Anda di halaman 1dari 11

TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN

Laporan Praktikum
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Fisiologi Tumbuhan
yang dibina oleh Bapak Drs Sarwono M.Pd
Oleh
O!!ering "# Kelompok $
%. &nggrasti Megah ' (%)*)+%,%+-*%.
/. &tika &nggraini (%)*)+%,%+01-.
). Firmanti Syukuri &sri (%)*)+%,%+-)0.
+. 2abiatul &dawiyah (%)*)+%,%+-)/.
$. Siti Sariyah (%)*)+%,%+-)+.
,. 3awan 4uliati 5ingsih (%)*)+%,%+-++.
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Sptm!r "#$%
A& Topik '
Transpirasi pada tumbuhan
B& Tan((a) *an Tmpat Praktikum '
Tanggal %* September /*%+ 6edung Biologi *$. /*$
+& Tu,uan
Mengukur ke7epatan transpirasi dengan transpirometer tiap luas daun
Mengukur ke7epatan transpirasi dengan metode penimbangan langsung tiap luas daun
mwnganalisis !a7tor8!aktor yang mempengaruhi ke7epatan transpirasi.
D& A)at *an Ba-an
&lat
Transpirometer
Tutup gabus
Timbangan torsi
Botol %** 77
Bahan
Tanaman Achalipa
9aselin
Kertas
&:uades
E& +ara Kr,a
a. Menghitung ke7epatan transpirasi dengan transpirometer.

b. Menghitung ke7epatan transpirasi dengan metode penimbangan langsung
Meletakkan pu7uk tanaman
pada transpirometer dengan
benar ; membuat / perlakuan
Meletakkan pu7uk tanaman
pada transpirometer dengan
benar ; membuat / perlakuan
Menempatkan satu perlakuan di tempaat
ternaungi dan satu perlakuan lagi ditempat
yang terknea 7ahaya se7ara langsung
Menempatkan satu perlakuan di tempaat
ternaungi dan satu perlakuan lagi ditempat
yang terknea 7ahaya se7ara langsung
Memasukkan pu7uk tanaman
kedalam botol berisis air; membuat
untuk dua perlakuan
Memasukkan pu7uk tanaman
kedalam botol berisis air; membuat
untuk dua perlakuan
Men7atat perubahan la<u gerakan air pada
pipa kapiler transpirometer pada masing8
masing perlakuan setelah % <am
Men7atat perubahan la<u gerakan air pada
pipa kapiler transpirometer pada masing8
masing perlakuan setelah % <am
Menghitung luas total daun
yang melakukan transpirasi
Menghitung luas total daun
yang melakukan transpirasi
Menimbang botol berisi pu7uk
tanaman tersebut
Menimbang botol berisi pu7uk
tanaman tersebut
F& Data
a. Menghitung ke7epatan transpirasi dengan tarnspirometer
Perlakuan &wal (ml. %$ menit 2ata8rata
Ke % Ke / Ke )
Di dalam % *;0$ *;$ *;/$ *;+1
Di luar %;1) %;$$ %;%/ *;,- %;%/
b. Menghitung ke7epatan transpirometer dengan metode penimbangan langsung
Perlakuan &wal (6. %$ Menit 2ata82ata
Ke % Ke / Ke )
Di dalam ))1;$ )),;$ )/1;$ )/);$ )/1;-
Di luar ),, ),$;$1 ),+;0 ),+;) ),+;1
G& Pm!a-a.an
a. Menggunakan Transpirometer
Praktikum transpirasi ini menggunaan alat transpirometer yang membuat dua
perlakuan yaitu di luar ruangan dan di dalam ruangan. Pada awalnya kita siapkan alat
transpirometer. &lat transpirometer di isi air penuh pada selang tabung; air tidak boleh ada
gelembung. &pabila ada gelembung; maka kita keluarkan airnya hingga air tanpa gelembung.
Setelah air sudah terisi penuh; bagian bawah tabung tidak di tutup dan air tidak mengalir
Setiap %$ menit menimbang botol
dan dilakukan sebanyak )=
Setiap %$ menit menimbang botol
dan dilakukan sebanyak )=
Menghitung luas total daun yang
melakukan transpirasi
Menghitung luas total daun yang
melakukan transpirasi
Menempatkan botol seperti pada no./
Menempatkan botol seperti pada no./
keluar. Maka bagian tabung yang atas di tutup dengan tutup gabus. Setelah itu kita masukkan
tanaman yang akan di u<ikan pada transpirometer dengan benar. Usahan tidak ada 7elah
antara tabung dan 7abang tanaman; apabila masih ada 7elah oleskan >aselin di sekitanya
hingga tertutup rapat. Pemberian >aselin bertu<uan untuk meminimalkan penguapan yang
ter<adi; karena <ika masih terdapat lubang akan ter<adi penguapan air di dalam transpirometer
ketika tanaman di dalam ruangan. (2ohman; Fahtur. /*%)..
Pertama kita hitung dan 7atat penguapan awal. Dari penghitungan transpirometer dan
tanama yang pada per7obaan didapat sebesar %;1)ml. Penimbangan dengan tanaman di awal
per7obaan ini ber!ungsi untuk mengetahui berat awal dari air dan tanaman sebelum proses
transpirasi sehingga dapat dihitung dan diketahui la<u transpirasinya. yang awal pada
per7obaan didapat sebesar ml. Pada %$ menit pertama %; Setiap %$ menit sekali di lakukan
penghitungan selama ) kali perlakuan. Penimbangan transpirometer dan tanaman setiap %$
menit selama )* menit ini ber!ungsi untuk mengetahui berat pngurangan air akibat
transpirasi. (2ohman; Fahtur. /*%)..
Pada %$ menit pertama diperoleh besar penguapan sebesar %;$$ ml; pada%$ menit ke
dua diperoleh penguapan sebesar %;/ml; pada %$ menit ketiga diperolehpenguapan sebesar
*;,-ml. Dari )* menit tersebut didapatkan rata8 rata penguapan sbesar %;%/ml Pengukuran
selesai setelah )* menit.
Setelah itu ambil daun dari ranting tadi dan di dapatkan berat sebesar)1;1 gram.
setelah itu mengambil sampel daun; diusahakan ambil daun yang berada di bagian tengah
ranting. &mbil sampel daun tersebut hanya berukuran + =$ 7m ? /*7m
/
Pengukuran luas total
daun di akhir per7obaan; ber!ungsi untuk mengetahui pengaruh luas daun dengan la<u
transpirasi. @uas daun b dalam pengukuran /*7m
/
didapat sebesar *;+ gram. @uas seluruh
daun dengan rumus @? ? 11;0$ 7m
/

Setelah itu menghitung dengan rumus
ml
9
trans
? ? ? *;**-%/*)**- = + ? *;*)/+-%/*)/ ml# 7m/ # <am.
Pada pengamatan di dalam menggunakan tranpirometer. Pada awalnya kita siapkan
alat transpirometer. &lat transpirometer diisi air penuh pada selang tabung; air tidak boleh ada
gelembung. &pabila ada gelembung; maka kita keluarkan airnya hingga air tanpa gelembung.
Setelah air sudah terisi penuh; bagian bawah tabung tidak di tutup dan air tidak mengalir
keluar. Maka bagian tabung yang atas di tutup dengan tutup gabus. Setelah itu kita masukkan
tanaman yang akan di u<ikan pada transpirometer dengan benar. Usahan tidak ada 7elah
antara tabung dan 7abang tanaman; apabila masih ada 7elah oleskan >aselin di sekitanya
hingga tertutup rapat. Pemberian >aselin bertu<uan untuk meminimalkan penguapan yang
ter<adi; karena <ika masih terdapat lubang akan ter<adi penguapan air di dalam transpirometer
ketika tanaman di dalam ruangan. (2ohman; Fahtur. /*%)..
Pertama kita hitung dan 7atat penguapan awal dari penghitungan transpirometer dan
tanaman yang pada per7obaan di dapat sebesar % ml. Penimbangan transpirometer dengan
tanaman di awal per7obaan ini ber!ungsi untuk mengetahui berat awal dari air dan tanaman
sebelum proses transpirasi sehingga dapat dihitung dan diketahui la<u transpirasinya.
(2ohman; Fahtur. /*%).. Setiap %$ menit sekali di lakukan penghitungan selama ) kali
perlakuan. Penimbangan transpirometer dan tanaman setiap %$ menit selama )* menit ini
ber!ungsi untuk mengetahui berat pngurangan air akibat transpirasi.
Pada %$ menit pertama di peroleh besar penguapan sebesar *;0) ml. Pada %$ menit ke
dua di peroleh besar penguapan sebesar *;$ml. Pada %$ menit yang ke tiga diperoleh besar
penguapan sebesar *;/$ml. Dari )* menit tersebut; didaptkan rata/ penguapan sebesar *;+1
ml. Pengukuran selesai setelah )* menit.
Setelah itu ambil daun dari ranting tadi dan di dapatkan berat sebesar /,;, gram.
setelah itu mengambil sampel daun; diusahakan ambil daun yang berada di bagian tengah
ranting. &mbil samapel daun tersebut hanya berukuran + =$ 7m ? 7m
/
Pengukuran luas total
daun di akhir per7obaan; ber!ungsi untuk mengetahui pengaruh luas daun dengan la<u
transpirasi.@uas daun B dalam pengukuran /*

7m
/
di dapat sebesar *;+ gram. @uas seluruh
daun dengan rumus
@? ? ,,;$ 7m
/
Setelah itu menghitung ? &wal8 2ata8rata; %8 *;+1 ? *;$% ml
9
trans ?
? *;**0,,1%0/1 = + ? *;*)*,0,,1%, ml# 7m
/
#<am
Aadi; dalam penghitungan ke7epatan transpirasi dengan transpirometer pada perlakuan
di dalam dan diluar ruangan memiliki perbedaan. Pada perlakuan diluar ruangan mengalami
penguapan yang lebih 7epat dibandingkan di dalam ruangan. Bal ini sesuai !aktor yang
mempengaruhi transpirasi yaitu sinar matahari. Sinar matahari menyebabkan membukanya
stomata dan gelap menyebabkan menutupnya stomata; <adi; banyaknya sinar matahari
memper7epat transpirasi. Karena sinar mengandung panas; dengan demikian menaikkan
temperatur. Kenaikan temperatur sampai pada suatu batas tertentu menyebabkan melebarnya
stomata dan dengan demikan memperbesar transpirasi. Selain !aktor dari sinar matahari ada
yang lainyang berpengaruh; diantaranya temperatur; kelembapan udara; dan angin. &da <uga
!aktor dari dalam yaitu besar ke7ilnya daun; tebal tipisnya daun; berlapiskan lilin atau
tidaknya permukaan daun; dan bentuk serta lokasi stomata (Dahlia; dkk. /**%.
Transpirasi penting bagi tumbuhan; karena berperan dalam hal membantu meningkatkan la<u
angkutan air dan garam mineral; mengatur suhu tubuhdengan 7ara melepaskan kelebihan
panas dari tubuh; dan mengatur turgor optimum di dalam sel. (Sasmitamihard<a; Dard<at;dkk.
%11*.
b. Menggunakan Penghitungan @angsung
Dalam akti>itas hidupnya; se<umlah besar air dikeluarkan oleh tumbuhan dalam
bentuk uap air ke atmos!ir. Pengeluaran air oleh tumbuhan dalam bentuk uap ini; prosesnya
disebut transpirasi ( Sasmitamihard<a; %11*..
Dalam praktikum kali ini; kami membahas mengenai transpirasi. Transpirasi yang
kami lakukan berdasarkan prinsip ke7epatan transpirasi pada tumbuhan yakni dilakukan
dengan menggunakan transpirometer dan penimbangan langsung.
Pada penimbangan langsung; kami lakukan di dalam ruangan dan di luar ruangan.
Dengan begitu; kami mendapatkan perbandingan data ke7epatan transpirasi antara di dalam
ruangan dengan di luar ruangan. Berdasarkan pengamatan; didapatkan hasil ke7epatan
transpirasi di dalam ruangan sebesar *;*+ mg#7m
/
#<am sedangkan di luar ruangan sebesar
0/** mg#7m
/
#<am.
Basil diatas didapatkan dari hasil penghitungan C(selisih berat awal dengan berat
rata8rata. dibagi dengan @(luas seluruh daun.. Pada data di dalam ruangan; diketahui C?%%0*
gr dan @? %%-$**. Sedang pada data di luar ruangan; diketahui C?1;0 gr dan @? $;$ gr.
Berdasarkan data tersebut terlihat perbandingan <elas ke7epatan transpirasi antara luar
ruangan dengan dalam ruangan. Dimana ke7epatan transpirasi di luar ruangan lebih besar
daripada ke7epatan transpirasi di dalam ruangan. Bal ini sesuai dengan literatur Dahlia; dkk
(/**%. yang menyebutkan bahwa transpirasi dipengaruhi oleh dua !aktor utama; yakni !aktor
internal dan !aktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi diantaranya adalah
membukanya stomata; dengan terbukanya stomata lebih lebar; air yang hilang lebih banyak;
<umlah dan ukuran stomata serta luas daerah permukaan daun. Semakin luas permukaan
daun; maka makin besar transpirasi (6ardner; %11%.. Sedangkan !aktor eksternal yang
mempengaruhi diantaranya adalah sinar matahari; temperatur; kelembaban udara; dan angin
(Dahlia; dkk; /**%..
Sinar matahari merupakan !aktor penyebab membukanya stomata. Sehingga semakin
banyaknya sinar memper7epat transpirasi. Karena sinar <uga mengandung panas dengan
demikian menaikkan temperature. Kenaikan temperatur sampai pada suatu batas yang
tertentu menyebabkan melebarnya stomata dan dengan demikian memperbesar transpirasi
(Dahlia; dkk; /**%..
4ang kedua adalah temperatur; dimana dalam hubungannya dengan tekanan uap air di
dalam daun dan di luar daun. Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam daun.
Kenaikan temperature itu sudah barang tentu <uga menambah tekanan uap di luar daun; akan
tetapi berhubung udara di luar daun tidak di dalam ruangan yang terbatas; maka tekanan uap
di luar daun tidak setinggi tekanan uap di dalam daun. &kibat dari perbedaan tekanan ini;
maka uap air mudah berdi!usi dari dalam daun ke udara bebas.(T<itrosomo; %1-)..
Selain sinar matahari dan temperatur terdapat !aktor lain; yakni angin. &ngin disini
memiliki pengaruh ganda yang 7enderung saling bertentangan terhadap la<u transpirasi.
&ngin yang bergerak melalui permukaan daun akan menyapu setiap lapisan uap air yang
terkumpul dekat permukaan sebagai akibat transpirasi. Dengan demikian angin menurunkan
kelembaban udara yang terdapat di atas stomata; sehingga menurunkan uap yang masuk
kembali ke dalam daun dan meningkatkan kehilangan neto air. Pada keadaan alamiah udara
tidak pernah diam; sehingga banyak dari pengaruhnya diperoleh tanpa ke7epatan angin yang
berarti. &kan tetapi; <ika daun dikenai 7ahaya matahari langsung; !aktor kedua men<adi akti!.
Daun tersebut akan meningkat suhunya sampai ter7apai perbedaan suhu yang 7ukup besar
dengan suhu udara. Dalam keadaan teresbut; angin mendinginkan daun yang dipanasi dengan
pengaliran molekul udara yang mengenainya. Maka dengan demikian pengaruh pendinginan
udara meningkat dan suhu daun menurun; sehingga la<u transpirasi menurun.
Se7ara singkat; angin 7enderung meningkatkan la<u transpirasi pada saat terkena
7ahaya. &kan tetapi; di bawah sinar matahari pengaruh angin terhadap penurunan suhu
sehingga la<u transpirasi menurun (T<itrosomo; %1-)..
Transpirasi dapat ter<adi melalui kutikula; melalui stoma; dan melalui lentisel.
5amun; transpirasi paling besar ter<adi melalui stomata dan kutikula daun. Bal ini disebabkan
karena luasnya permukaan daun dan <uga karena daun lebih mudah terkena udara daripada
bagian lain suatu tanaman (Dahlia; dkk; /**%.. Sehingga dalam praktikum ini; kita
menggunakan daun sebagai bahan u<inya.
Pada praktikum ini digunakan tumbuhan herba. Bal ini dikarenakan <enis tumbuhan
herba mempunyai stomata pada kedua belah permukaan daunnya sedangkan tumbuhan
berkayu hanya mempunyai stomata pada permukaan daun sebelah bawah (T<itrosomo; %1-)..
Oleh karena itu; digunakan bahan tumbuhan herba untuk mengetahui ke7epatan transpirasi
pada tumbuhan.
Pengukuran ke7epatan transpirasi menggunakan penimbangan langsung. Bal ini
dikarenakan air yang ada di dalam daun dirubah dalam bentuk uap air yang mengalir dari
dalam daun ke luar daun. Uap air yang terbentuk mengakibatkan kondisi di dalam daun
kering. Sehingga pengambilan data dilakukan dengan menghitung beratnya bukan mengukur
>olume.
Pada waktu transpirasi; air menguap dari permukaan sel palisade dan meso!il bunga
karang ke dalam ruang antar sel. Dari ruang tersebut uap air berdi!usi melalui stomata ke
udara. &ir yang hilang dari dinding sel basah ini diisi oleh air dari protoplas. Persediaan air
dari protoplas; pada gilirannya biasanya diperoleh dari gerakan air dari sel8sel sekitarnya
(T<itrosomo; %1-)..
Berdasarkan pengamatan; dapat dilihat perbedaan yang sangat men7olok pada hasil
ke7epatan transpirasi. Ke7epatan transpirasi di luar ruangan lebih besar dari ke7epatan
transpirasi di dalam ruangan. Bal ini kemungkinan disebabkan oleh kesalahan saat
mengkalibrasikan alat penimbangan dan <uga kesalahan praktikan dalam melakukan
praktikum.
Menurut @akitan (%11).; transpirasi mempunyai man!aat bagi tanaman antara lain
adalah sebagai berikut
%. Meningkatkan daya isap daun pada penyerapan air
/. Mengurangi <umlah air dalam tumbuhan <ika ter<adi penyerapan yang berlebihan.
). Memper7epat la<u pengangkutan dan penyerapan unsur hara melalui pembuluh =ylem
+. Men<aga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal.
$. Sebagai salah satu 7ara untuk men<agastabilitas suhu.
,. Pengangkutan air ke daun dan di!usi air antar sel.
0. Pengangkutan asimilat.
-. Pengaturan bukaan stomata.
H& K.impi)an
Di dalam tubuh tanaman; lebih dari 1* D air yang diserap oleh akar dikeluarkan lagi ke
udara sebagai uap air. Bilangnya air dari dalam tubuh tanaman dalam bentuk uap air ini
dinamakan trasnpirasi. Transpirasi ter<adi dalam dua tahap yaitu e>aporasi air dinding sel ke
ruang antar sel dan di!usi air dari ruang antar sel ke atmos!ir. Kegiatan transpirasi
terpengaruh oleh bnyak !aktor; baik !aktor dalam maupun !aktor luar. Faktor dalam
diantaranya adalah besar ke7ilnya daun; tebal tipisnya daun; berlapis lilin atau tidaknya
permukaan daun dan bentuk serta lokasi stomata. Sedangkan !aktor luar yang mempengaruhi
transpirasi adalah sinar matahri; tempratur; kelembaban udara; angin; dan keadaan air
didalam tanah.
Pada praktikum yang telah dilakukan hasil menun<ukkan kebenaran dari teori yang telah
di sebutkan sebelumnya bahwa !aktor luar seperti sinar matahari mempengaruhi ke7epatan
transpirasi dibuktikan dengan berkurangnya air dalam botol pada metode pengukuran
langsung di tempat terbuka lebih banyak di bandingkan pengukuran langsung di dalam @&B.
Begitu <uga dengan pengukuran transpirasi yang menggunakan transpirometer dalam
pengukurannya.
I& Da/tar Ru,ukan
Dahlia; dkk. /**%. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Malang Fakultas Matematika dan
'lmu Pengetahuan &lam Uni>ersitas 5egeri Malang
6ardner; Et &ll. %11%. Fisiologi Tanaman Budidaya.Aakarta U' Press.
@akitan; B. %11). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Aakarta PT 2a<a 6ra!indo Persada.
2ohman; Fahtur. /*%). Transpirasi pada daun tanaman 2hoeo dis7olor dan tanaman
E:uisetum debile. Surabaya 'TS
Sasmitamihard<a; Dard<at dan &rbayah B.S. %11*. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan.
Bandung FM'P&8'TB.

Lampiran

Transpirometer Daun

Penghitungan @angsung Transpirometer

Penghitungan langsung Penghitungan Berat Daun