Anda di halaman 1dari 23

i

PLAT KAPASITOR (L7)


FITRI DEVY AGUSTIN
1413100021
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan Plat Kapasitor (L7) dengan tujuan menentukan kapasitan
pada dua buah plat sejajar, mengetahui pengaruh diameter plat dan tegangan terhadap
kapasitan, dan membandingkan besaran C hasil perhitungan dengan hasil pengamatan.
Dalam melakukan praktikum, digunakan plat kapasitor dengan diameter 25,3 cm. Variasi
yang digunakan adalah variasi tegangan, sebesar 5 V, 6 V, dan 7 V, serta variasi jarak
utnuk tegangan 7 V, yaitu 1 mm dan 2 mm. Secara teoritis, diperoleh nilai kapasitan
untuk d = 1 mm sebesar 0,443 nF dan untuk d = 2 mm sebesar 0,221 nF. Selain itu,
diperoleh pula nilai rata-rata kapasitan menurut percobaan yang telah dilakukan. Untuk V
= 5 V dan d = 1 mm, diperoleh nilai rata-rata kapasitan sebesar 0,4444 nF. Untuk V = 6 V
dan d = 1 mm, diperoleh nilai rata-rata kapasitan sebesar 0,92 nF. Untuk V = 7 V dan d =
1 mm, diperoleh nilai rata-rata kapasitan sebesar 0,502 nF. Untuk V = 7 V dan d = 2 mm,
diperoleh nilai rata-rata kapasitan sebesar 0,223 nF. Semakin jauh jarak antar kedua plat,
semakin kecil nilai kapasitan. Semakin besar nilai tegangan, semakin besar nilai
kapasitan, lalu nilai kapasitan akan menurun. Hal ini dikarenakan kesalahan dalam
membaca voltmeter dan adanya aliran udara mempengaruhi pergerakan muatan listrik.

Kata kunci: Kapasitor, Kapasitan, Bahan Dielektrik, Muatan Listrik, Kapasitor Plat
Sejajar
ii

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Permasalahan ............................................................................................ 1
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 1
BAB II DASAR TEORI ......................................................................................... 2
2.1 Muatan Listrik .......................................................................................... 2
2.2 Arus Listrik ............................................................................................... 2
2.3 Kapasitor dan Kapasitansi ........................................................................ 3
2.4 Bahan Dielektrikum ................................................................................. 6
2.5 Manfaat dan Aplikasi Kapasitor dalam Kehidupan Sehari-hari ............... 7
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN ............................................................... 9
3.1 Peralatan dan Bahan ................................................................................. 9
3.2 Langkah Kerja .......................................................................................... 9
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN ............................................ 10
4.1 Analisa Data ........................................................................................... 10
4.2 Perhitungan ............................................................................................. 11
4.2.1 Perhitungan Teoritis ........................................................................ 11
4.2.2 Perhitungan Berdasarkan Percobaan ............................................... 11
4.3 Grafik ...................................................................................................... 13
4.4 Pembahasan ............................................................................................ 14
BAB V KESIMPULAN ........................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 17
LAMPIRAN RALAT ........................................................................................... 18
LAMPIRAN KONSTANTA ................................................................................ 21



1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak terlepas dari komponen-komponen
elektronika. Beberapa komponen elektronika yang sering kita temui adalah
resistor, multitester, kabel, baterai, dan masih banyak lagi dengan fungsi mereka
masing-masing. Kapasitor juga merupakan komponen elektronik yang sangat
bermanfaat dalam suatu rangkaian, yaitu berfungsi untuk menyimpan muatan
listrik. Kapasitor digunakan dalam rangkaian alat elektronika sehari-hari, seperti
radio, televisi, kulkas, dan lain-lain.
Yang menjadi latar belakang dalam praktikum ini adalah keingintahuan kerja
dari kapasitor plat sejajar serta cara menghitung kapasitan dari kapasitor plat
sejajar. Sehingga diharapkan mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang
berhubungan dengan kapasitor dan kapasitan.

1.2 Permasalahan
Permasalahan yang muncul dalam praktikum ini adalah menghitung seberapa
besar harga V yang terukur pada voltmeter dan mencari besar nilai kapasitan
sebuah kapasitor.

1.3 Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kapasitan pada dua buah
plat sejajar, untuk mengetahui pengaruh diameter plat dan tegangan terhadap
kapasitan, dan untuk membandingkan besaran C hasil perhitungan dengan hasil
pengamatan.

2

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Muatan Listrik
Muatan listrik merupakan sifat dasar yang ada pada suatu benda, dimana sifat
tersebut muncul secara otomatis dengan partikel tersebut dimanapun mereka
berada. Muatan memiliki dua jenis, yaitu muatan positif dan muatan negatif.
Benda yang memiliki jumlah muatan positif dan negatif yang seimbang disebut
benda bermuatan netral, dimana ia tak memiliki muatan net. Bila kedua muatan
jumlahnya tidak seimbang, maka benda tersebut bermuatan neto (Halliday, 2011).
Benjamin Franklin (1706-1790) adalah seorang fisikawan Amerika yang
menamakan dan melabelkan muatan positif dan negatif. Muatan listrik yang
sejenis akan mengalami gaya tolak-menolak, sedangkan muatan listrik yang tidak
sejenis akan mengalami gaya tarik-menarik (Halliday, 1996).
Dua muatan yang diletakkan pada jarak sejauh r meter bermuatan q
1
dan q
2

Coulomb akan mengalami gaya tarik menarik atau tolak menolak sebesar
F = k

...................................................(2.1)
dimana k merupakan konstanta Coulomb sebesar 9 x 10
9
Nm
2
/C
2
(Orear, 1979).

2.2 Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang melewati suatu penghantar
selama satuan waktu. Bila aliran muatan listrik per satuan waktu konstan, maka
arus listrik memiliki persamaan
i = q/t.........................................................(2.2)
satuan SI untuk arus listrik adalah Ampere (A), muatan q adalah Coulomb, dan
waktu t adalah detik. Apabila banyaknya muatan per satuan waktu yang mengalir
tidak konstan, maka arus akan berubah seiring perubahan waktu yang diberikan
oleh limit diferensial dari persamaan (2.1), menjadi
i = dq/dt.....................................................(2.3)
Muatan listrik dapat dihitung dengan mengintegralkan i dari batas 0 hingga t,
dengan persamaan
3

q = =

................................................(2.4)
(Halliday, 1996)
Arus listrik bernilai sama untuk seluruh penampang penghantar. Arus listrik
dapat mengalir pada penghantar hanya bila rangkaiannya saling tersambung.
Apabila ada rangkaian yang terputus, maka tidak ada arus yang mengalir (Serway,
2004).
Aliran dari arus listrik searah dengan aliran muatan positif. Dalam konduktor
listrik, arah arus berlawanan dengan arah aliran elekton. Bila ujung kabel
terhubung membentuk loop, seluruh titik loop memiliki potensial listrik yang
sama, yang menyebabkan medan listrik pada konduktor bernilai nol. Hal ini
menyebabkan tidak ada muatan yang bergerak, dan tidak ada arus. Apabila ujung
kabel terhubung dengan baterai, potensial listrik pada setiap titik pada loop tidak
bernilai sama. Potensial yang berbeda ini menyebabkan adanya medan listrik pada
konduktor, menyebabkan adanya muatan yang bergerak, sehingga terdapat arus
listrik yang mengalir pada konduktor tersebut (Serway, 2004).

2.3 Kapasitor dan Kapasitansi
Kapasitor merupakan perangkat elektronik berupa dua buah konduktor yang
dipisahkan oleh bahan isolator atau berupa udara. Pada penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari, masing-masing konduktor memiliki muatan net nol dan
elektron mengalir dari satu konduktor ke konduktor yang lain, hal ini disebut
sebagai pengisian kapasitor. Lalu, kedua konduktor memiliki muatan yang
bernilai sama namun berbeda jenis, dan muatan net total dari kapasitor sebesar
nol. Sehingga bila kita mengasumsikan sebuah kapasitor bermuatan Q, kita
mengartikan bahwa konduktor yang memiliki potensial tinggi bermuatan +Q
sedangkan konduktor yang memiliki potensial rendah bermuatan Q. Pada suatu
rangkaian, kapasitor memiliki simbol dan gambar sebagai berikut.
4


(Young, 2004).
Apabila kedua konduktor dihubungkan dengan kutub-kutub baterai, maka
beda potensial diantara kedua kutub senilai dengan beda potensial antara kedua
konduktor. Di antara kedua konduktor terdapat medan listrik, sehingga pada
tempat tersebut tersimpan energi potensial. Beda potensial antarkonduktor
sebanding dengan muatan listrik yang tersimpan, dengan tetapan kesebandingan
yang disebut kapasitas kapasitor atau kapasitan, yang dapat didefinisikan sebagai
seberapa banyak muatan yang ada pada konduktor untuk menghasilkan beda
potensial tertentu diantara kedua konduktor. Persamaan dari kapasitan dituliskan
dalam persamaan berikut.
C =

.....................................................(2.5)
Kapasitan (C) memiliki satuan Coulomb/Volt, atau bisa disebut Farad (F).
persamaan (2.5) bukan menandakan bahwa C bergantung pada Q atau V, namun C
hanyalah tetapan kesebandingan antara Q dan V. Semakin besar nilai kapasitan,
dibutuhkan semakin banyak muatan listrik. Nilai kapasitan dapat diperbesar
dengan memperkecil beda potensial pada muatan tetap, dengan cara meletakkan
sebuah isolator (bahan dielektrokum) diantara kedua konduktor tersebut. Nilai C
bergantung pada bentuk konduktor, jenis bahan dielektrikum, dimensi kapasitor,
dan jarak antara kedua konduktor. Kapasitor biasa digunakan pada komponen
elektronika seperti radio, kalkulator, televisi, dan alat elektronik lainnya (Jati,
2010).
Salah satu cara yang digunakan untuk mengisi kapasitor adalah dengan
menepatkannya pada rangkaian yang dihubungkan dengan baterai. Rangkaian
5

listrik merupakan jalan yang digunakan muatan untuk mengalir, baterai merupaka
komponen yang memberikan beda potensial diantara terminal. Saat rangkaian
tertutup, elektron akan mengalir menuju salah satu plat konduktor, menyebabkan
plat tersebut memperoleh elektron dan menjadi bermuatan negatif. Sedangkan plat
yang lainnya mengalami kehilangan elektron karena elektronnya bergerak menuju
baterai, sehingga bermuatan positif dengan jumlah yang sama dengan plat negatif.
Saat plat tidak bermuatan, beda potensial diantara kedua plat bernilai nol. Saat
plat bermuatan berlawanan, beda potensial meningkat hingga nilainya sama
dengan beda potensial V antara kutub-kutub baterai. Hal ini menyebabkan tidak
ada medan listrik pada kabel antara kedua plat. Sehingga, dengan medan listrik
bernilai nol, tidak ada elektron yang mengalir, dan kapasitor dapat dikatakan terisi
penuh. Saat pengisian kapasitor dan sesudah pengisiannya, muatan tidak dapat
berpindah dari plat satu menuju plat lainnya melewati celah diantara kedua plat.
Jadi dapat diasumsikan bahwa kapasitor mampu menyimpan muatannya dalam
waktu yang tak terbatas hingga dirangkaikan pada suatu rangkaian dimana
muatannya dapat berkurang (Halliday, 2011).
Dengan kemampuannya yang dapat diisi ulang, kapasitor dapat dianalogikan
seperti baterai yang dapat diisi ulang. Yang membedakan keduanya adalah dalam
sekali pengisian ulang, baterai mampu bertahan hingga berjam-jam, sedangkan
kapasitor mampu menerima dan melepas muatan dalam waktu sekejap. Selain itu,
dalam mengalirkan muatan, pada baterai akan terjadi reaksi kimia terlebih dahulu,
sedangkan pada kapasitor tidak terjadi reaksi kimia (Jati, 2010).
Salah satu kapasitor yang banyak digunakan adalah kapasitor plat sejajar.
Pada kapasitor ini, letak Gaussiannya dekat dengan plat yang bermuatan positif,
sehingga dapat dituliskan persamaan
q =

EA................................................(2.6)
dimana q berupa muatan, E adalah medan listrik, dan A adalah luas permukaan
plat. Beda potensial pada plat dapat dituliskan dalam persamaan
V =

= E

= Ed...................................(2.7)
6

dengan d merupakan jarak pisah kedua plat. Bila kita substitusikan persamaan
(2.6) dan (2.7) ke dalam persamaan (2.5), maka dapat diperoleh nilai kapasitan
kapasitor plat sejajar dengan persamaan
C =


C =


C =

....................................................(2.8)

merupakan permisivitas konstan yang bernilai 8,85 x 10


-12
C
2
/Nm
2
(Halliday,
1996).

2.4 Bahan Dielektrikum
Dielektrikum merupakan isolator yang diletakkan diantara kedua konduktor
pada sebuah kapasitor. Bahan dielektrikum memiliki parameter yang disebut
tetapan dielektrik (k). Besar nilai tetapan dielektrik dapat diperoleh melalui
eksperimen. Apabila diantara kedua konduktor yang awalnya vakum lalu diganti
dengan bahan dielektrik, makan beda potensial antara kedua plat akan berubah
dan nilainya lebih kecil dari beda potensial awal (V < V
0
) (Jati, 2010).
Besar nilai k bergantung pada jenis bahan dielektrik yang digunakan.
Konstanta dielektrik untuk udara (vakum) sebesar 1. Untuk bahan dielektrik
lainnya, nilai k > 1. Pemberian bahan dielektrik tidak berpengaruh terhadap
jumlah muatan yang disimpan, namun hanya menyebabkan beda potensialnya
menurun. Namun, bila kapasitor tetap terhubung dengan baterai, dan beda
potensialnya tetap V
0
, maka jumlah muatan maksimum yang dapat disimpan oleh
kapasitor akan meningkat, sehingga q > q
0
. Pemberian bahan dielektrim juga
bersifat menaikkan nilai kapasitan kapasitor. Sehingga, dengan mensubstitusikan
tetapan dielektrik ke dalam persamaan (2.8), akan diperoleh persamaan kapasitan
kapasitor plat sejajar yang diisi bahan dielektrik sebagai berikut
C =

k
C =

....................................................(2.9)
7

adalah hasil kali permisivitas konstan dengan konstanta dielektrik, yang disebut
permisivitas dielektrikum. Semakin kecil nilai , maka semakin cepat waktu
tanggap dari komponen tersebut. Dielektrik dalam kapasitor memiliki
keterbatasan, karena kuat medan listrik yang besar mampu mengakibatkan
ionisasi pada dielektrik, sehingga dielektrik yang awalnya isolator dapat berubah
menjadi konduktor, menyebabkan dielektrik rusak, dan kapasitor mengalami
kebocoran (Jati, 2010).
Bahan dielektrik terdiri atas dua macam, yaitu dielektrik polar dan nonpolar.
a. Dielektrik polar: memiliki momen dipol listrik yang permanen. Posisinya
cenderung sejalan dengan medan listrik. Karena molekul saling berdesakan
terus menerus satu sama lain karena geraknya yang acak, kesejajarannya tidak
sempurna, namun akan menjadi sempurna bila nilai dari medan listrik
meningkat. Kesejajaran yang terbentuk akan menghasilkan medan listrik yang
arahnya berlawanan dengan nilai yang lebih kecil. Contoh bahan dielektrik
polar adalah air.
b. Dielektrik non polar: momen dipol yang dimiliki oleh molekul diperoleh dari
induksi saat diletakkan pada suatu medan listrik. Adanya medan listrik
menyebabkan muatan dipol berpisah menuju plat kapasitor, muatan positif ke
muatan negatif, begitu pula sebaliknya. Sehingga medan listrik yang
dihasilkan memiliki arah yang berlawanan dan nilai lebih kecil daripada
medan listrik awal.
(Halliday, 2011).

2.5 Manfaat dan Aplikasi Kapasitor dalam Kehidupan Sehari-hari
Kapasitor memiliki berbagai macam fungsi, yaitu:
a. Sebagai filter dan kopling antara rangkaian satu dengan rangkaian yang
lainnya pada power supply.
b. Untuk menyimpan energi listrik.
c. Sebagai pembangkit frekuensi (gelombang) dalam rangkaian antena.
d. Menghemat daya listrik lampu neon.
8

e. Menghindari terjadinya loncatan listrik pada rangkaian yang mengandung
kumparan bila arus yang mengalir tiba-tiba diputuskan.
f. Digunakan pada rangkaian yang digunakan untuk menghidupkan mesin.
g. Digunakan untuk memilih panjang gelombang yang ditangkap pesawat
penerima radio.
(www.anneahira.com/kapasitor.htm, akses 30 Maret 2014 pukul 21.45)

9

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Peralatan dan Bahan
Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah: satu buah I
Measuring Amplifier D, satu buah Moving Coil Instrument D, satu pasang
parallel plat kapasitor, satu buah Regulated Power Supply 0 300 V, satu buah
voltmeter atau E Measuring Instrument D, dan Measuring Resistor 100M.

3.2 Langkah Kerja

Gambar 3.1 Rangkaian Plat kapasitor
Disusun peralatan seperti gambar 3.1. diatur tegangan pada power supply unit
dan dibiarkan untuk beberapa saat (tanya asisten). Dilepaskan kabel dari resistor
pada kutub positif plat, dimasukkan kabel koaksial dan dicatat harga V hasil
pengamatan dari voltmeter. Diulangi langkah seperti sebelumnya untuk tegangan
yang berbeda (tanya asisten).




10

BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisa Data
Dari percobaan plat kapasitor yang telah dilakukan menggunakan kapasitor
plat sejajar berdiameter 25,3 cm pada tegangan 5 V, 6 V, dan 7 V dengan jarak 1
mm dan 2 mm selama 30 detik, diperoleh data sebagai berikut.
Tabel 4.1 Data Hasil Pengamatan Plat Kapasitor pada Tegangan 5 V dan Jarak 1 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C)
1
5 1
1,9
2 2
3 2,4
4 2,22
5 2,59

Tabel 4.2 Data Hasil Pengamatan Plat Kapasitor pada Tegangan 6 V dan Jarak 1 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C)
1
6 1
4,71
2 5,46
3 6,45
4 4,74
5 6,24

Tabel 4.3 Data Hasil Pengamatan Plat Kapasitor pada Tegangan 7 V dan Jarak 1 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C)
1
7 1
2,62
2 3,8
3 3,67
4 3,75
5 3,72


11

Tabel 4.4 Data Hasil Pengamatan Plat Kapasitor pada Tegangan 7 V dan Jarak 2 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C)
1
7 2
1,75
2 1,54
3 1,73
4 1,05
5 1,74

4.2 Perhitungan
4.2.1 Perhitungan Teoritis
Diketahui : Permisivitas ruang hampa (
0
) : 8,85 x 10
-12
C
2
/Nm
Diameter plat : 25,3 cm = 0,253 m
Jari-jari plat : 12,65 cm = 0,1265 m
Ditanya : Kapasitan teoritis (C)?
Jawab :
Luas permukaan
A = r
2
= (0,1265)
2
= 0,05 m
2

Nilai kapasitansi teoritis pada d = 1 mm
C
1
=

=
(

)()

= 0,4425 x 10-9 F = 0,443 nF


Nilai kapasitansi teoritis pada d = 2 mm
C
2
=

=
(

)()

= 0,22125 x 10-9 F = 0,221 nF


Sehingga, nilai kapasitan kapasitor secara teoritis adalah
a. Untuk d = 1 mm, C bernilai 0,443 nF
b. Untuk d = 2 mm, C bernilai 0,221 nF

4.2.2 Perhitungan Berdasarkan Percobaan
Diketahui : Tegangan : 5 Volt
Muatan : 1,9 nC
Ditanya : Kapasitan berdasarkan percobaan (C)?
Jawab :
12

C =

= 0,38 nF

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Kapasitan Kapasitor Tegangan 5 V dengan d = 1 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C) C (10
-9
F)
1 5 1 1,9 0,38
2 5 1 2 0,4
3 5 1 2,4 0,48
4 5 1 2,22 0,444
5 5 1 2,59 0,518

0,4444

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Kapasitan Kapasitor Tegangan 6 V dengan d = 1 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C) C (10
-9
F)
1 6 1 4,71 0,785
2 6 1 5,46 0,91
3 6 1 6,45 1,075
4 6 1 4,74 0,79
5 6 1 6,24 1,04

0,92

Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Kapasitan Kapasitor Tegangan 7 V dengan d = 1 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C) C (10
-9
F)
1 7 1 2,62 0,374
2 7 1 3,8 0,543
3 7 1 3,67 0,524
4 7 1 3,75 0,536
5 7 1 3,72 0,531

0,502

Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Kapasitan Kapasitor Tegangan 7 V dengan d = 2 mm
No Tegangan (V) Jarak (mm) Q (10
-9
C) C (10
-9
F)
1 7 2 1,75 0,25
13

2 7 2 1,54 0,22
3 7 2 1,73 0,247
4 7 2 1,05 0,15
5 7 2 1,74 0,249

0,223

4.3 Grafik

Grafik 4. 1 Perhitungan Kapasitan Kapasitor Secara Teoritis dengan r = 0,1265 m


Grafik 4. 2 Perhitungan Kapasitan Kapasitor Menurut Pengamatan pada V = 5V

0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0 0.5 1 1.5 2 2.5
C (nF)
d (mm)
Grafik Teoritis
1
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0 0.5 1 1.5 2 2.5
C (nF)
d (mm)
Grafik Pengamatan
1
14

4.4 Pembahasan
Pada percobaan plat kapasitor (L7) yang telah dilakukan, peralatan dirangkai
sesuai gambar rangkaian. Power supply digunakan untuk mengubah arus AC
menjadi arus DC. Arus DC menyebabkan muatan positif bergerak ke kapasitor,
sehingga kapasitor terisi dan salah satu plat bermuatan positif, dan plat lainnya
bermuatan negatif. Saat telah terisi penuh, arus listrik akan berhenti mengalir, dan
kapasitor dapat berfungsi sebagai resistor. Sedangnkan arus AC menyebabkan
kapasitor terisi muatan pada waktu tertentu, dan hanya terdapat muatan negatif,
sehingga muatan positif mengalir dari kapasitor ke sumber listrik, hingga tercapai
kesetimbangan antarplat kapasitor dan kapasitor tidak dapat terisi penuh, sehingga
mampu bertindak sebagai konduktor. Multimeter yang terpasang digunakan untuk
menghitung tegangan. Resistor digunakan untuk membagi tegangan. Measuring
amplifier sebagai penguat tegangan. Plat kapasitor yang digunakan berbentuk
lingkaran dengan diameter sepanjang 25,3 cm. Variasi tegangan yang digunakan
adalah 5 V, 6 V, dan 7 V. Variasi jarak antarplat yang digunakan untuk tegangan
7 V adalah 1 mm dan 2 mm. Kendala yang dihadapi adalah voltmeter yang
bermasalah sejak awal, tidak mampu menunjukkan nilai 0 V, sehingga nilai V
diperoleh dengan cara mencari selisih dari nilai awal yang ditunjukkan oleh
voltmeter dengan nilai maksimum yang ditunjukkan oleh voltmeter saat
menghubungkan kabel koaksial.
Dengan menggunakan persamaan (2.8), diperoleh nilai kapasitan secara
teoritis. Untuk d = 1 mm, nilai kapasitan teoritisnya sebesar 0,443 nF, dan untuk d
= 2 mm, nilai kapasitan teoritisnya sebesar 0,221 nF. Secara teoritis, dapat
disimpulkan bahwa semakin jauh jarak antarplat konduktor, semakin kecil nilai
kapasitannya.
Dengan menggunakan persamaan (2.5), diperoleh nilai kapasitan dari
pengamatan yang telah dilakukan. Untuk V = 5 V dan d = 1 mm, diperoleh nilai
rata-rata kapasitan sebesar 0,4444 nF. Untuk V = 6 V dan d = 1 mm, diperoleh
nilai rata-rata kapasitan sebesar 0,92 nF. Untuk V = 7 V dan d = 1 mm, diperoleh
nilai rata-rata kapasitan sebesar 0,502 nF. Untuk V = 7 V dan d = 2 mm, diperoleh
nilai rata-rata kapasitan sebesar 0,223 nF. Dari hasil yang diperoleh, didapatkan
15

bahwa nilai kapasitan berbeda-beda pada tegangan yang berbeda. Pada tegangan 6
V diperoleh nilai rata-rata kapasitan terbesar. Seharusnya, nilai kapasitan adalah
sama walaupun tegangannya berbeda, karena semakin besar tegangan seharusnya
semakin banyak muatan listrik yang mengalir. Hal ini disebabkan kesalahan
dalam membaca voltmeter. Selain itu, kapasitor tidak berada pada ruang hampa,
sehingga adanya aliran udara yang mengalir diantara kedua plat konduktor dapat
mempengaruhi nilai kapasitan, sehingga nilai kapasitan dengan pengamatan pada
tegangan 7 V berbeda dengan nilai kapasitan secara teoritis, meskipun selisihnya
tidak terpaut jauh.
Dari grafik kapasitan terhadap jarak 1 mm dan 2 mm (secara teoritis),
diketahui nilai kapasitan menurun seiring semakin jauh jarak antarplat kapasitor.
Begitu pula pada grafik kapasitan terhadap jarak 1 mm dan 2 mm pada tegangan 7
V (menurut percobaan), nilai kapasitan menurun seiring semakin jauh jarak
antarplat kapasitor, karena nilai Q yang diperoleh juga semakin kecil. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa semakin besar jarak antarplat, semakin kecil nilai
kapasitan. Adanya jarak menyebabkan adanya medan listrik diantara kedua plat
konduktor. Sehingga timbul energi listrik di dalam kapasitor.

16

BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Nilai rata-rata kapasitan dua buah plat sejajar melalui pengamatan pada
tegangan 5 V dengan d = 1 mm sebesar 0,4444 nF, tegangan 6 V dengan d =
1 mm sebesar 0,92 nF, tegangan 7 V dengan d = 1 mm sebesar 0,502 nF, dan
tegangan 7 V dengan d = 2 mm sebesar 0,223 nF. Nilai kapasitan dua buah
plat sejajar secara teoritis untuk d = 1 mm sebesar 0,443 nF, dan untuk d = 2
mm sebesar 0,221 nF.
2. Diameter plat berpengaruh pada penghitungan kapasitan secara teoritis.
Untuk jarak pisah kedua plat, semakin jauh jarak pisahnya, semakin kecil
nilai kapasitannya. Untuk tegangan yang berbeda, diperoleh nilai kapasitan
yang berbeda. Semakin besar tegangan, semakin besar nilai kapasitan.
Namun, setelah mencapai nilai kapasitan maksimum pada suatu tegangan
(dalam percobaan ini pada tegangan 6 V), maka bila dinaikkan tegangannya,
nilai kapasitannya akan menurun.
3. Nilai kapasitan secara teoritis bernilai lebih besar daripada nilai kapasitan
menurut percobaan, meskipun selisihnya tidak terpaut jauh. Hal ini
disebabkan ketidaktelitian dalam membaca voltmeter, dan adanya aliran
udara yang mempengaruhi jalannya muatan listrik di dalam kapasitor.

17

DAFTAR PUSTAKA

Halliday, David, Robert Resnick. 1996. Fisika. Jakarta: Erlangga
Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2011. Fundamental of Physics
Nineth Edition. USA: John Wiley & Sons, Inc.
Jati, Bambang Murdaka Eka, Tri Kuntoro Priyambodo. 2010. Fisika Dasar.
Yogyakarta: Penerbit Andi
Orear, Jay. 1979. Physics. New York: Macmillan Publishing Co., Inc.
Serway, Raymond A., John W. Jewett. 2004. Physics fo Scientists and Engineers
Sixth Edition. USA: Brooks/Cole Cengage Learning
Young, Hugh D., Roger A. Freedman. 2004. Sears and Zemanskys University
Physics with Modern Physics Eleventh Edition. San Francisco: Pearson
www.anneahira.com/kapasitor.htm, akses 30 Maret 2014 pukul 21.45

18

LAMPIRAN RALAT

Tabel 1 Ralat Data Muatan Listrik pada Tegangan 5 V dengan d = 1 mm
No Q (nC) Q -

(nC) (Q -

)
2
(nC
2
)
1 1,9 -0,322 0,103684
2 2 -0,222 0,049284
3 2,4 0,178 0,031684
4 2,22 -0,002 0,000004
5 2,59 0,368 0,135424

2,222 (Q -

)
2
0,32008
Ralat Mutlak : = [
(

()
]


= [

()
]


= 0,008002 nC
Ralat Nisbi : I =

x 100%
=

x 100%
= 0,360 %
Keseksamaan : K = 100% - I
= 100% - 0,360 %
= 99,640 %

Tabel 2 Ralat Data Muatan Listrik pada Tegangan 6 V dengan d = 1 mm
No Q (nC) Q -

(nC) (Q -

)
2
(nC
2
)
1 4,71 -0,81 0,6561
2 5,46 -0,06 0,0036
3 6,45 0,93 0,8649
4 4,74 -0,78 0,6084
5 6,24 0,72 0,5184
19

5,52 (Q -

)
2
2,6514
Ralat Mutlak : = [
(

()
]


= [

()
]


=
= 0,066285 nC
Ralat Nisbi : I =

x 100%
=

x 100%
= 1,201 %
Keseksamaan : K = 100% - I
= 100% - 1,201 %
= 98,799 %

Tabel 3 Ralat Data Muatan Listrik pada Tegangan 7 V dengan d = 1 mm
No Q (nC) Q -

(nC) (Q -

)
2
(nC
2
)
1 2,62 -0,892 0,795664
2 3,8 0,288 0,082944
3 3,67 0,158 0,024964
4 3,75 0,238 0,056644
5 3,72 0,208 0,043264

3,512 (Q -

)
2
1,00348
Ralat Mutlak : = [
(

()
]


= [

()
]


=
= 0,025087 nC
Ralat Nisbi : I =

x 100%
=

x 100%
20

= 0,714 %
Keseksamaan : K = 100% - I
= 100% - 0,714 %
= 99,286 %

Tabel 4 Ralat Data Muatan Listrik pada Tegangan 7 V dengan d = 2 mm
No Q (nC) Q -

(nC) (Q -

)
2
(nC
2
)
1 1,75 0,188 0,035344
2 1,54 -0,022 0,000484
3 1,73 0,168 0,028224
4 1,05 -0,512 0.262144
5 1,74 0,178 0,031684

1,562 (Q -

)
2
0,35788
Ralat Mutlak : = [
(

()
]


= [

()
]


= 0,008947 nC
Ralat Nisbi : I =

x 100%
=

x 100%
= 0,573 %
Keseksamaan : K = 100% - I
= 100% - 0,573 %
= 99,427 %




21

LAMPIRAN KONSTANTA

1. Permisivitas ruang hampa (
0
) = 8,85 x 10
-12
C
2
/Nm
2. 1 Farad (F) = 1x10
9
nanoFarad (nF)
3. 1 Coulomb (C) = 1x10
9
nanoCoulomb (nC)