Anda di halaman 1dari 14

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fisiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi,
mekanisme dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel-sel organisme. Fisiologi
menerangkan faktor-faktor fisik dan kimia yang bertanggung jawab akan asal,
perkembangan, dan gerak maju kehidupan. Fisiologi ikan mencakup proses
osmoregulasi, sistem sirkulasi, sistem respirasi, bioenergetik dan metabolisme,
pencernaan, organ-organ sensor, sistem saraf, sistem endokrin dan reproduksi
(Fujaya,1999).
engaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan
adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan
normal. engaturan tersebut disebut dengan osmoregulasi (urwakusuma,
!"1")
#smoregulasi adalah upaya pada hewan air, seperti ikan untuk
mengontrol keseimbangan air dan ion antara tubuh dan lingkungannya, atau
suatu proses pengaturan tekanan osmose (Fujaya, !""$).
%etiap organisme pada saat berakti&itas masing ' masing melakukan
adaptasi untuk dapat tetap bertahan hidup dalam lingkungannya. (entuk
adaptasi yang dilakukan organismepun berbeda, ada beberapa organisme yang
bentuk adaptasinya dapat dilihat secara morfologi dan adapula yang beradaptasi
secara fisiologi. )isalnya saja organisme perairan, organisme yang hidup
diperairan tawar tentu memiliki bentuk adaptasi yang berbeda dan beberapa
organ khusus yang digunakan dnegan berbagai cara. ((urhanuddin, !""*).
)engingat arti pentingnya pengaruh perbedaan salinitas yang berbeda '
beda pada ikan air tawar, air payau dan iar laut maka diadakanlah praktikum
osmoregulasi ini.
B. Tujuan dan Kegunaan
+ujuan dilakukan percobaan osmoregulasi ini, yaitu,
1. -ntuk mengetahui pengaruh perlakuan salinitas yang berbeda (" ppt, 1.
ppt, dan /" ppt) terhadap tingkah laku ikan air tawar, ikan air laut, dan
ikan air payau.
!. )embandingkan adaptasi ikan terhadap perubahan salinitas.
0egunaan dari praktikum osmoregulasi ini adalah agar mahasiswa dapat
mengetahui dan membandingkan teori yang didapat dari kuliah dengan hasil
yang diperoleh dari praktikum, mengetahui metodologi atau cara osmoregulasi
yang dilakukan ikan serta memperoleh gambaran mengenai hubungan faktor
biotik dan abiotik terhadap proses osmoregulasi.
II. TINJAUAN PUSTAKA
engaturan terhadap tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan
adalah hal yang dibutuhkan ikan agar proses fisiologi di dalam tubuhnya berjalan
normal. engaturan tersebut disebut dengan osmoregulasi. #rgan yang
berperan dalam proses osmoregulasi adalah ginjal, insang, kulit, membran mulut
dan beberapa organ khusus yang digunakan dengan berbagai cara
((urhanuddin, !""*).
#smoregulasi adalah pengontrolan kadar air dan garam mineral di dalam
darah. 1ni merupakan mekanisme homeostatik. 2itambahkan oleh Fujaya (1999)
bahwa osmoregulasi adalah upaya mengontrol keseimbangan air dan ion ' ion
antara tubuh dan lingkungannya atau suatu proses pengaturan tekanan
osmose.hal ini penting dilakukan, terutama oleh organisme perairan karena3 (1)
harus terjadi keseimbangan antara substansi tubuh dan lingkungan3 (!) membran
sel yang permeabel merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang
bergerak cepat3 (/) perbedaan tekanan osmose antara cairan tubuh dan
lingkungan. +anpa osmoregulasi maka ikan akan mati, ini karena osmoregulasi
dapat mengontrol konsentrasi cairan dalam tubuh. 4ika ikan tidak bisa mengatur
proses osmosis dalam tubuhnya maka ikan akan mati, karena osmoregulasi
sangat berfungsi dalam aspek kesehatan ikan (Fujaya,1999).
#smoconformer adalah sebutan bagi hewan yang mampu memelihara
keseimbangan antara cairan tubuh dengan keadaan lingkungan sekitar.
0ebanyakan in&ertebrata laut adalah osmoconformer, dimana cairan tubuh
mereka isotonik dari keadaan lingkungannya. )eskipun konsentrasi relatif dari
garam dan cairan tubuh mereka berubah ' ubah dibandingkan air laut, dalam
kasus ini hewan juga harus mengatur tingkat ion internal (2jawad, dkk, !""5).
2ifusi adalah perpindahan suatu substansi dari tempat yang konsentrasinya
tinggi ke tempat yang konsentrasinya rendah. #smosis adalah proses difusi air
dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasinya rendah yang melewati
sebuah membran permeable (2jawad,dkk,!""5).
)enurut Fujaya (!""$), #smoregulasi penting dilakukan terutama oleh
organisme perairan karena ,
1) 6arus terjadi keseimbangan antara substansi tubuh dan lingkungan3
!) )embran sel yang permeabel merupakan tempat lewatnya beberapa
substansi yang bergerak cepat3
/) 7danya perbedaan tekanan osmose antara cairan tubuh dan lingkungan.
#smosis adalah kasus khusus dari transpor pasif, dimana molekul air
berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel. 2alam sistem
osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut
tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah), dan larutan
isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama) (8ikipedia,
!"1").
2alam proses osmosis, pada larutan hipertonik, sebagian besar molekul
air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air
yang bebas dan bisa melewati membran. %edangkan pada larutan hipotonik,
memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut),
sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. #leh sebab itu,
dalam osmosis aliran molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik.
#rganisme yang hidup pada air tawar tidak melakukan osmoregulasi akibat
perbedaan tekanan osmose, sedangkan pada ikan estuari yang memiliki cairan
tubuh menyerupai garam air garam laut hanya melakukan sedikit upaya untuk
mengontrol tekanan osmose dalam tubuhnya. 6al ini menyebabkan perbedaan
laju metabolisme dasar karena upaya menahan garam ' garam internal dan
kelarutan material yang lain membutuhkan konsumsi oksigen yang berbeda
tergantung besarnya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dan lingkungannya
(Fujaya, 1999).
1nsang ikan bersifat permeabel terhadap air dan garam. 2i dalam laut
salinitasnya lebih besar daripada dalam cairan tubuhnya. ada lingkungan air
keluar, tetapi garam berdifusi ke dalam. 6al ini karena kadar garam di dalam
tubuh ikan (mendekati "..9) yang lebih tinggi daripada konsentrasi air di mana
ikan tersebut hidup. 0arena tubuh ikan akan berusaha agar proses difusi antara
air kedalam tubuh ikan tetap berlangsung, sejumlah besar air dikeluarkan oleh
ginjal. %ebagai hasilnya bahwa konsentrasi garam pada urine sangat rendah
( Fujaya,1999).
ada semua ikan yang hidup di air tawar memiliki cairan tubuh yang
tekanan osmotiknya lebih besar (hipersomatik) daripada lingkungannya.
0eadaan ini menyebabkan mereka terancam dua hal utama yaitu kehilangan
garam dan pemasukan air yang berlebihan. (ila hal ini tidak terkendali atau
terimbangi, difusi akan mendorong keluarnya garam-garam tubuh dan terjadi
pengenceran cairan tubuh sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh tidak berjalan
normal. %isik tebal dan sejumlah jaringan pengikat dalam kulit pada ikan
membantu dalam mencegah difusi ((urhanuddin, !""*).
ada ikan air laut hidup pada lingkungan hipersomatik terhadap jaringan
dan cairan tubuhnya, sehingga ikan laut cenderung kehilangan air melalui kulit
dan insang serta kemasukkan garam-garam. -ntuk mengatasi kehilangan air,
ikan :minum; air laut, yang kemudian diserap melalui saluran pencernaan.
7kibatnya adalah meningkatnya kandungan garam dalam cairan tubuh
((urhanuddin, !""*).
III. METODE PRAKTIK
A. Waktu dan Te!at
raktikum Fisiologi 6ewan 7ir dilaksanakan pada hari 4umat, tanggal 1/
)aret !""*, pukul "9.""-1!."" 81+7, bertempat di <aboratorium Fisiologi
6ewan 7ir, 4urusan 1lmu 0elautan, Fakultas 1lmu 0elautan dan erikanan,
-ni&ersitas 6asanuddin, )akassar.
B. Alat dan Ba"an
7lat-alat yang digunakan dalam praktikum osmoregulasi adalah toples 9
buah sebagai wadah diletakannya ikan, stopwatch / buah sebagai alat pengukur
waktu, salinometer 1 buah sebagai alat pengukur salinitas, dan lap kasar 1 buah
sebagai alat untuk membersihkan alat-alat lain yang telah digunakan.
%edangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini, yaitu ikan
mas (Cyprinus carpio) / ekor, 1kan =iru (Amphiprion spp.) / ekor dan ikan mujair
(Oreochromis mosambicus) / ekor sebagai sampel yang diamati, air tawar " ppt,
air payau 1. ppt, air laut /" ppt sebagai medium ikan, serta tissue roll sebagai
bahan pengering alat-alat yang telah dibersihkan.
#. Pr$%edur Kerja
rosedur kerja dari praktikum osmoregulasi, yaitu,
1. )enyediakan peralatan dan bahan yang akan digunakan.
!. )enyiapkan medium air dengan konsentrasi " ppt dan /" ppt.
/. )elakukan pengenceran terhadap air laut, sehingga diperoleh air payau
dengan konsentrasi 1. ppt.
$. )enyiapkan 9 wadah atau toples.
.. )emasukkan media air pada setiap toples yang berbeda diaman / toples
untuk air dengan salinitas " ppt (air tawar), / toples untuk air dengan
salinitas 1. ppt (air payau), dan / toples untuk air salinitas /" ppt (air
laut).
>. )emasukkan masing-masing 1 ikan mujair pada salinitas " ppt, 1. ppt,
/" ppt, masing-masing 1 ikan giru juga dimasukkan ke salinitas " ppt, 1.
ppt, dan /" ppt, serta masing-masing 1 ikan mas pada toples dengan
salinitas " ppt, 1. ppt, dan /" ppt.
5. )engamati perubahan tingkah laku selama / ? 1. menit dan mencatat
setiap perubahan yang terjadi pada lembar praktikum.
D. Anal&%&% Data Pengen'eran
@umus yang dipergunakan dalam percobaan osmoregulasi ialah rumus
pengenceran, dimana,
A1 ? )1 B A! ? )!
0eterangan ,
A1 B Aolume awal
A! B Aolume akhir
)1 B 0onsentrasi awal
)! B 0onsentrasi akhir
I(. HASIL DAN PEMBAHASAN
(erdasarkan hasil praktikum fisiologi hewan air tentang pengujian
osmoregulasi ikan, didapatkan data sebagai berikut ,
7. Ikan a&r ta)ar * Ikan a% +(Cyprinus carpio).
%alinitas
(ppt)
8aktu
pengamatan
+ingkah laku
"
1. menit (1) 7ktif dan mengeluarkan sedikit feses
1. menit (!) 7ktif dan mengeluarkan sedikit feses
1. menit (/) 7ktif jumlah feses tidak bertambah, media jernih
1.
1. menit (1) 7ktif dan berada di dasar
1. menit (!) 7ktif dan berenang ke permukaan
1. menit (/) =elisah, media keruh dan mengeluarkan feses
/"
1. menit (1) =elisah
1. menit (!) 0ondisi kritis, jumlah feses terus bertambah dari
media keruh
1. menit (/) )ati
(erdasarkan pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa pada
pengamatan " ppt pada ikan ikan mas (Cyprinus carpio), tingkah laku ikan masih
terlihat bergerak normal dimana pada menit ke-1. hingga menit ke-$. kondisinya
cenderung sama yaitu aktif dan sedikit mengeluarkan feses.. hal ini dikarenakan
ikan berada pada lingkungan yang sesuai dengan lingkungan asalnya dimana
ikan ini bersifat hiperosmotik terhadap lingkungannya. 6al ini sesuai dengan
pendapat Fujaya (1999) yang menyatakan bahwa teleostei air tawar bersifat
hiprosmotik terhadap lingkungannya, menyebabkan air bergerak masuk ke
dalam tubuh dan ion-ion keluar ke lingkungan dengan cara difusi.
engamatan terhadap salinitas 1. ppt, tingkah laku ikan sama pada 1.
menit 1 dan 1. menit 11 dimana ikan bergerak aktif, kadang berenang ke
permukaan dan kadang di dasar. 0eadaan ini meperlihatkan bahwa tingkah laku
ikan masih dalam keadaan yang normal. ada pengamatan 1. menit 111 terlihat
ikan mulai gelisah dan mengeluarkan feses, mediaCair menjadi keruh serta ikan
kebanyakan berada di permukaan. 1ni menandakan bahwa ikan mulai melakukan
penyesuaian antara ion-ion yang ada pada lingkungan dengan ion-ion yang ada
dalam tubuh. 6al ini sesuai dengan pendapat Fujaya (1999) bahwa ikan air tawar
bersifat hiperosmotik terhadap lingkungannya, menyebabkan air bergerak masuk
ke dalam tubuh dan ion-ion keluar ke lingkungan dengan cara difusi. -ntuk
mengimbangi kekurangan ion-ion dalam tubuh, maka ikan membutuhkan oksigen
dengan cara mengambil di udara agar pergerakan darah yang membawa ion-ion
dalam tubuh dapat berjalan lancar.
engamatan terhadap lingkungan yang bersalinitas /" ppt
memperlihatkan bahwa pada pengamatan 1. menit 1 ikan langsung tampak
gelisah, tetapi pada 1. menit 11 ikan mulai lemas banyak mengeluarkan feses,
dan media menjadi keruh. +erjadinya perubahan pergerakan ini menandakan
bahwa ikan tidak mampu lagi menyesuaikan diri pada waktu yang lama, ini
dikarenakan jumlah ion - ion dalam tubuh semakin berkurang. 6al ini sesuai
dengan pendapat Fujaya (1999) yang menyatakan bahwa ikan air tawar akan
mengeluarkan ion-ion ke lingkungan secara difusi karena sifat ikan air tawar yang
hiperosmotik terhadap lingkungan. ada pengamatan 1. menit ke 111,
ketidakmampuan ikan dalam melakukan penyesuaian diri terhadap kisaran
salinitas yang tinggi dalam waktu yang lama semakin nyata, hal ini ditandai
dengan kematian ikan. 0ematian ikan ini mungkin dikarenakan banyaknya ion-
ion dalam tubuh yang keluar ke perairan serta dehidrasi yang dialami oleh ikan
kerena sifat ikan air tawar yang hiperosmotik. 6al ini sesuai dengan pendapat
Fujaya (1999) yang menyatakan bahwa ikan air tawar bersifat hiperosmotik
dimana ikan akan mengeloarkan ion-ion ke lingkungan dengan cara difusi
sehingga ion-ion dalam tubuh akan berkurang dan untuk menjaga keseimbangan
cairan tubuhnya, maka ikan akan sedikit minum atau tidak minum sama sekali
dan akan memproduksi sejumlah urine sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
(. Ikan A&r Laut * Ikan ,&ru (Amphiprion sp.)
%alinitas 8aktu +ingkah laku
(ppt) pengamatan
"
1. menit (1) 1kan bergerak aktif, berada di dasar dan
mengeluarkan feses
1. menit (!) 1kan mulai tidak banyak bergerak, kadang
berenang ke permukaan
1. menit (/) 1kan lemas, operculum mulai melambat, diam di
dasar toples
1.
1. menit (1) 1kan kebanyakan berada di dasar, mengeluarkan
feses
1. menit (!) 1kan berada di dasar, bergerak lambat
1. menit (/) 1kan berada di dasar, tidak banyak bergerak
/"
1. menit (1) 1kan bergerak aktif
1. menit (!) 1kan bergerak aktif, bergerak ke permukaan
1. menit (/) 1kan bergerak aktif, lebih banyak bergerak ke
permukaan
engamatan terhadap salinitas " ppt memperlihatkan bahwa tingkah laku
ikan mulai dari pengamatan 1. menit 1 hingga pengamatan 1. menit 111
memperlihatkan bahwa pergerakan ikan semakin lama semakin lambat, di mana
pada 1. menit 1 ikan aktif bergerak, pada 1. menit 11 ikan mulai malas dan
pergerakan menjadi lambat, dan pada 1. menit 111 ikan lebih banyak
menghabiskan waktunya dengan berdiam di dasar toples ini menandakan bahwa
semakin lama ikan semakin tidak mampu melakukan adaptasi terhadap kisaran
salinitas yang rendah karena sifat ikan air laut yang hipoosmotik menyebabkan
ikan dapat mengalami dehidrasi, sekalipun ikan banyak minum tetapi tidak dapat
mencukupi kandungan garam-garam tubuh karena salinitas lingkungan yang
rendah yang tidak mencukupi garam yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga
aktifitas atau proses metabolisme sel dari ikan akan terhambat yang
menyebabkan menjadi lemas. 6al ini sesuai dengan pendapat Fujaya (1999)
yang menyatakan bahwa karena tekanan osmose air laut lebih tinggi dari pada
cairan tubuh ikan maka air akan mengalir dari dalam tubuh ikan ke
lingkungannya di mana jika air dalam tubuh ikan terlalu banyak yang dikeluarkan
maka ikan akan mengalami dehidrasi, sekalipun ikan air laut banyak minum. 1kan
laut juga membutuhkan ion - ion berupa garam mineral untuk melakukan aktifitas
yang konsentarasi ion total dalam plasma sekitas sepertiga dari konsentrasi ion
perairan (lingkungan).
engamatan terhadap salinitas 1. ppt menunjukkan bahwa tingkah laku
ikan masih dalam keadaan yang normal, di mana pergerakanya aktif ke pinggir,
ke permukaan dan ke dasar perairan seperti halnya pada salinitas /" ppt ini
dikarenakan ikan berada pada lingkungan yang hampir sama dengan lingkungan
asalnya. 6al ini berdasarkan pada pendapat Fujaya (1999) yang menyatakan
bahwa ikan air laut bersifat hipoosmotik terhadap lingkungannya.
ada pengamatan tingkah laku ikan =iru (7mphiprion sp) pada salinitas
/" ppt, pada 1. menit 1 ikan aktif bergerak, pada 1. menit 11 ikan bergerak aktif
dan lebih sering di permukaan dan pada 1. menit 111 ikan lebih aktif berenang di
dasar dan kemudian ikan lebih banyak berenang ke permukaan. 2ari keadaan di
atas menunjukkan bahwa tingkah laku ikan masih dalam keadaan normal ini
dikarenakan ikan berada pada lingkungan yang hampir sama dengan lingkungan
asalnya. 6al ini berdasarkan pendapat Dontji (199/) yang menyatakan bahwa
karena ikan =iru merupakan ikan karang, maka kisaran salinitas yang baik untuk
ikan =iru sama dengan kisaran salinitas untuk terumbu karang, yaitu !5 E ' $"
E.
F. Ikan a&r !a-au * Ikan Muja&r (#reochromis mossambicus)
%alinitas
(ppt)
8aktu
pengamatan
+ingkah laku
"
1. menit (1) (ergerak aktif
1. menit (!) (ergerak aktif dan sedikit mengeluarkan feses
1. menit (/) (ergerak aktif dan sedikit mengeluarkan feses
1.
1. menit (1) (ergerak aktif
1. menit (!) (ergerak aktif dan mengeluarkan feses
1. menit (/) 2iam di dasar
/" 1. menit (1) (ergerak sangat aktif, mengeluarkan feses
1. menit (!) (ergerak aktif dan bergerak ke permukaan
1. menit (/) (anyak membuka mulut dan berada di dasar
serta mengeluarkan feses
ada pengamatan " ppt terhadap ikan )ujair (#reochromis
mossambicus) tingkah laku ikan dari pengamatan 1. menit 1 hingga pengamatan
1. menit 111, ikan masih bergerak normal. 6al ini dikarenakan ikan berada pada
lingkungan yang sesuai dengan lingkungan asalnya, dimana ikan ini dapat
bersifat hiperosmotik terhadap lingkungannya. 6al ini sesuai dengan pendapat
Fujaya (1999) yang menyatakan bahwa teleostei air tawar bersifat hiperosmotik
terhadap lingkungannya, menyebabkan air bergerak masuk ke dalam tubuh dan
ion - on keluar ke lingkungan dengan cara difusi.
engamatan tingkah laku ikan pada salinitas 1. ppt yaitu pada 1. menit 1
ikan mulai bergerak aktif. ada 1. menit 11 tingkah laku ikan masih sama yaitu
bergerak aktif dan mengeluarkan feses. 2ari tingkah laku ikan yang bergerak
aktif dan normal dapat diketahui bahwa ikan dapat beradaptasi dengan
lingkungan. 6al ini sesuai dengan pendapat Dybakken (199!) yang menyatakan
bahwa kisaran salinitas yang dapat ditolelir adalah " - /" ppt.
engamatan tingkah laku ikan pada salinitas /" ppt yaitu pada 1. menit 1
ikan mulai bergerak aktif dan mengeluarkan feses. ada 1. menit 11 ikan
bergerak aktif dan banyak bergerak ke permukaan. ada 1. menit 111 ikan lebih
banyak berada di dasar. )enurut Fujaya (1999) bahwa ikan-ikan eurihaline
merupakan ikan yang dapat hidup pada perairan dengan kisaran salinitas yang
luas dimana ikan ini dapat bersifat hiperosmotik terhadap air tawar dan
hipoosmotik terhadap air laut, sehingga pada salinitas !. ppt ikan dapat
beradaptasi dengan normal.
(. SIMPULAN DAN SARAN
A. Ke%&!ulan
7dapun kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum osmoregulasi ini
yaitu,
1. 1kan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan air tawar yang tidak dapat
mentolerir kadar garam yang tinggi sehingga ia termasuk dalam
stenohaline karena ikan mas hidup pada kisaran salinitas rendah. 7dapun
salinitas yang dapat ditolerir hanyaa sebatas "-",. permil untuk itu ikan
tersebut membutuhkan energi yang besar untuk dapat mentolerir kondisi
salinitas yang sangat berbeda dari habitat biasanya. 1kan mas juga
bersifat hiperosmotik terhadap air tawar, menyebabkan air masuk
kedalam tubuh dan ion - ion keluar ke lingkungan dengan cara difusi dan
berosmoregulasi dengan cara minum sedikit dan mengeluarkan urine
yang banyak.
!. 1kan mujair (Oreochromis mosambicus)merupakan ikan yang hidup pada
estuaria sehingga ia termasuk dalam euryhaline karena kemampuannya
untuk mentolerir kisaran salinitas yang luas karena tubuhnya termasuk
osmoregulator.
/. 1kan giru (Amphiprion spp.) merupakan ikan air laut yang dapat hanya
dapat hidup pada salinitas G15 permil, oleh karena itu ia termasuk dalam
stenohaline yang dapat mentolerir kisaran salinitas yang sempit.
B. Saran
%angat diharapkan jadwal praktikum tidak dijadwalkan terlalu berdekatan
dengan praktikum sebelumnya. %upaya jadwal praktikum dibuatkan jadwal yang
tetap.
DA.TAR PUSTAKA
(urhanuddin, 7 1Hbal. !""*. Ikhtiologi. Iayasan Fitra Jmulsi. )akassar
2jawad, ). 1, 7mbas, 1, Iusri, 0. !""5. enuntun raktikum Fisiologi 6ewan 7ir.
-ni&ersitas 6asanuddin. )akassar.
Fujaya, I. 1999. Fisiologi Ikan. 4urusan erikanan. -ni&ersitas 6asanuddin.
)akassar.
Fujaya, I. !""$. Fisiologi Ikan Dasar engembangan +eknik erikanan. @ineka
Fipta, 4akarta.
urwakusuma,!"1". Garam Ikan. http,CCwww.#KFish.comC6ama enyakitC=aram
1kan.html. L2iakses tanggal 1" 7pril !"1" jam "5,/" 81+7M
8ikipedia. !"1". Anastesi. http,CC www.id.wikipedia.org Canastesi. L2iakses tanggal
1" 7pril !"1" jam "5,/5 81+7M