktif terha&ap kman -ram(ne#atif$ termask *.in1en,a$ Protes$ 2lensiella$
#ono"o""i &an kman(kman yan# resisten ntk amoksisilin. 3bat(obat ini a#ak
kat tahan(laktamase. 2hasiatnya terha&ap kman -ram(positif 4Staph &an Strep5
lebih kran# sama
6. -enerasi ke ...$ Sefopera,on$sefotaksim$ sefti,oksim$ seftria/on$ sefotiam$
sefksim$ sefpo&oksim$ &an sefpro,il. Akti)itasnya terha&ap kman -ram(ne#atif
lebih kat &an lebih las la#i &an melipti Pse&omonas &an Ba"teroi&es$
khssnya sefta,i&im. 7esistensinya terha&ap laktamase %#a lebih kat$ tetapi
khasiatnya terha&ap staflokok %ah lebih ren&ah.
4. -enerasi ke .8$ Sefepim &an sefpirom. 3bat(obat bar ini 419965 san#at resisten
terha&ap laktamase$ sefepim %#a aktif sekali terha&ap Pse&omonas.
Smber &an Se%arah
Antibiotik beta laktam merpakan antibiotik yan# bermanfaat &an serin# &iresepkan
oleh &okter$ memiliki strktr mm &an mekanisme ker%a yan# sama yait
men#hambat sintesis pepti&o#likan &in&in# sel bakteri. Sefalosporin termask
#olon#an antibiotika Betalaktam.
:ephalosporim a"remonim merpakan smber a;al senya;a sefalosporin$
&iisolasi pa&a tahn 194< oleh B rot, &ari lat &i&ekat salran pemban#an air
&ipesisir Sar&inia. =iltrate kasar %amr ini &iketahi &apat men#hambat
pertmbhan s. ares se"ara in )itro &an menyembhkan infeksi staflokoks &an
&emam tifoi& pa&a mansia. :airan kltr tempat %amrsar&inia ini &itmbhkan
men#an&# ti#a antibiotik berbe&a yan# &inamakan sefalosporin P$!$ &an :.
Den#an &iisolasinya inti akti sefalosporin :$ yait asam >(aminosefalosporanat$ &an
&en#an penambahan rantai sampin#. ?emn#kinkan &ibatnya senya;a
semisintetik &en#an akti)itas antibakteri yan# %ah lebih besar &iban&in#kan
senya;a in&knya.
Pembuatan Antibiotik
Sefalosporin
:en&a;an :. a"remonim &itmbhkan pa&a a#ar(a#ar mirin# selama > hari$
koloninya &isspensikan &en#an aka&es steril &an &itan#kan ke &alam "a;an
petri steril yan# selan%tnya &iletakkan &i ba;ah lamp ltra)iolet 4@85 yan# telah
&ikon&isikan &en#an %arak 1A "m. Pen#ambilan "ontoh sebanyak 1 ml &ilakkan
tepat pa&a saat "a;an petri mlai &iletakkan &i ba;ah lamp @8 40 menit5 sampai
A0 menit &en#an inter)al pen#ambilannya setiap A menit. :ontoh &imaskkan ke
&alam tabn# reaksi berisi 9 ml aka&es steril$ &iko"ok$ &an &i&iamkan selama 60
menit &alam #elap. Dari setiap "ontoh tersebt &ibat kr)a matinya ntk
men#etahi %arak &an ;akt ra&iasi yan# tepat. Selain it %#a &i"oba kombinasi
mtasi men##nakan sinar @8 &an meto&e kimia men##nakan etil metana
slfonat 4E?S5. ?tan terpilih &iseleksi la#i ntk men&apatkan mtan n##l yan#
men#hasilkan antibiotik sefaloporin :.
Pen##naan sinar @8 2A4 nm pa&a %arak 1A "m &ari ob%ek selama 29 menit &apat
menin#katkan pro&ksi sefalosporin : sebesar 12<.0B &ari hasil mtasi . &an
149.1B &ari hasil mtasi ... Pro&ksi sefalosporin : &apat &itin#katkan &en#an
mtasi fsik men##nakan sinar @8 yan# &ikombinasikan &en#an "ara kimia
men##nakan E?S &en#an konsentrasi 1+0 ClDml selama 4A menit$ yakni
men#hasilkan kenaikan pro&ksi sefalosporin : sebesar 19<.<B pa&a mtan -B2.(
1>.
Pen##naannya
Seba#ian besar &ari sefalosporin perl &iberikan parenteral &an tertama &i#nakan
&i rmah sakit.
1. -enerasi .$ &i#nakan per oral pa&a infeksi salran kemih rin#an &an seba#ai
obat pilihan ke&a pa&a infeksi salran napas &an klit yan# ti&ak be#it parah &an
bila ter&apat aler#i ntk penisilin.
2. -enerasi .. ata ...$ &i#nakan parenteral pa&a infeksi seris yan# resisten
terha&ap amoksisilin &an sefalosporin #enerasi .$ %#a terkombinasi &en#an
amino#likosi&a 4#entamisin$ tobramisin5 ntk memperlas &an memperkat
akti)itasnya. Be#it pla proflaksis pa&a antara lain be&ah %antn#$ ss &an
#inekolo#i. Sefoksitin &an sefroksim 4#enerasi ke ..5 &i#nakan pa&a #onore
4ken"in# nanah5 akibat #onokok yan# membentk laktamase.
6. -enerasi ...$ Seftria/on &an sefotaksim kini serin# &ian##ap seba#ai obat pilihan
pertama ntk #onore$ tertama bila telah timbl resistensi terha&ap senya;a
1orkinon 4sipro1oksasin5. Sefoksitin &i#nakan pa&a infeksi ba"teroi&es fra#ilis.
4. -enerasi .8$ &apat &i#nakan bila &ibthkan efekti)itas lebih besar pa&a infeksi
&en#an kman -ram(positif.
?ekanisme ker%a
Sefalosporin biasanya bakterisi&a terha&ap bakteri &an bertin&ak &en#an sintesis
m"opepti&e pen#hambat pa&a &in&in# sel sehin##a pen#halan# rsak &an ti&ak
stabil. ?ekanisme yan# tepat ntk efek ini belm pasti &itentkan$ tetapi antibiotik
beta(laktam telah &itn%kkan ntk men#ikat beberapa en,im 4"arbo/ypepti&ases$
transpepti&ases$ en&opepti&ases5 &alam membran sitoplasma bakteri yan# terlibat
&en#an sintesis &in&in# sel. Afnitas yan# berbe&a bah;a berba#ai antibioti" beta(
laktam memiliki en,im tersebt 4%#a &ikenal seba#ai men#ikat protein penisilinE
PBPs5 membant men%elaskan perbe&aan &alam spektrm akti)itas &ari obat yan#
ti&ak &i%elaskan oleh pen#arh beta(laktamase. Seperti antibiotik beta(laktam
lainnya$ sefalosporin mmnya &ian##ap lebih efektif terha&ap pertmbhan
bakteri aktif.
=armakokinetik 4@mm5
Sampai saat ini$ hanya beberapa sefalosporin #enerasi pertama lmayan &iserap
setelah pemberian oral$ tetapi ini telah berbah &en#an keterse&iaan aksetil
4#enerasi ke&a5 &an "ef/ime 4#enerasi keti#a5. Ter#antn# pa&a obat$ penyerapan
mn#kin tertn&a$ berbah$ ata menin#kat %ika &iberikan &en#an makanan.
Sefalosporin se"ara las &i&istribsikan ke seba#ian besar %arin#an &an "airan$
termask tlan#$ "airan plera$ "airan perikar&ial &an "airan sino)ial. tin#kat yan#
lebih tin##i &itemkan mera&an# &itlan# normal. San#at tin##i &itemkan &alam
rin$ tetapi mereka menembs brk men%a&i %arin#an prostat &an aFeos hmor.
Tin#kat Empe& &apat men"apai konsentrasi terapi &en#an beberapa a#en selama
obstrksi empe& ti&ak a&a. Den#an pen#e"alian aksetil$ ti&ak a&a sefalosporin
#enerasi ke&a ata yan# pertama memaski :SS 4bahkan &en#an menin#es
mera&an#5 &i tin#kat terapi efektif &alam terapi. 2onsentrasi "efota/ime$
mo/ala"tam$ aksetil$ "efti,o/ime$ sefta,i&im &an "eftria/one &apat &itemkan
&alam :S= parenteral setelah &osis pasien &en#an menin#es mera&an#.
Sefalosporin menyeberan#i plasenta &an konsentrasi serm %anin &apat 10B ata
lebih &ari yan# &itemkan &alam serm ib. Protein men#ikat obat se"ara las.
Sefalosporin &an metabolitnya 4%ika a&a5 &iekskresikan oleh #in%al$ melali sekresi
tblar &an D ata fltrasi #lomerls. Beberapa sefalosporin 4misalnya$ "efota/ime$
"efa,olin$ &an "ephapirin5 seba#ian &imetabolisme oleh hati ntk senya;a
&esa"etyl yan# mn#kin memiliki beberapa akti)itas antibakteri.
.n&ikasi 2linik
Se&iaan Sefalosporin seyo#yanya hanya &i#nakan ntk pen#obatan infeksi berat
ata yan# ti&ak &apat &iobati &en#an antimikroba lain$ sesai &en#an spektrm
antibakterinya. An%ran ini &iberikan karena selain har#anya mahal$ potensi
antibakterinya yan# tin##i sebaiknya &i"a&an#kan hanya ntk hal tersebt &iatas.
2ontra .n&ikasi
*ipersensiti)itas pa&a antibiotik sefalosporin ata #olon#an betalaktam lainnya.
Sebelm pen##naan antibiotik sefalosporin$ terlebih &ahl &ilakkan skin test.
2ontrain&ikasi pa&a pasien yan# memiliki ri;ayat hipersensitif terha&ap mereka.
2arena mn#kin a&a reakti)itas silan#$ #nakan sefalosporin hati(hati pa&a pasien
yan# &i&okmentasikan hipersensitif terha&ap antibiotik beta(laktam lain 4misalnya$
penisilin$ "efamy"ins$ "arbapenems5.
Antibiotik oral sistemik ti&ak boleh &iberikan pa&a pasien &en#an septikemia$ syok
ata penyakit berat lainnya seba#ai penyerapan obat &ari salran pen"ernaan
mn#kin %ah &itn&a ata berkran#. 7te parenteral 4sebaiknya .85 hars
&i#nakan ntk kass ini.
Efek Sampin#
G 7eaksi hipersensitiftas &an &ermatolo#i : sho"k$ rash$ rtikaria$ eritema$ prritis$
&ema$
G *ematolo#i : pen&arahan$ trombositopenia$ anemia hemolitik *ematolo#i :
pen&arahan$ trombositopenia$ anemia hemolitik
G Salran "erna$ tertama pen##naan oral : "olitis 4&arah &alam tin%a5$ nyeri
lambn#$ &iare$ rasa ti&ak enak pa&a lambn#$ anoreksia$ nasea$ konstipasi.
G Defsiensi )itamin 2 : karena sefalosporin menimblkan efek anti )itamin 2.
G Efek pa&a #in%al : menin#katnya konsentrasi serm kreatinin$ &isfn#si #in%al &an
toksik nefropati.