Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan

A Baist Khaerul Umam(1127040001)


Reaksi dasar Anorganik : Termokimia dan Kinetika
Pada percobaan di tabung reaksi satu dimasukan HCl 6 M dengan NaOH 6 M, reaksi ini
dinamakan reaksi penetralan. Reaksi Penetralan adalah reaksi antara asam dan basa, asam
adalah zat yang terdapat dalam air, yang dapat memberikan ion Hidrogen (H+) atau ion
Hidronium (H3O+) bila dilarutkan dalam air. Sedangkan Basa adalah zat dalam air
menghasilkan ion hidrokis atau zat dapat dapat memperbesar konsentrasi ion OH dalam air.
Pada percobaan kali ini, digunakan dua buah larutan yang berbeda, satu bersifat asam dan
yang satu lagi bersifat basa. Pada campuran asam klorida (HCl) tidak ditambahkan
phenolphthalein, sehingga tidak menyebabkan adanya perubahan. Larutan tersebut tetap tidak
berwarna. Adanya gelembung, membuktikan bahwa saat kedua larutan tersebut dicampurkan,
terjadi reaksi penetralan dimana larutan HCl 6 M bersifat asam dan larutan NaOH 6 M
bersifat basa. Terjadi kenaikan suhu dari suhu awal 28C menjadi 46C, ini dikarenakan reaksi
penetralan merupan reaksi eksoterm ini karena pada reaksi eksoterm , sistem membebaskan
energi, sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada
entalpi pereaksi. Oleh karena itu , perubahan entalpinya bertanda negatif. Sehingga reaksinya
berikut:
NaOH + HCl NaCl + H2O H= - 252 kj/mol

Untuk menguraikan 1 mol NaOH dan HCl menjadi unsur-unsurnya dilepaskan kalor sebesar 252
Kj/mol. Dan reaksinya terjadi secara Eksoterm, karena melepaskan kalor.
Pada percobaan di tabung reaksi ke-2, Na2CO3 ditambahkan dengan HCl, ini merupakan
reaksi asam basa, karena terbebntuk NaCl. Setelah air diuapkan terbentuk endapan ini
dikarenakan zat yag volatil menguap, dan zat yang non volatil tetap berada di tabung reaksi.
Pada tabung reaksi ke-3: Suhu meningkat setelah direaksikan. Persamaan reaksi
termokimianya adalah :

CH3COOH + NH3 CH3COOH + NH4 H = - 252 kj/mol

Untuk menguraikan 1 mol CH3COOH dan NH3 menjadi unsur-unsurnya dilepaskan kalor
sebesar 252 Kj/mol. Dan reaksinya terjadi secara Eksoterm, karena melepaskan kalor.

Pada tabung rekasi ke-4 Na2CO3 yang ditambahkan CaCl2 dengan reaksi termodinamikanya:
CaCl2 (aq) + Na2CO3 (aq) ----> 2 NaCl(aq) + CaCO 3(s)
Dihasilkan endapan berwarna putih, karena CaCO3 berwarna nyala putih. Merupakan reaksi
eksoterm karena terjadi kenaikan suhu(sistem melepas kalor ke lingkungan).


Pada percobaan reaksi redoks dimasukan paku ke dalam larutan H2SO4 . adanya gelembung
mengindikasikan bahawa terjadi reaksi elektrolisis. Larutan H2SO4 mengandung air (H2O),
dan keadaan tabung terbuka, sehingga oksigen (O2) di udara dapat masuk ke tabung, dan
menyebabkan adanya oksigen terlarut pada larutan H2SO4 di tabung ini. Adanya oksigen dan
air jelas dapat menyebabkan terjadinya korosi pada paku di tabung ini. Larutan H2SO4
adalah larutan elektrolit, larutan elektrolit adalah salah satu faktor untuk mempercepat reaksi
korosi. Pada tabung 6, seharusnya paku berkarat. Pada percobaan, paku berkarat dan air
berwarna kecoklatan, sehingga percobaan sesuai dengan teori.
Paku yang ditempatkan pada tabung yang terdapat oksigen dan air mengalami perkaratan,
Larutan H2SO4 akan mengalami reaksi elektrolisis ;
Katode : 2H+ (aq) + 2e H2 (g)
Anode : 2H2O (l) 4H+ (aq) + O2 + 4e
Reaksi sel : 2H2O (l) 2H2 (g) + O2
Sehingga tabung ini kaya akan oksigen (O2), yakni berasal dari reaksi elektrolisis larutan
H2SO4, oksigen terlarut dalam air dan oksigen dari udara sekitar.
Paku pada tabung 5 juga cukup banyak berkarat, karena juga ditunjang oleh dua faktor, yaitu
adanya oksigen dan air. Selain itu, larutan NaCl adalah larutan elektrolit, yang dapat
mempercepat reaksi korosi. Yang membedakan tabung 5 dengan tabung 6 adalah kandungan
oksigen didalamnya, larutan garam (larutan NaCl) memiliki lebih sedikit oksigen
dibandingkan dengan larutan H2SO4.

Larutan garam mengalami reaksi elektrolisis :
Katode : 2H2O (l) + 2e H2 (g) +2OH- (aq)
Anode : 2Cl- (aq) Cl2 (g) + 2e
Reaksi sel : 2H2O (l) + 2Cl- (aq) 2OH- (aq) + H2 (g) + Cl2 (g)
Dari reaksi elektrolisis garam dapat terlihat bahwa reaksi itu tidak menghasilkan oksigen,
sehingga, oksigen yang terdapat pada tabung ini hanya berasal dari oksigen terlarut dalam air,
dan oksigen dari udara sekitar, jelas jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan oksigen pada
larutan H2SO4.
Lebih sedikitnya kandungan oksigen pada larutan garam mengakibatkan lebih sedikitnya
karat yang terjadi pada paku di larutan garam jika dibandingkan dengan karat pada paku di
larutan H2SO4.

Pada percobaan ke-2 reaksi redoks AgNO3 ditambahakan dengan NaCl, ini merupakan reaksi
pengendapan. Reaksi pengendapan adalahreaksi antara zat-zat atau ion logam yang sukar
larut dalam air, sehingga terbentuk endapan. Reaksinya:
AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3
Endapan putih disebabkan oleh adanya endapan AgCl. Pada penjemuran selama 5 menit
endapan AgCl berubah warna menjadi hitam(UV Ag), ini mengindikasikan bahwa terjadi
reaksi redoks oleh sinar matahari(UV), sedangkan pada pendiaman di tempat gelap tidak
terjadi apa- apa, hal ini dikarenakn tidak terjadi reaksi redoks oleh sinar UV

Pada percobaan reaksi pembentukan kompleks dimana CuSO4 ditambahkan NH3 dan EDTA,
yang kemudian ditukar CuSO4 ditambahkan EDTA kemudian NH3. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui bahwa kuprisulfat membentuk kompleks dengan ligan mana. Pada percobaan
diperoleh perubahan warna yang mengindikasikan adanya reaksi pembentukan kompleks
dengan ligan NH3 dan juga EDTA.

Pada reaksi katalisis dimana Katalis menurunkan energi aktivasi reaksi dan meningkatkan
laju reaksi, melalui peningkatan konstanta laju. Dalam percobaan ini dilakukan Larutan
natriumtiosulfat ditambahkan larutan tembaga(II)sulfat, untuk mengetahui pengaruh katalis
pada kecepatan reaksi, Dengan mengamatinya lewat spidol yang ada di bawah gelas beker
dimana terjadi perubahan kekeruhan yang mengindikasikan adanya pengaruh katalis.