Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I
PENDAHULUAN

A.PENDAHULUAN
Berdasarkan eksperimen yang dilakukannya, Dalton merumuskan teori tentang atom
yang dikenal dengan teori atom Dalton yaitu materi yang tidak dapat dibagi lagi. Kemudian
Di pihak lain, J J Thomson melalui percobaannya dapat menentukan rasio muatan dan massa
(nilai e/m) dari elektron. Rutherford melangkah maju dalam usaha untuk memahami struktur
atom, Rutherford dengan menyatakan bahwa terdapat bagian yang sangat masif di dalam
atom yaitu inti atom yang memiliki massa 99% dari massa atom. Dan kemudian dilanjutkan
lagi oleh Niels Bohr yang berhasil meneliti tentang 1 electron atom hidogen yang menempati
masing-masing lintasan stasioner atom dan mengelilingi inti.

Selain itu, terdapat pula beberapa ilmuan lain yang meneliti lebih lanjut yaitu
Roentgen (Wilhelm Conrad Roentgen, Jerman, 1845-1923) dan Robert Andrew Millikan
(Fisikawan Amerika, 1868-1953). Roentgen, seorang profesor fisika dan rektor Universitas
Wuerzburg di Jerman dengan sungguh-sungguh melakukan penelitian tabung sinar katoda,
dan ditemukanlah sebuah radiasi yang disebut Sinar X. Sedangkan Robert Andrew Millikan
membuktikan dengan percobaan yang cerdas adanya partikel kelistrikan ini. Percobaan yang
disebut dengan percobaan tetes minyak Millikan.

B. Tujuan
Mengetahui Eksperimen tetes minyak Milikan
Mengetahui prinsip-prinsip kerja milikan






2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Eksperimen tetes Minyak Milikan
Robert A. Milikan (1869 1953) melakukan percobaan dengan meneteskan minyak
melalui dua plat logam dengan beda potensial yang dapat diatur sehingga gaya elektrolistrik
mampu membuat tetes minyak berhenti. Pada eksperimen tersebut, jatuhan minyak akan
mengalami percepatan kebawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi dan pada saat yang
sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Sehingga akan terjadi
keseimbangan gayagaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik diantara dua plat konduktor
tersebut.

Dalam eksperimen minyak milikan, dibutuhkan Milikan Oil-drop Apparatus, adaptor
DC 12 Volt, high voltage DC power supply, multimeter digital, atomizer + minyak,
stopwatch, barometer, dan lampu halogen DC 12 Volt. Eksperimen ini dimulai dengan
menyemprotkan Atomizer kedalam chamber yang telah dibuka setelah terisi pindahkan pada
posisi ionisasi tunggu beberapa detik kemudian pindahkan ke posisi off. Dalam perlakuan
ini, dilakukan pengamatan terhadap tetesan minyak yang telah disemprot tersebut pada
mikroskop. Kemudian dilakukan pengaturan jarak dan waktu yang telah ditentukan baik pada
saat kecepatan naik maupun turun. Dari hal tersebut, kemudian dihubungkan dengan
persamaan yang sudah umum diketahui guna didapatkan nilai muatan elektron dengan
hubungannya pada ketetapan Avogadro.

3


Gambar 2 : Robert Andrews Millikan (1909)

Eksperimen tetes minyak Milikan merupakan eksperimen dalam menentukan muatan
satuan elektron (e) dan bilangan Avogadro (N) berdasarkan persamaan Faraday dengan
mengetahui sifat diskrit dari muatan elektron.
Setelah harga e/m untuk elektron diketahui dari eksperimen tabung sinar katoda,
selanjutnya diperlukan percobaan lain untuk menentukannilai e dan m. Jika salah satu nilai
tersebut diketahui maka nilai yang lain dapat ditentukan. Pada tahun 1909, Robert Andrews
Millikan dapat memecahkan dilema tersebut melalui eksperimennya yaitu Eksperimen Tetes
Millikan.

2.2 Percobaan tetes minyak milikan dilakukan sebagai berikut :



Gambar 3: Eksperimen Milikan
4

1. Dengan menggunakan alat penyemprot, minyak disemprotkan sehingga membentuk
tetesan-tetesan kecil. Sebagian tetes minyak akan melewati lubang pada pelat atas dan
jatuh karena tarikan grafitasi.
2. Dengan menggunakan teropong, diameter tetes minyak dapat ditentukan, sehingga massa
minyak dapat diketahui
3. Radiasi sinar X akan mengionkan gas di dalam silinder. Ionisasi akan menghasilkan elektron.
Elektron tersebut akan melekat pada tetes minyak, sehingga tetes minyak menjadi
bermuatan listrik negatif. Ada yang menyerap satu,dua, atau lebih elektron. Jika pelat logam
tidak diberi beda potansia, tetes-tetes minyak tetap jatuh karena pengaruh grafitasi
4. Jika pelat logam diberi beda potensial dengan pelat bawah sebagai kutub negatif, maka
tetes minyak yang bermuatan negatif akan mengalami gaya tolak listrik. Sesuai dengan
hukum coloumb, tetes minyak yang mengikat lebih banyak elektron akan tertolak lebih kuat.
Pergerakan tetes minyak dapat menggunakan teropong. Dengan mengatur beda potensial,
tetes minyak dibuat mengambang. dalam keadaan seperti itu berarti gaya tarik grafitasi
sama dengan gaya tolak listrik
5. Melalui percobaan tersebut, Milikan menemukan bahwa muatan tetes-tetes minyak selalu
merupakan kelipatan bulat dari suatu muatan tertentu, yaitu 1,602 x 10-19 coloumb.
Millikan menyimpulkan bahwa muatan tersebut adalah muatan dari satu elektron.
Perbedaan muatan antar tetesan terjadi karena satu tetesan dapat mengikat 1,2,3 atau
lebih elektron.

Dengan telah diketahuinya muatan elektron, maka dapat ditentukan massa elektron (m)
yaitu dengan membagi nisbah muatan terhadap massa (nilai e/m dari percobaan tabung
sinar katoda) dengan muatan elektron.
5




Hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron 1 dan massa elektron 0,
sehingga elektron dapat dilambangkan (e)
Data Fisis Elektron :
e/m = 1.76 x 108 Coulomb/gram
e = 1.602 x 10-19 coulomb
maka massa elektron = 9.11 x 10-28 gram
Setelah penemuan elektron, maka teori Dalton yang mengatakan bahwa atom
adalah partikel yang tak terbagi, tidak dapat diterima lagi. Pada tahun 1900, J.J Thomson
mengajukan model atom yang menyerupai roti kismis. Menurut Thomson, atom terdiri dari
materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.


Gambar 4: Model Atom J.J Thomson

.

Pada keadaan seperti ini dpat digambarkan hubungan antara gaya stokes dan gaya
gravitasi berdasar persamaan berikut:
Fg= Fs..(1)
M.g = K.Vf .(2)
Dalam keadaan stasioner menjadi:
Fc= Fg+ Fs.(3)
Een = mg + KVr..(4)
6

Dimana E merupakan kuat medan listrik. Secara umum didefinisikan bahwa kuat
medan listrik E di dalam ruang sebagai gaya elektrostatis yang bekerja pada satu satuan
muatan di dalam ruang tersebut.
Percobaan milikan disebut juga sebagai percobaan Oil Drop. Electron mempunyai peran
penting dalam mempelajari gejala kelistrikan kemagnetan. Dengan mengembangkan gaya-
gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada diantara dua pelat
elektroda, masing-masing plat berdiameter 20 cm dan terpisah sejauh 7.67cm. Minyak
diteteskan dengan tetesan kecil melalui dua plat logam dengan dua buah plat yang dapat
menarik muatan listrik dari tetesan minyak pada palat bagian atas. Jika beda tegangan diatur
agar mengimbangi gaya gravitasi pada tetes minyak, maka artikel-partikel minyak yang
mengandung muatan akan melayang karena keseimbangan gaya tersebut. Pada keadaan ini
gaya gravitasi sama dengan gaya elektrostatik, sehingga muatan dapat diketahui besarnya.
(Finn, 1992)
Melalui banyak percobaan dengan tetes minyak milikan yang beragam maka secara
umum muatan dapat diperoleh:
e
n
=mg[(Vf+Vr)/EVf] ....(5)
Dimana besaran massa m dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan
m=4/33, sehingga persamaan di atas menjadi:
e
n
=(4/3) 3g[(Vf+Vr)/EVf] ....(6)
Muatan listrik Q di dalam suatu ruang, akan menyebabkan timbulnya mdan listrik did
ala ruang tersebut, artinya setiap muatan lain Q yang berada di dalam ruang itu akan
mengalami gaya elekstrotati makin banyak Q makin kuat gaya F dan makin medan listrik
yang ditimbulkan oleh Q tersebut. Sehingga kuat medan listrik di dalam ruang, ditentukan
oleh banyaknya muatan Q yang menimbulkan medan listrik tersebut, serta tergantung pada
jaraknya dari muatan Q .
Percobaan yang dilakukan oleh millikan dapat menyingkap secara meyakinkan
bagiamana sifat muatan listrik dan harga muatan suatu electron (en) maupun bilangan
Avogadro (N) dalam satuan system internasional yaitu dengan persamaan:
e
n
=(4/3)3g[1/(1+b/pa)]
3/2
[(Vf+Vr) / (V)Vf] ..(7)
Nilai dari bilangan Avogadro (N) adalah:
N = 9,625x10
7
(C/kgberat ekivalen) / e (C)(8)
e
n
= muatan tetes minyak (Columb)
Terbukti bahwa beberapa bintik minyak bermuatan listrik, karena efek gesekan.
Bintik-bintik itu dapat pula memperoleh muatan jika udara dalam apara tersebut diionisasi
7

oleh sinar X atau oleh secuil benda Radioaktif beberapa electron atau ion lalu bertumbukan
dengan bintik-bintik minyak itu.
Dari percobaan Millikan menyimpulkan q
e
= e merupakan kelipatan bilangan bulat dari
nilai tertentu yaitu 1,6 x10
19
C dan tdak pernah didapatkan nilai q
e
= e kurang dari 1,6 x
10
19
C. Selanjutnya nilai 1,6 x10
19
C disebut muatan elementar (muatan elektron).
Melalui percobaan tetes minyak milikan ini, tidak hanya electron yang digunakan
sebagai acuan di dalam dasar teori, akan tetapi analisa fluida juga memiliki peranan di dalam
percobaan. Aliran fluida merupakan garis lurus didalam medan aliran yang dibuat pada saat
waktu tertentu

















8

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Eksperimen tetes minyak milikan merupakan percobaan untuk menunjukkan bahwa
muatan electron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes milikan (percepatan ke
bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya penghambat). Hal tersebut dapat
terjadi ketika minyak milikan jatuh ke udara yang selanjutnya akan mengalami
percepatan ke bawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi, sedangkan pada saat yang
sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Kecepatan tetes minyak
milikan tersebut akan meningkat sampai tercapai kecepatan stasioner ketika gaya berat ke
bawah sama dengan gaya stokes ke atas. Dengan demikian, dapat ditentukan sifat dasar
dari muatan elektron dengan hubungannya pada bilangan avogadro. Sehingga dengan
eksperimen ini dapat ditentukan nilai bilangan avogadro yang merupakan turunan lebih
lanjut dari aplikasi hukum faraday yang memadukan antara gaya stokes dengan gaya
gravitasi pada tingkatan elektron mikroskopis.

3.2 SARAN
Saya sadar dalam penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan,
maka dari itu saran dan bimbingan dari para bapak ibu dosen selaku pembina, saya
harapkan demi kesempurnaan karya penulis selanjutnya










9

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, A. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.
http://id.wikipedia.org/wiki/Percobaan_Millikan
http://muhammadradil.blogspot.com/percobaan_Milikan
http:/ /penemuan-sinar-x.html
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/struktur_atom1/penemuan-elektron/