Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Biologi Mikroskop dan Penggunaannya

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI


MIKROSKOP DAN PENGGUNAANNYA



I. PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Mikroskop merupakan salah satu alat yang penting pada kegiatan laboratorium sains,
khususnya biologi. Untuk mengamati hewan atau benda mikroskopis, kita perlu menggunakan
alat bantu untuk dapat memperjelas objek pengamatan. Alat bantu tersebut dapat berupa kaca
pembesar (lup) maupun mikroskop. Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos =
tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
telanjang. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran
kecil.
Mikroskop awalnya dibuat tahun 1590 oleh Zaccharias Janssen dan Hans, seorang tukang
kacamata dari Belanda. Selanjutnya pada tahun 1610, Galileo, ahli fisika modern dan astronomi
menggunakan mikroskop untuk mengamati gejala alam. Beberapa tahun kemudian Antonie van
Leuwenhoek dari Belanda membuat mikroskop dengan satu lensa yang dapat membesarkan
objek yang diamati sampai 300 kali. Tahun 1663 Robert Hooke, ilmuwan Inggris meneliti
serangga dan tumbuhan dengan mikroskop. Ia menemukan sel-sel kecil pada gabus.
Praktikum ini dilakukan dengan tujuan agar kita mengetahui macam-macam mikroskop,
bagaian-bagain mikroskop dan fungsinya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan mikroskop
itu sendiri. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baik-baik bagian-bagiannya, fungsinya,
serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop
maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan
menggunakan mikroskop.

.Suatu kenyataan yang tidak bisa dibantah, bahwa kita hidup di dunia ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dengan alat yang serba canggih, serba cepat dan serba otomatis, ini semua berkat
kemajuan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, selalu membawa ke untungan bagi
manusia, karena segala kesulitan hampir dapat dipecahkan. Seperti yang kita pelajari tentang
benda-benda mikro (kecil) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang manuria, untuk itu
dibutuhkan alat yang dapat digunakan untuk melihat benda-benda mikro (kecil) tersebut yang
dinamakan mikroskop. Pengertian mikroskop sendiri adalah alat yang dapat digunakan melihat
benda-benda kecil.
Pengetahuan teori saja dirasa kurang cukup untuk menunjang ketrampilan mahasiswa dalam
pengoperasian mikroskop. Karena mikroskop merupakan alat bantu utama dalam sebuah
pengamatan dan penelitian khususnya dalam melihat benda-benda kecil. Oleh karena itu sebagai
mahasiswa yang menuntut ilmu khususnya fakultas sains harus bisa menggunakan dan
mengetahui fungsi bagian-bagian dari mikroskop karena kita tidak akan terlepas dari sebuah
praktikum.

1.2 Tujuan

1. Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaannya
2. Mempelajari cara penyiapan bahan yang akan diamati




II. TINJAUAN PUSTAKA


Mikroskop pertama kali dikembangkan pada abad ke 16 menggunakan lensa sederhana
untuk mengatur cahaya biasa. Pertama kali perbesaran terbatas kira-kira 10 kali dari ukuran
objek sebenarnya. Setelah mengalami perbaikan akhirnya perbesaran bisa mencapai 270 sampai
400 kali.
Penemu sel dalam susunan organisme adalah bersamaan dengan munculnya pemakaian
mikroskop, yaitu Mikroskop Cahaya ( mikroskop yang sering digunakan dalam biologi ), okuler
baik yang berlensa tunggal atau dikenal dengan nama Mikroskop Monokuler maupun yang
berlensa ganda atau yang dikenal dengan nama Mikroskop Binokuler. Sesungguhnya untuk
meneliti sejarah pemakaian mikroskop dengan perbaikan-perbaikan yang sangat sulit.
Dapat dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan
pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan yang
melengkung sudah dilakukan oleh Euclid ( 3000SM ), Ptolemy ( 127-151 ), dan
oleh Alhazan pada awal abad ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum
dilakukan. Baru pada abad ke-16,Leonardo da Vinci dan Maurolyco mempergunakan lensa
untuk melihat benda-benda yang kecil.
Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachary dan Francis
Jansen pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung.
Penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z
Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda.
Tahun 1610 Galileo dengan kombinasi beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah tabung
timah untuk pertama kalinya berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana.
Tahun 1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan
perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat
keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya. Hal tersebut terlihat jelas dalam
sebuah rumus yang ditemukan oleh Abbe pada abad yang lalu.
Dari keterbatasan daya urai sebuah mikroskop, apabila dianalisis dengan menggunakan
rumus Abbe, ternyata tidak terlalu dipengaruhi oleh lensa mikroskop, melainkan dipengaruhi
oleh panjang gelombang cahaya yang dipakai. Pada awal abad ke-17 telah ditemukan mikroskop
dengan bentuk lensa tunggal. Cara menggunakan mikroskop ini adalah dengan meletakkan objek
yang diperiksa pada ujung jarum dan sisi lain lensa dibawa kedekat mata. Dengan menekan atau
mengendorkan jarum didepan lensa, maka akan diperoleh titik fokusnya.
Setelah kemajuan dalam bidang teknologi maka bermuncullanlah berbagai tipe mikroskop
modern. Mikroskop modern meliputi mikroskop cahaya, mikroskop ultraviolet, mikroskop
fluerense, mikroskop elektron, dan mikroskop akustik.
Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan).
Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari
benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari
beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri.
Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif
(dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler
dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar,
yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan
perbesaran yang diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan
menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan
nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.
Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm,
berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup
minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari
ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler
biasanya mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa
plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata.
1. Komponen Mikroskop
a. Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat
lengan dengan semacam engsel, pada mikroskop sederhana (model student).
b. Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan.
Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
c. Cermin.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk
memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang,
dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan
sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena
sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
d. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar.
e. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris.
Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada
diafragma tanpa kondensor.
f. Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek
diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan
untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik atau
diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-
turunkan.
g. Tabung.
Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 15 X).
Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa
objektif.
h. Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur
dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah
memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan
pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, 3 dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai
apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah
spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.
i. Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata
pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa
obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
j. Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa
objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur
kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa onbjektif. Pada mikroskop dengan
tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.
2. Macam-macam Mikroskop
Ada beberapa jenis mikroskop dimana mikroskop ini mempunyai kelebihan dan kekurangan
masing masing yaitu :
1. Mikroskop Elektron
Mikroskop ini menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol
pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi
yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh
lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop
cahaya.
Macam macam mikroskop elektron:
Mikroskop transmisi elektron (TEM)
Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
Mikroskop pemindai electron
Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
Mikroskop refleksi elektron (RE)

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda
yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda
yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop
stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa
mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat
melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga
objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran
objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah
dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus
objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas
pengatur fokus.
3. Mikroskop Fase kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya yaitu tidak
diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma benda hidup yang mikroskopik
(jaringan hewan atau bakteri) tembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan
teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras. Prinsip alat ini
sangat rumit apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwwarnai dan
tidak dapat dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nukleus ini mengubah sedikit
hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti.
Hubungan ini tidak dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu
susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase ini
menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap
oleh mata dngan demikian nukleus (dan unsure lain yang sejauh ini tak dapat dilihat menjadi
dapat dilihat


4. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki
yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi
lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler
terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk
bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler). Paada ujung bawah mikroskop terdapat
dudukan lensa obektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop
terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah
kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang
dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin
in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah
dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga mampu
menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.Lensa okuler,
merupakan lensa likrskop yang terdpat dibagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata
pengamat. Lensa ini berfugsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif.
Perbesran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk
mendukung terciptanya pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga pengaturrnnya
tepat akan diperoleh daya pisah maksimal, dua benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang
bermanfatjika daya pisah mikroskop kurang baik.



5. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen
(seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein anttibodi yang khas
mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna
pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi
apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna
pendar.

6. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang
begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap
berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus
yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari
kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat.

7. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya
ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat,
penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali
lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultra violet tak
dapat di;lihat oleh nata manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka
cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu
rumit serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari.



III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Waktu : 09.10 10.45 WIB
Tempat : Laboratorium MIPA Babel III Universitas Negeri Bangka
Belitung

3.2 Alat dan Bahan

Alat :
Mikroskop Stereo
Bahan :
Preparat awetan akar, batang dan daun

3.3 Cara Kerja

1. Siapkan mikroskop dan preparat yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum
2. Letakkan mikroskop stereo di atas meja dan hubungkan mikroskop stereo dengan sumber listrik
3. Tekan tombol on pada transformator
4. Letakkan preparat awetan pada meja preparat, pastikan meja preparat dalam keadaan datar agar
kaca preparat awetan tidak jatuh dan pecah
5. Amati objek dengan menggunakan perbesaran paling rendah terlebih dahulu, jika selesai
mengamati perbesaran terendah, naik ke perbesaran berikutnya
6. Amatilah objek dengan lensa okuler
7. Sesuaikan cermin agar sinar cukup tersedia
8. Sesuaikan lubang diafragma sehingga sinar yang diterima mata optimal (tidak terlalu terang atau
redup).
9. Jauhkan lensa objektif dari meja preparat dengan memutar pengatur kasar searah jarum jam.
10. Sesuaikan lensa objektif perbesaran rendah pada jarak kira-kira 1 cm dari preparat. Lihat lagi
melalui okuler, dan naikkan meja preparat dengan pemutar kasar kemudian gunakan pengatur
halus sampai preparat jelas terlihat.
11. Amati preparat, dan gambar hasil pengamatannya
12. Bila pengamatan telah selesai putar revolver objektif ke perbesaran rendah, naikkan tabung atau
turunkan meja, setelah itu ambil preparat dari meja preparat.



IV. HASIL DAN PEMBAHASAN



Pada praktikum mengenai mikroskop dan penggunaannya ini, kita melakukan pengamatan
terhadap preparat awetan dari akar jagung. Sebelum melakukan pengamatan, kita mempelajari
dan memahami nama, fungsi dan cara menggunakan komponen yang ada di mikroskop. Setelah
memahami nama, fungsi dan cara menggunakan komponen/bagian yang ada di mikroskop, kita
mempersiapkan preparat yang akan di amati. Mempelajari bagaimana cara meletakkan preparat
pada meja preparat yang baik dan benar, dan setelah memahami semuanya, baru kita melakukan
pengamatan terhadap preparat awetan akar jagung.
Biasanya kekuatan perbesaran paling umum adalah 4x, 10x, dan 40x. Ini adalah untuk
mikroskop laboratorium. Selalu lebih baik untuk memulai dengan perbesaran terendah dan
kemudian beralih ke kekuatan perbesaran yang lebih besar. Pengamatan dilakukan dengan
menggunakan perbesaran paling rendah terlebih dahulu, yaitu perbesaran 4x/0,10. Untuk melihat
objek, tempatkan preparat diatas meja preparat, dan menahannya di tempat dengan klip
panggung. Lihat melalui lensa mata dan kemudian mulai menggerakkan meja preparat ke atas ke
bawah, ke kiri ke kanan untuk mulai memfokuskan gambar. Gunakan tombol penyesuaian kasar
untuk memfokuskan gambar. Setelah difokuskan, amati preparat, dan sambil melihat melalui
lensa mata, memfokuskan gambar dengan menggunakan tombol penyesuaian halus. Setelah
selesai mengamati preparat dengan menggunakan perbesaran terendah, lalu kita gunakan
perbesaran kedua yaitu perbesaran 10x /0,25 pada bagian nose-piece untuk lebih memperbesar
objek. Pada perbesaran 10x/0,25 ini gambar tampak terlihat lebih jelas dan besar dibandingkan
dengan perbesaran 4x/0,10.
Pada pengamatan sel akar jagung ini, hanya bisa dilakukan untuk 2 kali perbesaran saja
yaitu perbesaran 4x/0,10 dan 10x/0.25. Untuk perbesaran berikutnya gambar yang dihasilkan
tidak jelas.

1. Komponen Mikroskop
a. Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat
lengan dengan semacam engsel, pada mikroskop sederhana (model student).
b. Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau
direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah
mikroskop.
c. Cermin.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk
memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang,
dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan
sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena
sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
d. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar.
e. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris.
Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada
diafragma tanpa kondensor.

f. Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek
diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan
untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik atau
diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-
turunkan.
g. Tabung.
Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 15
X). Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat
lensa objektif.
h. Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif
adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model
dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, 3 dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA).
Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah
spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.
i. Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata
pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa
obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.

j. Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa
objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur
kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa onbjektif. Pada mikroskop dengan
tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.
Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm,
berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup
minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari
ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler
biasanya mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa
plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata.

V. SIMPULAN

Setelah melakukan praktikum ini, kita dapat :
- Mengetahui komponen-komponen mikroskop beserta fungsi dari komponen tersebut
- Mengetahui cara penggunaan mikroskop dengan baik
- Juga dapat mengetahui bagaimana cara menyiapkan bahan yang akan diamati




DAFTAR PUSTAKA


Kanginan, Marthen. 2002. Fisika 1 SMA/MA Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga
Latifah, Eva. dkk. 2009. Biologi SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional
Pratiwi. P. A. 2004. Biologi. Jakarta. Erlangga
Sumarsono, Joko. 2009. Fisika SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional
Alim, Tanri. 2013. Perbesaran Mikroskop. http://www.biologi-sel.com/2013/03/perbesaran-
mikroskop.html. [diakses 3 Maret 2013]
Ridwan. Mohammad. 2012. Laporan Biologi SUKSES.
http://www.slideshare.net/ridwan_nuria/biologi-fixed. [diakses 16 November 2012]

Anda mungkin juga menyukai