Anda di halaman 1dari 16

1

PENGANTAR ILMU FARMASI KEDOKTERAN DAN RESEP DOKTER


Kuliah tgl 30 sept04
Oleh: Dra. Sri Suharmi, MS. Apt
Assalamualaikum,
Teman-teman, sebelum kalian mengkonsumsi HSC ini, silahkan baca
petunjuk pemakaian berikut:
HSC ini disusun dari berbagai sumber, yaitu; materi/slide dosen
(sumber utama), Resep Dokter dan Preskripsi yang Benar dan
Rasional (buat ngasih penjelasan sebagian slide dosen yg cm
poin2 doang), IONI 2000 dan sedikit dari HSC 01. Referensi yg
kami pake semua adalah yg direkomendasikan ama Bu Dosen, tentu
kecuali HSC 01. Materi yg selain dari slide dosen tercetak
dgn font FORMTEXT FORMTEXT
FORMTEXT FORMTEXT FORMTEXT
FORMTEXT
FORMTEXT FORMTEXT
FORMTEXT FORMTEXT
FORMTEXT
FORMTEXT FORMTEXT
FORMTEXT
FORMTEXT
FORMTEXT
VISI DAN MISI
Hubungan dokter-obat-penderita merupakan kesatuan.
Rencana terapi dengan obat menggunakan falsafah lima tepat
plus.
INTI TUJUAN PEMBELAJARAN
Mewujudkan terapi dengan obat dalam preskripsi yang rasional
dan lege artis.
Memahami manajemen/ pengelolaan obat di sistem pelayanan
kesehatan.
PENGANTAR ILMU FARMASI KEDOKTERAN
Dokter, sebuah profesi dengan peran sebagai praktisi medik yang
mau nggak mau perlu pengetahuan dan
kemampuan yang cukup berkaitan dengan pengobatan. Pengetahuan
yang seharusnya dikuasai itu mencakup ilmu
klinik serta ilmu farmakologi dan terapi, dimana keduanya
sangat sangat berguna bagi seorang dokter dalam
melakukan diagnosis seorang pasien dan kemudian memberikan
terapi yang tepat.
Ilmu Farmasi Kedokteran (IFK) merupakan suatu disiplin ilmu
yang mengkaji penerapan pengobatan
kepada penderita secara komprehensif yang tertulis dalam resep
yang lege artis dan rasional. Yang dimaksud
dengan lege artis adalah benar/ baik (jelas dan lengkap) dan
mematuhi kaidah/ pedoman penulisannya.
IFK memiliki satu falsafah luhhur, yakni: resep yang rasional
adalah kunci keberhasilan terapi dengan
obat. Falsafah ini tak akan terwujud tanpa adanya landasan
pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan yang
memadai tentang diagnosis, prognosis serta farmakologi dan
terapi.
Pembelajaran IFK berorientasi kpd penderita & dlm suatu
rangkaian proses menuju preskripsi yg rasional.
FORMTEXT
PENULISAN RESEP
Resep dokter memiliki sebutan lain:
Preskripsi
Prescribendi
Prescription
Ada dua macam definisi dari resep:
2
UKURAN lebar 10 12 cm
panjang 15 18 cm
SISTEMATIKA ENAM (6) ELEMEN/UNSUR
1. TITAS DOKTER
2. SUPERSKRIPSI
3. INSKRIPSI
4. SUBSKRIPSI
5. SIGNATURA
6. IDENTITAS PASIEN
dr. Larasati
1 SIP. 2003/99
Jalan Patriot 18
Yogyakarta. Telp. 881234
2 Yogyakarta, 29 ---- 8 ---- 04
2 R/ Parrrracettttamollll mg 120 3
Sacch.... llllactttt.... q....ssss....
4 m....ffff....llll....a pullllv.... no.... X
5 ssss....p....rrrr....n tttt....d....d.... pullllv.... I
8 7
Pro : Darrrrssssiiiiyah ((((2 tttth,,,, 12 kg)))) 6
SAH Paraf/Tanda Tangan (7)
Penutup (8)
Singkatan baku bahasa latin
Menurut UU: permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau
dokter hewan kepada apoteker pengelola
apotek (APA) untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi
penderita, sesuai peraturan perundangundangan
yang berlaku.
So, resep merupakan media komunikasi antara dokter (penulis
resep) dgn APA (penyedia obat) & pasien.
Menurut makna luas: resep merupakan perwujudan cara terapi
dokter kepada penderita yang memerlukan
pengobatan, maka harus ditulis secara benar dan rasional.
ASPEK LEGAL DAN ETIKA RESEP DOKTER
@ Perundangan:
1. Peraturan Men.Kes. RI No. 26/MenKes/Per/I/1981 Bab II. Resep
(lihat lampiran)
2. Keputusan Men.Kes. RI No. 28/MenKes/SK/V/1981 Bab II. Resep
(lihat lampiran)
@ Etika:
1. Kode etik kedokteran
2. kode etik kefarmasian
RESEP YANG BENAR
o ditulis secara jelas, dapat dibaca,lengkap dan memenuhi
aturan perundangan serta kaidah yang berlaku.
o Resep disusun secara rasional, dan berpedoman falsafah lima
tepat, al:
a. Tepat obat
Nama obat ditulis dengan nomenklatur internasional seperti yang
tercantum dalam INN atu FI,
dipilih sesuai tujuan terapi, sifat obat, dan kondisi
penderita.
b. Tepat dosis
dosis ditetapkan secara individual sehingga perlu dihitung
secara seksama, baik untuk orang
dewasa, lansia, anak-anak,obesitas maupun malnutrisi
c. Tepat BSO
BSO yang dipilih perlu mengacu pada kepentingan penderita, dan
spesifikasi BSO itu sendiri.
d. Tepat cara dan waktu pemberian
cara dan waktu pemberian termasuk juga lama pemberian,
ditetepkan dengan jelas dan dipahami
oleh penderita untuk meningkatkan ketaatan penderita.
e. Tepat penderita
kondisi penderita meliputi keadaan fisik, ekonomi dansosial
perlu diperhatikan agar meningkatkan
ketaatan pasien dan tujuan terapi tercapai.
BLANKO RESEP
3
dr. Larasati
SIP. 2003/99
Jalan Patriot 18
Yogyakarta. Telp. 881234
Yogyakarta,
R/
Pro :
Umur : BB : kg
Klinik Segerwaras
Jl. Kartoraharjo 15 YG
DR. . . . . . . Yogyakarta,
R/
Pro :
Umur :
MACAM BLANKO RESEP DOKTER
UNSUR/ ELEMEN RESEP DOKTER
1. Identitas dokter
Nama, SIP, alamat rumah & praktik, nomor telpon, dan hari serta
jam praktik. Biasanya sudah tercetak
dalam blanko resep.
2. Superskripsi (superscriptio)
Bagian ini merupakan kelengkapan dalam resep dokter. Terdiri
dari nama kota tempat praktik, tanggal, logo
R/. Logo R/ biasanya juga sudah tercetak satu di sisi kiri
atas, sehingga bila diberikan lebih dari satu BSO/
formula resep, perlu dituliskan R/ lagi.
3. Inskripsio (inscriptio)
Ini merupakan inti resep dokter, berisi :
- nama obat, ditulis dengan nama generik, nama standard atau
nama paten.
- Jumalah dan kekuatan obat, ditulis dalam satuan berat atu
volume dengan sistem metric (mg, g,
ml, l) dan dengan angka arab. Dalam satuan biji, jumalah obat
ditulis dengan angka romawi.
4. Subskripsio (subscriptio)
Bentuk sediaan obat yang dipilih/ diminta beserta jumlahnya
5. Signatura
Berisi informasi tentang aturan penggunaan obat yaitu;
frekuensi, jumlah obat persatuan kali pakai & waktu
obat diminum, serta informasi lain yang perlu diberikan.
Menggunakan symbol s (= signature, tandailah).
Contoh: s.t.d.d. tab. I u.h. p.c. (tandailah 3x sehari 1 tablet
1 jam setelah makan)
6. Identitas pasien
Nama pasien ditulis pada bagian Pro. Bila penderita anak-anak
atau lansia perlu dituliskan umurnya.
Tulisan Pro dan umur umumnya sudah tercetak dalam blanko resep.
Sebaiknya mencantumkan pula berat
badan pasien (kontrol dosis oleh apotek lebih akurat).
Penulisan alamat akan memudahkan pihak apotek
dalam penelusuran tempat tinggal pasien bila terjadi masalah/
kesalahan dalam melayani obat.
(7) & (8). Penutup dari bagian utama resep.
Ditandai dengan tanda penutup dengan garis dan tanda tangan/
paraf dokter
TATA CARA PENULISAN RESEP DOKTER
Resep yang lengkap menurut SK MenKes RI No. 26/1981 (Bab III,
pasal 10) memuat:
FORMTEXT Nama, alamat, NSIP dokter, tanggal penulisan R/
FORMTEXT Nama setiap obat/komponen obat
FORMTEXT Tanda R/, tanda tangan/paraf dokter
FORMTEXT Tanda seru dan paraf dokter untuk obat dengan jumlah
melebihi dosis maksimum
4
PEDOMAN BAKU DALAM PRESKRIPSI
1. Penulisan nama obat
Nama generik Acidum Mefenamic. Asam Mefenamat
Paracetamol Asetaminofen
Nama paten Postan
Panadol
Nama standard Potio Nigra contra tussim Obat Batuk Hitam
2. Penulisan kekuatan
Untuk sediaan jadi/paten Capsul Acidum Mefenamic 250 mg
Caplet Acidum Mefenamic 500 mg
Caplet Ponstan 500 mg
3. Penulisan jumlah obat (satuan berat, volume, unit/biji)
Bahan baku (nama generik) Amoxycillin mg 200
Alcohol 70 % ml 10
Ol. minth. pip. gtt II
Sediaan standard/ Pot. nigr. c. tuss. ml 200
generik Tab. Paracetamol 500 mg no. X
Sir. Paracetamol 60 ml lag. I
Sediaan paten Caps. Amoxsan 500 mg No. XX
Allerin expect. 120 ml lag. I
4. Penulisan alat penakar
dengan singkatan bahasa latin baku
C (cochlear) : sendok makan (15 ml)
Cth (cochlear theae) : sendok teh (5 ml)
Gtt (guttae) : tetes (1 tetes = 0,05 ml )
Arti prosentase ( % ): b/b
b/v
v/v
5. Penulisan bentuk sediaan obat (BSO)
merupakan unsur subskripsi
m.f.l.a. pulv. d.t.d. No. XII
m.f.l.a. ungt. g. 20
Tab. Paracetamol no. X
6. Penulisan jadwal dosis/aturan pemakaian
merupakan unsur signatura
- frekwensi
- jumlah satuan dosis
- saat/ waktu
s.t.d.d. tab.I p. c.
Pikiranmu ialah awal dari
perkataanmu,perkataanmu
ialah awal dari perbuatanmu,
perbuatanmu ialah awal dari
kebiasaanmu, kebiasaanmu
ialah awal dari karaktermu dan
karaktermu ialah takdirmu.
5
7. Peringatan, dll (CITO, ITER, N.I.).
8. Penggunaan penutup, paraf/ tanda tangan
9. Penggunaan bahasa latin dalam preskripsi
Digunakan singkatan baku:
- Inskripsi Nama generik : Ac. Salic. g 2
- Subskripsi BSO : pulv, caps, tab, dll
- signatura s.p.r.n. t.d.d. tab. I
ALASAN PENGGUNAAN BAHASA LATIN
FORMTEXT Merupakan bahasa yang sudah mati, artinya tidak
dipakai lagi dalam percakapan sehari-hari. So, bahasa ini
tidak tumbuh membentuk kosakata-kosakata baru
FORMTEXT Merupakan bahasa internasional dalam dunia kesehatan,
khususnya pada profesi kedokteran dan
kefarmasian.
FORMTEXT Tidak menimbulkan dualisme arti tentang bahan yang
dimaksud dalam resep
FORMTEXT Adanya faktor psikologis yang terkadang penderita
sebaiknya tidak mengetahui bahan obat yang diberikan.
Contoh
Ac. Salic. Acidum Salicylicum Asam Salisilat
Pot. nigr. C. tuss. Potio nigra contra tussim Obat Batuk Hitam
Pulv. Pulveres Caps. Capsula Tab. Tablet
Sol. Solutio Susp. Suspensio Syr. Syrup
Supp. Suppositoria Ungt. Unguenta Cr. Cream
s.t.d.d. pulv. I signa ter de die pulveres uno
tandailah 3 kali sehari 1 bungkus puyer
s.p.r.n. t.d.d. Tab. I signa pro re nata ter de die tablet uno
tandailah bila perlu 3 kali sehari 1 tablet
s.b.d.d. u.e. m. et v. signa bis de die usus externus mane et
vespere
tandailah dua kali sehari sebagai obat luar, pagi dan sore
Kayaknya Cuma ini yang bisa kami berikan. Semoga yang sedikit
ini bisa membantu temen2 dalam belajar menghadapi ujian besok
dan
yang utama sebagai bekal kita menjadi dokter. Kalo temen pengen
belajar lebih banyak lagi ato pengen cross ceck, temukan dan
buka
buku2 yang kucantumin di bawah. HSC ini terselenggara atas
kerja sama sebuah tim: Alfi, Anis, Bheti dan Indah. Maaf bila
ada yang
salah dan kurang, and silahkan kalo ada koreksi.
Wassalamualaikum.
6
BUKU AJAR yang direkomendasikan Bu Dosen:
1. ARS PRESCRIBENDI RESEP YANG RASIONAL Jilid 1, 2, dan 3. Oleh
Nanizar Zaman J.
2. RESEP DOKTER DAN PROSES PRESKRIPSI YANG BENAR DAN RASIONAL.
Oleh Sri Suharmi.
3. REMINGTONS PHARMACEUTICAL SCIENCES
Oleh Arthur Osol.
4. MARTINDALE THE EXTRA PHARMACOPOEIA.
Oleh Reynold JBF.
5. INTRODUCTION TO PHARMACEUTICAL DOSAGE FORMS Howard C. Ansel.
6. GUIDE TO GOOD PRESCRIBING WHO.
7. INFORMATORIUM OBAT NASIONAL INDONESIA (IONI) 2000
8. FORMULARIUM INDONESIA
9. FARMAKOPE INDONESIA
JADWAL KULIAH FARMASI KEDOKTERAN I
NO
POKOK BAHASAN PENGAMPU
1. PENGANTAR I. FARMASI KEDOKTERAN DAN RESEP
DOKTER
Dra. Sri. Suharmi. Apt MS.
2. OBAT & DOSIS DALAM PRESKRIPSI Dra. Mae.S.Hartati,Apt Msi.
3. OBAT & JADWAL PEMBERIAN Dra. Mae.S.Hartati,Apt Msi.
4. BENTUK SEDIAAN OBAT BAGIAN 1. Dra. Tri murini, Apt. MSi
5. BENTUK SEDIAAN OBAT BAGIAN 2. Dra. Tri murini, Apt. MSi
6. BENTUK SEDIAAN OBAT BAGIAN 3. Dra. Tri murini, Apt. MSi
7. FORMULA RESEP DOKTER Dra. Sri. Suharmi. Apt MS.
8. PENGELOLAAN OBAT & PERATURAN PERUNDANGAN
FARMASI
dr. Rul Afiyah S.
9. INTERAKSI OBAT, OBAT ANTISEPTIKA & DESINFEKTAN dr. Rul
Afiyah S.
10. BIOAVAILABILITAS OBAT Dra. Tri murini, Apt. MSi
11. PROSES PRESKRIPSI BAGIAN 1 Dra. Sri. Suharmi. Apt MS.
12. PERKEMBANGAN OBAT Dra. Mae.S.Hartati,Apt Msi.
13. PROSES PRESKRIPSI BAGIAN 2 Dra. Sri. Suharmi. Apt MS.
Evaluasi SMT V: # tugas 10%
# ujian sisipan 30%
# ujian akhir 60%
tak ada yang benar-benar bisa hidup sendiri
karena alam terlampau luas
kebahagiaan hanya untuk mereka
yang mengerti arti kebersamaan
prescription is an instruction from a prescriber to a dispenser. The prescriber is not
always a doctor but can also be a paramedical worker, such as a medical assistant, a
midwife or a nurse. The dispenser is not always a pharmacist, but can be a pharmacy
technician, an assistant or a nurse. Every country has its own standards for the minimum
information required for a prescription, and its own laws and regulations to define which
drugs require a prescription and who is entitled to write it. Many countries have separate
regulations for opiate prescriptions.
Information on a prescription
There is no global standard for prescriptions and every country has its own regulations.
Do you know the legal requirements in your own country? The most important
requirement is that the prescription be clear. t should be legible and indicate precisely
what should be given. !ew prescriptions are still written in "atin# the local language is
preferred. f you include the following information, not much can go wrong.
Name and address of the prescriber, with telephone number (if possible)
This is usually pre$printed on the form. f the pharmacist has any questions about the
prescription %s&he can easily contact the prescriber.
Date of the prescription
n many countries the validity of a prescription has no time limit, but in some countries
pharmacists do not give out drugs on prescriptions older than three to si' months. (ou
should check the rules in your own country.
Name and strength of the drug
)*%not )'& is derived from Recipe %"atin for +take,&. -fter )*you should write the name of
the drug and the strength. t is strongly recommended to use the generic
%nonproprietary& name. This facilitates education and information. t means that you do
not e'press an opinion about a particular brand of the drug, which may be unnecessarily
e'pensive for the patient. t also enables the pharmacist to maintain a more limited stock
of drugs, or dispense the cheapest drug. .owever, if there is a particular reason to
prescribe a special brand, the trade name can be added. /ome countries allow generic
substitution by the pharmacist and require the addition +Do not substitute, or +Dispense
as written, if that brand, and no other, is to be dispensed.
The strength of the drug indicates how many milligrams each tablet, suppository, or
milliliter of fluid should contain. nternationally accepted abbreviations should be used0 g
for gram, ml for milliliter. Try to avoid decimals and, where necessary, write words in full
to avoid misunderstanding. !or e'ample, write levothyro'in 12 micrograms, not 2.212
milligrams or 12 ug. 3adly handwritten prescriptions can lead to mistakes, and it is the
legal duty of the doctor to write legibly %3o' 4&. n prescriptions for controlled drugs or
those with a potential for abuse it is safer to write the strength and total amount in
words, to prevent tampering. nstructions for use must be clear and the ma'imum daily
dose mentioned. 5se indelible ink.
Box 7: Legal obligation to write
clearl
Doctors are legally obliged to write
clearly, as emphasi6ed in the 57 8ourt
of -ppeal ruling in the following case.
- doctor had written a prescription for
-mo'il tablets %amo'icillin&. The
pharmacist misread this and
dispensed Daonil %glibenclamide&
instead. The patient was not a diabetic

and suffered permanent brain damage
as a result of taking the drug.
The court indicated that a doctor owed
a duty of care to a patient to write a
prescription clearly and with sufficient
legibility to allow for possible mistakes
by a busy pharmacist. The court
concluded that the word -mo'il on the
prescription could have been read as
Daonil. t found that the doctor had
been in breach of his duty to write
clearly and had been negligent. The
court concluded that the doctor9s
negligence had contributed to the
negligence of the pharmacist,
although the greater proportion of the
responsibility %41:& lay with the
pharmacist.
;n appeal the doctor argued that the
word on the prescription standing on
its own could reasonably have been
read incorrectly but that various other
aspects of the prescription should
have alerted the pharmacist. The
strength prescribed was appropriate
for -mo'il but not for Daonil# the
prescription was for -mo'il to be
taken three times a day while Daonil
was usually taken once a day# the
prescription was for only seven days9
treatment, which was unlikely for
Daonil# and finally, all prescriptions of
drugs for diabetes were free under the
<ational .ealth /ervice but the patient
did not claim free treatment for the
drug. -ll of these factors should have
raised doubts in the mind of the
pharmacist and as a result he should
have contacted the doctor. Therefore,
the chain of causation from the
doctor9s bad handwriting to the
eventual in=ury was broken.
This argument was re=ected in the
8ourt of -ppeal. The implications of
this ruling are that doctors are under a
legal duty of care to write clearly, that
is with sufficient legibility to allow for
mistakes by others. >hen illegible
handwriting results in a breach of that
duty, causing personal in=ury, then the
courts will be prepared to punish the
careless by awarding sufficient
damages. "iability does not end when
the prescription leaves the doctor9s
consulting room. t may also be a
cause of the negligence of others.
Source: J R Coll Gen Pract, 1989:
347-8
Dosage form and total amount
;nly use standard abbreviations that will be known to the pharmacist.
Information for the pac!age label
/ stands for Sina %"atin for +write,&. -ll information following the / or the word +"abel,
should be copied by the pharmacist onto the label of the package. This includes how
much of the drug is to be taken, how often, and any specific instructions and warnings.
These should be given in lay language. Do not use abbreviations or statements like +as
before, or +as directed,. >hen stating +as required,, the ma'imum dose and minimum
dose interval should be indicated. 8ertain instructions for the pharmacist, such as +-dd 1
ml measuring spoon, are written here, but of course are not copied onto the label.
"rescriber#s initials or signature
Name and address of the patient$ age (for children and elderl)
Box %: Incomplete labels
The label on the drug package is very
important for the patient as a
reminder of the instructions for use. n
many cases, however, labels are
incomplete. -n analysis of ?1@@
%A?22:& labels showed0
<o label or illegible ? :
Buantity not recorded 12 :
<o directions, or only +as before,*,as
directed,
CD :
<o date ?E :
The data listed above are the core of every prescription. -dditional information may be
added, such as the type of health insurance the patient has. The layout of the
prescription form and the period of validity may vary between countries. The number of
drugs per prescription may be restricted. /ome countries require prescriptions for opiates
on a separate sheet. .ospitals often have their own standard prescription forms. -s you
can check for yourself, all prescriptions in this chapter include the basic information given
above.
&xercise: "atients '()*'
+rite a prescription for each of the following patients, "rescriptions are
discussed below,
"atient '(:
!o", # "ears$ Pneu%onia wit& reenis& sputu%$ 'our P-(ru is a%o)icillin s"rup$
"atient *-:
*o%an, 7+ "ears$ ,o(erate conesti-e car(iac .ailure$ /or se-eral "ears on (io)in +$0#
% 1 tablet (ail"$ S&e p&ones to as1 .or a repeat prescription$ 2s "ou &a-e not seen &er
.or so%e ti%e "ou as1 &er to call$ Durin t&e -isit s&e co%plains o. sli&t nausea an(
loss o. appetite$ 3o -o%itin or (iarr&oea$ 'ou suspect si(e e..ects o. (io)in, an( call
&er car(ioloist$ 2s s&e &as an appoint%ent wit& &i% ne)t wee1, an( &e is -er" bus", &e
a(-ises "ou to &al-e t&e (ose until t&en$
"atient *.:
*o%an, 00 "ears$ 3ew patient$ ,iraine wit& increasinl" .re4uent -o%itin$
Paraceta%ol no loner e..ecti-e (urin attac1s$ 'ou e)plain to &er t&at t&e paraceta%ol
(oes not wor1 because s&e -o%its t&e (ru be.ore it is absorbe($ 'ou prescribe
paraceta%ol plus an anti-e%etic suppositor", %etoclopra%i(e, w&ic& s&e s&oul( ta1e
.irst, an( wait 0+-3+ %inutes be.ore ta1in t&e paraceta%ol$
"atient *':
,an, #3 "ears$ 5er%inal stae o. pancreatic cancer, con.ine( to be( at &o%e$ 'ou -isit
&i% once a wee1$ 5o(a" &is wi.e calls an( as1s "ou to co%e earlier because &e is in
consi(erable pain$ 'ou o i%%e(iatel"$ 6e &as slept ba(l" o-er t&e wee1en( an( reular
pain1illers are not wor1in$ 5oet&er "ou (eci(e to tr" %orp&ine .or a wee1$ ,a1in sure
not to un(er(ose &i%, "ou start wit& 1+ % e-er" si) &ours, wit& 0+ % at ni&t$ 6e
also &as non-insulin (epen(ent (iabetes, so "ou a(( a re.ill .or &is tolbuta%i(e$
There is nothing wrong with any of the four prescriptions %!igures D, 4, F and G&.
.owever, a few remarks can be made. )epeat prescriptions, such as the one for patient
@2, are permitted. Many prescriptions are like that. 3ut they also need your full attention.
Do not write a repeat prescription automaticallyH 8heck how many times it has been
repeated. s it still effective? t is still safe? Does it still meet the original needs?
!or the opiate for patient @C, the strength and the total amount have been written in
words so they cannot easily be altered. The instructions are detailed and the ma'imum
daily dose is mentioned. n some countries it is mandatory to write an opiate prescription
on a separate prescription sheet.
/ummar
0 prescription should include:
I <ame, address, telephone of prescriber
I Date
I Jeneric name of the drug, strength
I Dosage form, total amount
I "abel0 instructions, warnings
I <ame, address, age of patient
I /ignature or initials of prescriber
a.c. ante cibum / cibos sebelum makan
a.d / AD aurio dexter telinga kanan
a.l. aurio laeva telinga kiri
a.s. / AS auris sinister telinga kiri
a.u. / AU auris utro kedua telinga
aa ana tiap-tiap
ad ad hingga /sampai
ad. Lib. ad libitum digunakan sesuai keinginan (bebas
alt. die. alternus die setiap lain hari
alt. h. alternus hora setiap lain !am
amp. ampule " dosis unit
a# a#ua air
b.d. bis die $x sehari
b.i.d. bis in die $x sehari
b.i.n. bis in noctus $x semalam
bis bis dua kali
bol. bolus seban%ak dosis tunggal
cap capsula kapsul
cc cum cibos dengan makanan
cc cubic centimetres sentimeter kubik
comp. comsitus diloleskan
d dies hari
d.t.d dentur tales doses berikan sesuai dosis
dieb. alt. diebus alternis setiap lain hari
div. divide dibagi
emp. ex modo prescripto sesuai petun!uk
emul. emulsum cairan pengemulsi
e#. pts. e#ualis partis bagian %ang sama
ex a# ex a#ua dalam air
&. '&d. &uida cairan
g gram gram
gr grain grain (" gram(") grain
grad. gradatim berangsur-angsur
gtt. gutta diteteskan
h. ' hr. hora !am
h.s. hora somni *aktu tidur
i' ii' iii' or iiii doses !umlah dosis
+.D. intra dermal disuntikkan di ba*ah kulit
+.,. intra muscularl% disuntikkan ke dalam otot
+.- intra peritoneal disuntikkan di ba*ah selaput
+... intra veneousl% disuntikkan ke dalam nadi
in!. in!ectio suntikan
in p. ae#. dividiatur in partes ae#uales dibagi men!adi bagian %g sama
lin linimentum digosok
li# li#uor solution
lot. lotion pelembab
m' min. minimum minimal
,. ,isce campur
mane mane pagi hari
mcg microgram mikro gram
m/# milli e#uivalent mili ekuivalen
mg milligram mili gram
mist. mistura campur
mixt. mixtura mixture
ml millilitter mili liter
nebul nebula semprotan
no. numero nomor
nocte nocte malam
noct. mane#. noct mane#ue pagi dan malam hari
non rep. non repetatur tidak dapat diulang
npo nill per os tidak ada %g melalui mulut
o.d / 0D oculus dexter mata kanan
o.l. oculus laeva mata kiri
o.m. omni mane pada pagi hari
o.n. omni nocte pada malam hari
o.s / 0S oculus sinister mata kiri
o.u / 0U oculo utro setiap mata
opth opthalmic pada mata
os ossa tulang
otic otical pada telinga
p.c. post cibum setelah makan
p.o. per os melalui mulut
p.p.a. phiala prius agitata dikocok dahulu
p.r pro rectum melalui anus
p.r.n. pro re nata sesuai kebutuhan
p.v. per vaginum melalui kelamin *anita
per per melalui
pil pilula pil
pulv. pulvis bubuk
# #ua#ue setiap
#.1h #ua#ue 2. hora setiap 2. !am
#.3h #ua#ue 3 hora setiap 3 !am
#.a.d #ua#ue alternis die setiap hari %ang berbeda
#.d. / 4D #ua#ue die setiap hari
#.h.s #ua#ue hora somni setiap men!elang tidur
#.i.d. #uarter in die 5x sehari
#.o.d. / 40D #ua#ue os die setiap hari %ang berbeda
##. hh. #ua#ue hora setiap !am
#.#.h. #uarter #ua#ue hora setiap 5 !am
#.s. #uantum su6ciat gunakan secukupn%a
#A, #ua#ue ante meridiem setiap pagi
#l #uantum libet seban%ak %ang diinginkan
#.p. #uantum placeat seban%ak %ang dian!urkan
#-, #ua#ue post meridiem setiap sore
#v #uantum vis seban%ak
7/ recipe ambil
rep. ' rept. repetatur dapat diulang
7x radix resep
s sine tanpa
s.a. secundum artum gunakan sesuai pertimbangan
s.i.d semel in die sekali sehari
s.o.s. si opus sit segera !ika dibutuhkan
S8' subc' sub#'subcut sub cutem disuntikkan di ba*ah kulit
Sig. / S signa' signetur tulis pada label
SL sub lingual% di ba*ah lidah
sol. solutio larutan
ss. semis setengah / separuh
stat. statim segera
supp. suppositorium obat perangsang
susp. suspentium pen%erapan
s%r. s%rupus sirup
t.d.s ter die sumendum 3x sehari
t.i.d. ter in die 3x sehari
t.i.*. ter in * 3x seminggu
tab. tabella tablet
tal. talus seperti
tbsp. tablespoon sendok makan (") ml
tr' tinc.' tinct. tincture larutan dlm alkohol
troche trochiscus obat batuk
tsp. teaspoon sendok teh () ml
u.d. / ut dict. ut dictum sesuai petun!uk
ung. unguentum obat salep
vag. vaginum alat kelamin *anita