Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 TUJUAN
1. Memahami reaksi kondensasi Knoevenagel
2. Memahami terbentuknya intermediat karbanion
3. Mendapatkan kristal yang bagus
1.1 DASAR TEORI
Asam sinamat memiliki rumus kimia C
6
H
5
CHCHCOOH atau C

H
!
O
2
"
ber#u$ud kristal putih" sedikit larut dalam air" dan mempunyai titik leleh 133
%
C
serta titik didih 3&&
%
C. 'sam sinamat termasuk senya#a (enol yang dihasilkan
dari lintasan asam sikimat dan reaksi berikutnya. )ahan dasarnya adalah
(enilalanin dan tirosin sama seperti asam ka(eat" asam p*kumarat" dan asam
(erulat. Keempat senya#a tersebut penting bukan karena terdapat melimpah
dalam bentuk tak terikat +bebas," melainkan karena mereka diubah men$adi
beberapa turunan di samping protein. -urunannya termasuk (itoaleksin" kumarin"
lignin" dan berbagai (lavonoid seperti antosianin
'sam sinamat diperoleh dari (enilalanin berdasarkan eliminasi amonia
se.ara en/imatik dilan$utkan dengan hidroksilasi aromatik dan metilasi. Mula
pertama diper.ayai bah#a biosintesis melalui $alan asam (enil piruvat yang
diredukdsi dan didehidrasi" tetapi saat asam sinamat terlihat bah#a en/im dapat
mengeliminasi amonia langsung dari asam amino" maka $alan tersebut dinyatakan
sebagai $alan utama. 0eaksi ini dikategorikan sebagai reaksi berkesinambungan
aliminasi*1" 2. 3engan danya pusat basa pada en/im yang mengikat 2*proton.
4liminasi ter$adi yang paling tepat se.ara stereoelektronik adalah kon(ormasi tran*
planar dengan pelepasan pro*35 hidrogen yang langsung menghasilkan asam
trans*sinamat. 0eaksi analog dengan aliminasi ho(mann" penemuan (enilalanin
amonialiase" 5'6" mengungkap bah#a reaksi adalah dapat balik yang bearti
bah#a radiasi amonia harus berlangsung berla#anan terhadap polaritas ikatan
1
rangkap. 5enghambat kimia en/im dilakukan dengan pereaksi karbonil seperti
natrium borohidrida yang mengandung tritium pada serangkaian hidroksi alanin
dengan tritium menun$ukan pre dominan ke arah gugus metil. 5engamatan
tersebut menyatakan bah#a bagian akti( dari en/im adalah gugus amino serin
membentuk basa s.hi(( dengan sub unit lain en/im yang diaktivasi oleh proton
dan menghasilkan eliminasi air. Karbon*2 sisa dehidroalanin bereaksi dengan
nukleo(il sesuai dengan reaksi tipe Me.hael" seperti ion hidrida dari natrium
borohidrida atau ion sianida yang meredam aktivasinya. +Hard$ono" 16,
Benzaldehid
Nama IUPAC 7
)en/aldehida
Nama lain 7
8enilmetanal
)en/ena karboksaldehida
)en/oat aldehida
Benzaldehid +C
6
H
5
CHO, adalah sebuah senya#a kimia yang terdiri dari .in.in
ben/ena dengan sebuah substituen aldehida. 9a merupakan aldehida aromatik yang
paling sederhana. 5ada suhu kamar" ia berupa .airan tidak ber#arna dengan aroma
seperti badam +almond,. 9a merupakan komponen utama pada ekstrak ka.ang
almond" dan dapat diekstraksi dari beberapa sumber alami seperti aprikot" .eri"
dan bi$i persik. 5ada saat ini" ben/aldehida pada umumnya dibuat dari toluena
menggunakan berbagai ma.am proses yang berbeda.
Sifat fisis
5enampilan 7 .airan tidak ber#arna
3ensitas 71"&:15 g;ml" .air
-itik leleh7 <26 %C
-itik didih 7 1=!"1 %C
Kelarutan dalam air > sedikit larut +&"6 #t pada 2& %C,
?iskositas 7 1": .5 pada 25 %C
2
Asam !al"nat
Nama IUPAC7 'sam propanadioat
Nama lain 7'sam metanadikarboksilat
Asam !al"nat adalah sebuah senya#a asam dikarboksilat dengan struktur
C H
2
+COOH,
2
. )entuk yang terionisasi dari asam malonat" termasuk $uga ester dan
garamnya" dikenal sebagai mal"nat. @ebagai .ontoh" dietil malonat adalah etil
ester dari asam malonat. Aama ini berasal dari )ahasa 6atin malum" yang berarti
apel.
Sifat
0umus molekul C
3
H
:
O
:

Massa molar 1&:"&3 g;mol
3ensitas 1.61 g;.m
3
" padat
-itik leleh 135*136 %C +:&!*:& K,
-itik didih -erurai
Kelarutan dalam air 6arut se.ara penuh
Bi"#imia
5ada bit terdapat kandungan garam kalsium asam malonat yang tinggi. 3alam
keadaan normal" ia berbentuk kristal putih. 'sam malonat adalah inhibitor
kompetiti(" ia berkompetisi dengan suksinat dehidrogenase +kompleks 99, pada
proses (os(orilasi oksidati(.
Sintesis "$%ani#
5roses pembuatan asam malonat klasik dimulai dari asam asetat
B1C
. 'sam asetat
diklorinasi" menghasilkan asam kloroasetat. 0eaksi dengan natrium karbonat
menghasilkan garam natrium" yang kemudian direaksikan dengan natrium sianida"
3
menghasilkan garam siano asam asetat melalui substitusi nukleo(ilik. Dugus nitril
dapat kemudian dihidrolisis dengan natrium hidroksida" menghasilkan natrium
malonat. 5roses pengasaman kemudian menghasilkan asam malonat yang
diinginkan.
Rea#si "$%ani#
Contoh reaksi yang terkenal adalah kondensasi asam malonat dengan urea"
menghasilkan asam barbiturat. 'sam malonat sering digunakan sebagai enolat
pada kondensasi Knoevenagel atau dikondensasi dengan aseton menghasilkan
asam Meldrum.
Pi$idin
Pi$idin adalah sebuah senya#a organik
heterosiklik yang berbentuk .in.in aromatik
sederhana. 0umus kimianya adalah C
5
H
5
A.
@enya#a ini dipakai sebagai bahan pemula di agrokimia dan (armasi" dan
merupakan bahan pelarut dan reagent yang penting. @trukturnya mirip dengan
ben/ena" dimana sebuah gugus CH di dalam .in.in aromatis yang terdiri dari
enam atom diganti dengan nitrogen. @enya#a ini berbentuk .airan tidak ber#arna
yang berbau aroma khas seperti ikan. Cin.in piridina banyak terdapat diberbagai
senya#a*senya#a penting" termasuk nikotinamida.
Sifat
0umus molekul C
5
H
5
A
Massa molar =.1&1 g;mol
5enampilan .olourless liEuid
3ensitas &.!1 g;.m
3
" liEuid
-itik leleh <:1.6 %C
-itik didih 115.2 %C
Kelarutan dalam air Mis.ible
?iskositas &.: .5 at 2& %C
:
Hid$"%en &l"$ida

Nama IUPAC
Hidrogen klorida
Hidrogen klorida +HCl, adalah asam monoprotik" yang berarti bah#a ia dapat
berdisosiasi melepaskan satu H
F
hanya sekali. 3alam larutan asam klorida" H
F
ini
bergabung dengan molekul air membentuk ion hidronium" H
3
O
F
HCl F H
2
O G H
3
O
F
F Cl
<
9on lain yang terbentuk adalah ion klorida" Cl
<
. 'sam klorida oleh karenanya
dapat digunakan untuk membuat garam klorida" seperti natrium klorida. 'sam
klorida adalah asam kuat karena ia berdisosiasi penuh dalam air.
'sam monoprotik memiliki satu tetapan disosiasi asam" K
a
" yang mengindikasikan
tingkat disosiasi /at tersebut dalam air. Hntuk asam kuat seperti HCl" nilai K
a
.ukup besar. )eberapa usaha perhitungan teoritis telah dilakukan untuk
menghitung nilai K
a
HCl. Ketika garam klorida seperti AaCl ditambahkan ke
larutan HCl" ia tidak akan mengubah pH larutan se.ara signi(ikan. Hal ini
mengindikasikan bah#a Cl
<
adalah kon$ugat basa yang sangat lemah dan HCl
se.ara penuh berdisosiasi dalam larutan tersebut. Hntuk larutan asam klorida yang
kuat" asumsi bah#a molaritas H
F
sama dengan molaritas HCl .ukuplah baik"
dengan ketepatan men.apai empat digit angka bermakna.
3ari tu$uh asam mineral kuat dalam kimia" asam klorida merupakan asam
monoprotik yang paling sulit men$alani reaksi redoks. 9a $uga merupakan asam
kuat yang paling tidak berbahaya untuk ditangani dibandingkan dengan asam kuat
lainnya. Ialaupun asam" ia mengandung ion klorida yang tidak reakti( dan tidak
bera.un. 'sam klorida dalam konsentrasi menengah .ukup stabil untuk disimpan
dan terus mempertahankan konsentrasinya. Oleh karena alasan inilah" asam
klorida merupakan reagen pengasam yang sangat baik.
5
'sam klorida merupakan asam pilihan dalam titrasi untuk menentukan $umlah
basa. 'sam yang lebih kuat akan memberikan hasil yang lebih baik oleh karena
titik akhir yang $elas. 'sam klorida a/eotropik +kira*kira 2&"2J, dapat digunakan
sebagai standar primer dalam analisis kuantitati(" #alaupun konsentrasinya
bergantung pada tekanan atmos(ernya ketika dibuat.
'sam klorida sering digunakan dalam analisis kimia untuk Kmen.ernaK sampel*
sampel analisis. 'sam klorida pekat melarutkan banyak $enis logam dan
menghasilkan logam klorida dan gas hidrogen. 9a $uga bereaksi dengan senya#a
dasar sema.am kalsium karbonat dan tembaga+99, oksida" menghasilkan klorida
terlarut yang dapat dianalisa
Sifat
0umus molekul HCl
Massa molar 36":6&6 g;mol
5enampilan Das tak ber#arna" higroskopik.
3ensitas 1":== g;l" gas +25 %C,
-itik leleh *11:"2 %C +15!.! K,
-itik didih *!5"1 %C +1!=. K,
Kelarutan dalam air =2 g;1&& ml +2& %C,
Keasaman +pK
a
, *:
6
BAB II
!ETODE &ERJA
'.1 PROSEDUR &ERJA
Harwood ML & Moody JC, 1989, Experimental Organic Chemistry
rincipal and ractice, !"lication Ox#ord, London
Ieigh the potassium .arbonate into a 1&& ml erlenmeyer (lask and add 2& ml
#ater and the ben/aldehyde. @#irl the miLture vigorously" pour it into a test
tube and alloe the t#o phases to separate over 3& min #hen the upper layer o(
ben/aldehye should be .lear. Mean#hile #eigh the propanedioi. a.id into a
se.ond 1&& ml .oni.al (lask and dissolve it in the pyridine #ith gentle
#arming on a hot #ater bath. 8rom the test*tube remove 2 ml o( the upper
layer .are(ully using a graduated pipet and add it to the solution o(
propanodioi. a.id in pyridine. Heat the resultant miLture on the #ater bath
and add a .atalyti. Euantity o( piperidine + 1& drops,. 0ea.tion is indi.ated by
evolution o( bubbles o( .arbon dioLide as the de.arboLylation pro.eeds.
Continue heating until the rate o( apperan.e o( bubbles be.ome very slo#
+3&min,. Make the volume up to 5& ml #ith 2 M hydro.lori. a.id and the
(ilter o( the resultant solid #ith su.tion bet#een #ashing. -ip the .rystals into
a pre#eighed 1&& ml.
=
2.2 ALAT DAN BAHAN
Alat
4rlenmeyer 1&&ml
Delas Hkur
Corong 5isah
)eaker Dlass
Corong )u.hner dan 6abu Hisap
Iaterbath
5ipet -etes
Bahan
K
2
CO
3
!g
)en/aldehid 5ml
'sam Malonat 3"1 g
5iridin 5ml
5iperidin 1& tetes
HCl 2A
!
'.( S&E!A &ERJA

Kocok campuran secara konstan, masukkan dalam


corong pisah, biarkan memisah menjadi 2 fase selama
30 menit. Lapisan atas adalah benzaldehid jernih
Campuran di atas dipanaskan di Water
ath
!ambahkan "CL 2 # ad $0
ml
!imbang K
2
C%
3
& g, masukkan
dalam erlenme'er (00 mL.
!ambahkan air 20 mL ) $ mL
benzaldehid
!imbang *sam propanadioat +*sam malonat, 3,( g, masukkan
ke dalam erlenme'er (00 mL lain dan dilarutkan dengan $ mL
piridin sambil dihangatkan di -ater bath
enzaldehid 'ang dipisahkan dari corong pisah
diambil 3 mL
.asukkan ke dalam larutan asam malonat dalam piridin
!ambahkan (0 tetes piperidin hingga C%
2
hilang 30
menit
/aring dengan corong
uchner
"asil kristal 'ang diperoleh dikeringkan di o0en
pada suhu &0
o
C
'.) *A!BAR PE!ASAN*AN ALAT
!E&ANIS!E REA&SI
1&
keringkan di oven suhu 80
0
C
+
Benzaldehid Asam !al"nat Asam Sinamat
BAB III
11
(.1 HASIL DIS&USI
1. Ba%aimana #e$,a &
'
CO
(
dalam -$"ses -em.$nian /enzaldehid0
K
2
CO
3
dilarukan di air kemudian ditambahkan ben/aldehid" dimana
ben/aldehid yang digunakan kemungkinan kurang murni atau tidak murni
karena berikatan dengan asam ben/oat dalam larutan tersebut. Madi ion K
dalam K
2
CO
3
berikatan dengan asam ben/oat membentuk kalium ben/oat
sehingga didapatkan ben/aldehid yang murni atau bebas dari asam
ben/oat.
'. Se/.t#an s1a$at2s1a$at $ea#si #"ndensasi &n"e3ena%el0
'gar reaksi kondensasi Knoevenagel dapat berlangsung" yang dibutuhkan
hanyalah satu senya#a dengan satu gugus karbonil" plus satu senya#a
yang memiliki suatu hidrogen 1.
(. Jelas#an f.n%si -i$idin dan -i-e$idin4
5iridin ber(ungsi sebagai pelarut dan katalis basa" sementara piridin
sebagai katalis basa.
). A-a %.na HCl0
Dunanya untuk membentuk garam HCl dari piridin dan piperidin.
(.' PE!BAHASAN
12
@intesis asam sinamat melalui reaksi Knoevenagel dilakukan dengan
mereaksikan ben/aldehid yang merupakan aldehid aromatik tanpa hidrogen 1"
asam malonat +asam dikarboksilat yang memiliki hidrogen 1, sebagai prekursor
karbanion;prekursor enolat" piridin sebagai pelarut dan katalis basa piperidin
sebagai katalis basa.
K
2
CO
3
dilarutkan di air lalu ditambak ben/aldehid" dimaa ben/aldehid
yang digunakan kemungkinan tidak atau kurang murni karena berkaitan dengan
asam ben/oat dalam larutan tersebut. 9on K dalam K
2
CO
3
berikatan dengan asam
ben/oat dan membentuk kalium ben/oat sehingga didapatkan ben/aldehid yang
murni atau bebas dari asam ben/oat. 5en.ampuran dan pemisahan ben/aldehid
dilakukan di .orong pisah" dimana bagian atas merupakan ben/aldehid yang bebas
asam ben/oat atau ben/aldehid murni dan bagian ba#ah merupakan asam ben/oat
yang berikatan dengan K
2
CO
3
membentuk kalium ben/oat.
'sam malonat dilarutkan di piridin" lalu di hangatkan di #aterbath.
Kemudian setelah itu ditambahkan ben/adehid" lllalu dipanaskan di #aterbath dan
tambahkan 1& tetes piperidin hingga gelembung CO
2
hilang kurang lebih 3&
menit.
@elain sebagai pelarut" piridin dapat digunakan sebagai katalis basa dalam
pembentukan ion karban" namun pada per.obaan ini digunakan .ampuran piridin*
piperidin sebagai katalis basa" hal ini bertu$uan untuk memberikan kondisi basa
lemah yang optimal sehingga didapat hasil sintesis yang maksimal.
4ndapan yang terbentuk setelah penambahan HCl 2A hingga 5& ml berupa
garam HCl dari piridin dan piperidin" disaring dengan .orong bu.hner" labu hisap"
dan pompa hisap. Kristal atau hasil saringan di keringkan di oven pada suhu !&
o
C.
BAB I5
13
&ESI!PULAN
'sam sinamat yang didapatkan dari sintesis merupakan bentuk tran
isomer. 9somer .is dari asam sinamat adalah asam allosinamat. )entuk .is isomer
dengan titik lebur 6!
o
C tidak stabil dan akan berubah men$adi bentuk trans yang
stabil.
@intesis asam sinaat melalui reaksi Knoevenagel dilakukan dengan
mereaksikan ben/aldehid yang merupakan aldehid aromatik tanpa hidrogen 1"
asam malonat +asam dikarboksilat yang memiliki hidrogen 1, sebagai prekursor
enolat" piridin sebagai pelarut dan katalis basa" piperidin sebagai katalis basa.
3imana reaksi kondensasi Knoevenagel merupakan reaksi kondensasi aldol silang
antara aldehid tanpa hidrogen 1 dan senya#a yang memiliki hidrogen 1 yang di
stabilkan oleh dua gugus penstabil karbanion;gugus pengakti( +seperti CNO atau
CNA, dengan katalis basa. @elan$utnya" untuk membentuk garam HCl dari piridin
dan piperidin ditambahkan HCl 2A.
DA6TAR PUSTA&A
1:
)udavari @" et al +eds," 1!" -he Mer.k 9ndeL" 11
th
ed." Mer. O Co.9n.." H@'
8essenden 0M O 8essenden M@" 1!6" Kimia Organi." edisi 3. Milid 1" ter$emahan
oleh 5ud$aatmaka" 1" 5enerbit 4rlangga" Makarta
8essenden 0M O 8essenden M@" 1!6" Kimia Organi." edisi 3. Milid 2" ter$emahan
oleh 5ud$aatmaka" 1" 5enerbit 4rlangga" Makarta
8urniss" )@> hanna(ord" 'M> @mith" 5ID> -at.hel" '0." 11. ?ogelPs -eLt )ook
o( 5ra.ti.al Organi. Chemistry" 5
th
ed." 6ongman @.ienti(i. O -e.hni.al 6ondon
Har#ood M6 O Moody MC" 1!" 4Lperimental Organi. Chemistry 5rin.ipal and
5ra.ti.e" 5ubli.ation OL(ord" 6ondon
M. Murry M" 2&&&" Organi. Chemistry" 5
th
edition" )rooks;Cole 5ublishing Co.
5asi(i. Drove" H@'
?ogel" 'l" 16&" 4lementary 5ra.ti.al Organi. Chemistry" 5art 1 @mall @.ale
5reparations" 3
th
edition" 6ongmans" Dreen and Co. 6td." 6ondon
15