Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN FISISOTERAPI

PADA KASUS VERTIGO



Laporan Studi Kasus



Oleh :
MARIYAL QIBTIYAH
UMMI FAIZAH
WISNU CAHYO
HARDIYANTI RUSLI
RISKA NUR AMALIA

PROGRAM STUDI S1 PROFESI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014
A. DATA UMUM PASIEN

Nama : Mr. S
Usia : 27 Tahun
Alamat : Muh.Paleo II No 34
Pekerjaan : Wiraswasta
Tanggal Pemeriksaan FT : 02 September 2014
Diagnosis Fisioterapi : Vertigo
Vital Sign :
Tekanan darah :110/70 mmHg
IP : Normal
Denyut Nadi : 60 kali / menit
IP :Normal
SuhuBadan : 36,2
o
C
IP : Normal
Pernafasan : 24 kali/menit
IP : Normal

B. PEMERIKSAAN FISIOTERAPI ( CHARTS )

Chief Of Complaint
Pusing dan melayang-layang
History Taking
1. Sejak kapan mulai ada keluhan? Pertama itu hanya oleng biasa, dan saya hanya
membiarkannya saja, tapi ternyata pusingnya tambah berat beberapa hari
kemudian dan saya ke klinik setelah 3 bulan
2. Bagaimana sifat serangan? Pusingnya itu selalu, sepanjang hari, kecuali tidur
3. Pada saat beraktifitas bagaimana? Merasa pusingjuga, paling pusing itu pada saat
menunduk
4. Ada keluhan lain selain pusing? Saya sakit maag, oh iya, saya juga ada gangguan
digendang telinga tapi sudah ke dokter THT dan sudah agak mendingan
5. Kira-kira apa yang menyebabkan keluhan muncul? Saya tidak tau juga
6. Kalau pusingnya muncul berapa lama? Sepanjanghari, kecuali tidur. Dan juga
kaki saya selalu dingin.
7. Pernah kedokter? Iya
8. Konsumsi obat dari dokter? Iya, obatnya Mertigo
9. Apakah anda merasa cemas dengan keluhan Anda? Saya takut dengan penyakit
ini, apakah akan sembuh atau tidak.
10. Apakah mengganggu pekerjaan Anda? Ya, sekarang saya lagi izin sakit dikantor
dan tidak bisa kerja untuk sementara waktu.
11. Bagaimana dengan hobynya? Saya sudah tdk main futsal sejak menikah
12. Apakah aktifitas sehari hari dirumah terganggu? Ya.
13. Hubungan dengan istri dan keluarga? Baik.
14. Ada keluhan lain? Tidak.
Assymetrical Position
1. InspeksiStatis :
a. Anterior:
- kulit/wajah sedikit pucat, lesu, dan cemas
- pasien tampak kurus
- shoulder asimetris, dektra lebih tinggi daripada sinistra
- extremitas bawah sinistra et dekstra simetris
b. Lateral:
- Kurva tulang belakang kifosis
c. Posterior:
- Kurva tulang belakang berada dalam satu garis
- ekstremitas atas asimetris, dektra lebih tinggi daripada sinistra
- ekstremitas bawah simetris

2. Inspeksidinamis :
a. Amati posisi/gerak bola mata
Hasil : dapat dilakukan, tapi pusing
IP : dicurigai vertigo
b. Berjalan
Hasil : dapat dilakukan, tapi pusing
IP : dicurigai vertigo
3. Palpasi
- Suhu badan normal (hangat), tidak ada perbedaan suhu antara extremitas superior
dan inferior bagiam dektra et sinistra
- Kontur kulit kasar
- Tidak ada udema
- Nyeri tekan di otot Upper trapezius dextra
4. Tes orientasi:
Mendongak-Menunduk-Gerak kepala kiri-kanan
Hasil :pusing dan paling pusing pada saat menunduk
IP : dicurigai vertigo
5. PFGD (Pemeriksaan fungsi gerak dasar)
- Cervical
Gerakan Aktif Pasif TIMT
Fleksi Terbatas ( pusing sekali ) Terbatas ( pusing
sekali )
Tidak di lakukan
Ekstensi Terbatas ( pusing ) Terbatas ( pusing ) Tidak di lakukan
Lateral fleksi
dextra
Terbatas ( pusing ) Terbatas ( pusing ) Tidak di lakukan
Lateral fleksi
Sinistra
Terbatas ( pusing ) Terbatas ( pusing ) Tidak di lakukan
Lateral rotasi
dextra
Terbatas ( pusing ) Terbatas ( pusing ) Tidak di lakukan
Lateral rotasi
sinistra
Tarbatas ( pusing ) Tarbatas ( pusing ) Tidak di lakukan
Restrictive
1. ROM : Keterbatasan Rom cervical
2. ADL : pusing saat melakukan aktifitas sehari-hari
3. Pekerjaan : Keterbatasan dalam melakukan pekerjaan ( cuti kerja akibat keluhan )
4. Rekreasi : sudah tidak pernah berolahraga futsal
Tissue Impairment And Phycogenic prediction
1. Komponen neurogen : gangguan vestibular perifer
2. Komponen musculotendinogen : tenderness upper trapezius
3. Komponen osteoartrogen: -
4. Komponen psikogen : Cemas berat
Spesific Test
a. Pemerikasaan Kecemasan dengan HRS A ( Hamilton Scale)
No Kemampuan Penilaian Skor
1 Keadaan perasaan sedih (sedih,putus
asa,tak berdaya,tak berguna )
0 : Tidak Ada
1: perasaan ini hanya ada bila di Tanya
2: perasaan yang nyata tanpa komunikasi
verbal,misalnya ekspresi muka,bentuk
suara,dan kecenderungan menangis
4: pasien menyatakan perasaan yang
sesungguhnya ini dalam komunikasi baik
verbal maupun non verbal secara spontan
4
2 Perasaan bersalah 0: tidak ada
1: menyalahkan disri sendiri dan merasa
sebagi penyebab penderitaan orang lain
2: ada aide-ide bersalah atau renungan tentang
kesalahan masa lalu
3: sakit ini sebagai hukuman,waham bersalah
dan berdosa
1
4: ada suara- suara kejaran atau tuduhan dan
halusinasi penglihatan tentang hal-hal yang
mengancam
3 Bunuh diri 0: tidak ada
1: merasa hidup tidak ada gunanya
2: mengharapkan kematian atau pikiran
pikiran lain kea rah itu
3: ad aide-ide bunuh diri atau langkah
langkah kea rah itu
0
4 Gangguan pola tidur ( initial
insomnia)
0: Tidak ada
1: ada keluhan ,kadang-kadang sukar masuk
tidur mislanya > setengah jam baru masuk
tidur
2: ada keluahn tiap malam sukar masuk tidur
0
5 Gangguan pola tidur (middle
insomnia )
0 : tidak ada
1: pasien merasa gealisah dan terganggu
sepanjang malam
2: terganggu sepanjng malam ( bangun dari
tempat tidur kecuali buang air kecil )
1
6 Gangguan pola tidur (late insomnia ) 0 : tidak ada
1: bangun saat dini tetapi dapat tidur pagi
2: bangun saat dini hari tetapi tidak dapat
tidur lagi
1
7 Kerja dan kegiatan kegiatannya 0: Tidak
1: berfikir tidak mampu, keletihan /
kelemahan yang berkaitan dengan kegiatan
kerja /hobi
2: hilangnya minat terhadap pekerjaan / hobi
3 : berkurangnya waktu untuk beraktivitas
sehari- hari atau produktivitas menurun
4: tidak ekerja karena sakitnya
4
8 Kelambanan (lambat dalm
berfikir,berbicara gagal
berkonsentrasi ,dan aktivitas motorik
menurun )
0: Normal
1: sedikit lamban dalam wawancara
2: jelas lamban dalam wawancara
3: sukar di wawancarai,stupor (diam sama
sekali )
0
9 Kegelisahan 0 : tidak ada
1: kegelisahan ringan
2: memainkan tangan jari-jari ,rambut ,dan
lain-lain
3: bergerak terus tidak dapat duduk dengan
tenang
4: meremas remas tangan,menggingit
kuku,menarik-narik rambut,menggit bibir
4
10 Kecemasan (ansietas somatic) Sakit nyeri di otot otot kaku, dan keduten
otot gigi gemerutuk : suara tidak stabil :
tinutus (telingan berdenging ) penglihatan
kabur : muka merah atau pucat : perasaan
ditusuk tusuk
0: tidak ada
1: ringan
2: sedang
3: berat
4: ketidakmampuan
3
11 Kecemasan (ansietas psikis ) 0 : tidak ada
1: keteganggan subyektif dan mmudah
tersinggung
2: mengkhawatirkan hal-hal kecil
3: sikap kekhawatiran yang tercermin di
wajah atau pembicaraannya
4: ketakutan yang di utarakan tanpa di tanya
3
12 Gejala somatic ( pencernaa ) 0 : tidak ada 1
1: nafsu makan berkurang tetapi dapat makan
dorongan teman ,merasa peurtnya penuh
2: sukar makan tanpa bantuan
teman,membutuhkan pencahara utnuk buang
air besar atau obat-obatan untuk sakuran
pencernaan
13 Gejala somatic (umum ) 0 : tidak ada
1: anggota gerak ,punggung atau kepala terasa
berat
2: sakit punggung, kepala dan otot- otot
,hilangnya kekuatan dan kemampuan
1
14 Kotamil (genital) Sering buang air kecil terutama malam hari di
kala tidur .tidak haid,darah haid sedikit
sekali,tidak ada gairah seksual dingin (frigid);
ereksi hilang ; impotensi
0: tidak ada
1: ringan
2: berat
0
15 Hipokondriasis(keluhan somatic fisik
yang berpindah-pindah )
0: tidak ada
1: dihayati sendiri
2: prekupasi (keterpakuan) mengenai
kesehatan sendiri
3: sering mengeluh membutuhkan
pertolongan orang lain
4: delusi hipokondriasi
0
16 Kehilangan berat badan 0: tidak ada
1: berat badan berkurang berhubungan dengan
penyakitnya sekarang
2: jelas penurunan berat badan
3: tak terjelaskan lagi penurunan beat badan
0
17 Insight (pemahaman diri ) 0 : megetahui dirrinya sakit dan cemas 0
1: mengetahui sakit tapi berhubungan dengan
penyebab iklim, makanan ,kerja berlebihan
,virus ,perlu istirahat ,dll
2: menyangkat bahwa ia sakit
18 Variasi harian Adakah perubahan keadaan yang memburuk
pada waktu malam atau pagi
0 : tidak ada
1: buruk saat pagi
2; buruk saat malam
0
19 Depersonalisasi (perasaan diri
berubah dan dereliasiasi (perasaan
tidak nyata tidak realistis )
0 : tidak ada
1: ringan
2: sedangn
3: berat
4: ketidakmpuan
0
20 Gejala paranoid 0 : tidak ada
1: kecurigaan
2: pikiran dirinya menjadi pusat perhatian
peristiwa kejadian di luar tertuju pada dirinya
(ideas reference )
3: waham (delusi ) dikejar /diburu
0
21 Gejala obsesi dan kompulsi 0 : tidak ada
1: ringan
2: berat
0
TOTAL SKOR 23
Hasil : 23
IP : 23 adalah kecemasan berat (Very severe depression)
b. Tes arteri vertebralis
Hasil : positif (pusing dan mual)
IP : ada kompressi arteri vertebralis
c. Palpasi Otot Upper Trapezius
Hasil : nyeri saat di tekan upper trapesius
IP : tenderness
d. Uji posisi dengan maneuver semont
Hasil : Positif (ada pusing)
IP : Kanalis semisirkularis posterior terganggu
e. Tes gelap terang
Hasil : positif(ada pusing saat peralihan dari gelap ke terang, atau sebaliknya)
IP : indikasi vertigo
f. Perubahan arah penglihatan
Hasil : positif (ada pusing saat mengubah arah pandangan)
IP : indikasi vertigo
g. Walking test berjalan dengan bentuk angka 8, saraf vestibular
Hasil : positif (pusing dan OS berusaha mempertahankan kepala pada posisi
tegak agar tidak pusing)
IP : indikasi gangguan vestibular, indikasi vertigo
h. Pemeriksaan integritas nervus kranialis perifer
- Periksa ketajaman penglihatan (Nervus II):
o Snellen chart
Hasil : negative (dapat mengidentifikasi huruf dengan jelas)
IP : Nervus II normal
o Uji lapang pandang
Hasil : positive (sulit menebak angka)
IP : Gangguan ketajaman penglihatan akibat hipofungsi vestibular
- Periksa gerakan mata (Nervus III, IV, VI)
Hasil : Gerakan dapat di lakukan tapi di sertai dengan pusing
IP : indikasi vertigo
- Periksa ketajaman pendengaran (nervus VIII, saraf koklearis)
Hasil : Negatif (dapat mendengar bunyi dan merakasakan getaran garpu tala)
IP : fungsi pendengaran normal

i. Tes ROM cervical
Hasil :
S = 50. 0 .115
F= 50. 0. 40
T= 60.0.50
IP : Normal
j. Tes ADL dengan Indeks ADL Modifikasi
NO JENIS AKTIVITAS
FUNGSIONAL
KRITERIA
1 BERPAKAIAN 0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan *
2 KEMAMPUAN
MENGGUNAKAN TOILET
0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan*
3 BANGUN DARI TEMPAT
TIDUR
0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan*
4 TRANSFER DARI KURSI
KE TEMPAT TIDUR
0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan *
5 BERJALAN DI DALAM
RUANGAN
0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan*
6 BERJALAN DI LUAR
RUANGAN
0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan*
7 NAIK TANGGA 0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan*
8 TURUN TANGGA 0 = tidak dapat melakukan
1 = melakukan dengan bantuan
2 = melakukan tanpa bantuan*
TOTAL 16 (Tidak ada ketergantungan)

Diagnosis
Gangguan kesiembangan akibat Benign Paroxysmal Positional vertigo tiga bulan
yang lalu.
Problem
a. Primer : pusing/ gangguan keseimbangan
b. Sekunder : tenderness m.upper trapezius
: cemas
c. Kompleks : -
Program Fisioterapi
a. Tujuan Jangka panjang
- Mengembalikan kemampuan OS dalam menjaga keseimbangan
b. Tujuan Jangka pendek
- Menurunkan aktualitas pusing
- Mengurangi tenderness upper trapezius
- Mengurangi kecemasan OS
Intervensi Fisioterapi
NO Program/ treatment Modalitas Dosis
1. Preliminaty exercise Elektrotherapy F : 1x/hari
I : 750-1500 watt
T: Infrared non luminous
T :5 menit
2 Mengurangi tenderness upper
trapezius
Manual therapy F: 1x/hari
I: 30 hit/gerakan
T: NMT
T:10 menit
Exercise theray F: 1x/hari
I: 30 hit/gerakan
T: Stretching Pasif Cervical
T:10 menit
3. Mengurangi pusing Exercise therapy F: 1x/hari
I:10 detik(kanan-kiri). 5x
repetisi
T: semont liberatory
T:1 menit
Exercise therapy F: 1 x/hari
I:15 detik/arah gerakan
T: perubahan arah penglihatan
T:2 menit
4. Mengurangi kecemasan Komunikasi
terapeutik
F : 1x/hari
I : Penderita focus
T : haptonomi
T : 5 menit
Komunikasi
terapeutik
F : 1x/hari
I : Penderitafokus
T : SEFT (Spiritual Emotional
Freedom Technique)
T : 5 menit

Evaluasi :
No Program Parameter Hasil Interpretasi
Sebelum Sesudah
1. Mengurangi
tenderness Upper
trapezius
Palpasi
upper
trapezius

2. Mengurangi Pusing Semont
Liberatory

3. Menurunkan tingkat
kecemasan
HRS-A

Anda mungkin juga menyukai