Anda di halaman 1dari 39

WRAP UP

AIR KENCING KEMERAHAN


Kelompok A-4
Ketua : Dita Evita Hera!itri "##$%$#%$&'(
)ekertari : Dima A*ri+o,o W- "##$%$#%$&.(
A/e,0 D1i Retia,tie "##$%$#%$#2(
Ak3ar Palmaea4a "##$%$#%$#4(
Ali! Caear Ri45i P "##$%$#%$#6(
Ali!a Umami "##$%$#%$#&(
Dila Putri Kriti+a,ti "##$%$#%$&&(
Dio Arie! Pratama "##$%$#%$&7(
De1i Praet+a1ati "##$%$##$.#(
Dia, Putri 8u,0u "##$%$##$.2(
9akulta Ke*oktera, U,iverita :ari
%$#4;%$#6
Air Ke,<i,0 Kemera=a,
Seorang anak laki-laki, usia 8 tahun, dibawa ibunya ke dokter karena air kencingnya
berwarna kemerahan. Riwayat trauma sebelumnya disangkal. Penderita mengalami radang
tenggorokan 2 minggu yang lalu, sudah berobat ke dokter dan dinyatakan sembuh. Pada
pemeriksaan didapatkan bengkak pada kelopak mata dan didapatkan tekana darah 13!"
mm#g. Pemeriksaan urinalisis didapatkan proteinuria dan hematuria.
Kata )ulit
$rinalisis % Pengu&ian sampel urin yang dapat mengungkapkan masalah
sistem kemih dan sistem tubuh lain
Proteinuria % 'danya protein di dalam urin ()1* mg!hari+
#ematuria % ,erdapat eritrosit berlebih di dalam urin ()2 !-P.+
Perta,+aa,
1. /engapa urinnya bisa berwarna kemerahan0
2. 'pa hubungannya bengkak pada kelopak mata dengan urin yang berdarah0
3. 'pa hubungannya radang tenggorokan dengan kasus ini0
1. /engapa tekanan darahnya tinggi pada kasus ini0
*. .aa tekanan darah megaimana kriteria di katakana hematuria
2. 'pa pemeriksaan selain urinalisis pada kasus ini0
3. 'pakah ada kemungkinan ter&adi anemia pada kasus ini0
8. /engapa dapat ter&adi hematuria dan proteinuria0
". 'pakah ada hubungan usia dan &enis kelamin pada kasus ini0
>a1a3a,
1. 4arena terdapat eritrosit yang ) 2 !-P. pada urin sehingga urin berwarna kemerahan
2. #ubungannya karena sitokin (mediator in5lamasi+ yang mengalir di 6askularisasi
sehingga menyebabkan permeabilitas kapiler meningkat dan ter&adi edema
3. .iasanya radang tenggorokan disebabkan karena streptococcus yang dapat
menghasilkan neuromidase dan streptokinase yang berdampak pada kerusakan gin&al
(glomerulus+
1. 4arena gin&al menghasilkan renin untuk mengatur tekanan darah dan tubuh
melakukan kompensasi terhadap penurunan la&u 5iltrasi glomerulus sehingga tekanan
darah meningkat
*. .ila ditemukan eritrosit ) 2 ! -P.
2. ,es darah, 7, scan , $S8 , dan biopsi gin&al
3. 'da, karena banyak eritrosit pada urin dan dapat ter&adi de5isiensi #ormon
9ritropoetin yang menyebabkan peurunan pembentukan eritrosit sehingga ter&adi
anemia
8. 4erusakan glomerulus menyebabkan molekul yang berukuran besai dapat lolos dari
5iltrasi
". 'da, anak (system imun yang masih rendah+ dan laki-laki (akti5itas yang
menyebabkan lebih sering terpa&an bakteri+
Hipotei
:n5eksi yang disebabkan oleh streptococcus pada anak laki-laki ;) 4omplek antigen-antibodi
pada glomerulus ;) kerusakan glomerulus ;) <iltrasi terganggu ;) Pada Pemeriksaan <isik
didapatkan % tek darah yang meningkat,edema kelopak mata ;) Pada Pemeriksaan Penun&ang
(urinalisis+ didapatkan % hematuria dan proteinuria ;) dapat dilakukan pemeriksaan penun&ang
tambahan selain urinalisis (7, scan, $S8, biopsy gin&ang, tes darah+ ;) =iagnosis %
8lomerulone5ritis akut karena onset penyakit setelah in5eksi di antara 1-2 minggu ;) komplikasi
% anemia, dll
:n5eksi yang disebabkan oleh streptococcus pada anak laki-laki dapat menyebabkan
komplek antigen-antibodi dan menumpuk pada glomerulus yang menyebabkan kerusakan
glomerulus serta 5ungsinya sebagai 5iltrasi. 'kan ditemukan tekanan darah tinggi, edema kelopak
mata pada pemeriksaan 5isik dan hematuria, proteinuria pada urinalisis. Sehingga, dapat di
diagnosis pasien tersebut glomerulune5ritis akun karena onset penyakit setelah in5eksinya di
antara 1-2 minggu.
)aara, 8ela/ar
-: 1. /emahami dan /en&elaskan 'natomia gin&al
->.1.1. /emahami dan /en&elaskan /akro

1. Ginjal

8in&al merupakan sepasang organ berbentuk seperti kacang
buncis, berwarna coklat agak kemerahan, yang terletak di
kedua sisi kolumna 6ertebra posterior terhadap peritoneum
dan terletak pada otot punggung bagian dalam. 8in&al
terbentang dari 6ertebra torakalis keduabelas sampai
6ertebra lumbalis ketiga. =alam kondisi normal, gin&al kiri
lebih tinggi 1,* sampai 2 cm dari gin&al kanan karena posisi
anatomi hati. .atas atas gin&al kiri setinggi iga ke-11 dan
gin&al kanan setinggi iga ke-12 dan batas bawah gin&al kiri
setinggi 6ertebrata lumbalis ke-3. .erat gin&al pada pria
dewasa 1*-13 gram dan wanita dewasa 11* - 1** gram.
Sebuah kelen&ar adrenal terletak di kutub superior setiap gin&al, tetapi tidak berhubungan secara
langsung dengan proses eliminasi urin.
8in&al dibungkus oleh &aringan 5ibrus tipis dan mengkilat yang disebut kapsula 5ibrosa (true
kapsul+ gin&al dan di luar terdapat &aringan lemak parirenal. =isebelah cranial gin&al terdapat
kelen&ar anak gin&al atau glandula adrenal!suprarenal yang berwarna kuning. 4elen&ar adrenal
bersama-sama gin&al dan &aringan lemak parirenal dibungkus oleh 5asia gerota. <asia ini
ber5ungsi sebagai barier yang menghambat meluasnya perdarahan dari parenkim gin&al serta
mencegah ekstra 6asasi urine pada saat ter&adinya trauma gin&al. Selain itu 5asia gerota ber5ungsi
sebagai barier dalam menghambat penyebaran in5eksi atau menghambat metastase tumor gin&al
ke organ di sekitarnya.
?ika gin&al di bagi dua dari atas kebawah, dua daerah utama yang dapat digambarkan yaitu
korteks dibagian luar dan medula dibagian dalam. /edula gin&al terbagi men&adi beberapa masa
&aringan berbentuk kerucut yang disebut piramida gin&al.
Perbatasan pel6is sebelah luar terbagi men&adi kantong dengan
u&ung terbuka yang disebut kalises mayor, yamg meluas kebawah
dan terbagi men&adi kalise minor, yang mengumpulkan urin dari
tubulus setiap papila. =alam setiap pyramid gin&al terdapat ber&uta-
&uta ne5ron. @e5ron merupakan satuan 5ungsional gin&al
mengandung kira-kira 1,3 &uta ne5ron dan tiap ne5ron dapat
membentuk urina sendiri. Selama 21 &am dapat menyaring 13 liter
darah.
Pada dasarnya nefron terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:
a. 8lomerulus
.agian ini yang mengandung anyaman
kapiler yang terletak di dalam kapsul
bowman dan menerima darah dari
arteriola a5eren dan meneruskan darah ke
system 6ena melalui arteriol a5eren.
b. ,ubulus
<iltrasi glomerulus yang memasuki
tubulus ne5ron mengalir melalui %
#( ?u3ulu prokimal
,ubulus kontortus proksimal ber&alan
berkelok-kelok dan berakhir sebagai
saluran yang lurus di medula gin&al (pars desendens 'nsa #enle. ,ubulus ini terletak di korteks
gin&al. <ungsi tubulus kontortus proksimal adalah mengurangi isi 5iltrat glomerulus 8-8* persen
dengan cara reabsorpsi 6ia transport dan pompa natrium. 8lukosa, asam amino dan protein
seperti bikarbonat, akan direasorpsi.
%( A,a =e,le
.entuknya lurus dan tebal diteruskan ke segmen tipis selan&utnya ke segmen tebal, pan&angnya
12 mm, total pan&angnya ansa henle 2-11 mm. 4lorida secara akti5 diserap kembali pada cabang
asendens gelung #enle dan natrium bergerak secara pasi5 untuk mempertahankan kenetralan
listrik.
Sekitar 2*A natrium yang di5iltrasi diserap kambali karena darah ne5ron termeable terhadap air.
Reabsorbsi klorida dan natrium di pars esendens penting untuk pemekatan urine karena
membantu mempertahankan integritas gradiens konsentrasi medulla. 4alium ter5iltrasi 2-2*A
diabsorpsi pada pars esendens lengkung #enle. Proses pasi5 ter&adi karena gradient elektrokimia
yang timbul sebagai akibat dari reabsorpsi akti5 klorida pada segmen ne5ron ini.
2( ?u3ulu *itali
.agian ini adalah bagian tubulus gin&al yang
berkelok-kelok dan letak &auh dari kapsula
.owman, pan&angnya * mm. /asing-masing
duktus koligens ber&alan melalui korteks dan
medulla gin&al bersatu membentuk suatu
duktus yang ber&alan lurus dan bermuara
pada duktus belini, seterusnya menu&u kaliks
minor, ke kaliks mayor, dan akhirnya
mengosongkan isinya ke dalam pel6is
renalis pada apeks masing-masing pyramid
medulla gin&al. @e5ron yang berasal dari
glomerulus korteks mempunyai 'nsa #enle
yang meman&ang ke dalam pyramid medulla.
4( Duktu koli0e,te@ ke*alam pelvi
0i,/al-
Saluran yang secara metabolic tidak akti5.
Pengaturan secara halus dari ekskresi natrium urine ter&adi disini dengan aldosteron yang paling
berperan terhadap reabsorbsi natrium. =uktus ini memiliki kemampuan mereabsorbsi dan
menyekresi kalium. 9kskresi akti5 kalium dilakukan pada duktus koligen kortikal dan
dikendalikan oleh aldosteron. Reabsorbsi akti5 kalium murni ter&adi dalam duktus kolige
medulla.
Sepan&ang per&alanan ini Bat di
reabsorbsi dan di sekresi secara
selekti5 oleh epitel tubulus, dan
cairan yang dihasilkan memasuki
pel6is gin&al sebagai urine.
Reabsorbsi memegang peranan lebih
penting daripada sekresi
pembentukan urin. ,etapi sekresi
sangat penting dalam menentukan
ion kalium, hydrogen dan beberapa
Bat lain di dalam urine. 8in&al
memiliki persara5an simpatis dan parasimpatis. $ntuk persara5an simpatis gin&al melalui segmen
,1--1 atau -2, melalui n.splanchnicus ma&or, n.splanchnicus imus dan n.lumbalis. Sara5 ini
berperan untuk 6asomotorik dan a5eren 6iseral. Sedangkan persara5an simpatis melalui n.6agus
2. Ureter
$reter merupakan struktur tubular yang memiliki pan&ang 2* - 3 cm dan berdiameter 1,2* cm
pada orang dewas. =inding ureter dibentuk dari tiga lapisan &aringan. -apisan bagian dalam
merupakan membran mukosa yang berlan&ut sampai lapisan pel6is renalis dan kandung kemih.
-apisan tengah terdiri dari serabut otot polos yang menstranpor urin melalui ureter dengan
gerakan peristaltis yang distimulasi oleh distensi urin di kandung kemih. -apisan luar ureter
adalah &aringan penyambung 5ibrosa yang menyongkong ureter.
Pars abdominalis ureter
Caitu yang berada dari pel6is renalis sampai menyilang 6asa iliaka. Dasa spermatika dan o6arika
interna menyilang ureter secara obliEue. $reter akan mencapai ka6um pel6is dan menyilang
arteri iliaka eksterna.
Pars pelvis ureter
Caitu mulai dari persilangan dengan 6asa iliaka sampai masuk ke buli-buli. Pars pel6is ureter
ber&alan pada bagian dinding lateral dari ka6umpel6is sepan&ang tepi enterior dari insisura
iskiadika mayor dan tertutup oleh peritoneum. $reter dapat ditemukan di depan arteri
hipogastrika bagian dalam ner6us obturatoris arteri 5asialis anterior dan arteri hemoroidalis
media. Pada bagian bawah insisura askhiadika mayor urewter agak miring ke bagian medial
untuk mencapai sudut lateral dari kandung kemih.
Di samping itu ureter secara radiologis dibagi 3 bagian yaitu :
$reter 1!3 Proksimal mulai dari pel6is renalis sampai batas atas sacrum.
$reter 1!3 medial mulai dari batas sacrum sampai pada batas atas bawah sacrum sampai
masuk ke buli-buli.
Lapisan Ureter ;
=inding luar &aringan ikat (&aringan 5ibrosa+
-apisan tengah (otot polos+
-apisan sebelah dalam (lapisan mukosa+
$reter diperdarahi oleh cabang dari a.renalis, aorta abdominalis, a.iliaca communis,
a.testicularis!o6arica serta a.6esicalis in5erior. Sedangkan persara5an ureter melalui segmen ,1-
-1 atau -2 melalui pleksus renalis, pleksus aorticus, serta pleksus hipogastricus superior dan
in5erior.
3. Kandung Kemih
Desica urinaria, sering &uga disebut kandung kemih atau buli-buli, merupakan tempat untuk
menampung urine yang berasal dari gin&al melalui ureter, untuk selan&utnya diteruskan ke uretra
dan lingkungan eksternal tubuh melalui
mekanisme relaksasi sphincter. =inding
kandung kemih memiliki empat lapisan F
lapisan mukosa di dalam, sebuah lapisan
submukosa pada &aringan penyambung,
sebuah otot dan sebuah lapisan serosa di
bagian luar. -apisan otot memiliki berkas F
berkas serabut otot yang membentuk otot
detrusor, serabut sara5 parasimpatis
menstimulus otot detrusor selama proses
perkemihan. S5ingter uretra interna, yang
tersusun atas kumpulan otot yang terbentuk
seperti cincin, berada pada dasar kandung
kemih tempat s5ingter tersebut bergabung dengan uretra. S5ingter mencegah urin keluar dari
kandung kemih dan berada di bawah kontrol 6olunter ( kontrol otot yang disadari +.
Desicae urinaria diperdarahi oleh a.6esicalis superior dan in5erior. @amun pada perempuan,
a.6esicalis in5erior digantikan oleh a.6aginalis. Sedangkan persara5an pada 6esica urinaria terdiri
atas persara5an simpatis dan parasimpatis. Persara5an simpatis melalui n.splanchnicus minor,
n.splanchnicus imus, dan n.splanchnicus lumbalis -1--2. 'dapun persara5an parasimpatis
melalui n.splanchnicus pel6icus S2-S1, yang berperan sebagai sensorik dan motorik.
4. Uretra
$retra merupakan alur sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang ber5ungsi
menyalurkan urine ke luar.
'. $retra Pria
$retra pria mulai dari ori5isium uretra interna di dalam kandung kemih sampai ori5isium uretra
eksterna pada penis, pan&angnya 13,*-2 cm yang terdiri atas bagian-bagian berikut %
$retra prostatika
Saluran terlebar, pan&angnya 3 cm ber&alan hamper 6ertical melalui glandula prostat, mulai dari
basis sampai ke apeks dan lebih dekat ke permukaan anterior.
Pada dinding posterior terdapat
4rista uretralis yang berbentuk
kulit, dibentuk oleh penon&olan
membrane mukosa. Pada kiri
dan kanan 4rista uretralis
terdapat sinus prostatikus yang
ditembus oleh ori5isium duktus
prostatikus dari lobus lateralis
glandula prostat dan duktus dari
lobus medial glandula prostat
lalu bermuara di belakang 4rista
uretralis.
.agian depan 4rista uretralis
terdapat ton&olan yang disebut
kolikus seminalis. Pada
ori5isium utrikulus, prostatikus
berbentuk kantong sepan&ang 2
cm yang ber&alan ke atas dan ke
belakang lobus medial.
=indingya terdiri atas &aringan
ikat lapisan muskularis dan
membrane mukosa, beberapa glandula kecil terbuka ke permukaan dalam.
$retra pars membrane
$retra ini merupakan saluran yang paling pendek dan paling dangkal, ber&alan mengarah ke
bawah dan ke depan di antara apeks glandula prostat dan bulbus uretra. Pars membranasea
menembus dia5ragma urogenolitalis sepan&ang kurang lebih 2,* cm, di bawah belakang samping
simpisis pubis diliputi oleh &aringan s5ingter uretra membranase. =i depan saluran ini terdapat
6ena dorsalis penis yang mencapai pel6is di antara ligamentum trans6ersal pel6is dan
ligamentum arEuarta pubis.
$retra pars ka6ernosa
$retra ini mempunyai saluran terpan&ang dari uretra, terdapat di dalam korpus ka6ernosus uretra,
pan&angnya kurang lebih 1* cm mulai dari pars membranasea sampai ke ori5isium super5isialis
dari dia5ragma urogenitalis. Pada saat penis berkontraksi, pars ko6ernosus akan membelok ke
bawah dan ke depan. Pars ko6ernosus ini dangkal sesuai dengan korpus penis 2 mm dan
berdilatasi ke belakang. .agian depan berdilatasi di dalam gland penis yang akan membentuk
5ossa na5ikularis uretra.
>ri5isium uretra eksterna
.agian ini merupakan bagian erektor yang paling berkontraksi, berupa sebuah celah 6ertical.
4edua sisi ditutup oleh dua bibir kecil pan&angnya 2 mm. 8landula uretralis bermuara ke dalam
uretra dan terdiri atas dua bagian yaitu %
8landula yang terdapat di bawah tunika mukosa di dalam korpus ka6ernosus uretra
(glandula pars uretralis+.
-akuna% bagian dalam ephitelium lacuna lebih besar yang terletak di permukaan atas
disebut lacuna magna. >ri5isium dari lacuna menyebar ke depan sehingga dengan mudah
menghalangi u&ung kateter yang dilalui sepan&ang &alan.
.. $reter Ganita
,erletak dibelakang simpisis, pan&angnya kurang lebih 1 cm,
mulai dari ori5isium uretra interna sampai ke ori5isium uretra
eksterna. $retra wanita &auh lebih pendek daripada uretra pria
dan terdiri atas lapisan otot polos yang diperkuat oleh s5ingter
otot rangka. 8landula uretra bermuara ke dalam ori5isium
uretra yang hanya ber5ungsi sebagai saluran eksresi.
-apisan uretra wanita terdiri atas%
o ,unika muskularis
o -apisan spongeosa ber&alan pleksus dari 6ena-6ena
o -apisan mukosa sebelah dalam
->.1.2. /emahami dan /en&elaskan /ikro
8lomerulus
8lomerulus adalah massa kapiler yang berbelit-belit terdapat sepan&ang per&alanan arteriol,
dengan sebuah arteriol a5eren memasuki glomerulus dan sebuah arteriol e5eren meninggalkan
glomerulus. 9pitel parietal, yaitu podosit, mengelilingi sekelompok kecil kapiler dan di antara
ansa kapiler dekat arteriol a5eren dan e5eren terdapat tangkai dengan daerah bersisian dengan
lamina basal kapiler yang tidak dilapisi endotel. =alam daerah seperti itu terletak sel mesengial.
Sel mesangial ini dapat berkerut &ika dirangsang oleh angiotensin, dengan akibat berkurangnya
aliran darah dalam kapiler glomerulus. Selain itu, sel mesangial dianggap bersi5at 5agositik dan
akan bermitosis untuk proli5erasi pada beberapa penyakit gin&al. .erdekatan dengan glomerulus,
sel-sel otot polos dalam tunika media arteriol a5eren bersi5at epiteloid. :ntinya bulat dan
sitoplasmanya mengandung granula. Sel-sel ini adalah sel ?uksta-glomerular (?8+. Sel
&ukstaglomerular berespons terhadap peregangan di dinding arteriol a55eren, suatu baroreseptor.
Pada penurunan tekanan darah, sel &ukstaglomerular melepaskan enBim renin. /akula densa,
suatu bagian khusus tubulus kontortus distal yang terdapat di antara arteriol a5eren dan e5eren.
/akula densa tidak mempunyai lamina basal. /akula densa berespons pada perubahan @a7l di
5iltrat glomerular.
AGam3ar #-&-
Glomerulus: arteri
aferen !!"# sel
$u%taglomerulus
$&"# makula densa
'D"# tanda pana(
menun)ukkan
granula yang
mungkin
merupakan renin
yang di(asilkan
ole( $&. *anda
bintang merupakan
nulcei dari sel-sel
endotelial arteriole
aferen glomerulus
Apparatu >ukta Glomerulari
'pparatus &uksta glomerularis ber5ungsi mengatur sekresi renin dan terletak di polus 6ascularis.
'pparatus &uksta glomerularis terdiri dari%
Ma<ula De,a
Sel dinding tubulus distal yang berada dekat dengan
glomerulus berubah men&adi lebih tinggi dan tersusun lebih
rapat. <ungsi% atur kecepatan 5iltrasi glomerulus
)el >ukta Glomerulari
/erupakan perubahan sel otot polos tunika media dinding arteriol
a55eren men&adi sel sekretorik besar bergranula. 8ranula sel ini
berisikan rennin
)el Polkie,;Ba<i;Mea,0ial ECtra Glomerulari
a+ ,erdapat diantara makula densa, 6as a55eren dan 6as e55erent
b+ .entuk gepeng, pan&ang, banyak prosesus sitoplasma halus dengan
&alinan mesangial.
c+ .erasal dari mesenchyme, mempunyai kemampuan 5agositosis
4apsul .owman
4apsul .owman, pelebaran ne5ron yang dibatasi epitel, diin6aginasi oleh &umbai kapiler
glomerulus sampai mendapatkan bentuk seperti cangkir yang berdinding ganda. ,erdapat rongga
berupa celah yang sempit, rongga kapsula, di antara lapisan luar atau parietal (epitel selapis
gepeng+ dan lapisan dalam atau 6iseral (sel besar yaitu podosit+ yang melekat erat pada &umbai
kapiler. Podosit memiliki pedicle !5oot processes. =i anatara pedikit terdapat 5litration slit
membrane. Sel endotelial kapiler memiliki 5enstra pada sitoplasma. .erguna untuk hasil
5enestrasi.
,ubulus Proksimal
,ubulus proksimal di korteks gin&al mempunyai bagian
berkelok-kelok (pars contortus+ dan bagian yang lurus (pars
rectus+, sedangakan di medulla men&adi ansa henle segmen
tebal pars descendens. ,ubulus proksimal ber5ungsi untuk
reabsorbsi. Semua glukosa, protein, dan asam amino, hampir
semua karbohidrat dan 3*-8*A air di reabsorbsi disini.
=inding tubulus proksimal disusun oleh epitel selapis kuboid,
sitoplasma bersi5at asido5ili, batas antar sel tidak
&elas,terdapat mikro5ili yang membentuk gambaran brush
border.
,ubulus =istal
,ubulus proksimal di korteks gin&al mempunyai bagian berkelok-
kelok (pars contortus+ dan bagian yang lurus (pars rectus+,
sedangakan di medulla men&adi ansa henle segmen tebal pars
ascendens. ,ubulus kontortus distal lebih pendek dibandingkan
dengan tubulus kontortus proksimal. =inding tubulus dilapisi epitel
selapis kuboid, sitoplasma bersi5at baso5ilik, inti gelap, dan tidak
ada brush border. ,ubulus kontortus distal mengabsorpsi @a7l
dengan air, meningkatkan 6olume dan tekanan darah.
'nsa #enle
Segmen tipis. Peralihan dari pars descendens yang tebal (tubulus proHimal pars rekta+ ke segmen
tipis biasanya mendadak, berselang beberapa sel dengan perubahan epitel kuboid dan torak
rendah ke gepeng. =iameter luar segmen tipis hanya 12-1* Im, dengan diameter lumen relati5
besar, sedangkan tinggi epitel hanya 1-2 Im.
Segmen tebal. Pars descendens segmen tebal dindingnya mirip tubulus kontortus proksimal
tetapi lebih kecil. Sedangkan, pars ascendens segmen tebal mirip dengan tubulus kontortus distal.
=uktus 4oligen
=uktus koligen atau duktus eksretorius bukan
merupakan bagian dari ne5ron. Setiap tubulus
kontortus distal berhubungan dengan duktus koligens
melalui sebuah cabang sampai duktus koligen yang
pendek yang terdapat dalam berkas medularJ terdapat
beberapa cabang seperti itu. =uktus koligen ber&alan
dalam berkas medula menu&u medula. =i bagian
medula yang lebih ke tengah, beberapa duktus
koligens bersatu untuk membentuk duktus yang besar
yang bermuara ke apeks papila. Saluran ini disebut
*uktu papilari (8elli,i+ dengan diameter 1-2
Im atau lebih. /uara ke permukaan papila sangat
besar, sangat banyak dan sangat rapat, sehingga papila
tampak seperti sebuah tapisan (area <ri3roa+.
Sel-sel yang yang melapisi saluran ekskretorius ini
ber6ariasi ukurannya, mulai dari kuboid rendah di
bagian proHimal sampai silindris tinggi di duktus
papilaris utama. .atas sel teratur dengan sedikit
interdigitasi dan umumnya sel tampak pucat dengan
beberapa organel. =uktus koligen menyalurkan kemih
dari ne5ron ke pel6is ureter dengan sedikit absorpsi air
yang dipengaruhi oleh hormon anti-diuretik ('=#+.
-: 2. /emahami dan /en&elaskan <isiologis 8in&al
a- 9u,0i 9iiolo0i
8in&al memiliki 5ungsi utama pada sistem urinary. .agian lain pada sistem tersebut pada intinya
merupakan saluran dan tempat penyimpanan. <ungsi pada gin&al di antaranya %
1. /engatur komposisi ion darah, gin&al membantu mengatur tingkatan darah pada beberapa
ion, yang penting seperti ion sodium , ion potasium , ion kalsium , ion 7lorida , dan ion
phospat.
2. /engatur p# darah, gin&al mengeluarkan ion-ion hidrogen ke dalam urin dan
mengawetkan ion bikarbonat yang penting untuk energi ion hidrogen dalam darah.
'kti5iitas tersebut membantu mengatur p# darah.
3. /engatur 6olume darah, gin&al mengatur 6olume darah dengan air dalam urin,
mengangkat 6olume darah, meningkatkan tekanan darah, menurukan 6olume dan tekanan
darah.
1. /engatur tekanan darah, gin&al &uga membantu mengatur tekanan darah dengan cara
mengeluarkan enBim renin, yang mendukung &alannya akti6itas aldosteron-angiotensin-
renin. Peningkatan &umlah renin menyebabkan peningkatan tekan darah.
*. Pemeliharaan osmolaritas darah, dalam mengatur penurunan air dan larutan dalam urin,
gin&al memelihara osmolaritas darah kontan mendekati 3 mili>smol per liter
(m>sm!liter+ dengan cara terpisah.
2. /emproduksi hormon, gin&al memproduksi 2 hormon kalsitriol, yaitu hormon yang
merupakan bentuk akti5 dari Dit = yang ber5ungsi membantu mengatur homeostatis
kalsium
3. /engatur tingkat gula darah, seperti hati, gin&al dapat menggunakan asam amino
glutamin di dalam proses glukoneogenesis (sintesis molekul gula baru+. 4emudian gin&al
melepaskan glukosa ke dalam darah agar tingkat gula dalam darah tetap normal.
8. Pengeluaran Bat asing dan sampah, gin&al membantu mengeluarkan sampah (unsur yang
tidak mempunyai man5aat di dalam tubuh+ dengan membentuk urin. Kat-Bat sisa yang
dikeluarkan dalam bentuk urin diakibatkan oleh reaksi metabolisme di dalam tubuh
meliputi amonia dan urea dari deamination asam aminoJ bilirubin dari katabolisme
hemoglobinJ kreatinin dari uraian creatine phospate dalam serabut ototJ dan asam urin
dari katabolisme asam nukleat. Kat lain yang dikeluarkan melalui urin adalah Bat asing
dari diet seperti obat-obatan dan toksin lingkungan.
<ungsi dasar ne5ron adalah membersihkan atau men&ernihkan plasma darah dan substansi yang
tidak diperlukan tubuh sewaktu darah melalui gin&al. Substansi yang paling penting untuk
dibersihkan adalah hasil akhir metabolisme seperti urea, kreatinin, asam urat dan lain-lain. Selain
itu ion-ion natrium, kalium, klorida dan hidrogen yang cenderung untuk berakumulasi dalam
tubuh secara berlebihan. /ekanisme ker&a utama ne5ron dalam membersihkan substansi yang
tidak diperlukan dalam tubuh%
1. @e5ron menyaring sebagian besar plasma di dalam glomerulus yang akan menghasilkan
cairan 5iltrasi.
2. ?ika cairan 5iltrasi ini mengalir melalui tubulus, substansi yang tidak diperlukan tidak
akan direabsorpsi sedangkan substansi yang diperlukan direabsorpsi kembali ke dalam
plasma dan kapiler peritubulus.
3- Proe Pem3e,tuka, Uri,
1. Pe,+ari,0a, " Filtrasi (
<iltrasi darah ter&adi di glomerulus, dimana &aringan kapiler dengan struktur spesi5ik dibuat
untuk menahan komponen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam 6ascular sistem,
menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air. 7airan ini disebut
5iltrate glomerular. ,umpukan glomerulus tersusun dari &aringan kapiler. Pada mamalia, arteri
renal terkirim dari arteriol a55erent dan melan&ut sebagai arteriol e5eren yang meninggalkan
glomerulus. ,umpukan glomerulus dibungkus didalam lapisan sel epithelium yang disebut
kapsula bowman. 'rea antara glomerulus dan kapsula bowman disebut bowman space dan
merupakan bagian yang mengumpulkan 5iltrate glomerular, yang menyalurkan ke segmen
pertama dari tubulus proksimal.
=inding kapiler glomerular membuat rintangan untuk pergerakan air dan solute menyebrangi
kapiler glomerular. ,ekanan hidrostatik darah didalam kapiler dan tekanan oncotik dari cairan di
dalam bowman space merupakan kekuatn untuk proses 5iltrasi. @ormalnya tekanan oncotik di
bowman space tidak ada karena molekul protein yang medium-besar tidak tersaring. Rintangan
untuk 5iltrasi (filtration barrier+ bersi5at selekti6 permeable. @ormalnya komponen seluler dan
protein plasmatetap didalam darah, sedangkan air dan larutan akan bebas tersaring
(8uyton.1""2+.
Pada umunya molekul dengan raidus 1nm atau lebih tidak tersaring, sebaliknya molekul 2 nm
atau kurang akan tersaring tanpa batasan. .agaimanapun karakteristik &uga mempengaruhi
kemampuan dari komponen darah untuk menyebrangi 5iltrasi. Selain itu beban listirk (electric
c(arged+ dari sretiap molekul &uga mempengaruhi 5iltrasi. 4ation (positive+ lebih mudah
tersaring dari pada anion. .ahan-bahan kecil yang dapat terlarut dalam plasma, seperti glukosa,
asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat, garam lain, dan urea melewati saringan dan
men&adi bagian dari endapan. #asil penyaringan di glomerulus berupa 5iltrat glomerulus (urin
primer+ yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein
(8uyton.1""2+.
%- Pe,+erapa, " A3or3i(
,ubulus proksimal bertanggung &awab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari 5iltered solute.
4ecepatan dan kemampuan reabsorbsi dan sekresi dari tubulus renal tiak sama. Pada umumnya
pada tubulus proksimal bertanggung &awab untuk mereabsorbsi ultra5iltrate lebih luas dari
tubulus yang lain. Paling tidak 2A kandungan yang tersaring di reabsorbsi sebelum cairan
meninggalkan tubulus proksimal. ,ubulus proksimal tersusun dan mempunyai hubungan dengan
kapiler peritubular yang mem5asilitasi pergherakan dari komponen cairan tubulus melalui 2
&alur % &alur transeluler dan &alur paraseluler. ?alur transeluler, kandungan dibawa oleh sel dari
cairn tubulus melewati epical membrane plasma dan dilepaskan ke cairan interstisial dibagian
darah dari sel, melewati basolateral membrane plasma (Sherwood, 21+.
?alur paraseluler, kandungan yang tereabsorbsi melewati &alur paraseluler bergerak dari cairan
tubulus menu&u Bonula ocludens yang merupakan struktur permeable yang mendempet sel
tubulus proksimal satu dan lainnya. Paraselluler transport ter&adi dari di5usi pasi5. =i tubulus
proksimal ter&adi transport @a melalui @a, 4 pump. =i kondisi optimal, @a, 4, ',Pase pump
menekan tiga ion @a kedalam cairan interstisial dan mengeluarkan 2 ion 4 ke sel, sehingga
konsentrasi @a di sel berkurang dan konsentrasi 4 di sel bertambah. Selan&utnya disebelah luar
di5usi 4 melalui canal 4 membuat sel polar. ?adi interior sel bersi5at negati6e . pergerakan @a
melewati sel apical di5asilitasi spesi5ik transporters yang berada di membrane. Pergerakan @a
melewati transporter ini berpasangan dengan larutan lainnya dalam satu pimpinan sebagai @a
(contransport+ atau berlawanan pimpinan (countertransport+. (Sherwood, 21+.
Substansi diangkut dari tubulus proksimal ke sel melalui mekanisme ini (secondary active
transport+ termasuk gluukosa, asam amino, 5os5at, sul5at, dan organic anion. Pengambilan acti6e
substansi ini menambah konsentrasi intraseluler dan membuat substansi melewati membrane
plasma basolateral dan kedarah melalui pasi5 atau di5usi ter5asilitasi. Reabsorbsi dari bikarbonat
oleh tubulus proksimal &uga di pengaruhi gradient @a. (Sherwood, 21+
2- Pe,+erapa, Kem3ali " Rea3or3i (
Dolume urin manusia hanya 1A dari 5iltrat glomerulus. >leh karena itu, ""A 5iltrat glomerulus
akan direabsorbsi secara akti5 pada tubulus kontortus proksimal dan ter&adi penambahan Bat-Bat
sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan
asam amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada 5iltrate
dikeluarkan dalam urin. ,iap hari tabung gin&al mereabsorbsi lebih dari 138 liter air, 12 g
garam, dan 1* g glukosa. Sebagian besar dari Bat-Bat ini direabsorbsi beberapa kali.
(Sherwood.21+
Setelah ter&adi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya
sangat berbeda dengan urin primer. Pada urin sekunder, Bat-Bat yang masih diperlukan tidak akan
ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi Bat-Bat sisa metabolisme yang bersi5at racun bertambah,
misalnya ureum dari ,3L, dalam urin primer dapat mencapai 2A dalam urin sekunder.
/eresapnya Bat pada tubulus ini melalui dua cara. 8ula dan asam mino meresap melalui
peristiwa di5usi, sedangkan air melalui peristiwa osn osis. Reabsorbsi air ter&adi pada tubulus
proksimal dan tubulus distal (Sherwood.21+.
4- Au0me,tai
'ugmentasi adalah proses penambahan Bat sisa dan urea yang mulai ter&adi di tubulus kontortus
distal. 4omposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah "2A air, 1,*A garam, 2,*A urea,
dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang ber5ungsi memberi warm dan bau pada
urin. Kat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran Bat makanan yang bermolekul kompleks.
Kat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Sisa metabolisme antara lain, 7>2, #2, @#S,
Bat warna empedu, dan asam urat (7uningham, 22+.
4arbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran Bat makanan yang berasal
dari karbohidrat, lemak dan protein. 4edua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak
berlebihan. Galaupun 7>2 berupa Bat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar
(pen&aga kestabilan P#+ dalam darah. =emikian &uga #2> dapat digunakan untuk berbagai
kebutuhan, misalnya sebagai pelarut (Sherwood.21+.
!monia (@#3+, hasil pembongkaran!pemecahan protein, merupakan Bat yang beracun bagi sel.
>leh karena itu, Bat ini harus dikeluarkan dari tubuh. @amun demikian, &ika untuk sementara
disimpan dalam tubuh Bat tersebut akan dirombak men&adi Bat yang kurang beracun, yaitu dalam
bentuk urea. Kat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan
oleh hati dan disimpan pada kantong empedu. Kat inilah yang akan dioksidasi &adi urobilinogen
yang berguna memberi warna pada tin&a dan urin. !sam urat merupakan sisa metabolisme yang
mengandung nitrogen (sama dengan amonia+ dan mempunyai daya racun lebih rendah
dibandingkan amonia, karena daya larutnya di dalam air rendah (Sherwood.21+.
<aktor - <aktor yang /empengaruhi Pembentukan $rine adalah %
M #ormon
'=#
#ormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan
keseimbangan air dalam tubuh. #ormon ini dibentuk oleh hipotalamus yang ada di hipo5isis
posterior yang mensekresi '=# dengan meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan
ekstrasel.
'ldosteron
#ormon ini ber5ungsi pada absorbsi natrium yang disekresi oleh kelen&ar adrenal di tubulus
gin&al. Proses pengeluaran aldosteron ini diatur oleh adanya perubahan konsentrasi kalium,
natrium, dan sistem angiotensin rennin ( <randson, 23+
Prostaglandin
Prostagladin merupakan asam lemak yang ada pada &aringan yang berlungsi merespons radang,
pengendalian tekanan darah, kontraksi uterus, dan pengaturan pergerakan gastrointestinal. Pada
gin&al, asam lemak ini berperan dalam mengatur sirkulasi gin&al ( <randson, 23+
8ukokortikoid
#ormon ini ber5ungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yang menyebabkan
6olume darah meningkat sehingga ter&adi retensi natrium ( <randson, 23+
Renin
Selain itu gin&al menghasilkan ReninJ yang dihasilkan oleh sel-sel apparatus &ukstaglomerularis
pada %
1. 4onstriksi arteria renalis ( iskhemia gin&al +
2. ,erdapat perdarahan ( iskhemia gin&al +
3. $ncapsulated ren (gin&al dibungkus dengan karet atau sutra +
1. :nner6asi gin&al dihilangkan
*. ,ransplantasi gin&al ( iskhemia gin&al +
Sel aparatus &uHtaglomerularis merupakan regangan yang apabila regangannya turun akan
mengeluarkan renin. Renin mengakibatkan hipertensi gin&al, sebab renin mengakibatkan akti5nya
angiotensinogen men&adi angiotensin :, yg oleh enBim lain diubah men&adi angiotensin ::J dan ini
e5eknya menaikkan tekanan darah (sherwood, 21+.
M Kat - Bat diuretik
.anyak terdapat pada kopi, teh, alkohol. 'kibatnya &ika banyak mengkonsumsi Bat diuretik ini
maka akan menghambat proses reabsorpsi, sehingga 6olume urin bertambah.
M Suhu internal atau eksternal
?ika suhu naik di atas normal, maka kecepatan respirasi meningkat dan mengurangi 6olume urin.
M 4onsentrasi =arah
?ika kita tidak minum air seharian, maka konsentrasi air dalam darah rendah.Reabsorpsi air di
gin&al mengingkat, 6olume urin menurun.
M 9mosi
9mosi tertentu dapat merangsang peningkatan dan penurunan 6olume urin.
/ekanisme proses /iksi ( /ikturisi + /iksi ( proses berkemih + ialah proses di mana kandung
kencing akan mengosongkan dirinya waktu sudah penuh dgn urine. /ikturisi ialah proses
pengeluaran urine sebagai gerak re5leks yang dapat dikendalikan (dirangsang!dihambat+ oleh
sistim persara5an dimana gerakannya dilakukan oleh kontraksi otot perut yg menambah tekanan
intra abdominalis, dan organ organ lain yang menekan kandung kencing sehigga membantu
mengosongkan urine ( Dirgiawan, 28 +.
Pada dasarnya, proses miksi!mikturisi merupakan suatu re5leks spinal yg dikendalikan oleh suatu
pusat di otak dan korteks cerebri. Proses miksturisi dapat digambarkan dalam skema di bwah
ini %
Pertambahan 6ol urine N tek intra 6esicalis O N keregangan dinding 6esicalis (m.detrusor+ N
sinyal-sinyal miksi ke pusat sara5 lebih tinggi (pusat kencing+ N untuk diteruskan kembali ke
sara5 sara5 spinal N timbul re5leks spinal N melalui n. Pel6icus N timbul perasaan tegang pada
6esica urinaria shg akibatnya menimbulkan permulaan perasaan ingin berkemih ( Dirgiawan,
28 +.
<- Keeim3a,0a, Aam 8aa "pa*a 0a0al 0i,/al@ *e=i*rai@ *ll(
1+ Sistem Renal
$ntuk mempertahankan keseimbangan asam basa, gin&al harus mengeluarkan anion asam
non6olatil dan mengganti #7>3
-
. 8in&al mengatur keseimbangan asam-basa dengan sekresi dan
reabsorpsi ion hidrogen dan ion bikarbonat. Pada mekanisme pengaturan oleh gin&al ini berperan
tiga sistem bu55er asam karbonat-bikarbonat, bu55er 5os5at dan pembentukan amonia. :on
hidrogen, 7>2 dan @#3 dieksresi ke dalam lumen tubulus dengan bantuan energi yang dihasilkan
oleh mekanisme pompa natrium di basolateral tubulus. Pada proses tersebut, asam karbonat dan
natrium dilepas kembali ke sirkulasi untuk dapat ber5ungsi kembali. ,ubulus proksimal adalah
tempat utama reabsorpsi bikarbonat dan pengeluaran asam.
2+ Regenerasi .ikarbonat
.ikarbonat dipertahankan dengan cara reabsorbsi di tubulus proksimal agar konsentrasi ion
bikarbonat di tubulus sama dengan di plasma. Pembentukan #7>3
-
baru, merupakan hasil eksresi
#
P
dengan bu55er urin dan dari produksi dan eksresi @#1
P
. .ikarbonat dengan ion hidrogen
membentuk asam karbonat. 'sam karbonat kemudian berdisosiasi men&adi 7>2 dan air. Reaksi
ini dipercepat oleh enBim anhidrase karbonat kembali membentuk asam karbonat. 'sam karbonat
berdisosiasi men&adi ion bikkarbonat dan hidrogen. .ikarbonat kembali ke aliran darah dan ion
#
P
kembali ke cairan tubulus untuk dipertukarkan dengan natrium. =engan cara ini bikarbonat di
reabsorpsi kembali. .erdasarkan p# urin, gin&al dapat mengembalikan bikarbonat ke dalam
darah atau membiarkannnya keluar melalui urin.
3+ Sekresi :on #idrogen
8in&al mengekresikan ion #
P
dari tubulus proksimal dan distal sangat sedikit, hanya sekitar
,2* mmol!- (p# 1,2+ atau ,1 meE!- pada p# urin 1,. 4emampuan pengaturan (eliminasi+ ion
#
P
dalam keadaan normal sangat tergantung pada p# cairan yang berada di tubulus gin&al
(normal berada pada rerata 1, F 1,*+. Proses eliminasi ini berlangsung di tubulus proksimal dan
distal serta pada duktus koligentes. @ormalnya berkisar 1m9E ion #
P
per hari, dan ini setara
dengan ion #
P
yang diabsorpsi di usus. :on #
P
disekresikan melalui pertukaran dengan ion @a
P

dengan bantuan energi yang berasal dari pompa @a-4-',Pase yang ber5ungsi memperthankan
konsentrasi ion @a
P
. 8in&al mampu mengeluarkan ion #
P
melalui pompa proton (#-4-',Pase
dan #-',P-ase+ sampai p# urin turun men&adi 1,*.
1+ Produksi dan 9ksresi @#1
P
'monia dibuat di sel tubulus gin&al dari asam amino glutamin dengan bantuan enBim
glutaminase. 9nBim ini ber5ungsi optimal pada p# rendah. 'monia bergabung dengan ion #
P

membentuk ion amonium yang tidak kembali ke sel tubulus dan keluar melalui urin bersamaan
dengan ion #
P
. Produksi dan eksresi @#1
P
diatur gin&al sebagai respons perubahan keseimbangan
asam basa. 'nion asam non6olatil kembali ke dalam darah.
-: 3. /emahami dan /en&elaskan 8lomerulune5ritis 'kut
->.3.1. /emahami dan /en&elaskan =e5inisi
8lomerulone5ritis merupakan penyakit gin&al dengan suatu in5lamasi dan proli5erasi sel
glomerulus. Peradangan tersebut terutama disebabkan mekanisme imunologis yang
menimbulkan kelainan patologis glomerulus dengan mekanisme yang masih belum &elas. Pada
anak kebanyakan kasus glomerulone5ritis akut adalah pasca in5eksi, paling sering in5eksi
streptokokus beta hemolitikus grup '. 8lomerulone5ritis akut pasca in5eksi streptokokus dapat
ter&adi secara epidemik atau sporadik, paling sering pada anak usia sekolah yang lebih muda,
antara *-8 tahun. Perbandingan anak laki-laki dan anakperempuan 2 % 1.
->.3.2. /emahami dan /en&elaskan 9pidemiologi
:ndonesia pada tahun 1""*, melaporkan adanya 13 pasien yang dirawat di rumah sakit
pendidikan dalam 12 bulan. Pasien terbanyak dirawat di Surabaya (22,*A+, kemudian disusul
berturut-turut di ?akarta (21,3A+, .andung (13,2A+, dan Palembang (8,2A+. Pasien laki-laki dan
perempuan berbanding 2 % 1 dan terbanyak pada anak usia antara 2-8 tahun (1,2A+.
3
8@'PS dapat ter&adi pada semua kelompok umur, namun tersering pada golongan umur *-1*
tahun, dan &arang ter&adi pada bayi. Re5erensi lain menyebutkan paling sering ditemukan pada
anak usia 2-1 tahun. Penyakit ini dapat ter&adi pada laki laki dan perempuan, namun laki laki
dua kali lebih sering dari pada perempuan. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah
2%1. =iduga ada 5aktor resiko yang berhubungan dengan umur dan &enis kelamin. Suku atau ras
tidak berhubungan dengan pre6elansi penyakit ini, tapi kemungkinan pre6alensi meningkat pada
orang yang sosial ekonominya rendah, sehingga lingkungan tempat tinggalnya tidak sehat.
3
->.3.3. /emahami dan /en&elaskan 9tiologi
Sebagian besar (3*A+ glomerulone5ritis akut paska streptokokus timbul setelah in5eksi saluran
pernapasan bagian atas, yang disebabkan oleh kuman Streptokokus beta hemolitikus grup ' tipe
1, 3, 1, 12, 18, 2*, 1". Sedang tipe 2, 1", **, *2, *3 dan 2 menyebabkan in5eksi kulit 8-11 hari
setelah in5eksi streptokokus, timbul ge&ala-ge&ala klinis.
<aktor iklim, keadaan giBi, keadaan umum dan 5aktor alergi mempengaruhi ter&adinya 8@'
setelah in5eksi dengan kuman Streptococcuss. 'da beberapa penyebab glomerulone5ritis akut,
tetapi yang paling sering ditemukan disebabkan karena in5eksi dari streptokokus, penyebab lain
diantaranya%
1. .akteri % streptokokus grup 7, meningococcocus# +terptoccocus ,iridans# Gonococcus#
Leptospira# 'ycoplasma Pneumoniae# +tap(ylococcus albus# +almonella typ(i dll
2. Dirus % hepatitis ., 6aricella, 6accinia, echo6irus, par6o6irus, in5luenBa, parotitis
epidemika dl
3. Parasit % malaria dan toksoplasma
Streptokokus adalah bakteri gram positi5 berbentuk bulat yang secara khas membentuk pasangan
atau rantai selama masa pertumbuhannya. /erupakan golongan bakteri yang heterogen. -ebih
dari "A in5eksi streptokkus pada manusia disebabkan oleh +treptococcus hemolisis Q kumpulan
'. 4umpulan ini diberi spesies nama +. pyogenes
",1
+. pyogenes Q-hemolitik golongan ' mengeluarkan dua hemolisin, yaitu%
a. Sterptolisin >
adalah suatu protein (./ 2.+ yang akti5 menghemolisis dalam keadaan tereduksi
(mempunyai gugus-S#+ tetapi cepat men&adi tidak akti5 bila ada oksigen. Streptolisin >
bergabung dengan antisterptolisin >, suatu antibody yang timbul pada manusia setelah in5eksi
oleh setiap sterptokokus yang menghasilkan sterptolisin >. antibody ini menghambat hemolisis
oleh sterptolisin >. 5enomena ini merupakan dasar tes kuantitati5 untuk antibody. ,iter serum
antisterptolisin > ('S>+ yang melebihi 12-2 unit dianggap abnormal dan menun&ukkan
adanya in5eksi sterptokokus yang baru sa&a ter&adi atau adanya kadar antibodi yang tetap tinggi
setelah serangan in5eksi pada orang yang hipersensiti5itas.
"
b. Sterptolisin S
'dalah Bat penyebab timbulnya Bone hemolitik disekitar koloni sterptokokus yang tumbuh pada
permukaan lempeng agar darah. Sterptolisin S bukan antigen, tetapi Bat ini dapat dihambat oleh
penghambat non spesi5ik yang sering ada dalam serum manusia dan hewan dan tidak bergantung
pada pengalaman masa lalu dengan sterptokokus. .akteri ini hidup pada manusia di tenggorokan
dan &uga kulit. Penyakit yang sering disebabkan diantaranya adalah 5aringitis, demam rematik
dan glomerulone5ritis.
->.3.1. /emahami dan /en&elaskan 4lasi5ikasi
A- Co,0e,ital "=ere*iter(
Sindrom 'lport
Suatu penyakit herediter yang ditandai oleh adanya glomerulone5ritis progresi5 5amilial yang
sering disertai tuli syara5 dan kelainan mata seperti lentikonus anterior.=iperkirakan sindrom
'lport merupakan penyebab dari 3A anak dengan gagal gin&al kronik dan 2,3A dari semua
pasien yang mendapatkan cangkok gin&al.=alam suatu penelitian terhadap anak dengan
hematuria yang dilakukan pemeriksaan biopsy gin&al, 11A diantaranya menderita sindrom
'lport.8e&ala klinis yang utama adalah hematuria, umumnya berupa hematuria mikroskopik
dengan eksaserbasi hematuria nyata timbul pada saat menderita in5eksi saluran napas atas.
#ilangnya pendengaran secara bilateral dari sensorineural, dan biasanya tidak terdeteksi pada
saat lahir, umumnya baru tampak pada awal umur 1 tahunan.
Sindrom @e5rotik 4ongenital
Sindrom ne5rotik yang telah terlihat se&ak atau bahkan sebelum lahir. 8e&ala proteinuria masi5,
sembab, hipoalbuminemia kadang kala baru terdeteksi beberapa minggu sampai beberapa bulan
kemudian
8- Glomerulo,e!riti Primer
Penyakitnya berasal dari gin&alnya sendiri
8lomerulone5ritis membranoproli5erati5
Suatu glomerulon5ritis kronik yang tidak diketahui etiologinya dengan ge&ala yang tidak spesi5ik,
ber6ariasi dari hematuria asimptomatik sampai glomerulone5ritis progresi5. 2-3A pasien
menun&ukan hematuria mikroskopik dan proteinuria, 3A berikutnya menun&ukan ge&ala
glomerulone5ritis akut dengan hematuria nyata, sedangkan sisanya 1-1*A menun&ukan ge&ala-
ge&ala sindrom ne5rotik.,idak &arang ditemukan 2*-1*A mempunyai riwayat in5eksi saluran
pernapasan bagian atas sehingga penyakit tersebut dikira glomeruloneritis akut pasca
streptococcus atau ne5ropati :g'. Pada pemeriksaan mikroskopis tampak poli5erasi sel mesengial
dan in5iltrasi sel leukosit.
8lomerulone5ritis membranosa
Sering ter&adi pada keadaan tertentu atau setelah pengobatan seperti preparat emas,
penisilinamin, obat anti in5lamasi non steroid. 8lomerulopati membranosa paling sering
di&umpai pada hepatitis . dan lupus eritematosus sistemik. 8lomerulopati membranosa &arang
di&umpai pada anak, didapat insiden 2-2A pada anak sengan sindrom ne5rotik.$mur rata-rata
pasien pada berbagai penelitian berkisar antara 1-12 tahun, meskipun pernah dilaporkan awitan
pada anak dengan umur kurang dari 1 tahun. Proteinuria didapatkan pada semua pasien. Pada
pemeriksaam mikroskop imuno5luoresen ditemukan deposit :g8 dan komplemen 73 berbentuk
granular pada kapiler glomerulus.
@e5ropati :g'
.iasanya di&umpai pada pasien dengan glomerulone5ritis akut, sindroma ne5rotik, hipertensi,
gagal gin&al kronik.@e5ropati :' &uga sering di&umpai pada kasus gangguan hepar, saluran cerna
atau gangguan sendi.8e&ala ne5ropati :g' asimptomatik dan terdiagnosis karena kebetulan
ditemukan hematuria mikroskopik.'danya episode hematuria makroskopik biasanya didahului
in5eksi saluran napas atas atau in5eksi lain atau non in5eksi misalnya olahraga dan imunisasi.
C- Glomerulo,e!riti )eku,*er D Pe,+akit itemik lai,
8lomerulone5ritis Sekunder yang banyak ditemukan dalam klinik yaitu glomerulone5ritis pasca
streptococcus, dimana kuman penyebab tersering adalah streptococcus beta hemolyticus grup '
yang ne5ritogenik terutama menyerang pada anak pada awal masa sekolah.8lomerulon5ritis
pasca streptococcus dating dengan keluhan hematuria nyata, kadang-kadang disertai sembab
mata dan hipertensi.
Klai!ikai Ketera,0a,
DI)?RI8U)I
=i5us /engenai semua glomerulusJ bentuk yang
paling sering ter&adi menyebabkan gagal gin&al
kronik.
<okal #anya sebagian glomerulus yang abnormal.
-okal #anya sebagian rumbai glomerulus yang
abnormal, misalnya satu simpai kapiler.
8EN?UK KBINI)
GBEMERUBENE9RI?I)
'kut ?enis gangguan klasik dan &inak yang hampir
selalu diawali oleh in5eksi streptokokus dan
disertai endapan kompleks imun pada
membrane basalis glomerulus (8./+ dan
perubahan plori5erati5 selular.
Subakut .entuk glomerulonephritis yang progresi5
cepat, ditandai dengan perubahan-perubahan
proli5erati6e selular nyata yang merusak
glomerulus sehingga dapat mengakibatkan
kematian karena uremia dalam &angka waktu
beberapa bulan se&ak timbulnya penyakit.
4ronik 8lomerulone5ritis progresi5 lambat yang
ber&alan menu&u perubahan sklerotik dan
obliterati5 pada glomerulusJ gin&al mengisut
dan kecilJ kematian akibat uremiaJ seluruh
per&alanan penyakit berlangsung 2-1 tahun.
GAM8ARAN HI)?EBEGIK
Perubahan /inimal =isebut &uga ne5rosis lipoid atau penyakit
podosit. 8lomerulus tampak normal atau
hampir normal pada mikroskop cahaya,
sedangkan pada mikroskop electron terlihat
adanya penyatuan podosit. #anya bentuk 8@
mayor yang tidak memperlihatkan
imunopatologi. .iasanya berwu&ud sebagai
syndrome ne5rotik pada anak usia 1-* tahun.
.erespon baik dengan terapi kortikosteroid.
Prognosis sangat baik.
Perubahan Proli5erati5 9ndapan immunoglobulin, komplemen, dan
5ibrin akan menyebabkan proli5erasi sel-sel
endotel, mesangium dan epitel. 4emudian
mengakibatkan pembentukan sabit yang dapat
melingkari dan menyumbat rumbai glomerulus
dan itu merupakan tanda yang bahaya. Sering
ditemui pada 8@ progesi5 cepat dan 8@ kronik
yang sudah lan&ut.
@e5ropati :g' (.erger disease+ dan ne5ropati
:g/ &uga dikelompokan dalam 8@ proli5erati5.
Pemeriksaan mikroskop cahaya 8@/P
memperlihatkan proli5erasi sel mesengial dan
in5iltrasi leukosit serta akumulasi matrik
ekstraseluler. :n5iltrasi makro5ag ditemukan
pada glomerulus dan ter&adi penebalan /.8
serta double contour. Pemeriksaan mikroskop
:< ditemukan endapan :g8, :g/ dan 73 pada
dinding kapiler yang berbentuk granular.
Perubahan /embranosa 9ndapan epimembranosa dari bahan imun di
sepan&ang 8./ mengakibatkan 8./
menebal, tetapi hanya sedikit atau hampir tidak
ada peradangan atau proli5erasi sel meskipun
lumen kapiler akhirnya akan mengalami
obliterasi. -esi ini merupakan lesi yang sering
di&umpai pada orang dewasa pasien sindrom
ne5rotik, berespons buruk terhadap terapi
kortikosteroid dan imunosupresi5. Prognosis
pada umumnya &elek dan perlahan-lahan
berkembang men&adi gagal gin&al. Perubahan
membranosa &uga laBim ter&adi pada penyakit-
penyakit ne5ritis sistemik seperti diabetes
mellitus dan lupus eritematosus sistemik
(S-9+.
Pemeriksaan mikroskop cahaya tidak
menun&ukan kelainan berarti sedangkan pada
mikroskop :< ditemukan deposit :g8 dan
komplemen 73 berbentuk granular pada
dinding kapiler glomerulus. =engan
perwarnaan khusus tampak kon5igurasi spike-
like pada /.8. 8ambaran histopatologi pada
mikroskop cahaya, :< dan elektron tergantung
pada stadium penyakitnya.
Perubahanan /embrano-Proli5erati5 =isebut &uga 8@ /esangiokapiler, lobular,
atau hipokomplementemik. .ahan kompleks
imun diendapkan antara 8./ dan endotel
sehingga 8./ menebal dan ter&adi proli5erasi
sel-sel mesangium, sehingga glomerulus
tampak berlobus atau seperti Rkumparan
kawatS &ika dilihat dengan mikroskop cahaya.
=itandai dengan kadar komplemen serum yang
rendah, hematuria dan sindrom ne5rotik.
.erespons buruk terhadap terapi dan umumnya
perlahan-lahan berkembang men&adi gagal
gin&al.
8lomerulone5ritis <okal -esi proli5erati6e atau sclerosis yang ter&adi
secara acak di seluruh gin&al (5okal lawannya
di5us+ dan seringkali hanya mengenal sebagian
dari rumbai glomerulus (local+. Setidaknya
ter&adi pada sebagian per&alanan penyakit S.9
(Subakut .akterial 9ndokarditis+, S-9,
Poliarteritis nodosa, sindrom 8oodpasture, dan
purpusa. 4adang ter&adi 8@ 5okal idiopatik
pada anak. Prognosis baik.
->.3.*. /emahami dan /en&elaskan Pato5isiologi
Sebenarnya bukan sterptokokus yang menyebabkan kerusakan pada gin&al. =iduga terdapat suatu
antibodi yang ditu&ukan terhadap suatu antigen khusus yang merupakan unsur membran plasma
sterptokokal spesi5ik. ,erbentuk kompleks antigen-antibodi didalam darah dan bersirkulasi
kedalam glomerulus tempat kompleks tersebut secara mekanis terperangkap dalam membran
basalis.selan&utnya komplomen akan ter5iksasi mengakibatkan lesi dan peradangan yang menarik
leukosit polimor5onuklear (P/@+ dan trombosit menu&u tempat lesi. <agositosis dan pelepasan
enBim lisosom &uga merusak endothel dan membran basalis glomerulus (:8./+. Sebagai respon
terhadap lesi yang ter&adi, timbul proli5erasi sel-sel endotel yang diikuti sel-sel mesangium dan
selan&utnya sel-sel epitel. Semakin meningkatnya kebocoran kapiler gromelurus menyebabkan
protein dan sel darah merah dapat keluar ke dalam urine yang sedang dibentuk oleh gin&al,
mengakibatkan proteinuria dan hematuria. 4ompleks komplomen antigen-antibodi ini yang
terlihat sebagai nodul-nodul subepitel pada mikroskop elektron dan sebagai bentuk granular dan
berbungkah-bungkah pada mikroskop imuno5luoresensi, pada pemeriksaan cahaya glomerulus
tampak membengkak dan hiperseluler disertai in6asi P/@.
/enurut penelitian yang dilakukan penyebab in5eksi pada glomerulus akibat dari reaksi
hipersensi6itas tipe :::. 4ompleks imun (antigen-antibodi yang timbul dari in5eksi+ mengendap
di membran basalis glomerulus. 'kti6asi kpmplomen yang menyebabkan destruksi pada
membran basalis glomerulus.
4ompleks-kompleks ini mengakibatkan kompelen yang dianggap merupakan mediator utama
pada cedera. Saat sirkulasi melalui glomerulus, kompleks-kompleks ini dapat tersebar dalam
mesangium, dilokalisir pada subendotel membran basalis glomerulus sendiri, atau menembus
membran basalis dan terperangkap pada sisi epitel. .aik antigen atau antibodi dalam kompleks
ini tidak mempunyai hubungan imunologis dengan komponen glomerulus. Pada pemeriksaan
mikroskop elektron cedera kompleks imun, ditemukan endapan-endapan terpisah atau gumpalan
karateristik paa mesangium, subendotel, dan epimembranosa. =engan miskroskop
imuno5luoresensi terlihat pula pola nodular atau granular serupa, dan molekul antibodi seperti
:g8, :g/ atau :g' serta komponen-komponen komplomen seperti 73,71 dan 72 sering dapat
diidenti5ikasi dalam endapan-endapan ini. 'ntigen spesi5ik yang dilawan oleh imunoglobulin ini
terkadang dapat diidenti5ikasi.
12,13
#ipotesis lain yang sering disebut adalah neuraminidase yang dihasilkan oleh Streptokokus,
merubah :g8 men&adi autoantigenic. 'kibatnya, terbentuk autoantibodi terhadap :g8 yang telah
berubah tersebut. Selan&utnya terbentuk komplek imun dalam sirkulasi darah yang kemudian
mengendap di gin&al.
3
+treptokinase yang merupakan sekret protein, diduga &uga berperan pada ter&adinya 8@'PS.
Sreptokinase mempunyai kemampuan merubah plaminogen men&adi plasmin. Plasmin ini diduga
dapat mengakti5kan sistem komplemen sehingga ter&adi cascade dari sistem komplemen.
Pola respon &aringan tergantung pada tempat deposit dan &umlah kompleks yang dideposit. .ila
terutama pada mesangium, respon mungkin minimal, atau dapat ter&adi perubahan mesangiopatik
berupa plori5erasi sel-sel mesangial dan matrik yang dapt meluas diantara sel-sel endotel dan
membran basalis,serta menghambat 5ungsi 5iltrasi simpai kapiler. ?ika kompleks terutama
terletak subendotel atau subepitel, maka respon cenderung berupa glomerulone5ritis di5usa,
seringkali dengan pembentukan sabit epitel. Pada kasus penimbunan kronik komplek imun
subepitel, maka respon peradangan dan proli5erasi men&adi kurang nyata, dan membran basalis
glomerulus berangsur- angsur menebal dengan masuknya kompleks-kompleks ke dalam
membran basalis baru yang dibentuk pada sisi epitel.
?umlah antigen pada beberapa penyakit deposit kompleks imun terbatas, misal antigen bakteri
dapat dimusnahkan dengan mekanisme pertahanan pen&amu atau dengan terapi spesi5ik. Pada
keadaan demikian, deposit kompleks-kompleks imun dalam glomerulus terbatas dan kerusakan
dapat ringan danberlangsung singkat, seperti pada glomerulone5ritis akut post steroptokokus.
->.3.2. /emahami dan /en&elaskan /ani5estasi 4linik
8ambaran klinis dapat bermacam-macam. 4adang-kadang ge&ala ringan tetapi tidak &arang anak
datang dengan ge&ala berat. 4erusakan pada rumbai kapiler gromelurus mengakibatkan
hematuria!kencing berwarna merah daging dan albuminuria, seperti yang telah dikemukakan
sebelumnya. $rine mungkin tampak kemerah-merahan atau seperti kopi. 4adang-kadang disertai
edema ringan yang terbatas di sekitar mata atau di seluruh tubuh. $mumnya edema berat
terdapat pada oliguria dan bila ada gagal &antung. 9dema yang ter&adi berhubungan dengan
penurunan la&u 5iltrasi glomerulus (-<8!8<R+ yang mengakibatkan ekskresi air, natrium, Bat-Bat
nitrogen mungkin berkurang, sehingga ter&adi edema dan aBotemia. Peningkatan aldosteron dapat
&uga berperan pada retensi air dan natrium. =ipagi hari sering ter&adi edema pada wa&ah terutama
edem periorbita, meskipun edema paling nyata dibagian anggota8<R biasanya menurun
(meskipun aliran plasma gin&a biasanya normal+ akibatnya, ekskresi air, natrium, Bat-Bat nitrogen
mungkin berkurang, sehingga ter&adi edema dan aBotemia. Peningkatan aldosteron dapat &uga
berperan pada retensi air dan natrium. =ipagi hari sering ter&adi edema pada wa&ah terutama
edem periorbita, meskipun edema paling nyata dibagian anggota bawah tubuh ketika men&elang
siang. =era&at edema biasanya tergantung pada berat peradangan gelmurulus, apakah disertai
dnegan payah &antung kongesti5, dan seberapa cepat dilakukan pembatasan garam.
1,2,3,8
8ambar 3.proses ter&adinya proteinuria dan hematuria
11
#ipertensi terdapat pada 2-3A anak dengan 8@' pada hari pertama, kemudian pada akhir
minggu pertama men&adi normal kembali. .ila terdapat kerusakan &aringan gin&al, maka tekanan
darah akan tetap tinggi selama beberapa minggu dan men&adi permanen bila keadaan
penyakitnya men&adi kronis. Suhu badan tidak beberapa tinggi, tetapi dapat tinggi sekali pada
hari pertama. 4adang-kadang ge&ala panas tetap ada, walaupun tidak ada ge&ala in5eksi lain yang
mendahuluinya. 8e&ala gastrointestinal seperti muntah, tidak na5su makan, konstipasi dan diare
tidak &arang menyertai penderita 8@'.
1,1,3
#ipertensi selalu ter&adi meskipun peningkatan tekanan darah mungkin hanya sedang. #ipertensi
ter&adi akibat ekspansi 6olume cairan ekstrasel (97<+ atau akibat 6asospasme masih belum
diketahui dengna &elas.
->.3.3. /emahami dan /en&elaskan =iagnosis dan =iagnosis .anding
Anamnesis
'pakah ada riwayat glomerulone5ritis dalam keluarga pasien0
'pakah pasien dalam riwayat sebelumnya pernah mengalami in5eksi bakteri, khususnya
streptococcus0
'pakah sebelumnya pasien pernah mengkonsumsi >':@S, preparat emas, heroin,
ataupun imunosupresi50
'pakah pasien sedang menderita kasus-kasus keganasan, seperti karsinoma paru,
gastrointestinal, gin&al, ataupun lim5oma0
'pakah pasien pernah mengalami penyakit multisistem0
'pakah terdapat edema tungkai atau pun kelopak mata0
(:P=-$:+
Pemerikaa, 9iik
Pada pasien glomerulone5ritis akut sangat dian&urkan untuk melakukan pengukuran berat dan
tinggi badan, tekanan darah, adanya sembab atau asites. /elakukan pemeriksaan kemungkinan
adanya penyakit sistemik yang berhubungan dengan kelainan gin&al seperti atritis, ruam kulit,
gangguan kardio6askular, paru dan system syara5 pusat.
Selama 5ase akut terdapat 6asokonstriksi arteriola glomerulus yang mengakibatkan tekanan
5iltrasi men&adi kurang dan karena hal ini kecepatan 5iltrasi glomerulus &uga berkurang. <iltrasi
air, garam, ureum dan Bat-Bat lainnya berkurang dan sebagai akibatnya kadar ureum dan
kreatinin dalam darah meningkat. <ungsi tubulus relati6e kurang terganggu, ion natrium dan air
diresorbsi kembali sehingga diuresis berkurang (timbul oliguria dan anuria+ dan ekskresi natrium
&uga berkurang. $reum diresorbsi kembali lebih dari pada biasanya, sehingga ter&adi insu5iensi
gin&al akut dengan uremia, hiper5os5atemia, hidrema dan asidosis metabolik.
(Price et.al, 1""*J :4'-$:, 1""3J :P=-$:, 23J =onna ?.-ager, 2"+.
Pemerikaa, Ba3oratorium
a. :munologi
4omplomen hemolitik total serum (total hemolytic comploment+ dan 73 rendah pada hampir
semua pasien dalam minggu pertama, tetapi 71 normal atau hanya menurun sedikit, sedangkan
kadar properdin menurun pada *A pasien. 4eadaan tersebut menun&ukkan akti6asi &alur
alternati5 komplomen.
Penurunan 73 sangat mencolok pada pasien glomerulone5ritis akut pascastreptokokus dengan
kadar antara 2-1 mg!dl (harga normal *-11 mg.dl+. Penurunan 73 tidak berhubungan
dengann parahnya penyakit dan kesembuhan. 4adar komplomen akan mencapai kadar normal
kembali dalam waktu 2-8 minggu. Pengamatan itu memastikan diagnosa, karena pada
glomerulone5ritis yang lain yang &uga menun&ukkan penuruanan kadar 73, ternyata berlangsung
lebih lama.
b. $rinalisa
$rinalisa menun&ukkan adanya proteinuria (P1 sampai P1+, hematuria makroskopik ditemukan
hampir pada *A penderita, kelainan sedimen urine dengan eritrosit dis5ormik, leukosituria serta
torak selulet, granular, eritrosit (PP+, albumin (P+, silinder lekosit (P+ dan lain-lain.
c. <ungsi 8in&al
4adang-kadang kadar ureum dan kreatinin serum meningkat dengan tanda gagal gin&al seperti
hiperkalemia, asidosis, hiper5os5atemia dan hipokalsemia. 4adang-kadang tampak adanya
proteinuria masi5 dengan ge&ala sindroma ne5rotik.
d. ,es serologi
.eberapa u&i serologis terhadap antigen sterptokokus dapat dipakai untuk membuktikan adanya
in5eksi, antara lain antisterptoBim, 'S,>, antihialuronidase, dan anti =nase .. Skrining
antisterptoBim cukup berman5aat oleh karena mampu mengukur antibodi terhadap beberapa
antigen sterptokokus. ,iter anti sterptolisin > mungkin meningkat pada 3*-8A pasien dengan
8@'PS dengan 5aringitis. Streptokokus grup ' menghasilkan enBim streptolisin > yang dapat
merusak sel darah merah. >leh karena streptolisin > bersi5at antigenik, maka tubuh
memproduksi antistreptolisin > yang merupakan antibodi netralisasi. 'ntibodi 'S> akan
terdapat dalam darah satu minggu hingga dua bulan setelah awitan in5eksi. ,iter 'S> yang tinggi
tidak spesi5ik terhadap setiap penyakit in5eksi streptokokus.
Pemeriksaan Patologi Anatomi
/akroskopis gin&al tampak agak membesar, pucat dan terdapat titik-titik perdarahan pada
korteks.
/ikroskopis tampak hampir semua glomerulus terkena, sehingga dapat disebut glomerulone5ritis
di5us.
,ampak proli5erasi sel endotel glomerulus yang keras sehingga mengakibatkan lumen kapiler
dan ruang simpai .owman menutup. =i samping itu terdapat pula in5iltrasi sel epitel kapsul,
in5iltrasi sel polimor5onukleus dan monosit. Pada pemeriksaan mikroskop elektron akan tampak
membrana basalis menebal tidak teratur. ,erdapat gumpalan humps di subepitelium yang
mungkin dibentuk oleh globulin-gama, komplemen dan antigen Streptococcus.
-istopatologi gelomerulonefritis dengan mikroskop ca(aya pembesaran ./%
Keterangan Gambar:
8ambar diambil dengan menggunakan mikroskop cahaya (hematosylin dan eosin dengan
pembesaran 2*H+. 8ambar menun&ukkan pembearan glomerular yang membuat pembesaran
ruang urinary dan hiperselluler. #iperselluler ter&adi karnea proli5erasi dari sel endogen dan
in5iltasi lekosit P/@.
-istopatologi glomerulonefritis dengan mikroskop ca(aya pembesaran 0/%
-istopatologi glomerulonefritis dengan mikroskop elektron
Keterangan Gambar:
8ambar diambil dengan menggunakan mikroskop electron. 8ambar menun&uk&an proli5eradi dari
sel endothel dan sel mesangial &uga in5iltrasi lekosit yang bergabung dnegan deposit electron di
subephitelia.(lihat tanda panah+
#istopatologi glomerulone5ritis dengan immuno5luoresensi
Keterangan Gambar:
8ambar diambil dengan menggunakan mikroskop immuno5luoresensi dengan pembesaran 2*H.
8ambar menun&ukkan adanya deposit immunoglobulin 8 (:g8+ sepan&ang membran basalis dan
mesangium dengan gambaran Sstarry sky appearence1.
(Price et.al, 1""*+
Pemeriksaan Lainlain
$S8 gin&al
.iopsi, tidak diperlukan apabila ukuran gin&al T " cm
(:P=-$:, 23+
=iagnosis .anding
a+ /P8@
8lomerulone5ritis /esangiocapillary atau membranoproli5erati5 (/P8@+ mungkin memiliki
penya&ian yang hampir identik dengan glomerulone5ritis akut poststreptococcal. /ani5estasi awal
seringkali lebih serius pada orang dengan /P8@ dibandingkan pada mereka dengan ne5ropati
:g', 5ungsi gin&al berkurang secara nyata (yaitu, ketinggian besar kreatinin serum+
b+ .erger disease( :g' ne5ropati+
.erger disease atau :g' ne5ropati biasanya muncul sebagai sebuah episode dari gross hematuria
yang ter&adi selama tahap awal penyakit pernapasan, tidak ada periode laten ter&adi, dan
hipertensi atau edema &arang ter&adi.9pisode berulang gross hematuria, terkait dengan penyakit
pernapasan, diikuti dengan hematuria mikroskopis gigih, sangat sugesti5 ne5ropati
:g'. Sebaliknya, glomerulone5ritis akut poststreptococcal biasanya tidak kambuh, dan episode
kedua &arang ter&adi.
c+ :g' associated glomerulonephritis (#enoch-SchUnlein purpura nephritis+
=alam kasus atipikal ditemukan banyak kesamaan denga 'PS8@. Semua mani5estasi klinis
'PS8@ telah dilaporkan pada orang dengan #enoch Schonlein-ne5ritis purpura, meskipun
hipertensi dan edema yang signi5ikan ditemukan kurang umum pada indi6idu dengan #enoch
Schonlein purpura-dibandingkan pada mereka dengan 'PS8@. Selain itu, bukti dari penyakit
streptokokus sebelumnya biasanya kurang pada indi6idu dengan #enoch Schonlein-ne5ritis
purpura, dan nilai-nilai komplemen (73 dan ! atau 71+ biasanya normal.
Dia0,oi Cli,i<al Ma,i!etatio,
Poststreptococcal glomerulonephritis /icroscopic or gross hematuria, proteinuria, hypertension, and edema
#emolytic-uremic syndrome /icroscopic hematuria, hypertension, gastroenteritis (bloody diarrhea+,
oliguria, and petechiae
#enoch-SchUnlein purpura nephritis /icroscopic hematuria, palpable purpura, abdominal pain, tender
subcutaneous edema, arthralgias sometimes present
:mmunoglobulin ' nephropathy /icroscopic hematuria V proteinuriaJ intermittent gross hematuria with
6iral in5ections
Systemic lupus erythematosus 8ross hematuria V microscopic, rash (malar, discoid, 6asculitic+ and
arthralgias or arthritis
'lport syndrome /icroscopic or gross hematuria, sensorineural hearing loss, 5amily history
o5 renal 5ailure, cataracts
->.3.8. /emahami dan /en&elaskan Penatalaksanaan
,idak ada pengobatan yang khusus yang mempengaruhi penyembuhan kelainan di glomerulus.
1. :stirahat mutlak selama 3-1 minggu. =ulu dian&urkan istirahat mutlak selama 2-8 minggu
untuk memberi kesempatan pada gin&al untuk menyembuh. ,etapi penyelidikan terakhir
menun&ukkan bahwa mobilisasi penderita sesudah 3-1 minggu dari mulai timbulnya penyakit
tidak berakibat buruk terhadap per&alanan penyakitnya.
2. Pemberian penisilin pada 5ase akut. Pemberian antibiotika ini tidak mempengaruhi
beratnya glomerulone5ritis, melainkan mengurangi menyebarnya in5eksi Streptococcus yang
mungkin masih ada. Pemberian penisilin ini dian&urkan hanya untuk 1 hari, sedangkan
pemberian pro5ilaksis yang lama sesudah ne5ritisnya sembuh terhadap kuman penyebab tidak
dian&urkan karena terdapat imunitas yang menetap. Secara teoritis seorang anak dapat
terin5eksi lagi dengan kuman ne5ritogen lain, tetapi kemungkinan ini sangat kecil sekali.
Pemberian penisilin dapat dikombinasi dengan amoksislin * mg!kg .. dibagi 3 dosis
selama 1 hari. ?ika alergi terhadap golongan penisilin, diganti dengan eritromisin 3 mg!kg
..!hari dibagi 3 dosis.
3. /akanan. Pada 5ase akut diberikan makanan rendah protein (1 g!kgbb!hari+ dan rendah
garam (1 g!hari+. /akanan lunak diberikan pada penderita dengan suhu tinggi dan makanan
biasa bila suhu telah normal kembali. .ila ada anuria atau muntah, maka diberikan :D<=
dengan larutan glukosa 1A. Pada penderita tanpa komplikasi pemberian cairan disesuaikan
dengan kebutuhan, sedangkan bila ada komplikasi seperti gagal &antung, edema, hipertensi
dan oliguria, maka &umlah cairan yang diberikan harus dibatasi.
1. Pengobatan terhadap hipertensi. Pemberian cairan dikurangi, pemberian sedati6a untuk
menenangkan penderita sehingga dapat cukup beristirahat. Pada hipertensi dengan ge&ala
serebral diberikan reserpin dan hidralaBin. /ula-mula diberikan reserpin sebanyak ,3
mg!kgbb secara intramuskular. .ila ter&adi diuresis *-1 &am kemudian, maka selan&utnya
reserpin diberikan peroral dengan dosis rumat, ,3 mg!kgbb!hari. /agnesium sul5at
parenteral tidak dian&urkan lagi karena memberi e5ek toksis.
*. .ila anuria berlangsung lama (*-3 hari+, maka ureum harus dikeluarkan dari dalam darah
dengan beberapa cara misalnya dialisis pertonium, hemodialisis, bilasan lambung dan usus
(tindakan ini kurang e5ekti5, tran5usi tukar+. .ila prosedur di atas tidak dapat dilakukan oleh
karena kesulitan teknis, maka pengeluaran darah 6ena pun dapat diker&akan dan adakalanya
menolong &uga.
diurektikum dulu tidak diberikan pada glomerulone5ritis akut, tetapi akhir-akhir ini
pemberian 5urosemid (-asiH+ secara intra6ena (1 mg!kgbb!kali+ dalam *-1 menit tidak
berakibat buruk pada hemodinamika gin&al dan 5iltrasi glomerulus (Repetto dkk, 1"32+.
.ila timbul gagal &antung, maka diberikan digitalis, sedati6a dan oksigen
->.3.". /emahami dan /en&elaskan 4omplikasi
>liguria sampai anuria yang dapat berlangsung 2-3 hari. ,er&adi sebagia akibat berkurangnya
5iltrasi glomerulus. 8ambaran seperti insu5isiensi gin&al akut dengan uremia, hiperkalemia,
hiper5os5atemia dan hidremia. Galau aliguria atau anuria yang lama &arang terdapat pada
anak, namun bila hal ini ter&adi maka dialisis peritoneum kadang-kadang di perlukan.
9nse5alopati hipertensi yang merupakan ge&ala serebrum karena hipertensi. ,erdapat ge&ala
berupa gangguan penglihatan, pusing, muntah dan ke&ang-ke&ang. :ni disebabkan spasme
pembuluh darah lokal dengan anoksia dan edema otak.
8angguan sirkulasi berupa dispne, ortopne, terdapatnya ronki basah, pembesaran &antung dan
meningginya tekanand arah yang bukan sa&a disebabkan spasme pembuluh darah, melainkan
&uga disebabkan oleh bertambahnya 6olume plasma. ?antung dapat memberas dan ter&adi
gagal &antung akibat hipertensi yang menetap dan kelainan di miokardium.
'nemia yang timbul karena adanya hiper6olemia di samping sintesis eritropoetik yang
menurun.
(Price et.al, 1""*J :4'-$:, 1""3J :P=-$:, 23J =onna ?.-ager, 2"+
->.3.1. /emahami dan /en&elaskan Prognosis
Sebagian besar pasien akan sembuh, tetapi *A diantaranya mengalami per&alanan penyakit yang
memburuk dengan cepat. =iuresis akan men&adi normal kembali pada hari ke 3-1 setelah awal
penyakit dengan menghilangnya sembab dan secara bertahap tekanan darah men&adi normal
kembali. <ungsi gin&al(ureum dan kreatinin+ membaik dalam 1 minggu dan men&adi normal
dalam waktu 3-1 minggu.
8e&ala 5isis menghilang dalam minggu ke 2 atau ke 3, kimia darah men&adi normal pada minggu
ke 2 dan hematuria mikroskopik atau makroskopik dapat menetap selama 1-2 minggu. -9=
meninggi terus sampai kira-kira 3 bulan, protein sedikit dalam urine dan dapat menetap untuk
beberapa bulan.
9ksaserbasi kadang-kadang ter&adi akibat in5eksi akut selama 5ase penyembuhan, tetapi
umumnya tidak mengubah proses penyakitnya. Penderita yang tetap menun&ukkan kelainan urine
selama 1 tahun dianggap menderita penyakit glomerulone5ritis kronik, walaupun dapat ter&adi
penyembuhan sempurna. -9= digunakan untuk mengukur progresi6itas penyakit ini, karena
umumnya tetap tinggi pada kasus-kasus yang men&adi kronis. =iperkirakan "* A akan sembuh
sempurna, 2A meninggal selama 5ase akut dari penyakit ini dan 2A men&adi glomerulone5ritis
kronis.
(:P=-$:, 23J :4'-$:, 1""3+
->.3.11. /emahami dan /en&elaskan Pencegahan
Pencega(an primer
Pencegahan sebelum terin5eksi kuman streptococcus yaitu dengan tidak kontak secara inhalasi
dengan penderita yang sudah terin5eksi, men&aga pola makan dengan tidak &a&an sembarangan.
Pencega(an sekunder
Pencegahan pasien yang sudah terin5eksi tetapi belum timbul ge&ala klinis yaitu dengan
pengobatan antibiotik untuk kuman streptococcus yaitu benBatine penisilin.
Pencega(an tersier
Pencegahan untuk menghindari komplikasi yaitu memakai pengobatan simptomatik
glomerulone5ritis.
-: 1. /emahami dan men&elaskan kena&isan urin dalam :slam
Air Ke,<i,0 Ma,uia A*ala= Na/i
.erbeda dengan air kencing binatang ternak, yang para ulama berbeda pendapat tentang
statusnya, apakah suci atau na&is, untuk air kencing manusia, semua ulama sepakat tentang
kena&isannya.
.erkata :mam @awawi %

R'dapun air kencing orang dewasa adalah na&is menurut kesepakatan para ulama.R W1X
#al itu berdasarkan dalil-dalil di bawah ini %
Pertama : <irman 'llah subhanau wataYala %
!" # $

&

'

&

'

+ , -

2Dan yang meng(alalkan bagi mereka segala yang baik dan meng(aramkan bagi mereka
segala yang buruk .2 (Zs. al-'Yra5 % 1*3+
/enurut :mam /alik bahwa segala yang buruk adalah segala sesuatu yang diharamkan di dalam
:slam, sedang menurut :mam Sya5iY: bahwa segala sesuatu yang buruk adalah segala sesuatu
yang diharamkan untuk dimakan dan segala sesuatu yang &i&ik.W2X =ari kedua pendapat ulama
tersebut, maka air kencing termasuk sesuatu yang na&is.
Ke*ua : hadist :bnu 'bbas %

/
0

+ 1 %

2
"

+ &

'

7 8

: ;

: ;

2
0

<

> ?

B B

2D

&

F : C =

G H ?

EH

'

6D

KL

7 M

N 2 ! <

1 G H ?

@ %

1 $

&

: > 1 4

P K. $

'

&

Dari 3bnu 4!bbas berkata# 56asululla( s(allalla(u 4alai(i 7asallam le7at di dekat dua kuburan#
lalu beliau bersabda: 5+esunggu(nya keduanya sedang disiksa# dan keduanya disiksa bukan
karena dosa besar. 8ang satu disiksa karena tidak bersuci setela( kencing# sementara yang
satunya suka mengadu domba.5 9emudian beliau mengambil sebatang da(an kurma yang masi(
basa(# beliau lalu membela(nya men)adi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-
masing kuburan tersebut. Para sa(abat pun bertanya# 5:a(ai 6asululla(# kenapa engkau
melakukan ini;5 beliau men)a7ab: 5+emoga siksa keduanya diringankan selama batang po(on
ini basa(.5 (#R. .ukhari dan /uslim+
#adist di atas men&elaskan bahwa orang yang tidak bersuci (cebok+ setelah kencing akan diadBab
di dalam kuburan, hal ini menun&ukkan bahwa air kencing itu na&is.
Keti0a : hadist orang .adui yang kencing di mas&id %
+ 2

> 1 *

1 2
Q

+ =

2 ?

B /

6 &

'

2
"

+
&

6$

> %

+ 4

S
H

T0

H
7 U

T0

7 V

&

B W ;

&

W ;

!bu -uraira( berkata# 5+eorang !rab badui berdiri dan kencing di 'as)id# lalu orang-orang
ingin mengusirnya. 'aka <abi s(allalla(u 4alai(i 7asallam pun bersabda kepada mereka:
5=iarkanla( dia dan siramla( bekas kencingnya dengan setimba air# atau dengan seember air#
sesunggu(nya kalian diutus untuk memberi kemuda(an dan tidak diutus untuk membuat
kesulitan.5 (#R. .ukhari+
Perintah Rasulullah shallallahu [alaihi wasallam untuk menyiram bekas air kencing dengan air,
menun&ukkan bahwa air kencing itu na&is.
Keempat % #adist 'nas bin /alik %

+ 7=

1 % 1 5

+ &

% > Y

Z 9

+ [

: +

4
Dari !nas# ba(7asanya ia berkata# ba(7asanya 6asululla( s(allalla(u >ala(i 7assalam
bersabda : 2=ersi(kan dari air kencing# karena sesunggu(nya kebanyakan ad?ab kubur itu dari
air kencing yang tidak dibersi(kan"2 (#R. =aruEuthni+ F2G
=a5tar Pustaka
@etter <#. 'tlas o5 #uman 'natomy. 1
th
ed. $S% SaundersJ 22.
Scanlon D7, Sanders ,. 9ssential o5 anatomy and physiology. *
th
ed. $S% <' =a6is 7ompanyJ
23.
Dan de 8raa5 4/. #uman anatomy. 2
th
ed. $S% ,he /c8raw-#ill 7ompaniesJ 21.
Gilliam G. #ay. 7urrent Pediatric =iagnosis and ,reatment 12
th
edition. /c8raw-#ill
9ducation, 9urope, 22
Price, Syl6ia ', 1""* Pato5isiologi %konsep klinis proses-proses penyakit, ed 1, 987, ?akarta.
Sta5 Penga&ar :lmu 4esehatan 'nak <4$:, 1"8*, 8lomerulone5ritis akut, 83*-83", :n5omedika,
?akarta.
:lmu 4esehatan @elson, 2, 6ol 3, ed Gahab, '. Samik, 9d 1*, 8lomerulone5ritis akut pasca
streptokokus,1813-1811, 987, ?akarta.
=orland, G. '. @ewman. 22. 9amus 9edokteran Dorland# @disi .A. ?akarta% 987
8anong, Gilliam <. 22. =uku !)ar Bisiologi 9edokteran# @disi ./. ?akarta% 987
8artner, -eslie P. \ ?ames -. #iatt. 23. &olor !tlas of -istology# Bourt( @dition. .altimore,
/aryland% -ippincott Gilliams \ Gilkins
:drus, 'lwi dkk. 22. =uku !)ar 3lmu Penyakit Dalam# $ilid 3 @disi 3,. ?akarta% Pusat Penerbitan
:P= <4$:
-eeson, 7. Roland. 1""2. =uku !)ar -istologi# @disi ,. ?akarta% 987
/ayo 7linic Sta55. 2". Glomerulonep(ritis.
http%!!www.mayoclinic.com!health!glomerulonephritis!=S*3
Price, Syl6ia '. 2*. Patofisiologi: 9onsep 9linis Proses-proses Penyakit# ,olume . @disi C.
?akarta% 987
PutB, Reinhard \ Reinhard Pabst. 22. !tlas !natomi 'anusia +obotta# $ilid . @disi ... ?akarta%
987
Robbins, Stanley -. 23. =uku !)ar Patologi 6obbins# ,olume . @disi D. ?akarta% 987
Sherwood, -auralee. 21. <isiologi /anusia dari Sel ke Sistem, 9disi 2. ?akarta% 987
Sloane, 9thel. 23. !natomi dan Bisiologi untuk Pemula. ?akarta% 987
Snell, Richard S. 22. !natomi 9linik untuk 'a(asis7a 9edokteran. ?akarta% 987
Syam, 9dward \ :nmar Raden. 2". =a(an 9ulia( !natomi +istem Urinarius. ?akarta% <4 C'RS: