Anda di halaman 1dari 10

TUGAS PENANGANAN PRODUKSI PERMUKAAN

PAPER TENTANG OIL AND GAS INDUSTRY SEPARATOR







Nama : Arief R Fatharoni
NIM : 1101035
Kelas : TP Reg A 2011



JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN
2014

PENDAHULUAN SEPARATOR
Fluida yang dihasilkan oleh industri migas tidak seluruhnya adalah hidrokarbon satu
fasa kebanyakan dan hampir pasti fluida yang dihasilkan adalah campuran dari berbagai fasa,
yang paling umum adalah minyak, air dan gas. Ketiga fasa tersebut mempunyai nilai
ekonomis berbeda-beda, yang paling tinggi adalah minyak lalu gas sedangkan air formasi
hampir bisa dikatakan tidak mempunyai nilai ekonomis, dan ketiga jenis fluida tersebut harus
diolah secara terpisah, sehingga perlu untuk dilakukan pemisahan antara fasa-fasa tersebut.
Oleh karenanya peralatan pemisah fasa itu mutlak diperlukan di dalam sebuah industri
migas. Separator dalam industri migas adalah sebuah drum/tabung besar yang didesain untuk
memisahkan fluida hasil produksi menjadi komponen konstituen yaitu minyak, air dan gas.
Dalam separator terdapat beberapa variabel yang mempengaruhi proses pemisahan,
diantaranya yaitu: Laju aliran masukan fluida, Tekanan, Temperatur, Ketinggian air-minyak,
dan Ketinggian minyak. Semua variabel tersebut memiliki sistem pengendalian masing-
masing yang terintegarasi menjadi sistem pengendalian separator untuk mendapatkan hasil
pemisahan yang sempurna.

FUNGSI SEPARATOR
1. Memisahkan fase pertama cairan hidrokarbon dan air bebasnya dari gas atau cairan,
tergantung mana yang lebih dominan.
2. Melakukan usaha lanjutan dari pemisahan fase pertama dengan mengendapkan sebagian
besar dari butiran-butiran cairan yang ikut di dalam aliran gas.
3. Mengeluarkan gas maupun cairan yang telah dipisahkan dari separator secara terpisah dan
meyakinkan bahwa tidak terjadi proses balik dari salah satu arah ke arah yang lainnya.

KLASIFIKASI SEPARATOR
1. Menurut tekanan kerja (working pressure), dibagi menjadi:
a. High Pressure (HP) Separator, 650-1500 psi
b. Medium Pressure (MP) Separator, 225-650 psi
c. Low Pressure (LP) Separator, 10-225 psi

2. Menurut fasa fluida, dibagi menjadi:
a. 2 Fasa Fluida, terdiri dari cairan (air atau minyak) dengan gas.
b. 3 Fasa Fluida, terdiri dari air, minyak, dan gas.

3. Menurut fungsi, dibagi menjadi:
a. Production Test, separator yang digunakan untuk memisahkan fluida produksi yang
tercampur, antara 2 fasa atau 3 fasa.
b. Separator Test, berfungsi untuk melakukan pengujian (test) produksi suatu sumur dan
dari separator uji ini laju produksi sumur (Qo, Qw, dan Qg) bisa didapat dimana Qo dan
Qw diperoleh dari barel meter sedangkan Qg diperoleh dari pencatatan orifice flow
meter (orifice plate) atau dari alat pencatat aliran gas lainnya.

4. Menurut bentuk, dibagi menjadi:
a. Horizontal Separator, sangat cocok untuk fluida yang memiliki GOR tinggi dan
membutuhkan waktu pendiaman yang agak lama saat pemisahan. Dapat menampung
kapasitas yang lebih besar, karena memiliki luas bidang kontak antara cairan (air dan
minyak) dengan gas yang dimana pemisah gas lebih lebar dan panjang.



Gambar Skema Horizontal Separator (atas), Separator Horizontal Di Lapangan (bawah)

Berikut adalah tabel spesifikasi untuk pemilihan horizontal separator:


b. Vertical Separator, sangat baik untuk fluida yang memiliki GOR rendah dan tekanan
yang agak rendah. Separator ini cocok untuk fluida yang mengandung pasir atau
lumpur (pemisahan solid).


Gambar Skema Vertical Separator (kanan), Vertical Separator Di Lapangan (kiri)

Berikut adalah tabel spesifikasi untuk pemilihan vertical separator:

c. Spherical Separator, pada umumnya digunakan di lapangan minyak yang kecil atau
sebagai test unit karena kapasitasnya terbatas serta memiliki ruangan permukaan
terbatas namun dapat bekerja pada tekanan tinggi. Biaya yang lebih murah dibanding
horizontal separator dan vertical separator dan direncanakan untuk memaksimalkan
pemisahan gas seperti: gravity, kecepatan rendah, gaya sentrifugal dan kontak
permukaan.



Gambar Skema Spherical Separator (atas), Spherical Separator Di Lapangan (bawah)


BAGIAN-BAGIAN SEPARATOR
1. Alat-Alat Bagian Internal Separator, antara lain:
a. Deflektor Plate, dipasang didepan salran masuk/ inlet separator, bisa berbentuk
lempeng datar,cekung, atau cembung. Plat ini berguna untuk mengasilkan momentum
tumbukanantara fluida masuk dengan lat tersebut sehingga momentum tersebut
bisamemisahkan antara gas dan liquid, selain itu plat tersebut juga berfungsi
untukmemperlambat aliran dalam separator.
b. Weir, adalah sebuah dinding yang dipasang didalam bejana. Dinding ini memiliki
fungsi untuk menahan cairan sebelum meninggalkan bejana dalam separator, sehingga
mampu meningkatkan waktu pendiaman dan tempat terjadinya pemisahan air dengan
minyak.
c. Weir Box, dipasang pada bagian liquid untuk menahan minyak yang menuju ke outlet
dan mencegah terbentuknya gelombang.
d. Horizontal Baffle, dipasang dekat permukaan liquid untuk mencegah terjadinya
gelombang yang terdorong oleh aliran gas yang berada di atas dalam separator.
e. Vertical Baffle, dipasang pada setengah lingkaran vessel untuk meredam terjadinya
gelombang, sehingga pemisahan antara minyak dengan air dapat menjadi lebih cepat.
f. Demister Pad, dipasang pada outlet gas untuk menyaring kembali liquid yang masih
terikut pada aliran gas sebelum keluar dari separator. Bentuk peralatan ini berupa
rajutan yang berbentuk saringan.
g. Straightening Vanes, berupa plat-plat lurus yang bertujuan untuk menghilangkan
turbulensi gas sesudah terjadi pemisahan.
h. Vortex Breaker, dipasang pada liquid outlet yang bertujuan untuk mencegah terbentuk
pusaran-pusaran minyak yang akan membebaskan gas di dalam minyak.
i. Centrifugal Devices, pada umumnya digunakan pada vertical separator untuk
menimbulkan gaya sentrifugal yang akan menyebabkan fraksi liquid terlempar ke
dinding dan jatuh ke bawah menuju liquid outlet.
j. Float Shield, Dipasang sebagai instrumen pengontrol liquid level di dalam separator.

2. Alat-Alat Bagian Eksternal Separator, antara lain:
a. Inlet Pipe, untuk mengalirkan fluida masuk ke dalam separator.
b. Level Controller, untuk mengatur level permukaan cairan.
c. Pressure Controller, untuk mengatur tekanan dalam separator.
d. Pressure Gauge, untuk mengetahui tekanan dalam separator.
e. Safety Valve, untuk melindungi separator dari overpressure
f. Rupture Disk, berbentuk cakram untuk pengaman dari tekanan berlebih.
g. Gas Outlet Pipe, pipa untuk mengalirkan gas keluar separator hasil pemisahan.
h. Liquid Outlet Pipe (2 Fasa), untuk mengalirkan liquid keluar separator hasil
pemisahan.
i. Oil - Water Outlet Pipe (3 Fasa), untuk mengalirkan air atau minyak keluar separator
hasil pemisahan.
j. Drain Pipe, untuk mengalirkan fluida keluar separator saat proses pengosongan
separator.

REFERENSI
www.scribd.com/24278391-Catatan-Kuliah-Teknik-Produksi.html
www.scribd.com/185691154-Separator.html
www.scribd.com/ 57803699-Separator.html
www.scribd.com/ 97910084-PERALATAN-PRODUKSI-PERMUKAAN.html
Two & Three Phase Vertical & Horizontal Separators & Gas Scrubbers Table - Kilgore,
Texas.