Anda di halaman 1dari 14

1 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

RINGKASAN MATERI CHAPTER 16 PARTNERSHIP


PERSEKUTUAN
Pembentukan, Usaha Dan Pembagian Rugi/Laba


PENGANTAR
Persekutuan didefinisikan sebagai suatu kerjasama diantara dua orang atau (badan) atau
lebih untuk memiliki bersama-sama dan secara langsung menjalankan perusahaan dengan tujuan
mencari laba. Banyak pendapat mengenai istilah persekutuan. Ada yang mengistilahkan dengan
usaha bersama, persekutuan usaha, persekutuan firma, ada yang hanya firma saja tetapi pada
dasarnya istilah-istilah tersebut memiliki maksud yang sama.

Anggota-anggota dari persekutuan dapat berupa individu-individu, perusahaan-
perusahaan, atau badan-badan usaha yang lain. Bentuk persekutuan ini dapat digunakan secara
luas, sebab proses terjadinya yang sangat sederhana bisa dengan perjanjian secara lesan atau
tertulis diantara para anggotanya, tetapi yang sering terjadi pada umumnya menggunakan
perjanjian tertulis secara formal.

Isi perjanjian yang secara tertulis tersebut selain menyebutkan tentang nama persekutuan,
para anggota, tanggal pendirian, sifat serta bidang usaha juga menyebutkan hal-hal sebagai
berikut :
- Besarnya setoran awal/investasi oleh masing-masing anggota.
- Hak dan kewajiban anggota.
- Pembagian keunttungan maupun pembebanan kerugian.
- Asuransi jiwa atau aturan khusus jika salah seorang anggota ada yang meninggal.
- Penyelesaian perselisihan antar anggota, dll.


KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN
Secara khusus jika dibandingkan dengan bentuk badan usaha yang lain, maka
persekutuan akan mempunyai banyak perbedaan tertentu yang merupakan ciri-ciri dari
persekutuan, yaitu :
a. Mudah pembentukannya (Easy of formation), sebuah persekutuan dapat dibentuk hanya
dengan perjanjian lesan atau dengan perjanjian tertulis sehingga dalam hal-hal tertentu sudah
jelas sebagaimana yang tercantum dalam isi perjanjian persekutuan, misalnya mengenai
pembagian rugi/laba atau persengketaan.
b. Masing-masing sekutu (anggota dapat memiliki perusahaan unttuk melakukan aktifitas
(mutual agency), artinya bahwa setiap tindakan usaha (perdagangan) dari masing-masing
anggota adalah sama dengan tindakan persekutuan/perusahaan.
c. Umur yang terbatas (Limited life), artinya bahwa jika ada seorang anggota meninggal atau
mengundurkan diri maka persekutuan dinyatakan bubar atau telah berakhir keberadaannya.
Demikian juga jika tujuan persekutuan telah tercapai.
d. Tanggung-jawab yang tidak terbatas (unlimited liability), artinya tanggung-jawab terhadap
hutang persekutuan tidak terbatas pada jumlah yang diinvestasikan. Kekayaan pribadi
masing-masing anggota akan digunakan untuk melunasi hutang persekutuan jika kekayaan
persekutuan tidak memenuhinya.
2 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

e. Memiliki/bagian hak dari harta persekutuan dan pendapatan (Co-ownership of Partnership
Assets and Earnings), kekayaan milik persekutuan tidak diidentifikasikan untuk para
anggotanya. Tetapi yang dimiliki oleh anggota adalah mengenai hak dalam persekutuan jika
haknya dijual pada pihak lain atau pada saat pembubaran, demikian pula pada saat terjadi
rugi/laba dalam persekutuan.

JENIS-JENIS PERSEKUTUAN (PARTNERSHIP)
Dari jenis usahanya atau kegiatannya maka persekutuan dapat dikelompokkan ke dalam :
1. Persekutuan usaha yang bergerak di bidang memperoduksi barang.
2. Persekutuan usaha yang bergerak di bidang perdagangan.
3. Persekutuan usaha yang bergerak di bidang jasa.
Persekutuan dapat pula dibedakan ke dalam :
Persekutuan Umum (general partnership)
Persekutuan terbatas (limited partnership)
Joint Stock Companies.



Persekutuan umum (General partnership) adalah suatu persekutuan dimana semua sekutu
boleh bertindak secara umum atas nama perusahaan dimana masing-masing sekutu dapat
bertanmggungjawab akan kewajiban-kewajiban perusahaan. Sekutunya disebut sekuttu umum
(general partner).
Persekutuan terbatas (limited partnership) adalah persekutuan yang aktivitas anggotanya
dibatasi dan sebelumnya tenggung-jawabnya pun dibatasi sampai sejumlah tertentu, yang
mungkin sejumlah setoran modal yang ditanamkan.
J oint Stock Companies adalah bentuk persekutuan dimana struktur modalnya berupa saham-
saham yang dapat dipindah-tangankan. Joint Stock Companies disebut juga sebagai perusahaan
saham patungan.

PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN DAN PENCATATAN INVESTASI
Persekutuan dapat dibentuk dengan menggabungkan perusahaan perorangan yang telah
berdiri dengan masuknya seseorang dengan menyetorkan modalnya, dapat pula dengan
membentuk perusahaan yang sama sekali baru yang sebelumnya tidak ada.
Jika hal pertama tersebut yang dilakukan dalam pembentukan persekutuan maka
rekening-rekening dari badan usaha yang telah ada harus dinilai kembali sesuai kesepakatan
bersama antara masing-masing sekutu. Apabila buku-buku perusahaan perorangan yang akan
digunakan dalam persekutuan yang akan dibentuk maka pos-pos jurnal yang ada di perusahaan
perorangan tinggal melanjutkan untuk persekutuan yang baru tersebut. Tetapi jika membuka
pembukuan baru maka dibuat pos-pos jurnal baru sesuai dengan nilai/jumlah masing-masing pos
yang telah disepakati.


CONTOH :
Tuan Arman, Tuan Imron dan Tuan Edo bersepakat mendirikan persekutuan dengan nama
persekutuan ANTI RUGI. Tuan Arman telah menjalankan perusahaan perorangan dengan
neraca sebagai berikut :
3 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Tuan Arman
NERACA
Per 31 Desember 2003

Kas 4.000.000
Piutang dagang . 200.000
Persediaan barang dagangan 500.000
Aktiva lancar lain . 250.000
Aktiva tetap 40.000.000
Akv. Penyusutan ( 2.000.000)
38.000.000
42.950.000
Hutang lancar.. 180.000
Hutang jk.panjan.. 10.000.000


Modal, Tuan Arman 32.770.000

_________
42.950.000

Perjanjian yang disepakati oleh ketiga sekutu adalah sebagai berikut :
a. Tuan Imron menyetorkan uang kas Rp. 35.000.000 sedang Tuan Edo menyerahkan barang
dagangan dengan harga Rp. 32.000.000.
b. Tuan Arman mengambil seluruh uang kasnya yang ada di perusahaan.
c. Piutang dagang diperkirakan tidak dapat ditagih, cad.kerugian piutang 1%.
d. Persediaan barang dagangan Tuan Arman dinilai Rp. 800.000.
e. Aktiva tetap dinilai ganti sebesar Rp. 50.000.000 dan umurnya tetap.
Berdasarkan data diatas dapat dilakukan pencatatan dengan dua cara yaitu :
1. Melanjutkan pembukuan Tuan Arman.
2. Membuka atau membuat pembukuan baru.

JAWAB :
1. Melanjutkan pembukuan perusahaan Tuan Arman
(a) Mencatat hasil penilaian terhadap neraca Tuan Arman :
Aktiva tetap Rp. 10.000.000
Persediaan barang dagangan Rp. 300.000
Cadangan kerugian piutang Rp. 20.000
Akumulasi depresiasi Rp. 500.000
Modal Tuan Arman Rp. 5.780.000

Perhitungan :
- Mencatat kerugian piutang Rp. 20.000
- Mencatat besarnya nilai persediaan (800.000 500.000) = Rp. 300.000
- Tambahan nilai aktiva tetap (50.000.000 40.000.000) = Rp. 10.000.000
- Akumulasi depresiasi yang betul :
2.000.000 x Rp. 50.000.000 = Rp. 2.500.000
40.000.000
- Menurut buku = Rp. 2.000.000
Tambahan akk. depresiasi Rp. 500.000

(b) Mencatat pengambilan uang kas oleh Tuan Arman :
Modal Tuan Arman Rp. 4.000.000
Kas Rp. 4.000.000
4 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1


(c) Mencatat setoran kas oleh Tuan Imron :
Kas Rp. 35.000.000
Modal Tuan Imron Rp. 35.000.000

(d) Mencatat penyerahan persediaan barang dagangan oleh Tuan Edo :
Persediaan barang dagangan Rp. 32.000.000
Modal Tuan Edo Rp. 32.000.000

Sehingga setelah terbentuk persekutuan ANTI RUGI akan mempunyai neraca awal sebagai
berikut :
Persekutuan ANTI RUGI
NERACA
Per 1 Januari 2003

Kas 35.000.000
Piutang dagang .... 200.000
Cad. Kerugian piutang (20.000)
180.000
Pers. barang dagangan 32.800.000
Aktiva lancar lain 250.000
Aktiva tetap 50.000.000
Akv. Penyusutan(2.500.000)
47.500.000
115.730.000

Hutang lancar.. 180.000
Hutang jk.panjang..10.000.000


Modal, Tuan Arman 38.550.000
Modal Tuan Imron . 35.000.000
Modal Tuan Edo . 32.000.000

115.730.000

2. Membuat pembukuan baru.
(a) Mencatat aktiva bersih perusahaan Tuan Arman sebagai setoran modalnya :
Piutang dagang Rp. 200.000
Persediaan barang dagangan Rp. 800.000
Aktiva lancar lain Rp 250.000
Aktiva tetap Rp. 50.000.000
Hutang lancar Rp. 180.000
Hutang jangka panjang Rp.10.000.000
Cadangan kerugian piutang Rp. 20.000
Aktiva depresiasi Rp. 2.500.000
Modak Tuan Arman Rp.38.550.000

(b) Mencatat pengambilan uang kas oleh Tuan Arman :
Modal Tuan Arman Rp. 4.000.000
Kas Rp. 4.000.000
(c) Mencatat setoran kas oleh Tuan Imron :
Kas Rp. 35.000.000
Modal Tuan Imron Rp. 35.000.000

5 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Sehingga neraca awalnya akan tampak persis jika melanjutkan pembukuan perusahaan Tuan
Arman.

MASALAH AKUNTANSI DI DALAM KEGIATAN (USAHA) PERSEKUTUAN

Sebagaimana layaknya perusahaan yang bertujuan memperoleh laba atau profit-oriented
businesses maka masalah akuntansi yang timbul dalam penyelenggaraan persekutuan tidak
banyak berbeda dengan badan usaha pada umumnya.
Masalah akuntansi yang spesifik dalam persekutuan antara lain :
A. penentuan jumlah pemilikan relatif dari para anggota.
B. Pembagian rugi/laba.
C. Penyajian laporan keuangan.

A. PENENTUAN JUMLAH PEMILIKAN RELATIF DARI PARA ANGGOTA.
Sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim maka dalam penyelenggaraan persekutuan
harus jelas perbedaan antara setoran modal dengan piutang pada persekutuan atau sebaliknya
pengambilan prive dengan hutang pada persekutuan. Dengan demikian dalam laporan
keuangan tidak terjadi penyimpangan yang materiil yang tidak sesuai dengan prinsip
akuntansi yang lazim tersebut.

B. PEMBAGIAN RUGI/LABA.
Pembagian rugi/laba di dalam persekutuan biasanya menggunakan salah satu dari
berbagai cara di bawah ini. Biasanya di dalam perjanjian sudah disebutkan mengenai
pembagian rugi/laba untuk masing-masing sekutu. Tetapi jika tidak disebutkan dalam
perjanjian maka akan digunakan adalah dengan membagi sama rugi/laba tersebut kepada
masing-masing sekutu.

Cara Pembagian Rugi/Laba :
1. Dibagi sama.
2. Dibagi berdasar perbandingan sesuai dengan perjanjian.
3. Dibagi berdasarkan perbandingan modal
a. Sesuai perbandingan modal awal.
b. Sesuai perbandingan modal akhir.
4. Mula-mula diperhitungkan bunga modal, sisanya dibagi sesuai perjanjian (1, 2, atau 3 di
atas).
5. Mula-mula diperhitungkan gaji kepada pemilik dan bonus kepada anggota tertentu
(mungkin yang aktif/berprestasi), sisanya dibagi sesuai perjanjian (1, 2, atau 3 di atas).
6. Mula-mula diperhitungkan bunga modal, gaji sebagai pemilik, bonus untuk anggota
tertentu, sisanya dibagi sesuai perjanjian.



CONTOH UNTUK SETIAP CARA DI ATAS :
Misalkan Tuan Amir, Tuan Bondan dan Ny. Cony bersepakat untuk membuat persekutuan
dengan nama persekutuan ABC. Berikut ini adalah setoran modal Tuan Amir, Tuan
Bondan dan Ny. Cony selama 1 tahun.
6 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Tuan Amir Tuan Bondan Ny. Cony
1 Januari 2002
2 Apri 2002
5 Oktober 2002
6 Nopem 2002
300.000
-
200.000
-
400.000
100.000
-
200.000
500.000
100.000
200.000
-

Selama tahun 2002 persekutuan tersebut memperoleh laba sebesar Rp. 500.000 yang akan
dibagi dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1) Dibagi sama
2) Dibagi dengan perbandingan 1 : 2 : 2
3) Dibagi sesuai dengan perbandingan
a. modal awal
b. modal akhir
c. modal rata-rata
4) Mula-mula diperhitungkan terlebih dahulu bunga modal sebesar 6% per tahun, sisanya
dibagi sesuai dengan perbandingan modal awal.
5) Mula-mula diperhitungkan gaji pemilik/sekutu Amir memperoleh gaji Rp. 20.000 per
bulan, sedangkan Bondan memperoleh gaji Rp. 10.000 per bulan tetapi Ny. Cony hanya
mendapat bonus sebesar 25% dari rugi-laba setelah dikurangi bonus untuknya. Sisanya
dibagi sesuai dengan perbandingan modal akhir.
6) Mula-mula diperhitungkan bunga modal 6% per tahun. Kemudian pada Amir dan Bondan
diberi gaji masing-masing Rp. 10.000 per bulan, sedangkan Ny. Cony memperoleh bonus
10% dari rugi-laba setelah dikurangi gaji untuk Amir dan Bondan. Sisanya dibagi sesuai
dengan perbandingan modal rata-rata.

PENYELESAIAN :
1. RUGI-LABA DIBAGI SAMA
Perhitungan pembagian R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
1/3 x Rp. 500.000 = Rp. 166.666,67
Jadi masing-masing sekutu memperoleh pembagian laba sebesar Rp. 166.666,67 yang akan
dikreditkan ke modal masing-masing.
Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 166.666,67
Modal Bondan Rp. 166.666,67
Modal Ny. Cony Rp. 166.666,67



2. RUGI-LABA DIBAGI DENGAN PERBANDINGAN 1 : 2 : 2
Perhitungan pembagian R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Sekutu Amir = 1/5 x Rp. 500.000 = Rp. 100.000
Sekutu Bondan = 2/5 x Rp. 500.000 = Rp. 200.000
Sekutu Ny. Cony = 2/5 x Rp. 500.000 = Rp. 200.000


7 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 100.000
Modal Bondan Rp. 200.000
Modal Ny. Cony Rp. 200.000


3a. R/L DIBAGI SESUAI DENGAN PERBANDINGAN MODAL AWAL
Perhitungan pembagian R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Jumlah keseluruhan modal = Rp. 300.000 + Rp.400.000 + Rp.500.000
= Rp. 1.200.000
Jadi masing-masing sekutu akan memperoleh pembagian R/L sebagai berikut :
Sekutu Amir = 3/12 x Rp. 500.000 = Rp. 125.000
Sekutu Bondan = 4/12 x Rp. 500.000 = Rp. 166.666,67
Sekutu Ny. Cony = 5/12 x Rp. 500.000 = Rp. 208.333,33
Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 125.000
Modal Bondan Rp. 166.666,67
Modal Ny. Cony Rp. 208.333,33

3b. R/L DIBAGI SESUAI DENGAN PERBANDINGAN MODAL AKHIR
Perhitungan pembagian R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Jumlah keseluruhan modal = Rp. 500.000 + Rp. 700.000 + Rp. 800.000
= Rp. 2.000.000
Jadi masing-masing sekutu akan memperoleh pembagian R/L sebagai berikut :
Sekutu Amir = 5/20 x Rp. 500.000 = Rp. 125.000
Sekutu Bondan = 7/20 x Rp. 500.000 = Rp. 175.000
Sekutu Ny. Cony = 8/20 x Rp. 500.000 = Rp. 200.000
Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 125.000
Modal Bondan Rp. 175.000
Modal Ny. Cony Rp. 200.000

3c. R/L DIBAGI SESUAI DENGAN PERBANDINGAN MODAL RATA-RATA
Perhitungan modal rata-rata :
Nama
sekutu
Tgl. setoran Jumlah setoran Lama setoran Jumlah modal
Amir


1 Januari
5 Oktober

Rp. 300.000
Rp. 200.000

12 bulan
3 bulan

3.600.000
600.000
4.200.000
Bondan 1 Januari
2 April
6 Nopember
Rp. 400.000
Rp. 100.000
Rp. 200.000
12 bulan
9 bulan
2 bulan
4.800.000
900.000
400.000
6.100.000
8 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Ny. Cony 1 Januari
2 April
5 Oktober
Rp. 500.000
Rp. 100.000
Rp. 200.000
12 bulan
9 bulan
3 bulan
6.000.000
900.000
600.000
7.500.000
Jumlah 17.800.000

Jadi masing-masing sekutu akan memperoleh pembagian R/L sebagai berikut :
4.200.000
Sekutu Amir = ----------------- x Rp. 500.000 = Rp. 117.977,50
17.800.000

6.100.000
Sekutu Bondan = ----------------- x Rp. 500.000 = Rp. 171.348,30
17.800.000

7.500.000
Sekutu Ny. Cony = ----------------- x Rp. 500.000 = Rp. 210.674,20
17.800.000 ____________
= Rp. 500.000

Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :

Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 117.977,50
Modal Bondan Rp. 171.348,30
Modal Ny. Cony Rp. 210.674,20


4. MULA-MULA DIPERHITUNGKAN TERLEBIH DAHULU BUNGA MODAL
SEBESAR 6% PER TAHUN, SISANYA DIBAGI SESUAI DENGAN
PERBANDINGAN MODAL AWAL.

Jika permasalahan pembagian R/L seperti tersebut maka terlebih dahulu dihitung bunga
modalnya baru kemudian dihitung sisanya sesuai dengan permasalahannya.


Perhitungan Bunga Modal :
Bunga modal dapat dihitung dengan 2 cara, yaitu :
CARA PERTAMA :
Yaitu dengan cara mengalikan jumlah setoran modal terhadap lamanya modal tersebut
mengendap di perusahaan (dalam bulan) dibagi dengan 12 (1 tahun = 12 bulan) kemudian
dikalikan dengan tingkat bunga.

Bunga modal Amir = Rp. 300.000 x 12/12 x 0,06 = Rp. 18.000
Rp. 200.000 x 3/12 x 0,06 = Rp. 3.000
Rp. 21.000
9 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1


Bunga modal Bondan = Rp. 400.000 x 12/12 x 0,06 = Rp.24.000
Rp. 100.000 x 9/12 x 0,06 = Rp. 4.500
Rp. 200.000 x 2/12 x 0,06 = Rp. 2.000
Rp.30.500

Bunga modal Ny. Cony = Rp. 500.000 x 12/12 x 0,06 = Rp.30.000
Rp. 100.000 x 9/12 x 0,06 = Rp. 4.500
Rp. 200.000 x 3/12 x 0,06 = Rp. 3.000
Rp.37.500
CARA KEDUA :
Yaitu dengan cara membagi jumlah modal rata-rata dengan 12 kemudian dikalikan dengan
tingkat bunga :
4.200.000
Sekutu Amir = ----------------- x 0,06 = Rp.21.000
12

6.100.000
Sekutu Bondan = ----------------- x 0,06 = Rp. 30.500
12



7.500.000
Sekutu Ny. Cony = ----------------- x 0,06 = Rp. 37.500
12

Sedangkan sisanya dihitung dengan perbandingan modal awal akan diperoleh hasil sebagai
berikut :
Jumlah R/L = Rp. 500.000
Untuk membayar bunga modal = Rp. 89.000
Sisa R/L yang masih harus dibagi = Rp. 411.000
Perhitungan pembagian sisa R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
300.000
Sekutu Amir = ----------------- x 411.000 = Rp. 102.750
1.200.000

400.000
Sekutu Bondan = ----------------- x 411.000 = Rp. 137.000
1.200.000

500.000
Sekutu Ny. Cony = ----------------- x 411.000 = Rp. 171.250
1.200.000


10 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Jadi perhitungan pembagian R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Amir Bondan Ny. Cony Jumlah
Bunga modal
Sisa 3 : 4 : 5

21.000
102.750
123.750
30.500
137.000
167.500
37.500
171.250
208.750
89.000
411.000
500.000

Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 123.750
Modal Bondan Rp. 167.500
Modal Ny. Cony Rp. 208.750

5. MULA-MULA DIPERHITUNGKAN GAJI PEMILIK/SEKUTU AMIR MEMPEROLEH
GAJI RP. 20.000 PER BULAN, SEDANGKAN BONDAN MEMPEROLEH GAJI RP.
10.000 PER BULAN TETAPI NY. CONY HANYA MENDAPAT BONUS SEBESAR
25% DARI RUGI-LABA SETELAH DIKURANGI BONUS UNTUKNYA. SISANYA
DIBAGI SESUAI DENGAN PERBANDINGAN MODAL AKHIR.

Jika permasalahan pembagian rugi-laba seperti tersebut maka terlebih dahulu dihitung gaji
yang diberikan kepada sekutu kemudian dihitung bonus kepada sekutu tertentu baru sisanya
dibagi sesuai dengan permasalahannya.

Perhitungan Gaji Untuk Pemilik
Gaji kepada Amir = 12 x Rp. 20.000 = Rp. 240.000
Gaji kepada Bondan = 12 x Rp. 10.000 = Rp. 120.000
Rp. 360.000
Perhitungan Bonus :
Bonus diberikan kepada sekutu Bondan sebesar 25% dari R/L setelah dikurangi bonus
untuknya.
Jadi bonus untuk Bondan = 25% x (R/L Bonus)
B = 0,25 R/L 0,25B
B + 0,25 B = 0,25 x Rp. 500.000
1,25 B = Rp. 125.000
B = Rp. 125.000 : 1,25
B = Rp. 100.000
Sedangkan sisanya dihitung dengan perbandingan modal akhir akan diperoleh hasil sebagai
berikut :
Jumlah R/L = Rp. 500.000
Untuk membayar gaji = Rp. 360.000
Unttuk membayar bonus = Rp. 100.000 Rp. 460.000
Sisa R/L yang masih harus dibagi = Rp. 40.000
Perhitungan pembagian sisa R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :

500.000
Sekutu Amir = ----------------- x 40.000 = Rp. 10.000
2.000.000
11 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1


700.000
Sekutu Bondan = ----------------- x 40.000 = Rp. 14.000
2.000.000

800.000
Sekutu Ny. Cony = ----------------- x 40.000 = Rp. 16.000
2.000.000


Jadi perhitungan pembagian R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Amir Bondan Ny. Cony Jumlah
Gaji
Bonus
Sisa 5 : 7 : 8

240.000
-
10.000
250.000
120.000
-
14.000
134.000
-
100.000
16.000
116.000
360.000
100.000
40.000
500.000

Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 250.000
Modal Bondan Rp. 134.000
Modal Ny. Cony Rp. 116.000

6. MULA-MULA DIPERHITUNGKAN BUNGA MODAL 6% PER TAHUN. KEMUDIAN
PADA AMIR DAN BONDAN DIBERI GAJI MASING-MASING RP. 10.000 PER
BULAN, SEDANGKAN NY. CONY MEMPEROLEH BONUS 10% DARI RUGI-LABA
SETELAH DIKURANGI GAJI UNTUK AMIR DAN BONDAN. SISANYA DIBAGI
SESUAI DENGAN PERBANDINGAN MODAL RATA-RATA.

Jika permasalahan pembagian R/L seperti tersebut maka terlebih dahulu dihitung bunga
modal, gaji yang diberikan kepada sekutu kemudian dihitung bonus kepada sekutu tertentu
baru sisanya dibagi sesuai dengan permasalahannya.

Perhitungan Bunga Modal
Perhitungan sama seperti penyelesaian pada contoh soal no. 4 di atas.
Perhitungan Gaji untuk Pemilik
Gaji kepada Amir = 12 x Rp. 10.000 = Rp. 120.000
Gaji kepada Bondan = 12 x Rp. 10.000 = Rp. 120.000
Rp. 240.000
Perhitungan Bonus :
Bonus diberikan kepada sekutu Ny. Cony sebesar 10% dari R/L setelah dikurangi gaji untuk
Amir dan Bondan.
Jadi bonus untuk Ny. Cony = 10% x (R/L gaji Amir & Bondan)
= 0,1 x (Rp. 500.000 Rp.240.000)
= 0,1 x Rp. 260.000
= Rp. 26.000
12 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Sedangkan sisanya dihitung dengan perbandingan modal akhir akan diperoleh hasil sebagai
berikut :
Jumlah R/L = Rp. 500.000
Untuk membayar bunga modal = Rp. 89.000
Untuk membayar gaji = Rp. 240.000
Unttuk membayar bonus = Rp. 26.000 Rp. 355.000
Sisa R/L yang masih harus dibagi = Rp. 145.000
Perhitungan pembagian sisa R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
4.100.000
Sekutu Amir = ----------------- x 145.000 = Rp. 33.398,88
1.780.000


6.100.000
Sekutu Bondan = ----------------- x 145.000 = Rp. 49.691,01
1.780.000

7.500.000
Sekutu Ny. Cony = ----------------- x 145.000 = Rp. 61.095,51
1.780.000 _____________
= Rp.145.000



Jadi perhitungan pembagian R/L untuk masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Amir Bondan Ny. Cony Jumlah
Bunga modal
Gaji
Bonus
Sisa R/L

21.000
120.000
-
33.398,88
174.398,88
30.500
120.000
-
49.691,01
200.191,01
37.500
-
26.000
61.095,51
124.595,51
89.000
240.000
26.000
145.000
500.000

Sehingga jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut :
Rugi-laba Rp. 500.000
Modal Amir Rp. 174.398,88
Modal Bondan Rp. 200.191,01
Modal Ny. Cony Rp. 124.595,51


C. PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN.
Seperti pada badan usaha yang lain, dalam persekutuan laporan keuangan yang biasanya
disusun yaitu : neraca dan laporan R/L ditambah dengan laporan perubahan modal.
Contoh-contoh penyajian laporan keuangan dapat dilihat pada tabel berikut ini :



13 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Contoh Laporan Rugi-Laba
Persekutuan A & B
Laporan Rugi/ Laba
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2002

Penjualan Rp. 300.000
Harga pokok penjualan Rp. 180.000
Laba kotor penjualan Rp. 120.000
Biaya operasi Rp. 90.000
Laba bersih Rp. 30.000
=========
Pembagian rugi/laba :
Sekutu A (termasuk bonus Rp. 6.000) Rp. 18.000
Sekutu B Rp. 12.000
Total Rp. 30.000
=========



Contoh Laporan Perubahan Modal

Persekutuan A & B
Perubahan Modal
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2002

A B Jumlah
Saldo per 1 Januari
Laba tahun 2002

Pengambilan prive
Saldo per 31 Desember
40.000
18.000
58.000
2.000
56.000
80.000
12.000
92.000
1.000
91.000
120.000
30.000
150.000
3.000
147.000













14 Chapter 16: PARTNERSHIP| Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Contoh Neraca Persekutuan

Persekutuan A & B
Neraca
Per 31 Desember 2002

Aktiva lancar 45.000
Aktiva lain-lain 155.000




_______
200.000
Hutang lancar 20.000
Hutang jangka panjang 33.000
Total hutang 53.000
Modal sekutu :
Sekutu A 56.000
Sekutu B 91.000
147.000
Total hutang & modal 200.000


=======================