Anda di halaman 1dari 10

Besaran Vektor dan Skalar

Besaran Vektor dan besaran Skalar Penulis : Yoskin Erlangga


Anwarsyam
Dalam pembahasan sebelumnya, mengenai Besaran dan Satuan, anda sudah mempelajari besaran
Fisika, seperti besaran pokok dan besaran turunan. Dalam bab (halaman blog) ini, anda saya
ajak untuk memahami kelompok besaran Fisika lainnya, yaitu Besaran Vektor dan Besaran
Skalar.
Besaran Skalar
Pada saat anda menghitung luas sebuah bidang bujur sangkar, maka anda hanya menyebut angka
(nilai) nya saja, misalkan 25 cm Demikian pula, saat anda membeli dan menimbang satu
keranjang buah mangga, maka pada timbangan tertera angka yang menunjukkan massa mangga
tersebut, misalkan 4 kg.
Pada contoh tersebut diatas, besaran Luas bujur sangkar dan Massa mangga merupakan
besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memilik besar (nilai) saja dan tidak memiliki
arah.
Contoh besaran Skalar yaitu, panjang, massa, waktu, suhu, massa jenis, volume, enegi
potensial, usaha, potensial listrik, energi listrik dan lainsebagainya.
Besaran Vektor
Jika sebuah mangga yang anda beli tadi, berada dalam genggaman tangan anda, yang semula
diam, kemudian terjatuh. Apa yang anda amati? Buah mangga tersebut jatuh kearah lantai,
yang disebabkan oleh Gravitasi Bumi (Gaya). Pada gerak mangga, dari keadaan diam bergerak
dengan kecepatan yang terus bertambah dengan arah kebawah hingga menyentuh lantai. Dari
kejadian tersebut, kita dapat menyebutkan bahwa, besaran Gaya dan besaran Kecepatan
merupakan besaran Vektor, yaitu besaran yang memilik nilai dan arah.
Vektor dapat dituliskan dalam huruf kecil dan besar, atau dengan dua huruf seperti berikut :

Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah (lihat gambar), yaitu panjang panah
menunjukkan nilai atau besarnya vektor dan arah anak panah menunjukkan arah vektor
Keterangan :
Titik A : adalah titik awal ( titik tangkap ) vektor
Titik B : adalah arah vektor
Panjang AB merupakan panjang atau besar vektor
Tabel Beberapa Contoh
Besaran Skalar dan Besaran Vektor :
NO BESARAN SKALAR BESARAN VEKTOR
1 Jarak Perpindahan
2 Massa Berat
3 Panjang Percepatan
4 Kelajuan Kecepatan
5 Volume Percepatan gravitasi
6 Waktu Momentum
7 Energi Potensial Impuls
8 Energi Kinetik Gaya
9 Usaha Momen Gaya
10 Daya Tegangan Permukaan
11 Massa Jenis Gaya gesek
12 Muatan Listrik Induksi Magnetik
13 Potensial Listrik Medan gravitasi
14 Jumlah Zat Medan Listrik
15 Kerapatan arus Tekanan
Komponen Vektor :
Sebuah vektor F berada dalam bidang datar yang membentuk sudut terhadap sumbu X (lihat
gambar). Vektor tersebut jika diproyeksikan terhadap sumbu X dan sumbu Y akan memiliki
komponen-komponen vektor terhadap sumbu-sumbu tersebut, yaitu Fx dan Fy

Persamaan komponen vektor tersebut :
Fx = F cos
Fy = F sin
Contoh Soal :

Komponen-komponen vektor dari gambar vektor berikut adalah
A. Ax = -4 N dan Ay = 3 N
B. Ax = -3 N dan Ay = 4 N
C. Ax = 3 N dan Ay = 4 N
D. Ax = 4 N dan Ay = 3 N
E. Ax = 5 N dan Ay = 5 N
Jawab : D
Sumber gambar : http://www.wikihow.com/Resolve-a-Vector-Into-Components
Aplikasi Vektor :
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai aplikasi vektor, contoh sederhana adalah
sebuah benda yang jatuh dari tangan anda kebawah lantai. Dalam hal ini benda jatuh akibat
Gravitasi bumi (gaya tarik bumi) yang arahnya menuju pusat bumi. Hal ini juga menunjukkan
benda mmiliki berat yang arah dan besarnya sama dengan gaya tarik bumi terhadap benda
tersebut.
Contoh lain dapat anda lihat dalam gambar berikut :

Mendorong Mobil.
Sumber gambar : http://cnx.org/content/m42073/latest/?collection=col11406/latest
Pada mesin derek palang penyangga menahan gaya berat beban (w ) dan gaya tarik tali (F)) .
dengan gaya dorong palang penyangga R. Pada mesin pemotong rumput, seorang pekerja
mendorong mesin dengan gaya F. Pada gambar selanjutnya, seseorang mendorong mobil dengan
gaya F yang menimbulkan percepatan a
Operasi Vektor :
Dalam penggunaan Vektor, dua buah vektor atau lebih dapat dijumlah, dikurang, dikalikan atau
dibagi. Kegiatan ini disebut Operasi vektor.
Penjumlahan dan pengurangan Vektor.
Menjumlahkan dan mengurangkan Vektor dapat ditempuh dengan 2 (dua) cara yaitu :
1. Metode grafis seperti metode Polygon, Jajaran Genjang dan Segitiga
2. Metode Analitis, yaitu menguraikan vektor2 yang ada terhadap sumbu X dan
sumbu Y
Hasil dari penjumlahan vektor-vektor disebut Resultan Vektor (R)
Metode Grafis :
1. Cara Polygon.
Gambar (1) menunjukkan 3(tiga) buah vektor, yaitu vektor a, b dan vektor c.
Resultan Vektornya dapat anda lihat pada gambar (2)

Gambar (1) : vektor a, b dan c
dan Resultan Vektor ( R) = a +b +c
Gbr(2). Resultan
Vektor (R)
J ika R =a +b +c + d (gbr.3) maka besar R adalah =nol

Gbr (3). Resultan Vektor R = nol
2. Cara J ajaran Genjang
Penjumlahan dan pengurangan 2 buah vektor A dan B yang satu sama lain membentuk sudut
dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Dari gbr (p) penjumlahan vektor A + B dan gbr (q) adalah pengurangan vektor A B
mempunyai persamaan :

Soal- Soal Vektor :
BANK SOAL FISIKA
BESARAN SATUAN AP DIMENSI
BESARAN VEKTOR DAN SKALAR
Guru / Programmer : Drs Yoskin Erlangga A
No SOAL-SOAL KUNCI
1. Diantara kelompok besaran berikut, yang termasuk kelompok besaran pokok
dalam Sistem Internasional adalah .
A. Panjang,
luas, waktu
dan jumlah
zat
B.Intensitas
cahaya,
kecepatan,
massa jenis
dan waktu
C.Kuat arus,
panjang,
waktu, dan
suhu
D. Berat,
intersitas
cahaya dan
suhu
E.Suhu,
volume,
massa jenis
dan kuat
arus
C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
1. Dua buah vector F
1
= 3 N dan F
2
= 4 N.Kedua vektor tersebut saling tegaklurus
membentuk sudut 90
o
. Resultan kedua gaya adalah
A. 3 N B. 4 N C. 5 N D. 7 N E. 12 N

C
2. Dua vektor gaya tampak pada gambar berikut .

Jika salah satu garis kotak mewakili gaya 1 N, maka besarnya resultan kedua
gaya adalah
A. 21 N B. 18 N C. 15 N D. 12 N E. 10 N

E
3. Komponen-komponen vektor dari gambar vektor berikut adalah
A

A. A
x
= -4 N dan A
y
= 3 N
B. A
x
= -3 N dan A
y
= 4 N
C. A
x
= 3 N dan A
y
= 4 N
D. A
x
= 4 N dan A
y
= 3 N
E. A
x
= 5 N dan A
y
= 5 N

4. Sebuah perahu menyeberangi sungai yang lebarnya 180 meter dan kecepatan arus
airnya 4 m/s. Bila perahu diarahkan menyilang tegak lurus sungai dengan
kecepatan 3 m/s, maka setelah sampai diseberang perahu telah menempuh
lintasan sejauh .
A. 180 m B. 240 m C. 270 m D. 300 m E. 320 m

C
5. Perhatikan gambar berikut :

Sebuah benda ditarik oleh 2(dua) buah gaya yang sama besar = 7 N dan
membentuk sudut 120
o
satu sama lain. Maka besar Resultan gaya yang dialami
benda adalah :
A. 14 N B. 7 N C. 3,5 N D. 2 N E. 1,4 N

B
6. .Perhatikan gambar :
A

Pada sistem benda terdapat 3 gaya yang bekerja. Masing- masing gaya membentuk
sudut 120
o
. Maka resultan gaya yang bekerja pada sistem benda adalah..
A. 5 N berlawanan arah gaya F
3

B. 5 N searah gaya F3
C. 7 N berlawanan arah gaya F
3

D. 7 N searah gaya F
3

E. 11 N berlawanan arah gaya F
3


7. Tiga buah gaya bekerja pada sistem koordinat XY (lihat gambar).

Maka resultan gaya yang bekerja pada sistem adalah
A. 5 N B. 42 N C. 22 N D. -22 N E. 1 N