Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN PENUNJANG

BPH
Pemeriksaan Laboratorium
Sedimen urin diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya proses infeksi atau
inflamasi pada saluran kemih. Pemeriksaan kultur urin berguna dalam mencari jenis kuman
yang menyebabkan infeksi dan sekaligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa
antimikroba yang diujikan.
Faal ginjal diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya penyulit yang mengenai
saluran kemih bagian atas, sedangkan gula darah dimaksudkan untuk mencari kemungkinan
adanya penyakit diabetes mellitus yang dapat menimbulkan kelainan persarafan pada buli-
buli. Jika dicurigai adanya keganasan prostat, perlu diperiksa kadar penanda tumor prostate
specific antigen (PSA.
Pencitraan
Foto polos perut berguna untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih, adanya
batu!kalkulosa prostat dan kadangkala dapat menunjukkan bayangan buli-buli yang penuh
terisi urin, yang merupakan tanda dari suatu retensi urin. Pemeriksaan "#$ dapat
menerangkan kemungkinan adanya% (& kelainan pada ginjal maupun ureter berupa
hidroureter atau hidronefrosis, (' memperkirakan besarnya kelenjar prostat yang ditunjukkan
oleh adanya indentasi prostat, yaitu pendesakan buli-buli oleh kelenjar prostat sehingga
terlihat dasar buli-buli dari gambaran sistogram tidak terisi kontras atau ureter di sebelah
distal yang berbentuk seperti mata kail, dan (( penyulit yang terjadi pada buli-buli, yaitu
adanya trabekulasi, di)ertikel, atau sakulasi buli-buli. Pemeriksaan "#$ ini sekarang tidak
direkomendasikan pada *P+.
Pemeriksaan ultrasonografi dapat dilakukan melalui trans abdominal (,A$S dan
trans rektal (,-$S. .ari ,A$S diharapkan mendapat informasi mengenai perkiraan )olume
prostat, panjang protrusi prostat ke buli-buli atau intra prostatic protrusion ("PP, mungkin
didapatkan kelainan pada buli-buli, menghitung sisa urin pasca miksi, atau hidronefrosis
akibat obstruksi prostat. Pada pemeriksaan ,-$S dicari kemungkinan adanya focus
keganasan prostat berupa area hipoekoik dan kemudian sebagai penunjuk dalam melakukan
biopsy prostat.
"PP diukur dari ujung tonjolan (protrusi prostat di dalam buli-buli hingga dasar
sirkumferensi buli-buli. .erajat & besarnya &,/ mm, derajat ' besarnya /-&0 mm, dan derajat
( besarnya &0 mm. *esarnya "PP berhubungan dengan derajat obstruksi pada leher buli-buli,
jumlah urin sisa pasca miksi, dan )olume prostat. Artinya adalah pasien dengan derajat "PP
rendah, tidak menunjukkan urin residu yang bermakna, dan tidak menujukkan keluhan yang
nyata, sehingga tidak memerlukan terapi atau pembedahan. Sebaliknya pada pasien yang
menunjukkan "PP derajat tinggi terbukti mempunyai urin sisa 1 &00ml dengan keluhan yang
bermakna dan pasien seperti ini membutuhkan terapi yang lebih agresif.
Pemeriksaan Lain
Pemeriksaan derajat obstruksi prostat dapat diperkirakan dengan cara mengukur%
-esidual urin yang merupakan jumlah sisa urin setelah miksi. Sisa urin ini dapat
dihitung dengan cara melakukan kateterisasi setelah miksi. 2ara itu sekarang banyak
ditinggalkan karena menimbulkan nyeri dan cedera uretra atau infeksi. Saat ini residual urin
diukur dengan pemeriksaan ultrasonografi atau bladder scan setelah miksi.
Pancaran urin atau flo3 rate dapat dihitung secara sederhana yaitu dengan
menghitung jumlah urin dibagi dengan lamanya miksi berlangsung atau dengan alar
uroflo3metri yang menyajikan gambaran grafik pancaran urin. Pemeriksaan yang lebih teliti
adalah dengan pemeriksaan urodinamika yang sekaligus dapat menilai tekanan otot detrusor
maupun komponen otot lain yang berperan pada proses miksi.
.ari uroflo3metri dapat diketahui lama proses miksi, laju pancaran, 3aktu yang
dibutuhkan untuk mencapai pancaran maksimum, rerata pancaran, pancaran maksimum, dan
)olume urin yang dikemihkan.
KARSINOMA PROSTAT
Penana Tumor
$ntuk membantu menegakkan diagnosis suatu adenokarsinoma prostat dan mengikuti
perkembangan penyakit tumor ini, terdapat beberapa penanda tumor yaitu% (& PAP (Prostatic
Acid Phosphatase dihasilkan oleh sel asini prostat dan disekresikan ke dalam duktuli prostat
dan (' PSA (Prostate Specific Antigen yaitu suatu glikoprotein yang dihasilkan oleh
sitoplasma sel epitel prostat dan berperan dalam melakukan likuefaksi cairan semen. Pada
proses keganasan prostat, PSA akan menembus basal membrane sel epitel dan beredar
melalui pembuluh )askuler yang selanjutnya kadarnya meningkat pada pemeriksaan darah
perifer. PSA berguna untuk melakukan deteksi dini adanya kanker prostat dan e)aluasi
lanjutan setelah terapi kanker prostat.
$ntuk meramalkan luas ekstensi tumor serta meramalkan adanya kemungkinan
timbulnya kekambuhan karsinoma prostat, dapat dihitung melalui tabel dari Partin. .engan
cara memasukkan )ariable PSA, skor 4leason, dan stadium klinis ke dalam tabel Partin,
dapat diramalkan luas ekstensi maupun prognosis karsinoma prostat.
Pemeriksaan Pencitraan
USG transrekta! "TRUS#$ Pada pemeriksaan ultrasonografi transrektal dapat
diketahui adanya area hipoekoik yang merupakan salah satu tanda adanya kanker prostat dan
sekaligus mengetahui kemungkinan adanya ekstensi tumor ke ekstrakapsuler. Selain itu
dengan tuntunan $S4 dapat diambil contoh jaringan pada area yang dicurigai keganasan
melalui biopsy aspirasi dengan jarum halus.
%T scan an MRI. 2, scan diperiksa jika dicurigai adanya metastasis pada
limfonodi, yaitu pada pasien yang menunjukkan skor 4leason tinggi (15 atau kadar PSA
tinggi. .ibandingkan dengan ultrasonografi transrektal, 6-" lebih akurat dalam menentukan
luas ekstensi tumor ke ekstrakapsuler atau ke )esikula seminalis.
Bone scan. Pemeriksaan sintigrafi pada tulang dipergunakan untuk mencari
metastasis hematogen pada tulang. 6eskipun pemeriksaan ini cukup sensiti)e, tetapi
beberapa kelainan tulang juga memberikan hasil positif palsu, antara lain% artritis
degenerati)e pada tulang belakang, penyakit Paget, setelah sembuh dari cedera patah tulang,
atau adanya penyakit tulang yang lain. 7arena itu, dalam hal ini perlu dikonfirmasi dengan
foto polos pada daerah yang dicurigai.