Anda di halaman 1dari 10

Resume Sistem Geotermal dan Manifestasi Permukaan

Oleh :
Raisa Aurora
1006774215






PROGRAM STUDI GEOFISIKA
DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2014
49. SISTEM GEOTHERMAL
Sistem Geothermal terdiri dari tiga elemen utama yaitu: Batuan reservoir permeable;
air yang membawa panas dari reservoir ke permukaan; sumber panas.
Sistem geothermal biasanya terdapat hot spring dan fumarole di permukaan sebagai
akibat dari reservoir di bawahnya.
Pembangkit tenaga listrik tenaga geothermal di dunia pertama kali dibangun di
Larderello, Italia tahun 1904 dan dipasarkan pada tahun 1913. Sejak saat itu tenaga
geothermal mulai dibangun di banyak negara.
Sumberdaya geothermal paling potensial ditemukan di daerah yang berbatasan
dengan pertemuan lempeng, di antara pusat spreading atau di antara hot spot. Oleh karena itu
tidak mengejutkan bila pembangkit listrik tenaga geothermal paling baik berada di negara-
negara dengan kegiatan vulkanik yang masih aktif.

Terdapat 5 tipe sistem geothermal:
1. Sistem batuan beku muda: biasanya berasosiasi dengan vulkanisme Quaternary.
Sebanyak 95% aktivitas vulkanik berada di pertemuan lempeng dan hot spot. Sistem
ini memiliki temperature 370 C dan kedalaman reservoir sejauh 1.5 km.
2. Sistem tektonik: berada di zona tumbukan, patahan. Sistem tektonik memiliki suhu
250 C dan reservoir berada di kedalaman lebih dari 1.5 km.
3. Sistem geopressured: berada di lapisan sedimen yang mengalami subsiden dan lapisan
yang menghasilkan cairan telah membentuk reservoir bertekanan tinggi dan panas.
4. Sistem hot dry rock: mengeksploitasi panas yang tersimpan di batuan impermeable
dengan porositas rendah. Air diinjeksikan ke lapisan batuan tersebut untuk
menghasilkan tenaga panas bumi.
5. Sistem magma tap: mengebor ke bagian magma yang dangkal, memasang pengubah
panas, dan mensirkulasikan air melewati pengubah panas.

Aliran panas
Aliran panas di bumi didominasi oleh konduksi dan konveksi. Pergerakan magma di
bawah permukaan bumi mengantarkan panas lebih efektif daripada konduksi. Konduktivitas
panas dipengaruhi oleh permeabilitas, kerapatan fraktur, dan alterasi hidrotermal.
Kandungan panas pada ruang magma tergantung dari volume magma dan temperaturnya.
Aliran panas di sekitar ruang magma tergantung dari beberapa variable, terutama perbedaan
temperature, kedalaman dan waktu.
MODEL KONSEPTUAL PADA SISTEM GEOTHERMAL
A. Model Batuan Beku Muda
Rentang temperatur untuk intrusi andesit biasanya 850-1050
o
C. Air meteoric terkubur
jauh di bawah permukaan dan dipanaskan oleh bagian intrusif. Ketika air panas terbentuk,
kandungan mineral di dalamnya semakin kaya dengan Cl, F, Br, B, SO
4
, HCO
3
, silica, dan
logam larut lainnya yang bereaksi dengan batuan. Unsur magma yang mudah menguap akan
mengalir bersama air. Bila bagian intrusi terkritalisasi sebagian besar, disebabkan oleh umur,
maka unrus magma yang menguap bersama air akan relative sedikit. Sistem geothermal di
beberapa rift, zona transformasi maupun hot spot diakibatkan oleh injeksi dari tanggul yang
memanaskan sirkulasi air.
B. Model Tektonik
Salah satu sistem geothermal yaitu model tektonik. Model ini berada di daerah
tektonik, dimana gaya tektonik disebabkan oleh penarikan dan penipisan dari kerak. Maka
akan muncul material dari mantel yang sangat panas di kedalaman kerak yang dangkal.
Akibatnya akan terbentuk perbedaan temperature yang lebih besar daripada aliran panas
normal. Basin terbentuk sebagai akibat dari peranjangan kerak dan terisi deposit yang
mengandung sedimen berkonduktivitas rendah.
Air yang dipanaskan akan mengalir ke atas melewati rekahan. Fumarol juga terbentuk
dari rekahan yang terletak di zona upflow. Hidrotermal outflow biasanya terbentuk di dekat
permukaan yang permeable.
C. Vapor-dominated System
Batuan penutup yang bersifat impermeable biasanya tersaturasi dengan air tanah
dangkal yang mengisi pori-pori batuan. Dipermukaan terdapat fumarole dan hot spring asam.
Model ini menunjukkan bahwa pengisian ulang oleh air tanah yang dingin ditahan lapisan
impermeable seperti di atas reservoir. Sistem yang didominasi uap terdiri dari uap yang
berasal dari reservoir yang didominasi air. Meskipun system yang didominasi uap tidak
sepanas sistem lainnya, namun system ini lebih baik dari system lainnya. Disebabkan semua
air yang dihasilkan dari reservoir langsung dimasukkan ke turbin pembangkit.
D. Liquid-dominated system
Sebagian besar system geothermal merupakan sistem liquid-dominated. Sistem ini
mengandung air di seluruh fraktur serta porositas yang saling berhubungan. Reservoir jenis
ini memiliki temperature maksimum 370
o
C dan salinitas bervariasi.


KARAKTERISTIK AIR GEOTHERMAL DAN DEPOSIT
I. Karakteristik dan Deposit Fluida Geotermal
A. Gas Chemistry
Gas geothermal berasal dari perubahan termal komponen batuan-batuan reservoir
yang kaya akan komponen yang mudah menguap. Fluida diproduksi pada well head dari
sistem vapor-dominated yang mengandung gas yang tidak dapat terkondensasi karena
beratnya lebih besar daripada fluida yang diproduksi dari sistem iquid-dominated. Hal ini
dikarenakan komponen yang mudah menguap dihambat untuk keluar dalam bentuk uap.

B. Water Chemistry
Air geothermal umumnya memiliki kandungan sebagai berikut :

TDS fluida pada reservoir temperatur tinggi (150
o
C) berada pada range 1000 hingga
350.000 ppm. Mata air klor yang netral dan air geyser umumnya menunjukkan fluida
utama reservoir. Fluida ini mungkin termodifikasi selama aliran ke permukaan
dengan reaksi kimia sepanjang dinding batuan.
C. Chemical Geothermometers
Geotermometer kimiawi terdiri dari dua tipe :
1) Berdasarkan konsentrasi absolut dari keseluruhan cairan
2) Berdasarkan perbandingan dua atau lebih keseluruhan cairan
Temperatur bergantung pada beberapa geotermometer kimiawi yang telah dikalibrasi
oleh ekspterimen laboratorium terhadap kondisi ideal sementara geotermometer lainnya
didasarkan pada hubungan empiris yang melibatkan fluida-fluida yang diproduksi dari medan
geothermal yang berbeda.
D. Water origins and System Ages
Beberapa sistem geothermal mengandung air laut yang telah terdaur, fosil hewan dan
tumbuhan laut, dan air metamorfik. Air yang bersifat magmatik dalam sistem geothermal
berasal dari fluida gunung berapi aktif. Jangka hidup sistem geothermal dipelajari dari
alterasi mineral dan urat-urat, deposit sumber air, dan hubungan geologi.
E. Hydrothermal Alteration and Mineral Deposits
Fluida geothermal yang paling banyak dieksploitasi mengandung sulfur yang
tereduksi dan mineral sulfida. Meskipun sistem geothermal terlalu panas untuk
ditambang/diproduksi, manifestasi di sekitar permukaan tetap bisa diakses.

II. Pengembangan Geotermal
A. Exploration
Objek utama eksplorasi adalah untuk menemukan reservoir uap atau air panas yang
bisa dikembangkan secara komersial dan stabil. Secara statistik 70% area geothermal dapat
dieksploitasi. Strategi eksplorasi regional difokuskan pada area-area yang telah diketahui ada
aktivitas hot spring dan fumarole. Langkah pertama adalah dengan mengevaluasi pusat
gunung berapi muda, menggambarkan struktur geologi, akses aliran panas, dan menghitung
temperatur reservoir dari contoh fluida dengan geokimia.
B. Production
Produksi dilakukan oleh perusahaan yang membeli sejumlah lahan untuk dijadikan
sumur pemboran serta membangun power plant. Beberapapengembangan awal yang
dibutuhkan adalah menentukan seberapa besar power yang harus diinstal pada fase pertama,
lalu tentukan entalpi fluidanya. Setelah fase pertama sumur tambahan dapat ditambahkan
untuk membangun power plant yang lebih besar dan stabil.
C. Power Generation
Rancangan jaringan dasar untuk reservoir vapor dan liquid dominated adalah sebagai
berikut :






Untuk vapor dominated system paling mudah dan butuh perawatan yang tidak banyak
dikarenakan semua uap akan bisa dimanfaatkan untuk menggerakan turbin. Sementara untuk
liquid dominated system membutuhkan separasi awal antara fase uapnya dengan fase cairnya.
Sehingga uap bisa dimanfaatkan ke turbin dan airnya direinjeksikan ke sumur.
D. Decline
Sistem geothermal meskipun merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui
ternyata juga akan mengalami penurunan tekanan dan sebagainya dari kondisi awal reservoir
akibat adanya eksploitasi. Oleh karena itu terdapat sebuah strategi baru untuk reinjeksi air
buangan dari kota disekitar power plant ke dalam reservoir sehingga diharapkan dapat
meningkatkan tekanan reservoir.
E. Nonelectrical Uses
Aplikasi langsung non listrik, yang umum digunakan pada sistem geothermal
temperatur rendah adalah dengan memanfaatkannya sebagai pemanas rumah kaca, pemanas
ruangan, pertnian ikat atau reptil, serta resort-resort kesehatan.

F. Monitoring
Pengawasan yang dilakukan beragam, seperti pengawasan seismik, pengukuran emisi
ke atmosfir dan air tanah, perubahan mendadak kimiawi fluida dan kandungan panas
dalam fluida yang diproduksi.

III. Isu Keamanan dan Lingkungan
Berikut adalah isu-su lingkungan yang umumnya terjadi dalam pengembangan sistem
geothermal :
Poludi H2S ke atmosfir
Polusi brine air tanah
Ledakan hidrotermal
Tanah longsor
Interferensi reservoir, amblesan, deplesi, dan seismic induksi.
Gempa bumi dan ancaman gunung berapi.




50. MANIFESTASI PERMUKAAN DARI SISTEM GEOTHERMAL DENGAN SUMBER
PANAS VULKANIK

A. Manifestasi pada Sistem Hidrotermal-Vulkanik
Sistem hidrotermal-vulanik sebagian besar terdiri dari caldera-caldera berumur muda
dan menghasilkan manifestasi permukaan seperti sulfatara, fumarole, danau asam, dan hot
spring asam. Sulfatara mengandung banyak sulfur, biasanya gundukan sulfur ini bias terdapat
di kedalaman dangkal. Selain sulfur, sulfatara juga mengandung alunite, natroalunite,
jarosite, gypsum, ephemeral hydrous sulfat.
Fumarol merupakan manifestasi yang melepaskan uap. Mulanya fumarol hanya berisi
gas vulkanik. Uap dan sebagian besar gas magma yang terkondensasi pada kedalaman
dangkal, memproduksi air asam yang akan terlepaskan ke danau asam yang panas. Asam
yang terkondensasi bergerak turun di bawah permukaan dan bercampur dengan air tanah
yang dangkal. Sebagian besar system hidrotermal-vulkanik dikelilingi reservoir yang
mengandung air netral.

B. Manifestasi Permukaan pada Sistem Quasi Vulkanik Hidrotermal
Manifestasi initerbentuk ketika gas-gas magma menurun dan system vulkanik-hydrotermal
menjadi system bertemperatur ringgi sepenuhnya. Asam yang terkondensasi jarang
ditemukan pada system hidroteral vulkanik namun asam yang teralterasi di tanah akan
muncul. Sulfatara memproduksi sulfur yang sedikit dan fumarole tidak melepaskan gas
vulkanik yang korosif. Bila berusia lebih tua, maka sistem quasi hidrotermal-vulkanik tidak
dapat dibedakan dari system bertemperatur tinggi.

MANIFESTASI PADA SISTEM BERTEMPERATUR TINGGI
Manifestasi pada system ini dibagi ke dalam tiga kelompok
A. Manifestasi sistem hidrotermal yang berasosiasi dengan Pusat Vulkanik Tinggi
Sistem geothermal bertemperatur tinggi yang terkenal terbentuk seperti ini, tergantung
dari permeabilitas batuan. Bila nilai permeabilitas batuan (k) tinggi namun batuan di area
reservoir bernilai sedang, maka menyebabkan formasi system yang didominasi air. Bila nilai
k dan batuan reservoir adalah sedang, maka termasuk sistem dua phase alami. Bila nilai k
rendah namun batuan reservoir maka termasuk system yang didominasi uap.
Dari semua jenis itu, mineral hidrotermal yang terbentuk di reservoir merupakan hasil
interaksi dari host rock dan fase cair.
1. Manifestasi Sistem Liquid-Dominated
Sistem liquid-dominated memiliki outflow dengan derajat keasaman yang netral. Uap
yang terkondensasi menghasilkan hot spring asam yang sedikit. Uap yang naik ke
permukaan merupakan hasil dari fumarole dan lapisan ground yang teruapkan.

2. Manifestasi Sistem Two-Phase Alami
Panas yang dihasilkan oleh reservoir ini ditransfer ke uap yang naik ke permukaan
yang terkondensasi di kedalaman dangkal. Tidak banyak air yang dilepaskan kecuali
untuk fumarole.

3. Manifestasi Sistem Vapor-Dominated
Manifestasi ini jarang ditemukan, kecuali di Kawah Kamojang dan Darajat. Transfer
panas didominasi oleh naiknya uap ke permukaan. Steaming ground dan fumarole
banyak ditemukan di system ini. Asam yang terkondensasi membentuk kolam panas
yang berlumpur. Permeabilitas yang rendah di sekitar reservoir mencegah adanya
outflow massa.Tidak ada kandungan kloride yang ber-pH rendah pada sumber air
panas, yang menjadi ciri utama dari system ini.

B. Manifestasi pada Sistem Temperatur Tinggi pada Terrain Moderat
Sumber panas pada sistem ini berasal dari batuan kerak panas yang energy termalnya
diatur:
1. Pelelehan sebagian di saluran kerak paling atas
2. Intrusi dyke di lingkungan retak.
3. Pluton yang terdinginkan.
Terdapat tiga tipe manifestasi yang terbentuk yaitu:
1. Manifestasi pada Sistem Temperatur Tinggi dalam Terrain Agak Curam, Didasari
Batuan Crustal Panas.
Sistem ini memiliki laju recharge yang tinggi. Manifestasi pada uap yang terlepas, gas
yang terkondensasi dan tidak terkondensasi, terletak dekat dengan air berklorida
dengan pH netral. Ilika juga terdeposit dari air yang dilepaskan. Panas yang dihasilkan
juga tiga kali lebih besar dari panas yang dihasilkan dari pusat vulkanik. Kalsium
karbonat terdeposit pada daerah outflow dari system bertemperatur tinggi.
2. Manifestasi dari Lingkungan Temperatur Tinggi di Lingkungan Penyebaran Kerak
Sistem ini menghasilkan panas dari dyke atau sill. Alterasi asam dan deposit sinter
tidak ada, salinitas dari air panas rendah.
3. Manifestasi pada Reservoir Temperatur Tinggi di Batuan Sedimen
Sistem temperature tinggi juga terdapat di batuan sedimen dan metamorf dengan
pluton dingin. Quaternary basalt terletak dekat namun bukan bagian dari reservoir.
Upflow dari CO
2
dengan kandungan merkuri terdapat di seluruh area dan beberapa
danau dingin. Zonasi dari manifestasi dikontrol oleh bentuk terrain.

MANIFESTASI PADA SISTEM TEMPERATUR RENDAH DAN SEDANG
A. Sistem temperature sedang di barisan vulkanik
Sistem bertemperatur sedang yang banyak dipelajari tidak memiliki manifestasi yang
baik. Terdapat silica sinter yang sedikit kemudian hasil pemboran menunjukkan bahwa pada
kedalaman 1 km, suhu hanya 175
o
C. Batuan kerak yang terletak di dasar membutuhkan
waktu jutaan tahun untuk mendingin.
B. Sistem Heat-Sweep
Reservoir sistem ini dapat berupa batuan sedimen atau vulkanik. Zona fraktur
terbentuk dari kerak dengan aliran panas yang anomaly namun tidak berhubungan dengan
vulkanik. Beberapa contoh dari system ini yaitu:
1. Sistem Heat-Sweep di Retakan Aktif
Hujan yang menginfiltrasi di retakan menghasilkan system heat-sweep yang besar
yang melepaskan banyak air panas. Evaporasi menghasilkan deposit karbonat yang
terkristalisasi
2. Sistem Heat-Sweep pada Plate yang Saling Bertubrukan
Di Tibet, Kashmir dan Yunan terdapat beberapa system bertemperatur sedang.
Topografi, infiltrasi yang tinggi dan hidrolik yang besar pada area recharge
menghasilkan hidrologi heat-sweep yang terletak di sepanjang kerak.
C. Sistem Zona Fraktur
Zona patahan di permukaan bias jadi pendek (<100 m) atau lebar (>200 m). Sistem fraktur
yang lebar dapat ditemukan di Thailand. Manifestasi yang dominan yaitu hot spring, kolam
air panas dan alterasi di sekitar batuan.
D. Manifestasi pada Sistem Temperatur Rendah
Tekanan yang rendah, begitu juga temperatur yang rendah, gaya apung serta panas yang
rendah menyebabkan interaksi batuan dan air juga lebih lamban. Biasanya suhu reservoir
pada bagian atas <125
o
C. Manifestasi dari system bertemperatur rendah mendepositkan
travertine.

KLASIFIKASI MANIFESTASI
Klasifikasi manifestasi dibagi menjadi :
1) Pelepasan panas secara difusi
2) Pelepasan panas secara langsung dan kontinu
3) Pelapasan panas yang bertahap
4) Pelepasan panas yang membahayakan
5) Pelepasan panas yang berasosiasi dengan kebocoran

ALTERASI PERMUKAAN DAN DEPOSIT