Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Kehamilan merupakan sesuatu yang berharga bagi seorang wanita
yang telah menikah. Kemunculan manusia baru akan menambah hari-hari
istimewa dalam kehidupan. Nutrisi ibu hamil merupakan hal penting yang
harus dipenuhi selama kehamilan berlangsung. Oleh karena itu, keluarga dan
ibu hamil haruslah memerhatikan mengenai hal ini. Kondisi nutrisi ibu hamil
sama halnya dengan pengaturan gizi mengenai pola makan yang sehat.
Namun, ibu hamil perlu cermat dalam memilih makanan apa saja yang dapat
dikonsumsi, sehat, dan aman bagi ibu maupun janin.
Saat sedang mengandung, ibu akan melakukan apa saja demi
kesehatan dan keselamatan kandungan. Secara umum banyak ditemui
kepercayaan tertentu menyangkut ibu hamil dan anak yang dikandungnya.
Banyak keharusan atau larangan tertentu yang berlaku secara turun temurun
pada ibu hamil. Larangan ini biasanya datang berupa pantangan mengenai apa
yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta risiko yang mungkin dihadapi
seorang ibu hamil jika melanggar pantangan tersebut. Hal inilah yang kita
sebut Food Taboo.
Seperti halnya, pantangan makan ibu hamil dan ibu menyusui pada
Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yaitu: pisang dempet, cabe rawit, makanan
yang di masak dengan kayu bakar, dll. Hal tersebut dipercayai dapat
berdampak buruk bagi ibu dan bayinya. Dan masih banyak food taboo
lainnya di wilayah Indonesia. Tidak hanya di negara kita saja, di negara-
negara lainpun masih ada yang menganut kepercayaan-kepercayaan tertentu.
Seperti, orang Eropa yang percaya bahwa ibu hamil dilarang memakan salad
karena menyebabkan keracunan. Hal tersebut dipercayai karena beberapa
tahun silam terjadi keracunan.
Mengingat keadaan tersebut, kita perlu memperhatikan aspek sosial
budaya masyrakat dalam kaitannya dengan keadaan kesehatan ibu hamil dan
menyusui sehingga kita dapat melihat penyakit atau masalah kesehatan ibu

2

hamil dan menyusui bukan saja dari sudut gejala, sebab-sebabnya, wujud
penyakit, obat dan cara menghilangkan penyakit, tetapi membuat kita untuk
berpikir bagaimana hubungan sosial budaya, geografi, demografi, dan
persepsi masyarakat dengan masalah yang sedang dihadapi.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Food Taboo?
1.2.2 Bagaimana Food Taboo dan kepercayaan bagi ibu hamil dan
menyusui di negara-negara bagian Eropa?
1.2.3 Bagaimana Food Taboo dan kepercayaan bagi ibu hamil dan
menyusui di Provinsi Kalimantan Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Mengetahui definisi Food Taboo.
1.3.2 Mengetahui Food Taboo dan kepercayaan bagi ibu hamil dan
menyusui di negara-negara bagian Eropa.
1.3.3 Mengetahui Food Taboo dan kepercayaan bagi ibu hamil dan
menyusui di Provinsi Kalimantan Indonesia.

1.4 Manfaat Penulisan
Memberikan informasi terkait Food Taboo dan kepercayaan bagi ibu
hamil dan menyusui di negara-negara bagian Eropa dan Provinsi Kalimantan,
Indonesia. Food Taboo meliputi makanan yang dilarang bagi ibu hamil serta
kepercayaan-kepercayaan setempat. Dengan adanya makalah ini diharapkan
masyarakat mengerti bahwa banyak budaya-budaya lama yang ternyata masih
digunakan serta dapat berpengaruh pada kesehatan terutama kesehatan pada
ibu hamil dan menyusui.






3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Food Taboo
2.1.1 Pengertian Food Taboo
Tabu makanan adalah suatu larangan dalam mengkonsumsi
makanan tertentu karena ada beberapa ancaman atau hukuman bagi
orang yang mengkonsumsinya. Menurut Susanto (1977), dalam
ancaman ini, terdapat kekuatan supranatural dan mistik yang akan
menghukum mereka yang melanggar aturan ini atau tabu (Dadang
Sukandar,2007). Dasar dari kebiasaan pangan dicirikan dalam suatu
sistem nilai seseorang dalam memilih makanan yang boleh dikonsumsi
dan tidak boleh dikonsumsi. Sistem nilai tersebut pada dasarnya berasal
dari tiga sumber kebenaran yang dipercayai, yaitu:
a Agama dan kepercayaan kepada Tuhan
b Adat yang berasal dari nenek moyang
c Pengetahuan yang diperoleh dari proses pendidikan formal.
Selain itu, menurut Nikmawati (1999) sistem nilai tersebut
disosialisasikan dalam keluarga dan dalam pendidikan informal melalui
media masa (Dadang Sukandar,2007).
Tabu makanan di Indonesia masih menjadi masalah karena masih
banyak makanan yang seharusnya dikonsumsi tapi masih ditabukan.
Akibat tabu makanan tersebut ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak-
anak tidak berani mengkonsumsi makanan tertentu sehingga dapat
mengurangi asupan makanan yang pada akhirnya akan menurunkan
status gizi mereka.

2.1.2 Jenis Food Taboo :
a Permanent food taboo, misalnya:
Babi dan darah tidak boleh dikonsumsi oleh muslim dan yahudi
karena dianggap tidak bersih.

4

Sapi dilarang dikonsumsi oleh penganut hindu karena dianggap
suci.
b. Temporary food taboo
Dilarang mengonsumsi makanan tertentu pada kondisi tertentu
seperti hamil, menyusui, anak-anak, dan selama sakit. Misalnya:
Anak-anak dilarang makan ikan (kecacingan)
Wanita hamil dilarang makan pisang dempet (bayi kembar
dempet)
Balita dilarang makan telur karena bisa bodoh. Padahal telur
merupakan salah satu sumber protein yang penting bagi
pertumbuhan dan mudah dijangkau.

2.2 Food Taboo dan Kepercayaan bagi Ibu Hamil dan Menyusui di Negara-
negara Bagian Eropa
2.2.1 Food Taboo
Secara umum masyarakat Eropa, memiliki food taboo yang di
percayai ibu hamil. Mereka beranggapan bahwa melarang makan salad
saat hamil karena menyebabkan keracunan. Hal tersebut dipercayai
karena beberapa tahun silam terjadi keracunan ibu-ibu hamil. Mereka
juga percaya bahwa tidak boleh meminum susu formula karena takut
obesitas pada ibu menyusui dan sebagian besar wanita Eropa menjaga
bentuk tubuh. Selain itu, tidak boleh memakan daging domba dan
daging bebek karena dipercaya susah dalam melahirkan. Sedangkan,
khusus di Negara Jerman ibu hamil dan menyusui pantang memakan
Rohes Fleisch (daging mentah), karena daging mentah tersebut
dianggap mengandung banyak kuman.

2.2.2 Kepercayaaan
a. Portugal
Ketika orang-orang Portugal ingin anak perempuan, maka harus
makan buah dan sayur yang berbentuk bulat. Tapi jika ingin anak

5

laki-laki, maka harus mulai membiasakan untuk selalu makan
sayuran yang berbentuk lonjong seperti wortel dan mentimun.
b. Kepulauan Orkey Utara Skotlandia
Di Kepulauan Orkney Utara Skotlandia, masyarakat percaya dengan
pelangi yang memberikan keturunan laki-laki. Orang asli kepulauan
Orkney percaya jika ujung pelangi jatuh di atas rumah yang ternyata
menunggu kelahiran, maka bayi itu diprediksi akan berjenis kelamin
laki-laki. Walau terdengar seperti dongeng, tapi kepercayaan ini
masih dijalani sampai saat ini. Ketika seseorang di sana melihat
pelangi itu, maka orang tersebut akan berteriak Theres abrig fur
beuy barin! yang berarti Ada jembatan untuk anak laki-laki.
c. Malta
Hari-hari yang diramalkan akan turun hujan di Malta sangatlah
ditunggu orang yang ingin merayakan pernikahan sebagai hari pas
mereka melaksanakan pernikahan sebagai hari pas mereka
melaksanakan pernikahan. Yaitu hari yang biasa disebut Hari Santa
Ursula, seperti tanggal 21 oktober, hari Santa Katarina tanggal 23
November dan Santa Lucy tanggal 13 Desember. Di hari inilah para
wanita di Malta berdoa turun hujan yang begitu lebat di hari
bahagianya. Hal ini dipercaya akan membawa kemudahan ketika
melewati proses melahirkan.
d. Inggris
Orang Inggris percaya dapat memprediksi jenis kelamin bayi dari
kecepatan detak jantung jabang bayi. Jika detak jantung lebih cepat
maka diprediksi anak yang dikandung berjenis kelamin perempuan
dan sebaliknya jika detak jantung agak lambat maka anak tersebut
berjenis kelamin laki-laki.
e. Perancis
Wanita hamil memiliki pantangan makanan yang ketat dan harus
membatasi diri dari tikus, tupai, katak, kodok, burung kecil yang
merupakan binatang kecil dan memiliki roh lemah. Maka
dikhawatirkan, dengan berinteraksi dengan hewan-hewan ini, akan

6

membahayakan anak yang dikandung. Namun, selain pantangan
yang harus dihindari tersebut, ada pula makanan yang dianjurkan
dikonsumsi oleh ibu hamil, yaitu ikan tuna, sarden, dan salmon.
Salah satu penelitian di Prancis, ibu hamil yang mengkonsumsi
makanan seperti ikan tuna, sarden dan salmon melahirkan anak
dengan sikap-sikap dasar dan kepandaian yang tinggi. Ikan adalah
sumber omega 3 (terutama DHA dan EPA) yang banyak dibutuhkan
untuk perkembangan otak dan retina.


2.3 Food Taboo dan Kepercayaan bagi Ibu Hamil dan Menyusui di Provinsi
Kalimantan Indonesia
2.3.1 Daftar makanan tabu bagi ibu hamil di Barito Kuala, Kalimantan
Selatan
No Makanan Alasan tabu
1. Es Anak dilahirkan besar dan sakit
2. Pisang kembar Anak dilahirkan besar dan sakit
3. Kelapa muda Anak dilahirkan besar dan sakit
4. Air kelapa Anak dilahirkan besar
5. Nanas muda Keguguran
6. Ikan tak bersisik dan
bertaji, ikan tauman
Anak dilahirkan besar dan sakit
7. Cabe Rawit Bayi meradang merah bagai disiram air
panas.
8. Sayuran Mayor yang
Menjalar

9. Makanan yang diawetkan Bayi akan terkena sakit kuping yang
bernanah
10. Makanan yang dibakar
dengan kayu
Pertumbuhan anak akan terganggu
11. Buah yang jatuh
tersangkut diranting
Bayinya lahir tidak lancar

7


2.3.2 Daftar makanan tabu bagi ibu menyusui di Barito Kuala, Kalimantan
Selatan
No Makanan Alasan
1. Telur Akan hamil lagi
2. Ikan Segar Pendarahan setelah 40 hari melahirkan dan urin
anak bau, deman
3. Ikan Akan timbul bintik merah dikulit anak
4. Gula Demam, akan timbul bintik merah dikulit anak
5. Garam Demam, akan timbul bintik merah dikulit anak
6. Ikan kalui Keracunan
7. Nangka Gatal
8. Makanan berlemak Pendarahan setelah 40 hari melahirkan dan urin
anak bau
9. Makanan pedas Pendarahan setelah 40 hari melahirkan dan urin
anak bau, susu ibu akan asam dan anak akan
diare
10. Santan Ibu bisa sakit
11. Makanan asam Susu ibu akan asam dan anak akan diare, akan
timbul bintik merah dikulit anak

2.3.3 Kepercayaan bagi ibu hamil dan meyusui di Barito Kuala, Kalimantan
Selatan
Pada masyarakat di Kalimantan tepatnya di Kalimantan Selatan, ada
beberapa pantangan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil maupun
suaminya, yaitu :
a. Tidak boleh duduk di depan pintu, dikhawatirkan akan susah
melahirkan.
b. Tidak boleh keluar rumah pada waktu senja hari menjelang waktu
maghrib, dikhawatirkan kalau diganggu mahluk halus atau roh
jahat.

8

c. Tidak boleh makan pisang dempet, dikhawatirkan anak yang akan
dilahirkan akan kembar dempet atau siam.
d. Jangan membelah puntung atau kayu api yang ujungnya sudah
terbakar, karena anak yang dilahirkan bisa sumbing atau anggota
badannya ada yang buntung.
e. Jangan meletakan sisir di atas kepala, ditakutkan akan susah saat
melahirkan.
f. Dilarang pergi ke hutan, karena wanita hamil menurut kepercayaan
mereka baunya harum sehingga mahluk-mahluk halus dapat
mengganggunya.
g. Dilarang menganyam bakul karena dapat berakibat jari-jari
tangannya akan berdempet menjadi satu.





















9

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
3.1.1 Food Taboo merupakan makanan yang dilarang untuk dikonsumsi dan
jika di konsumsi bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan dan
kerugian bagi yang mengonsumsinya.
3.1.2 Di Eropa Barat yang notabene merupakan negara maju dan
kebanyakan masyarakatnya tidak terlalu menanggapi hal-hal tabu
dalam makanan, Food Taboo untuk ibu hamil dan menyusui ternyata
juga masih berkembang, diantaranya adalah di negara Prancis dan
Jerman.
3.1.3 Di Barito Kuala, Kalimantan Selatan masih cukup banyak makanan
yang ditabukan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Jumlah makanan
yang ditabukan bagi ibu hamil sebanyak 7 jenis dan bagi ibu menyusui
sebanyak 11 jenis. Makanan tersebut mencakup pangan sumber zat
tenaga, pembangun dan pengatur.

3.2 Saran
Upaya penurunan kepercayaan akan tabu makanan masih sangat perlu
dilakukan khususnya makanan tabu bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Upaya
ini dapat dilakukan oleh para petugas Dinas Kesehatan dan kader-kader
posyandu secara terus menerus.










10

DAFTAR PUSTAKA

Sukandar, Dadang. Makanan Tabu di Barito Kuala Kalimantan Selatan. Jurnal
Gizi dan Pangan Juli 2007 2 (2) : 44-48. Diakses 16 Desember 2013.

Nis, Ditha. Aspek Sosial Budaya Pada Kehamilan. 2011. http://deetha-
nezz.blogspot.com/2011/02/aspek-sosial-budaya-pada-kehamilan.html.
Diakses 16 Desember 2013.

Anonim. 8 Mitos Aneh Tentang Kehamilan dari Penjuru Dunia. 2013. http://unik-
aneh-seru.blogspot.com/2013/07/8-mitos-aneh-tentang-kehamilan-
dari.html#.Uq_FONIW3GA. Diakses 17 Desember 2013.

Citra, Prasyanti. Intip Mitos Seputar Kehamilan di Beragai Negara. 2013.
http://www.kembarqueen.com/intip-mitos-seputar-kehamilan-diberbagai-
negara/. Diakses 18 Desember 2013.