Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN tampak alami, dimulai dengan pemberian lubrication.

Kol oboma kel opak mata merupakan Pembedahan dilakukan pada usia 6-12 bulan,
embryogenic cleft dan suatu penyakit yang jarang t er gant ung ukur an dan l okasi def ect .
terjadi, dapat terjadi unilateral maupun bilateral, Penatalaksanaan koloboma kelopak mata ada dua
partial atau full-thickness defect. Hal ini dapat terjadi macam, yaitu tidak mengenai tepi kelopak mata dan
karena tidak adanya fusi antara contigous tissue, mengenai tepi kelopak mata. Direct closure
adanya kegagalan mesenkim untuk mengisi proses dilakukan pada koloboma yang tidak mengenai tepi
embryogenic, serta akibat nekrosis karena efek kelopak mata. Koloboma yang mengenai tepi
penekanan pada amniotic band syndrome. kelopak mata dibagi menjadi:
Koloboma kelopak mata atas bagian medial
1. Small upper eyelid defect (33%), dilakukan
biasanya adalah kelainan yang tidak disertai
direct closure.
kelainan di tempat lain. Sedangkan koloboma
2. Moderate upper eyelid defect (33-50%),
kelopak mata bagian bawah pada umumnya disertai
dengan memperluas segmen lateral dengan
kelainan sistemik, seperti Treacher Collins
insisi tendon kantus lateralis dan membuat
Syndrome , Goldenhar Syndrome, dan deformitas
semicircular flap.
lakrimal. True coloboma adalah koloboma dimana
1,2,3,4 3. Large upper eyelid defect(>50%), dilakukan
tepi dari kelopak mata tidak terbentuk.
full thicness lower eyelid flap dengan teknik
Penatalaksanaan koloboma kelopak mata
Cutler-beard. (Nunery, 1994)
bertujuan untuk melindungi bola mata dan membuat
IAIALAKSANAKASbS
Bayi usia 2 bulan datang dengan keluhan kedua
mata timbul bercak putih sejak 5 hari sebelum masuk
rumah sakit. Sejak lahir kedua kelopak mata atas
bagian tengah tidak didapatkan. Riwayat persalinan
lahir prematur dengan lowsegment sectio cesarean .
Riwayat keluarga mata kiri ibu penderita tidak
terbentuk. Tajam penglihatan kedua mata kesan
Gombor 1.
positif terhadap cahaya. Pemeriksaan segmen
Buat tanda U pada kelopak mata bawah sebagai tanda lokasi
anterior didapatkan koloboma kedua kelopak mata
atas pada 2/3 bagian medial. Ulkus kornea pada
kedua mata dengan diameter masing-masing 2mm,
tepat pada visual axis. Segmen posterior kedua mata
tidak didapatkan kelainan. Hasil konsultasi dengan
bagian pediatri tidak didapatkan kelainan sistemik
dan kelainan di tempat lain. Diberikan terapi
Levofloxacin tetes mata 4 x 1 tetes sehari kedua mata
dan lubrication 2 x sehari pada kedua mata. Dua
minggu setelah terapi ulkus kornea menghilang dan
insisi. dilakukan rekonstruksi kelopak mata atas dengan
Gombor 2.
teknik Cutter beard, yaitu:
Diseksi konjungtiva kelopak mata bawah untuk menutup defect
1. Buat tanda U pada kelopak mata bawah
sebagai tanda lokasi insisi.
2. Diseksi konjungtiva kelopak mata bawah
untuk menutup defect kelopak mata atas.
3. Dilakukan tarsal replacement, yang biasanya
menggunakan scl era, cart i l age at au
polytetrafluoroethylene graft. Pada penderita
ini tidak dilakukan tarsal replacement.
kelopak mata atas.
4. Flap kelopak mata bawah digunakan untuk
Gombor 3.
menutup defect.
Dilakukan tarsal replacement, yang biasanya menggunakan
sclera, cartilage atau polytetrafluoroethylene graft. Pada penderita
5. Pemotongan bridge flap dilakukan 8 minggu
sesudah operasi. Dilakukan full-thickness
incision pada bridge flap dibawah tepi kelopak
mata bawah.
Dua bul an setel ah operasi di l akukan
pemotongan flap. Didapatkan hasil kelopak mata
atas dapat melindungi bola mata, tidak didapatkan
erosi maupun ulkus kornea dan adanya reflek
berkedip.
ini tidak dilakukan tarsal replacement.
Gombor 4.
Flap kelopak mata bawah digunakan untuk menutup defect.
A8SIkACI
Object|ve: To report the management of bilateral upper eyelid coloboma reconstruction.
Methods: Atwo month old baby with bilateral upper eyelid coloboma and cornea ulcer came to Dr Soetomo
hospital. Upper eyelid coloboma repair was urgent to avoid ocular surface complication. Cuttler-beard procedure
was performed to close the defect
kesu|t: The bridge adjoining the upper and lower lids was separated after eight weeks. There was
lagoftalmos because the upper eyelid was reconstructed without tarsal replacement. The ocular surface
especially the cornea was safe because of having the blink reflex
Conc|us|on: Cuttler-beard procedure was used for upper eyelid defect involving more than 50% and had a
good result
Keywords: Cuttler-beard, eyelid coloboma
1 82
1OI
1urnal Oftalmologi Indonesia
1OI
BILATERALUPPER EYELID COLOBOMA
Bilateral Upper Eyelid Coloboma
D|n| Dhormow|d|or|n|, by|k bnor|, kotno Doem||oh
Bag./SMF lmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSU Dr. Soetomo Surabaya
I S S N . 1 6 9 3 - 2 5 8 7 Jurnal Oftalmologi ndonesia Vol. 5, No. 1, April 2007 : Hal. 82 - 84 83 Jurnal Oftalmologi ndonesia Vol. , No. , 5 1 April 2007
1OI
FEM8AHASAN
Didapatkan ulkus kornea pada kedua mata
akibat adanya bilateral upper eyelid coloboma yang
tidak disertai adanya kelainan sistemik dan kelainan
di tempat lain. Koloboma mengenai tepi kelopak
mata atas dan menyebabkan large upper eyelid
defect (>50%), yang memerlukan penatalaksanaan
segera untuk melindungi kedua kornea dari paparan.
Dilakukan teknik Cutter beard karena adanya defect
Gombor 5.
yang luas.
Pemotongan bridge flap dilakukan 8 minggu sesudah operasi.
Dilakukan full-thickness incision pada bridge flap dibawah tepi
kelopak mata bawah.
DAFIAkFbSIAKA
1. Foster JA, Katowitz JA, 1993. Surgey of The Eyelid, Orbit &
Lacrimal System. San Fransisco: American Academy of
Opthalmology, volume 1, p 105-106.
2. Kanski JJ, 2003. Clincal ophthalmology. Edinburgh:
Butterworth-Thunemann, p 42.
3. Kersten RC et al, 2003.Orbit, Eyelid & Lacrimal System. San
Fransisco: American Academy of Opthalmology, p 153, 185-
187.
4. Nunery WR, 1994. Surgey of The Eyelid, Orbit & Lacrimal
Gombor . System. San Fransisco: American Academy of
Bilateral upper eyelid coloboma Opthalmology, volume 2, p 232-233.
5. Gol dman, 2006. Squamous c el l c ar c i noma.
http://emedicine.com//DERM/topic401.htm. (Accessed on
May 20,2006)
Gombor 7.
Dua minggu setelah potong flap
Gombor 8.
Two weeks after separated the bridge
Bilateral Upper Eyelid Coloboma
84 Jurnal Oftalmologi ndonesia Vol. , No. , 5 1 April 2007

Anda mungkin juga menyukai