Anda di halaman 1dari 35

Pemeriksaan Penunjang Untuk Menegakkan

Diagnosis LLA
Posted on May 28, 2010 by whomayrah
Pemeriksaan darah lengkap, dijumpai anemia normokromik normositer,
trombositopenia, leukosit dapat menurun, normal atau meningkat. Hiperleukositosis
(100.000!mm
"
# terjadi pada kira$kira 1%& pasien dan dapat melebihi 200.000!mm
"
.
Proporsi sel blas pada hitung leukosit ber'ariasi dari 0 sampai 100&. (ira$kira sepertiga
pasien mempunyai trombosit kurang dari 2%.000!mm
"
.
Apusan darah tepi, khas menunjukkan adanya sel muda yang melebihi %& dari sel
berinti pada darah tepi.
Aspirasi dan biopsi sumsum tulang, pemeriksaan ini sangat penting untuk kon)irmasi
diagnosis dan klasi)ikasi, sehingga semua pasien **+ harus menjalani prosedur ini.
,pesimen yang didapat harus diperiksa untuk analisis histologi, sitogenetik dan
immunophenotyping. +pus sumsum tulang tampak hiperselular dengan lim)oblas yang
sangat banyak, lebih dari -0& sel berinti pada **+ dewasa. .ika sumsum tulang
seluruhnya digantikan oleh sel$sel leukemia, maka aspirasi sumsum tulang dapat tidak
berhasil, sehingga tou/h imprint dari jaringan biopsi penting untuk e'aluasi gambaran
sitologi.
Sitokimia, gambaran mor)ologi se blas pada apus darah tepi atau sumsum tulang kadang$
kadang tidak dapat membedakan **+ dari *M+. Pada **+, pewarnaan sudan bla/k dan
mieloperoksidase adalah en0im sitoplasmik yang ditemukan pada granula primer dari
prekursor granulositik, yang dapat dideteksi pada sel blas *M+. ,itokimia juga berguna
untuk membedakan pre/ursor 1 da 1$+** dan 2$+**. Pewarnaan )os)atase asam akan
positi) pada lim)osit 2 yang ganas, sedangkan sel 1 dapat memberikan hasil yang positi)
pada pewarnaan periodi/ a/id s/hi)) (P+,#. 2d2 yang diekspresikan oleh lim)oblas dapat
dideteksi dengan pewarnaan imunoperoksidase atau )low /ytometry.
Imunofenotip (dengan sitometri arus/flow !tometr!", pemeriksaan ini berguna dalam
diagnosis dan klasi)ikasi **+. 3eagen yang dipakai untuk diagnosis dan identi)ikasi
subtipe imunologi adalah antibodi terhadap 4
1. 5ntuk sel prekursor 1 4 6710 (/ommon +** antigen#, 671-, 678-+, 6722,
/ytoplasmi/ m$hea'y /hain, dan 2d2.
2. 5ntuk sel 2 4 679a, 672, 67", 67:, 67%, 678, 678 dan 2d2.
". 5ntuk sel 1 4 kappa atau lambda, 671-, 6720, dan 6722.
Pada sekitar 1%$%:& **+ dewasa didapatkan ekspresi antigen mieloid. +ntigen mieloid yang
biasa dideteksi adalah 671", 671%, dan 67"".
;kspresi yang bersamaan dari antigen lim)oid dan mieloid dapat ditemukan pada leukemia
bi)enotip akut. (asus ini jarang, dan perjalanan penyakitnya buruk.
Sitogenetik, analisis sitogenetik sangat berguna karena beberapa kelainan sitogenetik
berhubungan dengan subtipe **+ tertentu dan dapat memberikan in)ormasi prognostik.
2ranslokasi t (8<1:#, t (2<8#, dan t (8<22# hanya ditemukan pada **+ sel 1, dan kelainan
kromosom ini menyebabkan disregulasi dan ekspresi yang berlebihan dari gen /$my/
pada kromosom 8. 1eberapa kelainan sitogenetik dapat ditemukan pada **+ atau *M+,
misalnya kromosom philadelphia, t (-<22# (=":<=11# yang khas untuk leukemia mielositik
kronik dapat juga ditemukan pada >%& *M+ dewasa dan 20&$"0& **+ dewasa.
#iologi molekular, teknik molekular dikerjakan bila analisis sitogenetik rutin gagal, dan
untuk mendeteksi t (12<21# yang tidak terdeteksi dengan sitogenetik standar. 2eknik ini
juga harus dilakukan untuk mendeteksi gen 163$+1* yang mempunyai prognosis
buruk.
Pemeriksaan lainn!a, parameter koagulasi biasanya normal dan koagulasi intra'askular
diseminata jarang terjadi. (elainan metabolik seperti hiperurikemia dapat terjadi terutama
pada pasien dengan sel$sel leukemia yang /epat membelah dan tumor burden yang tinggi.
Pungsi lumbal dilakukan pada saat diagnosis untuk memeriksa /airan serebrospinal. Perlu
atau tidaknya tindakan ini dilakukan pada pasien dengan banyaknya sel blas yang
bersirkulasi masih kontro'ersi. 7e)inisi keterlibatan susunan sara) pusat (,,P# adalah
bila ditemukan % leukosit!m* /airan serebrospinal dengan mor)ologi sel blas pada
spesimen sel yang disentri)ugasi.
,5M1;3 9P7 ?(59 7+@ H;M+2A*AB9 39@B(+,
http://whomayrah.wordpress.com/2010/05/28/pemeriksaan-penunjang-untuk-
menegakkan-diagnosis-lla/
Leukemia Limfositik Akut (LLA" adalah suatu penyakit yang berakibat )atal, dimana sel$sel
yang dalam keadaan normal berkembang menjadi lim)osit berubah menjadi ganas dan dengan
segera akan menggantikan sel$sel normal di dalam sumsum tulang.
**+ merupakan leukemia yang paling sering terjadi pada anak$anak.
*eukemia jenis ini merupakan 2%& dari semua jenis kanker yang mengenai anak$anak di bawah
umur 1% tahun.
Paling sering terjadi pada anak usia antara "$% tahun, tetapi kadang terjadi pada usia remaja dan
dewasa.
,el$sel yang belum matang, yang dalam keadaan normal berkembang menjadi lim)osit, berubah
menjadi ganas.
,el leukemik ini tertimbun di sumsum tulang, lalu menghan/urkan dan menggantikan sel$sel
yang menghasilkan sel darah yang normal.
,el kanker ini kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah dan berpindah ke hati, limpa, kelenjar
getah bening, otak, ginjal dan organ reproduksi< dimana mereka melanjutkan pertumbuhannya
dan membelah diri.
,el kanker bisa mengiritasi selaput otak, menyebabkan meningitis dan bisa menyebabkan
anemia, gagal hati, gagal ginjal dan kerusakan organ lainnya.
A$ %pidemiologi
9nsidensi **+ adalah 1!C0.000 orang!tahun, dengan 8%& pasien berusia D
#$ %tiologi
Penyebab **+ dewasa sebagian besar tidak diketahui
Pada anak$anak4 )aktor keturunan dan sindroma predisposisi genetik
&$ 'aktor risiko
3adiasi dosis tinggi 4 3adiasi dengan dosis sangat tinggi, seperti waktu bom atom di .epang
pada masa perang dunia ke$2 menyebabkan peningkatan insiden penyakit ini. 2erapi medis yang
menggunakan radiasi juga merupakan sumber radiasi dosis tinggi. ,edangkan radiasi untuk
diagnostik (misalnya rontgen#, dosisnya jauh lebih rendah dan tidak berhubungan dengan
peningkatan kejadian leukemia.
Pajanan terhadap 0at kimia tertentu 4 ben0ene, )ormaldehida
(emoterapi 4 Pasien kanker jenis lain yang mendapat kemoterapi tertentu dapat menderita
leukemia di kemudian hari. Misalnya kemoterapi jenis alkylating agents. @amun pemberian
kemoterapi jenis tersebut tetap boleh diberikan dengan pertimbangan rasio man)aat$risikonya.
,indrom 7own 4 ,indrom 7own dan berbagai kelainan genetik lainnya yang disebabkan oleh
kelainan kromosom dapat meningkatkan risiko kanker.
Human 2$6ell *eukemia Eirus$1(H2*E$1#. Eirus tersebut menyebabkan leukemia 2$/ell yang
jarang ditemukan. .enis 'irus lainnya yang dapat menimbulkan leukemia adalah retro'irus dan
'irus leukemia )eline.
,indroma mielodisplastik 4 sindroma mielodisplastik adalah suatu kelainan pembentukkan sel
darah yang ditandai berkurangnya kepadatan sel (hiposelularitas# pada sumsum tulang. Penyakit
ini sering dide)inisikan sebagai pre$leukemia. Arang dengan kelainan ini berisiko tinggi untuk
berkembang menjadi leukemia.
Merokok 4 F risiko **+ pada usia C0 tahun
D$ Manifestasi klinis
+nemia4 mudah lelah, letargi, pusing, sesak, nyeri dada
+noreksia
@yeri tulang dan sendi (in)iltrasi sumsum tulang#
7emam, banyak berkeringat (gejala hipermetabolisme#
9n)eksi mulut, saluran napas atas dan bawah, selulitis, atau sepsis
Perdarahan kulit (pete/hiae, atraumati/ e//hymosis#, perdarahan gusi, hematuria, perdarahan
saluran /erna, perdarahan otak
Arganomegali (hepatomegali, splenomegali, lim)adenopati#
Massa di mediastinum (sering pada **+ sel 2#
*eukemia sistem sara) pusat4 nyeri kepala, muntah (gejala F tekanan intrakranial#, perubahan
status mental, kelumpuhan sara) otak terutama sara) E9 dan E99, kelainan neurologik )okal
(eterlibatan organ lain4 testis, retina, kulit, pleura, perikardium, tonsil.
%$ Diagnosis
Pendekatan diagnosis4
1. +namnesis
2. Pemeriksaan )isik
". Pemeriksaan laboratorium4
Hitung darah lengkap
+pusan darah tepi
Pemeriksaan koagulasi
(adar )ibrinogen
(imia darah
Bolongan darah +1A dan 3h
Penentuan H*+
:. ?oto toraks atau 62
%. Pungsi lumbal
C. +spisrasi dan biopsi sumsum tulang4 pewarnaan sitokimia, analisis sitogenetik, analisis
imuno)enotip, analisis molekuler 163$+1*
2ahap$tahap diagnosis leukemia akut4
1. (linis
+danya gejala gagal sumsum tulang4 anemia, perdarahan, dan in)eksi, sering disertai gejala
hiperkatabolik
,ering dijumpai organomegali4 lim)adenopati, hepatomegali, atau splenomegali
2. 7arah tepi dan sumsum tulang
1last dalam darah tepi %&
1last dalam sumsum tulang "0&
7ari kesua pemeriksaan di atas kita dapat membuat diagnosis klinis leukemia akut. *angkah
berikutnya adalah menentukan jenis leukemia akut yang dihadapi
". 2entukan jenisnya4 dengan penge/atan sitokimia ditentukan klasi)ikasi ?+1. .ika terdapat
)asilitas, lakukan4
9mmunophenotyping
Pemeriksaan sitogenetika (kromosom#
Bambaran laboratorium
G Hitung darah lengkap4
*eukosit n!F!H, hiperleukositosis (100.000!mm"# terjadi pada kira$kira 1%& kasus
+nemia normokromik$normositer (berat dan timbul /epat# dan trombositopenia (1!" pasien
mempunyai hitung leukosit > 2%.000!mm"#
+pusan darah tepi4 khas menunjukkan adanya sel muda (mieloblast, promielosit, lim)oblast,
monoblast, eritroblast, atau megakariosit# yang melebihi %& dari sel berinti pada darah tepi.
,ering dijumpai pseudo Pelger$Huet +nomaly, yaitu netro)il dengan lobus sedikit (dua atau satu#
yang disertai dengan hipo atau agranular.
G +spirasi dan biopsi tulang
Hiperseluler dengan lim)oblas yang sangat banyak
*ebih dari -0& sel berinti pada **+ dewasa
2ampak monoton oleh sel blast
G 9muno)enotip (dengan sitometri arus!)low /ytometry#
G ,itogenetik
G 1iologi molekuler
G Pemeriksaan lain
(lasi)ikasi ?+1
G *1 I ,mall /ells with homogeneous /hromatin, regular nu/lear shape, small or absent
nu/leolus, and s/anty /ytoplasm< subtype represents 2%$"0& o) adult /ases
G *2 I *arge and heterogeneous /ells, heterogeneous /hromatin, irregular nu/lear shape, and
nu/leolus o)ten large< subtype represents 80& o) /ases (most /ommon#
G *" I *arge and homogeneous /ells with multiple nu/leoli, moderate deep blue /ytoplasm, and
/ytoplasmi/ 'a/uoli0ation that o)ten o'erlies the nu/leus (most prominent )eature#< subtype
represents 1$2& o) adult /ases

'$ Penatalaksanaan
2ahapan terapi **+4
1. 2erapi induksi remisi
G 2ujuan4 eradikasi sel leukemia yang dapat dideteksi se/ara mor)ologi dalam darah dan sumsum
tulang dan kembalinya hematopoiesis normal
G 2erapi ini biasanya terdiri dari prednison, 'inkristin, dan antrasiklin (pada umumnya
daunorubistin# dan juga *$asparginase
2. 2erapi intensi)ikasi atau konsolidasi
G 2ujuan4 eliminasi sel leukemia residual untuk men/egah relaps dan juga timbulnya sel yang
resisten obat.
". Pro)ilaksis ,,P
G Pro)ilaksis ,,P sangat penting pada pasien **+. ,ekitar %0 I 8%& pasien **+ yang tidak
mendapat terapi ini akan mengalami relaps pada ,,P
G 2erdiri dari kombinasi kemoterapi intrarektal, radiasi kranial, dan pemberian sistemik obat yang
mempunyai bioa'alibilitas ,,P yang tinggi seperti metotreksat dosis tinggi dan sitarabin dosis
tinggi.
:. Pemeliharaan jangka panjang
2erapi ini tersiri dari C$merkaptopurin tiap hari dan metotreksat seminggu sekali selama 2 I "
tahun
($ Prognosis
(ebanyakan pasien **+ dewasa men/apai remisi tapi tidak sembuh dengan kemoterapi saja,
dan hanya "0& yang bertahan hidup lama.
(ebanyakan pasien yang sembuh dengan kemoterapi adalah usia 1% I 20 tahun dengan )aktor
prognostik baik lainnya.
A'erall disease$)ree sur'i'al rate untuk **+ dewasa kira$kira "0&
)aktor prognostik uantuk lamanya remisi **+ dewasa
)aktor prognostik untuk lamanya remisi **+ dewasa
9. (omplikasi
(ematian mungkin terjadi karena in)eksi (sepsis# atau perdarahan yang tidak terkontrol
(omplikasi yang paling sering terjadi adalah kegagalan leukemia untuk berrespon terhadap
kemoterapi.
H. Patogenesis
http://antyass.wordpress.com/2009/10/12/acute-lymphoblastic-leukemia-atau-
leukemia-limositik-akut/
Leukemia Limfoblastik Akut
1y
Exomed Indonesia
I 1"!10!2010Posted in) Ankologi, 3e)erensi (edokteran
2heresia Jinski M7
Definisi
*eukemia lim)oblastik akut (+**# adalah keganasan klonal dari sel$sel prekursor lim)oid. Pada
lebih dari 80& kasus, sel$sel ganas berasal dari lim)osit 1 dan sisanya merupakan leukemia sel 2.
*eukemia ini merupakan bentuk leukemia yang paling banyak pada anak$anak. Kalaupun
demikian, 20& kasus adalah dewasa. .ika tidak diobati, dapat )atal.
%pidemiologi
9nsidens di 9ndonesia men/apai 1!C0.000 orang per tahun dengan 8%&nya berusia > 1% tahun
dengan pun/ak insidens pada usia "$% tahun dan lebih banyak terjadi pada pria.
*lasifikasi
1erdasarkan mor)ologinya4
*$14 leukemia lim)ositik akut pada anak (populasi sel blas berukuran ke/il homogen#
*$24 leukemia lim)ositik akut pada dewasa (populasi sel blas besar heterogen#
*$"4 leukemia jenis lim)oma 1urkitt (sel blas besar dengan sitoplasma ber'akuola dan
baso)ilik#
1erdasarkan imunologinya (antigen permukaan sel#4
Pre/ursor 1$+** (%0&# meliputi null /ell dan pre1$+**
2$+** (2%&#
1$+** (%&#
%tiologi dan faktor risiko
Penyebab pastinya tidak diketahui. ?aktor keturunan dan sindrom predisposisi genetik lebih
berhubungan dengan onset pada anak. 1eberapa )aktor lingkungan dan kondisi klinis yang
berkaitan adalah radiasi ionik, paparan ben0ene kadar tinggi, merokok, kemoterapi, in)eksi 'irus
;pstein 1arr, Down syndrome, dan Wiskott-Aldrich syndrome.
Patogenesis
(elainan sitogenetik yang sering ditemukan pada kasus dewasa ialah t(-<22#!163$+1* (20$
"0&# dan t(:<11#!+**1$+?: (C&# yang prognosisnya buruk. +1* adalah nonreceptor tyrosine
protein kinase yang se/ara en0imatik mentrans)er molekul )os)at ke substrat protein sehingga
terjadi akti'asi jalur transduksi sinyal yang penting dalam regulasi proli)erasi dan pertumbuhan
sel. Mekanisme umum lain dari pembentukan kanker adalah inakti'asi gen supresor tumor 3b
dan p%" yang berperan mengontrol progresi siklus sel. (elainan yang lain meliputi delesi,
mikrodelesi, dan penyusunan kembali gen yang melibatkan p1C.
Manifestasi klinis
Mani)estasi leukemia lim)ositik akut menyerupai leukemia granulositik akut dengan tanda dan
gejala dikaitkan dengan penekanan unsur sumsum tulang normal (kegagalan sumsum tulang#
atau keterlibatan ekstramedular oleh sel leukemia. +kumulasi sel$sel lim)oblas ganas di sumsum
tulang menyebabkan berkurangnya sel$sel normal di darah peri)er dengan mani)estasi utama
berupa in)eksi, perdarahan, dan anemia.
Bejala lain yang dapat ditemukan yaitu4
+nemia4 mudah lelah, letargi, pusing, sesak, nyeri dada
+noreksia, kehilangan berat badan, malaise
@yeri tulang dan sendi (karena in)iltrasi sumsum tulang oleh sel leukemia#, biasanay
terjadi pada anak
7emam, banyak berkeringat pada malam hari(hipermetabolisme#
9n)eksi mulut, saluran napas, selulitis, atau sepsis. Penyebab tersering adalah gram
negati) usus,
sta)ilokokus, streptokokus, serta jamur
Perdarahan kulit, gusi, otak, saluran /erna, hematuria
Hepatomegali, splenomegali, lim)adenopati
Massa di mediastinum (2$+**#
*eukemia ,,P (*eukemia /erebral#< nyeri kepala, tekanan intrakranial naik, muntah,
kelumpuhan sara) otak (E9 dan E99#, kelainan neurologik )okal, dan perubahan status
mental.
Diagnosis
7iagnosis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan )isik, pemeriksaan laboratorium (616,
apus darah tepi, pemeriksaan koagulasi, kadar )ibrinogen, kimia darah, +1A dan 3h, penentuan
H*+#, )oto toraks atau 62, pungsi lumbal, aspirasi dan biopsi sumsum tulang (pewarnaan
sitokimia, analisis sitogenetik, analisis imuno)enotip, analisis molekular 163$+1*#
(ambaran laboratorium
.enis Pemeriksaan Hasil yang ditemui
Complete blood
count
leukositosis, anemia, trombositopenia
Bone Marrow
Puncture
hiperselular dengan in)iltrasi lim)oblas, sel berinti
,itokimia udan black ne!ati", mieloperoksidase negati)
?os)atase asam positi) (2$+**#, P+, positi) (1$
+**#
9munoperoksidase peningkatan 2d2 (en0im nuklear yang mengatur
kembali gen reseptor sel 2 dan 9g
#lowcytometry pre/ursor 14 67 10, 1-, 8-+, 22, cytoplasmic m-
hea$y chain, 2d2
24 671a, 2, ", :, %, 8, 8, 2d2
14 kappa atau lambda, 671-, 20, 22
,itogenetika analisa gen dan kromosom dengan immunotyping
untuk menguraikan klon maligna
Pungsi lumbal keterlibatan ,,P bila ditemukan % leukosit!m*
6,?
Diagnosis #anding
*im)ositosis, lim)adenopati, dan hepatosplenomegali yang berkaitan dengan in)eksi 'irus dan
lim)oma atau anemia aplastik
+ata Laksana
2erapi dibagi menjadi4
%erapi induksi remisi
2erapi yang bertujuan men/apai remisi komplit hematologik yaitu eradikasi sel leukemia yang
dapat dideteksi se/ara mor)ologi dalam darah dan sumsum dan kembalinya hematopoiesis
normal. Program pengobatan menggunakan kombinasi 'inkristin, prednison, *$asparaginase,
siklo)os)amid, dan antrasiklin seperti daunorubisin.
%erapi intensi"ikasi&konsolidasi
2erapi yang bertujuan mengeliminasi sel leukemia residual untuk men/egah relaps dan
men/egah timbulnya sel yang resisten obat. 2erapi juga ini dilakukan C bulan kemudian.
Pro"ilaksis 'eukemia Cerebri
2erapi yang bertujuan men/egah relaps. Pengobatannya terdiri dari kombinasi kemoterapi
intratekal (ke ruang subaraknoid#, radiasi intrakranial, dan pemberian sistemik obat yang
mepunyai bioa'ailabilitas ,,P yang tinggi seperti metotreksat dan sitarabin dosis tinggi.
Pemeliharaan (an!ka pan(an!
2erapi yang terdiri dari C$merkaptopurin tiap hari dan metotreksat seminggu sekali selama 2$"
tahun. 9ni terbukti meningkatkan disease ) "ree sur$i$al pada anak.
*ama terapi ber'ariasi antara 1,%$" tahun dengan tujuan eradikasi populasi sel leukemia. 5ntuk
kasus berat atau berisiko tinggi untuk relaps, perlu dipertimbangkan untuk melakukan
transplantasi sumsum tulang alogenik (pada kasus kromosom Philadelphia, hiperleukositosis,
gagal men/apai remisi komplit dalam : minggu#.
Prognosis
(arena onset biasanya mendadak, maka dapat disertai perkembangan dan kematian yang /epat
bila tidak diobati. C0& pasien yang diobati menjadi sembuh dan mengalami harapan hidup yang
meningkat dengan kemoterapi agresi) yang diarahkan pada sumsum tulang serta ,,P.
Harapan sembuh pasien dewasa tergantung dari intensi)nya terapi. ,e/ara umum, o$erall disease
) "ree sur$i$al rate kira$kira "0&.
,eferensi
Pri/e ,+, Kilson *M. Pato"isiolo!i * +onsep klinis proses-proses penyakit. ed.C. 'ol.1. /et.1.
.akarta4;B6<200C.p.282$288.
,udoyo +K, et al (ed#. Buku a(ar ilmu penyakit dalam. ed.:. jil.2. /et.2. ed.re'. .akarta4Pusat
Penerbitan 9P7 ?(59<2008.p.828$8":.
http://www.e!omedindonesia.com/reerensi-kedokteran/2010/10/1"/leukemia-
limoblastik-akut/
01!02!2008 0842%, Leukimia (Beneral#.
L%U*%MIA
Definisi dan %pidemiologi
*eukemia adalah suatu jenis kanker yang dimulai dari sel darah putih. 7alam keadaan normal,
sel darah putih, ber)ungsi sebagai pertahanan tubuh, akan terus membelah dalam suatu kontrol
yang teratur.

Pada pasien leukemia, terjadi pembentukkan sel darah putih abnormal (sel leukemia# yang
berbeda dan tidak ber)ungsi seperti sel darah putih normal. Pada pasien leukemia, sumsum
tulang memproduksi sel darah putih yang tidak normal yang disebut sel leukemia. ,el leukemia
yang terdapat dalam sumsum tulang akan terus membelah dan semakin mendesak sel normal,
sehingga produksi sel darah normal akan mengalami penurunan.
*eukemia digolongkan menurut /epatnya penyakit ini berkembang dan memburuk, yaitu 4
*eukemia akut 4 ,el darah sangat tidak normal, tidak dapat ber)ungsi seperti sel normal,
dan jumlahnya meningkat se/ara /epat. (ondisi pasien dengan leukemia jenis ini
memburuk dengan /epat.
*eukemia kronik 4 Pada awalnya sel darah yang abnormal masih dapat ber)ungsi, dan
orang dengan leukemia jenis ini mungkin tidak menunjukkan gejala. Perlahan$lahan,
leukemia kronik memburuk dan mulai menunjukkan gejala ketika sel leukemia
bertambah banyak dan produksi sel normal berkurang.
*eukemia juga digolongkan menurut tipe sel darah putih yang terkena. Maksudnya, leukemia
dapat mun/ul dari sel lim)oid (disebut leukemia lim)ositik# atau mieloid (disebut leukemia
mieloid#.
,e/ara keseluruhan, leukemia dibagi menjadi 4
Leukemia limfositik kronik 4 terutama mengenai orang berusia %% tahun, dan jarang
sekali mengenai anak$anak.
Leukemia mieloid kronik 4 terutama mengenai orang dewasa.
Leukemia limfositik akut 4 terutama mengenai anak$anak, namun dapat juga mengenai
dewasa. *eukemia jenis ini merupakan jenis leukemia terbanyak pada anak (sekitar 8% I
80 & leukemia pada anak#
Leukemia mieloid akut 4 7apat mengenai anak maupun orang dewasa. Merupakan 20 &
leukemia pada anak.
Leukemia jenis lainn!a 4 hairy cell leukemia, merupakan suatu jenis leukemia kronik
yang jarang ditemukan.
Pen!ebab dan 'aktor ,isiko Leukemia
Penyebab leukemia masih belum diketahui se/ara pasti hingga kini. @amun, menurut hasil
penelitian, orang dengan )aktor risiko tertentu lebih meningkatkan risiko timbulnya penyakit
leukemia. 'aktor risiko tersebut adalah 4
' ,adiasi dosis tinggi 4 3adiasi dengan dosis sangat tinggi, seperti waktu bom atom di .epang pada
masa perang dunia ke$2 menyebabkan peningkatan insiden penyakit ini. 2erapi medis yang
menggunakan radiasi juga merupakan sumber radiasi dosis tinggi. ,edangkan radiasi untuk
diagnostik (misalnya rontgen#, dosisnya jauh lebih rendah dan tidak berhubungan dengan
peningkatan kejadian leukemia.
' Pajanan terhadap -at kimia tertentu 4 ben0ene, )ormaldehida
' *emoterapi 4 Pasien kanker jenis lain yang mendapat kemoterapi tertentu dapat menderita
leukemia di kemudian hari. Misalnya kemoterapi jenis alkylatin! a!ents. @amun pemberian
kemoterapi jenis tersebut tetap boleh diberikan dengan pertimbangan rasio man)aat$risikonya.
' Sindrom Down 4 ,indrom 7own dan berbagai kelainan genetik lainnya yang disebabkan oleh
kelainan kromosom dapat meningkatkan risiko kanker.
' Human T-Cell Leukemia Virus-1(H2*E$1#. Eirus tersebut menyebabkan leukemia %-cell yang
jarang ditemukan. .enis 'irus lainnya yang dapat menimbulkan leukemia adalah retro'irus dan
'irus leukemia )eline.
' Sindroma mielodisplastik 4 sindroma mielodisplastik adalah suatu kelainan pembentukkan sel
darah yang ditandai berkurangnya kepadatan sel (hiposelularitas# pada sumsum tulang. Penyakit
ini sering dide)inisikan sebagai pre$leukemia. Arang dengan kelainan ini berisiko tinggi untuk
berkembang menjadi leukemia.
' Merokok

(ejala dan +anda
Bejala pasien leukemia be'ariasi tergantung dari jumlah sel abnormal dan tempat berkumpulnya
sel abnormal tersebut. Bejala umum pasien leukemia yaitu 4
7emam atau keringat malam
,ering mengalami in)eksi
Merasa lemah atau /apai
Pu/at
,akit kepala
Mudah berdarah atau memar.Misalnya gusi mudah berdarah saat sikat gigi, muda memar
saat terbentur ringan#
@yeri pada tulang dan!atau sendi
Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut, akibat pembesaran limpa
Pembesaran kelenjar getah bening, terutama di leher dan ketiak
Penurunan berat badan
Pada stadium dini leukemia kronik, sel leukemia dapat ber)ungsi hampir seperti sel normal.
Mungkin tidak ada gejala yang dirasakan selama beberapa waktu. 7iagnosis pada tahap ini
mungkin ditentukan saat pemeriksaan check up rutin. .ika mun/ul gejala, umumnya ringan dan
perlahan$lahan semakin memberat.
Pada leukemia akut gejala akan timbul dan memberat se/ara /epat. Bejala leukemia akut lainnya
yaitu muntah, penurunan konsentrasi, kehilangan kendali otot, dan kejang. ,el leukemia juga
dapat berkumpul di buah 0akar dan menyebabkan pembengkakan.

Diagnosis
*eukemia didiagnosis dari pemeriksaan )isik yang dilakukan oleh dokter, pemeriksaan darah dan
apusan darah, kemudian dikon)irmasi dengan pemeriksaan biopsi pada sumsum tulang.

7ari pemeriksaan darah, ditemukan kadar sel darah putih yang meningkat atau berkurang dan
adanya sel leukemia. ,aat ini terdapat 2 jenis pengambilan sampel dari sumsum tulang, yaitu
aspirasi sumsum tulang dan biopsi sumsum tulang.

+erapi
*eukemia diterapi berdasarkan pertimbangan beberapa )aktor, seperti jenis leukemia, usia pasien,
apakah terdapat sel leukemia di /airan serebrospinal (/airan otak#, dapakah leukemianya pernah
diterapi sebelumnya. (eputusan terapi seyogyanya berdasarkan pertimbangan dokter yang telah
disetujui oleh pasien.
Pilihan terapi untuk leukemia adalah 4 kemoterapi, terapi biologi, terapi radiasi, atau transplantasi
sel stem. .ika terdapat pembesaran limpa, mungkin dibutuhkan pembedahan untuk mengatasi
limpa yang membesar tersebut. 2ujuan utama terpai leukemia adalah untuk men/apa remisi
sempurna.
*emoterapi 4 (ebanyakan pasien leukemia akan diberikan kemoterapi. 2ujuannya
adalah untuk memusnahkan sel leukemia. 3egimen kemoterapi yang digunakan
tergantung dari jenis leukemianya.
+erapi biologi 4 2ujuan terapi ini adalah untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap
kanker. 2erapi biologi diberikan melalui injeksi. 5ntuk beberapa pasien dengan leukemia
lim)ositik kronik, jenis terapi biologi yang digunakan adalah antibodi monoklonal yang
akan berikatan dengan sel leukemia sehingga memungkinkan sel kekebalan tubuh
membunuh sel leukemia tersebut. 5ntuk beberapa pasien dengan leukemia mieloid
kronik, terapi biologi yang dapat digunakan adalah inter)eron.
+erapi radiasi 4 2erapi radiasi ! radioterapi menggunakan sinar L dosis tinggi untuk
membunuh sel leukemia. 5mumnya mesin radioterapi diarahkan ke limpa, otak, atau
bagian tubuh lainnya di mana sel leukemia berkumpul. Pada beberapa pasien mungkin
dilakukan radiasi seluruh tubuh (umumnya sebelum dilakukan transplantasi sumsum
tulang#
+ransplantasi sel stem 4 transplantasi sel stem memungkinkan untuk dilakukan terapi
dengan dosis obat, radiasi, atau keduanya yang tinggi. 2erdapat beberapa ma/am
transplantasi sel stem, yaitu transplantasi sumsum tulang, transplantasi sel stem peri)er,
dan transplantasi darah umbilikal.
2erapi awal bertujuan untuk menghilangkan gejala dan tanda ! remisi. (emudian, setelah gejala
dan tandan menghilang, diberikan terapi lanjutan untuk men/egah kekambuhan ! relaps (disebut
terapi maintenance#
(ebanyakan pasien dengan leukemia akut dapat disembuhkan. ,edangkan leukemia kronik lebih
sulit disembuhkan. ,aat ini, satu$satunya terapi yang dapat menyembuhkan leukemia mieloid
kronik adalan transplantasi sel induk alogenik.
,elain terapi untuk mengatasi leukemianya, mungkin juga dibutuhkan terapi untuk mengurangi
nyeri dan gejala lainnya, yang disebut terapi paliati).

Perkembangan +erapi
,aat ini terus dilakukan uji klinis di berbagai negara di dunia untuk men/ari metoda dan terapi
terbaru yang lebih e)ekti). Penelitian$penelitian dilakukan untuk men/ari terapi biologi dan
kemoterapi terbaru, dosis, dan regimen terapi baru. ,elain itu juga diteliti berbagai kombinasi
obat, terapi biologi, terapi radiasi, dan transplantasi sel stem.
http://www.detak.org/aboutcancer.php#id$10%c&id$0
Hasil Diagnosa Leukemia Limfositik Akut
7;?9@9,9
*eukemia *im)ositik +kut (**+# adalah suatu penyakit yang berakibat )atal, dimana sel$sel
yang dalam keadaan normal berkembang menjadi lim)osit berubah menjadi ganas dan dengan
segera akan menggantikan sel$sel normal di dalam sumsum tulang.
**+ merupakan leukemia yang paling sering terjadi pada anak$anak. *eukemia jenis ini
merupakan 2%& dari semua jenis kanker yang mengenai anak$anak di bawah umur 1% tahun.
Paling sering terjadi pada anak usia antara "$% tahun, tetapi kadang terjadi pada usia remaja dan
dewasa.
,el$sel yang belum matang, yang dalam keadaan normal berkembang menjadi lim)osit, berubah
menjadi ganas. ,el leukemik ini tertimbun di sumsum tulang, lalu menghan/urkan dan
menggantikan sel$sel yang menghasilkan sel darah yang normal.
,el kanker ini kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah dan berpindah ke hati, limpa, kelenjar
getah bening, otak, ginjal dan organ reproduksi< dimana mereka melanjutkan pertumbuhannya
dan membelah diri. ,el kanker bisa mengiritasi selaput otak, menyebabkan meningitis dan bisa
menyebabkan anemia, gagal hati, gagal ginjal dan kerusakan organ lainnya.
P;@J;1+1
,ebagian besar kasus tampaknya tidak memiliki penyebab yang pasti. 3adiasi, bahan ra/un
(misalnya ben0ena# dan beberapa obat kemoterapi diduga berperan dalam terjadinya leukemia.
(elainan kromosom juga memegang peranan dalam terjadinya leukemia akut.
?aktor resiko untuk leukemia akut adalah4
$ sindroma 7own
$ memiliki kakak!adik yang menderita leukemia
$ pemaparan oleh radiasi (penyinaran#, bahan kimia dan obat.
B;.+*+
Bejala pertama biasanya terjadi karena sumsum tulang gagal menghasilkan sel darah merah
dalam jumlah yang memadai, yaitu berupa4
$ lemah dan sesak na)as, karena anemia (sel darah merah terlalu sedikit#
$ in)eksi dan demam karena, berkurangnya jumlah sel darah putih
$ perdarahan, karena jumlah trombosit yang terlalu sedikit.
Pada beberapa penderita, in)eksi yang berat merupakan pertanda awal dari leukemia< sedangkan
pada penderita lain gejalanya lebih ringan, berupa lemah, lelah dan tampak pu/at.
Perdarahan yang terjadi biasanya berupa perdarahan hidung, perdarahan gusi, mudah memar dan
ber/ak$ber/ak keunguan di kulit. ,el$sel leukemia dalam otak bisa menyebabkan sakit kepala,
muntah dan gelisah< sedangkan di dalam sumsum tulang menyebabkan nyeri tulang dan sendi.
79+B@A,+
Pemeriksaan darah rutin (misalnya hitung jenis darah komplit# bisa memberikan bukti bahwa
seseorang menderita leukemia. .umlah total sel darah putih bisa berkurang, normal ataupun
bertambah< tetapi jumlah sel darah merah dan trombosit hampir selalu berkurang.
,el darah putih yang belum matang (sel blast# terlihat di dalam /ontoh darah yang diperiksa
dibawah mikroskop. 1iopsi sumsum tulang hampir selalu dilakukan untuk memperkuat
diagnosis dan menentukan jenis leukemia.
P;@BA1+2+@
2ujuan pengobatan adalah men/apai kesembuhan total dengan menghan/urkan sel$sel leukemik
sehingga sel noramal bisa tumbuh kembali di dalam sumsum tulang. Penderita yang menjalani
kemoterapi perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari atau beberapa minggu, tergantung
kepada respon yang ditunjukkan oleh sumsum tulang.
,ebelum sumsum tulang kembali ber)ungsi normal, penderita mungkin memerlukan4
$ trans)usi sel darah merah untuk mengatasi anemia
$ trans)usi trombosit untuk mengatasi perdarahan
$ antibiotik untuk mengatasi in)eksi.
1eberapa kombinasi dari obat kemoterapi sering digunakan dan dosisnya diulang selama
beberapa hari atau beberapa minggu. ,uatu kombinasi terdiri dari prednison per$oral (ditelan#
dan dosis mingguan dari 'inkristin dengan antrasiklin atau asparaginase intra'ena. 5ntuk
mengatasi sel leukemik di otak, biasanya diberikan suntikan metotreksat langsung ke dalam
/airan spinal dan terapi penyinaran ke otak.
1eberapa minggu atau beberapa bulan setelah pengobatan awal yang intensi) untuk
menghan/urkan sel leukemik, diberikan pengobatan tambahan (kemoterapi konsolidasi# untuk
menghan/urkan sisa$sisa sel leukemik. Pengobatan bisa berlangsung selama 2$" tahun.
,el$sel leukemik bisa kembali mun/ul, seringkali di sumsum tulang, otak atau buah 0akar.
Pemun/ulan kembali sel leukemik di sumsum tulang merupakan masalah yang sangat serius.
Penderita harus kembali menjalani kemoterapi. Pen/angkokan sumsum tulang menjanjikan
kesempatan untuk sembuh pada penderita ini.
.ika sel leukemik kembali mun/ul di otak, maka obat kemoterapi disuntikkan ke dalam /airan
spinal sebanyak 1$2 kali!minggu. Pemun/ulan kembali sel leukemik di buah 0akar, biasanya
diatasi dengan kemoterapi dan terapi penyinaran.
P3AB@A,9,
,ebelum adanya pengobatan untuk leukemia, penderita akan meninggal dalam waktu : bulan
setelah penyakitnya terdiagnosis. *ebih dari -0& penderita penyakitnya bisa dikendalikan
setelah menjalani kemoterapi awal.
1anyak penderita yang mengalami kekambuhan, tetapi %0& anak$anak tidak memperlihatkan
tanda$tanda leukemia dalam % tahun setelah pengobatan. +nak berusia "$8 tahun memiliki
prognosis paling baik.
+nak$anak atau dewasa yang jumlah sel darah putih awalnya kurang dari 2%.000 sel!mikro*
darah /enderung memiliki prognosis yang lebih baik daripada penderita yang memiliki jumlah
sel darah putih lebih banyak.
http://www.spesialis.ino/#hasil-diagnosa-leukemia-limositik-akut'5((
Kanker Darah - Leukemia
2erbentuknya sel darah
)ata leukemia berarti darah putih' atau lebih dikenal
sebagai kanker darah merupakan penyakit dalam
klasi+kasi kanker ,neoplasma- pada darah atau
sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan
secara tak normal atau transormasi maligna dari sel-
sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan
limoid. .umsum tulang ini dalam tubuh manusia
memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel
darah putih /berungsi sebagai daya tahan tubuh
melawan ineksi0' sel darah merah /berungsi
membawa o!ygen kedalam tubuh0 dan platelet
/bagian kecil sel darah yang membantu proses
pembekuan darah0.
1eukemia sangat sering muncul pada diri seseorang
sejak dimasa kecilnya' 2anpa diketahui dengan jelas penyebabnya sumsum tulang
telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal. 3ormalnya' sel
darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi
sel darah itu sendiri. 2ubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur
kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.
4ada kasus 1eukemia' sel darah putih tidak merespon signal yang diberikan' dimana
melakukan produksi yang berlebihan tidak terkontrol yang kemudian keluar dari
sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perier atau darah tepi. 5umlah
sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu ungsi normal
sel lainnya' .eseorang dengan kondisi seperti ini /1eukemia0 akan menunjukkan
beberapa gejala seperti6 mudah terkena penyakit ineksi' anemia dan perdarahan.
gambar
Penyakit Leukemia Akut dan Kronis
Penderita *eukemia
*eukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan
penyakit yang sangat /epat, mematikan, dan memburuk.
+pabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat
menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga
hari. ,edangkan leukemia kronis memiliki perjalanan
penyakit yang tidak begitu /epat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih
dari 1 tahun.
*eukemia diklasi)ikasikan berdasarkan jenis sel
(etika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi lim)osit atau sel lim)oid,
maka disebut leukemia lim)ositik. ,edangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti
neutro)il, baso)il, dan eosino)il, disebut leukemia mielositik.
7ari klasi)ikasi ini, maka *eukemia dibagi menjadi empat type sebutan<
1. *eukemia lim)ositik akut (**+#. Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak$
anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur C% tahun atau lebih.
2. *eukemia mielositik akut (*M+#. 9ni lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak$anak.
2ipe ini dahulunya disebut leukemia nonlim)ositik akut.
". *eukemia lim)ositik kronis (**(#. Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur
lebih dari %% tahun. (adang$kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada
anak$anak.
:. *eukemia mielositik kronis (*M(# sering terjadi pada orang dewasa. 7apat juga terjadi pada
anak$anak, namun sangat sedikit.
Penyebab Penyakit Leukemia
,ampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui se/ara pasti, akan tetapi ada
beberapa )aktor yang diduga mempengaruhi )rekuensi terjadinya leukemia.
1. 3adiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani
kasus *eukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita
dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, *eukemia ditemukan pada korban
hidup kejadian bom atom Hiroshima dan @agasaki, .epang.
2. *eukemogenik. 1eberapa 0at kimia dilaporkan telah diidenti)ikasi dapat mempengaruhi
)rekuensi leukemia, misalnya ra/un lingkungan seperti ben0ena, bahan kimia inustri
seperti insektisida, obat$obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
". Herediter. Penderita 7own ,yndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar
dari orang normal.
:. Eirus. 1eberapa jenis 'irus dapat menyebabkan leukemia, seperti retro'irus, 'irus
leukemia )eline, H2*E$1 pada dewasa.
Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia
Bejala *eukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian
se/ara umum dapat digambarkan sebagai berikut4
1. Anemia. Penderita akan menampakkan /epat lelah, pu/at dan berna)as /epat (sel darah
merah dibawah normal menyebabkan oLygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita
berna)as /epat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oLygen dalam tubuh#.
2. Perdarahan. (etika Platelet (sel pembeku darah# tidak terproduksi dengan wajar karena
didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan
kulit (banyaknya jentik merah lebar!ke/il dijaringan kulit#.
". +erserang Infeksi. ,el darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh,
terutama melawan penyakit in)eksi. Pada Penderita *eukemia, sel darah putih yang
diterbentuk adalah tidak normal (abnormal# sehingga tidak ber)ungsi semestinya.
+kibatnya tubuh si penderita rentan terkena in)eksi 'irus!bakteri, bahkan dengan
sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar /airan putih dari hidung
(meler# dan batuk.
7. .!eri +ulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang
(bone marrow# mendesak padat oleh sel darah putih.
5. .!eri Perut. @yeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel
leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan
pembesaran pada organ$organ tubuh ini dan timbulah nyeri. @yeri perut ini dapat
berdampak hilangnya na)su makan penderita leukemia.
8. Pembengkakan *elenjar L!mpa. Penderita kemungkinan besar mengalami
pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan
lainnya. (elenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini
dan menyebabkan pembengkakan.
(. *esulitan #ernafas (D!spnea"$ Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan
berna)as dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan
pertolongan medis.
Diagnosa Penyakit Leukemia
Penyakit *eukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah < 1iopsy,
Pemeriksaan darah M/omplete blood /ount (616#N, 62 or 6+2 s/an, magneti/ resonan/e
imaging (M39#, O$ray, 5ltrasound, ,pinal tap!lumbar pun/ture.
Penanganan dan Pengobatan *eukemia
Penanganan kasus penyakit *eukemia biasanya dimulai dari gejala yang mun/ul, seperti anemia,
perdarahan dan in)eksi. ,e/ara garis besar penanganan dan pengobatan *eukemia bisa dilakukan
dengan /ara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini4
6hemotherapy!intrathe/al medi/ations
2herapy 3adiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
2ransplantasi bone marrow (sumsum tulang#
Pemberian obat$obatan tablet dan suntik
2rans)usi sel darah merah atau platelet.
2erapi ,tem 6ell
,istem 2herapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi
antara kemoterapi dan pemberian obat$obatan yang ber)okus pada pemberhentian produksi sel
darah putih yang abnormal dalam bone marrow. ,elanjutnya adalah penanganan terhadap
beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang
komprehensi'e.

,umber4 naturindonesia./om
9opyright : 2009 ;
http)//keladitikus$info/kanker/kanker/darah/leukemia$html
pen!akit kanker darah dan obat/n!a
Informasi seputar pen!akit kanker darah dan ara pengobatan/n!a0 pen!ebab0 tanda
tanda dan gejala0 penanganan dan pengobatan pen!akit kanker darah atau pen!akit
leukimia
Pen!akit Leukemia (*anker Darah"
*eukemia (kanker darah# adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel$sel darah putih yang
diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow#. ,umsum tulang atau bone marrow ini dalam
tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (ber)ungsi sebagai
daya tahan tubuh melawan in)eksi#, sel darah merah (ber)ungsi membawa oLygen kedalam
tubuh# dan platelet (bagian ke/il sel darah yang membantu proses pembekuan darah#.
*eukemia umumnya mun/ul pada diri seseorang sejak dimasa ke/ilnya, ,umsum tulang tanpa
diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak
normal atau abnormal. @ormalnya, sel darah putih me$reproduksi ulang bila tubuh
memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. 2ubuh manusia akan memberikan
tanda!signal se/ara teratur kapankah sel darah diharapkan be$reproduksi kembali.
Pada kasus *eukemia (kanker darah#, sel darah putih tidak merespon kepada tanda!signal yang
diberikan. +khirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal# akan keluar dari
sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah peri)er atau darah tepi. .umlah sel darah
putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu )ungsi normal sel lainnya, ,eseorang
dengan kondisi seperti ini (*eukemia# akan menunjukkan beberapa gejala seperti< mudah terkena
penyakit in)eksi, anemia dan perdarahan.
Pen!akit Leukemia Akut dan *ronis
*eukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat /epat, mematikan, dan
memburuk. +pabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam
hitungan minggu hingga hari. ,edangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang
tidak begitu /epat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.
Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel
(etika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi lim)osit atau sel lim)oid,
maka disebut leukemia lim)ositik. ,edangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti
neutro)il, baso)il, dan eosino)il, disebut leukemia mielositik.
7ari klasi)ikasi ini, maka *eukemia dibagi menjadi empat type sebutan<
1. *eukemia lim)ositik akut (**+#. Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada
anak$anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur C% tahun
atau lebih.
2. *eukemia mielositik akut (*M+#. 9ni lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak$
anak. 2ipe ini dahulunya disebut leukemia nonlim)ositik akut.
". *eukemia lim)ositik kronis (**(#. Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang
berumur lebih dari %% tahun. (adang$kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir
tidak ada pada anak$anak.
:. *eukemia mielositik kronis (*M(# sering terjadi pada orang dewasa. 7apat juga terjadi
pada anak$anak, namun sangat sedikit.
Pen!ebab Pen!akit Leukemia
,ampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui se/ara pasti, akan tetapi ada
beberapa )aktor yang diduga mempengaruhi )rekuensi terjadinya leukemia.
1. 3adiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani
kasus *eukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita
dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, *eukemia ditemukan pada korban
hidup kejadian bom atom Hiroshima dan @agasaki, .epang.
2. *eukemogenik. 1eberapa 0at kimia dilaporkan telah diidenti)ikasi dapat mempengaruhi
)rekuensi leukemia, misalnya ra/un lingkungan seperti ben0ena, bahan kimia inustri
seperti insektisida, obat$obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
". Herediter. Penderita 7own ,yndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar
dari orang normal.
:. Eirus. 1eberapa jenis 'irus dapat menyebabkan leukemia, seperti retro'irus, 'irus
leukemia )eline, H2*E$1 pada dewasa.
+anda dan (ejala Pen!akit Leukemia
Bejala *eukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian
se/ara umum dapat digambarkan sebagai berikut4
1. +nemia. Penderita akan menampakkan /epat lelah, pu/at dan berna)as /epat (sel darah
merah dibawah normal menyebabkan oLygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita
berna)as /epat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oLygen dalam tubuh#.
2. Perdarahan. (etika Platelet (sel pembeku darah# tidak terproduksi dengan wajar karena
didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan
kulit (banyaknya jentik merah lebar!ke/il dijaringan kulit#.
". 2erserang 9n)eksi. ,el darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama
melawan penyakit in)eksi. Pada Penderita *eukemia, sel darah putih yang diterbentuk
adalah tidak normal (abnormal# sehingga tidak ber)ungsi semestinya. +kibatnya tubuh si
penderita rentan terkena in)eksi 'irus!bakteri, bahkan dengan sendirinya akan
menampakkan keluhan adanya demam, keluar /airan putih dari hidung (meler# dan batuk.
:. @yeri 2ulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang
(bone marrow# mendesak padat oleh sel darah putih.
%. @yeri Perut. @yeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel
leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan
pembesaran pada organ$organ tubuh ini dan timbulah nyeri. @yeri perut ini dapat
berdampak hilangnya na)su makan penderita leukemia.
C. Pembengkakan (elenjar *ympa. Penderita kemungkinan besar mengalami
pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan
lainnya. (elenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini
dan menyebabkan pembengkakan.
8. (esulitan 1erna)as (7yspnea#. Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan
berna)as dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan
pertolongan medis.
Diagnosa Pen!akit Leukemia (*anker Darah"
Penyakit *eukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah < 1iopsy,
Pemeriksaan darah M/omplete blood /ount (616#N, 62 or 6+2 s/an, magneti/ resonan/e
imaging (M39#, O$ray, 5ltrasound, ,pinal tap!lumbar pun/ture.
Penanganan dan Pengobatan Leukemia
Penanganan kasus penyakit *eukemia biasanya dimulai dari gejala yang mun/ul, seperti anemia,
perdarahan dan in)eksi. ,e/ara garis besar penanganan dan pengobatan *eukemia bisa dilakukan
dengan /ara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini4
1. 6hemotherapy!intrathe/al medi/ations
2. 2herapy 3adiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
". 2ransplantasi bone marrow (sumsum tulang#
:. Pemberian obat$obatan tablet dan suntik
%. 2rans)usi sel darah merah atau platelet.
,istem 2herapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi
antara 6hemotherapy (kemoterapi# dan pemberian obat$obatan yang ber)okus pada
pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. ,elanjutnya adalah
penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita
dengan monitor yang komprehensi'e.
umber * http*&&www,in"openyakit,com&-../&.0&penyakit-leukemia-kanker-darah,html
ASU1A. *%P%,A2A+A.
PA+12A3S
Pathways dapat dilihat disini
A.ALISA DA+A
.4
+(L /
5AM
DA+A P,4#L%M %+I4L4(I
6
7iisi pada
saat
tanggal
pengkajian
1erisi data subjekti)
dan data objekti)
yang didapat dari
pengkajian
keperawatan
masalah yang sedang
dialami pasien seperti
gangguan pola na)as,
gangguan keseimbangan
suhu tubuh, gangguan pola
akti'iatas,dll
;tiologi
berisi tentang
penyakit
yang diderita
pasien
DIA(.4SA *%P%,A2A+A.
o
o 3esiko tinggi terhadap in)eksi berhubungan dengan 4
2idak adekuatnya pertahanan sekunder
Bangguan kematangan sel darah putih
Peningkatan jumlah lim)osit imatur
9munosupresi
Penekanan sumsum tulang (e)ek kemoterapi
o (ekurangan 'olume /airan tubuh << resiko tinggi, berhubungan dengan 4
G (ehilangan berlebihan, mis < muntah, perdarahan
G Penurunan pemasukan /airan 4 mual, anoreksia.
o @yeri ( akut # berhubungan dengan 4
+gen )is/al < pembesaran organ ! nodus lim)e, sumsum tulang yang
dikmas dengan sel leukaemia.
+gen kimia < pengobatan antileukemia.
o

,%.&A.A ASU1A. *%P%,A2A+A.


.4
DIA(.4SA
*%P%,A2A+A.
+U5UA. P%,%.&A.AA.
6
3esiko tinggi
terhadap in)eksi
berhubungan
dengan 4
G 2idak adekuatnya
pertahanan sekunder
G Bangguan
kematangan sel
darah putih
G Peningkatan
jumlah lim)osit
imatur
G 9munosupresi
G Penekanan
sumsum tulang
(e)ek kemoterapi
9n)eksi tidak terjadi,
1. 2empatkan anak pada
ruang khusus. 1atasi
pengunjung sesuai indikasi
2. 1erikan proto/ol untuk
men/u/i tangan yang baik
untuk semua sta) petugas
3. +wasi suhu. Perhatikan
hubungan antara
peningkatan suhu dan
pengobatan /hemoterapi.
Abser'asi demam
sehubungan dengan
ta/hi/ardi, hiertensi
4. 7orong sering mengubah
posisi, napas dalam, batuk.
5. 9nspeksi membran mukosa
mulut. 1ersihkan mulut
se/ara periodi/. Bnakan
sikat gigi halus untuk
perawatan mulut.
6. +wasi pemeriksaan
laboratorium 4 K16, darah
lengkap
7. 1erikan obat sesuai
indikasi, misalnya
+ntibiotik
8. Hindari antipiretik yang
mengandung aspirin
7
(ekurangan 'olume
/airan tubuh <<
resiko tinggi,
berhubungan
dengan 4
G (ehilangan
berlebihan, mis <
muntah, perdarahan
G Penurunan
pemasukan /airan 4
mual, anoreksia.
Eolume /airan
tubuh adekuat,
ditandai dengan
22E dbn, stabil,
nadi teraba,
haluaran urine, 1.
dan PH urine, dbn.
9. +wasi masukan dan
pengeluaran. Hitung
pengeluaran tak kasat mata
dan keseimbangan /airan.
Perhatikan penurunan urine
pada pemasukan adekuat.
5kur berat jenis urine dan
pH 5rine.
10. 2imbang 11 tiap
hari.
11. +wasi 27 dan
)rekuensi jantung
12. 9nspeksi kulit !
membran mukosa untuk
petike, area ekimotik,
perhatikan perdarahan gusi,
darah warn karat atau
samar pada )e/es atau
urine< perdarahan lanjut
dari sisi tusukan in'esi).
13. ;'aluasi turgor
kulit, pengiisian kapiler
dan kondisi umum
membran mukosa.
14. 9mplementasikan
tindakan untuk men/egah
/edera jaringan !
perdarahan, eL 4 sikat gigi
atau gusi dengan sikat yang
halus.
15. 1erikan diet halus.
16. 1erikan /airan 9E
sesuai indikasi
17. 1erikan sel darah
Merah, trombosit atau
)a/tor pembekuan
8
@yeri ( akut #
berhubungan
dengan 4
G +gen )is/al <
pembesaran organ !
nodus lim)e,
sumsum tulang
yang dikmas dengan
sel leukaemia.
G +gen kimia <
pengobatan
antileukemia.
rasa nyeri
hilang!berkurang
18. +wasi tanda$tanda
'ital, perhatikan petunjuk
non'erbal,rewel, /engeng,
gelisah
19. 1erikan lingkungan
yang tenang dan kurangi
rangsangan stress
20. 2empatkan pada
posisi nyaman dan sokong
sendi, ekstremitas
denganan bantal
21. 5bah posisi se/ara
periodi/ dan berikan
latihan rentang gerak
lembut.
22. 1erikan tindakan
ketidaknyamanan< mis 4
pijatan, kompres
23. 1erikan obat sesuai
indikasi.
http://contoh-askep.blogspot.com/2008/10/asuhan-keperawatan-anak-dengan-
leukemia.html
Minggu, 1" .uni 2010
(A@,;P 7+,+3
+. P;@B;329+@
*eukemia adalah neoplasma akut atau kronis dari sel$sel pembentuk darah dalam sumsum tulang
dan lim)a nadi (3ee'es, 2001#. ,i)at khas leukemia adalah proli)erasi tidak teratur atau
akumulasi ssel darah putih dalam sumusm tulang, menggantikan elemen sumsum tulang normal.
.uga terjadi proli)erasi di hati, limpa dan nodus lim)atikus, dan in'asi organ non hematologis,
seperti meninges, traktus gastrointesinal, ginjal dan kulit.
1. ;29A*AB9
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat )aktor predisposisi yang menyebabkan
terjadinya leukemia yaitu 4
1. ?aktor genetik 4 'irus tertentu meyebabkan terjadinya perubahan struktur gen ( 2 /ell
leukemia$lymphoma 'irus!H2*E#
2. 3adiasi ionisasi 4 lingkungan kerja, pranatal, pengobatan kanker sebelumnya
". 2erpapar 0at$0at kimiawi seperti ben0en, arsen, kloram)enikol, )enilbuta0on, dan agen anti
neoplastik.
:. Abat$obat imunosupresi), obat karsinogenik seperti diethylstilbestrol
%. ?aktor herediter, misalnya pada kembar mono0igot
C. (elainan kromosom 4 ,indrom 1loomPs, trisomi 21 (,indrom 7ownPs#, 2risomi B (,indrom
(line)elterPs#, ,indrom )an/oniPs, (romosom Philadelphia positi), 2elangiektasis ataksia.
6. .;@9, *;5(;M9+
1. *eukemia Mielogenus +kut
+M* mengenai sel stem hematopeotik yang kelak berdi)erensiasi ke semua sel Mieloid4
monosit, granulosit, eritrosit, eritrosit dan trombosit. ,emua kelompok usia dapat terkena<
insidensi meningkat sesuai bertambahnya usia. Merupakan leukemia nonlim)ositik yang paling
sering terjadi.
2. *eukemia Mielogenus (ronis
6M* juga dimasukkan dalam sistem keganasan sel stem mieloid. @amun lebih banyak sel
normal dibanding bentuk akut, sehingga penyakit ini lebih ringan. 6M* jarang menyerang
indi'idu di bawah 20 tahun. Mani)estasi mirip dengan gambaran +M* tetapi tanda dan gejala
lebih ringan, pasien menunjukkan tanpa gejala selama bertahun$tahun, peningkatan leukosit
kadang sampai jumlah yang luar biasa, limpa membesar.
". *uekemia *im)ositik +kut
+** dianggap sebagai proli)erasi ganas lim)oblast. ,ering terjadi pada anak$anak, laki$laki lebih
banyak dibanding perempuan, pun/ak insiden usia : tahun, setelah usia 1% +** jarang terjadi.
Mani)estasi lim)osit immatur berproli)erasi dalam sumsum tulang dan jaringan peri)er, sehingga
mengganggu perkembangan sel normal.
:. *eukemia *im)ositik (ronis
6** merupakan kelainan ringan mengenai indi'idu usia %0 sampai 80 tahun. Mani)estasi klinis
pasien tidak menunjukkan gejala, baru terdiagnosa saat pemeriksaan )isik atau penanganan
penyakit lain.
7. P+2A?9,9A*AB9
a.@ormalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang malignan, imaturnya sel blast. +danya
proli)erasi sel blast, produksi eritrosit dan platelet terganggu sehingga akan menimbulkan anemia
dan trombositipenia.
b.,istem retikuloendotelial akan terpengaruh dan menyebabkan gangguan sistem pertahanan
tubuh dan mudah mengalami in)eksi.
/.Mani)estasi akan tampak pada gambaran gagalnya bone marrow dan in)iltrasi organ, sistem
sara) pusat. Bangguan pada nutrisi dan metabolisme. 7epresi sumsum tulang yangt akan
berdampak pada penurunan lekosit, eritrosit, )aktor pembekuan dan peningkatan tekanan
jaringan.
d.+danya in)iltrasi pada ekstra medular akan berakibat terjadinya pembesaran hati, lim)e, nodus
lim)e, dan nyeri persendian.
(,uriadi, Q Juliani 3, 20014 hal. 18%#
;. 2+@7+ 7+@ B;.+*+
1. +kti'itas 4 kelelahan, kelemahan, malaise, kelelahan otot.
2. ,irkulasi 4palpitasi, takikardi, mur$mur jantung, membran mukosa pu/at.
". ;liminsi 4 diare, nyeri tekan perianal, darah merah terang, )eses hitam, penurunan haluaran
urin.
:. 9ntegritas ego 4 perasaan tidak berdaya, menarik diri, takut, mudah terangsang, ansietas.
%. Makanan!/airan4 anoreksia, muntah, perubahan rasa, )aringitis, penurunan 11 dan dis)agia
C. @eurosensori 4 penurunan koordinasi, disorientasi, pusing kesemutan, parestesia, akti'itas
kejang, otot mudah terangsang.
8. @yeri 4 nyeri abomen, sakit kepala, nyeri sendi, perilaku hati$hati gelisah
8. Perna)asan 4 na)as pendek, batuk, dispneu, takipneu, ronkhi, gemeri/ik, penurunan bunyi na)as
-. (eamanan 4 gangguan penglihatan, perdarahan spontan tidak terkontrol, demam, in)eksi,
kemerahan, purpura, pembesaran nodus lim)e.
10. ,eksualitas 4 perubahan libido, perubahan menstruasi, impotensi, menoragia.
?. P;M;39(,++@ P;@5@.+@B
1. Hitung darah lengkap 4 menunjukkan normositik, anemia normositik
2. Hemoglobulin 4 dapat kurang dari 10 gr!100ml
". 3etikulosit 4 jumlah biasaya rendah
:. 2rombosit 4 sangat rendah (> %0000!mm#
%. ,7P 4 mungkin lebih dari %0000!/m dengan peningkatan ,7P immatur
C. P22 4 memanjang
8. *7H 4 mungkin meningkat
8. +sam urat serum 4 mungkin meningkat
-. Muramidase serum 4 pengikatan pada leukemia monositik akut dan mielomonositik
10. 6opper serum 4 meningkat
11. Rink serum 4 menurun
12. ?oto dada dan biopsi nodus lim)e 4 dapat mengindikasikan derajat keterlibatan
B. P;@+2+*+(,+@++@
1. Pelaksanaan kemoterapi
2. 9rradiasi kranial
". 2erdapat tiga )ase pelaksanaan keoterapi 4
a. ?ase induksi
7imulasi :$C minggu setelah diagnosa ditegakkan. Pada )ase ini diberikan terapi kortikostreroid
(prednison#, 'in/ristin dan *$asparaginase. ?ase induksi dinyatakan behasil jika tanda$tanda
penyakit berkurang atau tidak ada dan dalam sumsum tulang ditemukan jumlah sel muda kurang
dari %&.
b. ?ase Pro)ilaksis ,istem sara) pusat
Pada )ase ini diberikan terapi methotreLate, /ytarabine dan hydro/otison melaui intrathe/al untuk
men/egah in'si sel leukemia ke otak. 2erapi irradiasi kranial dilakukan hanya pada pasien
leukemia yang mengalami gangguan sistem sara) pusat.
/. (onsolidasi
Pada )ase ini kombinasi pengobatan dilakukan unutk mempertahankan remisis dan mengurangi
jumlah sel$sel leukemia yang beredar dalam tubuh. ,e/ara berkala, mingguan atau bulanan
dilakukan pemeriksaan darah lengkap untuk menilai respon sumsum tulang terhadap pengobatan.
.ika terjadi supresi sumsum tulang, maka pengobatan dihentikan sementara atau dosis obat
dikurangi.
(A@,;P (;P;3+K+2+@
H. P;@B(+.9+@
1. 3iwayat penyakit 4 pengobatan kanker sebelumnya
2. 3iwayat keluarga 4 adanya gangguan hematologis, adanya )aktor herediter misal kembar
mono0igot#
". (aji adanya tanda$tanda anemia 4 kelemahan, kelelahan, pu/at, sakit kepala, anoreksia,
muntah, sesak, na)as /epat
:. (aji adanya tanda$tanda leukopenia 4 demam, stomatitis, gejala in)eksi perna)asan atas, in)eksi
perkemihan< in)eksi kulit dapat timbul kemerahan atau hiotam tanpa pus
%. (aji adanya tanda$tanda trombositopenia 4 pte/hiae, purpura, perdarahan membran mukosa,
pembentukan hematoma, purpura< kaji adanya tanda$tanda in'asi ekstra medula4 lim)adenopati,
hepatomegali, splenomegali.
C. (aji adanya pembesaran testis, hem+turia, hipertensi, gagal ginjal, in)lamasi di sekkitar rektal
dan nyeri.
9. 79+B@A,+ (;P;3+K+2+@ 7+@ 9@2;3E;@,9
1. 3esiko tinggi in)eksi berhubungn dengan menururnnya sistem pertahanan tubuh sekunder
gangguan pematangan ,7P, peningkatan jumlah lim)osit immatur, imunosupresi, peneknan
sumsum tulang.
2ujuan 4 pasien bebas dari in)eksi
(riteria hasil 4
a. @ormotermia
b. Hasil kultur negati)
/. Peningkatan penyembuhan
9nter'ensi 4
a. 2empatkan pada ruangan yang khusus. 1atasi pengunjung sesuai indikasi.
b. 6u/i tangan untuk semua petugas dan pengunjung.
/. +wsi suhu, perhatikan hubungan antara peningkatan suhu dan pengobatan kemoterapi.
Abser'asi demam sehubungan dengan takikardia, hipotensi, perubahan mental samar.
d. 6egah menggigil 4 tingkatkan /airan, berikan mandi kompres
e. 7orong sering mengubah posisi, napas dalam dan batuk.
). +uskultsi bunyi na)as, perhatikan gemeri/ik, ronkhi< inspeksi sekresi terhadap perubahan
karakteristik, /ontoh peningktatan sputum atau sputum kental, urine bau busuk dengan berkemih
tiba$tiba atau rasa terbakar.
g. 9nspeksi kulit unutk nyeri tekan, area eritematosus< luka terbuka. 1esihkan kulit dengan
larutan antibakterial.
h. 9nspeksi membran mukosa mulut. 1ersihkan mulut dengan sikat gigi halus.
i. 2ingkatkan kebersihan perianal. 1erikan rendam duduk menggunakan betadine atau Hibi/lens
bila diindiksikan.
j. 1erikan periode istirahat tanpa gangguan
k. 7orong peningkatan masukan makanan tinggi protein dan /airan.
l. Hindari prosedur in'asi) (tusukan jarum dan injeksi# bila mungkin.
m. (olaborasi 4
+wasi pemeriksaan laboratorium misal 4 hitung darah lerngkap, apakah ,7P turun atau tiba$
tiba terjadi perubahan pada neutro)il< kultur gram!sensiti'itas.
(aji ulang seri )oto dada.
1erikan obat sesuai indikasi /ontoh antibiotik.
Hindari antipiretik yang mengandung aspirin.
1erikan diet rendah bakteri misal makanan dimasak, diproses
2. 3esiko tinggi kekurangan 'olume /airan berhubungan dengan kehilangan berlebihan 4 muntah,
perdarahan,diare < penurunan pemasukan /airan 4 mual,anoreksia < peningkatan kebutuhan /airan
4 demam, hipermetabolik
2ujuan 4 'olume /airan terpenuhi
(riteria hasil 4
a. Eolume /airan adekuat
b. Mukosa lembab
/. 2anda 'ital stabil 4 27 -0!C0 mmHg, nadi 100 L!menit, 33 20 L!mnt
d. @adi teraba
e. Haluaran urin "0 ml!jam
). (apileri re)ill > 2 detik
9nter'ensi 4
a. +wasi masukan!haluaran. Hitung kehilangan /airan dan keseimbangna /airan. Perhatikan
penurunan urin, ukur berat jenis dan pH urin.
b. 2imbang berat badan tiap hari
/. +wasi 27 dan )rekuensi jantung
d. ;'aluasi turgor kulit, pengisian kapiler dan kondisi membran mukosa.
e. 1eri masukan /airan "$: *!hari
). 9nspeksi kulit!membran mukosa untuk petekie, area ekimosis< perhatikan perdarahan gusi,
darah warna karat atau samar pada )eses dan urin< perdarahan lanjut dari sisi tusukan in'si).
g. 9mplementasikan tindakan untuk men/egah /edera jaringan!perdarahan.
h. 1atasi perawatan oral untuk men/u/i mulut bila diindikasikan
i. 1erikan diet halus.
j. (olaborasi 4
1erikan /airan 9E sesuai indikasi
+wasi pemeriksaan laboratorium 4 trombosit, Hb!Ht, pembekuan.
1erikan ,7M, trombosit, )aktor pembekuan.
Pertahankan alat akses 'askuler sentral eksternal (kateter arteri subkla'ikula, tunneld, port
implan#
1erikan obat sesuai indikasi 4 Andansetron, allopurinol, kalium asetat atau asetat, natrium
biukarbonat, pelunak )eses.
". @yeri berhubungan dengan agen )isikal seperti pembesaran organ!nodus lim)e, sumsum tulang
yang dikemas dengan sel leukemia< agen kimia pengobatan antileukemik
2ujuan 4 nyeri teratasi
(riteria hasil 4
a. Pasien menyatakan nyeri hilang atau terkontrol
b. Menunjukkan perilaku penanganan nyeri
/. 2ampak rileks dan mampu istirahat
9nter'ensi 4
a. (aji keluhan nyeri, perhatikan perubahan pada derajat dan sisi (gunakan skala 0$10#
b. +wasi tanda 'ital, perhatikan petunjuk non$'erbal misal tegangan otot, gelisah.
/. 1erikan lingkungan tenang dan kurangi rangsangan penuh stres.
d. 2empatkan pada posis nyaman dan sokong sendi, ekstremitas dengan bantal.
e. 5bah posisi se/ara periodik dan bantu latihan rentang gerak lembut.
). 1erikan tindakan kenyamanan ( pijatan, kompres dingin dan dukungan psikologis#
g. (aji ulang!tingkatkan inter'ensi kenyamanan pasien sendiri
h. ;'aluasi dan dukung mekanisme koping pasien.
i. 7orong menggunakan teknik menajemen nyeri /ontoh latihan relaksasi!na)as dalam, sentuhan.
j. 1antu akti'itas terapeutik, teknik relaksasi.
k. (olaborasi 4
+wasi kadar asam urat
1erika obat sesuai indikasi 4 analgesik (asetamino)en#, narkotik (kodein, meperidin, mor)in,
hidromor)on#
+gen antiansietas (dia0epam, lora0epam#
:. 9ntoleransi akti'itas berhubungan dengan kelemahan umum, peningkatan laju metabolik
2ujuan 4 pasien mampu mentoleransi akti'itas
(riteria hasil 4
a. Peningkatan toleransi akti'itas yang dapat diukur
b. 1erpartisipasi dalam akti'itas sehari$hari sesuai tingkat kemampuan
/. Menunjukkan penurunan tanda )isiologis tidak toleran misal nadi, perna)asan dan 27 dalam
batas normal
9nter'ensi 4
d. ;'aluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam
akti'itas.berikan lingkungan tenang dan periode istirahat tanpa ganggaun
e. 9mplementasikan teknik penghematan energi, /ontoh lebih baik duduk daripada berdiri,
pengunaan kursi untuk madi
). .adwalkan makan sekitar kemoterapi. 1erikan kebersihan mulut sebelum makan dan berikan
antiemetik sesuai indikasi
g. (olaborasi 4 berikan oksigen tambahan
%. 3esiko terjadi perdarahan berhubungan dengan trombositopenia
2ujuan 4 pasien bebas dari gejala perdarahan
(riteria hasil 4
a. 27 -0!C0mmHg
b. @adi 100 L!mnt
/. ;kskresi dan sekresi negti) terhadap darah
d. Ht :0$%:& (laki$laki#, "8$:8& ( permpuan#
e. Hb 1:$18 gr&
9nter'ensi 4
). Pantau hitung trombosit dengan jumlah %0.000! ml, resiko terjadi perdarahan. Pantau Ht dan
Hb terhadap tanda perdarahan
g. Minta pasien untuk mengingatkan perawat bila ada rembesan darah dari gusi
h. 9nspeksi kulit, mulut, hidung urin, )eses, muntahan dan tempat tusukan 9E terhadap
perdarahan
i. Pantau 2E inter'al sering dan waspadai tanda perdarahan.
j. Bunakan jarum ukuran ke/il
k. .ika terjadi perdarahan, tinggikan bagian yang sakit dan berikan kompres dingin dan tekan
perlahan.
l. 1eri bantalan tempat tidur untuk /egh trauma
m. +njurkan pada pasien untuk menggunakan sikat gigi halus atau pen/ukur listrik.
C. Perubahan per)usi jaringan berhubungan dengan terhentinya aliran darah sekunder adanya
destruksi ,7M
2ujuan 4 per)usi adekuat
(riteria hasil 4
a. Masukan dan haluaran seimbang
b. Haluaran urin "0 ml!jam
/. (apileri re)ill > 2 detik
d. 2anda 'ital stabil
e. @adi peri)er kuat terpalpasi
). (ulit hangat dan tidak ada sianosis
9nter'ensi 4
a. +wasi tanda 'ital
b. (aji kulit untuk rasa dingin, pu/at, kelambatan pengisian kapiler
/. 6atat perubahan tingkat kesadaran
d. Pertahankan masukan /airan adekuat
e. ;'aluasi terjadinya edema
). (olaborasi 4
+wasi pemeriksaan laboratorium < B7+, +,2!+*2, 6P(, 15@
;lektrolit serum, berikan pengganti sesuai indikasi
1erikan /airan hipoosmolar
7+?2+3 P5,2+(+
1. ,melt0er ,u0anne 6. 1uku +jar (eperawatan Medikal 1edah 1runner Q ,uddarth. +lih
bahasa +gung Kaluyo, dkk. ;ditor Moni/a ;ster, dkk. ;d. 8. .akarta 4 ;B6< 2001.
2. 2u/ker, ,usan Martin et al. Patient /are ,tandards 4 @ursing Pro/ess, diagnosis, +nd Aut/ome.
+lih bahasa Jasmin asih. ;d. %. .akarta 4 ;B6< 1--8
". 7oenges, Marilynn ;. @ursing 6are Plans4 Buidelines ?or Planning +nd 7o/umenting Patient
6are. +lih 1ahasa 9 Made (ariasa. ;d. ". .akarta 4 ;B6< 1---
:. Pri/e, ,yl'ia +nderson. Pathophysiology 4 6lini/al 6on/epts A) 7isease Pro/esses. +lih
1ahasa Peter +nugrah. ;d. :. .akarta 4 ;B6< 1--:
%. 3ee'es, 6harlene . et al. Medi/al$,urgi/al @ursing. +lih 1ahasa .oko ,etyono. ;d. 9. .akarta 4
,alemba Medika< 2001
http://maidun-gleekapay.blogspot.com/2010/08/asuhan-keperawatan-pada-anak-
dengan.html