Anda di halaman 1dari 7

Hasil dari Analisis Gaya Pada Rem Tromol (drum brake) Mobil kijang 1997

Hary prasetyo (20120130132)

Hasbi A. Dzulqornain (20120130169)

Ghofar Rahmawan (20120130173)

Purna Ardisancaya (20120130176)

Aris Setiawan Budi (20120130172)

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2014

ABSTRAK

Anaslisa sistem rem tromol pada mobil dilakukan untuk mengetahui besaran gaya yang terjadi pada rem tromol untuk kendaraan roda empat dengan analisis perhitungan dari komponen rem dengan pembebanan pedal sebesar 4 N. Besar diameter piston master silinder 1,60 cm, Yang berfungsi untuk mengubah gerak pedal rem kedalam tekanan hidrolik, Diameter silinder piston pada tromol 1,90 cm dan perbandingan tuas pedal 4,11 menunjukan semakin besar pembebanan pedal rem maka gaya yang menekan master rem (Fk), gaya tekanan minyak rem (Pe), gaya yang menekan pad rem (Fp), dan gaya gesek pengereman (Fμ) akan semakin besar, sedangkan semakin besar gaya yang menekan pedal rem maka jarak waktu pengereman akan semakin kecil.

DATA-DATA YANG DIPERLUKAN Untuk melakukan perhitungan pada pengujian diperlukan data-data antara lain spesifikasi rangkaian dan lain sebagainya. Data tersebut diperoleh dari studi lapangan yang meliputi pencarian melalui media internet, pengukuran langsung terhadap model piston dan motor, maupun studi pustaka.

PENDAHULUHAN

Sistem rem ini dirancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan, sistem rem ini sangat penting pada kendaraan dan juga berfungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin pengendara untuk berkendaraan dengan aman dan rem ini membutuhkan master silinder untuk meneruskan tekanan pada saat pengereman berlangsung. Pada mobil kijang 1997 ,mengunakan sisstem rem hidrolik tipe Master rem mobil tipe silinder tunggal dan tromol duo servo. Artinya master silinder tunggal adalah master rem mobil di mana jumlah piston dalam silinder remnya hanya satu sedangkan tromol duo servo merupankan suatu silinder roda dengan 2 piston maju/ mundur dalam satu silinder. Pada rem hidrolik terdapat pipa-pipa hidrolik yang berisi cairan berupa minyak rem. Pada ujung-ujung pipa ini terdapat piston penggerak yaitu piston pedal dan silinder piston tromol. Pipa dan piston inilah yang memegang peranan penting dimana konsep dan sterukturnya telah didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan hukum pascal,Saat pedal rem diinjak pedal yang terhubung dengan booster rem akan mendorong piston pedal dalam sehingga minyak rem yang berada pada pipa akan mendapatkan tekanan

.

Perhitungan data dari data yang telah didapatkan:

Untuk mendapatkan data-data hubungan yang diinginkan, maka dilakukan langkah-langkah pengolahan data sebagai berikut.

: Untuk mendapatkan data-data hubungan yang diinginkan, maka dilakukan langkah-langkah pengolahan data sebagai berikut.
1. Menghitung perbandingan gaya pada pedal ( K ) didapat dari persamaan. K = K=

1. Menghitung perbandingan gaya pada pedal (K) didapat dari persamaan.

K =

K= , ,

K= 4,11

Dimana :

a = jarak dari pedal rem ke fulcrum / tumpuan.

b = jarak dari pushrod ke fulcrum / tumpuan

2.Persamaan yang digunakan untuk mencari gaya yang keluar dari pedal rem (FK):

Fk=

f

.

FK= 4 .

,

,

FK = 16,44 N

Dimana :

FK = Gaya yang dihasilkan dari pedal rem (N). F = Gaya yang menekan pedal rem (N).

= Perbandingan tuas pedal rem.

3. Persamaan untuk menghitung tekanan hidrolik (Pe) yang dibangkitkan pada master silinder yaitu :

P=

Pe =

Pe =

Pe =

, .

,

, . ,

Pe = 8,18 N

Dimana :

Pe = Tekanan hidrolik (N). Fk = Gaya yang dihasilkan dari pedal rem (N). dm = Diameter silinder pada master silinder (cm).

4. Persamaan untuk mencari gaya yang menekan pad Rem (Fp) yaitu :

Fp = Pe x 1

Fp = 8.18 (0.785 . 1.90 )

Fp = 23,18 N

4 . π . d

Dimana :

Fp = Gaya yang menekan pad rem (N).

D = Diameter silinder roda (cm).

Pe = Tekanan minyak rem (N).

4. Gaya Gesek Pengereman ().

Untuk menghitung gaya gesek yang ditimbulkan oleh rem menggunakan

persamaan yaitu :

Fμ = μ. Fp

F = 0.3 23,18

F = 6,9

Dimana :

Fμ = Gaya gesek pengereman (N)

μ = koefisien gesek

Fp = Gaya yang menekan pad rem (N).

Tabel koefisien gesek

NO

Bahan

Koefisien gesek ( )

1

Besi cor

0.10-0.20

2

perungu

0.10-0.20

3

kayu

0.10-0.35

4

Cetakan(pasta)

0.30-0.60