Anda di halaman 1dari 135

LAPORAN PENELITIAN

KAJIAN PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAKYATAN


KERJASAMA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
KOTA BANJARMASIN
DENGAN
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas
segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Tim Peneliti mampu
merampungkan seluruh rangkaian kegiatan penelitian yang diwujudkan
dalam bentuk Laporan Akhir.
Terwujudnya penelitian ini tidak terlepas dari dukungan penuh
Pemerintah aerah !ota "anjarmasin terutama "adan Peren#anaan
Pembangunan aerah !ota "anjarmasin, demikian pula halnya dengan
Lembaga Penelitian $ni%ersitas Lambung &angkurat, 'nstansi inas
terkait di !ota "anjarmasin termasuk (amat "anjarmasin $tara, para
Lurah dan seluruh masyarakat !ota "anjarmasin yang ada di wilayah
"anjarmasin $tara, khususnya para pelaku usaha $&!& yang se#ara
keseluruhan telah memberikan dukungan positi) dalam pelaksanaan
kegiatan penelitian ini.
"erkenan dengan hal tersebut di atas, maka pada kesempatan
ini mengu#apkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada "apak
Walikota dan "apak Wakil Walikota !ota "anjarmasin, demikian pula
"apak !epala "appeda !ota "anjarmasin beserta seluruh jajarannya dan
juga kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya baik se#ara
langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan penelitian ini.
Semoga seluruh bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada kami
mendapatkan limpahan pahala dari Allah SWT, Amin *a +abbal Alamin.
Sekali lagi kami sampaikan u#apan terima kasih kepada
Pemerintah !ota "anjarmasin melalui !epala "adan Peren#anaan
Pembangunan aerah !ota "anjarmasin dan !etua Lembaga Penelitian
$ni%ersitas Lambung &angkurat, yang telah memberikan keper#ayaan
penuh kepada Tim Peneliti untuk melaksanakan kegiatan penelitian ini.
Selanjutnya Tim peneliti menyadari sepenuhnya bahwa kami
sebagai manusia biasa tentu saja tidak terlepas dari berbagai kekurangan
dan kehilapan dalam melaksanakan proses penelitian ini, untuk itu pada
kesempatan ini pula, kami sepatutnya menyampaikan permohonan maa)
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak.
Se#ara khusus kami sampaikan pula bahwa Tim Peneliti merasa
puas atas selesainya kegiatan penelitian ini, terutama dengan apresiasi
yang sangat baik dari Pemerintah !ota "anjarmasin pada saat
pelaksanaan seminar proposal maupun seminar akhir hasil penelitian
yang dipimpin langsung oleh "apak !epala "appeda !ota "anjarmasin.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati kami segenap Tim
Peneliti dari Lembaga Penelitian $ni%ersitas Lambung &angkurat
"anjarmasin, menaruh harapan besar agar kiranya hasil penelitian ini
dapat berman)aat bagi Pemerintah !ota "anjarmasin dalam pengambilan
keputusan untuk kebijakan pembangunan terutama dalam
Pengembangan 'ndustri !erakyatan di !ota "anjarmasin.
"anjarmasin, esember ,-.,
!etua Tim Peneliti,
Irwansya! S"S#s! M"S$
NIP% 1&'10(20 1&&&0) 1 001
DA*TAR ISI
Ha+a,an
/alaman 0udul
/alaman Pengesahan
!ata Pengantar
a)tar 'si
a)tar Tabel
a)tar 1ambar
a)tar Lampiran
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar "elakang
". +umusan &asalah
(. Tujuan Penelitian
. &an)aat Penelitian
BAB II TINJAUAN TEORITIS
A. Permasalahan Pembangunan
". Pengertian !awasan Strategis
(. Pemberdayaan &asyarakat
. Pengembangan 2konomi &asyarakat *ang
!onser%ati)
2. Pengembangan 2konomi &asyarakat *ang +adikal
3. Pemberdayaan 2konomi &asyarakat Alalak "erbasis
!eari)an Lokal
1. .Peningkatan PA dan Pembangunan aerah
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN
A. esain Penelitian
". Lokasi dan Waktu Penelitian
(. Populasi dan Sampel Penelitian
. 0enis dan Sumber ata
2. Teknik Pengumpulan ata
3. &etode Analisis ata
1. Prosedur Penelitian
/. Tim Peneliti
BAB V HASIL PENELITIAN
A. 1ambaran $mum aerah Penelitian
". !arakteristik +esponden Penelitian
(. Analisis !ondisi Sosial 2konomi &asyarakat
di Wilayah Alalak dan Sekitarnya
. Analisis Potensi dan !ompetensi &asyarakat Alalak dan
Sekitarnya $ntuk &enjalankan $saha
2. Analisis Peran Lembaga 2konomi &asyarakat Alalak
dan Sekitarnya
3. Analisis Capital Social &asyarakat Alalak dan
Sekitarnya
1. eskripsi !ondisi Sosial dan 'n)rastruktur Wilayah
Alalak dan Sekitarnya
/. Analisis 2)ekti%itas Pemberdayaan 2konomi
'. 1ambaran !ondisi $saha Pengolahan !ayu *ang
ijalankan Saat 'ni Pada &asyarakat Alalak dan
Sekitarnya
0. Analisis Peluang $saha Potensial di Wilayah Alalak dan
Sekitarnya
BAB VI KESIMPULAN! SARAN! DAN REKOMENDASI
KEBIJAKAN
A. !simpulan ..4
". Saran .,-
A3TA+ P$STA!A
LA&P'+AN-LA&P'+AN
DA*TAR TABEL
Ha+a,an
Tabel ... !e#amatan "anjarmasin $tara alam Angka
Tabel 5.. Sampel Penelitian
Tabel 6.. istribusi +esponden "erdasarkan 0enis !elamin
$mur dan Status Perkawinan
Tabel 6., istribusi +esponden "erdasarkan pekerjaan
Tabel 6.7 istribusi +esponden "erdasarkan Tanggungan
!eluarga
Tabel 6.5 istribusi +esponden "erdasarkan Pendidikan
Tabel 6.6 istribusi Pendidikan Anak ., Tahun ke atas Pada
Wilayah Alalak dan Sekitarnya
Tabel 6.8 istribusi 0umlah Anak alam !eluarga &asyarakat
Alalak dan Sekitarnya "erdasarkan $sia
Tabel 6.9 $saha *ang Telah ijalankan &asyarakat Alalak dan
Sekitarnya
Tabel 6.: Lamanya &enjalankan $saha "agi &asyarakat Alalak
dan sekitarnya
Tabel 6.4 +ata-rata Pendapatan $saha &asyarakat Alalak dan
Sekitarnya
Tabel 6..- !eterlibatan Tenaga !erja alam &enjalankan $saha
Tabel 6... istribusi +ata-rata Pendapatan !eluarga Per "ulan
&asyarakat Alalak dan Sekitarnya
Tabel 6.., istribusi +ata-rata Pendapatan !eluarga Lainnya
Per "ulan &asyarakat Alalak dan Sekitarnya
Tabel 6..7 istribusi +ata-rata Pengeluaran !eluarga Per "ulan
&asyarakat Alalak dan Sekitarnya
Tabel 6..5 Status Tempat Tinggal, Sumber !ebutuhan Air "ersih,
!elengkapan Sarana &(! dan Sarana Penerangan
Tabel 6..6 istribusi "antuan Lembaga 2konomi *ang iterima
Tabel 6..8 "esarnya "antuan Permodalan *ang iterima
+esponden
Tabel 6..9 Sumber Permodalan +esponden
Tabel 6..: 3rekuensi !egiatan 1otong +oyong &asyarakat
Alalak dan Sekitarnya
Tabel 6..4 Akti%itas !egiatan 1otong +oyong &asyarakat Alalak
Tabel 6.,- Sikap !eterbukaan &asyarakat Terhadap Pendatang
Tabel 6.,. !ondisi &odal Sosial &asyarakat Alalak dan
Sekitarnya
Tabel 6.,, !ondisi ukungan 'n)rastruktur &asyarakat Alalak
dan Sekitarnya
Tabel 6.,7 !eberadaan Program Pemberdayaan &asyarakat
Lokal ari Pemerintah aerah
Tabel 6.,5 !etepatan Program Pemberdayaan &asyarakat
Tabel 6.,6 Sumber "ahan "aku
Tabel 6.,8 Pemenuhan !ebutuhan /idup
Tabel 6.,9 !eterlibatan &asyarakat alam Peren#anaan
Tabel 6.,: !eterlibatan &asyarakat alam kegiatan
Pembangunan
Tabel 6.,4 !eterlibatan &asyarakat alam Peren#anaan
Pembangunan
Tabel 6.7- Proses Pendampingan *ang "erkelanjutan
Tabel 6.7. !eberlanjutan $saha *ang &endapatkan "antuan
Tabel 6.7, Analisis !elayakan $saha Pengolahan !ayu
Tabel 6.77 &atriks !omparati) Potensi dan Pre)erensi
&asyarakat Wilayah Alalak dan Sekitarnya Terhadap
Potensi Sektor 2konominya
Tabel 6.75 Potensi Pariwisata Pada Wilayah Alalak dan
Sekitanrnya &enurut +esponden
Tabel 6.76 /ambatan Pengembangan Potensi 2konomi Pada
Wilayah Alalak dan Sekitarnya &enurut +esponden
Tabel 6.78 $sulan $saha Pengembangan Potensi 2konomi
Pada Wilayah Alalak dan Sekitarnya &enurut
+esponden
DA*TAR GAMBAR
Ha+a,an
1ambar 7.. !erangka Analisis Penelitian
1ambar 6.. Peta Administrasi !ota "anjarmasin
1ambar 6., Peta "anjarmasin $tara
1ambar 6.7 Lokasi Penelitian
1ambar 6.5 Peta Sebaran Pasar Tradisonal Pada Wilayah Alalak
dan Sekitarnya
1ambar 6.6 Peta Sebaran 'ndustri !ue !has "anjar ;!ue !ering<
Pada Lokasi Penelitian
1ambar 6.8 Peta Sebaran 'ndustri !erupuk Pada Lokasi
Penelitian
1ambar 6.9 Peta Sebaran 'ndustri Tajau Pada Lokasi Penelitian
1ambar 6.: Peta Sebaran 'ndustri Tanggui Pada Lokasi Penelitian
1ambar 6.4 Peta Sebaran 'ndustri Tikar Purun Pada Lokasi
Penelitian
1ambar 6..- Peta Pariwisata Pasar Terapung
1ambar 6... Peta Pariwisata &akam Sultan Suriansyah
1ambar 6.., Peta Pariwisata &asjid Sultan Suriansyah
1ambar 6..7 Peta Sebaran 'ndustri ok !apal Pada Lokasi
Penelitian

BAB I
PENDAHULUAN
A" LATAR BELAKANG
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu men#erminkan
distribusi pendapatan yang adil dan merata. /al ini dikarenakan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini hanya dapat dinikmati oleh
sekelompok ke#il masyarakat, seperti masyarakat perkotaan,
sedangkan masyarakat pedesaan atau pinggiran mendapat porsi yang
lebih ke#il dan tertinggal. !esenjangan pendapatan ini semakin
diperburuk karena adanya kesenjangan pembangunan antar sektor,
terutama pada sektor pertanian ;basis ekonomi pedesaan< dan non
pertanian ;ekonomi perkotaan<.
!etidakberdayaan masyarakat pedesaaan salah satunya akibat
kebijakan yang mismatch pada masa lalu, yaitu kebijakan yang
melupakan sektor pertanian sebagai dasar keunggulan komparati)
maupun kompetiti). Pada hakikatnya pemberdayaan ekonomi
masyarakat pedesaaan bukan hanya berman)aat bagi masyarakat
pedesaan itu sendiri, tetapi juga dapat membangun kekuatan ekonomi
'ndonesia se#ara umum berdasarkan pada keunggulan komparati) dan
kompetiti) yang dimiliki.
Titik berat pembangunan jangka panjang adalah pembangunan
bidang ekonomi dengan sasaran utama men#apai keseimbangan
antara bidang pertanian dengan industri. $ntuk men#apai ini
diperlukan kekuatan dan kemampuan sektor pertanian guna
menunjang pertumbuhan di sektor industri yang kuat dan maju. !ondisi
tersebut dapat dilihat dari arah pembangunan oleh pemerintah, yakni
membangun sektor pertanian yang tangguh. /al tersebut sangat
beralasan karena lebih dari 9-= penduduk di pedesaan bergantung
pada sumber pendapatan dari pertanian.
Program pembangunan jangka panjang memuat landasan
pembangunan dengan kebijaksanaan ekonomi yang diarahkan kepada
dua sektor kun#i, yaitu sektor pertanian dan sektor industri dengan
memperhatikan keterkaitan dengan sektor lain. Se#ara spesi)ik arah
kebijaksanaan pembangunan untuk daerah pedesaan masih
menitikberatkan pada sektor kun#i. Arah pembangunan tersebut
adalah untuk mema#u laju pertumbuhan ekonomi regional serta
meningkatkan kontribusi dalam pembentukan P+" di daerah.
P+" !ota "anjarmasin menurut lapangan usaha atas dasar
harga berlaku pada tahun ,-.. men#apai ..,, trilliun rupiah dan atas
dasar harga konstan dengan tahun dasar ,--- men#apai 6,7 trilliun
rupiah. !ontribusi P+" selama tahun ,-.. terbanyak disumbangkan
oleh sektor pengangkutan dan komunikasi yang men#apai ,7,,4=.
Sektor perdagangan, restoran dan hotel memberikan kontribusi kedua
terbesar yaitu ,-,86=, dan merupakan sektor yang mengalami
pertumbuhan tertinggi pada tahun ,-.. yang men#apai .-,7,= ;!ota
"anjarmasin alam Angka, ,-.,<.
Pembangunan daerah sangat ditentukan oleh potensi yang
dimiliki oleh suatu daerah, maka kebijaksanaan yang dibuat oleh
pemerintah daerah harus menga#u kepada potensi daerah yang
berpeluang untuk dikembangkan, khususnya sektor pertanian. Pada
umumnya setiap daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan
sebagai pema#u pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi yang
dimaksud sebagian besar berada di daerah pedesaan. Potensi
tersebut antara lain .< pengembangan tanaman hortikultura> ,<
pengembangan tanaman perkebunan> 7< pengembangan usaha
perikanan> 5< pengembangan usaha peternakan> 6< pengembangan
usaha pertambangan> 8< pengembangan sektor industri> dan 9< potensi
kepariwisataan.
Perjalanan sejarah manusia dari yang sangat primiti) sampai
pada perkembangan yang sangat modern sekarang ini tidak pernah
lepas dari ketergantungannya pada sumber daya alam.
!etergantungan ini telah menghasilkan berbagai model
pengembangan sumber daya alam yang tujuan utamanya adalah
untuk menjaga kelestariannya. &odel pengelolaan sumber daya alam
tersebut sangat tergantung pada karakteristik sumber daya alam,
karakteristik wilayah, dan karakteristik sosial ekonomi masyarakatnya.
;'rwansyah dan &aya, ,-.,<
"anjarmasin $tara sebagai salah satu ke#amatan dari lima
ke#amatan yang ada di kota "anjarmasin mempunyai potensi industri
kerakyatan yang dapat dikembangkan. !e#amatan "anjarmasin $tara
terdiri dari 4 kelurahan, berikut data mengenai !e#amatan
"anjarmasinl $tara?
Ta-.+ 1"1
K./a,a0an Ban1ar,as$n U0ara Da+a, An23a
Na,a K.+4raan P.n54543
La3$6La3$
7Oran28
P.n54543
P.r.,94an
7Oran28
J4,+a
R4,a
Tan22a
J4,+a
P.n54543
!uin $tara 6.78: 6..:: ,.9:8 .-.668
Pangeran 5.49- 6.4:8 7.-95 .-.468
Sungai &iai :.,69 :.959 6.8:8 .9.--5
Antasan !e#il Timur 5.949 5.995 ,.547 4.69.
Surgi &u)ti 9.448 :.,6. 5.,84 .8.,59
Sungai 0ingah 8.-,8 8.-67 7.,-6 .,.-94
Alalak $tara .-.69: .-.5:, 6.8,5 ,..-8-
Alalak Selatan 8.-,7 6.:79 7...6 ...:8-
Alalak Tengah 5.594 5.7.: ,.5,4 :.949
Sungai Andai 4.::8 4.549 6.778 .4.7:7
J4,+a 8:.7:- 84..77 7:.-.9 .79.6.7
S4,-.r% K./a,a0an Ban1ar,as$n U0ara Da+a, An23a! 2012
!e#amatan "anjarmasin $tara terdiri dari .- ;sepuluh<
kelurahan. Alalak adalah satu wilayah di "anjarmasin tepatnya di
!e#amatan "anjarmasin $tara yang dulunya merupakan bagian dari
!elurahan Alalak "esar ;Alalak Padang< yang telah dipe#ah menjadi 7
kelurahan, yaitu !elurahan Alalak $tara, Alalak Tengah dan Alalak
Selatan berdasarkan Surat !eputusan &enteri alam Negeri Nomor?
.5-@6-, tanggal ,, September .4:- tentang penetapan desa menjadi
kelurahan. Wilayah Alalak "esar merupakan salah satu permukiman
tertua di "anjarmasin. Nama kawasan ini sudah ada dalam /ikayat
"anjar yang ditulis terakhir pada tahun .487. Nama Alalak "esar
dalam /ikayat "anjar disebut /alalak.
Wilayah Alalak dimana penduduknya sebagian besar bermata
pen#aharian sebagai tani dan usaha kayu, sedangkan pendatang
terutama yang bermukin di kawasan baru perumahan ;!omplek Sudi
+api, A& dan Pemda< bermata pen#aharian sebagai wirausaha, PNS
dan karyawan swasta. !ondisi tanah yang rawa dan mengalami
pasang surut karena juga dikelilingi oleh sungai membuat terbatasnya
lahan usaha masyarakat Alalak. Pada saat kayu masih menjadi
primadona usaha di wilayah !alimantan umumnya, maka di pinggir
Sungai Alalak menjadi pusat penggergajian kayu ;sirkel< dan band saw
kayu.
0auh berkurangnya sumber daya alam kayu sebagai
primadona usaha bagi pelaku usaha di !alimantan yang diakibatkan
kelangkaan jumlahnya menjadikan masyarakat Alalak harus selalu
menjadi kreati) dan ino%ati) dalam kegiatan ekonomi. $ntuk itu sangat
perlu dilakukan identi)ikasi kelayakan usaha masyarakat Alalak yang
diperkirakan potensial untuk dijadikan proyek pengembangan
pedesaan ;kelurahan< dan juga jenis komoditas yang layak
dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga
dengan demikian masyarakat tidak selalu tergantung kepada sumber
daya alam, melainkan dapat meman)aatkan keari)an lokal masyarakat
setempat untuk dijadikan sumber usaha.
Pemberdayaan potensi ekonomi lokal di wilayah Alalak dan
sekitarnya menjadi peluang untuk mewujudkan daerah yang mandiri
dan maju berbasis ekonomi kreati) yang dapat memenuhi kebutuhan
lokal maupun regional. "anyaknya sektor-sektor ekonomi yang sudah
berjalan di wilayah !ota maupun Pro%insi dapat ditingkatkan menjadi
salah satu motor penggerak dalam upaya meningkatkan daya beli
masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal yang telah terbukti
pada saat krisis menjadi lapis kedua ekonomi yang resistance.
Pemberdayaan masyarakat ;misalnya pengrajin, peternak, petani dan
pedagang< melalui pembangunan kapasitas menjadi salah satu effort
yang dapat dikembangkan melalui )asilitasi Pemerintah aerah melalui
keberpihakan berupa peren#anaan yang tepat, regulasi yang tegas,
konsistensi program, tanggung jawab lembaga ;stake holders< serta
peran akti) masyarakat.
B" RUMUSAN MASALAH
"erdasarkan uraian dan latar belakang di atas, maka rumusan
masalah penelitian ini adalah?
.< "agaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah Alalak
dan sekitarnyaA
,< "agaimana potensi dan kompetensi masyarakat Alalak dan
sekitarnya untuk menjalankan usahaA
7< "agaimana peranan lembaga ekonomi masyarakat Alalak dan
sekitarnyaA
5< "agaimana social capital masyarakat Alalak dan sekitarnyaA
6< "agaimana dukungan in)rastruktur dalam pengembangan ekonomi
masyarakat Alalak dan sekitarnyaA
8< "agaimana e)ekti%itas pemberdayaan ekonomi masyarakat Alalak
dan sekitarnyaA
9< "agaimana kondisi usaha pengolahan kayu masyarakat Alalak dan
sekitarnya yang dijalankan saat iniA
:< "agaimana peluang usaha potensial yang dapat dikembangkan
untuk dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Alalak dan
sekitarnyaA
C" TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang diharapkan dapat di#apai pada penelitian ini adalah
untuk?
.. $ntuk mengidenti)ikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat Alalak
dan sekitarnya.
,. $ntuk mengetahui dan mengidenti)ikasi potensi dan kompetensi
masyarakat Alalak dan sekitarnya untuk menjalankan usaha.
7. $ntuk mengetahui peranan lembaga ekonomi masyarakat Alalak
dan sekitarnya.
5. $ntuk mengetahui social capital masyarakat Alalak dan sekitarnya.
6. $ntuk mengetahui dukungan in)rastruktur dalam pengembangan
ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya.
8. $ntuk mengetahui sejauh mana e)ekti%itas pemberdayaan ekonomi
masyarakat Alalak dan sekitarnya.
9. $ntuk mengetahui dan mengidenti)ikasi kondisi usaha pengolahan
kayu pada masyarakat Alalak dan sekitarnya yang dijalankan saat
ini.
:. $ntuk mengetahui dan mengidenti)ikasi peluang usaha potensial
yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan
masyarakat Alalak dan sekitarnya.
D" MAN*AAT PENELITIAN
&elalui kegiatan penelitian ini diharapkan diperoleh beberapa
man)aat antara lain?
.< Sebagai bahan in)ormasi bagi pemerintah daerah untuk
pengambilan kebijakan dalam rangka identi)ikasi kondisi sosial
ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya.
,< Sebagai bahan in)ormasi bagi pemerintah daerah untuk
pengambilan kebijakan dalam rangka menentukan usaha
masyarakat Alalak dan sekitarnya yang diperkirakan potensial
untuk dijadikan proyek pengembangan pada masyarakat Alalak dan
sekitarnya.
7< Sebagai bahan in)ormasi bagi pemerintah daerah untuk
pengambilan kebijakan dalam rangka menentukan jenis komoditas
yang layak dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan
masyarakat Alalak dan sekitarnya.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A" P.r,asa+aan P.,-an24nan
Peren#anaan pembangunan wilayah pada dasarnya merupakan
bentuk inter%ensi kelembagaan publik. iperlukannya inter%ensi
publik didasari oleh pemikiran bahwa kesejahteraan masyarakat tidak
dapat optimal di#apai akibat terjadinya kegagalan pasar yang
berlangsung tidak sempurna. 3enomena market failure dapat tumbuh
sebagai akibat sistem dapat menyediakan produk-produk yang
diperlukan atau akibat kegagalan alokasi sumberdaya. Market failure
akan terjadi manakala berbagai eksternalitas negati) gagal
direduksikan dalam harga pasar, atau akibat adanya praktek
monopoli-oligopoli, atau juga akibat kegagalan-kegagalan
pemerintah.
Se#ara teoritis, kegagalan pasar akan selalu mu#ul manakala
kompetisi sempurna tidak terjadi. !egagalan pasar dapat
menyebabkan kemunduran ;berdampak negati)< kewenangan atau
hak legal sebagai peren#ana dan pelaksana kepentingan-
kepentingan publik. Publik sebagai terjemahan dari kepentingan
publik. Perlunya lembaga publik juga didasari pemahaman bahwa
beberapa bentuk )asilitas diyakini hanya dapat ber)ungsi dengan
optimal jika diserahkan pada kelembagaan publik untuk
menyediakannya. !elembagaan pemerintah dibangun se#ara
berhirarki dengan orientasi yang berbeda. Lembaga pemerintahan
berskala nasional, sedangkan pemerintahan daerah memiliki
kewenangan berskala daerah.
'nter%ensi publik oleh kelembagaan pemerintah harus
diusahakan untuk mendorong berjalannya mekanisme pasar.
&ekanisme pasar yang sempurna hanya dapat di#apai jika ada
keselarasan akses seluruh lapisan masyarakat terhadap
sumberdaya-sumberdaya produksi. !elembagaan masyarakat lokal
yang kuat dan stabil dapat memberikan kontribusi yang besar
terhadap terbentuknya mekanisme pasar, akibat adanya kesetaraan
akses masyarakat. !egagalan proses mekanisme pasar, pada
gilirannya akan menimbulkan market failure. !elembagaan
pemerintahan dengan sistem terpusat seringkali tidak kuat
kelembagaan di bawahnya sehingga #enderung lambat di dalam
mengantisipasi perkembangan-perkembangan lokal.
Pertumbuhan ekonomi 'ndonesia pernah selama lebih dari dua
dekade mampu tumbuh dengan rata-rata 9,, = per tahun. Sektor
pertanian, khususnya sub sektor tanaman pangan berhasil dipa#u
produkti%itasnya sehingga se#ara nasional pernah di#apai
swasembada beras pada era .4:5-.4:9. Namun demikian, sumber
pertumbuhan ekonomi 'ndonesia yang utama sejauh ini adalah yang
bersumber dari kegiatan-kegiatan eksploitasi sumberdaya alam
;migas, kayu, dll<.
Sektor industri manu)aktur yang diyakini merupakan sektor yang
akan membawa ke modernisasi pembangunan dan meningkatkan
produkti%itas tenaga kerja se#ara #epat ternyata terutama
berkembang tanpa keterkaitan yang kokoh dengan sektor primer
utama dan tidak berbasis sumberdaya alam lokal. !risis ekonomi
memperjelas kerentanan pembangunan industri yang tidak berbasis
sumberdaya domestik, sedangkan sektor agribisnis, termasuk
agroindustri mampu tetap tumbuh. i masa yang akan datang,
pendekatan pembangunan yang didasarkan atas kegiatan-kegiatan
eksploitasi sumberdaya alam tidak dapat lagi dipertahankan akibat
semakin terbatasnya sumberdaya alam yang tidak terbarui
;unrenewable resources< serta semakin menurunnya kapasitas
produksi sumberdaya alam terbarui ;renewable resources<.
i lain pihak, selain berbasis sumberdaya alam domestik yang
terbarui, pembangunan di masa datang perlu lebih menekankan
pengembangan masyarakat lokal melalui upaya-upaya peningkatan
pemberdayaan masyarakat lokal. Sering dengan pemberlakuan
otonomi daerah, pemerintah lokal yang akan memiliki kewenangan
dan peranan peren#anaan pembangunan yang lebih besar memiliki
kemampuan yang lebih baik dan lebih berinisiasi dalam peren#anaan
pembangunan wilayah.
B" P.n2.r0$an Kawasan S0ra0.2$s
Suatu kawasan strategis adalah suatu kawasan ekonomi yang
se#ara potensial memiliki e)ek ganda (multiplier effect< yang signi)ikan
se#ara lintas sektoral, lintas spasial ;lintas wilayah< dan lintas pelaku.
engan demikian, perkembangan wilayah strategis memiliki e)ek
sentri)ugal karena dapat menggerakkan se#ara e)ekti) perkembangan
ekonomi sektor-sektor lainnya, perkembangan wilayah di sekitarnya
serta kemampuan menggerakkan ekonomi masyarakat se#ara luas,
dalam arti tidak terbatas ekonomi masyarakat kelas-kelas tertentu
saja.
$paya menilai potensinya yang dapat menimbulkan dampak
multiplier terhadap perkembangan sektoral lainnya dan wilayah
sasaran, diperlukan kajian-kajian se#ara seksama mengenai potensi
keterkaitan ;linkages<. Suatu kawasan dan komoditi dinilai strategis
jika memiliki potensi kaitan ke belakang dan ke depan yang kuat. !e
arah belakang ;backward< diharapkan pengembangan suatu kawasan
strategis dapat menyerap tenaga kerja serta mema#u pertumbuhan
akti%itas-akti%itas penyedia input baik berupa produk-produk input
;bahan mentah, bahan baku dan alat< maupun produk-produk jasa
penunjang.
!e depan ;foreward< pengembangan kawasan diharapkan
berpotensi memi#u berkembangnya akti%itas-akti%itas pengolahan
dan peman)aatan produk output kawasan. Akti%itas-akti%itas tersebut
merupakan akti%itas-akti%itas pas#a panen atau pas#a penangkapan
;akti%itas pengolahan@agroindustri hingga distribusi-
pemasaran<. alam dimensi spasial, keterkaitan ke belakang
maupun ke depan yang tumbuh terutama dengan akti%itas ekonomi
wilayah yang se#ara geogra)is berlokasi di sekeliling kawasan
produksi@penangkapan sehingga pengembangan kawasan pada
dasarnya adalah suatu bentuk pengembangan wilayah sasaran,
dimana sistem agribisnis merupakan salah satu prime mover yang
signi)ikan.
$paya memperluas sebaran rentang akti%itas agribisnis,
khususnya dengan menumbuhkan kegiatan-kegiatan o))-)arm, berupa
pengolahan produk primer dapat dipandang sebagai upaya
pemberdayaan komunitas kawasan ;community empowerment<
karena dapat memperkokoh posisi tawar pelaku-pelaku ekonomi
lokal. $ntuk itu di dalam peren#anaan kawasan sangat diperlukan
pemahaman mengenai struktur keterkaitan spasial antara kawasan
wilayah dimaksud dengan wilayah lainnya@sekelilingnya.
C" P.,-.r5ayaan Masyara3a0
1" P.n2.r0$an P.,-.r5ayaan
alam wa#ana pekerjaan sosial, istilah empowerment yang
sekarang menjadi perbin#angan hangat di berbagai kalangan
bukanlah sesuatu yang baru. Pekerjaan sosial sebagai pro)esi
mempunyai hakekat yaitu pada pertolongan dan pelayanan kepada
indi%idu, keluarga, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang
mengalami dis)ungsi. "erdasarkan hal itu, sebenarnya sejak awal
perkembangan pekerjaan sosial selalu menggunakan tema-tema
seperti kemandirian, keper#ayaan diri, ke)ungsian sosial, dan
empowerment.
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai empowerment
maka terlebih dahulu harus diketahui apa yang dimaksud
ketidakberdayaan ;powerlessness<. Para pakar teori moti%asi
diantaranya &artin Seligman, &aier, B%ermier, dan /iroto ;.498<
mengatakan ketidakberdayaan dan empowerment sangat terkait
dengan moti%asi dan proses belajar. Bleh karenanya mereka
mengembangkan suatu teori yang dinamakan teori
ketidakberdayaan yang dipelajari ;learned helplessness<. ;3ahrudin,
hal?.7< Pemberdayaan berasal dari penerjemahan bahasa 'nggris
CempowermentD yang juga dapat bermakna Cpemberian kekuasaanD
karena power bukan sekedar CdayaD, tetapi juga CkekuasaanD,
sehingga kata CdayaD tidak saja bermakna CmampuD, tetapi juga
Cmempunyai kuasaD. ;Wrihatnolo E widjowijoto, ,--9, hal?.< ')e
;.446< mengatakan empowerment aims to increase the power of
disadvantaged ;pemberdayaan bertujuan memberikan kekuatan
atau kekuasaan kepada orang-orang yang tidak beruntung<. Swi)t
dan Le%in ;.4:9< #enderung mengartikan empowerment sebagai
pengalokasian ulang mengenai kekuasaan ;realocation of power<.
+appaport ;.4:5< mengartikan empowerment sebagai suatu #ara
dimana rakyat, organisasi, dan komunitas diarahkan agar dapat
berkuasa atas kehidupannya. ;3ahrudin, .8<
!eberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan
indi%idu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun
keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. &asyarakat yang
sebagian besar anggotanya sehat )isik dan mental, terdidik dan kuat
serta ino%ati), tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. Namun,
selain nilai )isik, ada pula nilai-nilai intrinsik dalam masyarakat yang
juga menjadi sumber keberdayaan seperti kekeluargaan,
kegotongroyongan, kejuangan, dan yang khas pada masyarakat
'ndonesia, yaitu kebhinekaan. Seperti halnya pada masyarakat
Alalak begitu banyak yang memiliki begitu banyak keari)an lokal
sehingga dapat menjadi modal dasar dalam kegiatan pemberdayaan
masyarakatnya.
&emberdayakan masyarakat adalah upaya untuk
meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat 'ndonesia
umumnya dan &asyarakat Alalak khususnya yang dalam kondisi
sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan
dan ketertinggalan. engan kata lain, memberdayakan adalah
memampukan dan memandirikan masyarakat. ;Wrihatnolo E
widjowijoto, ,--9<
Pemberdayaan adalah sebuah Cproses menjadiD bukan
sebuah Cproses instanD. Sebagai proses, pemberdayaan mempunyai
tiga tahapan yaitu, penyadaran, pengkapasitasan dan pendayaan.
Se#ara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut ;Wrihatnolo E
widjowijoto, ,--9<?
a. Tahap pertama adalah penyadaran. Pada tahap ini target yang
hendak diberdayakan diberi Cpen#erahanD dalam bentuk
penyadaran bahwa mereka mempunyai hak untuk mempunyai
CsesuatuD. &isalnya, target adalah kelompok masyarakat miskin.
!epada mereka diberikan pemahaman bahwa mereka dapat
menjadi berada, dan itu dapat dilakukan jika mereka mempunyai
kapasitas untuk keluar dari kemiskinannya.
Program-program yang dapat dilakukan pada tahap ini misalnya
memberikan pengetahuan yang bersi)at kognisi, belief, dan
healing. Prinsip dasarnya adalah membuat target mengerti
bahwa mereka perlu ;membangun CdemandD< diberdayakan dan
proses pemberdayaan itu dimulai dari dalam diri mereka ;tidak
dari orang lain<
b. Tahap kedua adalah pengkapasitasan. 'nilah yang sering disebut
dengan capacity building, atau dalam bahasa yang lebih
sederhana memampukan atau enabling. $ntuk diberikan daya
atau kuasa, yang bersangkutan harus mampu terlebih dahulu.
&isalnya, sebelum memberikan otonomi daerah, seharusnya
daerah-daerah yang hendak diotonomkan diberi program
pemampuan atau capacity building untuk membuat mereka
C#akapD ;skilfull< dalam mengelola otonomi yang diberikan.
Proses capacity building terdiri atas tiga jenis, yaitu manusia,
organisasi, dan sistem nilai.
#. Tahap ketiga adalah pemberian daya itu sendiri F atau
empowerment dalam makna sempit. Pada tahap ini target
diberikan daya, kekuasaan, otoritas, atau peluang. Pemberian ini
ssuai dengan kualitas ke#akapan yang telah dimiliki.
2" P.,-.r5ayaan Ma,94 M.na,-a Daya Masyara3a0
Paradigma pemberdayaan masyarakat yang mengemuka
sebagi issue sentral pembangunan dewasa ini mun#ul sebagai
tanggapan atas kenyataan adanya kesenjangan yang belum tuntas
terpe#ahkan terutama antara masyarakat di daerah pedesaan,
kawasan terpen#il, dan terkebalakang. Padahal pertumbuhan
ekonomi nasional di wilayah perkotaan terus meningkat.
Pemberdayaan pada dasarnya menempatkan masyarakat sebagai
pusat perhatian dan sekaligus pelaku utama pembangunan ;people-
centered development<. ;Wrihatnolo E widjowijoto, ,--9<
Program-program pembangunan di era .44--an yang dimulai
dari program 'T ;'npres esa Tertinggal< telah menunjukkan tekad
pemerintah untuk mengentaskan masyarakat miskin dan sekaligus
sebagai bagian dari perwujudan pembangunan alternati%e yang
melihat pentingnya manusia ;masyarakat<, tidak lagi sebagi objek,
tetapi subjek pembangunan. alam konteks ini Cpartisipasi
masyarakat sepenuhnyaD dianggap sebagai penentu keberhasilan
pembangunan.
alam pengertian kon%ensional, konsep pemberdayaan
sebagai terjemahan empowerment mengandung dua pengertian,
yaitu ;.< to give power or authority to atau memberi kekuasaan,
mengalihkan kekuatan, atau mendelegasikan otoritas ke pihak lain,
;,< to give ability to atau to enable atau usaha untuk memberi
kemampuan atau keberdayaan. 2ksplisit dalam pengertian kedua ini
adalah bagaimana men#iptakan peluang untuk mengaktualisasikan
keberdayaan seseorang. ;Wrihatnolo E widjowijoto, ,--9<
)" P.n.ra9an P.,-.r5ayaan 5a+a, P.nan224+an2an K.,$s3$nan
Penerapan pemberdayaan paling banyak digunakan dalam
upaya penanggulangan kemiskinan. $paya penanggulangan
kemiskinan se#ara konseptual dapat dilakukan oleh empat jalur
strategis, yaitu perluasan kesempatan, pemberdayaan masyarakat,
peningkatan kapasitas, dan perlindungan so#ial. Strategi perluasan
kesempatan ditujukan men#iptakan kondis dan lingkungan ekonomi,
politik, dan sosial yang memungkinkan masyarakat miskin baik laki-
laki maupun perempuan dapat memperoleh kesempatan seluas-
luasnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan tara)
hidup se#ara berkelanjutan. Strategi pemberdayaan masyarakat
dilakukan untuk memperkuat kelembagaan sosial, politik, ekonomi
dan budaya masyarakat, dan memperluas partisipasi masyarakat
miskin baik laki-laki maupun perempuan dalam pengambilan
keputusan kebijakan publik yang menjamin penghormatan,
perlindungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Strategi
peningkatan kapasitas dilakukan untuk mengembangkan
kemampuan dasar dan kemampuan berusaha masyarakat miskin
baik laki-laki maupun perempuan agar dapat meman)aatkan
perkembangan lingkungan. Strategi perlindungan sosial dilakukan
untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi kelompok
rentan ;perempuan kepala rumah tangga, )akir miskin, orang jompo,
anak telantar, kemampuan berbeda@penyandang #a#at< dan
masyarakat miskin baru baik laki-laki maupun perempuan yang
disebabkan antara lain oleh ben#ana alam, dampak negati) krisis
ekonomi, dan kondisi sosial. ;Wrihatnolo E widjowijoto, ,--9<
$paya penanggulangan kemiskinan se#ara praktis dapat
berlangsung dalam dua %ariasi berikut ini. Pertama, adanya program
yang mengadopsi lebih dari satu strategi tersebut se#ara paralel dan
berkaitan. &isalnya Program Pengembangan !e#amatan, Program
Penanggulangan !emiskinan di Perkotaan, Program Pemberdayaan
&asyarakat Pesisir dan Pulau-pulau !e#il, dan Program
Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan !e#il untuk
menjalankan instrument pemberdayaan masyarakat, peningkatan
kapasitas, perluasan kesempatan berusaha, dan perlindungan
sosial. !edua, adanya satu program yang hanya mengadopsi salah
satu dari strategi tersebut. &isalnya Program "antuan Langsung
Tunai kepada +umah Tangga &iskin sebagai instrument strategi
perlindungan sosial. Program !ompensasi Pengurangan Subsidi
"ahan "akar &inyak kepada +umah Tangga &iskin melalui
komponen pendidikan ;Program "antuan Bperasional Sekolah,
"BS< dan kesehatan ;Program Asuransi !esehatan untuk !eluarga
&iskin, AS!2S!'N< untuk menjalankan instrument strategi
peningkatan kapasitas. ;Wrihatnolo E widjowijoto, ,--9<
(" P.n2.,-an2an E3#n#,$
1lobalisasi ekonomi yang dipengaruhi oleh ekonomi
neoklasik dan kekuatan kapitalis transnasional telah membawa
dampak pada banyak orang. &ereka merasakan bahwa ekonomi
mainstream tidak lagi memenuhi kebutuhan mereka. /al ini terlihat
pada angka pengangguran yang tinggi dalam masyarakat dan
ditambah dengan Cpengangguran tersembunyiD yaitu mereka yang
tidak terhitung dalam statistik resmi. &ereka ingin memiliki
pekerjaan tetap atau yang hanya bekerja part time tidak tetap dan
menginginkan pekerjaan yang lebih bagus. Pengaruh globalisasi
tersebut juga terlihat pada jumlah kemiskinan yang semakin
meningkat yang ter#ermin tidak saja dalam statistik garis
kemiskinan, tetapi juga dalam angka ketergantungan pada
pertolongan darurat seperti, bantuan makanan, uang tunai langsung,
lumbung pangan dan sebagainya. Seluruh masyarakat dapat
menjadi terpinggirkan se#ara ekonomi, seperti sebuah industri yang
memindahkan logika pasar global dan Cperdagangan bebasD dimana
yang tersisa hanyalah tutupnya pabrik, hilangnya pekerjaan,
masyarakat yang han#ur dan keputusasaan personal. ;')e E
Tesoriero, ,--:<
ari perspekti) pengembangan masyarakat respon terhadap
krisis ekonomi ini ditujukan bagi pengembangan pendekatan
alternati) yang berupaya merelokasikan akti%itas ekonomi dalam
masyarakat lokal serta memperbaiki kualitas kehidupan. !risis
ekonomi yang sedang berlangsung telah memaksa banyak orang
dan masyarakat untuk men#ari alternati)-alternati) tersebut. alam
realisasinya, ekonomi mainstream tidak lagi ber)ungsi se#ara e)ekti)
untuk memenuhi kebutuhan mereka, yaitu kepentingan yang
memun#ak dalam pengembangan ekonomi masyarakat ;Shragge,
.447<.
Pengembangan ekonomi masyarakat dapat memiliki bentuk-
bentuk yang berbeda, tetapi bentuk ini dapat dikelompokkan
menjadi dua kategori. Pertama, pendekatan yang lebih konser%ati)
berupaya mengembangkan akti%itas ekonomi masyarakat sebagian
besar dalam parameter kon%ensional. Sedangkan kategori kedua,
pendekatan yang lebih radikal, yaitu berupaya mengembangkan
ekonomi berbasis masyarakat alternati). ;')e E Tesoriero, ,--:<
D" P.n2.,-an2an E3#n#,$ Masyara3a0 yan2 K#ns.r:a0$;
1" M.nar$3 In54s0r$
Pendekatan yang lebih konser%ati) terhadap pengembangan
ekonomi masyarakat berupaya menemukan #ara-#ara baru yang
membuat masyarakat tersebut dapat lebih berpartisipasi dalam
ekonomi mainstream dengan #ara menghimpun inisiati). Pendekatan
ini men#oba menarik industri baru ke wilayah lokal dengan
memberikan lingkungan yang bagus untuk berin%entasi. &isalnya,
men#ari perusahaan untuk membangun pabrik di masyarakat
tersebut dapat menyediakan kesempatan kerja se#ara langsung dan
juga membuka lebih banyak peluang kerja dalam industry jasa.
$ntuk menarik industri baru ini, masyarakat lokal perlu men#ari
bantuan dari pemerintah pusat dalam menyediakan in)rasktur ;jalan,
lintasan kereta api, dan lain-lain< dan mungkin perlu membuat
penawaran lain yang lebih banyak pilihannya. &isalnya, pemerintah
daerah mungkin memberikan bantuan lahan untuk menarik industri,
atau memberikan kelonggaran kepada mereka melalui tari) lokal.
Adapun masalah dengan pendekatan tersebut adalah bahwa
industri akan terus berpindah-pindah mengikuti keadaan pasar.
Selain itu, tidak ada jaminan bahwa industri baru akan tetap berada
di dalam masyarakat lokal atau laba yang diperoleh akan
diin%entasikan ke wilayah tersebut. $ntuk menarik industri di tempat
yang pertama, masyarakat lokal yang menghadapi persaingan
dengan masyarakat lainnya mungkin menawarkan konsepsi yang
menarik sehingga keuntungan bersih yang diperoleh masyarakat
sangat ke#il. Setelah industri tersebut didirikan, ia akan berupaya
sekuat tenaga untuk memperoleh konsesi yang lebih besar dari
masyarakat tersebut dengan #ara memberikan an#aman untuk
menutup atau menarik usahanya. Stretegi ini jelas-jelas berupaya
meme#ahkan problem ekonomi masyarakat dengan menyandarkan
pada sistem ekonomi yang sama yang telah menyebabkan mereka
di tempat pertama. alam banyak kasus, keuntungannya mungkin
terbatas, berjangka pendek dan ilusi).
2" M.,4+a$ In54s0r$ L#3a+
Terdapat potensi yang lebih besar dalam menggunakan
sumber daya, inisiati), dan tenaga ahli lokal untuk membangun
industri lokal baru yang akan dimiliki dan dijalankan oleh orang-
orang yang ada di masyarakat lokal. "anyak program
pengembangan ekonomi masyarakat lokal menggunakan bentuk ini
dan program-program tersebut dapat berhasil dalam
mengembangkan akti%itas ekonomi serta menjadi kebanggan dalam
prestasi lokal. /al ini melibatkan peman)aatan kekayaan sumber
daya lokal, bakat, minat dan keahlian berserta penaksiran
keuntungan-keuntungan alam dari lokalitas tertentu dan kemudian
memutuskan apa jenis industri baru yang mungkin akan berhasil.
&asyarakat lokal yang memiliki ide-ide untuk bisnis baru dapat
dibantu mengubah impian menjadi kenyataan dengan bantuan
keuangan ;seperti dari pemerintah setempat< dan dengan saran
mengenai #ara-#ara mengelola usaha ke#il. Ada banyak #ontoh-
#ontoh yang berhasil sekarang ini tentang pengembangan ekonomi
masyarakat tersebut khususnya di wilayah-wilayah pedalaman
dimana terdapat kepemimpinan dinamis dari pemerintah lokal dan
masyarakat telah menghasilkan terbentuknya sejumlah usaha ke#il
yang beraneka ragam, seperti pembuatan brondong ;popcorn<,
perbaikan perabot, pembuatan anggur dan pariwisata yang dapat
memperbaiki ekonomi dan minat berprestasi serta solidaritas bagi
masyarakat. /al ini dapat di#apai dengan pembelanjaan yang relati)
sedikit dengan memperhitungan sumber daya yang ada di wilayah
tersebut dan ber)ungsi sebagai katalisator untuk mengubah ide-ide
menjadi kenyataan ;Dauncey, 1!!<
!etika bentuk pengembangan ekonomi masyarakat ini telah
berhasil, terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan
)" Par$w$sa0a
Pada bagian ini, tempat pariwisata dalam pengembangan
ekonomi masyarakat sangat penting diperhatikan. &asyarakat yang
diterpa oleh krisis ekonomi, penutupuan industry lokal dan
pengangguran yang tinggi akan sering men#ari potensi pariwisata,
khususnya jika tempat pariwisata itu menarik wisatawan karena
alasan pemandangan yang ada, sejarah atau hal lainnya yang
menjadi daya tarik yang potensial. &empromosikan pariwisata dapat
menjadi alternati) yang menarik, pariwisata akan menjadi sumber
daya yang potensial yang dapat mendatangkan penghasilan, dan
juga sebagai industri yang CbersihD yang tidak menimbulkan polusi
serta dapat mendukung terbukanya tenaga kerja. Selain itu,
pariwisata juga dapat mendatangkan keuntungan dari bisnis yang
berbeda-beda yang men#iptakan banyak pekerjaan dan dapat
menempatkan masyarakat itu pada CpetaD dan sebagainya. Bleh
sebab itu banyak masyarakat berusaha meme#ahkan problem-
problem ekonomi mereka dengan membentuk dewan-dewan
pariwisata dan ingin men#iptakan pasar wisata atau memperluas
pasar yang sudah ada. Tujuan strategi pengembangan ekonomi
tersebut, yaitu ;i< menarik wisatawan yang lebih banyak untuk
datang ke masyarakat tersebut, baik sebagai tempat tujuan utama
ataupun sebagai rute ke tempat lain> ;ii< untuk mendorong
wisatawan tinggal selama mungkin di wilayah lokal ;semakin lama
mereka tinggal, semakin banyak uang yang akan mereka
keluarkan<> ;iii< untuk membuat mereka membelanjakan uang
sebanyak mungkin ketika mereka berada di sana.
Pariwisata mungkin menjadi pilihan yang menarik, tetapi
strategi tersebut dirasakan oeh masyarakat perlu dilakukan denga
sangat hati-hati, karena dari pers)ekti) masyarakat pariwisata
menimbulkan banyak masalah. Pariwisata tidak dapat menjamin
masa depan ekonomi seperti yang mungkin diharapkan. engan
wilayah yang begitu banyak yang menghendaki dolar dari
wisatawan, terdapat masalah yang mudah mun#ul mengenai
permintaan yang tidak memadai> bagaimanapun hanya terdapat
begitu banyak wisataan untuk berkeliling dan masa ekonomi yang
sulit dapat berarti bahwa akan terdapat lebih sedikit wisatawan
daripada yang diharapkan, dan wisatawan tersebut mungkin akan
membelanjakan uang mereka lebih sedikit. &isalnya, resesi dalam
ekonomi 0epang, dapat berarti krisis ekonomi bagi banyak tujuan
wisata yang popular.
Pariwisata mungkin menimbulkan e)ek yang membahayakan
terhadap struktur masyarakat itu sendiri dan akan menjadi monster
yang menghan#urkannya bukan menjadi penyelamat pariwisata
masyarakat lokal. 'ndustri pariwisata sudah pasti memiliki hubungan
eksploitati) dengan para wisatawan yang bertujuan untuk
membelanjakan uang mereka sebanyak mungkin. "ersikap ramah
tamah, sopan dan berkemauan untuk menolong kepada para
wisatawan dilakukan demi menarik keuntungan se#ara ekonomi,
bukan karena nilai untuk berbuat demikian. /al seperti ini bukanlah
persoalan kebanggaan terhadap masyarakat lokal seseorang,
budaya, peninggalan berharga atau lingkungan alam dan ingin
membagi kebanggaan tersebut dengan para wisatawan, tetapi
sebaliknya dilakukan karena ingin memperoleh keuntungan dengan
mengorbankan orang lain. $ntuk mewujudkan tujuan tersebut,
seseorang tidak saja memasuki hubungan eksploitati) dengan
wisatawan, tetapi juga budaya lokal, peninggalan berharga dan
lingkungan itu sendiri menjadi alat untuk pengeruk keuntungan,
bukan berpegang pada nilai se#ara tulus. 3itur yang paling positi)
diperjualbelikan dan dikemas untuk CkonsumsiD wisawatan yang
bertentangan dengan maksud terdalam yang menjadikannya
istimewa di tempat pertama. "udaya lokal yang khas diubah menjadi
kepalsuan sebuah museum yang tanpa makna. "udaya lokal yang
unik harus dipsahkan se#ara #ermat dengan dunia nyata tempat
wisatawan bersinggah, karena industry pariwisata memerlukan
Cstandar keramah-tamahanD yang berarti bahwa para wisatawan
harus dapat tinggal dalam suatu lingkungan C"oliday #nnD dimana
pun mereka berada ;$o%ick, 1&< jika masyarakat tidak
memberikan pengalaman kultural yang dibuat homogeni untuk
wisatawan CmainstreamD yang dianggap ingin melihat pemandangan
yang luar biasa hanya untuk makan dan tidur di lingkungan yang
)amiliar, maka paket wisata dan bus-bus yang memuat para
wisatawan yang membawa banyak uang tidak akan terwujud.
E" P.n2.,-an2an E3#n#,$ Masyara3a0 yan2 Ra5$3a+
Pendekatan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat
di atas berupaya memperbaiki ekonomi masyarakat dengan
membantunya untuk ber)ungsi lebih e)ekti) dalam tatanan ekonomi
yang ada. Si)at dasar dari tatanan yang ada yaitu tidak semua
masyarakat dapat berharap untuk memperolehkeuntungan dari
strategi tersebut, mereka yang CmenangD akan memperoleh
keuntungan dengan mengorbankan orang lain disebabkan oleh si)at
dasar pasar yang kompetiti).
Pendekatan yang lebih radikal terhadap pengembangan
ekonomi masyarakat melibatkan upaya menemukan alternati), yakni
ekonomi berbasis lokal ;Albert E Ahnel, .44.<. Perspekti) ini
menjamin bahwa nilai surplus dari produkti%itas lokal masih berada
dalam masyarakat yang men#iptakannya bukan dipindahkan ke
masyarakat lain.
18 K#9.ras$
Pendirian koperasi merupakan satu a#ara yang dapat
di#apai dan terbukti e)ekti) di berbagai lokasi. !operasi juga memiliki
potensi untuk memperkuat bukan memperlemah solidaritas
masyarakat dan pengalaman dari banyak koperasi sangat
mendukungnya. Terdapat minat di seluruh dunia yang semakin
besar dalam koperasi pekerja di &ondragon ;&orison, .44.> /yte E
Whyte, .4::< dan terlihat bahwa koperasi menunjukkan alternati)
yang sangat baik untuk struktur ekonomi yang lebih kon%ensional.
&eskipun terdapat prinsipi-prinsip koperasi yang )undamental,
koperasi dapat memiliki bentuk-bentuk yang berbeda tergantung
pada kebutuhan lokal dan budaya lokal. Seperti halnya dengan
semua pengembangan masyarakat, pemaksaan ren#ana yang
disusun rin#i tentang bagaimana melaksanakannya hampir pasti
gagal karena setiap masyarakat perlu memiliki bentuk koperasi
tersendiri untuk menyesuaikan denga situasi yang unik.
28 Ban3 Masyara3a0 5an Credit Unions
"ank nasional ataupun bank transnasional yang besar
merupakan bagian penting dari sistem ekonomi global, dan sudah
pasti beroperasi khususnya untuk kepentingan kapitalis
transnasional ;jika mereka ingin men#oba hal yang sebaliknya,
mereka tidak akan bertahan hidup pada le%el nasional atau global<.
Bleh karena itu, bank-bank tersebut tidak selalu ditempatkan se#ara
strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan
warganya. !enyataannya, bank-bank tersebut memberikan
mekanisme penting untuk memindahkanlaba dari masyarakat lokal
dan penguasaan ekonomi lokal oleh kekuatan-kekuatan eksternal.
$ntuk mendukung tujuan ini, beberapa inisiati) masyarakat telah
membentuk struktur perbankan lokal sehingga masyarakat tersebut
dapat memiliki penguasaan yang lebih besar atas ekonominya. (ara
ini memberikan kontrol masyarakat lokal, misalnya atas jenis usaha
yang seharusnya menerima pinjaman, penjadwalan ulang hipotek
bagi bank-bank yang tidak tasi mampu membayar dan suku bunga
atas in%estasi. ;aun#ey, .4::> &eeker-Lowry, .4::<
Credit 'nions dapat dikatakan merupakan bentuk perbankan
masyarakat yang paling laGim. Credit 'nions adalah sekelompok
orang yang sepakat untuk untuk menanamkan uang mereka se#ara
bersama-sama dan memberikan pinjaman kepada para anggota
kelompoknya. Credit 'nions beroperasi seperti bank lokal berskala
ke#il. Akan tetapi, beberapa Credit 'nions telah berkembang
sangat besar sehingga mereka kehilangan karakteristik organisasi
yang ke#il, yaitu kontrol dan operasi masyarakat atau keanggotaan
yang e)ekti), khususnya memperjuangkan kepentingan para
anggota.
Pelajaran yang dapat diambil dari hal ini yaitu dalam
mendirikan bank masyarakat atau Credit 'nions, sangat penting
untuk menjamin bahwa basis masyarakatnya dipertahankan dan
bank ini tidak dapat berkembang dan bergabung dengan ekonomi
nasional atau internasional, tetapi tetap sebagai )itur sentral dari
ekonomi lokal. 0ika hal ini dapat dipertahankan, struktur perbankan
yang memihak pada kepentingan lokal dapat menjadi komponen
yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi alternati).
*" P.,-.r5ayaan E3#n#,$ Masyara3a0 B.r-as$s K.ar$;an
L#3a+
"anjarmasin $tara merupakan salah satu !e#amatan yang ada
di !ota "anjarmasin dengan luas sebesar .6,,6 km,. i sebelah utara
wilayah ini berbatasan dengan !e#amatan Alalak, "arito !uala,
sebelah Selatan dengan !e#amatan "anjar "arat, sebelah Timur
berbatasan dengan !abupaten "anjar dan sebelah "arat berbatasan
dengan Sungai "arito. Awalnya, banyak terdapat industri pengolahan
kayu baik yang dikelola oleh perusahaan maupun se#ara indi%idu di
wilayah "anjarmasin $tara, sehingga memberikan dampak se#ara
ekonomi terhadap penduduk di kawasan industri tersebut. /ampir
sebagian besar mereka bekerja dan menjalankan usaha pengolahan
kayu, hal ini disebabkan karena kondisi daerah Alalak yang sebagian
besar berada di pinggiran sungai, sehingga lebih mudah untuk
mendapatkan bahan baku dan mengirim hasil olahan kayu. Akan tetapi
adanya kebijakan pemerintah yang mengetatkan ilegal logging
berdampak pada industri pengolahan kayu dimana supply bahan baku
semakin langka. !ondisi tersebut memberikan dampak pada
masyarakat sekitar terutama yang bekerja di kawasan industri kayu,
tergolong dalam kategori rawan miskin ;+adar "anjarmasin, .6 &ei
,-.,<.
Sebenarnya banyak potensi yang bisa diman)aatkan di kawasan
"anjarmasin $tara, mengingat di kawasan tersebut terdapat
beberapa tempat dan objek pariwisata yang menjadi andalan di !ota
"anjarmasin, seperti bangunan bersejarah &asjid Sultan Suriansyah,
Pasar Terapung, Pulau !embang serta berbagai objek Pariwisata
Sungai lainnya. Namun, hingga saat ini berbagai potensi tersebut
belum diman)aatkan se#ara optimal baik oleh Pemerintah maupun oleh
masyarakat yang berada disekitar objek tersebut. Padahal kalau
diman)aatkan dengan baik maka tidak hanya memberikan keuntungan
bagi Pemerintah !ota "anjarmasin dalam hal peningkatan industri
kerakyatan, tetapi juga memberikan dampak pada peningkatan
kesejahteraan bagi masyarakat di kawasan "anjarmasin $tara.
1" Par$w$sa0a s4n2a$
!ondisi wilayah "anjarmasin $tara yang hampir sebagian besar
berada dikawasan pinggiran sungai sebenarnya dapat memberikan
potensi ekonomi bagi masyarakat setempat. !onsep Wisata Seribu
Sungai dapat ditawarkan untuk memberikan tambahan objek wisata
kepada masyarakat. engan adanya konsep tersebut, masyarakat
sekitar sungai yang menjadi tempat wisata dapat meman)aatkan
sungai sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan melalui wisata
sungai yang ditawarkan
2" Par$w$sa0a r.+$2$4s
Salah satu bangunan bersejarah yang ada dikawasan
"anjarmasin $tara adalah &esjid Sultan Suriansyah. Selama ini sudah
banyak wisatawan baik lokal maupun nasional bahkan internasional
yang berkunjung ke mesjid tersebut, akan tetapi potensi wisata
tersebut belum memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat,
padahal masyarakat sekitar dapat meman)aatkan objek tersebut untuk
membantu perekonomian mereka. &isalnya mereka dapat menjual
barang-barang baik dalam bentuk sou%enir maupun dalam bentuk
makanan khas daerah disekitar kawasan tersebut. ampak dari
kegiatan tersebut tentunya akan semakin banyak bermun#ulan
industri kerakyatan untuk menghasilkan sou%enir dan makanan khas
daerah. /al ini tentunya dapat dilakukan apabila ada kebijakan dari
pengelola mesjid maupun pihak yang terkait memberikan kesempatan
kepada masyarakat untuk melaksanakan akti%itas tersebut, misalnya
dengan menyediakan tempat yang ditata se#ara rapi, sehingga
memungkinkan bagi masyarakat untuk meman)aatkan peluang dan
potensi tersebut.
)" Pasar 0.ra94n2
Pasar terapung merupakan pasar tradisional yang berada di
sungai !uin, menampilkan keari)an lokal dalam bidang perekonomian
masyarakat. *ang menarik di pasar terapung ini adalah dalam
melakukan transaksi pembeli dan penjual berada diatas perahu
masing-masing.
G" P.n$n23a0an PAD 5an P.,-an24nan Da.ra
iundangkannya $$ No. 7, pengganti $$ No. ,,@.444
mengenai otonomi daerah telah mengisyaratkan semakin otonomnya
peranan Pemerintah aerah di dalam menyusun peren#anaan
pembangunan daerah. !ebijaksanaan pembangunan yang
sentralistik dan tidak sesuai dengan si)at keragaman ekosistem dan
budaya semakin bergeser ke pendekatan paradigma pembangunan
yang baru yang lebih bersi)at lokal. Btonomisasi sekaligus dapat
dipandang sebagai semakin terbukanya peluang peren#anaan
pembangunan terpadu yang lebih berbasis DWilayahD, dalam arti
keterpaduan sistem wilayah akan menjadi dominan dibanding dengan
sistem pembangunan dengan pendekatan yang lebih menekankan
pendekatan sektoral.
!eterbatasan dana pembangunan dari DpusatD telah
mengharuskan pemerintahan daerah meningkatkan sumber-sumber
penerimaan pemerintahan daerah sources of growth yang
menjanjikan karena selama ini dianggap belum banyak
dikembangkan se#ara optimal karena se#ara potensial dianggap
masih memiliki peluang pengembangan yang sangat besar. /arapan
sektor perikanan dan kelautan dijadikan sektor yang dapat
memberikan kontribusi yang berarti bagi peningkatan PA telah
sering diterjemahkan dengan peningkatan retribusi komoditas-
komoditas pariwisata.
Namun sebagaimana dijelaskan pada paparan di atas,
penerapan kebijakan resource rent tax yang tidak tepat pada gilirannya
akan menurunkan daya kompetiti) sektor tersebut di dalam
pembangunan daerah. Sebaliknya DsinyalD kebijakan
mengembangkan yang tepat dapat meningkatkan daya kompetisi dan
berbagai dampak ganda (multiplier) pembangunan se#ara lintas
sektor, lintas regional dan lintas pelaku, yang pada gilirannya justru
akan meningkatkan sumber-sumber pendapatan pemerintah se#ara
lebih sustainable. i lain pihak, perkembangan sektor-sektor yang
berbasis pada sumber daya-sumber daya lokal sering
diidenti)ikasikan se#ara tidak tepat.
Tujuan pembangunan daerah sebagaimana halnya
pembangunan skala makro seyogyanya tidak direduksi menjadi
tujuan-tujuan mengejar pertumbuhan atau penerimaan pemerintah
daerah. Pembangunan daerah memiliki dimensi yang sangat luas,
yang se#ara umum dapat dipilah atas tiga tujuan utama, yakni ;.<
pertumbuhan, ;,< pemerataan, ;7< ekosistem@lingkungan. !etiganya
memiliki keterkaitan yang erat dan tidak saling terpisahkan.
!egagalan pen#apaian satu tujuan dapat menggagalkan pen#apaian
tujuan lainnya se#ara timbal balik.
Penekanan yang berbeda atas perubahan struktur yang dapat
diamati dalam literatur pembangunan ekonomi adalah antara lain?
kenaikan dalam tingkat akumulasi ;+ostow, dan Lewis<, pergeseran
dalam komposisi sektoral pada suatu perekonomian ;industrialisasi<
dengan )okus awal pada aspek alokasi kesempatan kerja ;3isher,
.476, .474> dan (lark, .45-<, dan kemudian )okus pada perubahan
produksi dan penggunaan )aktor ;!uGnets, dan (henery<> dan
perubahan dalam alokasi akti%itas ekonomi ;urbanisasi< serta
berbagai aspek terkait lainnya dengan industrialisasi seperti transisi
demogra)ik dan distribusi pendapatan.
Pendekatan historis yang lebih menekankan pentingnya
trans)ormasi sektoral adalah pendekatan tahapan
pertumbuhan@pembangunan ekonomi dari +ostow ;.48-<,
dependen#y approa#h yang lebih mengidenti)ikasi bahwa so#io-
e#onomi# stru#tures sebagai akar penyebab underde%elopment, dan
leading se#tor ;/irs#hman, .46: dan .499> dan &yrdal, .469<
dengan pendekatan staples. Pada pendekatan disebut terakhir inilah
pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi dinyatakan dalam
bentuk karakteristik produksi yang lebih didominasi sumberdaya alam
;staples? pertanian@perikanan< akan dieksploitasi untuk pasar ekternal>
terdapat surplus untuk merespon permintaan eksternal, yang ketika
kemudian )aktanya bahwa proses trans)ormasi ekonomi banyak
melahirkan situasi stagnasi, mendorong pula mun#ulnya kembali
sentimen dependency approach.
!emudian, konsep utama pembagunan ekonomi sejak .46-an
adalah %ersi dinamik model !eynesian yaitu /arror-omar, dual-
e#onomy model ;Lewis<, demand complementarity, balanced growth,
dan big-push dengan )okus perhatian pada dua komponen inti dari
trans)ormasi ekonomi yaitu? akumulasi dan komposisi sektoral. Pada
waktu hampir bersamaan, mun#ul teori neo-#lassik sebagai respon
terhadap model /arror-omar dengan lebih supply side ;Solow,
.468< dengan menyatakan bahwa tidak terdapat surplus tenaga kerja
dan pertumbuhan jangka panjang adalah sesungguhnya independen
terhadap tingkat tabungan.
"erbagai studi kemudian menunjukkan adanya styliGed )a#ts
dari suatu proses pertumbuhan dan trans)ormasi yaitu yang paling
utama adalah menurunnya share output dan kesempatan kerja sektor
pertanian dan tingginya total )a#tor produ#ti%ity ;T3P< pada sektor
industri ;modern< dibanding sektor pertanian@perikanan.
Sebenarnya, akumulasi modal ;)isik dan sumberdaya manusia<
dan pergeseran dalam komposisi permintaan, perdagangan,
produksi, dan kesempatan kerja memang dapat dipandang sebagai
e#onomi# #ore dari suatu trans)ormasi ekonomi dimana
keterkaitannya dengan berbagai proses perubahan soial-ekonomi
dapat saja dianggap sebagai dampak ikutan. alam perpekti) inilah
mungkin, penentuan sektor pertanian dan perikanan sebagai basis
pengembangan ekonomi !T', menarik untuk lebih di#ermati sehingga
selanjutnya dapat dikaji bagaimana strategi dan proses trans)ormasi
yang akan dilakukan dalam sektor ini sendiri se#ara lebih tepat
dengan mempertimbangkan aspek wilayah.
"aru pada dekade .48-an para pakar ekonomi pembangunan
mulai se#ara serius melihat bagaimana peranan sektor pertanian bila
dikaitkan dengan industri, dalam proses pembangunan ekonomi
suatu negara atau wilayah. Sektor pertanian tidak dapat berkembang
tanpa kaitan yang kuat dengan sektor industri dan jasa. Sejak itu
perkembangan sektor pertanian selalu dikaitkan dengan sektor
industri dan jasa. Namun, sejalan dengan teori neoklasik, terlihat
bahwa sektor pertanian dan agro-industri di 'ndonesia, semakin
dipinggirkan dari prioritas pembangungan ekonomi sejak pertengahan
.4:-an.
Sejumlah indikatornya dapat dilihat antara lain? ;i< Share sektor
pertanian terhadap P" turun, seiring dengan tingkat pertumbuhan
ekonomi. "egitu juga tingkat pertumbuhannya, jauh dibawah
pertumbuhan rata-rata P", ke#uali pada saat krisis. ;ii< Trend
penurunan harga riil komoditas pertanian. &isal, harga riil beras pada
tahun .46- adalah H6-- per ton, menurun sampai dibawah H ,-- per
ton saat ini, demikian pula dengan harga gandum, gula, kedelai dan
(PB. Turunnya harga riil tersebut menjadi alasan yang kuat oleh
perumus kebijakan untuk tidak mengalokasikan dana yang besar di
sektor pertanian. ;iii< Pelebaran spread antara harga dunia dan harga
domestik, atau harga ditingkat produsen dan konsumen. ;i%<
+endahnya dana riset untuk mendukung pengembangan teknologi
pertanian yang nilainya hanya -,-6= dari P" pertanian. ;%<
Sebagian besar kredit diku#urkan oleh perbankan adalah ke sektor
non-pertanian ;Surono, ,--6<.
Sejumlah indikator di atas agaknya kembali perlu dijadikan
)okus a#uan perhatian dan pertimbangan moti%asi untuk men#iptakan
industrialisasi sektor pertanian dan perikanan sebagai basis
pengembangan ekonomi di !T'. &asih diperlukan suatu pemahaman
)akta empiris yang lebih baik tentang kondisi riel sektor pertanian dan
perikanan di !T' ini ; Surono ,--6<. Sebab memang benar bahwa
perubahan struktur adalah suatu konsukuensi wajar dari pertumbuhan
ekonomi, namun hal ini juga merupakan suatu proses yang dapat
digangu ;disrupti%e pro#ess<. 'mplikasinya adalah berbagai segmen
perokonomian akan bertumbuh dengan tingkat yang berbeda dan
apakah benar bahwa kelompok pelaku ekonomi yang mengalami
pertumbuhan yang relati) melambat akan menjadi korban
dibandingkan dengan kelompok pelaku yang berada pada sektor
bertumbuh #epat.
Sebenarnya, kebutuhan tingginya pertumbuhan ekonomi di
sektor pertanian dan perikanan bersamaan dengan menurunnya
share baik dalam ouput maupun kesempatan kerja bukanlah hal yang
kontradikti). Namun, kondisi tersebut memang mendorong lahirnya
kesalahan persepsi bahwa sektor pertanian menjadi tidak penting
lagi, seperti bahwa tidak lagi membutuhkan pengalihan sumberdaya
dan perlunya keberpihakan kebijakan pemerintah. engan kata lain,
paradigma beserta strategi dengan penurunan share pertanian demi
sektor lain yang lebih dinamis akan selalu berhasil apabila dimulai
sejak awal dengan pertumbuhan yang tinggi pula pada sektor
pertanian ;0epang dan 2ropa "arat<.
i lain pihak, apabila sektor pertanian berangkat dari awal
dengan teknologi tradisional dengan produkti%itas dan standar hidup
yang rendah ;kemiskinan<, maka upaya untuk menekan share sektor
ini tentu akan melahirkan suatu stagnasi bukannya melahirkan suatu
pertumbuhan ekonomi. Pada kasus ini adalah tentu sangat diperlukan
suatu pola yang tepat untuk melakukan trans)ormasi sektor pertanian
dan perikanan agar kita dapat berharap bahwa industrialisasi akan
benar memiliki e)ek ril seperti yang diharapkan, termasuk
industrialisasi di sektor pertanian sendiri.
BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL PENELITIAN
Pembangunan ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya,
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi !ota
"anjarmasin se#ara keseluruhan. Namun demikian se#ara empiris kondisi
ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya yang dulunya sangat terbantu
dengan adanya usaha-usaha kayu yang ada disekitar Alalak, sekarang
relati) mulai harus men#ari solusi baru untuk menggantikan usaha bidang
perkayuan tersebut.
Pendekatan pembangunan ekonomi masyarakat Alalak dan
sekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya sedapat
mungkin dilaksanakan berdasarkan Potensi 2konomi Wilayah.
Pembangunan ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya harus
didasarkan pada prinsip local base economi( isamping itu
pengembangan ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya harus
mempertimbangkan pula potensi sumber daya manusia wilayah Alalak
dan sekitarnya sebagai salah satu driving factor yang sangat penting
dalam pembangunan ekonomi. !ondisi lain yang tidak dapat diabaikan
dalam pembangunan ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya adalah
aspek kelembagaan ekonomi yang ada dalam masyarakat, demikian pula
halnya dengan kondisi social capital masyarakat Alalak dan sekitarnya.
!eadaan sosial ekonomi dan dukungan in)rastruktur tentu saja
merupakan )aktor penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat
Alalak dan sekitarnya, terutama dalam menunjang pengembangan sektor
ekonomi unggulan masyarakat Alalak dan sekitarnya, baik dalam jangka
pendek maupun dalam jangka panjang. !husus untuk pengembangan
ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya jangka panjang terkait dengan
ren#ana daerah ini dijadikan sebagai kawasan !ota Pusaka yang akan
menjadi pusat kunjungan dan perhatian para wisatawan, yang sangat
membutuhkan dukungan seluruh masyarakat yang juga tidak terlepas dari
dukungan Pemerintah dan Tokoh-Tokoh masyarakat.
Ga,-ar )"1
K.ran23a Ana+$s$s P.n.+$0$an
BAB IV
METODE PENELITIAN
.. D.sa$n P.n.+$0$an
Penelitian ini didesain dengan menggunakan pendekatan penelitian
yang bersi)at analisis deskripti) F kualitati) untuk menggambarkan dan
mengidenti)ikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat serta kelayakan
usaha yang potensial untuk dikembangkan pada masyarakat !e#amatan
"anjarmasin $tara pada umumnya dan Alalak sekitarnya pada khususnya.
,. L#3as$ 5an <a304 P.n.+$0$an
Penelitian ini dilaksanakan di !ota "anjarmasin !e#amatan
"anjarmasin $tara dengan )okus pada masyarakat Alalak dan
sekitarnya yang ada di !elurahan Pangeran, !elurahan !uin $tara,
!elurahan Alalak $tara, !elurahan Alalak Tengah dan !elurahan
Alalak Selatan. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan selama 5
bulan.
7. P#94+as$ 5an Sa,9.+ P.n.+$0$an
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pada wilayah
Alalak dan sekitarnya yang ada di !elurahan Pangeran, !elurahan
!uin $tara, !elurahan Alalak $tara, !elurahan Alalak Tengah dan
!elurahan Alalak Selatan. Adapun jumlah sampel dengan responden
sebanyak 7-- orang responden ditentukan berdasarkan sistem
proporsional Iuota sampling pada masing-masing kelurahan dengan
memperhatikan potensi sektor ekonomi dan kelembagaan ekonomi
masyarakat.
Ta-.+ ("1
Sa,9.+ P.n.+$0$an
NAMA
KELURAHAN
JUMLAH
RESPONDEN
Pangeran 8-
!uin $tara 8-
Alalak
Selatan
8-
Alalak Tengah 8-
Alalak $taran 8-
J4,+a )00
Sumber? Tim Peneliti, ,-.,.
Lima kelurahan yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini
dengan pertimbangan letak wilayah kelima kelurahan tersebut yang
sangat strategis terutama kondisi perairan sungai yang sangat
potensial untuk dikembangkan sebagai suatu kawasan ekonomi yang
saling berintegrasi.
5. J.n$s 5an S4,-.r Da0a
a. Sumber data sekunder diperoleh dari dinas-dinas@instansi terkait
di !ota "anjarmasin.
b. ata primer diperoleh dari sumber primer yakni data yang
diperoleh se#ara langsung dari para responden.
6. T.3n$3 P.n24,94+an Da0a
ata sekunder dan data primer dikumpulkan dengan
menggunakan kombinasi teknik-teknik pengumpulan sebagai berikut?
a. a)tar pertanyaan berupa kuesioner yang dapat digunakan untuk
mengumpulkan data se#ara langsung dari responden penelitian.
b. 'nter%iew &endalam, berupa wawan#ara mendalam yang
dilakukan se#ara langsung dengan para responden dalam
penelitian ini.
#. Bbser%asi atau pengamatan yaitu kegiatan yang dilakukan untuk
mengamati se#ara langsung kondisi sosial ekonomi masyarakat
Alalak dan sekitarnya di lokasi penelitian.
8. M.0#5. Ana+$s$s Da0a
$ntuk menghasilkan keluaran penelitian yang akurat, rele%an
dengan tujuan penelitian, maka digunakan kombinasi peralatan
analisis sebagai berikut?
a. Analisis deskripti) kualitati) yang digunakan untuk menjelaskan
kondisi sosial ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya di lima
kelurahan yaitu !elurahan Pangeran, !elurahan !uin $tara,
!elurahan Alalak $tara, !elurahan Alalak Tengah dan !elurahan
Alalak Selatan.
b. &odel matriks comparatif potensi antara beberapa sektor
ekonomi berdasarkan pre)erensi masyarakat wilayah Alalak dan
sekitarnya.
9. Pr#s.54r P.n.+$0$an
$ntuk mengarahkan kegiatan penelitian ini dengan baik, maka
perlu diuraikan se#ara garis besar beberapa tahapan yang akan
dilaksanakan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini, sebagai
berikut? ;rin#ian jadwal terlampir<
i. Penyusunan proposal penelitian,
ii. Pengajuan proposal penelitian,
iii. Seminar proposal penelitian,
i%. Penyusunan instrumen penelitian,
%. Penentuan sampel dan obyek penelitian,
%i. $ji %aliditas instrumen penelitian,
%ii. Perekrutan dan seleksi enumerator,
%iii. Pelatihan enumerator,
iJ. Pengumpulan data penelitian,
J. Pengolahan data penelitian,
Ji. Analisa data penelitian,
Jii. Penulisan dra)t laporan penelitian,
Jiii. Seminar hasil penelitian,
Ji%. Penyusunan laporan akhir ;final report< penelitian,
J%. Penyerahan laporan akhir hasil penelitian.
:. T$, P.n.+$0$
Pelaksanaan kegiatan penelitian ini, dilaksanakan oleh Tim peneliti
dari Lembaga Penelitian $nlam yang memiliki kemampuan dan
pengalaman yang sesuai dengan bidang keahlian. Adapun susunan
tim peneliti adalah sebagai berikut ?
P.n2ara ? +. Ahmad Alim "a#hri, S2, &.Si
K.04a ? 'rwansyah, S.Sos, &.Si
An22#0a ? Ahmad +i)ani, S2, &&
? &aya Sari ewi, S.Sos, &&
? &. Kainal Abidin, S.Sos, &.Si
? +usdayanti Asma, S2, &.Si
? +usniati, S2, &.Si
P.,-an04 P.n.+$0$ ? +edawati, S2, &.3in
? Wahyu 'rpan, S.Pd
BAB V
HASIL PENELITIAN
4. Ga,-aran U,4, Da.ra P.n.+$0$an
"anjarmasin sejak dahulu memegang peranan strategis dalam lalu lintas
perdagangan antar pulau, karena posisi wilayah yang terletak pada pertemuan antara
Sungai "arito dan Sungai &artapura yang luas dan dalam. engan posisi ,, km dari
laut 0awa, kedua sungai tersebut tentunya dapat dilayari kapal besar sehingga kapal-
kapal Samudera dapat merapat hingga !ota "anjarmasin. Selain itu, posisi strategis
dari kota "anjarmasin yang terletak di sekitar muara Sungai "arito, menyebabkan
"anjarmasin menjadi pintu gerbang bagi berbagai kapal yang hendak berlayar ke
daerah pedalaman di !alimantan Selatan dan !alimantan Tengah.
!ota "anjarmasin memiliki kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dengan
Sungai "arito beserta anak-anak sungainya. Penduduk kota "anjarmasin masih
banyak yang tinggal di atas air, berakti%itas di sungai dan sekitarnya, serta bermukim
di atas sungai dengan membangun rumah di atas tiang atau di atas rakit dipinggir
sungai ;rumah lanting<.
"udaya sungai yang terus berkembang, memberikan #orak budaya tersendiri
dan menarik di !ota "anjarmasin. Pusat kota "anjarmasin sendiri terletak di
sepanjang jalan Pasar "aru, sementara kawasan perkantoran khususnya "ank
terdapat di 0alan Lambung &angkurat, keberadaaan Sungai "arito sendiri berada di
sebelah "arat dari pusat kota. Salah satu kegiatan wisata paling menarik adalah
berjalan menyusuri sungai dan kanal di sekitar kota "anjarmasin. Wisatawan dapat
menyusuri Sungai &artapura dan Sungai "arito dengan menggunakan perahu klotok
dan speedboat, untuk menyaksikan pemandangan alam sungai pinggiran kota yang
masih asli.
Selain kegiatan wisata air, jenis wisata lainnya yang tersedia antara lain &akam
Sultan Suriansyah, &asjid Sultan Suriansyah, dan Pasar Terapung yang berada di
!e#amatan "anjarmasin $tara. !etiga objek wisata ini dapat dikombinasikan dengan
kegiatan wisata air karena posisinya yang berada di sepanjang bantaran Sungai !uin.
Bbjek wisata yang tersedia di kawasan !e#amatan "anjarmasin $tara,
khususnya daerah Alalak dan sekitarnya di sepanjang bantaran Sungai !uin dapat
dijadikan sebagai peluang usaha yang dapat diman)aatkan se#ara berkelanjutan. /al
ini juga sejalan denga salah satu tujuan dari $ndang-undang No. 4 Tahun .44-
tentang !epariwisataan Pasal 7, dimana tujuan penyelenggaraan kepariwisataan
antara lain memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja
serta untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Ga,-ar ="1
P.0a A5,$n$s0ras$ K#0a Ban1ar,as$n
Potensi lain yang dimiliki wilayah !e#amatan "anjarmasin $tara khususnya
masyarakat Alalak dan sekitarnya diantaranya adalah produk khas daerah yang
diproduksi di wilayah ini, seperti produk kerajinan tanggui, purun, maupun ta)au.
Selain itu, sisa-sisa kayu dari kegiatan penggergajian oleh perusahan kayu yang
terdapat di daerah Alalak dan sekitarnya sangat potensial untuk dikembangkan
menjadi berbagai produk kerajinan yang akan menjadi sumber pendapatan baru bagi
masyarakat Alalak dan sekitarnya.
Ga,-ar % ="2
P.0a Ban1ar,as$n U0ara
Sumber? ata !e#amatan "anjarmasin $tara, ,-.,.
Wilayah Alalak dan sekitarnya yang posisinya dapat dijangkau baik melalui jalur
darat maupun sungai, menjadikan wilayah ini posisi geosentris dan geoekonomi yang
sangat strategis dan menguntungkan dari berbagai sisi. !ondisi ini perlu diman)aatkan
oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya. $ntuk lebih jelasnya kondisi tersebut dapat
dilihat pada gambar berikut?
Ga,-ar% =")
L#3as$ P.n.+$0$an
Sumber? ata !e#amatan "anjarmasin $tara, ,-.,.
Terkait dengan pelaksanaan penelitian !ajian Pengembangan 'ndustri
!erakyatan di Wilayah "anjarmasin $tara, maka pelaksanaannya lebih di)okuskan
pada lima kelurahan yang dianggap paling re)resentati) yaitu !elurahan Pangeran,
!uin $tara, Alalak Selatan, Alalak Tengah dan Alalak $tara. !elima kelurahan tersebut
memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat strategis terutama kondisi perairan
sungai yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai suatu kawasan ekonomi
yang saling berintegrasi.
Se#ara )aktual, kelima kelurahan tersebut memiliki kondisi wilayah yang
potensial untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Namun demikian kondisi
tersebut belum dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat yang
berada di wilayah Alalak dan sekitarnya. /al ini dapat dilihat dari angka kemiskinan
pada !e#amatan "anjarmasin $tara dimana terdapat 7.444 rumah tangga miskin,
terbanyak kedua di !ota "anjarmasin setelah !e#amatan "anjarmasin Selatan
;Sumber? "asis ata Terpadu $ntuk Program Perlindungan Sosial, &aret ,-.,<.
Pembangunan kawasan ekonomi khusus se#ara langsung akan memberikan
man)aat bagi masyarakat Alalak dan sekitarnya. /al ini dapat dilakukan dengan
integrasi pengembangan ekonomi yang berbasis potensi keari)an lokal, antara lain
pengembangan wisata pasar terapung, industri kerajinan, pengembangan usaha
budidaya perikanan dengan sistem keramba, serta lainnya. "erikut disampaikan pro)il
wilayah masing-masing kelurahan.
!elurahan Pangeran sebagai salah satu lokasi penelitian mempunyai luas
wilayah .::,6 /a yang terdiri dari Pemukiman ;.-- /a<, Pendidikan ;66 /a<,
Pertokoan ;7 /a<, Perkantoran ;5 /a<, !uburan ;: /a<, Persawahan ;5 /a<, dan
lainnya ;.5,6 /a<. Adapun penduduk !elurahan Pangeran hingga tahun ,-..
berjumlah .-.:8. jiwa dari sejumlah ,.9,, !epala !eluarga dengan jumlah penduduk
laki-laki 5.479 jiwa dan penduduk wanita 6.4,5 jiwa.
Permasalahan dan kendala yang dihadapi pemerintah !elurahan Pangeran
dalam melaksanakan program kerja tahun anggaran ,-., yang berkaitan dengan
penelitian ini antara lain ;.< kurangnya in)ormasi yang didapat dalam kegiatan
pendidikan dan pelatihan bagi aparatur dan warga masyarakat yang dilaksanakan
oleh Pemerintah, inas maupun 'nstansi terkait> dan ;,< !egiatan pembangunan
sarana dan prasarana yang dilaksanakan oleh Pemerintah, inas maupun 'nstansi
terkait di dalam wilayah kerja !elurahan Pangeran tidak pernah melibatkan dan
memberitahukan pihak !elurahan akan adanya kegiatan pembangunan yang
dilaksanakan.
!elurahan !uin $tara memiliki luas wilayah .7.,5, /a, yang terdiri dari
Pemukiman ;8,,89 /a<, !uburan ;7. /a<, Pekarangan ;.6,8- /a<, Taman ;6,,- /a<,
serta prasarana lainnya ;.8,46 /a<. Adapun penduduk pada wilayah ini hingga tahun
,-.. berjumlah .-.,:. jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki 6.,7, jiwa dan
penduduk wanita 6.-54 jiwa.
$ntuk kelembagaan ekonomi, kelurahan ini memiliki sebuah koperasi dengan
tenaga kerja sebanyak 5, orang, 6 industri makanan dengan tenaga kerja sebanyak
,6 orang, 6 industri kerajinan dengan tenaga kerja sebanyak 6- orang, , industri
mebel dengan tenaga kerja sebanyak .5 orang, serta beberapa warung makan, toko
kelontong, bengkel, per#etakan sablon serta terdapat sebuah pasar. Sedangkan dari
sarana pendidikan, kelurahan ini memiliki 9 buah Sekolah Taman !anak-kanak, 9
buah Sekolah asar, dan , buah S&P serta 8 buah TPA Al LurMan. !emudian dilihat
dari prasaran kesehatan, kelurahan ini memiliki 8 buah Posyandu, , buah tempat
praktek dokter, sebuah apotik dan 9 buah toko obat.
!elurahan Alalak Selatan mempunyai luas wilayah yang #ukup besar yaitu
.6:,:- /a yang terdiri dari pemukiman ;..- /a<, persawahan ;77 /a<, perkebunan ;9
/a< dan lain-lain ;:,:- /a<. Adapun jumlah penduduk pada !elurahan Alalak Selatan
sebanyak .,.,-8 jiwa dengan penduduk laki-laki sebanyak 8...6 jiwa dan penduduk
perempuan 8.-4. jiwa dengan jumlak kepala keluarga sebanyak 7.,86 !!.
ilihat dari sarana pendidikan, !elurahan Alalak Selatan memiliki , buah
Sekolah Taman !anak-kanak, 5 buah Sekolah asar, dan sebuah S&P dengan
jumlah guru sebanyak 85 orang. Sedangkan dari sarana kesehatan terdapat . buah
Puskesmas, 4 buah Posyandu, dan sebuah tempat dokter praktek. $ntuk
kelembagaan ekonomi, !elurahan ini memiliki sebuah !operasi dengan jumlah
anggota 88 orang, sebuah industri mebel dengan enam orang karyawan, serta
beberapa warung makan, kios kelontong, bengkel, sablon dan lain-lain serta sebuah
pasar.
!elurahan Alalak Tengah adalah wilayah yang tingkat perkembangan
penduduknya #ukup tinggi sehubungan dengan tingkat pembangunan perumahan
yang terus menerus meningkat setiap tahunnya. !elurahan ini memiliki luas wilayah
yang #ukup besar yaitu .,6 /a, yang terdiri dari pemukiman ;:6,6- /a<, persawahan
;5,5- /a<, perkebunan ;6 /a< dan lain-lain ;7-,. /a<. 0umlah penduduk pada
kelurahan berdasarkan pada data 0uni ,-., ter#atat sebanyak :.7.8 jiwa yang terdiri
atas penduduk laki-laki 5.,75 jiwa dan perempuan 5.-97 jiwa serta terdapat ,.67.
jumlah kepala keluarga.
ilihat dari kelembagaan ekonomi, kelurahan ini memiliki 4 buah industri mebel,
.. buah warung makan, ,- buah kios kelontong serta , buah pasar. !emudian dari
sarana pendidikan terdapat 5 buah Sekolah Taman !anak-kanak, 6 buah Sekolah
asar, , buah S&P dan sebuah S&A. Selanjutnya dari sarana kesehatan terdapat .
buah puskesmas, 8 buah posyandu dan sebuah tempat praktek dokter.
!elurahan Alalak $tara memiliki luas wilayah sebesar 77-.--- /a yang terdiri
dari 58 +T dan 7 +W, dengan jumlah penduduk sebanyak .9.:88 jiwa, yang terdiri
dari penduduk laki-laki :.4-8 jiwa dan perempuan :.48- jiwa. &ata pen#aharian pokok
pada kelurahan ini sebagian besar adalah sebagai buruh harian lepas dan petani.
Pada kelurahan ini terdapat sebuah pasar tradisional yang permanen serta adanya
pasar mingguan yang berakti%itas setiap minggu malan dan rabu malam.
.-. Kara30.r$s0$3 R.s9#n5.n P.n.+$0$an
"erdasarkan hasil penyebaran kuisioner terhadap responden penelitian pada
kelima wilayah !elurahan yang ada pada !e#amatan "anjarmasin $tara tersebut,
maka dapat diketahui karakteristik responden menuntut jenis kelamin, tingkat
pendidikan, umur, status perkawinan, pekerjaan dan tanggungan keluarga.
!arakteristik responden tersebut dimaksudkan untuk memperoleh in)ormasi yang lebih
komprehenship terhadap para responden yang menjadi sumber in)ormasi utama
dalam penelitian ini.
Tingkat kualitas penelitian yang dihasilkan salah satunya ditentukan oleh tingkat
keakuratan in)ormasi yang diperoleh dari para responden penelitian. Bleh karena itu,
setiap penelitian perlu menjelaskan siapa yang menjadi responden penelitiannya
dengan baik. $ntuk mengetahui kondisi tersebut di atas maka dapat dilihat pada Tabel
berikut?
Ta-.+ ="1
D$s0r$-4s$ R.s9#n5.n B.r5asar3an J.n$s K.+a,$n! U,4r
5an S0a04s P.r3aw$nan
Kara30.r$s0$3
J4,+a
7Oran28
P.rs.n0as. 7>8
.. 0enis kelamin ;nN7--<
Laki-laki
Perempuan
,. $mur ;n N 7--<
7-
7.F 5-
5. F 6-
O 6-
,8,
7:
,4
84
:.
.,.
:9,7
.,,9
4,9
,7,-
,9,-
5-,7
7. Status Perkawinan ;nN7--<
!awin
"elum kawin
uda@0anda
,89
.7
,-
:4,-
5,7
8,9
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan Tabel 6.. di atas dapat diketahui bahwa perbandingan jumlah
responden penelitian yang dilaksanakan pada lima kelurahan pada !e#amatan
"anjarmasin $tara tersebut adalah :9,7= laki-laki dan .,,9= wanita. Bleh karena itu,
berdasarkan in)ormasi tersebut di atas maka diketahui bahwa yang menjadi tulang
punggung dalam keluarga pada kelima kelurahan di !e#amatan "anjarmasin $tara
tersebut adalah laki-laki terutama dalam membangun kehidupan ekonomi masyarakat.
!ondisi tersebut menggambarkan bahwa kehidupan rumah tangga masyarakat
di bantaran sungai !uin relati) berjalan dengan baik dalam pengertian kehidupan
rumah tangga masyarakatnya berjalan harmonis, sehingga keadaan tersebut
merupakan salah satu modal yang sangat penting dalam membangun kultur
masyarakat yang lebih maju di masa yang akan datang melalui dukungan rumah
tangga yang relati) baik.
!emudian berdasarkan umur responden dalam penelitian ini diketahui bahwa
persentase umur responden yang lebih muda atau kurang dari 7- tahun jumlahnya
men#apai 4,9=, sementara yang berumur 7.F 5- jumlahnya men#apai ,7,-=,
adapun yang berumur antara 5.-6- tahun jumlahnya men#apai ,9,-=, sementara
yang umurnya lebih dari 6- tahun jumlahnya men#apai 5-,7=. !ondisi tersebut
menggambarkan bahwa masyarakat pada lima kelurahan tersebut memiliki potensi
yang #ukup baik untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi daerah pada
wilayah tersebut di masa yang akan datang, karena 64,9= kepala rumah tangganya
dalam kategori usia produkti).
Status perkawinan responden pada wilayah !elurahan Pangeran, !elurahan
!uin $tara, !elurahan Alalak Selatan, !elurahan Alalak Tengah dan !elurahan Alalak
$tara berdasarkan Tabel 6.. di atas maka responden yang berstatus kawin jumlahnya
:4,-= dan yang berstatus belum kawin jumlahnya hanya 5,7=, sedangkan yang
berstatus janda@duda jumlahnya 8,9=. !eadaan tersebut menggambarkan bahwa
kehidupan masyarakat pada kelima kelurahan di wilayah !e#amatan "anjarmasin
$tara tersebut pada umumnya memandang pentingnya hidup berkeluarga.
... Ana+$s$s K#n5$s$ S#s$a+ E3#n#,$ Masyara3a0 5$ <$+aya A+a+a3 5an
S.3$0arnya
3aktor yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pekerjaan yang menjadi
sumber penghidupan bagi keluarga dan jumlah tanggungan keluarga yang menjadi
tanggungjawab kepala rumah tangga dalam setiap rumah tangga responden.
Pekerjaan sangat penting dianalisis untuk menggambarkan bagaimana kondisi sosial
ekonomi masyarakat yang ada di lima kelurahan yang diteliti terutama dalam
memenuhi kebutuhan rumah tangganya. "erdasarkan uraian di atas, maka lapangan
pekerjaan bagi masyarakat di wilayah !e#amatan "anjarmasin $tara pada !elurahan
Pangeran, !elurahan !uin $tara, !elurahan Alalak Selatan, !elurahan Alalak Tengah
dan !elurahan Alalak $tara dapat dilihat pada Tabel berikut ini?
Ta-.+ ="2
D$s0r$-4s$ R.s9#n5.n B.r5asar3an P.3.r1aan
N# J.n$s P.3.r1aan J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Wiraswasta ,.: 9,,8
, Petani : ,,9
7 "uruh@!aryawan 74 .7,-
5 Lainnya 76 ..,9
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan Tabel 6., di atas maka dapat diketahui bahwa responden yang
pekerjaan utamanya sebagai wiraswasta jumlahnya 9,,8=, petani jumlahnya ,,9=,
buruh@karyawan sebesar .7= dan lainnya ..,9=. Se#ara umum berdasarkan
in)ormasi dari data pada Tabel 6.7 di atas tampak bahwa pada umumnya masyarakat
pada kelima kelurahan tersebut adalah berwirausaha dengan mayoritas responden
yang berwirausaha tersebut melakukan kegiatan perdagangan baik berupa
perdagangan keperluan sehari-hari maupun perdagangan barang makanan. engan
demikian untuk memberdayakan masyarakat berdasarkan mata pen#aharian pada
kelima kelurahan di !e#amatan "anjarmasin $tara tersebut maka diperlukan stimulus
kebijakan yang berbasis pada sektor perdagangan agar perekonomian masyarakat
yang ada di wilayah Alalak dan sekitarnya dapat lebih dioptimalkan dalam rangka
meningkatkan kesejahteraannya.
!ondisi yang tidak kalah pentingnya mendapatkan perhatian adalah
tanggungan keluarga bagi setiap kepala rumah tangga dalam penelitian ini. Bleh
karena itu, pada Tabel 6.7 berikut dapat dilihat jumlah beban tanggungan keluarga
masyarakat yang ada pada lima kelurahan di wilayah "anjarmasin $tara, untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut?
Ta-.+ =")
D$s0r$-4s$ R.s9#n5.n B.r5asar3an Tan224n2an K.+4ar2a
N# Tan224n2an K.+4ar2a J4,+a Pr.s.n0as. 7>8
. 7 P .-: 78,-
, 7 F 6 .8. 67,9
7 8 F : 7. .-,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan Tabel 6.7 di atas maka dapat diketahui bahwa %ariasi tanggungan
keluarga pada masyarakat di lima kelurahan Alalak dan sekitarnya pada !e#amatan
"anjarmasin $tara menunjukkan bahwa tanggungan keluarga yang jumlahnya kurang
dari 7 orang jumlahnya men#apai 78=, sedangkan yang tanggungan keluarganya
antara 7-6 orang jumlahnya men#apai 67,9=, sementara yang jumlahnya 8 F : orang
men#apai .-,7=. !ondisi tersebut di atas menunjukkan bahwa se#ara keseluruhan
rata-rata kepala rumah tangga masyarakat pada wilayah Alalak dan sekitarnya
memiliki tanggungan keluarga yang #ukup besar. Bleh karena itu, beban hidup dan
tanggung jawab kepala keluarga se#ara ekonomi bagi masyarakat Alalak dan
sekitarnya juga relati) berat, sehingga memerlukan perhatian berupa kebijakan yang
dapat membantu meningkatkan pendapatan rumah tangganya agar kehidupannya
dapat lebih sejahtera. Adapun tingkat pendidikan responden dapat dilihat pada Tabel
berikut?
Ta-.+% ="(
D$s0r$-4s$ R.s9#n5.n B.r5asar3an P.n5$5$3an
N# T$n23a0 P.n5$5$3an J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Tidak Tamat S .- 7,7
. Sekolah asar :7 ,9,9
, SLTP 69 .4,-
7 SLTA .,8 5,,-
5 Akademi@iploma ,, 9,7
6 Sarjana , -,9
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Tingkat pendidikan masyarakat Alalak dan sekitarnya yang digambarkan
melalui responden penelitian ini menunjukkan bahwa 7,7= masyarakat pada wilayah
Alalak dan sekitarnya tersebut berpendidikan tidak tamat sekolah dasar, tingkatan
sekolah dasar ,9,9=, sedangkan untuk tingkat pendidikan SLTP jumlahnya .4,-=
dan untuk pendidikan SLTA jumlahnya 5,,-=, selanjutnya untuk pendidikan
akademi@diploma dan sarjana hanya 9,7= dan -,9=. "erdasarkan Tabel 6.6 di atas
diketahui bahwa kompetensi masyarakat Alalak dan sekitarnya di !e#amatan
"anjarmasin $tara masih terdapat kepala keluarga yang hanya mempunyai
pendidikan tertinggi tidak tamat S ;7,76=<, tamatan S ;,9,9=< dan tamatan SLTP
;.4=<. !ondisi tersebut merupakan salah satu hambatan dalam pengembangan
ekonomi dan pembangunan wilayah Alalak dan sekitarnya se#ara umum. Bleh karena
itu, masyarakat Alalak dan sekitarnya perlu senantiasa didorong untuk meningkatkan
kualitas pendidikannya, agar mereka memiliki kemampuan untuk bersaing dalam
proses kehidupan yang semakin kompetiti) dimasa datang.
.,. Ana+$s$s P#0.ns$ 5an K#,9.0.ns$ Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
Un043 M.n1a+an3an Usaa
Pembangunan ekonomi suatu wilayah atau daerah melalui peman)aatan
potensi ekonomi daerah sangat tergantung dari kemampuan sumberdaya manusia
pada suatu wilayah. !ondisi tersebut tentu saja berlaku pula pada wilayah Alalak
dan sekitarnya, karena pada prinsipnya sumberdaya manusia merupakan driving
factors dalam proses pengelolaan potensi ekonomi daerah. Bleh karena itu,
ren#ana pengembangan ekonomi suatu wilayah seharusnya didukung potensi
sumberdaya manusianya.
Potensi sumberdaya manusia yang dimaksudkan adalah bukan hanya
sekedar kuantitas semata, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah competency
sumberdaya manusia yang tersedia untuk membantu melaksanakan proses
pembangunan yang bertujuan untuk memajukan daerah dan sekaligus untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. &emperhatikan konsep tersebut di atas
maka kondisi potensi sumberdaya manusia pada wilayah Alalak dan sekitarnya
sebagai penopang pelaksanaan pembangunan ekonomi dan pembangunan
daerah pada umumnya, terutama pada wilayah yang menjadi lokasi penelitian
dijelaskan pada beberapa Tabel berikut?
Ta-.+ ="=
D$s0r$-4s$ 9.n5$5$3an ana3 12 0a4n 3. A0as
Pa5a <$+aya A+a+a3 5an S.3$0arnya
N# T$n23a0 P.n5$5$3an J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. Tanpa Anak @ "lm ., Thn .-9 76,9
, Tidak tamat S : ,,9
7 Tamat S dan Sederajat 7- .-,-
5 Tamat SLTP dan sederajat 6. .9,-
6 Tamat SLTA dan Sederajat 99 ,6,9
8 Tamat iploma 7 .,-
9 Tamat Sarjana ;S.< ,5 :,-
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan Tabel di atas dapat dijelaskan bahwa pendidikan generasi
muda masyarakat Alalak dan sekitarnya se#ara umum relati) sudah baik. Pada
kondisi anak usia ., tahun ke atas, semestinya tingkat pendidikan yang sudah
ditempuh minimal sudah tamat sekolah dasar @ sederajat. !ondisi obyekti) tersebut
ditunjukkan oleh tingkat pendidikan bagi anak usia ., tahun ke atas yang telah
mengenyam pendidikan pada tingkat pendidikan sekolah dasar dengan jumlah
.-,-=, tamat SLTP jumlahnya men#apai .9,-=, sedangkan yang berpendidikan
SLTA jumlahnya men#apai ,6,9=, dan untuk tingkat pendidikan iploma hanya
.,-= dan sarjana strata satu ;S.< jumlahnya men#apai :,-=. $ntuk anak usia .,
tahun ke atas yang tidak menamatkan S jumlahnya hanya ,,9=.
0ika kondisi tersebut di atas dikaitkan dengan tuntutan pembangunan
dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka urusan pendidikan di
wilayah Alalak dan sekitarnya sudah mendapatkan perhatian serius bagi berbagai
pihak yang terkait. /al ini dapat terlihat dari tingginya kesadaran orang tua untuk
menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Walaupun demikian, jika hal tersebut di atas dikaitkan dengan keadaan
distribusi anak dalam keluarga dengan jumlah rata-rata 7 orang anak dan dikaitkan
pula dengan tingkat pendapatan masyarakat Alalak dan sekitarnya, maka tentu
saja hal tersebut menjadi sebuah beban yang relati) berat untuk kelanjutan
pendidikan generasi muda masyarakat Alalak dan sekitarnya. Bleh karena itu,
program pemberdayaan ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya perlu
mendapatkan perhatian guna meningkatkan pendapatannya, agar mampu
memberdayakan dirinya dan keluarganya. $ntuk melihat distribusi jumlah anak
dalam rumah tangga masyarakat Alalak dan sekitarnya, maka dapat dilihat pada
tabel berikut?
Ta-.+ ="?
D$s0r$-4s$ J4,+a Ana3 Da+a, K.+4ar2a Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
B.r5asar3an Us$a"
N#
D$s0r$-4s$ ana3 5a+a,
3.+4ar2a
J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Tidak ada@tanpa anak 5. .7,9
, . anak :- ,8,9
7 , anak :: ,4,7
5 7 anak 5, .5,-
6 5 anak ,9 4,-
8 6 anak 4 7,-
9 Lebih dari 6 anak .7 5,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,.
Tabel di atas memberikan gambaran bahwa pada umumnya jumlah anak
dalam setiap keluarga bagi masyarakat Alalak dan sekitarnya sebanyak . sampai ,
anak atau ,8,9= dan ,4,7=. /al tersebut menunjukkan bahwa proses regenerasi
masyarakat di wilayah Alalak dan sekitarnya perlu mendapatkan perhatian
terutama dari sisi pendidikan untuk peningkatan kualitas generasi muda.
Potensi sumberdaya manusia !elurahan Pangeran dengan jumlah
penduduk men#apai .-.:8. jiwa dari sejumlah ,.9,, !epala !eluarga dengan
jumlah penduduk laki-laki 5.479 jiwa dan penduduk wanita 6.4,5 jiwa. !emudian
yang penting diketahui adalah komposisi penduduk menurut umur yaitu --5 tahun
sebanyak 997 jiwa, usia 6-8 tahun 5.8 jiwa, usia 9-., tahun ..,88 jiwa, usia .7-.6
tahun 995 jiwa, usia .8-.: tahun :.6 jiwa, usia .4-,6 tahun ..-:5 jiwa, dan usia
,8-8- tahun 6..5, jiwa, sedangkan sisanya 8. tahun keatas berjumlah 64. jiwa.
$ntuk jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan, dimana terdapat 4.- jiwa
yang belum@tidak bersekolah, 854 jiwa yang tidak tamat S@sederajat, 476 jiwa
yang tamat S@sederajat, ..666 jiwa yang telah tamat S&P@sederajat, 7.6.. jiwa
yang telah tamat S&$@sederajat, ...87 jiwa yang tamat Akademi@iploma, serta
,..7: jiwa yang menamatkan pada tingkatan Sarjana S. dan S,.
Potensi sumber daya manusia kelurahan !uin $tara yang berjumlah :.6:-
jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki 5.,,4 jiwa dan penduduk wanita 5.76.
jiwa. Potensi sumberdaya manusia !elurahan !uin $tara dengan jumlah penduduk
men#apai :.6:- jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 5.,,4 jiwa dan penduduk
wanita 5.76. jiwa. !emudian yang penting diketahui adalah komposisi penduduk
menurut umur yaitu - F 6 tahun sebanyak ..-56 jiwa, usia 8 F ., tahun ..65- jiwa,
usia .7 - .: tahun ...7- jiwa, usia .4 - ,5 tahun ...-7 jiwa, usia ,6 - 5- tahun
..99: jiwa, usia 5. - 6- tahun :84 jiwa, dan usia 6. - 6: tahun 9-, jiwa,
sedangkan sisanya 64 tahun keatas berjumlah 9.- jiwa. $ntuk jumlah penduduk
berdasarkan tingkat pendidikan, terdapat ,- jiwa yang menyandang buta huru),
belum sekolah 5,6 jiwa, 69 jiwa usia 9 F 56 tahun yang tidak pernah sekolah, 66-
jiwa pernah sekolah dasar namun tidak tamat, ..,69 jiwa yang telah tamat
S@sedarajat, ..49, jiwa yang telah tamat S&P@sederajat, ..76. jiwa yang telah
tamat S&$@sederajat, :5 jiwa yang tamat Akademi@iploma, serta ,9, jiwa yang
menamatkan pada tingkatan Sarjana S. dan S,.
Potensi sumber daya manusia kelurahan Alalak Selatan yang berjumlah
.,.,-8 jiwa dengan penduduk laki-laki sebanyak 8...6 jiwa dan penduduk
perempuan 8.-4. jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 7.,86 !!.
!emudian yang penting diketahui adalah komposisi penduduk menurut umur yaitu
- F . tahun sebanyak 5:5 jiwa, usia . F 6 tahun ..--6 jiwa, usia 6 - 8 tahun 6:,
jiwa, usia 9 - .6 tahun ,.,.: jiwa, usia .8 - ,. tahun ..6:4 jiwa, usia ,, - 64 tahun
6.755 jiwa, dan sisanya 8- tahun keatas berjumlah 79, jiwa. $ntuk jumlah
penduduk berdasarkan tingkat pendidikan, terdapat 7.-.7 jiwa yang telah tamat
S@sedarajat, ..5.6 jiwa yang telah tamat S&P@sederajat, ..7:4 jiwa yang telah
tamat S&$@sederajat, .:6 jiwa yang tamat Akademi@iploma, serta ,-- jiwa yang
menamatkan pada tingkatan Sarjana S. ke atas.
Potensi sumber daya manusia kelurahan Alalak Tengah berjumlah :.7.8
jiwa dengan penduduk laki-laki sebanyak 5.,75 jiwa dan penduduk perempuan
5.-97 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak ,.67. !!. !emudian yang
penting diketahui adalah komposisi penduduk menurut umur yaitu - F . tahun
sebanyak 6-, jiwa, usia , F 6 tahun 9:- jiwa, usia 8 F .8 tahun 565 jiwa, usia 9 -
,. tahun ,..-- jiwa, usia ,, F 64 tahun ..9.4 jiwa, dan sisanya 8- tahun keatas
berjumlah ,.98- jiwa. $ntuk jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan,
terdapat ,..,, jiwa yang telah tamat S@sedarajat, ..-7- jiwa yang telah tamat
S&P@sederajat, ...:6 jiwa yang telah tamat S&$@sederajat, .94 jiwa yang tamat
Akademi@iploma, serta .,. jiwa yang menamatkan pada tingkatan Sarjana S. ke
atas.
Potensi sumber daya manusia kelurahan Alalak $tara yang memiliki jumlah
penduduk sebanyak .9.:88 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki :.4-8 jiwa dan
perempuan :.48- jiwa, memiliki luas wilayah sebesar 77-.--- /a. Sebagian besar
penduduk kelurahan ini memiliki mata pen#aharian sebagai buruh harian lepas dan
petani.
&asyarakat Alalak dan sekitarnya selama ini telah menjalankan usahanya
diberbagai bidang antara lain> perikanan, pertanian, perdagangan, kerajinan dan
pariwisata. Namun demikian dari segi skala prioritas pengembangan usaha maka
pada umumnya masyarakat Alalak dan sekitarnya selama ini telah menjalankan
usahanya se#ara dominan pada sektor perdagangan dengan jumlah 8:,-=. /al
tersebut sejalan atau memiliki konsistensi dengan usaha yang dipilih untuk
dikembangkan dimasa yang akan datang. Namun demikian untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada Tabel berikut?
Ta-.+ ="'
Usaa yan2 T.+a D$1a+an3an Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
N# Usaa yan2 T.+a
D$1a+an3an
J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Perikanan 9 ,,7
, Pertanian : ,,9
7 Perdagangan ,-5 8:,-
5 !erajinan ,: 4,7
6 Pariwisata 7 .,-
8 Lainnya 6- .8,9
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
!ondisi yang dapat diamati dari Tabel di atas adalah bahwa disamping
usaha perdagangan yang telah digeluti oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya
adalah antara lain> perikanan ,,7=, pertanian ,,9=, perdagangan 8:=, kerajinan
4,7=, pariwisata .,-= dan lainnya .8,9=. !ondisi tersebut di atas
menggambarkan bahwa akti%itas kegiatan usaha yang telah dilaksanakan oleh
masyarakat Alalak dan sekitarnya #ukup beragam, dan saling melengkapi dalam
proses kehidupan bermasyarakat.
Pengalaman adalah merupakan salah satu )aktor penentu keberhasilan
dalam menjalankan usaha, karena pengalaman adalah guru yang terbaik bagi
setiap indi%idu. Bleh karena itu, pada Tabel berikut ini kita melihat lamanya
menjalankan usaha yang telah digeluti oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya.
Ta-.+ ="@
La,anya M.n1a+an3an Usaa Ba2$ Masyara3a0 A+a+a3
5an S.3$0arnya
N# La,anya ,.n1a+an3an Usaa J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. !urang dari . tahun .4 8,7
, Lebih dari . tahun - 7 tahun 99 ,6,9
7 Lebih 7 tahun - 6 tahun 9: ,8,-
5 Lebih dari 6 tahun-.- tahun 86 ,.,9
6 Lebih dari .- tahun 8. ,-,7
Ta-.+ 200 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
&asyarakat Alalak dan sekitarnya dalam menjalankan usahanya tampak
bahwa mereka memiliki %ariasi terhadap pro)esinya terutama sebagai pedagang.
/al ini dapat dilihat dari lamanya menjalankan usaha pada kisaran .-7 tahun
sebesar ,6,9= dan kisaran 7-6 tahun sebesar ,8=. /al ini terkait dengan kondisi
ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya, dimana pada saat usaha perkayuan
sangat banyak terdapat di wilayah ini, rata-rata pekerjaan masyarakat Alalak dan
sekitarnya banyak yang bekerja sebagai karyawan pada perusahaan kayu ataupun
penggergajian kayu. Namun dengan adanya peraturan pemerintah tentang illegal
logging, banyak usaha perkayuan yang tutup dan memaksa para karyawan yang
kebanyakan merupakan masyarakat Alalak dan sekitarnya harus men#ari
pekerjaan baru. 0enis usaha yang paling banyak dipilih adalah bidang
perdagangan. &eskipun masyarakat Alalak dan sekitarnya dalam menjalankan
usahanya memiliki pengalaman yang #ukup baik akan tetapi karena kurang
ditunjang oleh program pemberdayaan yang kurang optimal maka rata-rata
pendapatan usaha masyarakat Alalak dan sekitarnya masih rendah. Adapun rata-
rata pendapatan usaha bagi masyarakat Alalak dan sekitarnya dapat dilihat pada
Tabel berikut?
Ta-.+ ="&
Ra0a6Ra0a P.n5a9a0an Usaa Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya"
N# Ra0a6Ra0a P.n5a9a0an Usaa
9.r -4+an
J4,+a

P.rs.n0as.
7>8
. P +p. .-.---.---,- ,:. 47,9
, Lebih dari +p. .-.---.---, .4 8,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,.
+ata-rata pendapatan usaha masyarakat Alalak dan sekitarnya pada Tabel
tersebut di atas memperlihatkan bahwa pendapatan usaha yang lebih ke#il dari
+p. .-.---.---,- men#apai 47,9=, sementara yang berpendapatan usaha di atas
+p. .-.---.---,- sebanyak 8,7=. !ondisi ini menjelaskan bahwa usaha
masyarakat Alalak dan sekitarnya yang telah dijalankan selama ini masih sangat
memerlukan proses pemberdayaan, terutama dari sisi pengembangan manajemen
dan permodalan usaha. /al lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah
pengembangan akses pemasaran komoditas yang dihasilkan.
!eterlibatan tenaga kerja dalam proses pengelolaan usaha pada kawasan
Alalak dan sekitarnya menunjukkan kondisi yang belum optimal. /al ini dapat
dilihat dari jumlah tenaga kerja yang terlibat yang pada umumnya hanya antara .-5
orang atau dengan jumlah persentase 48,9= dan 6-4 orang untuk 7,-=, serta .--
.5 orang hanya -,7=. Adapun keterlibatan tenaga kerja dalam menjalankan
usaha yang dijalankan oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya dapat dilihat pada
Tabel berikut?
Ta-.+ ="10
K.0.r+$-a0an T.na2a K.r1a Da+a, M.n1a+an3an Usaa
N# K.0.r+$-a0an T.na2a K.r1a J4,+a P.rs.n0as.
7>8
. .-5 orang ,4- 48,9
, 6-4 orang 4 7,-
7 .--.5 orang . -,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
&emperhatikan keterlibatan tenaga kerja dalam pengelolaan usaha
masyarakat pada wilayah Alalak dan sekitarnya maka dapat diketahui bahwa
tingkat penyerapan tenaga kerjanya masih relati) rendah. !ondisi tersebut di atas
sangat terkait pula dengan tingkat pemberian bantuan permodalan dan peralatan
yang masih sangat terbatas. !ondisi lain yang penting untuk diungkapkan dalam
kajian ini adalah tingkat kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Alalak
dan sekitarnya, keadaan tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut?
Ta-.+ ="11
D$s0r$-4s$ Ra0a6ra0a P.n5a9a0an K.+4ar2a P.r B4+an
Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
N#
Ra0a6ra0a P.n5a9a0an
K.+4ar2a P.r B4+an
J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. !urang dari +p. 6--.---,- 58 .6,7
,
Lebih dari +p. 6--.---.-
sampai +p. ..---.---,-
8. ,-,7
7
Lebih dari +p. ..---.---,-
sampai +p. ,.---.---,-
.,. 5-,7
5
Lebih dari +p. ,.---.---,-
sampai +p. 7.---.---,-
58 .6,7
6 Lebih dari +p. 7.---.---,- ,- 8,9
sampai +p. 6.---.---,-
8 Lebih dari +p. 6.---.---.- 8 ,,-
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,.
Tabel di atas menggambarkan bahwa kehidupan masyarakat dengan
tingkat pendapatan rendah yang mereka peroleh per bulan dengan kurang dari
+p. 6--.---,- men#apai .6,7= per kepala keluarga. Pendapatan keluarga yang
jumlahnya antara +p. 6--.---,- sampai dengan +p. ..---.---.- jumlahnya sekitar
,-,7 =. Pendapatan dengan kisaran lebih dari +p. ..---.---,- sampai
+p.,.---.---,- paling dominan yaitu sebanyak 5-,7=. Pendapatan yang lebih dari
+p. 6.---.---, hanya ,,-=.
&asih rendahnya pendapatan kepala keluarga pada sebagian masyarakat
Alalak dan sekitarnya untuk pekerjaan utamanya, oleh sebagian masyarakat masih
dapat ditutupi dengan adanya tambahan pendapatan lainnya. "erikut tabel
distribusi rata-rata pendapatan keluarga lainnya per bulan pada masyarakat Alalak
dan sekitarnya.
Ta-.+ ="12
D$s0r$-4s$ Ra0a6ra0a P.n5a9a0an K.+4ar2a La$nnya P.r B4+an Masyara3a0
A+a+a3 5an S.3$0arnya
N#
Ra0a6ra0a P.n5a9a0an
La$nnya P.r B4+an
J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. Tidak Ada Pendapatan Lain .,, 5-,9
, !urang dari +p. 6--.---,- 8- ,-,-
7
Lebih dari +p. 6--.---.-
sampai +p. ..---.---,-
98 ,6,7
5
Lebih dari +p. ..---.---,-
sampai +p. ,.---.---,-
7, .-,9
6
Lebih dari +p. ,.---.---,-
sampai +p. 7.---.---,-
4 7,-
8
Lebih dari +p. 7.---.---,-
sampai +p. 6.---.---,-
. -,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,.
Adapun untuk distribusi rata-rata pengeluaran keluarga per bulan
masyarakat Alalak dan sekitarnya lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut ?
Ta-.+ ="1)
D$s0r$-4s$ Ra0a6ra0a P.n2.+4aran K.+4ar2a P.r B4+an
Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
N#
Ra0a6ra0a P.n2.+4aran K.+4ar2a
9.r B4+an
J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. !urang dari +p. 6--.---,- 55 .5,9
, Lebih +p.6--.--- sampai +p ..---.--- 9- ,7,7
7 Lebih +p...---.--- sampai +p.,.---.--- .,6 5.,9
5 Lebih +p.,.---.--- sampai +p 7.---.--- 57 .5,7
6 Lebih +p.7.---.--- sampai +p 6.---.--- .9 6,9
8 Lebih +p.6.---.--- . -,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Angka pengeluaran keluarga per bulan masyarakat Alalak dan sekitarnya
dengan tingkat pengeluarannya kurang dari +p.6--.---,-@bulan sebanyak .5,9=,
dengan tingkat pengeluaran@bulan antara +p.6--.---,- sampai dengan
+p...---.---,-@bulan ,7,7=, tingkat pengeluaran@bulan antara +p...---.---,-
sampai dengan +p.,.---.---,- sebanyak .5,7=, tingkat pengeluaran@bulan antara
+p.7.---.---,- sampai dengan +p.6.---.---,- sebanyak 6,9=, sisanya lebih dari
+p.6.---.---,- hanya -,7=.
Aspek kondisi sosial masyarakat yang perlu pula di#ermati di wilayah
Alalak dan sekitarnya antara lain adalah mengenai status tempat tinggal atau
rumah, sumber kebutuhan air bersih, kelengkapan sarana &(! dan sarana
penerangan rumah yang digunakan dalam rumah tangganya dapat dilihat pada
tabel berikut?
Ta-.+ ="1(
S0a04s T.,9a0 T$n22a+! S4,-.r K.-404an A$r B.rs$! K.+.n23a9an Sarana
MCK Dan Sarana P.n.ran2an
N# K.0.ran2an P.rs.n0s. 7>8
. Status Tempat Tinggal?
a. &ilik Sendiri
b. Sewa
#. Numpang
:8,9
9,-
8,7
, Sumber Air "ersih?
a. Sumur Timba@ pompa
b. Sungai
#. PA&
5,-
4,7
:8,9
7 Sanitasi>
a. &(! sendiri
b. &(! $mum
#. &(! di sungai
::,-
7,7
:,9
5 Penerangan +umah>
a. Listrik dari PLN .--
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa status tempat tingal
responden dalam penelitian ini pada umumnya berstatus rumah sendiri yaitu
dengan jumlah :8,9=, sedangkan yang sewa rumah sebanyak 9,-= dan yang
menumpang dengan orang tua@mertua hanya 8,7=. Selanjutnya berdasarkan
sumber air bersih pada umumnya sudah menggunakan air dari PA& yaitu
dengan jumlah :8,9=, sedangkan sumber air lainnya adalah sungai dengan
jumlah 4,7= dan sumur pompa dengan 5,-=. Adapun kondisi sanitasi untuk &(!
pada umumnya sudah meman)aatkan &(! sendiri sebesar ::,-=, akan tetapi
masih ada yang menggunakan &(! di sungai sebesar :,9=, dan &(! umum
sebanyak 7,7=.
$ntuk penerangan rumah tangga masyarakat Alalak dan sekitarnya sudah
.--= menggunakan penerangan PLN. &emperhatikan kondisi tersebut di atas
maka dapat disimpulkan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih dan penerangan
listrik pada umumnya sudah dapat terpenuhi bagi masyarakat Alalak dan
sekitarnya.
.7. Ana+$s$s P.ran L.,-a2a E3#n#,$ Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
!eberhasilan pembangunan suatu wilayah juga dipengaruhi oleh peranan
lembaga ekonomi sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan kegitan
usahanya, baik dari lembaga perbankan, koperasi, "$&N atau perusahaan
daerah. "erdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan melalui kegiatan
penelitian ini, diketahui bahwa pada umumnya responden masih banyak yang
belum pernah memperoleh )asilitas dari berbagai lembaga mitra usaha.
3asilitas bantuan modal, peralatan dan manajemen bagi masyarakat di
kota "anjarmasin relati) sudah banyak, baik dari inas Pertanian dan Perikanan,
inas !operasi dan $&!&, inas Perindustrian dan Perdagangan, maupun dinas-
dinas lainnya yang ada di kota "anjarmasin. Akan tetapi penyebaran bantuan yang
didapatkan oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya yang belum merata. /al
tersebut dapat dilihat dari sekitar 4-= responden mengatakan bahwa belum
pernah mendapatkan bantuan yang tentu saja sangat diperlukan dalam
pengembangan usahanya, sedangkan yang telah menerima bantuan permodalan
hanya sekitar .-=, hal tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut?
Ta-.+ ="1=
D$s0r$-4s$ Ban04an L.,-a2a E3#n#,$ Yan2 D$0.r$,a
N#
D$s0r$-4s$ Ban04an L.,-a2a
E3#n#,$
J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. Tidak Pernah apat ,9- 4-,-
, Pernah apat
a Permodalan ,- 8,9
b Pelatihan !ewirausahaan 7 .,-
# "imbingan dan konsultasi , -,8
d "antuan Peralatan 6 .,9
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"antuan permodalan banyak diberikan oleh dinas Sosial untuk !elompok
usaha bersama ;!$"2< 3akir &iskin dengan nomimal ,- juta rupiah per kelompok
usaha. Selain itu bantuan permodalan juga telah banyak diberikan oleh dinas
Pertanian dan Perikanan khususnya bagi kelompok masyarakat yang bergerak
dibidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan yang jumlahnya ber%ariasi
hingga men#apai 6- juta rupiah per kelompok usaha. Selain bantuan pemberian
modal, dinas Pertanian dan Perikanan juga telah banyak memberikan bantuan dan
)asilitasi kepada masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman modal kepada pihak
perbankan. Selain itu dinas Pertanian dan Perikanan juga memberikan bantuan
kepada kelompok usaha masyarakat dalam bentuk bantuan peralatan. $ntuk
kegiatan pelatihan kewirausahaan juga telah rutin dilaksanakan oleh dinas
!operasi dan $&!& dan bantuan bimbingan teknis telah juga dilaksanakan oleh
dinas Perindustrian dan Perdagangan. Akan tetapi, identi)ikasi terhadap pemberian
bantuan dari lembaga-lembaga tersebut bagi masyarakat wilayah Alalak dan
sekitarnya, se#ara )aktual masih belum merata penyebarannya. Bleh karena itu,
dalam rangka pengembangan ekonomi yang lebih baik pada wilayah Alalak dan
sekitarnya maka seyogyanya peningkatan peran lembaga ekonomi mendapatkan
perhatian dari berbagai pihak terutama dalam pengembangan usaha masyarakat
Alalak dan sekitarnya khususnya dalam hal koordinasi baik antar instansi yang ada
dipemerintahan maupun antar lembaga pemberi bantuan non pemerintah dengan
instansi pemerintah. /al ini untuk menghindarkan masyarakat penerima bantuan
hanya tertumpuk pada indi%idu@kelompok tertentu saja. /asil diskusi dengan
S!P-S!P terkait, selama ini lembaga non pemerintah hanya meminta data
kepada instansi terkait, akan tetapi pada saat realisasi bantuan tidak ada laporan
kelompok masyarakat mana yang mendapatkan bantuan tersebut.
Pemberian bantuan kepada masyarakat Alalak dan sekitarnya terutama
yang bersi)at pembinaan dan permodalan merupakan bagian dari proses
penguatan ekonomi kerakyatan. $ntuk melihat kondisi obyekti) bantuan
permodalan dari lembaga ekonomi pada wilayah tersebut maka se#ara
keseluruhan dapat dilihat pada Tabel berikut?
Ta-.+ ="1?
B.sarnya Ban04an P.r,#5a+an Yan2 D$0.r$,a R.s9#n5.n
N# D$s0r$-4s$ Ban04an P.r,#5a+an J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. !urang dari +p.6.---.---,- : 5-,-
, +p. 6.---.--- sampai +p..-.---.--- : 5-,-
7 +p..-.---.--- sampai +p.,6.---.--- , .-,-
5 +p. 6-.---.--- sampai +p..--.---.--- , .-,-
T#0a+ 20 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"esarnya jumlah bantuan modal yang diterima masyarakat Alalak dan
sekitarnya dalam pengembangan kegiatan ekonominya #ukup ber%ariasi, dengan
jumlah yang relati) ke#il yaitu 5-,-= menerima bantuan kurang dari +p.6.---.---,-
dan 5-,-= dengan jumlah +p. 6.---.---,- sampai +p. .-.---.---,- kemudian
.-,-= dengan bantuan modal lebih dari +p. .-.---.---,- sampai +p.,6.---.---,-
serta bantuan modal antara +p.6-.---.---,- sampai +p..--.---,---,-"erdasarkan
in)ormasi yang diperoleh dari kajian ini bahwa bantuan dari lembaga ekonomi baik
perbankan maupun lembaga ekonomi non bank serta pemerintah daerah sudah
#ukup besar terbukti dengan adanya kelompok masyarakat yang mendapatkan
bantuan permodalan antara +p.6-.---.---,- sampai +p..--.---,---,-. Akan tetapi
sekali lagi penyebarannya yang masih belum merata di masyarakat Alalak dan
sekitarnya karena yang pernah mendapatkan bantuan baik permodalan maupun
bentuk-bentuk bantuan lainnya hanya .-= responden, sehingga yang belum
pernah mendapatkan bantuan jumlahnya men#apai 4-,-=.
Selanjutnya mengenai keberadaan lembaga ekonomi yang memungkinkan
untuk menjadi mitra pemberi bantuan untuk pengembangan usaha ekonomi
keluarga masyarakat Alalak dan sekitarnya yang terdiri dari !operasi, "ank,
Perusahaan aerah atau lembaga lainnya sebenarnya sangat potensial untuk
diman)aatkan. Akan tetapi kurangnya koordinasi lembaga-lambaga ini pada saat
implementasi bantuan dengan pemerintah, baik pihak kelurahan, ke#amatan
maupun S!P terkait sehingga untuk daerah Alalak dan sekitarnya belum
meratanya pemberian bantuan kepada masyarakat.
Pemberdayaan dari segi aspek pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat
terutama untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi masyarakat dimana hanya
terdapat .-= responden yang pernah mendapatkan dari masyarakat yang sudah
pernah mendapatkan beragam bantuan atau hanya .= dari total responden.
"entuk bantuan lainnya yang diterima masyarakat yang pernah menerima bantuan
adalah bantuan peralatan. Akan tetapi jumlahnya juga masih belum banyak yaitu
hanya 6= dari total responden.
Terkait dengan sumber permodalan bagi usaha yang dijalankan oleh
masyarakat Alalak dan sekitarnya dapat dilihat pada tabel berikut ?
Ta-.+ ="1'
S4,-.r P.r,#5a+an R.s9#n5.n
N# S4,-.r P.r,#5a+an J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Pribadi .:9 8,,7
, "ank 55 .5,9
7 !eluarga 7- .-,-
5 Pemerintah aerah 8 ,,-
6 Lembaga !euangan Non "ank , -,9
8 "$&N . -,7
9 Perorangan 7- .-,-
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas sumber
permodalan responden responden bersumber dari modal sendiri yaitu 8,,7=,
sedangkan yang bersumber dari perbankan hanya berkisar .5,9=, dari
keluarga.-=, dari pemerintah daerah ,=, dari perorangan .-= dan sumber
lainnya ;lembaga keuangan non bank dan "$&N< hanya .=. /al ini memberikan
gambaran bahwa peranan perbankan dalam pengembangan usaha di wilayah
Alalak dan sekitarnya sudah ada walaupun masih #ukup rendah, sehingga
masyarakat kesulitan untuk mengembangkan kegiatan usahanya. ari segi
pemenuhan kebutuhan bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan sekitar 45=
dipenuhi se#ara lokal dan 8= dari wilayah lainnya.
!egiatan pemasaran komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat Alalak
dan sekitarnya 4:= dipasarkan di daerah sendiri atau pasar lokal, dan .,9=
dipasarkan sampai ke daerah lain di luar !alimantan Selatan, serta -,7= yang
dipasarkan sampai ke luar negeri. !eadaan ini menggambarkan bahwa koneksitas
perekonomian wilayah Alalak dan sekitarnya dengan daerah pemasaran produksi
yang mereka hasilkan masih sangat rendah, sehingga memerlukan bantuan akses
pemasaran ke daerah lain.
.5. Ana+$s$s Social Capital Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
Salah satu modal yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat kita
adalah modal sosial atau capital social( Asset tersebut bahkan hampir luput dari
perhatian berbagai pihak untuk tetap menumbuhkembangkan dalam masyarakat.
Bleh karena itu, modal sosial tersebut pada berbagai wilayah terutama di wilayah
perkotaan telah mulai mengalami kemerosotan sejalan dengan pergeseran pola
hidup masyarakat yang #enderung lebih bersi)at materialistis.
Nilai-nilai kehidupan masyarakat yang diwarnai oleh modal sosial terasa
sangat berbeda dengan kondisi kehidupan masyarakat telah kehilangan nilai
modal sosial. !ehidupan masyarakat desa yang jauh dari dinamika perubahan
kehidupan yang modern dewasa ini masih memiliki nilai kehidupan modal sosial.
isadari atau tidak modal sosial adalah merupakan kekuatan yang sangat luar
biasa dalam pelaksanaan pembangunan. Bleh karena itu pula, pola kehidupan
masyarakat Alalak dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah dengan "udaya
"anjar yang masih sangat kental yang dijadikan sebagai daerah kajian untuk
melihat potensi sosial capital sebagai modal pembangunan daerah.
"erdasarkan hasil kajian pada wilayah tersebut ditemukan bahwa nilai-nilai
kehidupan masyarakat di wilayah ini mulai diwarnai oleh nilai-nilai modal sosial
yang relati) mulai berkurang. /al tersebut dapat dilihat dari akti%itas masyarakatnya
yang melaksanakan pembangunan untuk kepentingan umum di wilayahnya
dengan #ara bergotong royong yang ditunjukkan oleh pernyataan responden pada
tabel berikut?
Ta-.+ ="1@
*r.34.ns$ K.2$a0an G#0#n2 R#y#n2
Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
P.rnya0aan J4,+a 7Oran28 P.rs.n0as. 7>8
Tidak Pernah ,. 9,-
0arang ,,4 98,7
Sering 6- .8,9
0umlah 7-- .--
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hanya .8,9=
mengatakan bahwa kegiatan gotong royong sering dilaksanakan untuk
membangun kepentingan masyarakat dan sebanyak 98,7= mengatakan sudah
jarang bergotong royong, bahkan terdapat pernyataan responden yang
menyatakan tidak pernah bergotong royong sebanyak 9,-=. &ulai lunturnya
budaya gotong royong di masyarakat selain akibat dari kegiatan-kegiatan
pembangunan yang sudah ditangani oleh pemerintah, juga diakibatkan adanya
arus globalisasi yang tinggi di perkotaan, sehingga kepedulian sosial masyarakat
yang mulai berkurang untuk melaksanakan pembangunan dengan bergotong
royong.
Sebagai gambaran lengkap akti%itas gotong rayong masyarakat Alalak dan
sekitarnya yang telah berjalan dalam lingkungan masyarakat sebagai salah satu
bagian dari pilar modal sosial masyarakat yang diwariskan oleh nenek moyang kita
dan telah menjadi kekuatan pembangunan pada masa yang lalu. $ntuk itu akti%itas
tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut?
Ta-.+ ="1&
A30$:$0as K.2$a0an G#0#n2 R#y#n2 Masyara3a0 A+a+a3
N# A30$:$0as J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. Tidak Pernah 1otong +oyong ,. 9,-
, &embangun rumah penduduk 9 ,,7
7
&embangun@memperbaiki jalan
desa@+T
.6- 6-,-
5 &embangun jembatan 4 7,-
6 &embangun )asilitas umum 66 .:,7
8 Lainnya 6: .4,7
T#0a+ )00 100
Sumber, ata Primer. ,-.,
!eterangan dari Tabel tersebut di atas menjelaskan bahwa betapa nilai-
nilai kegotongroyongan dalam masyarakat Alalak dan sekitarnya lebih banyak
pada kegiatan memperbaiki jalan sebesar 6-=. !egiatan gotong royong lainnya
yang banyak dilakukan masyarakat seperti kegiatan lainnya ;kebersihan
lingkungan< serta membangun )asilitas umum seperti membangun mushola
ataupun poskamling.
&odal sosial lainnya yang dimiliki oleh masyarakat wilayah Alalak dan
sekitarnya adalah dalam bentuk sikap keterbukaan terhadap masyarakat
pendatang. !eterbukaan masyarakat untuk menerima masyarakat lain untuk
mengembangkan usaha pada wilayahnya juga merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari nilai kebersamaan yang dimiliki oleh masyarakat Alalak. "eberapa
daerah yang relati) sangat terbuka terhadap masyarakat lain telah terbukti lebih
maju dalam membangun perekonomian daerahnya, seperti kota "alikpapan dan
!alimantan Timur pada umumnya. Pernyataan masyarakat untuk menerima se#ara
terbuka para pendatang di wilayahnya dapat dilihat pada Tabel berikut?
Ta-.+ ="20
S$3a9 K.0.r-43aan Masyara3a0 T.ra5a9 P.n5a0an2
N# P.rnya0aan S$3a9 J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Sangat terbuka :. ,9,-
, Terbuka ,.4 97,-
T#0a+ )00 100
Sumber, ata Primer. ,-.,.
"erdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa penerimaan masyarakat di
wilayah Alalak dan sekitarnya terhadap pendatang, ditunjukkan oleh ,9,-=
jawaban responden menyatakan sangat terbuka, dan 97,-= terbuka.
"erlangsungnya proses kehidupan masyarakat yang diwarnai oleh nilai-nilai modal
sosial akan memberikan pengaruh yang baik terhadap ter#iptanya kehidupan yang
damai atau kondusi).
!ondisi tersebut bukan hanya terjadi dalam wilayah masyarakat Alalak dan
sekitarnya, akan tetapi juga ber)ungsi sebagai instrumen untuk lebih mudah
menjalin kerjasama dengan berbagai pihak atau masyarakat pada wilayah lain
se#ara damai. engan modal sosial yang baik dalam masyarakat akan
meningkatkan sikap per#aya masyarakat terhadap pemerintah dalam
melaksanakan proses pembangunan. ukungan berupa kemudahan akses
in)ormasi dan sosialisasi hasil-hasil pembangunan juga dirasakan sangat
diperlukan oleh masyarakat.
Pelestarian nilai-nilai modal sosial dalam masyarakat perlu tetap
mendapatkan perhatian, sebab salah satu penopang pelestariannya dalam
masyarakat kini se#ara perlahan mulai mengalami degradasi )ungsi terutama
melalui peran organisasi kepemudaan sebagai penerus dan pelestari modal sosial.
alam penelitian ini ditemukan bahwa peran organisasi kepemudaan di kelurahan
dirasakan oleh masyarakat perannya masih belum optimal. Tentu saja kondisi
tersebut merupakan sebuah an#aman atas kelestarian modal sosial.
Pen#ermatan terhadap kondisi modal sosial masyarakat Alalak dan
sekitarnya yang lainnya meliputi tingkat keamanan wilayah, keper#ayaan terhadap
pemerintah, kerukunan antar warga, dan organisasi kepemudaan serta
ketersediaan sarana in)ormasi yang dapat diskses masyarakat se#ara
keseluruhan. 3aktor-)aktor tersebut merupakan bagian dari modal sosial yang
sangat dibutuhkan dalam pengembangan pembangunan suatu wilayah atau
daerah, karena pembangunan suatu wilayah terutama untuk berin%estasi sangat
dipengaruhi oleh )aktor-)aktor keamanan wilayah, keper#ayaan terhadap
pemerintah, dan sarana )asilitasnya. $ntuk memahami kondisi tersebut di wilayah
Alalak dan sekitarnya dapat dilihat pada Tabel berikut?
Ta-.+ ="21
K#n5$s$ M#5a+ S#s$a+ Masyara3a0 A+a+a3 A S.3$0arnya
NO URAIAN
Jawa-an R.s9#n5.n 7>8
San2a0
Ba$3
Ba$3
C4349
Ba$3
K4ran
2 Ba$3
T#0a+
.
Tingkat
keamanan
.7,9 96,9 .-,7 -,7 .--
, 0aringan
kerjasama
..,9 84,- .4,7 - .--
7 !eper#ayaan
kepada
pemerintah
5,- 59,9 7.,7 .9,- .--
5 !erukunan
antar warga
8,9 84,7 ,7,7 -,9 .--
8 !eberadaan
lembaga
kepemudaan
7,7 58,7 79,- .7,7 .--
9 !etersediaan
sarana
in)ormasi
7,9 88,7 .:,7 ..,9 .--
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan tabel tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa kondisi
modal sosial masyarakat Alalak dan sekitarnya se#ara umum sudah baik. Ada
beberapa hal yang perlu dioptimalkan keberadaannya yaitu peranan lembaga
kepemudaan seperti !arang Taruna yang oleh sebagian responden menganggap
kurang berperan ;79=< dan tidak berperan ;.7,7=<. Selain itu keper#ayaan
masyarakat terhadap pemerintah masih perlu ditingkatkan melalui peningkatan
kualitas pelayanan terhadap masyarakat baik dari penyediaan in)rastruktur dan
)asilitas pendukung lainnya. /al lainnya yang perlu ditingkatkan adalah
ketersediaan sarana in)ormasi yang ada baik pada tingkat kelurahan maupun +T,
dimana masyarakat perlu mengetahui se#ara terbuka program-program
pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah khususnya yang
berkaitan dengan wilayah tempat tinggalnya.
.6. D.s3r$9s$ K#n5$s$ S#s$a+ 5an In;ras0r4304r <$+aya A+a+a3 5an S.3$0arnya
Akselerasi per#epatan pembangunan pada berbagai sektor tanpa
terke#uali pembangunan sektor perekonomian di semua wilayah sangat
membutuhkan dukungan in)rastruktur yang memadai. !eadaan tersebut juga
merupakan salah satu syarat kelan#aran pembangunan ekonomi bagi wilayah
Alalak dan sekitarnya.
ukungan in)rastruktur yang tersedia disekitar wilayah Alalak dan
sekitarnya dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi terutama
transportasi darat, transportasi sungai, terminal, pelabuhan, pasar, dan )asilitas
lainnya seperti sumber penerangan, sumber bahan bakar dan )asilitas air bersih
dapat dilihat pada uraian berikut.
!etersediaan sarana transportasi darat atau jalan darat menurut para
responden sudah memadai untuk mendukung kelan#aran akti%itas perekonomian
di wilayah Alalak dan sekitarnya. !ondisi tersebut di atas tidak jauh berbeda
dengan dukungan in)rastruktur jalur transportasi sungai. isamping itu, dukungan
sarana terminal juga sudah #ukup memadai, demikian pula dengan ketersediaan
pelabuhan sungai.
'n)ormasi yang lebih komprehensi) mengenai kondisi dukungan
in)rastruktur pada wilayah Alalak dan sekitarnya, sebagai bagian yang sangat
penting dipertimbangkan dalam pengembangan kawasan ekonomi. "agi para
in%estor yang lebih melihatnya dari segi aspek iklim in%estasi, maka dukungan
in)rastruktur adalah salah satu pertimbangan utamanya. Bleh karena itu, kondisi
in)rastruktur perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah agar semakin
menjadi menarik bagi kalangan in%estor dalam membangun usahanya pada
kawasan ekonomi yang akan dipersiapkan. 'n)ormasi tersebut juga sangat
penting bagi pemerintah dalam rangka menyusun kebijakan peren#anaan
pembangunan wilayah. $ntuk melihat kondisi tersebut se#ara keseluruhan dapat
dilihat pada tabel berikut?
Ta-.+ ="22
K#n5$s$ D434n2an In;ras0r4304r Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
NB $+A'AN
0awaban +esponden ;=<
Sangat
&emadai
&emadai
(ukup
&emadai
Tidak
&emadai
Sangat
Tidak
&emadai
Total
. 0alur
transporta
.-,7 67,- 7,,9 5,- - .--
si darat
, 0alur
transporta
si air
.-,9 65,9 7.,9 7,- - .--
7 Terminal ,,- ,:,7 5.,7 ,6,7 5,- .--
5 Pelabuhan
sungai
9,9 5.,7 55,- 8,7 -,9 .--
6 Pasar
umum
9,- 67,9 77,9 6,- -,9 .--
8 Sarana
Pariwisata
:,9 ,4,- 77,7 ,,,- 9,- .--
: Air bersih 7,- 68,- 7:,9 ,,7 - .--
4 ""& .,- 75,7 5:,7 4,7 9,- .--
.- PLN 7,- 68,7 7:,9 ,,- - .--
Sumber? ata Primer, ,-.,
Sesuai dengan penjelasan sebelumnya bahwa kondisi sarana
in)rastruktur pada wilayah Alalak dan sekitarnya se#ara umum menunjukkan
kondisi sarana dan prasarana perekonomian wilayah yang sudah #ukup baik. /al
ini diharapkan dapat mendukung kelan#aran akti%itas perekonomian yang
dilaksanakan dalam proses pembangunan wilayah Alalak dan sekitarnya.
1ambar 6.5
Peta Sebaran Pasar Tradisional Pada Wilayah Alalak dan Sekitarnya
.8. Ana+$s$s E;.30$:$0as P.,-.r5ayaan E3#n#,$
&enurut ru#ker ;.49:>55< e)ekti%itas adalah suatu tingkatan yang sesuai
antara keluaran se#ara empiris dalam suatu sistem dengan keluaran yang diharapkan.
2)ekti%itas dapat digunakan sebagai suatu alat e%aluasi e)ekti) atau tidaknya suatu
tindakan ;Kulkaidi dalam Wahyuningsih , ,--6?,,< yang dapat dilihat dari
kemampuan meme#ahkan masalah dan pen#apaian tujuan.
i wilayah Alalak dan sekitarnya dari hasil kajian di lapangan, terlihat bahwa
banyak program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dilaksanakan oleh
pihak pemerintah maupun pihak perbankan serta lembaga lainnya. Namun
permasalahannya berbagai program tersebut sering tidak saling terkoneksi antar satu
lembaga dengan lembaga lainnya, serta kadang tidak seperti yang diharapkan oleh
masyarakat setempat. Agar dapat berhasil dan e)ekti), pemberdayaan ekonomi
masyarakat Alalak bukan saja dilihat dari aspek ekonomi semata namun harus
memperhatikan unsur sosial budaya dan keari)an lokal masyarakat setempat sehingga
dapat tepat sasaran. "erikut adalah tanggapan responden mengenai e)ekti%itas
pemberdayaan ekonomi yang selama ini telah berjalan di wilayah Alalak dan
sekitarnya.
Tabel 6.,7 di bawah menjelaskan keberadaan program pemberdayaan
masyarakat lokal yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam rangka
memajukan perekonomian masyarakat setempat. ari 7-- responden, terlihat bahwa
sebagian besar responden ;6.,- =< menyatakan tidak pernah ada program
pemberdayaan masyarakat lokal, 5: = responden lainnya menyatakan jarang ada
kegiatan tersebut dan sisanya hanya sebesar . = yang menyakatan sering ada
program pemberdayaan. ata tersebut dapat menunjukkan dua kemungkinan yang
terjadi, pertama kurang tepatnya sasaran kegiatan program pemberdayaan untuk
masyarakat lokal, karena dari hasil kunjungan ke instansi terkait seperti inas
Pertanian dan Perikanan, inas !operasi, inas Perindustrian dan Perdagangan
terlihat bahwa masing-masing dinas setiap tahunnya telah memiliki dan menjalankan
program kerja mereka dalam rangka memberikan pengetahuan maupun keterampilan
kepada masyarakat. !edua, kurang pahamnya masyarakat setempat atas program
pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh dinas terkait. /al ini menjadi
perhatian yang serius bagi kita semua untuk dapat men#arikan solusi agar tujuan yang
diharapkan baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat setempat dapat ter#apai.
Ta-.+ ="2)
K.-.ra5aan Pr#2ra, P.,-.r5ayaan Masyara3a0 L#3a+
Dar$ P.,.r$n0a Da.ra
N# K.-.ra5aan Pr#2ra, J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Tidak Pernah .67 6.,-
, 0arang .55 5:,-
7 Sering 7 .,-
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Selanjutnya adalah tanggapan responden mengenai peranan program
pemberdayaan pemerintah daerah untuk S& lokal dalam mendorong
pengembangan ekonomi di wilayah Alalak dan sekitarnya. ari 7-- responden,
sebagian besar responden ;98,7 =< menyatakan tidak tepat sasaran, 5 = sangat tidak
tepat sasaran, sedangkan hanya .:,9 = yang menyatakan tepat sasaran dan . =
sangat tepat sasaran. Tabel 6.,5 ini sejalan dengan tabel 6.,7 di atas, yang
menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang selama ini dijalankan oleh
pemerintah daerah tidak tepat sasaran dan masih belum sesuai dengan apa yang
diharapkan oleh masyarakat setempat.
Ta-.+ ="2(
K.0.9a0an Pr#2ra, P.,-.r5ayaan Masyara3a0
N# K.0.9a0an Sasaran J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Sangat Tepat Sasaran 6 .,-
, Tepat Sasaran 68 .:,9
7 Tidak Tepat Sasaran ,,4 98,7
5 Sangat Tidak Tepat Sasaran ., 5
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erikutnya adalah tanggapan responden mengenai bahan baku yang
digunakan untuk kegiatan usaha mereka adalah bersumber dari sumber daya alam
lokal ;94.7 =< dan hanya ,-,9 = sumber bahan baku usaha mereka yang berasal dari
sumber daya alam lokal ditambah dengan luar daerah. /al ini menunjukkan bahwa
ada peluang industri hulu yang dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat
tentunya dengan bantuan dari pihak pemerintah daerah maupun pihak ketiga untuk
dapat mendukung industri hilir. engan demikian akan ter#ipta kontinyuitas produksi
dan dapat men#iptakan lapangan kerja baru yang akan berdampak terhadap
meningkatnya pendapatan masyarakat setempat.
Ta-.+ ="2=
S4,-.r Baan Ba34
N# S4,-.r Baan J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. S. Alam Lokal ,7: 94,7
, Lokal dan Luar aerah 8, ,-,9
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Tabel 6.,6 menunjukkan hasil yang sejalan dengan Tabel 6.,5 di atas, yang
mana kedua tabel tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar sumber
kehidupan responden berasal dari sumberdaya lokal yang mereka miliki. ari Tabel
6.,6 terlihat bahwa sebagian besar ;98,9 =< responden memenuhi kebutuhan hidup
mereka bersumber pada sumberdaya lokal mereka, hanya sekitar .5,- = yang
berasal dari luar daerah dan 4,7 = dari hasil impor. /al ini tentunya menguatkan
analisis pada pembahasan Tabel 6.,5 di atas.
Ta-.+ ="2?
P.,.n4an K.-404an H$549
N# S4,-.r K.-404an J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. aerah Sendiri ,7- 98,9
, Luar aerah 5, .5,-
7 'mpor ,: 4,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Selanjutnya adalah pembahasan mengenai keterlibatan masyarakat selama ini
dalam ren#ana kegiatan ekonomi di wilayah ini. ari 7-- responden 8:,- =
menyatakan setuju dan ..,- = sangat setuju bahwa masyarakat selama ini telah
dilibatkan dalam peren#anaan kegiatan ekonomi. /al ini sesuai dengan analisis pada
bagian capital social masyarakat setempat, yang menunjukkan bahwa masyarakat
memiliki keterbukaan dan selalu menanamkan pola kerjasama dalam kehidupan
mereka, serta memiliki keper#ayaan kepada pihak pemerintah. /anya sekitar ,-,- =
yang menyatakan tidak setuju dan . = sangat tidak setuju.
Ta-.+ ="2'
K.0.r+$-a0an Masyara3a0 Da+a, P.r.n/anaan
N# K.0.r+$-a0an J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Sangat Setuju 77 ..,-
, Setuju ,-5 8:,-
7 !urang Setuju 8- ,-,-
5 Tidak Setuju 7 .,-
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erikutnya adalah tanggapan responden terhadap keterlibatan masyarakat
untuk menentukan kegiatan ekonomi. Tanggapan sejalan dengan Tabel 6.,9 di atas
yaitu 8:,- = menyatakan setuju dan ..,- = sangat setuju bahwa masyarakat selama
ini telah dilibatkan dalam kegiatan ekonomi. /anya sekitar ,-,- = yang menyatakan
tidak setuju dan . = sangat tidak setuju.
Ta-.+ ="2@
K.0.r+$-a0an Masyara3a0 Da+a, K.2$a0an P.,-an24nan
N# K.0.r+$-a0an J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Sangat Setuju 77 ..,-
, Setuju ,-5 8:,-
7 !urang Setuju 8- ,-,-
5 Tidak Setuju 7 .,-
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Tabel 6.,4 di bawah ini hasilnya juga menunjukkan hasil yang sejalan dengan
tabal 6.7- dan 6.7. bahwa 8:,- = menyatakan setuju dan ..,- = sangat setuju
bahwa masyarakat selama ini telah dilibatkan dalam peren#anaan pembangunan di
wilayah mereka. /anya sekitar ,-,- = yang menyatakan tidak setuju dan . = sangat
tidak setuju. /al ini menunjukkan bahwa keper#ayaan kepada pemerintah dan
kerukunan antar warga masih terjalin dengan baik. /al ini tentunya akan memberikan
dampak positi) bagi pembagunan wilayah, karena didukung oleh semua elemen
masyarakat dan pemerintah.
Ta-.+ ="2&
K.0.r+$-a0an Masyara3a0 Da+a, P.r.n/anaan P.,-an24nan
N# K.0.r+$-a0an J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Sangat Terlibat 77 ..,-
, Terlibat ,-5 8:,-
7 !urang Terlibat 8- ,-,-
5 Tidak Terlibat 7 .,-
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Selanjutnya adalah tanggapan responden atas proses pendampingan yang
selama ini mereka dapatkan ketika ada program bantuan dari pemerintah. ari 7--
responden, 5-,7 = menyatakan tidak pernah mendapatkan pendampingan, :,7 =
menyatakan ada pendampingan selama dan setelah bantuan, .6,7 = mendapatkan
pendampingan hanya selama program bantuan berjalan dan 5,7 = mendapatkan
pendampingan hanya setelah program bantuan selesai, serta 7.,9 = tidak
memberikan jawaban karena ketidaktahuan mereka mengenai keberadaan
pendampingan tersebut. 0awaban responden ini jika kita hubungkan dengan tabel
mengenai ketepatan program pemberdayaan masyarakat akan terlihat benang
merahnya. !arena kemungkinan terjadi ketidaktepatan sasaran program bantuan,
sehingga masyarakat yang mendapatkan program tersebut ada yang tidak memahami
mengenai esensi kegiatan tersebut. Sehingga ketika kegiatan selesai, kemungkinan
mereka juga memiliki anggapan bahwa tugas mereka telah selesai. /al ini tentunya
menjadi perhatian yang serius bagi kita untuk men#ari solusi agar antara pemberi
progam dan penerima program dapat memiliki persepsi yang sama, sehingga hasilnya
juga sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.
Ta-.+ =")0
Pr#s.s P.n5a,9$n2an Yan2 B.r3.+an140an
N# Pr#s.s P.n5a,9$n2an J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Tidak &enjawab 46 7.,9
, Pendamping Selama dan
Setelah Program "antuan
,6 :,7
7 Pendampingan Selama
Program "antuan
58 .6,7
5 Pendampingan Setelah
Program "antuan
.7 5,7
6 Tidak Ada Pendampingan .,. 5-,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erikut adalah tabel yang menjelaskan bagaimana keberlanjutan usaha dari
masyarakat setempat setelah selesainya pelaksanaan program bantuan dari
pemerintah.
Ta-.+ =")1
K.-.r+an140an Usaa Yan2 M.n5a9a03an Ban04an
N# K.-1r+an140an Usaa J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Tidak &enjawab .-9 76,9
, *a .-, 75,-
7 Tidak 4. 7-,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
ari 7-- responden, 75,- = menyatakan usaha mereka yang telah
mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah masih berjalan sampai dengan
sekarang, sedangkan 7-,7 = menyatakan usahanya tidak lagi berjalan, dan 76,9 =
responden tidak menjawab apakah usaha mereka masih berjalan atau tidak. /al ini
menunjukkan bahwa hanya sekitar 7- = saja keberhasilan dari program bantuan
usaha dari pemerintah sedangkan 9- = dapat dikatakan tidak berhasil. /al ini selain
berhubungan dengan kurang tepatnya sasaran penerima program bantuan, mungkin
juga berhubungan dengan kemampuan manajerial dari para pelaku usaha untuk dapat
terus bertahan hidup ditengah persaingan usaha yang semakin ketat.
.9. Ga,-aran K#n5$s$ Usaa P.n2#+aan Kay4 yan2 D$1a+an3an Saa0 In$ Pa5a
Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya
a. Ana+$s$s Dar$ S$s$ K.+aya3an Usaa
!ebutuhan akan industri kayu semakin meningkat, namun hal tersebut tidak
diimbangi dengan jumlah tanaman kayu yang ada, bahkan sejak Tahun ,--6
pemerintah melalui 'npres No. 5 telah menetapkan Pemberantasan Penebangan !ayu
Se#ara 'legal i !awasan /utan dan Peredarannya i Seluruh Wilayah 'ndonesia.
"anyaknya penebangan kayu se#ara illegal selama ini telah menyebabkan banyaknya
lahan gundul dan rusaknya ekosistem, sehingga oleh pemerintah dan juga
masyarakat pemerhati lingkungan dipandang perlu untuk mengeluarkan sebuah
peraturan mengenai pelarangan penebangan kayu di hutan. ampaknya sekarang,
bagi para pelaku sektor industri perkayuan sumber bahan baku kayu semakin hari
semakin berkurang, hal ini juga dirasakan oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya.
!ondisi ini diperparah lagi bahwa wilayah Alalak sendiri bukan pengahasil kayu,
karena wilayah ini tidak memiliki hutan, melainkan mendapatkan dari wilayah lain.
'ndustri pengolahan kayu di wilayah Alalak pada masa keemasannya memberi
sumbangan terbesar ketiga ;.9 =< bagi Produk omestik +egional "roto ;P+"< !ota
"anjarmasin, setelah sektor angkutan dan komunikasi di urutan pertama ;,7 =< dan
sektor perdagangan, hotel dan jasa ;.4 F ,- =<, walaupun didominasi oleh produk
setengah jadi dan rawan dengan kebijakan pemerintah.
Namun keadaan berbalik arah setelah maraknya masalah illegal logging yang
dibahas oleh pihak lembaga swadaya masyarakat maupun pihak pemerintah sendiri,
dan pun#aknya adalah ketika pada tanggal .: &aret ,--6 Presiden mengeluarkan
sebuah 'nstruksi Presiden +' No. 5 Tahun ,--6 perihal Pemberantasan Penebangan
!ayu Se#ara 'legal i !awasan /utan dan Peredarannya i Seluruh Wilayah
'ndonesia. ampak dari inpres ini adalah akti%itas industri kayu dari hulu ke hilir
menjadi terhenti, terutama bagi para pelaku usaha yang tidak memiliki 'jin /P/
maupun pengolahan dan penjualannya.
!ondisi tersebut membuat banyak industri pengolahan kayu yang tidak dapat
beroperasi lagi di wilayah Alalak dan sekitarnya. Apalagi selama ini, bentuk usaha
mereka adalah hanya mengolah kayu menjadi bahan setengah jadi, sehingga tidak
memberikan nilai tambah baik bagi pengusaha maupun masyarakat setempat. Selain
itu, dalam industri pengolahan kayu, banyaknya limbah kayu yang tersedia belum
diman)aatkan se#ara optimal untuk menambah nilai guna produk. Selama ini
peman)aatan limbah kayu lebih banyak untuk keperluan yang tidak memberikan
man)aat se#ara )inansial, yaitu untuk menguruk halaman rumah, sebagai kayu bakar,
dan keperluan rumah tangga lainnnya. Namun masih belum dipikirkan bagaimana
meman)aatkan limbah kayu tersebut menjadi produk yang berdaya guna, misal
dijadikan sebagai bahan baku handycraft, seperti jam, miniature )urniture, gantungan
kun#i, sou%enir serta hal lainnya yang dapat dikreasikan.
'ndustri pengolahan kayu yang semakin sedikit dapat beroperasi membuat
masyarakat Alalak dan sekitarnya yang telah turun temurun bekerja di sektor ini,
sedikit demi sedikit mulai meninggalkan pekerjaan ini dan beralih ke pekerjaan lain.
Pekerjaan lain yang menjadi alternati) pilihan mereka adalah menjadi pedagang,
dimana dapat terlihat dari sebagian besar responden yang sebelumnya bekerja
sebagai buruh@karyawan di perusahaan kayu, mereka lebih memilih untuk menjadi
pedagang karena tidak memerlukan keahlian yang tinggi untuk berdagang.
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa dengan semakin langkanya
keberadaan kayu maka semakin berkurang juga akti%itas dari industri pengolahan
kayu di Alalak dan sekitarnya. /al ini tentunya menjadi masalah yang serius bagi
masyarakat Alalak dan sekitarnya untuk dapat terus mempertahankan kehidupan
mereka dan tidak terkategori dalam masyarakat yang rawan kemiskinan.
"erdasarkan data dari Walhi 'ndonesia pada tahun-tahun sebelum adanya $$
'legal Logging, di sepanjang Sungai "arito Alalak beroperasi sekitar .,4 industri kayu
dan .5 industri plywood. aya serap industri kayu Alalak terhadap tenaga kerja lebih
dari .:.--- pekerja baik yang ditampung di sektor )ormal maupun in)ormal.
engan keterbatasan bahan baku saat ini menyebabakan banyak usaha
gulung tikar dan pengangguran di kawasan ini semakin meningkat sehingga
pemenuhan bahan baku dalam jangka pendek sangat diperlukan untuk menjamin
kelangsungan usaha dan menekan pengangguran. !ondisi terakhir di wilayah Alalak
dan sekitarnya menunjukkan bahwa pelaku usaha kayu sekarang berjumlah sekitar
..: buah, yang terbagi atas usaha perkayuan di bidang?
a. Wantilan @ jual kayu 98 buah
b. "ansaw 7- buah
#. &eubel 8 buah
d. 0ual 1alam 8 buah
ari kondisi tersebut di atas, kita dapat melihat bahwa ukuran usaha para
pelaku usaha kayu sekarang menjadi berkurang dan hal ini tentu berdampak juga
terhadap jumlah tenaga kerja yang dinaunginya. /al ini tentunya akan memberikan
pengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat wilayah Alalak dan sekitarnya.
Nasib industri perkayuan in)ormal kini semakin tidak menentu, karena memang tidak
ada peraturan yang menatanya. alam khaGanah industri kehutanan, industri rakyat
itu tidak memenuhi persyaratan dan pasti akan kena dampak kebijakan restrukturisasi
karena tidak ada jaminan bahan baku.
&enyikapi keadaaan tersebut, maka perlu ada alternati) usaha yang ditawarkan
kepada penduduk wilayah Alalak tanpa harus menghilangkan keari)an lokal mereka,
agar penduduk setempat tidak lagi bergantung pada industri kayu untuk mata
pen#aharian mereka. Alternati) usaha tersebut antara lain adalah pengolahan kayu
tidak lagi menjadi barang setengah jadi, melainkan menjadi barang jadi, misal papan
kayu menjadi )urniture, pintu, jendala, dan lain-lain. engan demikian ada nilai tambah
yang akan didapatkan oleh para pelaku usaha. Selain itu, berbagai sisa olahan kayu
yang terdiri dari berbagai ma#am ukuran dapat dibuat menjadi sebuah kerajinan
tangan yang akan memiliki nilai jual tinggi, misal sisa olahan kayu dibuat menjadi
gantungan kun#i, miniatur )urniture dan lainnya. Selain dengan bahan baku kayu,
banyak keari)an lokal penduduk wilayah alalak yang dapat dikembangkan sebagai
usaha-usaha potensial, diantaranya adalah pasar terapung, wisata religi, kuliner khas
daerah ini serta hal lainnya yang dapat dikembangkan.
Permasalahan yang ada sekarang adalah, keari)an lokal tersebut masih belum
dikembangkan se#ara optimal sehingga belum memberikan kontribusi dalam hal
peningkatkan pendapatan baik bagi masyarakat maupun bagi pemerintah. /al ini
tentunya menjadi perhatian yang serius bagi semua komponen masyarakat serta
pemerintah untuk menyikapinya, bukan hanya dalam tataran konseptual melainkan
sudah dalam tataran aplikasi di lapangan.
Ta-.+ =")2
Ana+$s$s K.+aya3an Usaa P.n2#+aan Kay4
N# B$5an2 I5.n0$;$3as$ P.r,asa+aan
. "ahan "aku ,. "ahan
baku kayu yang semakin langka
dengan adanya peraturan illegal
loging
7. "iaya
bahan baku yang mahal
, Pemasaran 5. /arga
jual yang tinggi bagi masyarakat
6. Adanya
produk substitusi pengganti kayu
;baja ringan dll<
7 Produksi 8. Produk
hasil olahan kayu masih berupa
produk setengah jadi
5 S& 9. &asyara
kat belum mampu mengolah
kayu menjadi produk dengan
nilai ekonomies tinggi
Sumber? /asil 'denti)ikasi !elayakan $saha Pengolahan !ayu, ,-.,.
28 Ana+$s$s P.rs.9s$ Masyara3a0 A+a+a3 5an S.3$0arnya T.ra5a9 Usaa
P.n2#+aan Kay4 yan2 Saa0 In$ D$2.+40$
Saat kayu semakin langka, dalam jangka panjang pemerintah juga tidak
membiarkan industri kayu rakyat berdiri tanpa aturan dan pembinaan. Peraturan yang
jelas tentang tata niaga kawasan Alalak akan memudahkan pemerintah mengawasi
berdirinya sawmill-swamil liar yang merugikan Penerimaan Pajak aerah ;PA<.
Selain itu, pembinaan dari pemerintah diharapkan juga bisa meningkatkan peran
kawasan ini tidak hanya sebagai pengolah bahan mentah tetapi juga menjadi bahan
setengah jadi dan aneka produk terkait seperti meubel, kapal ;)ukung<, dan produk
lainnya yang berkualitas dan memiliki daya saing sehingga meningkatkan nilai jual dan
kesejahteraan masyarakat Alalak.
1una kelangsungan usaha kayu di kawasan Alalak diperlukan sebuah tata
niaga agar warga Alalak bisa menjalankan usahanya dengan tenang dan )okus tanpa
terhalang peraturan-peraturan illegal. Peraturan tersebut merupakan payung hukum
berupa peraturan daerah yang mengatur tentang Tata Niaga 'ndustri !ayu +akyat
yang memuat se#ara lengkap tentang?
a. Tata kelola lingkungan
b. Penyediaan bahan baku
#. &anajemen usaha
d. !ebijakan harga dan perpajakan
e. Pasar
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa dengan semakin langkanya
keberadaan kayu maka semakin berkurang juga akti%itas dari industri pengolahan
kayu di Alalak dan sekitarnya. /al ini tentunya menjadi masalah yang serius bagi
masyarakat Alalak dan sekitarnya untuk dapat terus mempertahankan kehidupan
mereka dan tidak terkategori dalam masyarakat yang rawan kemiskinan.
.:. Ana+$s$s P.+4an2 Usaa P#0.ns$a+ 5$ <$+aya A+a+a3 5an S.3$0arnya
/arapan untuk men#apai kehidupan yang lebih baik adalah sebuah harapan
yang didambakan oleh insan indi%idu tanpa terke#uali bagi golongan masyarakat
tertentu dan tanpa memperdulikan wilayah tempat tinggal mereka, baik wilayah
perkotaan, pedesaan atau pun wilayah bantaran sungai. Namun demikian tidak dapat
dipungkiri bahwa salah satu )aktor yang sangat menentukan untuk memperoleh
kehidupan yang lebih layak adalah potensi ekonomi daerah atau wilayah dimana
suatu kelompok masyarakat menjalani kehidupannya. Tentu saja hal tersebut sesuai
pula dengan harapan dan kondisi masyarakat yang tinggal pada wilayah Alalak dan
sekitarnya.
&en#ermati kondisi yang telah di jelaskan di atas maka terkait dengan
penelitian ini maka dapat digambarkan potensi sosial ekonomi yang telah disadari oleh
masyarakat keberadaannya pada wilayah Alalak dan sekitarnya menurut pre)erensi
masyarakat terhadap sektor- sektor ekonomi dapat dilihat pada beberapa Tabel
selanjutnya. $ntuk pre)erensi masyarakat terhadap sektor pertanian, perikanan,
pariwisata, kerajinan, perdagangan, perkapalan, angkutan, penginapan,
restoran@rumah makan, kuliner di sekitar pasar terapung, warnet, industri pengolahan
dan kerajinan dan sektor lainnya dapat dilihat pada Tabel 6.77 berikut ini?
Ta-.+ ="))
Ma0r$3s K#,9ara0$; P#0.ns$ 5an Pr.;.r.ns$ Masyara3a0 <$+aya A+a+a3 5an
S.3$0arnya T.ra5a9 P#0.ns$ S.30#r E3#n#,$nya
N- Sektor
2konomi
Pre)erensi &asyarakat ;=<
' '' ''' 'Q Q Q' Q'' Q''' 'R R R' R''
. Pertanian 5,0 3,7 2,7 0,3 0,7 - 1,0 - 0,3 - - -
, Perikanan 0,3 3,0 6,3 2,7 2,7 0,7 - 0,7 - - - -
7 Wisata 13,3 7,7 13,3 3,0 0,7 0,3 0,7 - 10,3 - - -
5 !erajinan 5,7 9,3 12,7 4,7 1,7 0,3 0,3 - - - - -
6 agang 38,0 23,7 5,7 3,3 3,7 0,3 - - - - - -
8 Perkapalan 5,7 13,3 5,7 3,0 2,0 0,3 - - - - - -
9 Angkutan 3,3 1,7 3,7 3,3 1,7 - - - 0,7 - - -
: Penginapan 0,7 0,3 1,0 - 0,7 0,3 - 0,3 - 0,3 - -
4 +mh &kn 5,3 6,7 4,7 6,3 1,0 0,7 - 0,7 0,3 - - -
.- !uliner Ps.
Terapung
0,7 1,3 5,0 12,7 1,7 0,7 0,3 0,3 0,3 0,7 0,3 -
.. Warnet 0,3 2,7 1,0 4,3 1,3 0,7 0,3 - 0,7 0,3 0,3 -
., Pengolahan 15,0 10,7 6,0 2,0 1,7 - 0,7 0,3 - 0,3 - 0,3
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan Tabel 6.77 di atas dapat dipahami bahwa pre)erensi potensi
ekonomi, menurut masyarakat yang mendiami wilayah Alalak dan sekitarnya pada
pre)erensi pertama adalah sektor perdagangan dengan pre)erensi 7: = dan
pre)erensi sektor industri pengolahan baik pengolahan kue kering, kerupuk, dan
sebagainya dengan pre)erensi .6=. Selanjutnya pre)erensi potensi kedua masih pada
sektor perdagangan dengan pre)erensi ,7,9= dan sektor perkapalan ;pembuatan
kapal< dengan pre)erensi .7,7=. Sedangkan pre)erensi yang ketiga adalah sektor
pariwisata .7,7=, dan sektor kerajinan ;purun, tanggui, handy#ra) dsb< dengan
pre)erensi .,,9=. Pre)erensi yang keempat adalah kuliner di sekitar pasar terapung
dengan pre)erensi .,,9=, dan rumah makan dengan pre)erensi 8,7=.
Pre)erensi yang kelima terdiri dari perdagangan 7,9= dan perikanan ,,9=.
Pre)erensi yang keenam adalah perikanan, rumah makan, kuliner di pasar terapung,
dan warnet masing-masing dengan pre)erensi sebesar -,9=. Pre)erensi ketujuh
adalah pertanian .,-=, serta pariwisata dan industri pengolahan masing-masing
-,9=. Pre)erensi yang kedelapan adalah perikanan dan rumah makan dengan
pre)erensi -,9=. Pre)erensi yang kesembilan adalah jasa angkutan dan warnet
dengan pre)erensi -,9=.
Pre)erensi yang kesepuluh adalah kuliner di pasar terapung sebesar -,9=.
Pre)erensi yang kesebelas adalah kuliner di pasar terapung dan warnet dengan
pre)erensi -,7=. Pre)erensi kedua belas adalah industri pengolahan dengan besarnya
pre)erensi sebesar -,7=. Bleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa masyarakat
Alalak dan sekitarnya yang mendiami wilayah bantaran sungai !uin sesungguhnya
telah memahami dengan baik potensi wilayah yang ada dan kemungkinan
pengembangan untuk masa yang akan datang, sehingga merupakan salah satu
starting point untuk membenahi pembangunan ekonomi pada wilayah Alalak dan
sekitarnya se#ara jangka panjang.
"erdasarkan hasil pre)erensi pada tabel di atas, dapat diamati kondisi sektor industri
dan sektor lainnya sebagai berikut?
1" In54s0r$ Par$w$sa0a
!ondisi umum wilayah Alalak dan sekitarnya yang kita kenal selama ini dengan
adanya objek wisata nasional Pasar Terapung, serta objek wisata religi &asjid
Sultan Suriansyah dan &akan Sultan Suriansyah. $ntuk men#ermati pre)erensi
potensi ekonomi dari sektor pariwisata di wilayah Alalak dan sekitarnya menurut
responden dapat dilihat pada Tabel 6.75 berikut ini?
Ta-.+ =")(
P#0.ns$ Par$w$sa0a Pa5a <$+aya A+a+a3 5an S.3$0arnya
M.n4r40 R.s9#n5.n
N# P#0.ns$ Par$w$sa0a J4,+a P.rs.n0as. 7>8
. Pasar Terapung ,9, 4-,9
, +eligi ;&akan E &asjid Sultan
Suriansyah<
,-
8,8
7 Pariwisata "udaya 7 .,-
5 Lainnya 6 .,9
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Salah satu kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan yang semakin maju
adalah kebutuhan akan wisata. Bleh karena itu, pengembangan wisata pada wilayah
Alalak dan sekitarnya di masa yang akan datang merupakan potensi yang akan menjadi
salah satu sumber kehidupan masyarakat kawasan bantaran sungai !uin yang
mendorong akti%itas perekonomian lainnya, seperti perdagangan, penginapan, rumah
makan, transportasi dan kerajinan tangan.
/asil penelitian ini mengungkapkan bahwa potensi wisata yang potensial menurut
responden terdiri dari Pariwisata Pasar Terapung dengan jumlah 4-,9 =, pariwisata religi
;&asjid dan &akam Sultan Suriansyah< dengan jumlah 8,9=, pariwisata budaya dengan
jumlah .,-=, sementara pariwisata lainnya sebesar .,9=. /al tersebut menunjukkan
bahwa wisata Pasar Terapung masih merupakan obyek wisata yang paling potensial untuk
dikembangkan dengan dimensi-dimensinya.
a" <$sa0a Pasar T.ra94n2
Tidak dapat dipungkiri wilayah Alalak dan sekitarnya didukung oleh kealamian sungai
dan kehidupan di sekitar sungai, yang tidak dimiliki oleh wilayah lain. Akti%itas
kehidupan di sungai dan sekitarnya yang sejak dahulu telah dijalankan oleh
masyarakat menjadi daya tarik sendiri. Pasar terapung yang sebenarnya merupakan
salah satu akti%itas masyarakat sungai dalam sektor perdagangan, merupakan
keunikan tersendiri yang dapat dikembangkan. i pasar terapung, kita dapat melihat
bagaimana sistem perdagangan antara penjual dengan pembeli, serta penjual dengan
penjual. Akti%itas perdagangan tidak dilakukan di darat melainkan di atas sungai,
sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang melihatnya. Namun selain
keunikannya, pasar terapung sekarang juga mengahadapi persoalan baru. engan
berkurangnya jumlah bandsaw dipinggir sungai, itu artinya berkurang juga jumlah
pembeli bagi para pedagang. !arena itu pula, sekarang durasi pasar terapung di
pinggir sungai wilayah Alalak menjadi lebih singkat karena mereka berjalan ke anak-
anak sungai lain untuk men#ari pembeli. /al ini menyebabkan mun#ulnya keluhan dari
para wisatawan, bahwa untuk melihat pasar terapung di !ota "anjarmasin mereka
harus berangkat pada dini hari, namun keberadaan pedagang pasar terapung sangat
singkat. /al ini perlu menjadi perhatian serius bagi semua pihak, bagaimana
membangkitkan kembali keberadaan pasar terapung. inas Pariwisata kota
"anjarmasin telah memberikan perhatian yang serius untuk masalah tersebut, pada
tahun yang akan datang inas Pariwisata akan melaksanakan program +e%italisasi
Pasar Terapung yang juga akan menonjolkan kuliner lokal untuk menarik kedatangan
wisatawan untuk berkunjung ke sana. Salah satu kegiatan pada program re%italisasi
tersebut adalah memperpanjang durasi keberadaan pasar terapung yang biasanya
hanya sampai pada pukul -9.-- Wita menjadi di atas pukul .-.-- Wita. !emudian
tempat akti%itas pasar terapung bukan hanya di daerah !uin, melainkan juga ke Siring
di 0alan Sudirmanan pada hari &inggu, karena pada hari tersebut kegiatan masyarakat
di !ota "anjarmasin terpusat di daerah tersebut dengan adanya program car free day.
Ga,-ar ="=
Par$w$sa0a Pasar T.ra94n2
-" <$sa0a A+a,
aerah Alalak dan sekitarnya yang terletak ditepian Sungai !uin mempunyai kekhasan
dengan budaya sungainya yang dapat dikembangkan dalam bentuk wisata sungai.
Wisata sungai ini dapat berupa wisata perjalan menelusuri sungai dengan
menggunakan kelotok ;perahu mesin tradisional< hingga menikmati panorama pagi di
Pasar Terapung. Pasar Terapung tumbuh dari akti%itas perniagaan masyarakat tepi
Sungai "arito dengan masyarakat /ulu Sungai "arito yang membawa berbagai hasil
hutan dan pertanian. !eberadaannya berkaitan erat dengan sejarah !erajaan yang
ada di !alimantan Selatan, baik kerajaan Pra 'slam ;Negara ipa dan Negara aha<
maupun saat !esultanan 'slam "anjar berdiri.
Selain itu juga dapat dikembangkan wisata meman#ing ikan sungai di atas Sungai
"arito dan wisata kuliner.
/" <$sa0a B45aya
aerah Alalak dan sekitarnya khususnya !ampung Wisata !uin $tara juga mempunyai
obyek wisata religi, yaitu &akam dan &asjid Sultan Suriansyah yang merupakan
kesultanan pertama di !alimantan. &akamnya oleh sebagian besar penduduk
dikeramatkan dan selalu dikunjungi banyak orang. $ntuk mendukung perjalan wisata
sungai, ditempat ini tersedia jasa angkutan sungai berupa kelotok.
Potensi usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan baik bagi pemerintah maupun
masyarakat sekitar dan belum digarap se#ara optimal adalah retribusi masuk ke
tempat wisata, serta potensi pendapatan dari parkir pengunjung maupun penjualan
sou%enir khas daerah wisata tersebut.
Ga,-ar ="?
Ma3a, S4+0an S4r$ansya
Ga,-ar ="'
Mas1$5 S4+0an S4r$ansya
5" D434n2an T.ra5a9 D.sa <$sa0a La$n
Letak !elurah !uin $tara yang strategis karena berada di bantaran Sungai !uin
dengan Pasar Terapungnya yang mudah di#apai dari dan ke wilayah atau obyek
wisata lainnya, baik dengan menggunakan alat transportasi sungai yaitu kelotok
maupun alat transportasi darat dengan )asilitas jalan yang sudah relati%e baik dan
beraspal. ari !elurahan !uin $tara, wisatawan dan atau peGiarah dapat meneruskan
perjalanannya dengan #ara yang relati) mudah dan aman menuju ke !elurahan Alalak
Selatan untuk berGiarah ke &akam atuk +onggo 'brahim dan &esjid *anas Alalak
Tengah hingga berkunjung ke sentra industri lemari kayu dan pembuatan kelotok yang
berada di Pulau Alalak.
." D434n2an T.ra5a9 In54s0r$ Par$w$sa0a
Pemerintah !elurahan !uin $tara sangat mendukung dalam hal kebijakan terhadap
industri kepariwisataan berupa penyediaan )asilitas pertemuan kelompok masyarakat
serta memudahkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan
kepariwisataan. Selain itu dari segi kriteria sebagai esa wisata, !uin $tara memiliki
dukungan dari kegiatan wisata yang ada di !elurahan !uin $tara seperti?
.< Akti%itas pasar terapung setiap hari sebagai )enomena kehidupa pasar tradisional
yang telah berjalan ratusan tahun.
Namun, yang menjadi kendala kunjungan wisatawan kesana adalah pendeknya
durasi akti%itas pasar terapung tersebut. Sekarang ini jika ingin melihat pasar
terapung sungai !uin wisatawan harus datang pagi-pagi sekali karena durasinya
hanya sekitar , jam yaitu dari pukul 6 F 9 pagi, setelah itu mereka akan menyebar
ke sungai-sungai ke#il untuk berjualan. 0ika ingin banyak wisatawan yang
berkunjung ke sana, salah satu alternati%e yang dapat dilakukan adalah
memperpanjang durasi keberadaan pedagang pasar terapung di Sungai !uin,
misalnya dari pukul 6 F .- pagi.
,< 0arak tempuh adalah jarak tempuh dari !awasan Wisata !uin $tara ke tempat
para wisatawan menginap ataupun jarak tempuh dari ibukota Pro%insi dan jarak
dari !ota "anjarmasin tidak begitu jauh dan mudah untuk ditempuh.
7< "esaran esa, dimana masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk,
karakteristik dan luas wilayah !elurahan !uin $tara sangat menunjang apalagi
hampir 6-= wilayahnya merupakan wilayah wisata.
5< Sistem kemasyarakatan di !elurahan !uin $tara yang masih mempertahankan
keari)an budaya lokal khas "anjar.
;" Sarana Prasarana K.9ar$w$sa0aan
!etersediaan in)rastruktur, yang meliputi )asilitas dan pelayanan transportasi, listrik, air
bersih, telepon ;jaringan internet< dan sebagainya dapat diakses dengan mudah.
!husus untuk perjalanan wisata, wisatawan dengan mudah mendapatkan jasa
angkutan transportasi kelotok di ermaga Wisata yang terletak di tepi sungai !uin di
depan &akan Sultan Suriansyah yang melayani penumpang yang hendak berkunjung
ke pasar terapung dan obyek wisata lainnya. Selain itu ketersediaan tempat parkir
untuk mobil dan kendaraan umum juga #ukup baik. i samping itu juga terdapat pusat
kerajinan tanggui dan #inderamata dari limbah kayu dan wisatawan dapat melihat
proses produksi dan membeli hasil kerajinannya langsung dari pengrajin.
2" K.2$a0an P.r.3#n#,$an Masyara3a0 5$ B$5an2 Par$w$sa0a
!egiatan perekonomian masyarakat di bidang pariwisata berkembang seiring dengan
ada kegiatan kunjungan atau wisata Giarah ke &akam Sultan Suriansyah dan
&esjidnya. !esadaran masyarakat yang mulai tumbuh membuat mereka berinisiati)
men#iptakan lapangan usaha baru walaupun dalam tahap pengembangan, seperti
tanggui, kerajinan sablon, kerajinan #inderamata, kue tradisional dan makanan khas
soto "anjar yang dikenal dengan Soto *uin serta menjadi pedagang di pasar terapung.
2" In54s0r$ K.ra1$nan
Pada tapal batas antara !elurahan Alalak Selatan dan !uin $tara di wilayah $tara
!ota "anjarmasin terdapat sebuah plang ke#il terbuat dari papan kayu yang bertuliskan
+elcome to *ampung +isata. 0ika kita lihat sepintas lalu, tidak ada yang berbeda kondisi
kehidupan warga masyarakat dengan kondisi sebelum kawasan tersebut ditetapkan
sebagai *ampung +isata. 0alan yang sempit, kehidupan warga miskin yang tinggal
dipemukiman kumuh menjadi pemandangan utama desa. Anak-anak ke#il bermain di
tengah jalan tanpa takut dengan kendaraan bermotor yang melintas serta hanya beberapa
meter di belakang rumah terlihat anak-anak bermain di sungai. /al yang sedikit berbeda
adalah terlihat dari adanya akti%itas kaum dewasa baik pria maupun wanita yang sedang
sibuk mengerjakan aneka kerajinan yang diharapkan mampu menopang perekonomian
mereka. Culu warga di sini banyak menganggur, karena industri kayu terpurukD begitu
kata salah seorang warga Alalak Selatan di sela-sela kesibukannya membuat kerajinan
perahu hiasan untuk dijual.
ahulu sebagian besar warga tepi sungai "arito ini mengandalkan mata pen#aharian
dari industri kayu skala ke#il ;bandsaw<. Namun seiring semakin sulitnya bahan baku dan
gen#arnya operasi penertiban illegal logging oleh aparat pemerintah, industri kayu yang
dulu men#apai ratusan buah kini hanya sedikit yang mampu bertahan. emikian juga
dengan usaha transportasi sungai yang ikut tergerus, menyusul semakin berkurangnya
jumlah pekerja industri kayu yang meman)aatkan jasa transportasi dengan kelotok.
Termasuk juga keberadaan pasar terapung yang selama ini menjadi mata pen#aharian
bagi warga tepi sungai juga semakin berkurang.
!ondisi warga tepi sungai "arito yang identik dengan kemiskinan, namun perlahan tapi
pasti perekonomian warga tepi sungai ini mulai membaik. +ata-rata kaum perempuan
mempunyai sumber mata pen#aharian dengan membuat berbagai jenis kerajinan seperti
pembuatan tanggui ;#aping<, tenun batik khas "anjar ;sasirangan< hingga usaha lain
seperti pembuatan #inderamata, kerupuk hingga ta)au ;gerabah<.
ari aneka usaha kerajinan yang kini digeluti, kaum ibu mampu mendapatkan
penghasilan antara +p. ,-.---,- hingga +p. 7-.---,- per hari. Seorang pengrajin tanggui
menyatakan bahwa dalam sehari mereka dapat membuat .- buah tanggui yang dibeli oleh
pedagang dengan harga +p. ,.---,- sampai +p. 7.--- per buah tergantung pada
ukurannya. Sementara kaum ibu yang menggeluti usaha merajut kain sasirangan,
mengaku mendapat upah +p, 7-.--- per hari dari pengusaha kain sasirangan.
!erajinan tangan sebenarnya juga dapat dikembangkan di wilayah Alalak dan
sekitarnya. Sumber bahan bakunya didapatkan dari sisa pengolahan kayu pada
industri kayu yang masih berjalan sampai dengan saat ini. Selama ini sisa
pengolahan kayu ;limbah< hanya diman)aatkan di rumah tangga pada keluarga di
wilayah ini, sehingga tidak bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Limbah kayu tersebut sebenarnya dapat diman)aatkan sebagai bahan baku dari
industri kerajinan tangan, namun permasalahan yang masih ditemukan dilapangan,
selain kurang memiliki keterampilan, kualitas barang yang dihasilkan selama ini
juga masih belum memenuhi harapan dari pembeli.
a. !erajinan Tajau ;1erabah<
$ntuk ta)au, permintaan masyarakat akan produk ini lambat laun mulai mengalami
penurunan. 0ika pada masa lampau ta)au digunakan sebagai tempat penampungan
air dari sungai, maka pada saat ini )ungsi tajau sudah tergantikan dengan tempat
penyimpanan air yang terbuat dari plastik, selain mudah untuk dibawa dan digunakan
juga relati%e kuat dan murah. $ntuk itu jika ingin kembali memasarkan ta)au dan tetap
menjadi sentra produksinya maka perlu dipikirkan untuk membuat ta)au dengan
alternati%e )ungsi yang lain. &isalnya ta)au didesain sedemikian rupa dapat digunakan
sebagai kaki meja, sebagai aksesoris di rumah atau ruangan serta dapat dibuat ta)au-
ta)au dalam ukuran ke#il sehingga memudahkan wisatawan untuk membawa pulang.
Ga,-ar ="@
In54s0r$ Ta1a4 Pa5a L#3as$ P.n.+$0$an
b. !erajinan Tanggui ;(aping<
$ntuk tanggui, produk ini hanya akan banyak permintaan jika memasuki musim tanam
padi dan yang menjadi konsumennya adalah penduduk setempat. /al ini dikarenakan
desain tanggui masih disesuaikan dengan )ungsi utamanya yaitu menjadi penutup
kepala. Padahal jika kreati%itas dikembangkan, tanggui dapat dikembangkan menjadi
aksesoris untuk memper#antik rumah atau ruangan. ari segi ukuran pun tanggui yang
pada dasarnya berukuran besar dapat dikembangkan menjadi sou%enir berukuran
ke#il yang dari desain dapat dikembangkan sedemikian rupa dan wisatawan tidak sulit
untuk membawa pulang.
Ga,-ar ="&
P.n2#+aan Tan224$ Pa5a L#3as$ P.n.+$0$an
#. !erajinan &embuat Sou%enir
!erajinan pembuatan sou%enir atau #inderamata di wilayah Alalak dan sekitarnya
dapat dikatakan masih belum terlalu menonjol. /al ini dikarenakan kualitas produk
masih standar apalagi jika dibandingkan dengan sou%enir yang berasal dari daerah
0awa dan "ali. i wilayah Alalak, #inderamata sebagian besar berbahan baku dari
limbah kayu yang berasal dari industri pengolahan kayu yang ada. Selain itu, untuk
memasarkan #inderamata, di wilayah ini masih kekurangan toko atau outlet pusat
penjualan #inderamata. $ntuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu adanya
bantuan dari pihak terkait apakah dari inas Perindustrian dan Perdagangan maupun
dari inas !operasi dan $&!& untuk memberikan pelatihan kepada para pengrajian
baik dari segi produksi, pemasaran dan manajemen. Selain itu inas Pariwisata juga
dapat turut serta untuk mengembangkan pusat penjualan #inderamata di wilayah
Alalak dan sekitarnya.
Ga,-ar ="10
P.,-4a0an S#4:.n$r B.r-aan Dasar Kay4
)" In54s0r$ P.n2#+aan
'ndustri pengolahan di wilayah Alalak dan sekitarnya lebih banyak dijalankan
masyarakat pada industri kuliner khususnya pengolahan kue kering. ari sisi rasa,
kuliner di sini memiliki kekhas-an tersendiri, namun permasalahannya adalah dari
sisi tampilan, baik untuk kuliner itu sendiri maupun packagingnya masih belum
menarik wisatawan untuk membeli dalam jumlah banyak. Selain itu syarat-syarat
produksi dan pemasaran seperti 'jin dari inas !esehatan maupun dari &ajelis
$lama 'ndonesia, sebagian besar masih belum dapat memenuhinya.
Ga,-ar ="11
In54s0r$ K4. Kas Ban1ar Pa5a L#3as$ P.n.+$0$an
(" In54s0r$ P.r3a9a+an
$ntuk sebuah kapal tugboat diperlukan waktu hingga empat bulan, sedangkan
pembuatan kapal tongkang ukuran besar dengan ukuran panjang ,- meter dan
lebar ., meter, memerlukan waktu hingga dua tahun. Lamanya proses pembuatan
kapal ini terkait dengan keterbatasan peralatan dan tenaga kerja terampil. Selain
itu, bahan baku pembuatan kapal berupa plat besi berbagai ukuran yang harus
dipesan dari Pulau 0awa sering terlambat datang. Selain itu, di wilayah Alalak ini
proses pembuatan kapal dilakukan dengan #ara sederhana, nyaris tanpa sentuhan
teknologi. Pengerjaan pembuatan kapal sangat bergantung dari kemampuan
mandor kerja yang mendesain dan meran#ang bentuk serta ukuran kapal semua di
dalam kepalanya. "iasanya konsumen atau perusahaan pemesan kapal hanya
menyebutkan jenis dan ukuran kapal, selanjutnya mereka menunggu kabar saat
kapal hampir rampung baru ditambah dengan berbagai ornament ;dekorasi< sesuai
dengan keinginan konsumen. Namun, produksi kapal dari industri perkapalan
rakyat di !alimantan Selatan umumnya dan wilayah Alalak khususnya ini #ukup
terkenal di kawasan 'ndonesia Timur. Sudah banyak kapal besi buatan Curang
banuaD sebutan bagi warga !alimantan Selatan dipesan berbagai perusahaan baik
di wilayah !alimantan, hingga Sulawesi dan Papua bahkan sampai ke Amerika.
'ndustri pembuatan kapal di !alimantan Selatan diperkirakan sudah ada sejak era
.49- an. Waktu itu, industri perkayuan menjadi pengguna terbesar kapal-kapal produksi
industri rakyat ini. Sekarang, meski industri perkayuan mengalami kemunduran, namun
dengan banyaknya eksploitasi sumber daya alam batu bara dan biji besi membuat industri
kapal rakyat tetap bertahan.
Ada beberapa peluang yang dapat dikembangkan agar industri kapal rakyat ini dapat
terus dapat bertahan dan berkembang, yaitu salah satunya adalah meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia. 0ika selama ini, proses pembuatan kapal dikerjakan
dengan proses yang sederhana bahkan hampir tidak ada rekayasa teknologi dan sumber
daya manusia yang se#ara )ormal tidak memiliki pengetahuan di bidang perkapalan, maka
jika Pemerintah "anjarmasin berkeinginan untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dan kualitas hasil produksi dapat mendirikan sebuah sekolah kejuruan di bidang
perkapalan yang sekarang ini masih belum ada di !ota "anjarmasin. engan demikian
selain tersedianya lapangan kerja juga tersedia sumber daya manusia yang berkualitas
untuk terus mempertahakan usaha tersebut. ari hasil pengembangan sumber daya
manusia dan perbaikan kualitas produksi diharapkan dengan banyaknya pesanan
pembuatan kapal di Alalak, pemerintah dapat memperoleh pajak dari pajak penghasilan
badan. Selain itu, tenaga kerja lokal dapat terserap.
Ga,-ar ="12
C#n0# In54s0r$ D#3 Ka9a+ Pa5a L#3as$ P.n.+$0$an
=" In54s0r$ P.r$3anan
Wilayah Alalak dan sekitarnya memiliki potensi untuk pengembangan sektor
perikanan. !egiatan ini telah dilakukan oleh inas Pertanian dan Perikanan melalui
kelompok usaha bersamanya. $saha pengembangan di sektor perikanan ini tidak
saja menghasilkan ikan-ikan segar yang dapat langsung dijual kepada masyarakat,
tetapi juga dapat dijadikan produk yang memberikan nilai tambah. 'kan tidak lagi
dijual dalam bentuk ikan, tapi dalam bentuk yang sudah berubah bentuknya, antara
lain dijadikan kerupuk. Namun masih ada kendala yang dihadapi oleh masyarakat
pengolah kerupuk, yaitu masalah perbaikan produksi dan masalah pemasaran.
Ga,-ar ="1)
C#n0# In54s0r$ P.n2#+aan K.r4943 Pa5a L#3as$ P.n.+$0$an
Pengembangan berbagai potensi ekonomi oleh masyarakat pada wilayah
Alalak dan sekitarnya, pada umumnya mengalami hambatan dari sektor permodalan,
karena kebanyakan masyarakat di wilayah Alalak dan sekitarnya tersebut masih
banyak yang belum memahami #ara mendapatkan permodalan pada lembaga
keuangan terutama perbankan. Selanjutnya menurut responden bahwa terdapat
beberapa hambatan dalam pengelolaan potensi ekonomi daerah antara lain> S&,
Teknologi, dukungan sarana dan prasarana umum. Se#ara keseluruhan dapat dilihat
pada Tabel berikut?
Ta-.+ =")=
Ha,-a0an P.n2.,-an2an P#0.ns$ E3#n#,$ 9a5a <$+aya A+a+a3 5an S.3$0arnya
M.n4r40 r.s9#n5.n"
N#
Ha,-a0an P.n2.,-an2an
P#0.ns$ E3#n#,$
J4,+a
P.rs.n0as.
7>8
. Permodalan ,87 :9,9
, S& ., 5,-
7 Teknologi : ,,9
5 Sarana dan prasarana .7 5,7
6 Lainya 5 .,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
"erdasarkan Tabel 6.76 di atas maka hambatan yang paling besar menurut
masyarakat Alalak dan sekitarnya adalah permodalan dengan jumlah :9,9=,
sedangkan S& dengan jumlah 5,-=, Teknologi dengan jumlah ,,9 =, dukungan
sarana dan prasarana umum dengan jumlah 5,7=, serta lainnya .,7=. 'n)ormasi
tersebut memberikan gambaran bahwa permasalahan paling mendasar adalah
kebutuhan permodalan. /ambatan lainnya yang juga perlu mendapat perhatian
adalah dukungan sarana dan prasarana, dimana salah satu hambatan pengembangan
potensi wisata Pasar Terapung menurut masyarakat dikarenakan kurangnya sarana
toilet yang layak bagi para pengunjung pasar terapung. /al ini tentu saja dapat
mengurangi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke Pasar Terapung.
Namun demikian ditengah hambatan usaha bagi masyarakat Alalak dan
sekitarnya yang sangat kompleks, masyarakat Alalak dan sekitarnya memiliki harapan
dan #ita-#ita yang #ukup baik untuk mengembangkan perekonomiannya se#ara lebih
baik. /al tersebut tampak dari kesadarannya dalam menentukan pilihan sektor usaha
yang akan dikembangkan dimasa yang akan datang yaitu sektor perdagangan. $ntuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut?
Ta-.+ =")?
Us4+an Usaa P.n2.,-an2an P#0.ns$ E3#n#,$ Pa5a <$+aya A+a+a3 5an
S.3$0arnya M.n4r40 R.s9#n5.n"
N#
Us4+an Usaa P.n2.,-an2an
P#0.ns$ E3#n#,$
Pr.;.r.ns$
P.rs.n0as.
7>8
. Pertanian .8 6,7
, Perdagangan .8: 68,-
7 $saha Pengolahan 7. .-,7
5 !erajinan 56 .6,-
6 Perkapalan ;Pembuatan 0ukung< 78 .,,-
8 Lainnya 5 .,7
T#0a+ )00 100
Sumber? ata Primer, ,-.,
Tabel di atas menunjukkan bahwa usulan usaha yang ingin dijalankan oleh
masyarakat Alalak dan sekitarnya #ukup rasional berdasarkan kondisi wilayahnya, hal
tersebut dapat dilihat pada usulan usaha yang diharapkan dapat direalisasikan adalah
68= melanjutkan usaha pada sektor perdagangan, .6= sektor kerajinan dan .,=
sektor perkapalan ;pembuatan jukung<. Potensi lainnya diyakini juga bahwa akan
dapat berkembang pada masa yang akan datang, berdasarkan perkembangan
perekonomian daerah.
BAB VI
KESIMPULAN! SARAN! DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN
.4. K.s$,94+an
.. !ondisi sosial ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya
yang mayoritas bergerak pada sektor industri perkayuan, industri kerajinan,
industri pengolahan, industri perikanan dan pengolahan hasil perikanan,
serta industri perkapalan. /asil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial
ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya pada sektor-sektor industri yang
ada masih belum berkembang se#ara maksimal.
,. Potensi dan kompetensi masyarakat pada wilayah Alalak dan sekitarnya dilihat dari
rata-rata tingkat pendidikan, usaha yang sudah dijalankan, banyaknya tenaga kerja
yang terlibat pada industri kerakyatan yang dijalankan serta sarana prasarana yang
dimiliki masyarakat #ukup prospekti) untuk dikembangkan menjadi sumber kekuatan
ekonomi pembangunan daerah agar dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
7. Peranan lembaga ekonomi masyarakat seperti !operasi pada wilayah Alalak
dan sekitarnya belum ber)ungsi se#ara optimal dalam memberikan
dukungan terhadap e)ekti%itas kegiatan ekonomi masyarakat. Pada kegiatan
tahunan !operasi !ota "anjarmasin, terlihat bahwa sebagian besar !operasi
di !ota "anjarmasin tidak akti). /al ini dapat dilihat dari Laporan +apat
Anggota Tahunan pada masing-masing koperasi yang tidak diserahkan
kepada 1abungan !operasi !ota "anjarmasin.
5. Nilai-nilai social capital dalam kehidupan masyarakat Alalak dan sekitarnya
masih terpelihara dengan baik, sehingga social capital pada wilayah
tersebut merupakan salah satu kekuatan pembangunan ekonomi yang dapat
diandalkan.
6. P.ranan 5an dukungan in)rastruktur dalam pengembangan ekonomi
masyarakat Alalak dan sekitarnya sudah #ukup optimal. Namun untuk
mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang perlu
peningkatan dukungan in)rastruktur seperti ketersediaan jalur transportasi
darat dan sungai, pelabuhan sungai, terminal, pasar, serta )asilitas umum
lainnya termasuk )asilitas wisata. /al ini seharusnya dapat dimasukkan
didalam grand desain !ota "anjarmasin, sehingga ada peren#anaan yang
matang untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
8. 2)ekti%itas pemberdayaan ekonomi masyarakat Alalak dan sekitarnya belum
optimal, sehingga masih perlu ditingkatkan. /al ini dapat diketahui dari hasil
penelitian dimana banyak program pembedayaan ekonomi masyarakat yang
kurang sesuai kebutuhan masyarakat, tumpang tindih bantuan, serta tidak
berkelanjutan.
9. Potensi usaha perkayuan yang ada saat ini masih ada, akan tetapi prospek
usahanya dalam jangka panjang sangat tergantung pada ketersediaan
bahan baku yang ada. alam jangka pendek, selain usaha utama
penggergajian kayu, dapat dikembangkan pula usaha turunan seperti yang
sudah ada dijalankan oleh beberapa pengusaha yaitu industri mebel,
pembuatan kusen, jendela, maupun pintu, serta beberapa yang
meman)aatkan limbah kayu untuk diolah kembali menjadi barang kerajinan
;handycraft<.
:. Sektor ekonomi potensial yang utama untuk dikembangkan di wilayah Alalak
dan sekitarnya adalah Pariwisata Pasar Terapung. Selain merupakan
keari)an lokal yang dimiliki, sektor ini akan mendorong sektor-sektor usaha
lain untuk berkembang. 0ika Pariwisata Pasar Terapung dapat berjalan
se#ara berkelanjutan, maka akan mun#ul sektor-sektor usaha lain
pendukung pariwisata seperti industri kerajinan se#ara dampak permintaan
sou%enir dari wisatawan.
B" Saran
1. $ntuk dapat meningkatkan kondisi sosial ekonomi
masyarakat Alalak dan sekitarnya yang bergerak pada sektor-sektor industri
kerakyatan, perlu adanya inisiasi program yang terarah dan berkelanjutan.
/al ini perlu diawali dengan pendataan para pelaku usaha agar
menghasilkan database para pelaku industri kerakyatan, sehingga inisiasi
program yang tepat guna, tepat sasaran dan berkelanjutan dapat dijalankan
berdasarkan kebutuhan para pelaku usaha.
2. $ntuk dapat meningkatkan potensi dan kompetensi S& di
wilayah Alalak dan sekitarnya, ada dua hal yang dapat dilakukan, baik se#ara
)ormal maupun in)ormal. ari sisi )ormal, dapat dibuat sekolah menengah
kejuruan yang dapat mendukung peningkatan S& masyarakat sesuai
dengan potensi lokal yang dimiliki. &isalnya mendirikan sekolah kejuruan
dibidang perkapalan. Sedangkan dari sisi in)ormal dapat diberikan pelatihan
untuk meningkatkan keterampilan S& terutama bagi para pemuda. /al ini
selain dapat dilaksanakan oleh S!P-S!P terkait, dapat juga di)asilitasi
oleh !arang Taruna yang ada di setiap kelurahan.
3. $ntuk dapat meningkatkan kinerja lembaga ekonomi
masyarakat khususnya !operasi, terlebih dahulu perlu dilakukan pendataan
kembali oleh inas !operasi E $&!& !ota "anjarmasin. Tujuannya adalah
agar jika terdapat program bantuan kepada masyarakat yang harus melalui
!operasi, maka !operasi yang bersangkutan haruslah !operasi yang akti)
dan melaksanakan akti)itas sebagaimana prinsip-prinsip !operasi.
4. $ntuk nilai-nilai sosial #apital yang ada di wilayah Alalak dan
sekitarnya agar tetap dipertahankan, seperti kegiatan gotong royong,
kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya seperti
kegiatan P!! dan Posyandu. $ntuk tetap mempertahankan nilai-nilai sosial
#apital ini, perlu peran serta akti) dari tingkatan pimpinan kemasyarakatan
paling bawah seperti !etua +T maupun pemuka agama dan tokoh
masyarakat.
5. Sarana dan prasarana pendukung perlu terus mendapatkan
perhatian dari pemerintah daerah. Seperti ketersediaan sarana penunjang
kegiatan wisata, dimana perlu dipikirkan untuk mendesain kapal angkutan
wisata ;klotok< menjadi bis air yang unik dan menjadi #iri khas kota
"anjarmasin serta aman dan nyaman bagi wisatawan.
6. $ntuk dapat meningkatkan e)ekti%itas pemberdayaan
ekonomi masyarakat baik dari bantuan berupa bimbingan teknis,
permodalan, bantuan alat produksi dan sebagainya, perlu diawali dengan
pendataan para pelaku usaha. /al ini dapat dilakukan se#ara kerjasama oleh
pihak kelurahan dengan inas !operasi E $&!& maupun inas
Perindustrian E Perdagangan. Sehingga dengan demikian tidak akan terjadi
lagi program yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,
serta tidak terjadi lagi ada masyarakat penerima bantuan yang double
funding(
7. Se#ara jangka panjang perlu mempersiapkan usaha baru
pengganti usaha penggergajian kayu, hal ini perlu peran serta seluruh pelaku
usaha dan pemerintah daerah dalam meran#ang alternati) pengganti usaha
tersebut. alam jangka pendek, untuk dapat meningkatkan nilai guna dan
nilai ekonomis perlu perbaikan kualitas produk hasil olahan. $ntuk itu, inas
Perindustrian dan Perdagangan maupun inas !operasi E $&!& dapat
memberikan bantuan bimbingan dan pelatihan yang berkelanjutan baik
se#ara teknis maupun manajerial.
8. $ntuk dapat meman)aatkan usaha potensial yang ada di
wilayah Alalak dan sekitarnya, perlu dimulai dari sektor pariwisata Pasar
Terapung. $ntuk menjaga keberlanjutan sektor ini, maka inas Pariwisata
perlu meningkatkan kegiatan promosi kepariwisataan baik se#ara mandiri
maupun kerjasama dengan instansi-instansi lain serta masyarakat luas.
Selain itu, instansi-instansi lain dapat mendukung keberlanjutan pariwisata
Pasar Terapung sesuai dengan bidangnya masing-masing. Seperti inas
!operasi E $&!& serta inas Perindustrian E Perdagangan yang dapat
mendorong peran serta masyarakat dalam menunjang sektor pariwisata
dengan mengembangkan kegiatan ekonomis sesuai dengan potensi
lokalnya.

DA*TAR PUSTAKA
Alim "a#hri, Ahmad, dkk. ,--9. Pemetaan Potensi $&!& Sulawesi "arat, !erjasama
Pempro% Sulbar dengan Lembaga Penelitian $ni%ersitas /asanuddin &akassar.
Alim "a#hri, Ahmad, dkk. ,--4. !ajian 2konomi &asyarakat Pesisir, !erjasama
"appeda !abupaten !otabaru dengan Lembaga Penelitian $ni%ersitas Lambung
&angkurat "anjarmasin.
Artiningsih dkk, ,-.-. Analisis Potensi Sosial 2konomi dan "udaya &asyarakat di
Wilayah !ota Semarang alam Pengembangan 'ndustri !reati). 0urnal +iptek,
Qol.5, No... /al. ..-.4.
Arikunto, Suharsimi, .44:. Prosedur Penelitian ? Suatu Pendekatan Praktek. +ineka
(ipa. 0akarta
"PS, ,-.,. !ota "anjarmasin alam Angka. !erjasama "appeda !ota "anjarmasin
dengan "adan Pusat Statistik !ota "anjarmasin.
"PS, ,-.,. !e#amatan "anjarmasin $tara alam Angka, ,-.,. "adan Pusat Statistik
!ota "anjarmasin.
epartemen Perdagangan. ,--:. Pengembangan 2konomi !reati) 'ndonesia ,-,6.
2))endi, ,--7. !ajian dan Program Pengembangan 'ndustri !erajinan Tenun alam
$paya Pembangunan 2konomi !erakyatan di esa Sebauk !e#amatan
"engkalis, Program Pas#asarjana 'P", "ogor.

')e, 0im E 3rank Teriero. ,--:. Alternati) Pengembangan &asyarakat di 2ra 1lobal.
(ommunity e%elopment. 2disi !e 7. Pustaka Pelajar. 0ogjakarta
'rwansyah E &aya Sari ewi. ,-.,. Pemberdayaan &asyarakat Suku ayak Loksado
"erbasis !eari)an Lokal. Seminar Nasional 2#o F 2ntrepreneurship. $ni%ersitas
Negeri Semarang. Semarang
+i)ani, Ahmad, ,-.,. Potensi "isnis "erbasis !ekhasan aerah !ota "anjarmasin,
Tidak ipublikasikan, 3akultas 2konomi $nlam "anjarmasin.
Suhodo. iah Setiari. ,-.-. 'ndustri !reati), Solusi "aru 2konomi 'ndonesia. Artikel
'lmiah
Surono, S., ,--6. &engapa Agroindustri Tidak "erkembang Sesuai dengan /arapan,
Paper 'S2', Sidang Pleno 'S2' R' MPer#epatan Pertumbuhan 2konomi dan
Pen#iptaan Lapangan !erja "aru,M /otel Nikko, 0akarta, ,,-,7 &aret.
SyahGa, Almasdi, ,--7. Pemberdayaan 2konomi &asyarakat Pedesaan &elalui
Pengembangan 'ndustri /ilir "erbasis !elapa Sawit di aerah +iau, Pusat
Pengkajian !operasi dan Pemberdayaan 2konomi &asyarakat, $ni%ersitas
+iau.

$N(TA dan $NP. ,--:. 2#onomy (reati%e +eport ,--:. $niited Nations.
Wrihatnolo, +andy + E +iant Nugroho widjowijoto. ,--9. &anajemen
Pemberdayaan. Sebuah Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan
&asyarakat. 2leJ &edia. 0akarta.
*unus, &uhammad, .44-. The 2))e#t o) Trade and 2J#hange +ate Poli#y on
'ndonesian Agri#ultural 2Jports, $npublished &aster Thesis, S#hool o)
2#onomi#s, $ni%ersity o) The Philippines, L.(., &anila, Philippines, &ay.

Anda mungkin juga menyukai