Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PEMICU 2

BLOK 4
IBU FATIMAH GIGINYA BENGKAK




DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014


Anggota:
Ketua : Jeevitha Dewi A/P Selladurai(130600170)
Sekretaris: Ludwika Patricia (130600168)

Reevanesh A/L Poravi(130600161)
Desmund Roy A/L Javer (130600162)
Low Pey Shem (130600163)
Dhevanraj A/L Segar (130600164)
Daashinta A/P Rajaduray(130600165)
Wisnu Abdillah(130600166)
Naufa Amelia (130600167)
Fazlinah Binti Abdul Aziz(130600177)
Archana Devi (130600173)
Melodie Andrea (130600171)
Raviarasan (130600172)
Lim Shuen Yang Shannen(130600174)
Emmenuelle Clarisa (130600175)
Ridha Ramadhani(130600176)
Ughasini A/P Gunasekaran(130600178)
Emily Joyce Lopez (130600179)
Tasya Estu Hidayana(130600180)
Luthfiyah Triwahyuni(130600181)
Lady Helene Patricia (130600182)
Raudhatul Husna(130600183)
Mega Silvia (130600185)
Puteri Syafura Mayasari(130600184)
Nur Afni Meylani(130600185)
Melvinda (130600186)
Yemima Helena Laura (130600187)
Narwastu (130600190)
Renuga A/P Gunasekaran(130600169)
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan YME karena atas berkat dan
limpahan karunia-Nya lah maka penulis dapat menyelesaikan sebuah laporan dengan tepat
waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah laporan yang berisi rangkuman diskusi
pemicu 1, yang menurut penulis dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman jika isi laporan ini ada kekurangan dan ada tulisan penulis yang menyinggung
pembaca. Dengan ini saya mempersembahkan laporan ini dengan penuh rasa terima kasih
dan semoga Tuhan YME memberkahi laporan ini sehingga dapat memberikan manfaat.





Medan, 9 Januari 2013














BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seni kedokteran adalah penerapan gabungan ilmu kedokteran, intuisi dan keputusan medis
untuk menghasilkan diagnosis yang tepat. Dokter perlu memberikan penjelasan tentang
penyakit pasien, rencana perawatan, dan proses pengobatannya.Dalam menjalankan tugas
profesinya, seorang dokter akan selalu terkait dengan bioetika maupun etika kedokteran, yang
kemudian akan diatur dalam kode etik kedokteran. Namun kini, tidak sedikit dokter yang
melanggar bioetika atau etikanya sebagai seorang dokter dalam menghadapi pasien, sehingga
menyebabkan hal tersebut menjadi sorotan masyarakat dan menimbulkan persepsi dikalangan
masyarakat bahwa semua dokter dapat melakukannya.Seorang tenaga medis seharusnya
memberikan pelayanan yang dinilai oleh masyarakat sebagai sesuatu yang sangat berguna,
mengabdi kepada kepentingan umum dan diharapkan memperoleh kepuasan dari pengamalan
ilmu kepada pasien, serta tidak menganggap uang sebagai pemuas utama pekerjaannya.
Untuk memperkecil risiko adanya malapraktik, dibuat beberapa ketentuan dan aturan yang
perlu dipatuhi sebagai seseorang yang berprofesi di bidang pelayanan kesehatan yaitu etika
kedokteran. Aspek etik kedokteran mencantumkan juga kewajiban yang memenuhi standar
profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat
dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya.
Berdasarkan hal-hal di atas, terdapat beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam
melakukan tindakan dalam kedokteran, yang biasanya disebut dengan prinsip-prinsip bioetika
kedokteran.






B. Skenario

Nama Pemicu: Ibu Fatimah Giginya Bengkak
Tanggal: 9 Januari 2013

Seorang penderita wanita bernama Fatimah, usia 40 tahun dating ke praktik dokter
gigi dengan keluhan gigi belakang bawah kanan sakit dan bengkak terutama kalau sedang
mengunyah sudah 5 hari. Hasil pemeriksaan klinis :
Adanya abses pada gingiva region gigi 16 dan abses berfluktuasi.
Gigi 16 terdapat poket periodontal 6mm
Gigi 16 tidak ada lubang, hanya goyang derajat 2
Banyak karang gigi pada regio 15,16 dan 17
Kemudian dokter gigi tersebut memberikan obat antibiotik Azitromisin 4x500 mg dan
analgetik Natrium diklofenak 3x1 selama 7 hari.

Learning Issue :
- Prinsip-prinsip bioetika/ kaidah dasar bioetika :
a. Unsur-unsur prinsip bioetika/kaidah dasar bioetika: beneficence, non maleficence,
autonomy, justice
b. Unsur turunan dari prinsip utama bioetika : veracity, fidelity,
privacy/confidentially, honesty
- UU Kesehatan no.23 Tahun 1992
- UU no.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran









BAB II
PEMBAHASAN

1. Apakah tindakan dokter gigi tersebut sudah benar dan berikan alasan
saudara!
Tindakan dokter gigi belum tepat, karena dokter gigi langsung memberikan obat kepada
pasien tanpa memberi tindakan terhadap abses dan karang gigi. Obat yang diberikan dokter
gigi tidak dapat bereaksi dengan cepat apabila abses belum disembuhkan.

Tindakan yang seharusnya dilakukan oleh dokter gigi adalah:
1. Abses disembuhkan dengan melakukan drainase yaitu dengan cara menginsisi bagian
yang fluktuatif pada gusi. Ini penting, karena pada gigi berabses, obat tidak dapat
bereaksi dengan cepat.
2. Membersihkan karang gigi pada regio 15,16 dan 17.
3. Memberikan obat kepada pasien.
4. Memberitahukan kepada pasien untuk
kontrol kembali ke dokter gigi untuk
melihat kondisi gigi

2. Bagaimana tindakan dokter gigi tersebut berdasarkan prinsip etika
kedokteran?
Beneficence:
Tindakan dokter gigi belum tepat, karena dokter tidak memberikan obat yang cocok
kepada pasien. Pengobatan yang diberikan dokter gigi juga tidak maksimal, karena hanya
mengurangi rasa sakit pada pasien saja dan tidak memberikan penyembuhan.
Non-maleficence:
Tindakan dokter gigi belum tepat karena dokter tidak memberikan pengobatan yang
efektif bagi pasien. Pengobatan yang dilakukan dokter gigi hanya untuk menghilangkan rasa
sakit saja. Dokter gigi juga tidak melakukan perawatan pada gigi yang berabses.
Justice:
Tindakan dokter gigi tersebut belum tepat karena dokter gigi saat memberi obat tidak
mempertimbangkan penyembuhan yang akan didapatkan oleh pasien.
Autonomy:
Tindakan dokter gigi tidak tepat karena:
- Dokter gigi tidak melakukan informed consent dengan cara mendapatkan
persetujuan dari pasien tersebut, setelah pasien diberi informasi dan memahaminya.
- Dokter gigi tidak memberitahu kelebihan dan kekurangan dari obat yang
diberikannya.
- Dokter gigi tidak menjelaskan perubahan yang terjadi setelah pemberian obat/efek
samping.

3. Bagaimana menurut pendapat anda tentang dokter gigi tersebut yang
memberikan resep obat antibiotik dan analgetik?
Antibiotik berfungsi untuk menekan, menghambat dan menghentikan perkembangan bakteri
atau mikroorganisme. Abses yang ada pada pasien terjadi karena adanya infeksi bakteri
sehingga pemberian antibiotik sudah tepat.
Analgetik berfungsi untuk mengurangi dan menghilankan rasa nyeri tanpa menghilangkan
kesadaran. Pemberian analgetik kepada pasien sudah tepat jika hanya diminum saat pasien
mengalami sakit gigi.
Dokter gigi boleh memberikan resep obat antibiotik dan analgetik setelah melakukan
perawatan terhadap gigi pasien yaitu pada abses dan membersihkan karang gigi.



4. Bagaimana menurut saudara tentang jenis dan dosis antibiotik dan
analgetik yang diberikan oleh dokter gigi pada kasus tersebut?
Antibiotik Azitromisin 4x500mg
Sebaiknya dosis yang diberikan dokter gigi semakin hari semakin menurun. Misalnya,
menurunkan dosis. Pada hari pertama, pasien meminum antibiotik 500mg, kemudian pada
hari kedua, 250 mg. Obat ini dikonsumsi selama 3 hari saja, jika overdosis, dapat
menyebabkan efek samping seperti vertigo, kejang, gangguan pendengaran, dll.
Analgetik Natrium diklofenak 3x1 selama 7 hari.
Sebaiknya analgetik digunakan saat pasien mengalami sakit gigi saja.


PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam laporan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan materi
laporan ini.

Penulis banyak berharap para pembaca berkenan memberikan kritik dan saran yang
membangun demi sempurnanya laporan ini dan penulisan laporan di kesempatan-kesempatan
berikutnya. Kami berharap laporan ini berguna bagi penulis dan juga para pembaca yang
budiman.