Anda di halaman 1dari 14

1

ISI
PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF
1. Pengertian Limbah Radioaktif
Limbah radioaktif adalah jenis limbah yang mengandung atau
terkontaminasi radionuklida pada konsentrasi atau aktivitas yang melebihi batas
yang diijinkan (Clearance level) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga
Nuklir. Definisi tersebut digunakan di dalam peraturan perundang-undangan.
Pengertian limbah radioaktif yang lain mendefinisikan sebagai zat radioaktif yang
sudah tidak dapat digunakan lagi, dan/atau bahan serta peralatan yang terkena zat
radioaktif atau menjadi radioaktif dan sudah tidak dapat
difungsikan/dimanfaatkan. Bahan atau peralatan tersebut terkena atau menjadi
radioaktif kemungkinan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang
memanfaatkan radiasi pengion.
Limbah radioaktif secara volumetrik jauh lebih sedikit jika dibandingkan
dengan limbah industri dan limbah perkotaan. Limbah radioaktif yang telah diolah
disimpan sementara di gudang penyimpanan limbah yang kedap air (10-50 tahun)
sebelum disimpan secara lestari. Tempat penyimpanan limbah lestari dipilih di
tempat/lokasi khusus, dengan kondisi geologi yang stabil.
2. Jenis Limbah Radioaktif
2.1. Dari segi besarnya aktivitas, dibagi dalam limbah aktivitas tinggi, aktivitas
sedang dan aktivitas rendah.
Limbah radioaktif tingkat rendah. Adalah limbah radioaktif dengan
aktivitas di atas tingkat aman, tetapi di bawah tingkat sedang dengan
tenaga panas di bawah 2 kW/m
3
yang tidak memerlukan penahan
radiasi selama penanganan dalam keadaan normal dan pengangkutan.
2

Limbah radioaktif tingkat sedang. Adalah limbah dengan aktivitas di
atas tingkat rendah tetapi di bawah tingkat tinggi yang tidak
memerlukan pendingin dan penahan radiasi selama penanganan dalam
keadaan normal dan pengangkutan.
Limbah radioaktif tingkat tinggi. Adalah limbah radioaktif dengan
tingkat aktivitas di atas tingkat sedang, yang memerlukan pendingin
dan penahan radiasi dalam penanganan pada keadaan normal dan
pengangkutan, termasuk bahan bakar nuklir bekas.
2.2. Dari umurnya di bagi menjadi limbah umur paruh panjang, dan limbah umur
paruh pendek.
2.3. Dari bentuk fisiknya dibagi menjadi limbah padat, cair dan gas.
3. Sumber-Sumber Limbah Radioaktif
Limbah radioaktif umumnya berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir,
baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir,
maupun pemanfaatan nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit.
Pemanfaatan teknolgi nuklir ini dapat menimbulkan limbah yang banyak
dikenal sebagai limbah radioaktif. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif yang
tidak terpakai dan bahan bekas serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif
atau menjadi radioaktif karena operasi nuklir dan tidak dapat digunakan lagi. Hal
ini merupakan kendala untuk peengembangan lebih lanjut, sehingga diperlukan
pemecahan dengan menggunakan suatu metode analisis yang tepat yaitu Cost
Benefit Analysis. Sumber radioaktif itu sendiri berasal dari:
Alam.
Lingkungan kita sendiri sebenarnya telah mendapat radioaktif alam seperti dari
tanah, sinar cosmic (75 100 mrem/th) sebagai akibat dari peluruhan Uranium
dan Thorium.
Industri-industri yang memanfaatkan nuklir.
3

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
4. Proses Terjadinya Limbah Radioaktif
4.1. Limbah radioaktif alam.
Sumber radioakif ini memang sudah ada di alam seperti ; di tambang uranium, di
pasir thorium, bahan-bahan yang mengandung K-40.
4.2. Hasil fisi
Sumber radioaktif yang bersumber dari suatu reaksi fisi dan kemudian diolah
ulang biasanya memiliki aktivitas yang tinggi.
4.3. Hasil aktivasi
Irradiasi
Produksi radioisotope
Material (bahan struktur) yang terkena radiasi sehingga menjadi
materi aktif
4.4. Hasil kontaminasi
Bahan atau sumber radioaktif ini biasanya berasal dari laboratorium riset yang
menggunakan radioaktif. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari tambang dan
pabrik konsentrat biasanya tidak terlalu membahayakan karena dapat larut dalam
air. Unsur-unsur yang merupakan bahaya utama dalam tambang Uranium adalah
Radon dan turunannya. Satu hal yang juga perlu diketahui bahwa suatu reaktor
nuklir menghasilkan limbah radioaktif yang memiliki aktivitas rendah.
Laboratorium produksi radioaktif menghasilkan limbah aktivitas tinggi dengan
jumlah besar bila memproses isotop hasil fisi.

4

5. Klasifikasi Limbah Radioaktif
Limbah radioaktif yang dihasilkan dari tambang dan pabrik konsentrat
biasanya tidak terlalu membahayakan karena dapat larut dalam air. Unsur-unsur
yang merupakan bahaya utama dalam tambang Uranium adalah Radon dan
turunannya. Satu hal yang juga perlu diketahui bahwa suatu reaktor nuklir
menghasilkan limbah radioaktif yang memiliki aktivitas rendah. Laboratorium
produksi radioaktif menghasilkan limbah aktivitas tinggi dengan jumlah besar bila
memproses isotop hasil fisi. Klasifikasi limbah radioaktif berdasarkan bentuk
fisisnya:
Gas
Udara dari tambang Uranium, udara dari pembakaran limbah radioaktif padat,
gas dari penguapan cairan radioaktif, udara dari ventilasi pabrik pengolahan
Uranium, cerobong reaktor. Khusus untuk limbah radioaktif bentuk gas,
klasifikasinya berdasarkan jumlah aktivitas, bukan berdasarkan pada
konsentrasinya.
Padat
Jarum suntik bekas, alat gelas untuk zat radioaktif, binatang percobaan, resin
alat bekas pabrik pengolahan Uranium. Penanganan limbah radioaktif padat
lebih rumit dibanding penanganan limbah radioaktif cair,kesulitan tersebut
terletak pada ; cara penanganannya dan pengangkutannya.
Cair.
Air cucian benda terkontaminasi, cairan zat percobaan, cairan dari laboratorium
dan pabrik pengolahan Uranium.
6. Dampak Limbah Radioaktif
Karena limbah memancarkan radiasi, maka apabila tidak diisolasi dari
masyarakat dan lingkungan maka radiasi limbah tersebut dapat mengenai manusia
dan lingkungan. Misalnya, limbah radioaktif yang tidak dikelola dengan baik
Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi
5

sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di
sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yangdihasilkan juga berbahaya. Zat
radioaktif pencemar lingkungan yang biasaditemukan adalah 90SR merupakan
karsinogen tulang dan 131J.
Meskipun telah disimpan secara permanen di dalam tanah,
radionuklidanya dapat terlepas ke air tanah dan melalui jalur air tanah tersebut
dapat sampai ke manusia.
Radiasi berbahaya karena radiasi dapat melakukan ionisasi dan merusak
sel organ tubuh manusia. Kerusakan sel tersebut mampu menyebabkan
terganggunya fungsi organ tubuh. Disamping itu, sel-sel yang masih tetap hidup
namun mengalami perubahan, dalam jangka panjang kemungkinan menginduksi
adanya tumor atau kanker. Ada kemungkinan pula bahwa kerusakan sel akibat
radiasi mengganggu fungsi genetika manusia, sehingga keturunannya mengalami
cacat
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang
berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat
serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-
tumbuhan maupun hewan atau binatang. Efek serta akibat yang ditimbulkan oleh
radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini :
Pusing-pusing
Nafsu makan berkurang atau hilang
Terjadi diare
Badan panas atau demam
Berat badan turun
Kanker darah atau leukemia
Meningkatnya denyut jantung atau nadi
Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakitakibat sel
darah putih yang jumlahnya berkurang


6

7. Pengolahan Limbah Radioaktif

6 Limbah radioaktif dikelola sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan
masyarakat, pekerja dan lingkungan, baik untuk generasi sekarang maupun generasi
yang akan datang. Cara pengelolaannya dengan mengisolasi limbah tersebut dalam suatu
wadah yang dirancang tahan lama yang ditempatkan dalam suatu gedung
penyimpanan sementara sebelum ditetapkan suatu lokasi penyimpanan
permanennya. Apabila dimungkinkan pengurangan volume limbah maka
dilakukan proses reduksi volume, misalnya menggunakan evaporator untuk
limbah cair, pembakaran untuk limbah padat maupun cair yang dibakar, ataupun
pemanfaatan untuk limbah padat yang bisa dimanfaatkan. Penyimpanan permanen
dapat berupa tempat di bawah tanah dengan kedalaman beberapa ratus meter
untuk limbah aktivitas tinggi dan waktu paruh panjang, atau dekat permukaan
tanah dengan kedalaman hanya beberapa puluh meter untuk limbah aktivitas
rendah-sedang. Pada dasarnya kegiatan pengelolaan limbah radioaktif meliputi
tahapan :
a. Pengangkutan limbah
b. Pra-olah
c. Pengolahan
d. Penyimpanan sementara
e. Penyimpanan akhir (Sedang dikembangkan oleh PTLR).

a. Pengangkutan Limbah
Pengangkutan limbah meliputi kegiatan pemindahan limbah radioaktif dari
lokasi pihak penghasil limbah menuju ke lokasi pengelolaan limbah PTLR.
Kegiatan pengangkutan harus memenuhi syarat-syarat keamanan dan keselamatan
sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Terutama bila lokasi penghasil
limbah diluar kawasan PTLR diperlukan ijin pengangkutan limbah dari Badan
Pengawas Tenaga Nuklir(Bapeten). Sarana dan prasarana yang dipakai pada
kegiatan pengangkutan limbah antara lain :
Alat angkut : truck, fork life, crane, hand crane dan sebagainya
7

Transfer cask / canister
Pallet
Alat monitoring
Tanda bahaya radiasi dan tanda bahaya lainnya
Sarana keselamatan kerja
Dan sarana lain yang diperlukan

b. Praolah (Pre-treatment)
Praolah adalah kegiatan yang dilakukan sebelum pengolahan agarlimbah
memenuhi syatat untuk dikelola pada kegiatan pengelolaanberikutnya. Kegiatan
ini antara lain meliputi Pengelompokan sesuai dengan jenis dan sifatnya
Preparasi dan analisis terhadap sifat kimia, fisika, dan kimiafisika serta
kandungan radiokimia,
Menyiapkan wadah drum, plastik, lembar identifikasi, dansarana lain yang
diperlukan
Pewadahan dalam drum 60, 100, 200 liter atau tempat yangsesuai
Pengepakan untuk memudahkan pengangkutan dan pengolahan
Pengukuran dosis paparan radiasi
Pemberian label identifikasi dan pengisian lembar formulirisian
Pengeluaran dari hotcell
Penempatan dalam kanister sehingga memenuhi kriteria keselamatan
pengangkutan.
Sarana dan prasarana yang dipakai dalam kegiatan praolah antara lain :
Drum 60 liter/100 liter
Plastik pelapis bagian dalam drum
Lembar identifikasi dan lembar isian
Alat monitor radiasi
Alat pengepakan
Kanisterdan
Sarana keselamatan kerja


8

c. Pengolahan (Treatment)
Pengolahan limbah radioaktif di PTLR menggunakan fasilitas utama
kompaktor, Evaporator, Insenerator dan unit Immobilisasi.Limbah cair organik
dan limbah padat terbakar direduksivolumenya dengan cara insenerasi. PLTR
mempunyai satu unit inseneratordengan kapasitas pembakaran limbah padat 50
kg/jam atau 20 liter limbahorganik cair/jam beserta peralatan sementasi abu dalam
drum 100 L.Limbah cair diolah dengan cara evaporasi untuk mereduksi
volumelimbah. PLTR memiliki satu unit evaporator dengan kapasitas olah
0,75m3/jam dengan ratio pemekatan 50 : 1.
Konsentrat hasil evaporasi dikungkung dalam shell beton 950L dengan
campuran semen. Bila limbahcair bersifat korosif maka limbah maka limbah
diolah secara kimia(chemical Treatment) sebelum disementasi.Limbah padat
termampatkan proses reduksi volumenya dilakukandengan cara kompaksi. PTLR
mempunyai 1 unit kompaktor dengankekuatan 600 kN, meja getar, dan perangkat
sedimentasi. Limbah padatdalam drum 100L dimasukkan dalam drum 200L saat kompaksi.
Dengankuat tekan 600 kN kompaktor PTLR mampu mereduksi 4-5 drum 100L
dalam drum 200L. Setelah pengisian batu koral, hasil kompaksiselanjutnya
disementasi dalam drum 200L.
Limbah padat tak terbakar dan tak termampatkan pengolahannya
dimasukkan secara langsung dengan cara sementasi dalam shell beton350L/950L.
Proses imobilisasi atau proses kondisioning dilakukan denganmenggunakan shell
beton 350 liter, 950 liter, drum beton 200 liter dandrum 200 liter dengan bahan
matriks campuran semen basah. Limbah padat aktivitas tinggi (LAT), limbah
aktivitas sedang(LAS) dan limbah aktivitas rendah (LAR) masing-masing
diimobilisasididalam shell beton 350 liter, 950 liter, drum beton 200 liter dan
drum 200 liter. Untuk penampang kegiatan proses pengolahan ini diperlukan
suatukoordinasi kerja yang terpadu diantara tenaga yang terdiri dari
proses,penunjang sarana, keselamatan, laboratorium, dan administrasi.

9


















Gambar Sistem Pengolahan Limbah Radioaktif Oleh PLTR

d. Penyimpanan Sementara
Penyimpanan dilakukan sebelum dan sesudah diolah. PTLR memiliki 2
fasilitas penyimpanan, yaitu Interim Storage (IS) danpenyimpanan sementara
limbah Aktivitas Tinggi (PSLAT). PSLAT memiliki 2 bentuk kolam dan
sumuran. Drum 60/100Ldisimpan dalam lokasi berbentuk sumuran. Fasilitas ini
memiliki 20 buahsumur dan masing-masing sumur mampu menampung 6 buah
drum60/100L. Total kapasitas bentuk sumuran adalah 120 drum.
Sarana yang diperlukan antara lain :
Tempat penyimpanan sementara limbah aktivitas tinggi
Transfer cask magnetik
Peralatan transportasi : truck, fork lift, crane, handcrane
10

Crane / hand crane
Sistem informasi managemen limbah
Alat monitor radiasi
Peralatan keselamatan kerja
Dan sarana lain yang diperlukan

Untuk mengetahui kriteria limbah yang memenuhi kriteriakeselamtan
untuk dikelola lebih lanjut maka dilakukan inspeksi danpemantauan secara rutin
selama penyimpanan.

e. Penyimpanan Akhir
Salah satu prinsip utama pengelolaan limbah radioaktif adalah limbah
radioaktif tidak boleh menjadi beban bagi generasi mendatang atau undue burden
for the next generation. Sebagian besar limbah radioaktif yang tersimpan di
PTLR mempunyai umur yang pendek sehingga diharapkan untuk waktu yang
tidak terlalu lama menjadi bahan yang tidak radioaktif, hanya sebagian kecil saja
mempunyai usia yang panjang dari puluhan sampai ribuan tahun.Untuk limbah
usia panjang ini, PTLR telah mengembangkan teknologi penyimpanan akhir, yaitu
penyimpanan limbah di kedalaman tertentu di bawah tanah. Teknologi
penyimpanan akhir ini mirip dengan yang sudah diaplikasikan di banyak negara
maju, dan terbukti aman sampai saat ini dan diperhitungkan tidak membahayakan
generasi mendatang baik menggunakan model komputasi maupun analogi
kejadian alam.

8. Hubungan Limbah Radioaktif Dengan Limbah B3
Sebenarnya definisi, limbah radioaktif adalah bagian dari limbahbahan
berbahaya dan beracun (B3), namun ada kalanya sebagianmasyarakat
membedakan kedua jenis limbah tersebut. Menurut pandangan terakhir ini,
terdapat istilah mixed waste (limbah campuran), yaitu limbah yang
mengandung campuran unsur radioaktif sekaligus B3. Sebagai contoh, dalam
proses pembuatan bahan bakar uranium, terdapat limbah yang mengandung asam
11

(B3) dan radionuklida sekaligus. Sehingga dalam penanganannya, kedua sifat
bahaya tersebut (B3 dan radioaktif) harus selalu dipertimbangkan.

9. Dasar Hukum yang Mengatur Mengenai Limbah Radioaktif
Dasar hukum yang mengatur limbah radioaktif adalah Undang-Undang No.
10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, serta Peraturan Pemerintah No. 27 tahun
2002 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif .














12

KESIMPULAN
1. Limbah radioaktif adalah jenis limbah yang mengandung atau terkontaminasi
radionuklida pada konsentrasi atau aktivitas yang melebihi batas yang
diijinkan (Clearance level) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga
Nuklir.
2. Dari segi besarnya aktivitas dibagi atas :
Limbah radioaktif tingkat rendah
Limbah radioaktif tingkat sedang
Limbah radioaktif tingkat tinggi
3. Sumber radioaktif itu sendiri berasal dari :
Alam
Industri-industri yang memanfaatkan nuklir.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
4. Klasifikasi limbah radioaktif berdasarkan bentuk fisisnya:
Gas
Padat
Cair
5. Efek serta akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat
manusia seperti berikut di bawah ini :
Pusing-pusing
Nafsu makan berkurang atau hilang
Terjadi diare
Badan panas atau demam
Berat badan turun
Kanker darah atau leukemia
13

Meningkatnya denyut jantung atau nadi
Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakitakibat
sel darah putih yang jumlahnya berkurang
6. Pada dasarnya kegiatan pengelolaan limbah radioaktif meliputi tahapan :
Pengangkutan limbah
Pra-olah
Pengolahan
Penyimpanan sementara
Penyimpanan akhir (Sedang dikembangkan oleh PTLR).

7. Dasar hukum yang mengatur limbah radioaktif adalah Undang-Undang No. 10
tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, serta Peraturan Pemerintah No. 27
tahun 2002 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif.











14

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Dampak Limbah Radioaktif. Diunduh dari
http://www.scribd.com/doc/88082312/8/Dampak-Limbah-Radiokatif.
Diakses Pada Tanggal 6 Mei 2012
Anonim. 2012. Limbah Radioaktif. Diunduh dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_radioaktif. Diakses Pada Tanggal 6 Mei
2012
Anonim. 2012. Nuklir dan Limbah Radioaktif. Diunduh dari
http://www.warintek.ristek.go.id/nuklir/limbah_radioaktif.pdf-2012. Diakses
pada tanggal 6 Mei 2012
Firdaus, Muhammad Yusuf. 2012. Dasar-dasar Pengolahan Limbah Radioaktif.
Diunduh dari http://muhammad yusuf
firdaus.wordpress.com/2012/01/29/dasar-dasar-pengolahan-limbah
radioaktif/ . Diakses Pada Tanggal 6 Mei 2012
Yalwan, Faris. 2009. Limbah Radioaktif. Diunduh dari http://faris-
yalwan.blogspot.com/2009/03/limbah-radioaktif.html. Diakses Pada
Tanggal 6 Mei 2012