Anda di halaman 1dari 39

PENGAWASAN LEMBAGA PEMBIAYAAN

DIREKTORAT PENGAWASAN LEMBAGA PEMBIAYAAN


KEPALA EKSEKUTIF PENGAWAS INDUSTRI KEUANGAN NON BANK

Peraturan Peraturan di Bidang Lembaga Pembiayaan (1)
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor: 9 Tahun 2009
tentang Lembaga Pembiayaan;
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 1169/KMK.01/1991 tentang
Kegiatan Sewa Guna Usaha (Leasing);
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 84/PMK.012/2006 tentang
Perusahaan Pembiayaan;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 166/PMK.010/2008 tentang
Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 30/PMK.010/2010 tentang
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Lembaga Keuangan Non
Bank;
Peraturan Peraturan di Bidang Lembaga Pembiayaan (2)
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.010/2012 tentang Uang Muka Pembiayaan
Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Jaminan
Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan Yang Melakukan Pembiayaan Konsumen Untuk
Kendaraan Bermotor Dengan Pembebanan Jaminan Fidusia;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 220/PMK.010/2012 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.010/2012 Uang Muka Pembiayaan
Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan;
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (d/h Direktur
Jenderal Lembaga Keuangan) Nomor: KEP-1500/LK/2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penyusunan dan Penyampaian Laporan Perusahaan Pembiayaan;
Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: PER-
03/BL/2007 tentang Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah;
Peraturan Peraturan di Bidang Lembaga Pembiayaan (3)
Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor: PER-04/BL/2007 tentang Akad-akad yang
Digunakan Dalam Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan
Prinsip Syariah;
Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor: PER-03/BL/2008 tentang Penilaian Kemampuan
dan Kepatutan Bagi Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan
Pembiayaan;
Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor: PER-05/BL/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Perusahaan Pembiayaan;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.010/2009 tentang
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2012 tentang
Perusahaan Modal Ventura.
Perpres No 9 Th 2009 Tentang Lembaga Pembiayaan
Lembaga Pembiayaan meliputi :
Perusahaan Pembiayaan;
Perusahaan Modal Ventura;
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur
Menteri melakukan pengawasan dan
pembinaan atas Lembaga Pembiayaan.
Financial Highlights: Size Industri Lembaga Pembiayaan
Industri Lembaga Pembiayaan terdiri dari Perusahaan Pembiayaan,
Perusahaan Modal Ventura, dan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur.
Industri Lembaga Pembiayaan masih didominasi oleh Perusahaaan
Pembiayaan yang memiliki market share total aset sebesar 96%.
400,627
96%
8,604
2%
10.957
2%
Komposisi Aset Lembaga Pembiayaan
Per Desember 2013 (Rp Miliar)
Pembiayaan
Modal Ventura
Pembiayaan Infrastruktur
Financial Highligts Lembaga Pembiayaan
Tahun 2013
No Jenis Industri Jumlah Aset Liabilitas Ekuitas Laba Bersih
1 Perusahaan
Pembiayaan
202 400.627 317.879 82.749 14.469
2 Perusahaan
Modal Ventura *
77 8.604 5.147 3.457 184
3 Perusahaan
Pembiayaan
Infrastruktur
2
10.957 4.596 6.361 226
Total 281 420.188 327.622 92.567 14.919
(Rp Miliar)
* TW3 2013
DEFINISI & KEGIATAN USAHA
Perusahaan Pembiayaan adalah
badan usaha di luar Bank dan
Lembaga Keuangan Bukan Bank
yang khusus didirikan untuk
melakukan kegiatan yang
termasuk dalam bidang usaha
Lembaga Pembiayaan.
Perusahaan Pembiayaan melakukan kegiatan usaha:
Sewa Guna Usaha;
Anjak Piutang;
Usaha Kartu Kredit; dan/atau
Pembiayaan Konsumen.
Menteri melakukan
pembinaan dan pengawasan
terhadap Perusahaan
Pembiayaan. Pengawasan
dilakukan baik secara
langsung maupun tidak
langsung.
Sewa Guna Usaha (Leasing)
Kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang
modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi
maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi untuk digunakan
oleh Penyewa Guna Usaha selama jangka waktu tertentu
berdasarkan pembayaran secara angsuran.
Opsi adalah hak yang dimiliki Penyewa Guna Usaha untuk
membeli barang modal yang disewagunausahakan /
memperpanjang jangka waktu perjanjian sewa guna usaha.
Penyewa Guna Usaha (Lessee) adalah perusahaan atau
perorangan yang menggunakan barang modal dengan
pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan (Lessor).
SGU
1. FINANCE LEASE
(SEWA GUNA USAHA DENGAN HAK
OPSI)
2. OPERATING LEASE
(SEWA GUNA USAHA TANPA HAK OPSI)
Klasifikasi Sewa Guna Usaha
SUPPLIER/
DEALER
LESSEE
LESSOR
(4) Membayar
(5) Membayar deposit
(7) Membayar sewa
(6) Mengirim barang
ABC Finance
Skema Transaksi Sewa Guna Usaha
Anjak Piutang (Factoring)
Kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian
piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan
berikut pengurusan atas piutang tersebut.
Penjual Piutang (Client) adalah perusahaan yang
menjual piutang jangka pendek kepada Perusahaan
Pembiayaan.
Piutang dagang jangka pendek adalah piutang
dagang yang jatuh tempo selama-lamanya 1 tahun.
Klasifikasi Anjak Piutang
ANJAK
PIUTANG
1. FACTORING WITH RECOURSE
Penjual Piutang menanggung risiko tidak
tertagihnya sebagian atau seluruh piutang
yang dijual kepada Perusahaan Pembiayaan
2. FACTORING WITHOUT RECOURSE
Perusahaan Pembiayaan menanggung
seluruh risiko tidak tertagihnya piutang
ABC
Finance
Pengrajin
Dept Store
Skema Transaksi Anjak Piutang
PERUSAHAAN
FACTOR
KLIEN
NASABAH
(1) Menjual barang
(2) Menjual
piutang disertai
dokumen
terkait
(3) Pembayaran
sesuai dgn nilai
kontrak Anjak
Piutang
(4)
Menagih
piutang
(5) membayar
tagihan
(6) Pembayaran nilai
retensi yang tidak
dibiayai Perush FACTOR
Usaha Kartu Kredit
Kartu Kredit adalah kegiatan pembiayaan untuk
pembelian barang dan/atau jasa dengan
menggunakan kartu kredit.
Pihak-pihak yang terlibat dalam usaha kartu
kredit:
Penerbit Kartu (Card Issuer)
Pemegang Kartu (Card Holder)
Bank Relasi Toko (Acquirer)
Toko (Merchant)
Card Company (Principal)
Visa, Amex,
MasterCard
Skema Transaksi Usaha Kartu Kredit
Sogo
ABC Finance
Bank Relasi
Merchant
ISSUER
MERCHANT ACQUIRER
NASABAH/
CARD
HOLDER
CARD
COMPANY
(1) Membeli
produk dg
Kartu Kredit
(2) Meminta otorisasi
(7) Meneruskan
persetujuan ISSUER
kpd MERCHANT
(8) NASABAH
tandatangani struk
penjualan &
menerima produk
(9) ISSUER
mengirimkan
tagihan kpd
NASABAH
(10) NASABAH
membayar tagihan
kpd ISSUER
Pembiayaan Konsumen
Kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang
berdasarkan kebutuhan konsumen dengan
pembayaran secara angsuran
Kebutuhan Konsumen antara lain meliputi:
Pembiayaan kendaraan bermotor;
Pembiayaan alat-alat rumah tangga;
Pembiayaan barang-barang elektonik;
Pembiayaan perumahan.
ABC Finance
XYZ Motor
Skema Pembiayaan Konsumen
SUPPLIER/
DEALER
KONSUMEN
PERUSAHAAN
PEMBIAYAAN
(4) Mengeluarkan PO a/n
KONSUMEN &
membayar sisa
pembayaran
(7) Membayar
angsuran
(5) Mengirim barang
(6) Menyerahkan
tanda terima
barang
Profil Perkembangan Perusahaan Pembiayaan
No. Indikator Capaian
(2013) Rp
T
1. Total Aset
400,63
2. Piutang Pembiayaan
348,03
3. Liabilitas
317,88
4. Ekuitas
82,75
5. Laba Bersih
14,47
6. Jumlah Perusahaan
202
Sampai dengan Desember 2013, kinerja industri pembiayaan menunjukkan
perkembangan yang positif dan menggembirakan. Total aset industri Perusahaan
Pembiayaan mengalami peningkatan menjadi Rp400,63 triliun atau tumbuh sebesar
17,22%.
Kegiatan usaha Perusahaan Pembiayaan yang meliputi Sewa Guna Usaha (leasing), Anjak
Piutang (factoring), Usaha Kartu Kredit (credit card), dan Pembiayaan Konsumen
(consumer finance) dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan
dengan adanya peningkatan piutang pembiayaan menjadi sebesar Rp348,03 triliun atau
tumbuh sebesar 15,21% (yoy).
Perkembangan Aset
Profil Perkembangan Perusahaan Pembiayaan
Kegiatan usaha Perusahaan Pembiayaan mengalami peningkatan yang
ditunjukkan dengan adanya peningkatan piutang pembiayaan menjadi
sebesar Rp348,03 triliun atau tumbuh sebesar 15,21% (yoy) pada akhir
tahun 2013. Kegiatan pembiayaan yang disalurkan PP msh didominasi
oleh pembiayaan konsumen (64%) & sewa guna usaha (34%),

-
50,000
100,000
150,000
200,000
250,000
300,000
350,000
2008 2009 2010 2011 2012 2013
222,968
117,363
7,691
Pembiayaan Konsumen Sewa Guna Usaha
Anjak Piutang Kartu kredit
137.2 142.5
186.3
245.3
302.1
348.026
Pertumbuhan Piutang Pembiayaan Periode 2010 - 2013
Dalam dua tahun terakhir pertumbuhan piutang PP mengalami perlambatan
secara terus menerus sampai periode Mei 2013 dimana pertumbuhan
piutang hanya sebesar 11,7% (yoy). Namun demikian, setelah itu mulai
terjadi peningkatan kembali dimana pada akhir Desember 2013 nilai
pertumbuhan piutang PP sebesar 15,2% (yoy).
Struktur Pendanaan dan Pembiayaan
0
50.000
100.000
150.000
200.000
250.000
300.000
350.000
Sumber Pendanaan Pembiayaan
133.079
222.968
110.674
117.363
53.211
82.749
Pinjaman DN Pinjaman LN Obligasi Ekuitas
Anjak Piutang dan Kartu Kredit
Sewa Guna Usaha
Pembiayaan
Konsumen
Dari total pendanaan sebesar Rp379.713 Miliar, tersalur untuk pembiayaan
sebesar Rp348.026 Miliar, yang terdiri dari Pembiayaan Konsumen sebesar
Rp222.968 Miliar, Sewa Guna Usaha sebesar Rp117.363Miliar, dan sebesar
Rp7.695Miliar untuk Anjak Piutang dan kartu Kredit. Sisa sumber pendanaan
dialokasikan dalam bentuk kas dan aset tetap.
(Rp Miliar)
7.695
Market Share Aset Industri Perusahaan Pembiayaan
24
Industri Perusahaan Pembiayaan masih didominasi oleh 64 PP (31% dari total
pelaku industri) yang menguasai market share berdasarkan aset sebesar 90,7%.
PP yang menguasai industri secara umum dimiliki oleh Bank atau Holding
Company.
Sementara, sisanya sebanyak 138 PP hanya menguasai aset industri sebesar 9,3%.

64 PP menguasai
market share
industri 90,7%
Penyebaran Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan
48
168
114
76
84
137
32
96
181
707
200
356
392
53
66
48
143
95
78
48 27
41
48
25
12
121
34
10
10
9
12
29
43
Jumlah Kantor Cabang PP per Desember 2013 adalah sebanyak 3.543 kantor cabang yang
tersebar di seluruh propinsi di Indonesia.
Penyebaran Kantor Cabang PP masih terkonsentrasi di pulau Jawa dengan 53% Kantor Cabang
ada di pulau Jawa.
Propinsi Jawa Barat menjadi lokasi yang paling banyak diminati PP untuk membuka Kantor
Cabang dengan keberadaan 707 Kantor Cabang PP atau sekitar 20% dari total kantor Cabang.
DEFINISI UMUM & KEGIATAN USAHA
PMV adalah badan usaha
yang melakukan usaha
pembiayaan/penyertaan
modal ke dalam suatu
perusahaan yang menerima
bantuan pembiayaan
(Investee Company) untuk
jangka waktu tertentu
dalam bentuk penyertaan
saham, penyertaan melalui
pembelian obligasi konversi,
dan/atau pembiayaan
berdasarkan pembagian
atas hasil usaha.
Perusahaan Pasangan Usaha
/Investee Company (PPU)
adalah perusahaan atau
Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah yang menerima
bantuan pembiayaan
dan/atau penyertaan dari
PMV dan melakukan usaha
produktif.
Kegiatan Usaha
PMV:
Penyertaan saham
(equity participation)
Penyertaan melalui
pembelian obligasi
konversi (quasy equity
participation); dan/atau
Pembiayaan berdasarkan
pembagian atas hasil
usaha (profit/revenue
sharing)
Penyertaan Saham
Penyertaan saham dilakukan
dalam bentuk penyertaan modal
secara langsung kepada PPU
yang berbentuk badan hukum
perseroan terbatas.
Penyertaan saham bersifat
sementara dengan jangka waktu
paling lama 10 (sepuluh) tahun.
Setelah jangka waktu 10
(sepuluh) tahun, PMV wajib
melakukan Divestasi.
Divestasi dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut
penawaran umum melalui pasar
modal (initial public offering)
menjual kembali kepada PPU (buy
back); atau
menjual kepada perusahaan
lain/investor baru
Penyertaan melalui Pembelian Obligasi Konversi
Penyertaan melalui
pembelian obligasi
konversi dilakukan dalam
bentuk pembelian obligasi
konversi yang diterbitkan
oleh PPU yang berbentuk
badan hukum perseroan
terbatas.
Setelah dilakukan
pengkonversian,
berlaku ketentuan
penyertaan saham
Profit/Revenue Sharing
Perkembangan Perusahaan Modal Ventura
Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012
TW III
2013
Jumlah PMV (unit) 66 74 79 86 89 77
Nilai Aset (miliar Rp) 2.852 3.701 4.388 4.618 6.576 8.604
Nilai Pembiayaan
(miliar Rp)
2.215 2.878 3.469 3.783 4.239 5.568
Laba Bersih(miliar Rp) 81 90 130 165 567 184
Data Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
Perusahaan Modal Ventura September 2013 (Rp Miliar)
-
1,000
2,000
3,000
4,000
5,000
6,000
7,000
8,000
9,000
Des-11 Jun-12 Des-12 Mar-13 Jun-13 Sep-13
3,687
4,188
7,167
7,686
8,254
8,604
2,702
3,457
Aset
Liabilitas
Ekuitas
Aset Perusahaan Modal Ventura meningkat sebesar 20% pada periode
September 2013 dibandingkan dengan periode 2012.
Ekuitas PMV meningkat sebesar 28% pada periode September 2013
dibandingkan dengan periode 2012.
Komposisi Investasi/Pembiayaan Industri
Modal Ventura per September 2013 (Rp Miliar)

1,004
18%
633
11%
3,931
71%
Penyertaan Saham
Obligasi Konversi
Pembiayaan Bagi Hasil
Kegiatan Usaha PMV masih didominasi oleh Pembiayaan
Bagi Hasil sebesar 71%
Sumber Dana Industri Modal Ventura
per September 2013 (Rp Miliar)
727
27%
669
24%
942
34%
410
15%
Bank
Industri Keuangan
Non Bank
Industri Lain
Pinjaman Subordinasi
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur
Kegiatan usaha Perusahaan
Pembiayaan Infrastruktur meliputi:
Pemberian pinjaman langsung (direct lending) untuk
Pembiayaan Infrastruktur;
Refinancing atas infrastruktur yang telah dibiayai
pihak lain; dan/atau
Pemberian pinjaman subordinasi (subordinated
loans) yang berkaitan dengan Pembiayaan
Infrastruktur.
Saat ini terdapat 2 (dua) Perusahaan
Pembiayaan Infrastruktur , yaitu PT
Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
dan PT Indonesia Infrastructure
Finance.
Untuk mendukung kegiatan usaha, Perusahaan
Pembiayaan Infrastruktur dapat pula melakukan:
Pemberian dukungan kredit (credit enhancement), termasuk
penjaminan untuk Pembiayaan Infrastruktur;
Pemberian jasa konsultasi (advisory services);
Penyertaan modal (equity investment);
Upaya mencarikan swap market yang berkaitan dengan
Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
Kegiatan atau pemberian fasilitas lain yang terkait dengan
Pembiayaan Infrastruktur setelah memperoleh persetujuan
Menteri.
Pertumbuhan Aset, Kewajiban dan Ekuitas
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur (Rp Miliar)
-
2.000
4.000
6.000
8.000
10.000
12.000
Jun-12 Des-12 Jun-13 Des-13
7.104
10.957
1.623
4.596
5.481
6.361 Aset
Liabilitas
Ekuitas
Aset PPI meningkat sebesar 54% dalam tahun 2013 dibandingkan
periode sebelumnya.
Ekuitas PPI meningkat sebesar 16% selama tahun 2013.
Liabilitas meningkat tajam hampir 3 kali nilai liabilitas pada periode
tahun 2012.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai