Anda di halaman 1dari 14

Laporan RBL

Anggota
1. Tri Aghna Satriya (169 08 188)
2. Andita Sakti Putra (169 08 185)
3. Dimas Ibnu Ramadhan (169 08 035)
4. Ageng Wibowo (169 08 110)
5. Gumilang Satria Tutuko (169 08 182)
6. M
7. M
8.
A. Tujuan
Membuat sistem yang dapat menggelinding turun di atas sebuah bidang miring
(landasan uji) dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi pada benda yang dapat
diatur ketepatannya untuk menempuh jarak tertentu dalam waktu tertentu (parameter
uji). Dengan target sistem :
1. Sistem berupa benda tunggal bersimetri silinder atau susunan benda-
benda bersimetri silinder
2. Sistem bermassa total tidak lebih dari 2 kg
3. Sistem harus dapat masuk ke dalam kotak yang berdimensi dalam 15.5
cm x 9.5 cm x 7.5 cm
4. Sistem harus dapat berotasi atau menggelinding

A. Alat dan Bahan


1. Alat ukur 1. Pipa
2. Spidol 2. Amplas
3. Gergaji 3. Lem
4. Gunting 4. Lakban
5. Amplas

A. Teori dasar

1. Teori newton

mgsinθ Fges

mgcosθ

mg
F = ma τ=Iα
F-Fges=ma FRsinθ1=IaR
mgsinθ- Fges= ma F = Iasinθ1R2
mgsinθ- IaR2=ma sinθ1= sin90=1

mgsinθ= IaR2+ ma
mgsinθ=kmR2a1R2 + ma
mgsinθ=k+1ma
gsinθ=k+1a
sinθga=k+1
Syarat menggelinding = Iasinθ1R2 <μs mgcosθ

2. Momen
R12 inersia

Ι=
ρr2dm
(karena benda homogen)
Ι= ρR1R2r22πrL dr (benda silinder pejal berongga)
=2π ρ L R1R2r3 dr
=2π ρ L4(R24- R14 )
= πρL2 (R22-R12)(R22+R12)
V= πLR22-R12
M= ρV ---→ I= 12M(R22+R12)

3. Kecepatan
V=Vo+at
V=(Vo+at)
y=Vot+12at2
A. Desain

R12

RR4356

silinder silender
silinder
2 3
1

silender 123

Kami memilih desain ini agar momen inersia benda bisa diubah-ubah. Dengan
mengubah momen inersia benda maka waktu tempuh benda pada jarak dan kemiringan yg
tetap, juga dapat berubah. Kemiringan trek juga bisa disesuaikan dengan momen inersia yg
bisa diubah-ubah agar bisa mendapatkan waktu tempuh yg diinginkan.

Permukaan silinder 1 kami biarkan polos, agar gaya gesek yg bekerja tidak terlalu
besar. Jika gaya gesek yg terlalu besar bekerja dengan masa benda yg tidak terlalu besar,
maka benda kemungkinan tidak akan menggelinding pada sudut yg kecil. Sedangkan pada
silinder 2 kami desain sedemikian rupa hanya agar silinder 2 dapat dengan rapat menyatu
dengan silinder 1. Begitu juga dengan silinder 3.

Karena focus kami pada saat pengujian, hanya akan menggunakan silinder 1 saja
sebagai silinder utama. Silinder 2 dan silinder 3 hanya untuk mengubah berat dan jari2 saja.

B. Hasil pembuatan model


1) Silnder 1

2) Silinder 2
3) Silinder 3

4) Silinder 12
5) Silinder 123

A. Data
Kondisi 1

Syarat yang harus dipenuhi:

t (waktu) =2s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

Hasil percobaan:

t (waktu) = 1,95 s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

h (tinggi lintasan) = 0,035 meter

model silinder = model silinder 3

Kondisi 2

Syarat yang harus dipenuhi:

t (waktu) =5s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

Hasil percobaan:

t (waktu) = 4,98 s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

h (tinggi lintasan) = 0,02 meter

model silinder = model silinder 123

Kondisi 3
Syarat yang harus dipenuhi:

t (waktu) = 10 s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

Hasil percobaan:

t (waktu) = 10,3 s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

h (tinggi lintasan) = 0,01 m

model silinder = model silinder 3

B. Perhitungan

Kondisi 1:

t (waktu) = 1,95 s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

h (tinggi lintasan) = 0,035 meter

model silinder = model silinder 3

dari rumus:

s=Vot+12at2 dimana, Vo = 0 m/s ; t = 1,95 s

diperoleh nilai a = 0,79 m/s2

dari rumus:
sinθga=k+1 dimana,sinθ = h/s ; a = 0,79 m/s2; g =9,8 m/s2

= 0,035/1,5

= 0,0233

Diperoleh nilai k = -0,71

Kondisi 2:

t (waktu) = 4,98 s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

h (tinggi lintasan) = 0,02 meter

model silinder = model silinder 123

dari rumus:

s=Vot+12at2 dimana, Vo = 0 m/s ; t = 4,98 s

diperoleh nilai a = 0,121 m/s2

dari rumus:

sinθga=k+1 dimana,sinθ = h/s ; a = 0,121 m/s2; g =9,8 m/s2

= 0,02/1,5
= 0,0133

diperoleh nilai k = 0,0801

Kondisi 3:
t (waktu) = 10,3 s

s (jarak lintasan) = 1,5 meter

h (tinggi lintasan) = 0,01 meter

model silinder = model silinder 3

dari rumus:

s=Vot+12at2 dimana, Vo = 0 m/s ; t = 10,3 s

diperoleh nilai a = 0,0282 m/s2

dari rumus:

sinθga=k+1 dimana,sinθ = h/s ; a = 0,0282 m/s2; g =9,8 m/s2

= 0,01/1,5

= 0.0067

diperoleh nilai k = 1,316

C. Analisis

Dalam percobaan kali ini massa sistem tidaklah berpengaruh. Sesuai dengan rumus
dan percobaan yang kami lakukan membuktikan bahwa nilai k lah yang mempengaruhi
sistem. Dan sistem dapat mengelinding dikarenakan landasan uji dan permukaan sistem
tidak licin, sehingga terdapat gaya yang bekerja yang kemudian menghasilkan torsi yang
menyebabkan benda mengelinding
Untuk memenuhi syarat kondisi 1 diperlukan sistem dengan ketinggian landasan
0.035 m dengan model silinder 3 yang mempunyai nilai k = -0,711. Nilai minus yang
muncul disini belum kami ketahui pastinya mengapa. Tapi mungkin hal ini disebabkan
oleh kondisi pada saat pengujian sehingga terdapat gaya non-konservatif yang bekerja
pada sistem. Yang dimana gaya non-konservatif tidak dapat dideteksi sehingga tidak
dapat dimasukkan diperhitungan. Sehingga terdapat keanehan di hasil perhitungan

Untuk memenuhi syarat kondisi 2 diperlukan sistem dengan ketinggian landasan


0.02 m dengan model silinder 123 nilai k = 0,0801.

Untuk memenuhi syarat kondisi 3 diperlukan sistem dengan ketinggian landasan


0.01 m dengan model silinder 3 nilai k = 1,310. Dengan melihat pada kondisi 1.
Seharusnya nilai K sistem mempunyai besar yang sama. Ketidaksamaan ini mungkin di
akibatkan kondisi pada saat pengujian sehingga terdapat gaya non-konservatif yang
bekerja pada sistem. Yang dimana gaya non-konservatif tidak dapat dideteksi sehingga
tidak dapat dimasukkan diperhitungan.

Nilai k ini berkaitan dengan bentuk dan massa jenis sistem.

D. Kesimpulan
Sistem kami dapat bergerak menggelinding turun di atas sebuah bidang miring
(landasan uji) dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi. Dimana sistem kami
mempunyai spesifikasi umum sebagai berikut :
1. Sistem berupa benda tunggal bersimetri silinder atau susunan
benda-benda bersimetri silinder
2. Sistem bermassa total tidak lebih dari 2 kg
3. Sistem harus dapat masuk ke dalam kotak yang berdimensi
dalam 15.5 cm x 9.5 cm x 7.5 cm
4. Sistem harus dapat berotasi atau menggelinding
5. Sistem mempunyai variabel momen inersia yang dapat diubah-
ubah
A. Kritik dan saran
Pada saat pengujian sebaiknya memakai landasan uji yang lebih baik. Landasan uji
yang mempunyai permukaan rata dan permukaan yang homogen sama. Disediakannya
alat ukur dengan tingkat akurasi yang cukup presisi.
Terdapat keanehan dalam hasil perhitungan, berupa momen inersia yang bernilai
negatif, hal ini dimungkinkan beberapa sebab salah satunya ialah ketidakahlian
kelompok kami dalam riset tersebut. Dan alat-alat yang tidak mempunyai tingkat akurasi
tinggi dalam mengambil data.
B. Daftar pustaka
➢ Halliday, David, fundamentals of physics eighth edition,2007, wiley
➢ Young, Hugh D, university physics tenth edition, 2002, wesley longman

A. Lampiran
• Landasan uji

• Tempat pengujian
• Pengujian