Anda di halaman 1dari 22

Gaya gesek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Gaya gesek (Ff) dari benda yang bergerak di atas suatu papan permukaan
Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda akan bergerak. Gaya
gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat,
melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya
gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes.
Secara umum gaya gesek dapat dituliskan sebagai suatu ekspansi deret, yaitu
,
di mana suku pertama adalah gaya gesek yang dikenal sebagai gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan suku kedua
dan ketiga adalah gaya gesek pada benda dalam fluida.
Gaya gesek dapat merugikan atau bermanfaat. Panas pada poros yang berputar, engsel pintu yang berderit, dan
sepatu yang aus adalah contoh kerugian yang disebabkan oleh gaya gesek. Akan tetapi tanpa gaya gesek manusia
tidak dapat berpindah tempat karena gerakan kakinya hanya akan menggelincir di atas lantai. Tanpa adanya gaya
gesek antara ban mobil dengan jalan, mobil hanya akan slip dan tidak membuat mobil dapat bergerak. Tanpa adanya
gaya gesek juga tidak dapat tercipta parasut.
Asal gaya gesek
Gaya gesek merupakan akumulasi interaksi mikro antar kedua permukaan yang saling bersentuhan. Gaya-gaya yang
bekerja antara lain adalah gaya elektrostatik pada masing-masing permukaan. Dulu diyakini bahwa permukaan yang
halus akan menyebabkan gaya gesek (atau tepatnya koefisien gaya gesek) menjadi lebih kecil nilainya dibandingkan
dengan permukaan yang kasar, akan tetapi dewasa ini tidak lagi demikian. Konstruksi mikro (nano tepatnya) pada
permukaan benda dapat menyebabkan gesekan menjadi minimum, bahkan cairan tidak lagi dapat membasahinya
(efek lotus).
Jenis-jenis gaya gesek
Terdapat dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak lurus, yaitu gaya gesek statis dan
gaya gesek kinetis, yang dibedakan antara titik-titik sentuh antara kedua permukaan yang tetap atau saling berganti
(menggeser). Untuk benda yang dapat menggelinding, terdapat pula jenis gaya gesek lain yang disebut gaya gesek
menggelinding (rolling friction). Untuk benda yang berputar tegak lurus pada permukaan atau ber-spin, terdapat
pula gaya gesek spin (spin friction). Gaya gesek antara benda padat dan fluida disebut sebagai gaya Coriolis-Stokes
atau gaya viskos (viscous force).
Gaya gesek statis
Gaya gesek statis adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relatif satu sama lainnya. Seperti
contoh, gesekan statis dapat mencegah benda meluncur ke bawah pada bidang miring. Koefisien gesek statis
umumnya dinotasikan dengan s, dan pada umumnya lebih besar dari koefisien gesek kinetis.
Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya yang diaplikasikan tepat sebelum benda tersebut bergerak. Gaya
gesekan maksimum antara dua permukaan sebelum gerakan terjadi adalah hasil dari koefisien gesek statis dikalikan
dengan gaya normal f =
s
F
n
. Ketika tidak ada gerakan yang terjadi, gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol hingga
gaya gesek maksimum.
Setiap gaya yang lebih kecil dari gaya gesek maksimum yang berusaha untuk menggerakkan salah satu benda akan
dilawan oleh gaya gesekan yang setara dengan besar gaya tersebut namun berlawanan arah. Setiap gaya yang lebih
besar dari gaya gesek maksimum akan menyebabkan gerakan terjadi. Setelah gerakan terjadi, gaya gesekan statis
tidak lagi dapat digunakan untuk menggambarkan kinetika benda, sehingga digunakan gaya gesek kinetis.
Gaya gesek kinetis
Gaya gesek kinetis (atau dinamis) terjadi ketika dua benda bergerak relatif satu sama lainnya dan saling bergesekan.
Koefisien gesek kinetis umumnya dinotasikan dengan k dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek
statis untuk material yang sama.
__
Gurumuda.Net Fisika SMA Kelas X Gaya gesek
Gaya gesek
Gaya gesek adalah gaya yang menghambat gerakan benda. Gaya gesek bekerja di antara
permukaan benda yang saling bersentuhan. Pada topik ini gaya gesek yang dipelajari berkaitan
dengan gaya gesek yang bekerja di antara dua permukaan benda padat yang bersentuhan seperti
gesekan antara alas balok dengan permukaan lantai, gesekan antara alas sepatu dengan
permukaan lantai, gesekan antara roda mobil dengan permukaan jalan.
Gaya gesek selalu bekerja pada permukaan benda padat yang saling bersentuhan, sekalipun
benda tersebut sangat licin. Permukaan benda yang sangat licin pun sebenarnya sangat kasar
dalam skala mikroskopis. Ketika sebuah benda bergerak, tonjolan-tonjolan miskroskopis ini
mengganggu gerak tersebut. Pada tingkat atom, sebuah tonjolan pada permukaan menyebabkan
atom-atom sangat dekat dengan permukaan lainnya, sehingga gaya-gaya listrik di antara atom
dapat membentuk ikatan kimia, sebagai penyatu di antara dua permukaan benda yang bergerak.
Ketika sebuah benda bergerak, misalnya ketika anda mendorong sebuah buku pada permukaan
meja, gerakan buku tersebut mengalami hambatan dan akhirnya berhenti. Hal ini disebabkan
karena terjadi pembentukan dan pelepasan ikatan tersebut.
Jika permukaan suatu benda bergesekan dengan permukaan benda lain, masing-masing benda
tersebut mengerjakan gaya gesek antara satu dengan yang lain. Gaya gesek pada benda yang
bergerak selalu berlawanan arah dengan arah gerakan benda tersebut. Selain menghambat gerak
benda, gesekan dapat menimbulkan aus dan kerusakan. Hal ini dapat kita amati pada mesin
kendaraan. Misalnya ketika kita memberikan minyak pelumas pada mesin sepeda motor,
sebenarnya kita ingin mengurangi gaya gesekan yang terjadi di dalam mesin. Jika tidak diberi
minyak pelumas maka mesin kendaraan kita cepat rusak. Contoh ini merupakan salah satu
kerugian yang disebabkan oleh gaya gesek.
Jenis-Jenis Gaya Gesek
Terdapat dua jenis gaya gesek yakni gaya gesek statis (f
s
) dan gaya gesek kinetis (f
k
). Gaya gesek
statis bekerja ketika benda belum bergerak sedangkan gaya gesek kinetik bekerja ketika benda
sedang bergerak. Jika anda mendorong sebuah meja tetapi meja belum bergerak maka gaya
gesek yang bekerja pada meja yang sedang diam adalah gaya gesek statis. Sebaliknya ketika
meja sedang bergerak, gaya gesek yang bekerja pada meja adalah gaya gesek kinetis. Apabila
meja yang sedang bergerak tidak tetap didorong, meja akan berhenti setelah bergerak beberapa
saat. Meja berhenti akibat adanya gaya gesek kinetis yang menghambat gerakan meja.
Pernah terpeleset ketika menginjak sesuatu yang licin ? Ketika anda terpeleset, gaya gesek yang
bekerja antara alas sepatu atau alas sandal dengan permukaan benda yang licin adalah gaya gesek
kinetis. Persoalan ini mirip seperti ketika sepeda motor atau mobil yang bergerak di atas
permukaan jalan yang basah dan licin direm hingga roda slip. Ketika roda slip, gaya gesek yang
bekerja pada permukaan roda dan permukaan jalan adalah gaya gesek kinetis. Sebaliknya ketika
anda berjalan, gaya gesek yang bekerja antara alas sepatu atau alas sandal dengan permukaan
lantai adalah gaya gesek statis. Demikian juga ketika roda tidak slip, gaya gesek yang bekerja
pada permukaan roda dan jalan adalah gaya gesek statis.
Contoh Soal dan Pembahasan tentang Dinamika Gerak, Materi Fisika kelas 2 (XI) SMA dengan
melibatkan gaya gesek dalam beberapa kasus dinamika, variasi menentukan nilai gaya normal,
gaya kontak dan penguraian gaya-gaya.


Rumus - Rumus Minimal
Hukum Newton I
F = 0
benda diam atau
benda bergerak dengan kecepatan konstan / tetap atau
percepatan gerak benda nol atau
benda bergerak lurus beraturan (GLB)

Hukum Newton II
F = ma
benda bergerak dengan percepatan tetap
benda bergerak lurus berubah beraturan (GLBB)
kecepatan gerak benda berubah

Gaya Gesek
Gaya Gesek Statis f
s
=
s
N
Gaya Gesek Kinetis f
k
=
k
N
dengan N = gaya normal,
s
= koefisien gesek statis,
k
= koefisien gesek kinetis

Gaya Berat
W = mg
Contoh Soal dan Pembahasan

Soal No. 1
Perhatikan gambar berikut!



Benda bermassa m = 10 kg berada di atas lantai kasar ditarik oleh gaya F = 12 N ke arah kanan.
Jika koefisien gesekan statis antara benda dan lantai adalah 0,2 dengan koefisien gesekan kinetis
0,1 tentukan besarnya :
a) Gaya normal
b) Gaya gesek antara benda dan lantai
c) Percepatan gerak benda

Pembahasan
Gaya-gaya pada benda diperlihatkan gambar berikut:



a) Gaya normal
F
y
= 0
N W = 0
N mg = 0
N (10)(10) = 0
N = 100 N

b) Gaya gesek antara benda dan lantai
Cek terlebih dahulu gaya gesek statis maksimum yang bisa terjadi antara benda dan lantai:
f
smaks
=
s
N
f
smaks
= (0,2)(100) = 20 N
Ternyata gaya gesek statis maksimum masih lebih besar dari gaya yang menarik benda (F)
sehingga benda masih berada dalam keadaan diam. Sesuai dengan hukum Newton untuk benda
diam :
F
x
= 0
F f
ges
= 0
12 f
ges
= 0
f
ges
= 12 N

c) Percepatan gerak benda
Benda dalam keadaan diam, percepatan benda NOL

Soal No. 2
Perhatikan gambar berikut, benda mula-mula dalam kondisi rehat!



Benda bermassa m = 10 kg berada di atas lantai kasar ditarik oleh gaya F = 25 N ke arah kanan.
Jika koefisien gesekan statis antara benda dan lantai adalah 0,2 dengan koefisien gesekan kinetis
0,1 tentukan besarnya :
a) Gaya normal
b) Gaya gesek antara benda dan lantai
c) Percepatan gerak benda
d) Jarak yang ditempuh benda setelah 2 sekon

Pembahasan
Gaya-gaya pada benda diperlihatkan gambar berikut:



a) Gaya normal
F
y
= 0
N W = 0
N mg = 0
N (10)(10) = 0
N = 100 N

b) Gaya gesek antara benda dan lantai
Cek terlebih dahulu gaya gesek statis maksimum yang bisa terjadi antara benda dan lantai:
f
smaks
=
s
N
f
smaks
= (0,2)(100) = 20 N
Ternyata gaya yang gesek statis maksimum (20 N) lebih kecil dari gaya yang menarik benda (25
N), Sehingga benda bergerak. Untuk benda yang bergerak gaya geseknya adalah gaya gesek
dengan koefisien gesek kinetis :
f
ges
= f
k
=
k
N
f
ges
= (0,1)(100) = 10 N

c) Percepatan gerak benda
Hukum Newton II :
F
x
= ma
F f
ges
= ma
25 10 = 10a
a =
15
/
10
= 1,5 m/s
2


d) Jarak yang ditempuh benda setelah 2 sekon
S = V
o
t +
1
/
2
at
2

S = 0 +
1
/
2
(1,5)(2
2
)
S = 3 meter

Soal No. 3
Perhatikan gambar berikut, benda 5 kg mula-mula dalam kondisi tidak bergerak!



Jika sudut yang terbentuk antara gaya F = 25 N dengan garis mendatar adalah 37
o
, koefisien
gesek kinetis permukaan lantai adalah 0,1 dan percepatan gravitasi bumi 10 m/s
2
tentukan nilai:
a) Gaya normal
b) Gaya gesek
c) Percepatan gerak benda
(sin 37
o
= 0,6 dan cos 37
o
= 0,8)

Pembahasan
Gaya-gaya pada benda diperlihatkan gambar berikut:



a) Gaya normal
F
y
= 0
N + F sin W = 0
N = W F sin = (5)(10) (25)(0,6) = 35 N

b) Gaya gesek
Jika dalam soal hanya diketahui koefisien gesek kinetis, maka dipastikan benda bisa bergerak,
sehingga f
ges
= f
k
:
f
ges
=
k
N
f
ges
= (0,1)(35) = 3,5 N

c) Percepatan gerak benda
F
x
= ma
F cos f
ges
= ma
(25)(0,8) 3,5 = 5a
5a = 16,5
a = 3,3 m/s
2


Soal No. 4
Perhatikan gambar berikut, balok 100 kg diluncurkan dari sebuah bukit!



Anggap lereng bukit rata dan memiliki koefisien gesek 0,125. Percepatan gravitasi bumi 10 m/s
2

dan sin 53
o
= 0,8, cos 53
o
= 0,6. Tentukan nilai dari :
a) Gaya normal pada balok
b) Gaya gesek antara lereng dan balok
c) Percepatan gerak balok

Pembahasan
Gaya-gaya pada balok diperlihatkan gambar berikut:



a) Gaya normal pada balok
F
y
= 0
N W cos = 0
N mg cos 53
o
= 0
N (100)(10)(0,6) = 0
N = 600 Newton

b) Gaya gesek antara lereng dan balok
f
ges
=
k
N
f
ges
= (0,125)(600) = 75 newton

c) Percepatan gerak balok
F
x
= ma
W sin f
ges
= ma
mg sin 53
o
f
ges
= ma
(100)(10)(0,8) 75 = 100a
a =
725
/
100
= 7,25 m/s
2


Soal No. 5
Balok A massa 40 kg dan balok B massa 20 kg berada di atas permukaan licin didorong oleh
gaya F sebesar 120 N seperti diperlihatkan gambar berikut!



Tentukan :
a) Percepatan gerak kedua balok
b) Gaya kontak yang terjadi antara balok A dan B

Pembahasan
a) Percepatan gerak kedua balok
Tinjau sistem :
F = ma
120 = (40 + 20) a
a =
120
/
60
m/s
2


b) Gaya kontak yang terjadi antara balok A dan B
Cara pertama, Tinjau benda A :



F = ma
F F
kontak
= m
A
a
120 F
kontak
= 40(2)
F
kontak
= 120 80 = 40 Newton

Cara kedua, Tinjau benda B :



F = ma
F
kontak
= m
B
a
F
kontak
= 20(2) = 40 Newton

Soal No. 6
Balok A dan B terletak pada permukaan bidang miring licin didorong oleh gaya F sebesar 480 N
seperti terlihat pada gambar berikut!


Tentukan :
a) Percepatan gerak kedua balok
b) Gaya kontak antara balok A dan B

Pembahasan
a) Percepatan gerak kedua balok
Tinjau Sistem :
Gaya-gaya pada kedua benda (disatukan A dan B) terlihat pada gambar berikut:


F = ma
F W sin 37
o
= ma
480 (40 + 20)(10)(0,6) = (40 + 20) a
a =
120
/
60
= 2 m/s
2


b) Gaya kontak antara balok A dan B

Cara pertama, tinjau balok A
Gaya-gaya pada balok A terlihat pada gambar berikut :



F = ma
F W
A
sin 37
o
F
kontak
= m
A
a
480 (40)(10) (0,6) F
kontak
= (40)(2)
480 240 80 = F
kontak

F
kontak
= 160 Newton

Cara kedua, tinjau benda B



F = ma
F
kontak
W
B
sin 37
o
= m
B
a
F
kontak
(20)(10)(0,6) =(20)(2)
F
kontak
= 40 + 120 = 160 Newton

Soal No. 7



Balok A beratnya 100 N diikat dengan tali mendatar di C (lihat gambar). Balok B beratnya 500
N. Koefisien gesekan antara A dan B = 0,2 dan koefisien gesekan antara B dan lantai = 0,5.
Besarnya gaya F minimal untuk menggeser balok B adalah....newton
A. 950
B. 750
C. 600
D. 320
E. 100
(Sumber Soal : UMPTN 1993)

Pembahasan
f
AB
gaya gesek antara balok A dan B
f
BL
gaya gesek antara balok B dan lantai

f
AB
=
AB
N
f
AB
= (0,2)(100) = 20 N

f
BL
=
BL
N
f
BL
= (0,5)(100 + 500) = 300 N

Tinjau benda B



F
x
= 0
F f
AB
f
BL
= 0
F 20 300 = 0
F = 320 Newton

Soal No. 8
Benda pertama dengan massa m
1
= 6 kg dan benda kedua dengan massa m
2
= 4 kg dihubungkan
dengan katrol licin terlihat pada gambar berikut !



Jika lantai licin dan m
2
ditarik gaya ke kanan F = 42 Newton, tentukan :
a) Percepatan benda pertama
b) Percepatan benda kedua
c) Tegangan tali T

Pembahasan
a) Percepatan benda pertama
Hubungan antara percepatan benda pertama (a
1
) dan percepatan benda kedua (a
2
) adalah:
a
1
= 2a
2

atau
a
2
=
1
/
2
a
1


Tinjau m
2




F 2T = m
2
a
2

42 2T = 4a
2

42 2T = 4(
1
/
2
)a
1

42 2T = 2a
1
(Pers. 1)

Tinjau m
1




T = m
1
a
1

T = 6 a
1
(Pers. 2)

Gabung Pers. 1 dan Pers. 2
42 2T = 2a
1

42 2(6a
1
) = 2a
1

42 = 14 a
1

a
1
=
42
/
14
= 3 m/s
2


b) Percepatan benda kedua
a
2
=
1
/
2
a
1

a
2
=
1
/
2
(3) = 1,5 m/s
2


c) Tegangan tali T
T = 6a
1
= 6(3) = 18 Newton

Soal No. 9
Massa A = 4 kg, massa B = 6 kg dihubungkan dengan tali dan ditarik gaya F = 40 N ke kanan
dengan sudut 37
o
terhadap arah horizontal!



Jika koefisien gesekan kinetis kedua massa dengan lantai adalah 0,1 tentukan:
a) Percepatan gerak kedua massa
b) Tegangan tali penghubung antara kedua massa

Pembahasan
Tinjauan massa B :



Nilai gaya normal N :
F
y
= 0
N + F sin 37
o
= W
N + (40)(0,6) = (6)(10)
N = 60 24 = 36 N

Besar gaya gesek :
f
gesB
=
k
N
f
gesB
= (0,1)(36) = 3,6 N

Hukum Newton II:
F
x
= ma
F cos 37
o
f
gesB
T = ma
(40)(0,8) 3,6 T = 6 a
28,4 T = 6 a (persamaan 1)

Tinjauan gaya-gaya pada massa A



F
x
= ma
T f
gesA
= ma
T
k
N = ma
T
k
mg = ma
T (0,1)(4)(10) = 4 a
T = 4a + 4 Persamaan 2

Gabung 1 dan 2
28,4 T = 6 a
28,4 ( 4a + 4) = 6 a
24,4 = 10a
a = 2,44 m/s
2


b) Tegangan tali penghubung antara kedua massa
T = 4a + 4
T = 4(2,44) + 4
T = 13,76 Newton

Soal No. 10
Diberikan gambar sebagai berikut!



Jika massa katrol diabaikan, tentukan:
a) Percepatan gerak kedua benda
b) Tegangan tali penghubung kedua benda

Pembahasan
Tinjau A



F
x
= ma
T W
A
sin 37
o
= m
A
a
T (5)(10)(0,6) = 5 a
T 30 = 5a (Persamaan 1)

Tinjau B



F
x
= ma
W
B
sin 53
o
T = m
B
a
(10)(0,8) T = 10 a
(10)(10)(0,8) T = 10 a
80 T = 10a
T = 80 10 a (Persamaan 2)

Gabung 1 dan 2
T 30 = 5a
(80 10 a) 30 = 5 a
15 a = 50
a =
50
/
15
=
10
/
3
m/s
2


b) Tegangan tali penghubung kedua benda
T 30 = 5a
T 30 = 5(
10
/
3
)
T = 46,67 Newton

Soal No. 11
Diberikan gambar sebagai berikut:



Massa balok A = 6 kg, massa balok B = 4 kg. Koefisien gesekan kinetis antara balok A dengan B
adalah 0,1 dan koefisien gesekan antara balok A dengan lantai adalah 0,2. Tentukan besar gaya F
agar balok A bergerak lurus beraturan ke arah kanan, abaikan massa katrol!

Pembahasan
Tinjau B



Benda bergerak lurus beraturan a =0
F
x
= 0
T f
BA
=0
T = f
BA
=
BA
N =
BA
mg= (0,1)(4)(10) = 4 N

Tinjau A



F
x
= 0
F T f
AB
f
AL
= 0
dengan f
AL
=
AL
N = (0,2)(10)(10) = 20 N
(Gaya normal pada A adalah jumlah berat A ditambah berat B, karena ditumpuk)
Sehingga :
F 4 4 20 = 0
F = 28 Newton

Soal No. 12
Sebuah elevator bermassa 400 kg bergerak vertikal ke atas dari keadaan diam dengan percepatan
tetap 2 m/s
2
. Jika percepatan gravitasi 9,8 m/s
2
, maka tegangan tali penarik elevator adalah....
A. 400 newton
B. 800 newton
C. 3120 newton
D. 3920 newton
E. 4720 newton
(Sumber Soal : Proyek Perintis I 1981)

Pembahasan



F
y
= ma
T W = ma
T (400)(9,8) =(400)(2)
T = 800 + 3920 = 4720 Newton

Soal No. 13
Dari soal nomor 12, tentukan tegangan tali penarik elevator jika gerakan elevator adalah ke
bawah!

Pembahasan
Elevator bergerak ke bawah :
F
y
= ma
W T = ma
(400)(9,8) T = (400)(2)
T = 3920 800 = 3120 Newton

Soal No. 14
Perhatikan susunan dua buah benda berikut ini:



Koefisien gesekan kinetis antara massa pertama dengan lantai adalah 0,1 , massa benda pertama
= 4 kg dan massa benda kedua 6 kg. Tentukan :
a) Percepatan gerak benda pertama
b) Percepatan gerak benda kedua

Pembahasan
a) Percepatan gerak benda pertama
Hubungan percepatan benda pertama dan benda kedua adalah :
a
1
=2a
2

atau
a
2
=
1
/
2
a
1


Tinjau benda pertama



F
x
= m
1
a
1

T f = 4 a
1

T
k
N = 4a
1

T (0,1)(4)(10) = 4 a
1

T = 4a
1
+ 4 Persamaan 1

Tinjau benda kedua



F
y
= m
2
a
2

W 2T = (6)(
1
/
2
a
1
)
60 2T = 3a
1
Persamaan 2

Gabung Persamaan 2 dan Persamaan 1
60 2T = 3 a
1

60 2(4a
1
+ 4) = 3a
1

60 8a
1
8 = 3a
1

52 = 11a
1

a
1
=
52
/
11
m/s
2


b) Percepatan gerak benda kedua
a
2
=
1
/
2
a
1

a
2
=
1
/
2
(
52
/
11
) =
26
/
11
m/s
2


Soal No. 15
Balok m bermassa 10 kg menempel pada dinding kasar dengan koefisien gesekan kinetis 0,1.
Balok mendapat gaya horizontal F
2
= 50 N dan gaya vertikal F
1
.



Tentukan besar gaya vertikal F
1
agar balok bergerak vertikal ke atas dengan percepatan 2 m/s
2
!

Pembahasan
Tinjauan gaya yang bekerja pada m :



F
x
= 0
N F
2
= 0
N 50 = 0
N = 50 Newton

F
y
= ma
F
1
W f = ma
F
1
mg
k
N = ma
F
1
(10)(10) (0,1)(50) = 10(2)
F
1
= 20 + 100 + 5 = 125 Newton

Soal Latihan

Soal Latihan No.1
Benda bermassa 4 kg diberi kecepatan awal 10 m/s dari ujung bawah bidang miring seperti
gambar.



Benda mengalami gaya gesek dari bidang sebesar 16 N dan sin =0,85. Benda berhenti setelah
menempuh jarak
(A) 3 m
(B) 4 m
(C) 5 m
(D) 6 m
(E) 8 m
(Sumber Soal : UM UGM 2009)

Soal Latihan No. 2
Lima buah benda (sebutlah balok), masing-masing bermassa 2 kg, 3 kg, 4 kg, 5 kg dan 6 kg,
dihubungkan dengan tali-tali tanpa massa (halus), lalu ditarik mendatar di atas lantai dengan
gaya sebesar 40 N seperti gambar di bawah.



Koefisien gesek antara masing-masing benda dan lantai 0,1, percepatan gravitasi 10 m/s
2
.
Tentukan besar tegangan tali penghubung benda :
a) 2 kg dan 3 kg
b) 4 kg dan 5 kg
(Sumber gambar : UM UGM 2008)
elearning.pelatihan-osn.com/riddar/fisika/gayagesek.pdf

Koefisien gesek

Rumus untuk koefisien gesek statik sering dinyatakan dengan:
= tan
Rumus tersebut merupakan rumus yang digunakan sebagai cara untuk mengukur koefisien gesek.
Apabila kita punya sebuah benda, misalnya buku, lalu kita ingin mengetahui berapa koefisien gesek
statik antara buku dengan permukaan dari kayu, maka cara mengetahuinya adalah dengan meletakkan
buku tersebut di atas permukaan kayu. Kemudian permukaan kayu itu kita miringkan (terhadap
horizontal) sedikit demi sedikit. Pada saat awal (sudut kemiringan kecil), buku tidak akanbergerak, tetapi
setelah terus dimiringkan, pada sudut kemiringan tertentu () buku akan mulai mulai bergerak, nah tan
inilah yang merupakan nilai .
Terlihat bahwa nilai sudut adalah spesial, tidak bisa divariasikan sembarangan, hanya terdapat satu
nilai untuk koefisien gesek statik antara bahan kayu dan kayu. Hal ini mengakibatkan bahwa rumus
diatas tidak bisa dipahami sebagai hubungan ketergantungan antara s terhadap . Rumus itu
memberitahu kita bagaimana cara mengukur .

Pada bidang miring, koefisien gesek statik diberikan oleh ekspresi : = tan , dimana adalah sudut
kemiringan. Secara matematis ini ekuivalen.
Koefesien gesek statik hanya tergantung pada jenis bahan-bahan yang bergesekan. Atau dalam bahasa
fisika, koefisien gesek statik merupakan karakteristik dua bahan yang bergesekan (misalnya, antara kayu
dengan kayu, dll).
Koefisien gesek statik adalah karakteristik internal dari kemulusan permukaan yg berkaitan, tidak
bergantung sama sekali dari berapasudut kemiringan yang kita berikan (faktor eksternal).
Ada beberapa jawaban yang kurang tepat dari faktor-faktor yang mempengaruhi koefisien gesek antara
lain:
1. kecepatan relatif
Jawaban ini kurang tepat karena untuk kelajuan sampai beberapa m/s, besarnya koefisien gesek kinetis
SAMA ATAU HAMPIR SAMA.

2. Gaya gesek maksimum tergantung pada luas permukaan bidang gesek
Jawaban ini salah karena selama kekasaran permukaan
batu bata adalah sama dan merata (homogen), maka besar gaya geseknya
sama. Kalau tidak percaya, kita bisa melakukan eksperimen, tapi dengan
syarat pastikan dulu bahwa kekasaranpermukaan
batu bata adalah sama dan merata (homogen), maka besar gaya geseknya
sama. Kalau tidak percaya, kita bisa melakukan eksperimen, tapi dengan
syarat pastikan dulu bahwa kekasaran permukaan batu bata tersebut sama dan
merata di kedua permukaan yang akan dihadapkan ke lantai. (ini yang agak susah)

3. Gaya normal, karena fgesek = Fnormal
tidak karena Ketika dikatakan bahwa f = N, Kebalikannya TIDAK berlaku. kita tidak bisa (dan tidak
boleh) mengekspresikan gaya normal sebagai N = f / , meskipun secara matematis keduanya ekuivalen.
Gaya normal tidak dipengaruhi oleh gesekan, melainkan MURNI BERASAL dari persentuhan benda
dengan bidang. disini adalah konstanta atau koefisien. Jadi gaya normal berasal atau timbul atau
bergantung dari adanya persentuhan benda dengan bidang (koefisien gesek), BUKAN sebaliknya.
(sumber : www.google.com)

1. Hukum I Newton
"Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula2 diam akan
tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan".

Rumus:


2. Hukum II Newton
Perceoatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar
gayanya dan berbanding terbalik dengan masa benda".

Rumus:
Keterangan:
F = Gaya (N)
M = Massa (Kg)
A = Percepatan (m/s
2
)

3. Hukum III Newton
"Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan
gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan".

Rumus:
Gaya Gesek :
Keterangan:
F
g
= Gaya gesek (N)
= Koefisien gesekan
N = Gaya normal (N)


Gaya berat
Rumus :
Keterangan:
w = Gaya berat (N)
m = Massa benda (Kg)
g = Gravitasi bumi (m/s
2
)


Berat sejenis
Rumus : atau
Keterangan:
n = Berat jenis (N/m
3
)
w = Berat benda (N)
V = Volume benda (m
3
)
= Massa jenis (kg/m
3
)

Source http://namakubeno.blogspot.com/2013/02/hukum-newton-1-2-3.html#ixzz3FvcMiRjW