Anda di halaman 1dari 12

WATER FLOODING

Pada pembahasan kali ini konsen pada penggunaan WATER FLOODING untuk
increase produksi dari oil reservoir, dan teknologi tersebut telah dikembangkan dari 50
tahun terakhir untuk mengevaluasi, mendesain, mengoperasikan dan memonitor dari
keseluruhan project. Penggunaan air untuk menaikan oil produksi telah dikenal dengan
sebutan "secondary recovery" dan typical natural flow dengan tenaga pendorong air "
primary production" yang digunakan pada reservoir natural flow ( ekspansi fluida dan
batuan, solution gas drive, gravity drainage, dan influx aquifer) untuk memproduksi oil .


Alasan Utama untuk menggunakan water flooding pada reservoar oil adalah untuk
menaikan rate produksi oil, dan pada akhirnya oil recovery. Ini dicapai dengan voidgae
replacement" injeksi dari air untuk menaikan reservoir preasure ke level awal dan
mempertahankan preasure yang dekat. Air mendisplace minyak dari ruang pori,
tetapi efisisensi dari displacemen tergantung oleh banyak faktor ( misalnya viscositas
oil dan karakteristik batuan). Pada Lapangan Oil seperti di Wilmington ( California USA)
dan Ekofisk ( North Sea), voidage replacement juga telah digunakan untuk mengurangi
penambahan penurunan permukaan.

Topik dalam bab ini mengenai subjeck dari waterflooding dalam sebilan bagian dan
uruttan logika berpikirnya yang digunakan oleh Willhite
Miscroscopic Efficiency of immiscible displacement
Macroscopic Efficinecy Displacement dari linear waterflooding
Pertimbangan Geologi dalam Mendesain dan operasi wtaerflloding
immisicible Displacement dalam dua dimensions are
Vertical Dsiplacement dalam model linear dan areal
Water Flooding Desain
Waterflooding Monitoring
Contoh Kasus Lapangan ; waterfllooding example
Summry dan kesimpulan
Bagian ini dimulai dengan mendiskusikan efisiensi unit-diplacement, bagaimana air
mendisplace oil dari pori dan permeabilitas batuan reservoir pada sakala
microscopic. Ini adalah level dari analisis yang diterapkan saat mengukur
aliran air/minyak pada sampel small core di laboratorium. Perhitungan untuk
menentukan bagaimana waterflooding secara baik dapat bekerja pada skala reservoir
termaksud efek dari geologi, gravity, geometry ( vertical, areal, pengaturan well-
spacing/pattern). Formula nya untuk waterflooding secara menyeluruh dalam hal
efisiensi oil reocvery ER menytakan 3 istilah yang independent :

ER = ED EI EA
DImana
ED = Unit dari Efisiensi Displacement
EI = Efiensi Displacement Vertical
EA = Efisiensi Areal-Displacement

Tentunya, Asmusi Dari Tiga Faktor ini tidak berlaku pada sakla reservoir.

Sepanjang Bab ini perlu diingat bahwa aspek yang paling penting untuk mengevaluasi
proyek waterflooding adalah mamemahami batuan reservoir. Pemahaman ini dimulai
dengan memahami lingkungan pendendapan pada tingkat pori-pori dan reservoir
dan pada tingkat keduanya . Keduan, sejarah diaganesa batuan reservoir harus
dipastikan. Kemudiam struktur dan paatahan reservoir harus ditentukan untuk
memahami interconnectivities antara bagaian dari reservoir, khususnya konektivity dari
injektor ke producer. Akhirnya karakteristik minyak/ air/ batuan perlu dipahami karena
mengontrol wetability, residula oil saturasi untuk waterflloding dan permeabilitas relatife
dari minyak pada saturasi ari yang lebih tinggi. Karena kebutuhan ini selalu ada seorang
halo geologi dalam perkembangan proses waterflooding khsusnya dalam evaluasi.

Bab ini tidak termaksud bagian terpisah dari oil property dan dampak nya terhadap
keberhasilan efisiensi dari water-flooding, tetapi oil property adalah penting untuk
keberhasilan teknis dan ekonomi dan dibahas sesuai pada seluruh bab. Oil property
yang utama adala viscositas dan densitas pada kondisi reservoir. Dalam media berpori,
mobilitas fluida didefenisikan sebagai endpoint permeabilitas relatife dibagi dengan
viscositas, maka cairan dengan viscoitas rendah ( <1 cp) memiliki mobilitas yang sangat
tinggi kecuali permeabilitas rendah. Demikian pula dengan minyak rendah ( <20 API )
memiliki vicoitas yang yang tinggi, dan mobilitas yang sangat rendah kecuali dipanaskan
pada suhu yang tinggi. Karena viscositas air pada temparatur reservoir yang umumnya
jauh lebih rendah. Rasio water-/Oil-mobility adalah paramter yang menjadi kunci dalam
menentukan efisiensi dari proses perpindahan air/minyak dengan meningkatnya
oil recovery sebanding dengan menurunnya mobility rasio water-/oil.

Selain Itu dalam topik yang mencangkup operasi air injeksi tidak dibahas dalam bab
ini adalah (1) akuifer atau bottom water drive dengan air dinjeksi ke interval aquifer yang
paling dasar, (2) Penggunaan Simulator reservoir numerik untuk menganalisis kinerja
dari water flooding dan 3 (3) increase dari oil recovery yang

Keterbatasan Teknology Wtaerflooding
Water dapat meningkatkan volume dari oil recovery dari reservoir< namun tidak selalu
teknologi terbaik untuk digunakan dan dapat memiliki faktor rumit. Ketika mengevaluasi
cara terbaik untuk menghasilkan oil dari reservoir tertentu , seorang petroleum enginer
harus menganalisa waterflooding sebagai dari bagiannya, baik dari secara teknik dan
ekonomis. Mereka evaluasi harus mencangkup faktor-faktor rumit yang berpotensi
seperti kompatibilitas air yang direncanakan untuk di injeksi dengan connate water,
interaksi dari air yang diinjeksi dengan batuan reservoir ( sensitivitas clay , dissolution
batuan, atau pada umumnya pelemahan kerangka penyusun batuan). water treatment
injeksi untuk menghilangkan oksigen, bakteri dan
bahan kimi yang tidak dinginkan , dan tantangan yang melibatkan cara memisahkan dan
penanganan air yang dihasilkan untuk analisa kandungan minyak, bahan radioaktif
alami, dan berbagai mineral pembentuk.

Efisiensi Microscopic dari Immiscible Displacement
Bagian ini membahas aspek-aspke konsep dari Displacement minyak dengan air dalam
batuan reservoir. Gambar 11.1 adalah diagaram sekmatik dari proses perpindahan
air/minyak.



Pada tingkat pori ( yaitu , dimana fase minyak dan air berinteraki immiscibly ketika
bergerak dari satu pori-pori kedepan), kemampuan wetability dan geometri pori dalam
batuan reservoir adalah dua pertimbangan utama. Interaksi antara wetability dan
geometri pori dalam batuan reservoir adalah apa yang diwakili oleh kurva tekanan
kapiler yang ditentukan dalam laboratoirum dan kurva permeabilitas relatife air/oil
yang digunakan oleh engineer dalam membuat OOIP dan perhitungan aliran fluida.
Bagaian dibawah ini akan membahas konsep-konsep dasar dari implikasi terhadap
inisial saturasi air dan minyak , untuk permeabilitas relatif dan untuk saturasi gas inisial
akan mempengaruhi perilaku aliran air /minyak.

Wetability
Wetabilitas didefinisikan dalam hal interaksi dari dua fasa yang saling tidak bercampur,
misanyal air dan minyak , dan permukaan padat , seperti pori pori batuan yang ada
dalam reservoir. Untuk memahami konsep wetability dan penentuanya secara
laboratoirum sederhana, permukaan padat diambil sebagai permukaan datar yang
halus. Gambar 11.2 menggambarkan dua gaya wetability : water wet dan oil wet.


Persamaan dibawah :

.menggambarkan hubungan kekuatan yang seimbang untuk setetes air yang ada
dipermukaan pada dan dikelilingi oleh minyak. Tegangan Antar muka ( IFT) anatar fase
minyak dan air bervariasi tergantung komposisi dari fase tetapi umumnya relatif tinggi,
dengan rentang 10 sampai 30 dyne/cm . Contat angel ) digunakan untuk
mendefinisikan mana fluida, fase yang lebih wetting , memiliki kontak angel yang lebih
kecil, fase air lebih wetting. Contact angle yang lebih tinggi, fase minyak lebih pebih
pembasah. dimana O os = IFT antara fase minyak dan solid., Ows = adalah IFT anatara
fase air dan fase padat, dan Oow = IFT fase anatar oil dan air.

Contact angel tentunya tergantung pada banyak nya variabel, termaksud komposisi
minyak mentah dan jumlah gas yang terlaru; salintas dan pH connate brine, mineralogy
dari surface rock, salintas dan pH air yang di injeksi untuk waterflooding, Kosentrasi
komponen active-surface ( misalnya asphaltenes ) yang berada pada crude oil dan yang
dapat menyerap pada surface rock akan mempengaruhi wetability.
Batuan reservoir biasanya digamabrkan sebagai water-wet atau intermediat wet. Water-
wet pada surface batuan adalah salah satu yang memiliki prefensi yang kuat untuk di
basahi oleh fase air, sehingga akan ada fase air yang kontinyue pada permukaan
batuan. Batuan dengan oil-wet lebih memilih untuk dilapisi dengan minyak, bukaan air.
Batuan dengan strongly oil-wet telah diciptakn untuk penenlitian laboratorium, tetapi
telah dibahas, tidak mungkin ada dalam reservoir yang real. Batuan reservoir dengan
intermediat water wet telah ditemukan di beberapa oil reservoir. Istilah damalting weting
menggambarkan deskripsi dari batuan reservoir yang memiliki oil-wet dan water-
wet.Gambar 13 Akan mengambarkan dari dua style dari intermediate-wetting.



dua type pengukuran laboratorium yang biasa digunakan untuk memeperkirakan
wetability. Pertama nilai-nilai dari IFT crue-oil/ brine water dapat diukur pada permukaan
batuan yang halus dengan berbagai mineralgies. Kedua Tes Amott dapat dilakukan
untuk menentukan luasan serapan dari minyak dan brine water. Saat menjalankan tes
amott, sangat penting untuk menganalisis core sebagai bentuk pendekatan dengan
kondisi reservoir, mungkin akan baik menggunakan sampel core yang terawat dengan
baik atau menyimpan core pada crude oil dari reservoir. Kualitas air/minyak Kapiler
preasurre ( Pc) dan permeabilitas relatife minyak air, ( Krwo), keduanya sangat
dipengaruhi sifat wetability batuan, dankeduanya dibutuhkan dalam menginput data
untuk perhitungan waterflooding, apajkah menggunakan metode teknik perhitungan
sederhana, atau dengan simulasi numerical reserovir yang kompleks.

Pore Geometri
Pore geometri untuk setiap batuan reservoir adalah hasil dari sejarah pengendapan dan
diagenetiknya. Lingkunagan pengendapan menentukan ukuran butir batuan dan
sortasinya, Perubahan Diagenetic pasca pengendapan yang disebabkan oleh berbagai
jenis sementasi, pencucian, dan perubahan clay akan berdampak pada karaktersitik pori
batuam apakah batuan utama silika atau karbonat.

Tekanan Kapiller
Konsep tekanan Kapiller dibahas seacara rinci dalam bab ini. Bab ini
mempertimbangkan karakteristik dan perbedaan drainase dan imbibisi capillary-
preasure /water-saturation kurva ( Pc/Sw). Takanan kapiler akan mempengaruhi kinerja
dari waterflooding dan teknik perhitungannya karena sejauh mana flooding inyak/air
secara vertikal dan horisontal akan di displace selama waterflooding yang dikontrol oleh
kurva imbibisi Pc/Sw.
pada awalnya Batuan reservoir yang dianggap water-wet karena semua batuan
reservoar di endapkan dilingkungan berisi air, atau direndam dalam air segera setelah
deposisi, tertutup lagi oleh sedimen diatasnya. Kurva Drainage Pc/Sw menggambarkan
proses drainase, atau hubungan Pc/Sw ketika fase nonwetting-fluida (oil) menggantikan
tahap wetting- Fluida ( brine water) dari berbagai bagian dari sistem pori sehingga
mengurangsi satursai fluida wetting. Jika Selama proses perpindahan ini dibalik dan
fase-wetting meningkat dikenal , ini dikenal dengan nama imbibisi ( imbibisi dari tahap
fase wetting).




Gambar 11.6 menunjukan karkateristik Pc/Sw drainase dan Imbibisi dari batuan
strong water-wet. Minimum wetting atau saturasi air dari proses drainase disebeut
conate ( or irreducible ) water saturation. Saturasi Air maksimum dari proses immbibisi
mendefenisikan saturasi minum dari fase- nonwetting atau ( untuk pertimbangan
waterflooding) residual oil saturation untuk waterflooding Sorw.




Gambar 11.7 dan Gambar 11.8 menggambarkan proses darinase dan immbibisi
Pc/Sw dari tes laoboratorium dari batuan oil-wet dan batuan intermediate-wet. Gambar
11.8 mencangkup keduanya secara spontan ( nomor 2 pada kurva ) dan memkasa
kurva ( nomor 3 pada kurva ) bagian dari imbibisi. Imbibisi sponton terjadi tanpa adanya
tekanan yang diterapkan pada alat uji coba, sedangkan untuk memperoleh imbibisi
secara paksadari kurva di peroleh tekanan eksternal untuk diterapkan. Pc = 0 tidak
mendefenisikan Sorw.

Distribusi Saturari Water/Oil Initial
Distirbusi Saturasi water/Oil initial di lapangan oil tergantung pada sejarah hidrokarbon
nya dan memiliki dampak yang signifikan terhadap potensi waterflooding. Sistem pori
yang mengisi dalam batuan reservoir mengandung jumlah yang sangat besar dalam
reservoir body yang diisi oleh oil yang dikendalikan oleh pore thorats yang saling
menghubungkan.

Selama proses pengisian oil, oil pertama kali masuk melalui pore trought yang terbesar,
dan semua bagian dari pori tertap diisi oleh brine water. Dengan semakin banyak nya
minyak yang masuk pada reservoir trap, kolom minyak memperpanjang penurunannya.
Tepat diatas kontak minyak/ air, hanya pori-pori yang dapat diakses dari pore thorught
terbesar yang dapat disi dengan minyak. DIbagian atas kolom minyak, dimana tekanan
kapiler yang bekerja relatife besar, tidak hanya pore throught yang besar yang dipenuhi
dengan minyak, tetapi pore throught yang relatife kecil. Ruang pori sangat halus tetap
diisi dengan dengan brine water.

Proses ini terus berlanjut sampai kolom oil mencapai panajang maksimun. Keseluruhan
proses ini adalah siklus dari drainanse kurva Pc/Sw. Pada titik dari proses ini, minyak
mengisi pori-pori yang besar dan air mengisi pori-pori yang terkecil, namun Kurva Pc/Sw
Drianase mengatur presentasi masing masing. Brine water akan tetap menjadai film
pada permukaan pori yang terbesar, tetapi kompenen aktif dari permukaan dari crude oil
mungkin menyerap pada beberapa permukaan pori, membuat batuan menjadi oil-wet.
Oleh karena itu, sistem reservoir dapat memiliki karaktersistik campuran-wet.

Distirbusi water-oil saturasi initial ini sangat penting untuk dipahami dalam menerapkan
waterflooding karena menguasi efisiensi waterflooding dibagian reservoir. Hal ini juga
berhubungan langsung dengan saturasi minyak residual yang dapat dicapai pada akhir
waterflooding.

Relative Permeability
Apsneting dari Permeabilitas Relatif adalah karakteristik kurva imbibisi
oil/water Krkarena mengatur sifat dan efisiensi dari perpindahan waterflood dan
beberapa OOIP dapat direcovery sebelum batas ekonomi waterflood dicapai.

Yang Paling penting, data Kr water/oil ditentukan pada laboratorium harus merupakan
pendekatan terbaik dengan kondisi reservoir. Salathiel menggambarkan petningnya hal
ini untuk displacement oil/water pada kondisi lapangan. Gambar 11.10 menggambarkan
hasil percobaan Laboratoirium Salathiel yang berhubungan dengan Lanagan
Minyak East Texas.



kurva ini menunjukan bahwa Permeabilitas realtife minyak untuk kondisi water -wett
secara signifikan berbeda dari pada kondisisi campuran-wett. Dalam kondisi water-wet,
fase minyak menjadi disconitous dan kehilangan mobilitasnya secara secara cepat.
Dalam kondisi campuran-wet, minyak mempertahankan kontinuitass fasenya melalui
permukaan batuan yang dibasahi oleh minyak, dan perlahan-lahan mengalir kesaturasi
minyak yang rendah secara signifikan. Perbandingan hasilnya laboratorium untuk data
aktual produksi Lapangan dan data core residula-oil-saturation-preasure menunjukan
bahwa reservoir telah mixed-wetability, menghasilkan Sorw dengan nilai dari <10% PV
dari bagian reservoir.

Residual Oil Saturation
Untuk water flooding, ada dua hal yang paling penting untuk batuan reservoir yaitu
aturasi connate water Swc dan Sorw. Scw menentukan berap[a banyak minyak awal
dari setiap satuan volume bataun reservoir ketika ditemukan, sedangkan Sorw adalah
berapa banyak dari OOIP yang akan tetap di batuan yang akan terdisplace secara bail
dari air yang dinjeksikan. Dengan asumsi bahwa fakto-volume formasi minyak adalah
sama pada awal dan akhir waterflooding, persamaan untuk eficinecy unit-displacement
yaitu



Sorw adalah titik terkahir dari kurva Kro imbibisi air/minyak yang dibahas diatas namun
untuk perhitungan sederhana dari water flooding nilai ini adalah yang paling penting.
Tabel 11.1 membandingkan hasil untuk kondisi water-wet, bagi mereka untuk kondisi
campuran-wett. Sorw , untuk sampel dari mixed -wet umunya adalah 10% PV lebih
rendah dari sampel water-wet. Dalam kondisi Water-wet, akan lebih banyak fase oil
akan mati, karena terjebak dan bergerak sebagai tetesan oil yang terisolasi oleh saturasi
air yang meningkat.



Sorw diukur dengan beberapa cara. Hal ini dapat ditentukan ebagai bagian dari semua
studi laboratorium permeabilitas relatife. Secara histori, tes core-plug floopot telah
berjalan di laboratorium dan hanya prositas dari sampel batuan, permeabilitas absolut
udara, Swc, Sorw,dan permeabilitas pada dua endpoint saturasi telah dilaporkan. Hal
ini penting untuk memastikan bahwa test laboratorium ini dilakukan cukup lama untuk
displacement yang akan dibawah ke titik akhir sebenarnya. Mereka dapat dilakukan ,
baik sebagai tes displacement atau dengan menggunakan centrifuge untuk mengukur
data tersebut. History tes displacement telah digunakan, tetapi karena terus dilakukan
perbaikan teknologi centrifuge, pendekatan centrifuge lebih umum. Biasanya, Flood test
time tidak memadai untuk mencapai nilai Sorw sebenarnya. Pengukuran imbibisi
kapilery preasure untuk mendapatkan nilai yang dapat diandalkan pada media berpori
dengan water-wet.

Umumnya, berbanding terbalik dengan Swi. Hal ini dapat di mengerti dalam hal ruang
pori yang telah diisi dengan air dan minyak. Sedangkan penurunan Swi ( atau kenaikan
Soi), fase minyak menempati pori-pori secara lebih dan mengisi pori-pori yang lebih
kecil. Ketika air menggantikan oil, dan tepi-tepi perangkap memajukan lebih banyak fase
minyak, terutama jika batuan itu adalah water-wet.

Kinerja water flooding tergantung pada viscositas dan capillary forces pada Sorw ,
Kr,dan Sorw. Pada laju alir reservori, kekutan viscositas tidak terlalu membuat
perbedaan yang siginifikan dalam Kr dan Sorw. Bagaimana pun, dalam kondisi
laboratorium, viscositas dan capillary forces adalah pertimbangan utama karena tes
singkat dari core-plug harus benar benar mengukur penurunan tekanan dan volume
cairan produksi sebagi fungsi dari waktu yang mencangkup efek akhir dari kapiler. Data
ini harus dimasukan kedalam perhitungan interpertatif untuk mendapatkan kurva
water/oil Pc/Sw dan kurva Kr yang nantinya akan digunakan dalam perhitungan
waterflooding.