Anda di halaman 1dari 55

PSIKOLOGI UMUM

http://walgi.blogdetik.com/2013/05/02/psikologi-umum/

PENGERTIAN, KEDUDUKAN DAN METODE DALAM PSIKOLOGI
Pengertian Psikologi
Di tinjau dari segi ilmu bahasa, psikologi berasal dari kata psyche yang diartikan jiwa dan logos yang
berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Karena itu psikologi sering diartikan sebagai ilmu pengetahuan
tentang jiwa atau disingkat dengan ilmu jiwa.

Namun demikian beberapa ahli kurang sependapat bahwa pengertian psikologi sama dengan pengertian
ilmu jiwa. Dan pendapat-pendapat tersebut kemudian disimpulkan dalam perbedaan ilmu jiwa dan
psikologi, yaitu sebagai berikut :

a. Ilmu jiwa adalah istilah bahasa Indonesia sehari-hari yang dikenal dan digunakan secara luas
sedangkan psikologi adalah suatuistilah ilmu pengetahuan, istilah yang scientific.

b. Ilmu jiwa mengandung arti yang lebih luas dari psikologi. Ilmu jiwa meliputi semua pemikiran,
pengetahuan, tanggapan, tetapi juga khayalan dan spekulasi tentang jiwa, sedangkan psikologi meliputi
ilmu pengetahuan tentang jiwa berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah.

Karena psikologi merupakan ilmu mengenai jiwa, maka kita harus mengetahui arti dari jiwa itu sendiri.

Menurut Ki Hajar Dewantara (psikologi positif)

a. kekuatan yang menyebagkan hidupnya manusia menyebabkan manusia dapat berpikir, berperasaan,
dan berkehendak (budi)

b. menyebabkan orang mengerti atau insyaf akan segala gerak jiwanya

Menurut Aristoteles

Jiwa adalah unsur kehidupan, karena itu tiap-tiap makhluk hidup mempunyai jiwa.

Psikologi Sebagai Ilmu
Psikologi merupakan pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah, pengetahuan yang
diperoleh dengan penelitian-penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dijalankan secara
terencana, sistematis, terkontrol, dan berdasarkan atas data empiris.
Tugas Psikologi
a. deskripsi, tugas untuk menggambarkan secara jelas hal-hal yang dipersoalkan atau dibicarakan.
b. Menerangkan, tugas untuk menerangkan keadaan atau kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya
peristiwa-peristiwa tersebut.
c. menyusun teori, tugas mencari dan merumuskan hokum-hukum atau ketentuan-ketentuan mengenai
hubungan anatara peristiwa satu dengan peristiwa lain.
d. Prediksi, tugas untuk membuat ramalan (prediksi) atau estimasi mengenai hal-hal atau peristiwa-
peristiwa yang mungkin terjadi atau gejala-gejala yang akan muncul.
e. Pengendalian, tugas untuk mengendalikan atau mengatur peristiwa-peristiwa atau gejala.

Kedudukan Psikologi Dalam Sistematika Ilmu
Ditinjau dari sejarah dapat dikemukakan bahwa ilmu yang tertua adalah ilmu filsafat. Ilmu-ilmu yang lain
bergabung dengan filsafat karena filsafat merupakan ilmu satu-satunya pada waktu itu. Dan ilmu-ilmu
yang tergabung dalam ilmu filsafat akan dipengaruhi sifat-sifat filsafat. Demikian pula halnya dengan
psikologi.
Psikologi akhirnya memisahkan diri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal ini adalah jasa dari
Wilhelm Wundt yang mendirikanlaboratorium psikologi yang perta pada tahun 1879 di Leipzig untuk
meneliti peristiwa-peristiwa kejiwaan secara eksperimental.
Di dalam laboratoriumnya, Wundt mengadakan eksperimen dalam rangka penelitian-penelitiannya,
sehingga beliau dipandang sebagai bapak psikologi eksperimental.

Wundt sebenarnya bukan seorang ahli dalam bidang psikologi melainkan seorang Fisiolog, akan tetapi
beliau mempunyai pandangan bahwa fisiologi dapat di pandang sebagai ilmu pembantu dari ilmu
psikologi, dan psikologi haruslah berdiri sendiri sebagai suatu ilmu pengetahuan yang tidak tegabung
atau tergantung kepada ilmu-ilmu lain.
Dengan perkembangannya, psikologi yang awalnya bersifat filososis, menjadi psikologi yang bersifat
empiris. Psikologi merupakan salah satu yang termasuk dalam ilmu perilaku di samping antropologi dan
sosiologi.
Hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu lain.
a. hubungan psikologi dengan biologi
Biologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan, berarti bahwa semua benda
yang hidup menjadi objek biologi. Oleh karena biologi berobjekkan benda-benda yang hidup,maka
cukup banyak ilmu-ilmu yang tergabung didalamnya, termasuk pula ilmu psikologi. Sekalipun masing-
masing ilmu itu meninjau dari sudut yang berlainan namun segi-segi tertentu, kedua ilmu itu ada titik-
titik pertemuan.
b. hubungan psikologi dengan sosiologi
Manusia sebagai makhluk sosial juga menjadi objek sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan manusia mempelajari manusia di alam masyarakatnya.
Tinjauan sosiologi yang penting ialah hidup bermasyarakatnya, sedangkan tinjauan psikologi, bahwa
tingkah laku sebagai manifestasi hidup kejiwaan yang didorong oleh moral tertentu hingga manusia itu
bertingkah laku atau berbuat.
Karena adanya titik-titik persamaan ini,maka timbullah cabang ilmu pengetahuan dan mempelajari
tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial.\
c. hubungan psikologi dengan filsafat
Manusia sebagai makhluk hidup merupakan objek dari filsafat yang antara lain membicarakan hahekat
kodrat manusia, tujuan hidup manusia dan sebagainya. Sekalipun psikologi akhirnya memisahkan diri
dari filsafat, tetapi psikologi masih tetap mempunyai hubungan dengan filsafat.
d. hubungan psikologi dengan ilmu pengetahuan alam
Ilmu pengetahuan alam berpengaruh besar terhadap perkembangan psikologi. Beberapa ahli
beranggapan bahwa apabila psikologi ingin mendapatkan kemajuan haruslah mengikuti cara yang
ditempuh oleh ilmu pengetahuan alam.
Persamaan metode pada psikologi dan ilmu pengetahuan alam adalah metode induktif. Penyelidikan
psikologi sejalan dengan Metodologi Riset dalam periode hipotesis dan eksperimen, dimana kebenaran
diperoleh melalui proses pengajuan hipotesis yang dilanjutkan dengan pengujian melalui eksperimen-
eksperimen.
Ruang Lingkup Psikologi
Ditinjau dari segi obyeknya psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan yang besar yaitu :
a. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
b. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan yang umumnya disebut psikologi hewan.
Sampai pada waktu ini orang masih membedakan adanya psikologi yang bersifat umum dan psikologi
yang khusus.
a. Psikologi umum adalah psikologi yang menyelidiki da mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktifitas
fisik manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan berbeda (berkultur).
b. Psikologi khusus ialah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktifitas
psikis manusia.
Ruang lingkup psikologi :
a. Psikologi Perkembangan
Yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua, yang
mencakup :
a) Psikologi anak (mencakup masa bayi)
b) Psikologi puber dan adolesensi (psikologi pemuda)
c) Psikologi orang dewasa
b. Psikologi Sosial
Yaitu psikologi yang khusus membicarakan tentang tingkah laku atau aktifitas - aktifitas manusia
hubungannya dengan situasi sosial.
c. Psikologi Pendidikan
Yaitu psikologi yang menguraikan kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi
pendidikan. Misalnya, bagaimana dalam menarik perhatian agar dapat dengan mudah diterima.
d. Psikologi Kepribadian dan Tifologi
Yaitu psikologi yang khusus menguraikan tentang struktur pribadi manusia,mengenai tipe-tipe
kepribadian manusia.

e. Psikopatologi
Yaitu psikologi yang khusus menguraikan mengenai keadaan psikis yang tidak normal (abnormal).
f. Psikologi kriminil
Yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal kejahatan atau kriminalitas.
g. Psikologi perusahaan
Yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal-soal perusahaan.

Metode-Metode Penelitian dalam Psikologi
Menurut data yang ada, metode yang pertama-tama digunakan dalam dunia psikologi adalah spekulasi.
Spekulasi adalah suatu kegiatan berteori tanpa didukung dengan suatu dasar fakta yang kuat. Namun
akibat berkembangnya ilmu pengetahuan, akhirnya metode ini ditinggalkan dan muncullah metode baru
yang berdasarkan pengalaman-pengalaman atau empirik. Dalam kesempatan ini akan dikemukakan
metode-metode yang dipergunakan dalam lapangan psikologi empirik. Pada dasarnya, metode dalam
penyelidikan dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu metode longitudinal dan metode cross-sectional.

a. Metode Longitudinal

Metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses penyelidikan. Penyelidikan ini dilakukan
hari demi hari, bulan demi bulan, malahan mungkin tahun demi tahun. Dan jika dilihat dari segi
perjalanan, penyelidikan ini adalah secara vertikal. Sebagai contoh, misalkan metode yang ditempuh di
dalam penyelidikan tentang perkembangan anak. Tentu saja sangat dibutuhkan waktu, kesabaran dan
ketekunan dalam metode ini.

b. Metode Cross-Sectional

Berbeda dengan metode longitudinal, metode cross-sectional tidak membutuhkan waktu yang lama
dalam melakukan penyelidikan. Dengan metode ini dapat dikumpulkan bahan yang banyak dalam waktu
yang singkat. Jadi jika dilihat dari jalannya penyelidikan, metode cross-sectional ini berjalan secara
vertikal. Contohnya adalah penyelidikan dengan kuisisoner. Meskipun metode ini dapat berlangsung
relatif cepat, namun metode ini umumnya kurang mendalam.

Karena itu, untuk mengatasi kekurangan tersebut, biasanya kedua metode ini digabungkan. Dan di
bawah ini akan dijelaskan beberapa metode lain yang digunakan dalam psikologi.

c. Metode Introspeksi


Arti kata introspeksi adalah melihat ke dalam (intro = ke dalam) dan (speksi dari spektare = melihat).
Metode ini merupakan suatu metode penyelidikan dengan melihat peristiwa-peristiwa kejiwaan ke
dalam dirinya sendiri. Namun, metode ini memiliki kelemahan yakni bersifat subjektif. Karena dalam
metode introspeksi ini yang menjadi obyek adalah dirinya sendiri. Seringkali orang mengadakan
penilaian yang tidak jujur, apalagi jika itu mengenai keburukan-keburukan dalam dirinya.

Tetapi satu hal yang menjadi cirri khas dari metode ini, yaitu metode ini hanya dapat dilakukan pada
manusia. Hanya manusialah yang mampu melihat apa yang tyerjadi dalam dirinya. Karena itu,
manusialah yang mampu mengadakan introspeksi.

Menurut Wundt, istilah introspeksi kurang tepat, yang lebih tepat menurutnya adalah restropeksi (retro
= kembali) dan (spektare = melihat). Jadi, kita melihat peristiwa-peristiwa kejiwaan yang telah terjadi.
Sebab yang diselidiki adalah yang telah terjadi, bukan yang sedang terjadi dalam dirinya.

d. Metode Introspeksi Eksperimentasi


Dalam metode ini, antara metode introspeksi dan eksperimen saling digabungkan. Dengan jalan
eksperimen, diharapkan sifat subjektif dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Jika pada metode
introspeksi hanya diri penyelidik yang menjadi obyek. Tetapi dalam metode ini yang menjadi obyek
adalah orang banyak atau banyak subyek.

Contohnya, dalam suatu kelas dicoba mengenai pemecahan suatu masalah (problem solving). Kemudian
dari masing-masing siswa disuruh untuk mengintrospeksi diri mereka masing-masing apa yang terjadi
pada diri mereka ketika mereka menghadapi masalah tersebut. Dan dari jawaban masing-masing siswa
ini dapat diambil kesimpulan yang merupakan kesimpulan dari metode introspeksi eksperimental.

e. Metode Ekstrospeksi


Ekstrospeksi berasal dari kata (extro = keluar) dan (spektare = melihat). Dengan metode ini dimaksudkan
dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode introspeksi. Pada metode ini
penyelidikan bukan bersubyek pada dirinya sendiri, melainkan yang menjadi subyek adalah orang lain.
Dengan demikian diharapkan adanya sifat yang obyektif dalam penyelidikan ini.

f. Metode Kuesioner


Kusisioner sering disebut juga dengan angket, yang merupakan metode penyelidikan yang menggunakan
daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi subyek penyelidikan.

Dengan angket akan diperoleh fakta dan opini. Pada garis besarnya, angket terbagi menjadi 2 :

a) bagian yang mengandung identitas

b) bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan

Bagian yang mengandung identitas berfungsi untuk mengungkap data-data identitas dari orang yang
menjadi subyek penyelidikan. Sedangkan bagian yang mengandung pertanyaan berfungsi untuk
memperoleh fakta-fakta sekaligus opini.

Pertanyaan itu digolongkan menjadi 3 bentuk :

a) Pertanyaan yang tertutup (closed questions) yaitu bentuk pertanyaan di mana orang yang dikenai
angket (responden) tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan dalam angket tersebut.

b) Pertanyaan yang terbuka (open questions) yaitu bentuk pertanyaan di mana responden masih
diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan jawaban.

c) Pertanyaan yang terbuka dan tertutup yaitu merupakan gabungan dari pertanyaan yang tertutup dan
pertanyaan yang terbuka.

Di lihat dari cara memberikan, angket dibagi menjadi dua:

a) Angket langsung

Angket yang diberikan kepada subjek dikenai, tanpa menggunakan perantara. Contoh : bila orang ingin
meneliti tentang anak-anak maka angket langsung diberikan kepada anak-anak.

b) Angket tidak langsung

Angket yang menggunakan perantara dalam menjawab. Contoh : apabila ingin meneliti anak-anak maka
angket tidak langsung dibrikan krpada anak-anak, melainkan kepada orang tuanya atau gurunya.

Keunggulan metode angket antara lain:

a) Praktis

b) Dalam wangtu singkat, dapat dikumpulkan data yang relatif banyak.

c) Seragam untuk semus responden

d) dapat dibuat anonim ( identitas responden dirahasiakan ) sehingga responden dapat leluasa untuk
menjawab.

e) Dapat dijawab menurut kesempatan yang di miliki responden

Kelemahan metode angket antara lain:

a) Apabila ada hal-hal kurang jelas, keterangan lebih lanjut sulit untuk diperoleh

b) Pertanyaan-pertanyaan dibuat sedemikian rupa sehingga pertanyaan tiak dapat dirubah sesuai
dengan situasinya

c) Angket yang dikeluarkan biasanya tidak semuanya kembali.

d) Kesalahan dalam pelaksanaan, seperti kurang jelasnya pertanyaan menyebabkan kurang validnya
bahan yang diperoleh.

g. Metode Interview


Merupakan metode penelitian dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan, yang diberikan secara
lisan.

Keunggulan metode Interview antara lain :

a) Pada interview hal-hal yang kurang jelas dapat dipejelas

b) Penginterview dapat menyesuaikan keadaan dengan yang diinterview

c) Terdapat hubungan langsung (face to face)

Kelemahan metode interview antara lain :

a) Boros waktu dan tenaga

b) Dibutuhkan keahlian.

c) Bilasudah terdapat prasangka, maka akan mempengaruhi faktor interview dan hasilnya akan tidak
obyektif.

h. Metode Biografi


Tulisan tentang kehidupan seeorang yang merupakan riwayat hidup seseorang. Kelemahan metode ini
kadang-kadang bersifat subyektif, dalam arti menurut pandangan yang membuat biografi itu. Misalnya
seorang penulis salah paham dengan riwayatt hidup seorang yang dia tulis, mala peneliti akan salah
paham juga, dan akan dipengaruhi oleh sudut pandang o\sang penukis biografi tersebut. Maka, untuk
menghindari hal tersebut peneliti harus menyelidiki biografi dari macam-macam penulis.

i. Metode Analisis Karya


Metode penyelidikan dengan menggunakan analisis dari hasil karya. Misalnya gambar-gambar,
karangan-karangan yang dibuat, karya-karya ini merupakan gambaran keadaan jiwa seseorang.

j. Metode Klinis


Awalnya timbul di lapangan, untuk mempelajari keadaan jiwa seseorang yang menyimpang, dan
umumnya digunakan oleh para ahli psikologi dalam. Dalam metode ini, terdapat prosedur diagnosis dan
penggolongan penyakit kelainan jiwa serta cara-cara memberi perlakuan pemulihan terhadap kelainan
jiwa tersebut.

Dalam pelaksanaan penggunaan metode klinis, peneliti menyediakan benda-benda dan pertanyaan
tertentu yang boleh diselesaikan oleh anak secara bebas menurut persepsi dan kehendaknya.
Selanjutnya, peneliti mengajukan lagi pertanyaan atau tugas tambahan untuk mendukubg data yang
dihimpun sebelumnya.

Kelemahan metode ini seaan-akan memberi kesan bahwa subyeknya orang-orang yang jiwanya tidak
normalm sehingga hasil yang diperoleh kurang menggambarkan keadaan jiwa pada umumnya.

k. Metode Eksperimen


Para ahli berpendapat bahwa pengetahuan yang hanya berdasarkan atas renungan-renungan saja tidak
dapat dipercaya sepenuhnya, kebenaran-kebenaran harus diuji dengan eksperimen.

Agar eksperimen mendapat hasil sebaik-baiknya maka maka eksperimen harus dijalankan secara
tertutup, artinya jangan sampeada yang mengganggu jalannya eksperimen. Untuk itu, eksperimen
dilakukan di laboratorium, namun, situasi dalam laboratorium kurang wajar, sehingga akan
mempengaruhi tingkah laku ataupun ikap dari yang dieksperimentasi. Karena itu, eksperimen juga
dilakukan di alam terbuka, agar siuasinya wajar. Sehingga diperlukan penggabungan kedua sifat itu
mrnjadi satu.

l. Metode testing


Metode ini merupakan metode penyelidikan yang menggunakan soal soal.pertanyaan atau tugas tugas
lain yg telah di standarisasikan.
metode ini mulaiterkenal setelah binet (1904) mendapatkan tugas dari pemerintah perancis untuk
mengadakan penyelidikan terhadap anak anak yg mengalami keterlambatan dalam pelajaran.

Ternyata hasil penyelidikan binet menunjukan bahwa anak anak itu kurang normal.penelidikan
dilanjutkan bersama dengan simon,hasil penyelidikan ini terkenal dengan nama test intelegensi binet-
simon. Sumbangan utama dari binet ialah dalam hal merintis dan menentukan standar pertanyaan
(tingkat satuan umur).

Test dibedakan atas berbagai macam jenis yaitu :

a) menurut kuantitas orang yang di tes : test perorangan ,test kelompok.

b) menurut peristiwa kejiwaan : test pengamatan, perhatian, ingatan, intelegensi, dsb

c) berdasar atas orang yang menjawab : test bahasa.peraga

m. Metode statistik


Digunakan untuk mengadakan penganalisaan terhadap materi atau data yang telah dikumpulkan dalam
suatu penyelidikan .

Kedudukan statistic dalam penyelidikan ditemukan oleh sutrisno hadi :

a) statistik memungkinkna pencatatan secara paling eksak data penyelidikan.

b) statistik memaksa penyelidik menganut tata fikir dan tata kerja yang definet dan eksak.

c) statistik menyediakan cara cara meringkas data ke dalam bentuk yang lebih banyak artinya dan lebih
gampang mengerjakanya.

d) statistik memberi dasar dasar untuk menarik kongklusi melalui proses yg mengikuti tata yang dapat
dterima almi pengetahuan.

e) statistik member landasan untuk meramalkan secara ilmiah tentang bagaimana sesuatu gejala akan
terjadi dalam kondisi yang diketahui.

f) statistik memugkinkan penyelidik menganalisa ,menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit.

Dengan demikian maka penggunaan statistik dalam suatu penyelidikan diharapkan akan tercapai yang
sebaik baiknya yang seobyektifnya.


B. MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA

Pengantar
Diperhatikan dari berbagai kejadian yang ada di sekitar kita, maka akan tampak adanya kesamaan
kejadian satu dengan kejadian yang lain, akan tetapi juga ada perbedaan kejadian satu dengan kejadian
lainnya. Dibawah ini beberapa contoh peristiwa yang menggambarkan adanya hal tersebut :

a. Amin melempar sebuah batu, maka dapat dilihat bahwa batu itu meluncur dengan kecepatan sesuai
dengan daya lempar yang dikeluarkan oleh Amin, dan akhirnya batu akan jatuh ke bawah setelah
mencapai ketinggian yang maksimal. Dari peristiwa ini dapat diambil kesimpulan laju batu itu
merupakan akibat dari lemparan si Amin, atau sebagai akibat dari pengaruh yang ada di luar batu itu.
Apabila pengaruh dari luar ini tidak ada, maka batu tersebut tidak akan bergerak di tempatnya, dan
tidak akan terjadi kejadian seperti tersebut diatas. Apabila batu telah mencapai ketinggian yang
maksimal sesuai dengan daya lempar si Amin, maka batu itu akan jatuh ke bawah karena daya tarik
bumi. Pada peristiwa tersebut diatas batu akan dikenai hukum-hukum alam secara langsung, belum ada
unsur kehidupan dalam batu tersebut.

b. Lain pula halnya dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hewan. Pada hewan selain mempunyai
kemampuan-kemampuan yang ada pada taraf tumbuh-tumbuhan masih mempunyai kemampuan-
kemampuan lain. Kalau pada tumbuh-tumbuhan tidak terdapat kemampuan untuk bergerak dari
tempatnya, maka tidak demikian pada hewan. Apabila disuatu tempat tidak ada makanan maka hewan
mampu pindah ke tempat lain yang memungkinkan memberikan makanan. Hal ini tidak terjadi pada
tumbuhan, maka tumbuh-tumbuhan akan tetap bertempat pada tempatnya hingga mati. Disamping itu
hewan pada umumnya telah mempunyai kemampuan untuk menyadari atau keadaran, adanya
dorongan-dorongan atau nafsu, mampu menyimpan pengalaman-pengalamannya yang tidak terdapat
pada taraf tumbuh-tumbuhan.

Manusia dan Perkembangannya
Manusia berkembang dan mengalami perubahan-perubahan karena akibat dari adanya unsur kehidupan
yang ada pada dirinya. Perubahan tersebut yakni perubahan fisiologis maupun perubahan psikologis.
Perkembangan manusia dijelaskan dalam berbagai teori-teori perkembangan yang dijelaskan oleh
beberapa ahli. Teori-teori tersebut adalah:

a. Teori Nativisme

Teori ini dikemukakan oleh Schopenhouer. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia itu
akan ditentukan oleh faktor-faktor nativus, yaitu faktor keturunan yang dibawa saat lahir. Sewaktu
individu dilahirkan telah membawa sifat-sifat tertentu, dan sifat inilah yang akan menentukan keadaan
individu. Sedangkan faktor lain seperti linkungan dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap
perkembangan.

Teori ini menimbulkan pendapat bahwa, manusia telah ditentukan oleh sifat sejak lahir yang tidak dapat
diubah, sehingga individu akan sangat tergantung pada sifat yang diwarisi oleh orang tuanya.

Teori ini menimbulkan pandangan bahwa manusia apabila dilahirkan baik akan tetap menjadi baik dan
sebaliknya, yang tidak dapat diubah oleh pendidikan dan lingkungan. Selain itu, teori ini menimbulkan
pendapat bahwa untuk menciptakan masyarakat yang baik, selalu mengadakan seleksi terhadap
anggota masyarakat.

b. Teori Empirisme

Teori ini dikembangkan oleh John Locke. Menyatakan bahwa, perkembangan individu akan ditentukan
oleh empirinya atau pengalaman yang diperoleh selama perkembangan individu itu. Sehingga teori ini
dalam pendidikan menimbulkan pandangan yang optimis, bahwa pendidikan merupakan usaha yang
cukup mampu untuk pribadi individu. Teori ini juga sering disebut teori tabularasa, yang memandang
keturunan atau pembawaan tidak mempunyai peranan.

c. Teori Konvergensi

Teori ini diteliti oleh William Stern. Teori ini merupakan teori gabungan (konvergensi) antara teori
nativisme(pembawaan) maupun teori empirisme(lingkungan). Namun, dalam gabungan teori ini tidak
terlalu menonjolkan pada teori nativisme(pembawaan). Menurutnya, faktor pembawaan tidak
menentukan secara mutlak perkembangan individu. Teori yang dikemukakan W. Stern ini merupakan
salah satu hukum perkembangan individu. Karena teori ini dapat diterima dalam proses perkembangan
individu. Di Indonesia sendiri, juga menganut teori ini, seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar
Dewantara:

Tentang hubungan antara dasar dan keadaan ini menurut ilmu pendidikan ditetapkan adanya
konvergensi yang berarti bahwa keduanya saling mempengaruhi, hingga garis dasar keadaan itu selalu
tarik menarik dan akhirnya menjadi satu. (KiHajar Dewantara, 1962:22).

Faktor Perkembangan Individu
a. Faktor Endogen

Faktor endogen adalah factor yang dibawa oleh individu sejak dalam kandungan hingga kelahiran.jadi
factor endogen merupakan factor keturunan atau factor pembawaan.oleh karena individu tiu terbentuk
dari pertemuan ovum dengan sperma,maka tidak mengherankan kalau faktor endogen yg dibawa oleh
individu itu,mempunyai sifat-sifat seperti orang tuanya.

Faktor endogen dalam perkembaangannya selanjutnya dipengaruhi oleh faktor eksogen. Faktor-faktor
endogen:

a) Faktor kejasmanian,sewaktu individu dilahirkan,telah adnya sifat-sifat yang tertentu,terutama sifat-
sifat yang berhubungan dengan factor jasmani,misalnya,bagaimana kulitnya putih,hitam,atau coklat;
bagaimana keadaan rambutnya hitam,pirang dan sebagainya.

b) Faktor keturunan ,sifat-sifat seperti diatas,merupakan sifat-sifat yang mereka dapatkan karena faktor
krturunan,seperti yang dikenal dengan hukum mendel. Faktor pembawaan yang berhubungan dengan
keadaan jasmani,pada umumnya tidak dapat diubah.bagaiman abesar keinginan seseorang untuk
mempunyai warna kulit yang putih bersih,hal ini tidak mungkin kalau Karena factor krturunan kulitnya
berwarna coklat,demikian pula halnya dengan lain-lain.

Disamping itu,individu juga memiliki sifat pembawaan psikilogis yang erat kaitannya dengan keadaan
jasmani yaitu tempramen.tempramen merupakan sifat pembawaan yang erat hubungannya dengan
fungsi-fungsi fisiologis seperti darah,kelenjar-kelenjar,cairan-cairan lain,yang terdapat didalam diri
manusia.

Seperti dikemukakan oleh Hypocrates dan Galenus (Bigot,dkk.,1950)yang menghubungkan sifat-sifat
kejasmanian(struktur kejasmanian)dengan sifat-sifat psikologis dari individu yang
bersangkutan.sehubungan dengan ini ada beberapa tipe tempramen dari manusia yaitu:

a) Sanguinikus

b) Flegmatikus

c) Cholerikus

d) Melancholikus

Temperamen adalah berbeda dengan karakter atau watak yaitu merupakan keseluruhan dari sifat
seseorang yang nampak dalam perbuatannya sehari-hari,sebagai hasil pembawaan dan
lingkungan.tempramen pada umumnya bersifat constant, dapat berubah, ubah sesuai dengan pengaruh
lingkungan.seperti apa yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara (1962) bahwa pada individu adanya
bagian yang dapat berubah dan ada yang tidak dapat diubah.

Disamping itu,individu masih mempunya sifat pembawaan yang berupa, bakat(aptitude). Bakat
bukanlah merupakan satu-satunya faktor yang dibawa individu swaktu dilahirkan,melainkan hanya
merupakan salah satu faktor yang dibawa individu swaktu dilahirkan. Bakat merupakan potensi-potensi
yg berisi kemungkinan-kemungkinan untuk berkembang ke suatu arah. Bakat bukanlah sesuatu yang
telah terjadi,yang telah terbentuk pada waktu individu dilahirkan. Tetapi baru merupakan potensi-
potensi saja.agar potensi ini menjadi aktualisasi dibutuhkan kesempatan untuk dapat
mengaktualisasikan bakat-bakat tersebut.untuk itu diperlukan lingkungan yang baik,yang
mendukung,disinilah letak peran lingkungan.dalam perkembangan individu.karena itu langkah yang baik
ialah member kesempatan untuk mengembangkan bakat sebaik-baiknya.untuk dapat mengetahui bakat
seseorang umumnya dipergunakan tes bakat(aptitude test).

b. Faktor Eksogen

Faktor eksogen ialah merupakan factor yang dating dari luar diri individu,merupakan pengalaman-
pengalaman,alam sekitar,pendidikan,dan sebagainya yaitu yang sering dikemukakan dengan pengertian
milieu.pengaruh,pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan.

Lingkungan memberikan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatan-kesempatan kepada
individu.bagaimana individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan
tergantung pada individu yang bersangkutan.tidak demikian halnya dengan pendidikan.pendidikan
dijalankan dengan penuh kesadaran dan dengan secara sistematis untuk mengembangkan potensi-
potensi ataupun bakt-bakat yang ada pada individu sesuai dengan cita-cita atau tujuan
pendidikan,dengan demikian pendidikan itu bersifat aktif,penuh tanggung jawab dan ingin mengarahkan
perkembangan individu kesuatu tujuan tertentu.

Hubungan Individu dengan Lingkungannya
Manusia sebagai makhluk hidup merupakan makhlik yang paling sempurna apabila dibanding dengan
makhluk-makhluk hidup yang lain. Karena manusia dipengaruhi oleh keadaan sekitar yang terikat oleh
hukum-hukum alam dan dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan yang ada dalam diri manusia itu
sendiri. Manusia sebagai makhluk hidup merupakan makhluk yang dinamis yang berarti bahwa manusia
dapat mengalami perubahan-perubahan yang berjalan sepanjang waktu.

Telah dikemukakan dalam teori konvergensi bahwa lingkungan mempunyai peranan yang penting dalam
perkembangan individu, dan teori ini pada umumnya menunjukkan kebenarannya.lingkungan secara
garis besarnya dapat dibedakan :

a. Lingkungan fisik, lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaan tanah, keadan musim dan
sebagainya.

b. Lingkungan sosial,yaitu merupakan lingkungan masyarakat.dalam lingkungan masyarakat ini adanya
interaksi individu satu dengan individu lain. Keadaan masyarakat memberikan pengaruh tertentu
terhadap perkembangan individu. Lingkungan sscial ini dibedakan :

a) Lingkungan sosial primer,yaitu lingkungan sosial dengan adanya hubungan yg erat antara anggota
satu dengan anggota yg lain.

b) Lingkungan sosial skunder, yaitu lingkungan sosial yang hubungan anggota satu dengan yang lainnya
agak longgar.pada umumna anggota satu dengan anggota yang lainnya kurang atau tidak saling
mengenal.

Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan searah, dalam arti hanya
lingkungan saja yg mempunyai pengaruh terhadap individu. Hubungan individu dengan lingkungannya
terdapat hubungan yang ssaling timbale balik, yaitu lingkungan dapat mmepengaruhi individu, tetapi
sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan.

Bagaimana sikap individu terhadap lingkungan dapat dikemukakan sebagai berikut:

a. Individu menolak atau menentang lingkungannya.dalam keadaan ini lingkungan tidak sesuai dengan
yang ada pada diri individu.dalam keadaan yang tidak sesuai ini individu dapat memberikan bentuk atau
perubahan lingkungan seperti yang dikehendaki oleh individu yang bersangkutan.

b. Individu menerima lingkungan.dalam hal ini keadaan lingkungan sesuai atau sejalan dengan yang ada
dalam diri individu. Dengan demikian individu akan menerima lingkaungan itu

c. Individu bersikap netral, dalam hal ini individu tidak menerima,tetapi juga tidak menolak.individu
dalam keadaan status quo terhadap lingkungannya.


C. SEKILAS PERKEMBANGAN PSIKOLOGI

I. Pengaruh Filsafat pada Psikologi


Psikologi semula tergabung dalam filsafat, sehingga segala sesuatu yang ada dalam filsafat berpengaruh
pada psikologi. Dengan demikian mulailah era baru dalam bidang psikologi, yang tidak terlepas dari
perkembangan ilmu-ilmu pada umumnya.

Abad ke 17 merupakan abad berkembangnya ilmu pengetahuan (science). Sebelum itu orang berpegang
pada pendapat Aristoteles dan juga ahli-ahli lain yang merupakan para ahli filsafat. Pada abad ke 17
itulahpandangan baru itu muncul dan menjadi pandangan yang dominan yaitu empiris, suatu
pandangan yang menyatakan bahwa untuk memperoleh pengetahuan adalah melalui empiris atau
pengalaman. Melalui observasi untuk memperoleh kenyataan yang objektif, dan pendapat sebelumnya
yang tidak lagi memuaskan oleh para ahli ditinggalkan. Descrates sebagai salah seorang yang langsung
berpengaruh pada psikologi modern.

a. Rene Descrates (1596-1650)


Sumbangan Descrates yang menonjol dalam bidang psikologi ialah ingin memecahkan persoalan tentang
hubungan antara psikis atau jiwa (mind) dan badan (mind-body problem). Menurut Descrates psikis
merupakan dunia mental dan badan atau jasmaniah merupakan dunia material (material world), dua hal
yang memiliki sifat-sifat yang berbeda.

Teori sebelum Descrates menyatakan bahwa hubungannya searah, yaitu bahwa psikis berpengaruh pada
badan, tetapi badan tidak berpengaruh pada psikis. Tetapi menurut Descrates, psikis dapat
mempengaruhi badan dan badan juga dapat mempengaruhi psikis.jadi memiliki hubungan dua arah,
mutual interaction.

Menurut Descrates psikis itu mempunyai satu fungsi, yaitu berfikir, sedangkan proses yang lain adalah
fungsi dari badan. Descrates adalah seorang rasionalis, oleh sebab itu pandangannya sangan menitik
beratkan pada segi ratio. Karena itu pula metode yang semula bersifat spekulatif berubah ke observasi
secara objektif.

Setelah Descrates, perkembangan ilmu pada umumnya khususnya psikologi mengalami perkembangan
yang cepat. Segala sesuatu yang berdasarkan spekulasi atau metafisis tidak dapat diterimanya. Di
samping aliran empirisme, timbul juga pandangan yang materialistis, yang berpandangan semua hal itu
dapat dijabarkan secara fisik. Mereka berpendapat bahwa kesadaran dapat juga dijelaskan dalam istilah
fisika dan kimia. Proses mental difokuskan pada aspek fisik, yaitu secara anatomis dan struktur fisiologis
dari otak. Namun demikian dari kedua pandangan tersebut, empirislah yang sangat jauh berkembang
apabila dibandingkan dengan yang lainnya.

b. Jhon Loncke (1632-1704)


Locke memusatkan studinya terutama pada fungsi kognitif, yaitu bagaimana psikis itu memperoleh
pengetahuan. Ia menolak pendapat bahwa adanya pengertian-pengertian pembawaan yang
dikemukakan oleh Descrates. Menurut Locke anak atau manusia itu tidak dilegkapi dengan pengetahuan
apapun pada waktu dilahirkan, tidak ada innate ideas. Menurut Locke pengetahuan itu diperoleh
melalui pengalaman.

Locke membedakan adanya dua pengalaman, yaitu yang datang dari penginderaan (sensation) dan yang
datang dari refleksi (reflection). Pengertian yang datang dari penginderaan adalah dari sensory input,
langsung dari objek fisik yang datang dari lingkungandan merupakan impression yang sederhana. Fungsi
kognitif berkaitan dengan refleksi sebagai sumber dari ideas atau pengertian bergantung pada
pengalaman sensoris, pengalaman melalui alat indera.

Locke memberdakan antara pengertian sederhana (simple ideas) dan pengertian yang kompleks
(complex ideas). Pengertian sederhana dapat datang baik dari penginderaan maupun dari refleksi. Ini
merupakan elemen, karena tidak dapat diuraikan lagi menjadi lebih sederhana. Di sini timbul teori
asosiasi, yaitu pengertian sederhana berasosiasikan dengan pengertian sederhana yang lain membentuk
pengertian kompleks. Analisis mental menjadi elemen-elemen atau simple ideas, berasosiasikan dari
elemen-elemen membentuk pengertian kompleks (complex ideas) ini menjadi inti (core) dari psikologi
modern pada waktu itu.

Pendapat lain dari Locke yang penting bagi psikologi ialah pendapat Locke mengenai primary dan
secondary qualities yang dukenakan pada pengertian sederhana. Primari qualities terdapat pada objek
apakah kita mempersepsi atau tidak. Secondary qualities seperti warna, bau, suara, rasa, ini bergantung
pada presepsi seseorang.

II. Pengaruh Fisiologi dan Pengetahuan Alam Pada Psikologi


Pengaruh pengetahuan alam dan fisiologi pada psikologi merupakan permulaan dari psikologi
eksperimental. Seperti telah dikemukakan terdahulu oleh Wilhelm Wundt dapat dipandang sebagai
bapak dari psikologi eksperimental. Namun demikian tidak berarti bahwa sebelum Wundt belum ada
yang melakukan eksperimen-eksperimen dalam kaitannya dengan psikologi.


a. Hermann von Helmholtz (1821-1894)


Helmholtz mengadakan penelitian mengenai kecepatan stimulus pada pengelihatan dan pendengaran.
Helmholtz uga mengadakan eksperimen mengenai waktu reaksi. Dalam penelitiannya mengenai waktu
reaksi, menghasilkan bahwa ada perbedaan individual, juga terdapat perbedaan pada orang yang sama
dari suatu eksperimen ke eksperimen lain.

b. Ernst Weber (1795-1878)


Hasil eksperimennya mengenai ambang dua titik pada kulit : sejauh mana subjek dapat merasakan dua
buah titik atau stimulus yang dikenakan pada kulitnya, dan bervariasi dalam bagian-bagian badan yang
berbeda, juga bervariasi antara subjek yang satu dengan subjek yang lainnya pada bagian yang sama.
Jarak kedua titik relatif pendek, subjek merasa adanya satu stimulus. Jarak kedua titik renggang, subjek
merasakan adanya dua stimulus.Penelitian yang lain mengenai the just niticeable difference, dan
muscular sensation (penginderaan otot).

c. Gustav Theodore Fechner (1801-1887)


Ada dua cara mengukur penginderaan :

a) Orang dapat menentukan apakah stimulus itu ada atau tidak, dapat diindera atau tidak.

b) Orang dapat mengukur intensitas, yaitu subjek dapat menyatakan penginderaannya yang pertama
terjadi, ini merupakan ambang absolut bawah atau ambang stimulus.

Metode yang dikemukakan dikenal dengan metode psikofisik : kaitan antara psikis dan fisik. Dalam
penellitiannya, Fechner menggunakan cara dengan mengangkat beban, dan metode yang digunakan
masih sama yang digunakan para ahli hingga pada waktu ini, yaitu :


a) Metode kesalahan rata-rata (the method of average error)

b) Metode stimuli konstan ( the method of constan stimulii)

c) Metode limit (the method of limits)


d. Wilhelm Wundt (1832-1920)


Wundt dapat dipandang sebagai penyekat antara psikologi lama dengan psikologi baru. Setelah itu ia
bekerja di universitas Heidelberg dan pada saat itilah Wundt mengajukan pendapatnya bahwa psikologi
adalah merupakan ilmu yang perlu mandiri tidak bergantung pada ilmu yang lain, dan merupakan ilmu
yang eksperimental. Ia mengajukan buku yang berjudul Contribusions to the theory of sensory
perception. Dalam buku ini digunakan istilah Experimental psychology,untuk yang pertama kalinya, atas
eksperimen=ekperimen yang dilakukannya.

Ekperimen Wundt didasarkan atas ekperimen dalam bidang fisiologi yang dapat membantu penelitian
psikologi modern. Pokok bahasan psikologi Wundt adalah kesadaran. Pengaruh dari empirisme dan
asosiasi nampak pengaruhnya pada sistem Wundt. Pandangan Wundt kesadaran itu mencakup
berbagian-bagian, yang dapat dipelajari bagian demi bagian, jadi dapat dipelajari dengan metode
analisis atau reduksi. Dan Wundt lebih menitikberatkan studinya mengenai pengalaman yang tidak
langsung daripada pengalaman lansung. Misalnya kalau seorang melihat bunga dan menyatakan bahwa
perhatian seseorang yang utama adalah dalam bunga itu semdiri, bukan pada fakta bahwa seseorang
mengalami kemerahannya itu sendiri.

Psikologi Wundt adalah ilmu mengenai pengalaman kesadaran, maka metode yang digunakan dalam
psikologi adalah observasi mengenai pengalaman tersebut. Hanya orang yang mempunyai pengalaman
tersebut yang dapat melakukan observasi. Karena itu metodenya adalah introspeksi, yaitu penelitian
seseorang dengan observasi dirinya sendiri mengenai keadaan psikisnya.

Mengenai intropeksi Wundt mengajukan beberapa hukum atau ketentuan:

a) Observasi harus mampu menentukan kapan proses itu terjadi

b) Observer harus memusatkan perhatiaannya.

c) Observer harus mampu mengulangi observasi berulangkali.

d) Eksperimenter harus mampu mengontrol manipulasi dari stimulus.

Wundt berpendapat bahwa perasaan itu tidak hanya ada satu dimensi saja, yaitu sengang atau tidak
senang tetapi masih ada dimensi yang lain.

e. Hermann Ebbinghaus ( 1850-1909 )


Ebbinghaus adalah psikologi yang pertama kali mengadakan eksperimen-ekperimen dalam masalah
belajar dan ingatan. Dalam hal ini Ebbinghaus tidak hanya menjawab pendapat Wundt bahwa proses
metal yang tinggi tidak dapat diteliti dengan eksperimen, tetapi juga sekaligus membuktikan bahwa
ingatan dapat diteliti secara eksperimental. Dengan demikian maka kerja Ebbinghaus memperluas
kancah psikologi eksperimental. Ada beberapa metode yang digunakan Ebbinghaus dalam eksperimenya
mengenai belajar, antara lain the learning time method dan the relearning method.

f. Oswald Kulpe ( 1862-1915 )


Oswald menulis buku yang berjudul An Outline of Psychology. Menurut kulpe yang dimaksud dengan
psikologi adalah merupakan ilmu mengenai fakta-fakta dari pengalaman yang tergantung pada
pengalaman pribadi. Setelah itu Kulpe menerapkan metode yang disebut dengan a systematic
experimental introspection. Pada metode ini kulpe menekankan pada aspek subjektif, kualitatif dan
report yang mendetail dari subjek mengenai sifat proses berfikirnya. Tujuan kulpe adalah ingin meneliti
secara langsung apa yang terjadi dalam diri subjek selama berlangsungnya kesadaran pada diri subjek.
Kulpe tidak menentang pendapat Wundt yang menekankan pada pengalaman kesadaran, intropeksi
sebagai alat untuk mengadakan penelitiannya, atau menganalisis kesadaran dalam elemen-elemenya.
Kerja dari Kulpe ialah memperluas konsep Wundt mengenei pokok bahasan dari psikologi dengan
dimasukkannyaberpikir yang teliti secara eksperimental dan menyempurnakan metode introspeksi.


III. Psikologi Fungsional


Tokohnya bernama William James ( 1842-1910), pada saat itu ia merupakan pioner psikologi modern di
Amerika dan ia dipandang sebagai seorang psikolog Amerika yang modern. Buku James yang terkenal
adalah The Principles of Psychology, pada tahun 1890 dan merupakan sumbangan yang besar dalam
bidang psikologi. James bukan seorang eksperimentalis tetapi dipandang sebagai psikolog Amerika. Ada
beberapa alasan yang dapat dikemukakan, yaitu:

a. Tulisannya cukup brilian

b. Ia menentang keadaan yang telah ada pada waktu itu. Ia menentang posisi Wundt dan pengikutnya,
yaitu bahwa tujuan psikologi adalah menganalisis kesadaran dalam elemen-elemen.

c. James menawarkan pendekatan lain untuk melihat psikis yaitu dengan pendekatan fungsional.

Karena itu psikologi James dapat dipandang sebagai psikologi fungsional, yaitu psikologi yang
menandang psikis sebagai fungsi atau digunakan oleh organisme untuk menyesuaikan atau adaptasi
dengan lingkungannya.

IV. Psikologi Bihaviorisme


Apabila di Jerman timbul aliran strukturalisme, di Amerika timbul aliran Fungsionalisme, maka di Rusia
timbul aliran behaviorisme.

a. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936)


Pavlov dikenal sebagai aliran behaviorisme di Rusia. Behaviorisme merupakan aliran dalam psikologi
yang timbul sebagai perkembangan dari psikologi umum. Para ahli psikologi aliran Behaviorisme
berpendapat bahwa kesadaran merupakan hal yang dubious, sesuatu yang tidak dapat diobservasi
secara langsung dan nyata.

Ada 2 aktivitas organisme menurut Pavlov, yaitu :

a) Aktivitas yang bersifat Refleksif

yaitu aktivitas organisme yang tidak disadari oleh organisme yang bersangkutan.

b) Aktivitas yang disadari

yaitu aktivitas atas kesadaran organisme yang bersabgkutan.

Karena hal-hal tersebut, maka psikologi Pavlov sering disebut juga sebagai Psikologi Refleks atau
Psychoreflexology. Eksperimen Pavlov :

a) Before Conditioning

Apa bila anjing lapar dan melihat makanan, kemudian mengeluarkan air liur, ini merupakan proses yang
alami, respon yang refleksif, yang disebut sebagai respon yang tidak berkondisi (unconditioned
response).

b) Before Conditioning

Apa bila anjing mendengar bunyi bel dan kemudian menggerakkan telinganya. Ini juga merupakan
respon yang alami. Bel sebagai stimulus yang tidak berkondisi (unconditioned stimulus)

c) During Conditioning

Persoalan yang dipikirkan Pavlov adalah Apakah pada anjing dapat dibentuk suatu perilaku atau respon
apabila mendengar bunyi bel lalu mengeluarkan air liur?

d) After Conditioning

Ternyata setelah diteliti, perilaku tersebut dapat dibentuk dengan cara memberikan stimulus yang
berkondisi berbarengan atau sebelum diberikan stimulus yang alami secara berulangkali, hingga pada
akhirnya akan terbentuk respon berkondisi. Yaitu keluarnya air liur sekalipun stimulus yang wajar, yaitu
tidak memberikan makanan.

b. Edward Lee Thorndike (1874-1949)


Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa
yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat
ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika
belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan.

Thorndike mengadakan penelitian tentang animal psychology. Penelitian ini diwujudkan dalam disertasi
doktornya yang berjudul Animal Intelligence : An Experimental Study of the Associative Processes in
Animals , dan diterbitkan pada tahun 1911 dengan judul Animal Intelligence (Hergenhahn, 1976).

Beberapa pendapat menurut Thorndike :

a) Koneksi atau Connection, yaitu usaha untuk menggabungkan antara kejadian sensoris dengan
perilaku. Prose ini menitik beratkan pada aspek fungsional dari perilaku, yaitu bahwa proses mental dan
perilaku berkaitan dengan penyesuaian diri organism terhadap lingkungannya.

b) Dasar dari belajar adalah trial and error atau secara asli disebutnya sebagai learning by selecting and
connecting. Pendapat ini berdasarkan eksperimennya puzzle box. Atas dasar eksperimennya, ia
mengambil kesimpulan bahwa hewan itu menunjukkan adanya penyesuaian diri sedemikian rupa
sebelum hewan itu dapat melepaskan diri dari box. Ia menggunakan kucing dalam eksperimen ini.

Dari eksperimen tersebut Thorndike mengajukan bahwa ada 3 macam hukum yang dikenal dengan
hukum primer dalam hal belajar, yaitu :

a) Hukum kesiapan (the law of readiness)

b) Hukum latihan (the law of exercise)

c) Hukum efek (the law of effect)


c. Burrhus Frederick Skinner (1904-1990)


Skinner membedakan perilaku atas :

a) Perilaku yang alami, yaitu perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas , perilaku yang bersifat
refleksif.

b) Perilaku operan, yaitu perilaku yang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak diketahui, tetapi semata-
mata ditimbulkan oleh organism itu sendiri. Perilaku operan belum tentu didahului oleh stimulus dari
luar.

Untuk menguji perilaku-perilaku diatas, Skinner menggunakan tikus sebagai hewan coba. Ada 3 tahapan
dalam ujicoba ini, yaitu :

a) Deprivation

b) Magazine training

c) Lever pressing

Menurut prinsip operant conditiong, perilaku yang direinforce (contoh menekan tuas) akan cenderung
untuk diulang; dan jika pengulangan perilaku tersebut juga mendatangkan reinforce maka perilaku
tersebut akan diulang lagi dan seterusnya.

Berdasarkan percobaan diatas, maka Skinner membuat:

a) Pandangan Teoritis Utama :

1) Respondent and Operant Behavior

Ada dua macam perilaku, yaitu :

i. Respondent Behavior, adalah perilaku yang dimunculkan oleh stimulus yang dikenali. Contoh : refleks
menarik tangan saat kena api, pupil melebar jika berada di dalam kondisi gelap, atau pupil mengecil jika
kena sinar terang, air liur keluar waktu melihat makanan enak.

ii. Operant Behavior, yaitu adalah perilaku yang dimunculkan oleh stimulus yang tidak dikenali dan
hanya dimunculkan oleh organisme. Dalam hal ini operant behavior tidak berhubungan dengan stimulus
yang tidak dikenali, tampaknya spontaneous. Contoh : bersiul saat dikamar mandi, berdiri dan berjalan
menghampiri jendela,

Kebanyakan, perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari berupa operant behavior. Menurut Skinner,
stimulus yang menyebabkan perilaku tidak diketahui dan tidak perlu/penting untuk diketahui. Tidak
seperti respondent behavior yang tergantung pada stimulus, maka operant behavior dikontrol oleh
konsekwensi dari perilaku itu sendiri.

2) Operant Conditioning Principles

Ada dua prinsip, yaitu :

i. Respon yang diikuti oleh reinforcing stimulus cenderung untuk diulang;

ii. Reinforcing stimulus adalah segala sesuatu yang dapat meningkatkan kecepatan (rate) terjadinya
operant response.

Prinsip-prinsip operant conditioning dapat diterapkan pada berbagai situasi, antara lain :

Modifikasi perilaku, caranya :

i. Cari reinforcer yang dapat mereinforce organisme (yang perilakunya akan dimodifikasi)

ii. Tunggu sampai perilaku yang diinginkan muncul

iii. Setelah perilaku yang diinginkan muncul, organimse langsung diberi reinforcer.

iv. Jika hal ini dilakukan, maka rate of responding akan meningkat.

b) Pengembangan Kepribadian

Menurut Skinner : we are what we have been reinforced for being. Dimana personality adalah pola-pola
perilaku yang konsisten yang merupakan kesimpulan dari pengalamannya. Misalnya : Ani mampu
berbahasa Inggris, karena setiap hari ia mendengar percakapan percakapan dengan menggunakan
bahasa Inggris.


d. John B. Watson (1878-1958)


Dalam artikelnya yang berjudul Psycology as the Behaviorirst Views It dalam Psycological Review tahun
1913 Watson mengemukakan tentang definisi psikologi, kriktiknya terhadap strukuturalisme dan
fungsionalisme yang dipandang sebagai psikologi lama tentang kesadaran. Menurut Watson (behaviorist
view), psikologi itu murni merupakan cabang dari ilmu alam (natural science) eksperimental.Tujuannya
secara teoritis adalah memprediksi dan mengontrol perilaku.Instropeksi bukan metode yang digunakan.
Yang dipelajari adalah perilaku yang diamati,bukan kesadaran karena merupkan pengertian yang
dubious.

Watson juga mengadakan eksperimen mengenai kondisioning pada anak-anak sebagai akibat dari
pengaruh Pavlov. Eksperimen tersebut adalah menggunakan bayi sebagai objek coba yang diberikan
minuman dari botol. Kemudian ada juga eksperimennya yang sangat terkenal yaitu eksperimennya
dengan anak yang bernama Albert, anak yang berumur 11 tahun bulan. Watson ingin memberikan
gambaran bagaimana reaksi emosional menjadi terkondisi dengan stimulus netral.

V. Psikologi Gestalt


Max Wertheimer (1880-1943) merupakan pendiri Psikologi Gestalt, yang bekerjasama dengan Kurt Koffa
(1886-1941) dan Wolfgang Kohler (1887-1967) yang disebut sebagai the cofounder. Ketiganya
mempunyai pemikiran yang sama atau searah. Max Wertheimer dengan artikelnya On Apparent
Movement tahun 1912 dengan alirannya Gestalt menentang aliran Behaviorisme yang mempunyai
pandangan yang elementaristik. Pandangan Max Wertheimer ini bertentangan dengan Watson yang
merupakan tokoh aliran behaviorisme.

Menurut Gestalt baik srtukturalisme maupun behaviorisme keduanya melakukan kesalahan yaitu karena
mengadakan atau menggunakan reductionistic approach, dan mencoba membagi pokok bahasan
menjadi elemen-elemen. Pandangan pokok psikologi gestalt adalah berpusat bahwa apa yang dipersepsi
itu merupakan suatu kebulatan, suatu unity atau Gestalt. Apa yang semula terbatas pada
persepsi,kemudian berkembang dan berpengaruh pada aspek-aspek lain antara lain dalam psikologi
belajar.

Eksperimen dari kaum gestalt yang cukup terkenal dalam psikologi belajar adalah eksperimen Kohler
dan juga Torndike yang berkaitan dengan problem solving. Tetapi keduanya mempunyai pendapat yang
berbeda. Torndike berpendapat bahwa hewan coba memecahkan masalahnya dengan trial and error
sedangkan Kohler dengan insight.

VI. Psikoanalisis


Sebagai pendirinya adalah Sigmund Freud (1856-1939). Freud menggunakan metode Breuer mengenai
hipnosis untuk menangani pasiennya tetapi akhirnya tidak memuaskan dan menggunakan asosiasi
bebas.Tujuannya adalah membawa ke tingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran-pikiran yang
ditekan yang diasumsikan sebagai sumber perilaku yang tidak normal bagi pasiennya.

a. Kesadaran dan Ketidaksadaran Sebagai Aspek Kepribadian

Pada permulaan Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis mengandung dua bagian yaitu kesadaran
(the conscious) dan ketidaksadaran (the unconscious). Kemudian Freud merevisi terutama kesadaran
dan ketidaksadaran dan mengintrodusir id,ego,dan superego. Id merupakan bagian primitive dari
kepribadian. Id mencakup insting seksual dan insting agresif, membutuhkan satisfaction dengan segera
tanpa memperhatikan lingkungan realitas secara objektif yang disebut prinsip kenikmatan. Ego disebut
sebagai prinsip realitas sehingga ego menyesuaikan diri dengan realita. Ego-id digambarkan sebagai
penunggang kuda. Kemudian struktur kepribadian yang ketiga adalah superego yang berkembang pada
permulaan masa anak sewaktu peraturan-peraturan diberikan oleh orangtua dengan menggunakan
hadiah dan hukuman. Superego merupakan prinsip moral.

b. Insting dan Kecemasan

Freud mengelompokkan insting menjadi dua kategori yaitu insting untuk hidup (life instincts) dan insting
untuk mati (death instinct). Life instincts merupakan kekuatan yang kretif dan bermanifestasi yang
disebut libido,yaitu mencakup lapar,haus dan seks. Sedangkan death instinct adalah kekuatan destruktif.
Biasanya ditujukan kepada diri sendiri, seperti bunuh diri.

Kemudian kecerdasan juga dibagi menjadi tiga macam yaitu objektif, neurotik, dan moral. Kecemasan
objektif merupakan kecemasan yang timbul dari ketakutan terhadap bahaya yang nyata. Kecemasan
neurotic merupakan kecemasan mendapatkan hukuman untuk ekspresi keinginan yang impulsif. Dan
yang terakhir adalah kecemasan moral yaitu kecemasan yang berkaitan dengan moral.

VII. Psikologi Humanistik


Psikologi humanistik adalah gerakan psikologi yang merasa tidak puas dengan psikologi behavioristik
dan psikoanalisis, dan mencari alternatif psikologi yang fokusnya adalah manusia dengan ciri-ciri
eksistensinya.

Para ahli humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi, yang menekankan pada
keunikan manusia.

Abraham Maslow (1908-1970) disebut sebagai bapak dari psikologi humanistik. Teorinya didasarkan atas
asumsi bahwa dalam diri manusia ada dua hal, yaitu:

a. suatu usaha yang positif untuk berkembang

b. kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu


Ia terkenal karena teori motivasinya tentang hierarchy of needs, kebutuhan-kebutuhan ini meliputi :

a. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis

b. Kebutuhan akan rasa aman

c. Kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki

d. Kebutuhan akan penghargaan

e. Kebutuhan untuk aktualisasi diri


Ciri-ciri psikologi yang berorientasi humanistik yaitu :

a. Memusatkan perhatian pada person yang mengalami.

b. Menekankan pada kualitas-kualitas yang khas manusia.

c. Menyandarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan
prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.

d. Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat
manusia serta perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu.


VIII. Psikologi Kognitif


Psikologi kognitif memandang psikologi sebagai suatu ilmu tentang perilaku dan proses mental/proses
kesadaran, kesadaran sebagai hal yang dibicarakan dan introspeksi sebagai metode penelitiannya.

Dengan demikian maka yang semula manusia dipandang hanya sebagai mesin yang ditentukan oleh
stimulus luar kembali ke posisi semula, yaitu memanusiakan manusia, manusia tidak hanya sekedar
sebagai mesin.

Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980 berpendapat bahwa kita membangun
kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan.
Untuk pengembangan teori ini, Piaget memperoleh Erasmus Prize. Piaget membagi skema yang
digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan
semakin canggih seiring pertambahan usia:

a. Periode sensorimotor (usia 02 tahun)

b. Periode praoperasional (usia 27 tahun)

c. Periode operasional konkrit (usia 711 tahun)

d. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)


D. PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN


D.1. PERSEPSI

Pengertian Persepsi

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului olehpenginderaan, yaitu merupakan proses berujud
diterimanya stimulus oleh individumelalui alat reseptornya. Stimulus yang diteruskan ke pusat susunan
saraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis, sehingga individu mengalami persepsi. Adabeberapa
syarat terjadinya persepsi yaitu, adanya obyek persepsi, alat indera ataureseptor yang merupakan alat
untuk menerima stimulus, dan adanya perhatian.


Persepi adalahkecakapan untuk melihat, memahami kemudian menafsirkan suatu stimulussehingga
merupakan sesuatu yang berarti dan menghasilkan penafsiran. Selain itupersepsi merupakan
pengalaman terdahulu yang sering muncul dan menjadi suatukebiasaan. Hal tersebut dibarengi adanya
pernyataan populer bahwa manusia adalah korban kebiasaan karena 90 % dari pengalaman sensoris
merupakan halyang sehari-hari dipersepsi dengan kebiasaan yang didasarkan pada pengalaman
terdahulu yang diulang-ulang. Sehingga mempersepsi situasi sekarang tidak lepasdari adanya stimulus
terdahulu.


Faktor Faktor yang Berpengaruh Dalam Persepsi

a. Objek yang dipersepsi


Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar
atau dalam individu.


b. Alat indera ,syaraf, dan pusat susunan syaraf


Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. Disamping itu juga harus ada syaraf
sensorik untuk meneruskan stimulus.


c. Perhatian


Untuk menyadari atau mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian.

Jadi, untuk mengadakan persepsi diperlukan faktor faktor diatas.


Proses Terjadinya Persepsi

Objek menimbulkan stimulus,lalu stimulus mengenai alat indera. Benda sebagai objek langsung
mengenai kulit ,sehingga akan merasakan tekanan tersebut.Proses stimulus mengenai alat indera
merupakan merupakan proses kealaman atauproses fisik. Stimulus yang diterima oleh alat indera
diteruskan oleh syaraf sensorik ke otak. Proses ini yang disebut sebagai prosesfisiologis. Proses yang
terjadi dalam otakatau dalam pusat kesadaran inilah yang disebut sebagai proses psikologis. Dalam
proses persepsi diperlukan adanya perhatiansebagai persiapan dala persepsi.

L S O R L

L : Lingkungan

S : Stimulus

O : Organisme atau individu

R : Respon atau reaksi


Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa yang dipersepsi oleh individu selain tergantung pada
stimulusnya juga tergantung kepada keadaan individu yang bersangkutan. Stimulus yang mendapatkan
pemilihan dari individu kepada bermacam


Organisasi persepsi

Organisasi persepsi merupakan hal yang berkaitan dengan bagaimana seseorang mengorganisasikan apa
yang di persepsinya. Apabila seseorang mempersepsi bagian terlebih dahulu baru kemudian
keseluruhan, bagian merupakan hal yang primer dan keseluruhan merupakan hal yang sekunder,
menurut teori elemen. Teori yang berlawanan adalah teori gestalt.


Hukum menurut teori gestalt


Hukum pragnanz
Hukum pokok menurut hukum ini apa yang dipersepsikan merupakan hal yang penting (pragnanz),
penuh arti.

Hukum figure ground
Figure : bagian yang dominan dan fokus perhatian sedangkan ground : melatarbelakangi atau
melengkapi. Apabila individu melakukan persepsi tapi tidak menjadi fokus dalam persepsinya maka akan
menjadi latar.

Hukum kedekatan
Apabila stimulus saling berdekatan satu sama lain akan ada kecenderungan untuk dipersepsi sebagai
suatu keseluruhan atau suatu gestalt.

misal : xx xx xx xx


Hukum kesamaan (similitary)
Stimulus atau objek yang sama mempunyai kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu kesatuan.

Misal : x x x x x x x x x x

. . . . . . . . . .

x x x x x x x x x x

e. Hukum kontinuitas

Stimulus yang mempunyai kontinuitas satu dengan yang lain akan di pesepsi sebagai suatu kesatuan
atau keseluruhan.

f. Hukum kelengkapan (closure)

Dalam persepsi adanya kecenderungan orang mempersepsi sesuatu yang kurang lengkap menjadi
lengkap.

Objek persepsi

Objek persepsi mencakup segala sesuatu yang ada di sekitar manusia. Objek persepsi dibedakan
menjadi 2, manusia (person/sosial perception) dan nonmanusia (things/nonsosial perception).


Perbedaan dan persamaan persepsi manusia dan nonmanusia :


a. persamaan >> sama sama objek benda yang terikat waktu dan tempat seperti benda benda yang lain.


b. perbedaan >> pada persepsi objek manusia , manusia yang dipersepsi mempunyai perasaan ,
kemampuan dan aspek aspek sama halnya seperti orang yang mempersepsi . Hal ini tidak akan dijumpai
apabila yang dipersepsi berobjek benda.


Konsistensi dalam persepsi

Hasil persepsi itu tidak hanya ditentukan oleh stimulus secara objektif tetapi juga individu yang
mempersepsi ikut aktif dalam hal persepsi.

a. Konsistensi bentuk

b. Konsistensi warna

c. Konsistensi ukuran (size)


VII. Perhatian


Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada
suatu objek atau sekumpulan objek. Apa yang diperhatikan betul-betul disadari, ada dalam pusat
kesadaran.


Ditinjau dari segi timbulnya perhatian:

a. Perhatian Spontan

b. Perhatian tidak spontan


Ditinjau dari banyaknya objek:

a. Perhatian sempit

b. Perhatian yang luas


Sehubungan dengan hal ini maka perhatian juga dapat terbagi atas:

a. Perhatian yang terpusat

b. Perhatian yang terbagi-bagi


Dilihat fluktuasinya

a. Perhatian statis

b. Perhatian dinamis


Orang mengetahui macam perhatian melalui tes, diantaranya tes Bourdon dan tes Kraepelin.


Melalui tes dapat diketahui:


a. Pengaruh gangguan terhadap perhatian

b. Macam perhatian yang ada pada individu

c. Ritme individu bekerja

d. Tempo individu bekerja

e. Ketelitian individu bekerja


VIII. Stimulus


a. Ambang stimulus

Adalah batas minimal kekuatan stimulus yang dapat menimbulkan kesadaran pada individu. Disebut
ambang absolut sebelah bawah. Digunakan method of limits.

b. Ambang stimulus

Adalah batas minimal kekuatan stimulus yang dapat menimbulkan kesadaran pada individu. Disebut
ambang absolut sebelah bawah. Digunakan method of limits.


c. Ambang perbedaan


Adalah kemampuan individu dalam membedakan stumulus yang satu dengan stimulus yang lain yang
berbeda kekuatanya. Misalnya membedakan dua buah benda yang beratnya berbeda, apakah individu
dapat mempersepsi perbedaannya atau tidak.


IX. Hukum Weber-Fechner


Metode psikofisik adalah metode yang dikemukakan oleh Fechner, namun sebelum itu telah ada yang
merintisnya yaitu Weber, namun lebih dikenal dan dihubungkan dengan Fechner.

Dikenal hukum Weber :

Di dalam memperbandingkan dua objek, perbedaan itu dapat dipersepsi apabila tambahan stimulus
telah mencapai perbandingan yang tertentu terhadap standarnya. Secara matimatis hukum Weber
dapat dinyatakan dalam bentuk rumus:

dR = C

R


R= Reiz adalah stimulus standar dan dR adalah merupakan tambahan stimulus terhadap R supaya
menimbulkan perbedaan yang dapat diamati (Garret, 1958:338)


Hukum Weber disempurnakan lebih lanjut oleh Fechner.Fechner meletakkan prinsip lagi untuk
mengembangkan hukum Weber:


a. Persepsi yang kompleks merupakan kumpulan dari beberapa persepsi yang lebih kecil atau lebih
sederhana.

b. Adanya asumsi kesamaan just noticable differences(jnds) dalam persepsi, karena itu adanya unit yang
dapat untuk mengukur perubahan persepsi.

Restate dari hukum Weber yang dikemukakan oleh Fechner: Perubahan persepsi secara proporsional
sama dengan logaritma dari stimulusnya:


S= C log R

S= Persepsi

R= Stimulus

C = Bilangan konstan yang ditentukan dari eksperimen


a. Intensitas atau kekuatan stimulus

b. Ukuran stimulus

c. Perubahan stimulus

d. Uiangan dari stimulus

e. Pertentangan atau kontras dari stimulus


Faktor Individu

Jika stimulus merupakan factor eksternal dalam proses persepsi, maka factor individu merupakan factor
internal. Menghadapi stimulus dari luar itu, individu bersikap selektif untuk menentukan stimulus mana
yang akan diperhatikan sehingga menimbulkan individu yang bersangkutan.


Keadaan induvidu pada suatu waktu ditentukan oleh :


a. Sifat structural dari individu

Yaitu keadaan individu yang lebih bersifat permanen

b. Sifat temporer dari individu

Yaitu keadaan individu pada suatu waktu, dimana keadaan temporer ini erat sekali hubungannya
dengan stemming atau suasana hati dari individu

c. Aktivitas yang sedang berjalan pada individu

Hal ini juga akan turut menentukan apakah sesuatu itu akan diperhatikan atau tidak. Sesuatu hal atau
benda pada suatu waktu tidak menarik perhatian seseorang, tetapi justru pada waktu lain sebaliknya,
karena pada waktu aktivitas jiwanya sedang berhubungan dengan benda tersebut.

Persepsi Melalui Indra Penglihatan

Seseorang dapat melihat dengan matanya tetapi mata bukanlah satu-satunya bagian hingga individu
dapat memperesepsi apa yang dilihatnya, mata hanyalah merupakan salah satu alat atau bagian yang
menerima stimulus, dan stimulus ini dilangsungkan oleh syaraf sensoris otak, hingga akhirnya induvidu
dapat menyadari apa yang dilihatnya.


Secara alur dapat dikemukakan bahwa proses persepsi berlangsung sbb:


a) Stimulus mengenai alat indra, merupakan proses yang bersifat kealaman.

b) Stimulus kemudian dilangsungkan ke otak oleh syaraf sensoris, dimana proses ini merupakan proses
fisiologis.

c) Diotak sebagai pusat susunan urat syaraf terjadilah proses yang akhirnya induvidu dapat menyadari
atau mempersepsi tentang apa yang diterima melalui alat indera.

d) Proses yang terjadi dalam otak ini merupakan proses psikologis.

a. Sturuktur psikologi mata

Apabila seseorang melihat seseatu objek maka stimulus yang mengenai mata bukanlah objeknya secara
langsung, tetapi sinar yang dipantulkan oleh objek tersebut yang bekerja sebagai stimulus yang
mengenai mata.


b. Warna elementer dan warna primer

Menurut Hering yang kemudian dikenal dengan teori Hering terdapat warna enam pokok yaitu warna
merah, hijau, kuning, biru, putih, dan hitam (Collinus dan Driver, 1952). Dari enam warna ini menjadi
tiga pasang warna yaitu pasangan hijau-merah, biru-kuning, dan putih-hitam. Warna-warna lain
merupakan warna campuran dari warna pokok tersebut.


Menurut Young retina mempunyai untuk mengadakan 3 macam warna pokok yaitu merah, hijau, dan
biru (Harriman, 1958). Kemudian teori ini diperkuat oleh Helmholz, sehingga teori itu terkenal dengan
teori Young Helmholz.


c. Buta warna

Orang yang buta warna sebenarnya tidak buta, hanya dia tidak dapat membedakan warna. Buta warna
bukanlah sebuah penyakit, tetapi kelainan, karenanya buta warna tidak dapat disembuhkan. Hal ini
disebabkan karena dalam retina krang sempurna cones-conesnya, yang berfungsi untuk membedakan
warna.


XII. Persepsi Melalui Indra Pendengaran


Orang dapat mendengar sesuatu dengan alat pendengaran yaitu telinga.

Telinga merupakan salah satu alat yang dapat mengetauhi salah satu disekitarnya

Telinga dapat dibagi atas beberapa bagian mempunyai tugas sendiri, yaitu:

a. Telinga bagian luar

b. Telinga bagian tengah

c. Telinga bagian dalam


a. Telinga bagian luar


Yaitu bagian yang menerima stimulus dari luar. Telinga luar, yang terdiri dari aurikula (atau pinna) dan
kanalis auditorius eksternus, dipisahkan dari telinga tengan oleh struktur seperti cakram yang
dinamakan membrana timpani (gendang telinga). Telinga terletak pada kedua sisi kepala kurang lebih
setinggi mata. Aurikulus melekat ke sisi kepala oleh kulit dan tersusun terutama oleh kartilago, kecuali
lemak dan jaringan bawah kulit pada lobus telinga.





b. Telinga bagian dalam


Reseptor yang sensitive yang merupakan syaraf-syaraf penerima. Telinga dalam tertanam jauh di dalam
bagian tulang temporal. Organ untuk pendengaran (koklea) dan keseimbangan (kanalis semisirkularis),
begitu juga kranial VII (nervus fasialis) dan VIII (nervus koklea vestibularis) semuanya merupakan bagian
dari komplek anatomi. Koklea dan kanalis semisirkularis bersama menyusun tulang labirint. Ketiga
kanalis semisi posterior, superior dan lateral erletak membentuk sudut 90 derajat satu sama lain dan
mengandung organ yang berhubungan dengan keseimbangan


c. Telinga bagian tengah


Bagian yang menentukan stimulus yang diterima oleh telinga bagian luar, jadi bagian ini merupakan
transformer. Telinga tengah tersusun atas membran timpani (gendang telinga) di sebelah lateral dan
kapsul otik di sebelah medial celah telinga tengah terletak di antara kedua Membrana timpani terletak
pada akhiran kanalis aurius eksternus dan menandai batas lateral telinga, Membran ini sekitar 1 cm dan
selaput tipis normalnya berwarna kelabu mutiara dan translulen. Stimulus berujud bunyi yang
merupakan getaran udara atau getaran medium lain. Sebagai respon dari stimulus itu orang dapat
mendengarnya. Bunyi dapat dibedakan atas :


a. Nada yaitu bunyi yang getarannya telah teratur

b. Desah yaitu bunyi yang getarannya belum teratur


Telinga merupakan alat pendengaran untuk dapat mengetahui sesuatu yang ada di sekitar. Beberapa
bagian telinga, yaitu :


a. Telinga bagian luar, merupakan bagian yang menerima stimulus dari luar.

b. Telinga bagian tengah merupakan bagian yang meneruskan stimulus yang diterima, jadi bagian ini
merupakan transformer.

c. Telinga bagian dalam merupakan reseptor yang sensitif, merupakan saraf-saraf penerima.


XIII. Persepsi Melalui Indra Pencium


Hidung digunakan untuk mencium bau sesuatu. Sel penerima reseptor bau teletak dalam hidung sebelah
dalam. Stimulusnya berwujud benda yang bersifat khemis ( gas yang dapat menguap), dan terkena alat
indra dalam hidung dan diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak. Menuru hening ada enam bau pokok,
yaitu :

a. Fruity

b. Resinous

c. Flowery

d. Spicy

e. Burning

f. putrid




XIV. Persepsi melalui Indra Pengecap


Lidah merupakan indra pengecap kita. Stimulusnya berupa benda cair. Zat cair mengenai ujung sel
penerima pada lidah, kemudian dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga akhirnya orang dapat
menyadari atau mempersepsi tentang hal yang dicecap. Ada 4 macam rasa pokok, yaitu :


a. Pahit

b. Manis

c. Asin

d. Asam, setiap rasa mempunyai daerah penerima rasa tersendiri pada lidah.


XV. Persepsi melalui Indra Kulit


Tidak semua bagian kulit dapat merasakan hanya bagian tertentu yang dapat menerima stimulus. Kulit
primer dapat merasakan rasa sakit, rabaan, tekanan, dan temperatur, stimilusnya langsung mengenai
kulit menimbulkan kesadaran akan lunak, keras, halus atau kasar. Stimulus dapat menimbulkan rasa
sakit yang bersifat khemis maupun electrical menyebabkan kerusakan pada kulit dan rasa sakit.


Struktur fisiologis kulit




Dengan alat indra orang dapat menyadari sesuatu yang mengenai alat indranya. Sinestasi adalah
seorang individu yang dapat mengamati sesuatu tanpa melalui alat indra yang sebenarnya. Contonya
orang yang dapat menimbulkan kesadaran warna hitam apbila mendengar suara, dan warna biru bila
mendengar suara e, bila melihat angka 1 menimbulkan kesadaran warna putih.


XVI. Illusi


Orang dapat mengamati atau mempersepsi sesuatu atas dasar stimulus yang diterima. Dalam
mangartikan stimulus terkadang orang mengalami kesalahan. Illusi adalah kesalahan individu dalam
memberikan interprestasi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya. Illusi bukan merupakan
kelainan dalam kehidupan kejiwaan seseorang.Illusi berbeda dengan halusinasi. Halusinasi adalah
kelainan dalam kejiwaan seseorang, individu merasa mengalami sesuatu persepsi tetapi tidak ada
stimulus.


Faktor-faktor penyebab illusi

Ada 3 faktor penyebab illusi, yaitu

a. Faktor kealaman : Illusi terjadi karena faktor alam, misalnya illusi ekho (gema), illusi kaca.

b. Faktor stimulus

a) Stimulus yang mempunyai arti lebih dari satu yang menimbilkan illusi.

b) Stimulus yang tidak dianalisis lebih lanjut, yang memberikan impresi secara total.

c. Faktor individu : Disebabkan karena adanya kebiasaan dan adanya kesiapan psikologis dari individu.


Contoh macam-macam illusi

a. Illusi Zoellner

b. Illusi Muller-Lyer

c. Illusi hering

d. Illusi poggedorf