Anda di halaman 1dari 7

Ditulis oleh

Nama: Andini Nurfitri


NIM : D1E013199
Protein merupakan senyawa kimia yang cukup tersedai dalam kehidupan hewan.
Protein merupakan molekul kompleks, serbaguna dan makromolekul fragile dengan berat
molekul yang tinggi berkisar antara 6.500 sampai dengan beberapa juta. Protein bukan hanya
sebagai bahan untuk memproduksi energi, tetapi juga mempunyai peranan penting dalam
setiap aspek struktur dan fungsi kehidupan karena merupakan bahan penyusun utama
protoplasma dan juga membentuk bentuk dasar dari fisik organisme.
Sumber: Sonjaya, 2013
STRUKTUR PROTEIN
1. Struktur primer
Urutan asam amino dalam suatu protein disebut struktur primer protein. Pemahaman
struktur primer protein merupakan hal yang penting karena banyak penyakit genetik
menghasilkan protein-protein dengan urutan asam amino yang abnormal, dan
menyebabkan pelipatan yang tidak tepat serta kehilangan atau gangguan fungsi normal.
Jika struktur Protein yang normal dan yang mengalami mutasi telah diketahui, informasi
ini dapat digunakan untuk mendiagnosis atau mempelajarai penyakit tersebut.
Didalam protein asam amino digabungkan secara kovalen oleh ikatan peptida, yang
merupakan ikatan amida antara gugus karboksil- pada satu asam amino, dan gugus
amino- pada asam amino lainnya. Sebagai contoh, valin dan alanin dapat membentuk
dipeptida valilalanin melalui pembentukan sebuah ikatan peptida. Ikatan peptida tidak
rusak oleh keadaan yang mendenaturasi protein seperti pemanasan atau urea
berkonsentrasi tinggi. Pejanan lama dengan asam kuat atau basa kuat disertai dengan suhu
yang semakin meningkat diperlukan untuk dapat menghidrolisis ikatan ini secara
enzimatik.

2. Struktur Sekunder
Struktur inti polipeptida tidak lantas membentuk struktur tiga dimensi yang acak,
tetapi umumnya membentuk susunan asam amino yang teratur dan letaknya berdekatan
satu sama lain dalam urutan linear. Pengaturan ini disebut struktur sekunder suatu
polipetida. Heliks-, lembaran-, dan lipatan- adalah contoh-contoh struktur sekunder
yang ditemukan pada protein.

a. Heliks-
Ditulis oleh
Nama: Andini Nurfitri
NIM : D1E013199
Terdapat beberapa heliks polipeptida berbeda yang ditemukan di alam, tetapi
heliks- adalah bentuk yang paling lazim dijumpai. Strukturnya berbentuk spiral,
yang mengandung inti kerangka gelung polipeptida yang terkemas secara padat
dengan rantai-rantai samping komponen asam amino yang menjulur ke luar dari
sumbu tengah untuk menghindari tabrakan steris steris satu sama lain. Berbagai
macam kelompok protein mengandung heliks-. Keratin merupakan komponen
utama pada jaringan seperti rambut dan kulit, dan kekauannya ditentukan oleh
jumlah ikatan disulfida di antara rantai polipeptida konstituen. Berlawanan
dengan keratin, miglobin, yang kira-kira 80% strukturnya berupa heliks-,
berbentuk globular dan molekulnya bersifat fleksibel.
Suatu heliks- distabilkan oleh ikatan hidrogen yang luas di antara oksigen
karbonil ikatan peptida dan hidrogen amida yang menjadi bagian dari kerangka
polipeptida. Setiap putaran heliks- mengandung 3.6 asam amino. Jadi, residu
asam amino berjarak terpisah tiga atau empat dalam untai primer yang berdekatan
secara spasial ketika terlipat di dalam heliks-. Prolin mengacaukan heliks-
karena gugus iminonya tidak sesuai secara geometris dengan spiral berarah kanan
pada heliks-.
b. Lembaran-
Lembaran- adalah bentuk lain struktur sekunder
dengan semua komponen ikatan peptida yang terlibat
dalam pembentukkan ikatan hidrogen. Permukaan
lembaran- tampak berlipat (pleated) dan, sehingga,
struktur seperti ini sering disebut lembaran-
berlipat. Bila ilustrasi berupa struktur protein, untai-
sering ditampilkan sebagai panah yang lebar.
Tidak seperti heliks-, lembaran- terdiri dari dua
atau lebih rantai peptida (untai-), atau segmen-
segmen rantai polipeptida yang hampir seluruhnya
memanjang. Pada lembaran-, ikatan hidrogennya
tegak lurus terhadap kerangka polipeptida. Satu
lembaran- dapat dibentuk dari dua atau lebih rantai
polipeptida atau segmen rantai polipeptida terpisah
yang diatur agar saling tidak sejajar satu sama lain.

c. Lipatan- (putaran terbalik)
Lipatan- membalikkan arah rantai polipeptida, dan membantunya
menghasilkan bentuk globular yang padat. Lipatan-biasanya ditemukan di
permukaan molekul protein, dan sering kali mengikutkan residu-residu bermuatan.
Dinamakan lipatan- karena bentuk ini sering menghubungkan untaian lembaran-
antiparalel yang berurutan. Lipatan- umumnya dibentuk oleh empat asam
amino, salah satunya adalah prolin- asam amino yang menyebabkan suatu
bengkokan pada rantai polipeptida. Glisin, asam amino dengan gugus-R terkecil
Ditulis oleh
Nama: Andini Nurfitri
NIM : D1E013199
juga sering ditemukan pada lipatan-. Lipatan- tersebut distabilkan melalui
bentuk ikatan hidrogen dan ikatan ionik.


3. Struktur Tersier
Struktur primer suatu rantai polipeptida menentukan struktur tersier rantai
polipeptida tersebut. Tersier merujuk pada dua hal, pelipatan domain (unit dasar struktur
dan fungsi) dan pengaturan akhir domain pada polipeptida. Struktur protein globular
dalam larutan berarir menjadi padat, dengan kerapatan atom yang tinggi (close
packing) di dalam inti molekul. Domain adalah unit fungsional dasar dan unit struktural
tiga dimensi suatu poliptida. Rantai polipeptida dengan panjang lebih dari 200 asam
amino biasanya mengandung dua atau lebih domain. Struktur tiga dimensi yang unik pada
setiap polipeptida ditentukan oleh urutan asam aminonya. Interaksi antar rantai samping
asam amino membimbing proses pelipatan polipeptida untuk membentuk struktur yang
padat.

4. S
truktur
Kuarten
er
Banyak protein yang mengandung rantai
polipeptida tunggal, dan protein-protein tersebut didefinisikan sebagai protein
monomerik. Meskipun demikian, protein yang lain dapat mengandung dua atau lebih
rantai polipeptida yang secara struktural mungkin identik atau sama sekali tidak
berhubungan. Sususan sub-unit polipeptida ini disebut struktur kuartener protein. Sub-
unit ini disatukan oleh interaksi nonkovalen (misalnya ikatan hidrogen, ikatan ionik, dan
interaksi hidrofobik). Sub-unit ini mungkin berperan secara mandiri, atau bekerja sama
satu sama lain, seperti pada hemoglobinm, yaitu ketika pengikatan oksigen pada satu sub-
unit tetramernya meningkatkan afinitas oksigen di sub-unit lainnya.
Sumber: Champe, 2010
Ditulis oleh
Nama: Andini Nurfitri
NIM : D1E013199
METABOLISME PROTEIN












METABOLISME PROTEIN DALAM RUMEN
Lambung merupakan suatu tempat yang pada berbagai spesies, protein mula-mula
dicerna. Pad a ruminansia, abomasum dapat disamakan dengan lambung pada hewan lain dan
proventriculus pada burung. Asam klorida dihasilkan oleh sel-sel lambung yang dengan
demikian memberikan medium asam yang mengaktivasi pepsin dan rennin untuk membantu
pencernaan protein. Langkah pertama dalam pencernaan protein terjadi bila makanan
Ditulis oleh
Nama: Andini Nurfitri
NIM : D1E013199
berhubungan dengan enzim pepsin dari getah lambung. Pepsin memecah protein dalam gugus
yang lebih sederhana, yaitu proteosa dan pepton. Pada hewan muda dan sedang menyusui,
enzim rennin menyebabkan susu mengental membentuk parakaseinat yang dapat tinggal
dalam lambung lebih lama daripada jika susu tersebut tetap mencair. Oleh sebab itu terjadilah
pencernaan yang lebih lengkap.
Getah pankreas dialirkan ke duodenum dan mengandung enzim tripsin, kimotripsin, dan
karboksipeptidase. Enzim-enzim tersebut meneruskan pencernaan protein, yang dalam
lambung dimulai oleh pepsin; memecah zat-zat lebih kompleks menjadi peptida; dan
akhirnya menjadi asam-asam amino.
Ruminansia (sapi, domba, dan kambing) mensintesis asam amino dari zat-zat yang
mengandung nitrogen yang lebih sederhana melalui bekerjanya mikroorganisme dalam
rumen. Mikroorganisme tersebut mengubah zat-zat mengandung nitrogen menjadi protein
dalam tubuhnya, kemudian mikroorganisme tersebut dicerna oleh si hewan. Dengan jalan
demikian ruminansia mengubah protein berkualitas tinggi yang terdapat dalam susu dan
daging. Jadai hewan ruminansia mempunyai kedudukan istimewa dalam menyd=ediakan
protein yang terbaik (susu dan daging) kepada manusia. Kuda tidak mempunyai rumen tetapi
caecum-nya membesar, dan di sini beberapa sintesis protein dikerjakan oleh mikroorganisme.
Sintesis protein oleh mikroorganisme dari zat-zat sederhana yang mengandung nitrogen
terbatas pada hewan monogastrik seperti babi, unggas, dan manusia.
Sumber: Anggorodi, 1990
Protein dalam tubuh dalam keadaan keseimbangan dinamik. Terdapat pemecahan dan
resintesis protein secara terus menerus, yaitu proses katabolisme dan anabolisme. Pada ternak
dewasa, tidak bunting dan tidak laktasi, katabolisme protein sebandiang dengan anabolisme
protein, dan ternak dalam keadaan ddemikian dikatakan dalam keseimbangan nitrogen. Ini
berarti nitrogen dalam makanan sebanding dengan nitrogen yang diekskresikan. Pada ternak
dalam keadaan keseimbangan nitrogen positif. Jika ternak kelaparan dalam periode yang
lama, nitrogen yang diekskresikan akan melebihi dari nitrogen yang diambil, dan ternak akan
menjadi dalam keadaan keseimbangan nitrogen negatif.
Asam-asam amino diperlukan untuk sintesis protein dalam sel-sel yang diambil dari pool
asam amino bebas dalam plasma darah. Pool ini ditunjang oleh asam amino yang diabsorbsi
oleh usus, asam amino berasal dari openguraian jaringan protein dan asam amino yang
disintesis di hati. Konsentrasi asam amino dalam plasma darah berkisar antara 0,45-0,60
gram per liter.
Sintesis sebuah protein merupakan suatu proses yang komplek, di mana asam amino
diikat bersama dalam suatu rangkaian khusus dan rangkaian ini menentukan sifat-sifat
biologis dari protein khusus. Sintesis protein terjadi di sel-sel sitoplasma pada permukaan
ribososm, di mana rangkaian asam aminonya disandi oleh basa-basa asam ribonukleat.
Sintesis protein pada ternak muda lebih besar dari pada ternak dewasa pada ransum yang
sama. Hal ini menunjukkan bahwa sintesis protein tidak bergantung pada protein yang
dicerna dan merupakan fungsi dari keadaan fisiologis dari ternak.
Ditulis oleh
Nama: Andini Nurfitri
NIM : D1E013199
Langkah pertama dari penguraian asam amino melibatkan pemindahan atau pengurangan
kelompok amine. Reaksi transaminasi adalah konversi satu asam amino ke asam keto yang
sesuai dan konversi ini bersifat stimultan asam keto lain menjadi asam amino. Deasam amino
adalah proses di mana kelompok amine diputar dengan konsekuensi melepaskan amoniak.
Residu nitrogen bebas dari asam amino deaminasi dioksida menjadi karbon dioksida dan air
pada siklus asam sitrat. Sebagian energi yang dibebaskan disimpan dalam ikatan fospat kaya
energi.
Banyak amoniak terbentuk oleh deaminasi asam amino diubah menjadi urea yang
diekskresikan dalam urine. Senyawa dasar membutuhkan untuk sintesis urea adalah 2
molekul amoniak dan1 molekul karbon dioksida.
Pada ternak rumninasia, protein ransum didegradasi di rumen dan tingkat degradasinya
bergantung pada sumber protein. Peptida-peptida yang terbentuk akan dihidrolisis menjadi
asam amino, kemudian asam-asam amino dengan cepat dideaminasi. Kadar dari aktivitas
proteolitik dalam rumen meningkat sejalan dengan kandungan protein dalam ransum, tetapi
aktivitas deaminasi selalu tinggi. Jadi konsentrasi peptida-peptida dan asam-asam amino
dalam cairan rumen selalu rendah.
Amoniak yang terbentuk melalui deaminasi asam amino dapat diabsorbsi melalui dinding
rumen masuk ke dalam aliran darah portal, lewat ke retikulorumen dengan lewatnya makan
tercerna ke omasum atau diinkoporasikan ke dalam protein mikroba. Amoniak yang
meninggalkan rumen melalui makanan tercerna diabsorbsi ke dalam darah pro dan diangkut
ke hati. Di ahati amoniak diinkorporasikan menjadi urea, sebagian besar diekskresikan
melalui urine. Meskipun demikian, tidak semua urea yang disintesis diekskresikan, sebagian
masuk ke usus, baik difusi langsung lewat dinding usus ke dalam darah maupun disekresikan
oleh kelenjar air ludar. Urea yang berdifusi ke dalam alat pencernaan sekitar 50% masuk ke
dalam rumen dan 50% masuk ke usus halus dan usus besar.
Urea yang masuk ke dalam rumen baik dari sumber endogen maupun dari ransum
dihidrolisis dengan cepat menjadi karbon dioksida dan amoniak. Amoniak ini merupakan
sumber nitrogen tersedia untuk digunakan oleh mikroba untuk pertumbuhannya. Proses ini
dikenal sebagai siklus urea dalam rumen.
Sumber: Sonjaya, 2013
METABOLISME PROTEIN UNTUK TELUR
Daerah magnum panjangnya kurang lebih 37,5 cm dan waktu yang dibutuhkan kuning
telur untuk bergerak di daerah magnum adalah 3 jam. Di sinilah putih telur yang terdiri dari
kurang lebih 55% albumin dan praktis semua protein dalam albumen, disekresi. Kualitas
putih telur sebagian besar tergantung daripada jumlah ovomusin yang disekresi oleh
magnum.
Faktor makanan terpenting yang diketahui mempengaruhi besar telur adalah protein
dan asam amino yang cukup dalam ransum dan asam linoleat.
Ditulis oleh
Nama: Andini Nurfitri
NIM : D1E013199
Karena kurang lebih 50% dari bahan kering telur adalah protein maka penyediaan
asam-asam amino untuk sintesis protein bersifat kritis terhadap produksi telur. Bila
persediaan satu atau lebih asam amino rendah, maka protein telur dan komposis asam
aminonya belum terpengaruhi. Padada defisiensi yang ringan, kualitas protein yang disintesis
akan menurun dan pada defisiensi yang parah, sintesis protein telur dapat berhenti.

Anda mungkin juga menyukai