Anda di halaman 1dari 8

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 1

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM
1. DIAGRAM GARIS TUNGGAL (SINGLE LINE DIAGRAM)

Secara umum sistem tenaga listrik pada suatu pusat pembangkit dapat dilihat pada diagram
garis tunggal (single line diagram) nya. Diagram garis tunggal untuk tiap jenis pembangkit
berbeda satu dengan lainya, seperti misalnya diagram garis tunggal PLTU akan berbeda
dengan diagram garis tunggal PLTG.
Berdasarkan diagram garis tunggal sistem tenaga listrik suatu pembangkit dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem pasok listrik atau jaringan listrik dan peralatan listrik
pembangkit.
Jaringan listrik pada pembangkit dimulai dari switch yard diturunkan ke sistem tegangan hingga
sampai ke semua alat-alat yang digerakkan dengan tenaga listrik. Besarnya tenaga listrik yang
diperlukan untuk menjalankan alat-alat bantu bervariasi, sebagai contoh untuk suatu PLTU
batubara adalah sekitar 6 % dan untuk PLTG sekitar 0,5 %.Penggunaan tenaga listrik untuk
memasok semua peralatan bantu di pusat pembangkit disebut Sistem Pemakaian Sendiri
(Works Power).
Peralatan listrik pembangkit terdiri dari :
1. Peralatan hubung (switch gear : CB, DS)
2. Mesin listrik (generator dan motor)
3. Transformer
4. Batere



Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 2
PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM
M M
M M
G1
UST
6 KV UNIT BOARD 1B
6 KV UNIT BOARD 1A
GT
UAT 1A UAT 1B
500 KVA TURBIN
MCC 1A
400 KVA TURBIN
MCC 1B
700 KVA BOILER
MCC 1A
800 KVA BOILER
MCC 1B
380V UNIT BOARD A 380V UNIT BOARD B
auto
From 380v
Station Board 1B
380v Essential Service
Board 1
charger charger
From 380v
Essential
Service Board
2
Battery
To battery 125 v
charger
220v DC
Board
Turbin Essential
MCC 1
500kv Substation
SST
150kv Substation
Station Board 1A Station Board 1B
Start Up Bus B
Start Up Bus A
Genset
INV
120 V Continous
AC


Gambar 1.1 Gambaran umum Single Line diagram PLTU Suralaya 400 MW unit 1



Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 3
PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM



Gambar 1.2 Simbol-simbol yang digunakan dalam Single line diagram

1.1 Sistem Pemakaian Sendiri

Agar dapat mewakili semua pembangkit, maka kita tetapkan bahwa yang dibahas adalah
sistem tenaga listrik di PLTU. Sistem pemakaian sendiri memasok listrik untuk keperluan
menggerakkan alat-alat bantu pada boiler, turbin, dan generator serta alat bantu unit atau BOP
(Balance Of Plant) PLTU termasuk bengkel dan kantor. Alat bantu tersebut adalah sebagai
berikut.


Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 4
PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM

1.1.1 Alat-alat Bantu Station.

Alat-alat bantu listrik secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok pasok daya,
yaitu:
a. Alat-alat bantu penting (urgen)
Adalah yang peralatan yang berkaitan langsung dengan kelangsungan jalannya unit
PLTU, apabila hilang (mati) akan segera menyebabkan pengurangan keluaran unit atau
bahkan menyebabkan unit trip. Contoh alat bantu urgen antara lain adalah FD fan, Mill
(untuk PLTU batu bara) atau pompa residu (untuk PLTU minyak).
b. Alat bantu pelayanan (service)
Adalah peralatan yang tidak akan berpengaruh pada output PLTU hingga interval waktu
tertentu apabila hilang (mati). Alat bantu yang termasuk dalam kelompok ini adalah unit
pemurnian air, crane, atau turning gear atau alat bantu yang tidak termasuk dalam
kelompok urgen.
Jumlah serta jenis alat bantu berbeda antara PLTU satu dengan lainnya tergantung kapasitas
unit, jarak (konfigurasi) dan sebagainya. Alat bantu yang memerlukan daya listrik yang paling
besar adalah pompa air pengisi (BFP) dan pompa air pendingin (CWP).
Hal yang dapat dicatat dari skema dasar sistem pasok alat bantu station adalah
1. Alat bantu urgen dihubungkan ke unit board, dan alat bantu pelayan ke station board.
2. Station board dipasok dari dua sumber, yaitu dari luar melalui bus tegangan jaringan di
switch yard atau dari dalam melalui alternator.
3. Jadi alat bantu pelayanan dipasok melalui station trafo dari sistem jaringan.
4. Unit board dihubungkan ke station board melalui suatu penghubung (interconector). Bila
alternator sudah sinkron ke sistem jaringan, unit board dipasok oleh alternator melalui
unit transformer. Untuk keperluan start, pasok untuk alat bantu urgen dan pelayanan
diambil dari station trafo.
1.1.2 Tegangan Pasok Alat Bantu.
Alat-alat bantu dipasok dengan tingkat tegangan yang berbeda, yaitu 10 kV, 6 kV, 4 kV dan 400
Volt, tiga fasa dengan menggunakan trafo alat bantu (auxiliary trafo). Pemilihan tegangan
tergantung pada dua factor utama :
a. Ukuran station trafo harus cukup untuk beban yang paling tinggi.
Kapasitas station trafo beban pelayanan + beban operasi satu unit + beban start satu
unit (misal 52,7 MVA).


Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 5
PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM
Umumnya laju arus (rate) maksimum untuk switch gear alat bantu dirancang 3000 Amp.
Oleh karena itu tegangan yang cocok dipilih untuk menyesuaikan persyaratan ini , karena
, maka . Standart tegangan yang
digunakan untuk contoh diatas dipilih 10,5 KV.
a. Ukuran motor-motor yang dipasok
Daya sebanding dengan Volt x Ampere, oleh karena itu makin tinggi tegangan, makin
berkurang arus untuk keluaran (out-put) yang sama. Maka luas penampang kumparan
dapat dikurangi yang berarti ukuran fisik motor juga berkurang. Tetapi hal ini
mengakibatkan perlunya menggunakan isolasi yang mampu menahan tegangan lebih
tinggi. Oleh karena itu pabrik motor harus melakukan kompromi antara mengurangi jumlah
tembaga untuk kumparan dan persyaratan isolasi yang lebih tinggi. Hasil kompromi
terutama ditentukan oleh ekonomi (harga) untuk ukuran motor tertentu.

1.1.3 Sistem Pasok Darurat (Essential)

Didalam sistem PLTU, motor-motor alat bantu dan sistem kelistrikan lainnya adalah sangat
penting untuk keamanan manusia, unit, perlengkapan dan pengoperasiannya. Oleh karena itu
harus disediakan sistem pasok khusus untuk menjamin bahwa pada saat terjadi ganguan pada
pasok normal, tetap tersedia pasok untuk alat-alat bantu dan sistem kelistrikan sehingga
keamanan manusia, unit dan perlengkapan lainnya tetap terlindungi.
Pada umumnya pasok khusus atau biasa disebut pasok esensial (darurat) disediakan dengan
menggunakan batere yang dapat memasok, motor- motor DC (seperti pompa pelumas dan
perapat), atau dapat berfungsi sebagai pasok cadangan (back up) untuk alat bantu yang
biasanya dipasok DC (seperti kontrol dan proteksi, penerangan darurat, pemadam kebakaran,
peralatan komunikasi dan sebagainya). Semua alat bantu ini normalnya dipasok dari panel AC
melalui penyearah atau batere charger.
Penyearah atau unit charger normalnya mempertahankan tegangan batere agar selalu konstan
dan memasok alat bantu DC. Bila pasok AC gagal, maka alat bantu dipasok secara langsung
dari batere. Sistem batere terpisah dipasang untuk menyediakan pasok dengan tegangan
standar DC dan batere akan mempertahankan pasok DC untuk selama beberapa jam. Alat
bantu lain, seperti instrument dan kontro lkomputer dan system alaram, yang memerlukan
pasok AC harus dijamin kelangsungan pasoknya dan tidak terputus.
Sistem ini pada dasarnya terdiri dari panel DC 240V batere yang di charge dengan penyearah/
charger. Panel DC 240V memberikan pasok AC 415V satu fasa dengan inverter ke panel
distribusi AC. Dari bus 415V dapat ditranformasikan untuk menyediakan pasok AC 110V atau
disearahkan lagi untuk keperluan pasok DC.


Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 6
PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM
Alternatif pasok ke inverter adalah dengan menggunakan motor (DC) generator set. Cara ini
mempunyai keuntungan tambahan, yaitu dapat diperoleh tegangan AC tiga fasa untuk
memasok panel distribusi AC.
Cara lain yang lebih umum digunakan untuk penyediaan pasok darurat adalah dengan diesel
generator set. Sistem pasok ini dilengkapi dengan fasilitas kontrol otomatis yang dapat menstart
dan stop diesel-generator ketika pasok normal terganggu.

Gambar 1.3 Gambaran umumn diagram sistem DC dan darurat
1.2 Distribusi Daya

Secara umum proses konversi energi kimiawi ke system energi listrik membutuhkan banyak
tenaga listrik, dengan alasan untuk membangkitkan listrik diperlukan banyak penggunaan
energi listrik untuk mengoperasikan tiga alat utama pada pembangkit listrik (boiler, turbin dan
generator) yang dibantu dengan system alat Bantu. Sistem alat Bantu dan beberapa komponen
penunjang yang digerakan oleh motor motor listrik.
Daya untuk pemakaian sendiri dapat dibagi menjadi dua group.
Pemakaian sendiri yang dipergunakan untuk start up pada saat unit belum dapat
mengeluarkan daya, daya ini dipasok dari unit yang lain atau dari sistem jaringan.
Pemakaian sendiri normal, yaitu daya yang dipergunakan untuk kebutuhan operasi alat
Bantu yang diambil dari unit sendiri setelah operasi / masuk jaringan (sistem)
Distribusi daya pemakaian sendiri ini dapat dibagi menjadi tiga katagori sesuai kebutuhan
system di dalam unit pembangkit :


Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 7
PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM
Sistem Tegangan Tinggi.
Sistem Tegangan Menengah.
Sistem Tegangan Rendah.

1.2.1 Sistem Tegangan Tinggi
Penunjukan tegangan tinggi biasanya disamakan dengan nama keluaran (output) generator,
misalnya di beberapa unit pembangkit dapat ditunjukan tipe-tipe tegangan tinggi seperti 13,8
kV, 18 kV, 21 kV dan 22 kV dan tegangan jaringan transmisi 69 kV, 115 kV, 138 kV, 150 kV dan
500 kV.
1.2.2 Sistem Tegangan Menengah.
Tegangan menengah adalah tipe system distribusi dimana tegangannya lebih rendah dari
tegangan generator, yaitu tegangan input dari keluaran generator atau dari sistem diturunkan
melalui trafo step down seperti10 kV, 6 kVdan 4 kV.

Gambar 1.4 Contoh distribusi tenaga listrik 6 kVPLTU Suralaya unit 1 400 MW.
Switchgear TM memasok daya untuk menjalankan pompa-pompa, atau fan dari control room
secara remote. Sistem TM ini terdiri dari busbar yang terhubung ke cubicle dari circuit breaker
(CB) untuk selanjutnya ke motor.

1.2.3 Sistem Tegangan Rendah
Sistem tegangan rendah memasok MCC (motor Control Center) yang merupakan penghubung
distribusi tenaga listrik ke motor motor atau peralatan listrik tegangan remdah. MCC ini


Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 8
PT. PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SINGLE LINE DIAGRAM
dioperasikan secara remote dari control room untuk menjalankan motor atau peralatan listrik di
lokal. MCC diberi tenaga listrik dari luar 380V, 50Hz, 3 phase.
Sistem distribusi ini juga memasok tegangannya lebih rendah dari tegangan 380 V dan 400 V
ACdan DC. Rentang tipe tegangan rendah adalah 120 V AC, 220 V AC, 125 VDC dan 250
VDC.


Gambar 1.5 Contoh MCC pada PLTU Suralaya unit 5 600 MW.