Anda di halaman 1dari 4

Kromatografi kolom

Pemisahan secara kromatografi dilakukan dengan cara mengotak-atik langsung beberapa


rapa sifat fisiknyasifat fisika umum dari molekuli molekul. Sifat utama yang terlibat langsung ialah:
(1) kecendrungan molekul untuk melekat . Sifat utama yang terlibat langsung ialah: (1)
kecendrungan molekul untuk melekat pada permukaan serbuk halus (adsorpsi penyerapan), (2)
kecendrungan molekul untuk melarut dalam cairan (klerutan), dan (3) kecendrungan molekul untuk
menguap atau berubah ke keadaan uap (keatisirian). Pada sistem kromatografi, campuran yang akan
dipisahkan ditempatkan dalam keadaan demikian rupa sehingga kaomponen-komponennya harus
menunjukkan dua dari ketiga sifat tersebut (Gritter,1991:1).
Dalam semua teknik kromatografi, zat-zat terlarut yang dipisahkan bermigrasi sepanjang
kolom (atau, seperti dalam kromatografi kertas atau lapis tipis, ekivalen fisik kolom), dan tentu saja
dasar pemisaha terletak dalam laju perpindahan yang berbeda untuk larutan yang berbeda. Kita
boleh menganggap laju perpindahan sebuah zat terlarut sebagia hasil dari dua faktor, yang satu
cendrung menggerakkan zat terlarut itu dan yang lain menahannya. Dalam proses asli tswett,
kecendrungan zat-zat terlarut untuk menyerap pada fasa padat menahan pergerakan mereka,
sementara kelarutannya dalam fasa cair bergerak cendrung menggerakkan mereka. Perbedaan yang
kecil antara dua zat terlarut dalam kekuatan adsorpsi dan dalam inetraksinya dengan pelarut yang
bergerak menajdi dasar pemisahan bila molekul-molekul zat terlarut itu berulang kali menyebar di
antara dua fasa itu ke seluruh panjang kolom (Underwood, 2002:487).
Dalam kromatografi partisi cair-cair, suatu pemisahan dipengaruhi oleh distribusi
sampel antara fase cair diam dan fase cair bergerak dengan membatasi kemampuan
pencampuran. Jika suatu zat terlarut dikocok dalam sistem dua pelarut yang tidak bercampur
atau saling melarutkan maka zat terlarut akan terdistribusi di antara kedua fase (Khopkar,
2008, hal: 155).
Kromatografi kolom adalah kromatografi yang menggunakan kolom sebagai alat
untuk memisahkan komponen-komponen dalam campuran. Alat tersebut berupa pipa gelas
yang dilengkapi suatu kran dibagian bawah kolom untuk mengendalikan aliran zat cair,
ukuran kolom tergantung dari banyaknya zat yang akan dipindahkan. Secara umum
perbandingan panjang dan diameter kolom sekitar 8:1 sedangkan daya penyerapnya adlah 25-
30 kali berat bahan yang akan dipisahkan. Teknik banyak digunakan dalam pemisahan
senyawa-senyawa organic dan konstituen-konstituen yang sukar menguap sedangkan untuk
pemisahan jenis logan-logam atau senyawa anorganik jarang dipakai (Yazid, 2005, hal: 98).
Kromatografi kolom klasik merupakan yang tetua dari cara kromatografi yang banyak
itu dan seperti yang dipraktekkan secara tradisional merupakan bentuk kromatografi cair.
Fase diam, baik bahan yang jerap (kcp) atau film zat cair pada penyangga (kcc), ditempatkan
di dalam tabung kaca berbentuk silinder, pada bagian bawah tertutup dengan ketup atau
keran, dan fase gerak dibiarkan mengalir ke bawah melaluinya karena gaya berat (Gritter,
1991:9),
Berbagai ukuran kolom dapat digunakan, dimana hal utama yang dipertimbangkan
adalah kapasitas yang mamadai untuk menerima sampel-sampel tanpa melamapaui fasa
diamnya. Merupakan aturan praktis yang umum bahwa panjang kolom harus sekurang-
kurangnya sepuluh kali ukuran diameternya. Bahan pengemasnya, suatu adsorsben seperti
alumina atau mungkin suatu resin pertukaran ion, dimasukkan dalam bentuk suspense ke
dalam porsi fasa bergerak dan dibiarkan diam di dalam hamparan basah dengan sedikit cairan
tetap berada di atas permukaannya. Keran dibuka, dan permukaan cairan dibiarkan turun
sampai mencapai puncak permukaan hamparan kemudian porsi kecil dari larutan sampel
dipipet dengan hati-hati ke atas puncak permukaan hamparan. Larutan efluen keluaran
dikumpulkan dalam sederatan fraksi volume yang tidak merepotkan. Larutan tersebut dapat
menetes jatuh ke dalam sebuah gelas beker atau tabung uji tiap kali telah terkumpul sejumlah
volume tertentu (Underwood, 2002:547).
Dalam proses kromatografi selalu terdapat salah satu kecenderungan molekul-molekul
komponen untuk melarut dalam cairan, melekat pada permukaan padatan halus, bereaksi
secara kimia dan terekslusi pada pori-pori fasa diam. Komponen yang dipisahkan harus larut
dalam fasa gerak dan harus mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan fasa diam
dengan cara melarut di dalamnya, teradsorpsi atau bereaksi secara kimia. Pemisahan terjadi
berdasarkan perbedaan migrasi zat-zat yang menyusun suatu sampel. Hasil pemisahan dapat
digunakan untuk keperluan analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan pemurnian suatu
senyawa. Dalam beberapa hal metode pemisahan kromatografi mempunyai kemiripan dengan
metode pemisahan ekstraksi. Kedua metode ini sama-sama menggunakan dua fasa, dimana
fasa satu bergerak terhadap fasa lainnya, kesetimbangan solut selalu terjadi di antara kedua
fasa ( Alimin dkk, 2007, hal: 74-75).
Pemisahan kromatografi kolom adsorpsi didasarkan pada adsorpsi komponen-
komponen campuran dengan afinitas berbeda-beda terhadap permukaan fase diam.
Kromatografi kolom terabsorpsi termasuk pada cara pemisahan cair padat, substrat padat
bertindak sebagai fasa diam yang sifafnya tidak larut dalam fasa cair, fasa bergeraknya adalah
cairan atau pelarut yang mengalir membawa komponen campuran sepanjang kolom.
Pemisahan bergantung pada kesetimbangan yang terbentuk pada bidang antar muka diantara
butiran-butiran adsorben dan fase bergerak serta kelarutan relatif komponen pada fasa
bergeraknya. Antara molekul-molekul komponen dan pelarut terjadi kompetisi untuk
teradsorpsi pada permukaan adsorben sehingga menimbulkan proses dinamis. Keduanya
secara bergantian tertahan beberapa saat di permukaan adsorben dan masuk kembali pada
fasa bergerak (Yazid, 2005, hal: 100).
Pada saat teradsorpsi komponen dipaksa untuk berpindah oleh aliran fasa bergerak
yang ditambahkan secara kontinu, akibatnya hanya komponen yang mempunyai afinitas lebih
besar terhadap adsorben akan secara selektif tertahan. Komponen afinitas paling kecil akan
bergerak lebih cepat mengikuti aliran pelarut. Pada kromatografi adsorpsi, besarnya koefisien
distribusi sama dengan konsentrasi zat terlarut pada fasa teradsorpsi dibagi konsentrasinya
pada fasa larutan. Ketergantungan jumlah zat terlarut yang teradsorpsi terhadap konsentrasi
zat terlarut dalam larutan dinyatakan dengan isoterm adsorpsi Langmuir (Yazid, 2005, hal:
100).
Metode pemisahan kromatografi kolom ini memerlukan bahan kimia yang cukup
banyak sebagai fasa diam dan fasa bergerak bergantung pada ukuran kolom gelas. Untuk
melakukan pemisahan campuran dengan metode kromatografi kolom diperlukan waktu
yangcukup lama, bias berjam-jam hanya untuk memisahkan satu campuran. Selain itu, hasil
pemisahan kurang jelas artinya kadang-kadang sukar mendapatkan pemisahan secara
sempurna karena pita komponen yang satu bertumpang tindih dengan komponen lainnya.
Masalah waktu yang lama disebabkan laju alir fasa gerak hanya dipengaruhi oleh gaya
gravitasi bumi, ukuran diameter partikel yang cukup besar membuat luas permukaan fasa
diam relative kecil sehingga tempat untuk berinteraksi antara komponen-komponen dengan
fasa diam menjadi terbatas. Apabila ukuran diameter partikel diperkecil supaya luas
permukaan fasa diam bertambah menyebabkan semakin lambatnya aliran fasa gerak atau fasa
gerak tidak mengalir sama sekali. Selain itu fasa diam yang sudah terpakai tidak dapat
digunakan lagi untuk pemisahan campuran yang lain karena sukar meregenerasi fasa diam
(Hendayana, 2006, hal: 2-3).
Untuk memisahkan campuran, kolom yang telah dipilih sesuai campuran diisi dengan
bahan penyerap seperti alumina dalam keadaan kering atau dibuat seperti bubur dengan
pelarut. Pengisian dilakukan dengan bantuan batang pengaduk untuk memanfaatkan adsorben
dan gelas wool pada dasar kolom. Pengisian harus dilakukan secara hat-hati dan sepadat
mungkin agar rata sehingga terhindar dari gelembung-gelembung udara, untuk membantu
homogenitas biasanya kolom setelah diisi divibrasi diketok-ketok. Sejumlah cuplikan yang
dilarutkan dalam sedikit pelarut, dituangkan melalui sebelah atas kolom dan dibiarkan
mengalir ke dalam adsorben. Komponen-komponen dalam campuran diadsorpsi dari larutan
secara kuantitatif oleh bahan penyerap berupa pita sempit pada permukaan atas kolom.
Dengan penambahan pelarut secara terus-menerus, masing-masing komponen akan bergerak
turun melalui kolom dan pada bagian atas kolom akan terjadi kesetimbangan baru antara
bahan penyerap, komponen campuran dan eluen. Kesetimbangan dikatakan tetap apabila
suatu komponen yang satu dengan yang lainnya bergerak ke bagian bawah kolom dengan
waktu atau kecepatan berbeda-beda sehingga terjadi pemisahan (Yazid, 2005, hal: 200-2001).
Menurut Alimin (2007, hal: 75) keuntungan pemisahan dengan metode kromatografi adalah
a. Dapat digunakan untuk sampel atau konstituen yang sangat kecil.
b. Cukup selektif terutama untuk senyawa-senyawa organik multi komponen.
c. Proses pemisahan dalam dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
d. Seringkali murah dan sederhana karena umumnya tidak memerlukan alat yang mahal
dan rumit.


Gritter, Roy J, dkk. 1991. Pengantar Kromatografi Edisi Kedua. Bandung : ITB
JR, Ray,Day dan Underwood. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga
Khopkar, S.M. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Erlangga, 2008
Yazid, Estien. Kimia Fisika Paramedis. Yogyakarta: Andi, 2005
Hendayana, Sumar. Kimia Pemisahan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006
Alimin, dkk. Kimia Analitik. Makassar: Alauddin Press, 2007