Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK

KI-2242
PERCOBAAN A-1
TERMOKIMIA
Nama/NIM : Riansya Fikri Primandika Akbar/13713038
Kelompok : 1
Tanggal Praktikum : 1 Oktober 2014
Tanggal Laporan : 14 Oktober 2014
Asisten :


LABORATORIUM KIMIA FISIK
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2013
TERMOKIMIA

I. Tujuan Percobaan

Menentukan kalor pembakaran naftalena dan paraffin cair dengan parr adiabatic
calorimeter bom

II. Latar Belakang Teori

Kalori bom bekerja secara adiabatik. Pada proses pembakaran zat, suhu kalorimeter
akan naik juga. Maka ini bisa digunakan untuk menentukan kalor pembakaran dari zat
tersebut. Berikut diagram yang akan digunakan :











1. delta) U bisa ditentukan disini. Berdasarkan hokum Hess :
UT = Uk + U
UT + C(T-T).. (1)
C = Kapasitas kalor calorimeter (ember + air + bom)

2. Karena proses adiabatic maka Uk = 0, maka =
Pereaksi pada suhu T
Hasil reaksi pada suhu T
Hasil reaksi pada
suhu T

UT = -C(T-T).. (2)

3. Kapasitas kalor dapat ditentukan dengan asam benzoate, C6H5COOH. Tapi perlu dipakai
factor koreksi karena terbentuk asam nitrat da nada kalor yang memanaskan kawat
pemanas. Maka :

UT + U1 + U2 = - C(T-T)(3)
U1 = Volume larutan (ml) Na2CO3 0,0725N yang diperlukan untuk menetralkan asam nitrat x 1
Kal/ml
U2 = Panjang kawat yang terbakar (cm) x 2,3 kal/cm
4. Kalor juga bisa digunakan dengan rumus :

UT = (-C T U1 U2)/m
Jika m gram zat terbakar dan menimbulkan kenaikan suhu sebesar T
5. Hasil pengukuran juga dapat dinyatakan sebagai entalpi, T

HT = UT + (nRT)
III. Peralatan yang Digunakan
Nama Banyak
Buret + Klem Buret 1 Buah
Stopwatch 1 Buah
Botol Semprot 1 Buah
Termometer 1 Buah

IV. Zat Kimia yang Digunakan
Nama Banyak
Air Secukupnya
Asam Benzoat 2 gram
Naftalena 2 gram
Pafarin 2 gram
Gas Oksigen Secukupnya
Larutan Baku Na2CO3 25 ml
Indikator Metil Merah Secukupnya

V. Cara Kerja
a. Penentuan kalor pembakaran
1. Tablet asam benzoate ditimbang
2. Asam benzoate dimasukkan kedalam Bom dan kawat pemanas dipasang ke kedua
elektroda( kawat menyentuh asam benzoate)
3. Bom diisi dengan oksigen sampai tekanan mencapai 30 atm
4. Ember kalorimeter diisi dengan air sampai 2 liter, kemudian suhu air diatur agar kurang
lebih 1,5 dibawah suhu kamar
5. Kalorimeter diletakkan ke ember dan bom diletakkan didalam ember.
6. Air ditunggu selama 5 menit agar suhu setimbang
7. Arus listrik untuk membakar cuplikan dipanaskan dan suhunya diamati
8. Suhu air dicatat setelah 6 menit pembakaran dan kemudian perubahan suhunya
permenit selama dua menit dicatat. Hingga nilai maksimum yang konstan tercapai.
9. Bom dikeluarkan dan gas hasilnya dibuang.
10. Bom dicuci dan hasilnya dibuang
11. Hasil tersebut dititrasi menggunakan Na2CO3 dengan indicator metil merah.
12. Kawat pemanas yang tidak terbakar diambil dan diukur untuk mengetahui panjang
kawat uang terbakar.
13. Kapasitas kalor dihitung
b. Penentuan kalor pembakaran zat lain
1, Prosedur sama dengan poin a
2. Jumlah zat antara 0,9 1 gram
3. Jika zat padat : dapat diubah menjadi tablet dahulu
Jika zat cair : dimasukkan terlebih dahulu ke kapsul kaca tipis.




VI. Data Pengamatan
Percobaan 1 (Asam Benzoat) :
- Massa pellet = 0,81 gram
- Suhu kalorimeter bom

t (Menit) T (C
0 24.9
1 -
2 26.8
3 27.03
4 27.08
5 27.09
6 27.09
T system = 2.19
- Vol Na2CO3 yang dititrasi = 5,7 ml
- Perubahan panjang (L) kawat = 6,9 cm
Percobaan 2 (Naftalena)
- Massa pellet = 0.97 gram
- Suhu kalorimeter bom =
-
t (Menit) T (C
1 26,71
2 28,63
3 29,54
4 29,82
5 30,01
6 30,06
7 30,07
T system = 3.36

- Vol Na2CO3 yang dititrasi = 13,6 ml
- Perubahan panjang ( kawat = 6.5 cm



VI. Perhitungan
Percobaan 1 (Asam Benzoat)
a. Faktor Koreksi asam nitrat
U1 = VNa2CO3 x (-1) Kal/ml = 5,7 ml x (-1) Kal/ml = -5,7 Kal
b. Faktor Koreksi Kawat Pemanas
U2 = Lkawat pemanas x (-2,3) Kal/cm = 6,9 cm x (-2,3) Kal/cm = -15.87 Kal
c. Kapasitas Kalor calorimeter bom
C = -(UTCH3COOH X Massa Asam Benzoat - U1 - U2)/T-T = (-(-6318 kal/gram x 0.81
gram) - (-5.7 Kal) (-15.87 Kal)) / 2.19 = 2446.64 Kal/
Percobaan 2 (Naftalena)
a. Faktor Koreksi asam nitrat
U1 = VNa2CO3 x (-1) Kal/ml = 13,6 ml x (-1) Kal/ml = -13,6 Kal

b. Faktor Koreksi Kawat Pemanas
U2 = Lkawat pemanas x (-2,3) Kal/cm = 6.5 cm x (-2,3) Kal/cm = -14.95 Kal

c. Penentuan
= (UTCH3COOH X - U1 - U2)/m = (-(2446.64 Kal/ x 3.36 - (-13,6 Kal) (-
14.95 Kal))/0.97 gram = 8445.53 Kal/gram x 128.19 g/mol = 1082.63 Kkal/mol


d. Penentuan Entalpi Naftalena

Reaksi Pembakaran Naftalena
C10H8(s) + 12O2(g) 10CO2(g)+ 4H2O

= T+ x R x T
= -1082.63 Kkal/mol + (-2) x 1.987 kal/mol.K) x 300.09 K
= -1083.82 Kkal/mol
= -4534.74 Kj/mol

e. Persen Kesalahan

%Galat = (( - )/ ) x 100%
= ((5156.3 kJ/mol 4534.74 kJ/mol)/ 5156.3 kJ/mol) x100% = 12%

VII. Pembahasan
Kalorimeter bom adalah sebuah alat yang bisa membantu kita dalam
mengukur energy dalam, kapasitas kalor, dan entalpi dari sebuah senyawa. Langkah awal yang
harus kita lakukan adalah menghitung kapasitas kalor dari calorimeter bom tersebut dengan
sebuah senyawa yang sudah diketahui kapasitas kalornya, seperti asam benzoate. Setelah itu
dengan memakai rumus dan percobaan kita bisa menghitung kapasitas kalor dari zat lain.
Dalam perhitungan, terdapat sebuah factor koreksi yaitu factor koreksi dari
asam nitrat dan kawat pembakar. Yang pertama, yaitu asam nitrat digunakan untuk
memastikan zat tersisa yang ada didalam calorimeter bom. Dan kawat pembakarnya, didalam
pembakaran didalam calorimeter bom, digunakan kawat untuk memicu pembakaran. Sehingga
ada kalor yang tidak didistribusikan ke suhu system atau bisa dibilang disalurkan kedalam
kawat. sehingga ini perlu dimasukkan kedalam factor koreksi agar kalor yang didapatkan lebih
akurat. Dalam eksekusinya, kelompok kami memakai asam nitrat terlalu banyak kedalam zat.
Tetapi melihat kalor yang diubahnya tidak terlalu mengubah. Jadi kami tetap memasukkan data
yang ada didalam perhitungan.
Setelah menghitung dengan factor diatas, didapatkannya lah entalp naftalena
yaitu -4534.74 Kj/mol. Entalpi ini mempunyai galat sebesar 12%. Galat bisa terjadi dikarenakan
banyak factor beberapa diantaranya adalah pembulatan-pembulatan yang signifikan, human
error yang membuat perhitungan saat praktikum menjadi tidak maksimal seperti saat salah
menimbang berat zat, menghitung suhu system dan saat mengukur kawat.

VII. Kesimpulan
Kapasitas kalor calorimeter yang didapat adalah sebesar 2446.64 Kal/ dan entalpi
pembakaran naftalena sebesar -4534.74 Kj/mol dengan galat sebesar 12%

VIII. Daftar Pustaka
1. Yu,X., Zhou, C.R., Han, X.W., Li, G.P. Study on thermodynamic Properties of Glyphosate
by Oxygen-bomb calorimeter and DSC. J.Therm. Ahal. Calorim. 2013, 111, 943-949.
2. Azargohar, R., Jacobson, K.L, Poweii, E.E., Dalai, A.K Evaluatiun of Properties of Fasz
Pyrolisis Products Obtained From Canadian Wasted Biomass. Journal of Analytical and
applied Pyrolysis. 2013
3.
IX. Lampiran
a. Data Fisik Senyawa


b. Data praktikum asli (dibelakang)















Jawaban pertanyaan
1. Apakah perbedaan antara

dan

adalah energi dalam reaksi pada suhu tetap yang besarnya sama dengan kalor yang
dihasilkan dari reaksi pada volume tetap. Pada volume tetap, dV = 0 sehingga W = 0,
maka

= Q
v

adalah entalpi reaksi pada suhu tetap yang besarnya sama dengan kalor yang
dihasilkan dari reaksi pada tekanan tetap. Pada tekanan tetap, dP = 0 sehingga dH = dU
+ d(PV) = -PdV + Q + PdV + VdP = Q
p


2. Mengapa

pada persamaan (1) bernilai nol?


bernilai nol pada persamaan(1) karena proses yang berlangsung didalam


calorimeter adalah adiabatic, sehingga tidak ada panas yang keluar.

3. Turunkan persamaan (5)!
(
(
Pad-a temperatur tetap, dari hasil integrasi didapatkan hasil sebagai berikut :







PV = nRT
4. Perkirakan kalor pembakaran naftalena dari energi ikatan dan data lain yang
didapat dari literatur !






(
(

Anda mungkin juga menyukai