Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

ANALISA DAN QUALITY CONTROL



Disusun Oleh :
Nama : Adi Baskara
NIM : 13/15954/TP-STIK
kelompok : VI (enam)
Jurusan : Teknik Pertanian
Acara 1 : Penentuan Kadar Lemak
Co.Ass : Jaka Guhfranaka Pratama
Pembimbing : Ir. Siti Achadiyah, MS


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2014

I. Acara : Penentuan Kadar Lemak
II. Hari/Tanggal : Jumat, 03 Oktober 2014
III. Tujuan Analisa : 1. Untuk dapat melakukan penentuan kadar lemak.
2. Mengenal peralatan analisis kadar lemak.
IV. Dasar Teori
Dalam penebtuan kadar lemak dengan pelarut, akan terikut juga
senyawa-senyawa lain, misalnya fosfolipida, sterol, asam lemak bebas,
karoten dan pigmen lain. Oleh karena itu, hasil analisisnya disebut minyak
kasar (Crude fat) (Anonim, 2014).
Minyak sawit merupakan salah satu kelompok senyawa yang termasuk
golongan lipida. Salah satu cirri khas golongan ini adalah daya larutnya
dalam pelarut organic atau sebaliknya ketidaklarutannya dalam pelarut air.
Berdasarkan struktur kimianya, lemak dapat dibedakan menjadi lemak
jenuh, lemak jenuh tunggal, dan lemak ganda. Sebenarnya masih ada satu
jenis lagi lemak yang dapat dibedakan berdasarkan struktur kimianya, yaitu
lemak trans. Fungsi lemak bagi tubuh antara lain adalah sebagai penyimpan
cadangan makanan, pembentuk dinding sel, dan hormon (Pahan, Iyung,
2007).
Berdasarkan bentuknya, lemak dapat dibedakan menjadi lemak padat
yang berasal dari hewan, dan lemak cair yang berasal dari tumbuh-tumbuhan
atau yang sering juga disebut minyak. Namun, lemak cair atau minyak yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan tersebut dapat diubah menjadi lemak padat
melalui proses hidrogenasi. Karena pentingnya fungsi lemak, maka pada
minyak sawit perlu dipantau kadar lemak yang ada. Karena jika kadar lemak
yang terkandung melebihi dari batas aman, lemak tersebut juga
mengakibatkan penyakit, seperti jantung koroner, atherosclerosis, dan
sebagainya (Ketaren, S, 1986).
Dalam penentuan kadar lemak atau minyak, contoh yang diuji harus
cukup kering dan biasanya digunakan contoh dari bekas penentuan kadar air.
Jika masih basah, selain memperlambat proses ekstraksi, air dapat turun ke

labu suling (labu lemak) sehingga akan mempersulit penentuan berat dari
labu suling (Ketaren, 1986).
Analisa lemak yang umum dilakukan pada bahan makanan dapat
digolongkan dalam 3 kelompok tujuan yaitu : Penantuan kuantitatif atau
penentuan kadar lemak atau minyak yang terdapat dalam bahan. Penentuan
sifat fisis maupun kimiawi yang khas atau mencirikan sifat mminyak tertentu.
Penentuan kualitas minyak (murni) sebagai bahan makanan yang berkaitan
dengan proses ekstraksi. Penentuan tingkat kemurnian minyak ini sangat
berhubungan erat dengan kekuatan daya simpanya, sifat gorengnya, baud an
rasanya. Tolak ukur kualitas minyak ini angka asam lemak bebas, bilangan
peroksida, tingkat ketengikan dan kadar air (Pahan, Iyung, 2007).
Beberapa bahan pelarut yang sering digunakan dalam ekstraksi lemak
adalah ethil ether dan petrolium ether. Dua pelarut tersebut sering digunakan
karena harganya relatif lebih murah, kurang berbahaya terhadap resiko
kebakaran dan ledakan, dan lebih selektif untuk lipida non polar (Anonim,
2014).





V. Alat Dan Bahan
A. Alat :
1. Alat distilasi Soxhlet = 1 Unit
2. Tabung ekstraksi soxhlet = 1 Unit
3. Botol timbang = 1 Buah
4. Penangas air = 1 Buah
5. Timbangan analit = 1 Buah
6. Oven = 1 Buah
7. Erlenmeyer = 1 Buah
B. Bahan :
1. Mesocarp buah sawit = 2 gr
2. Kernel = 2 gr



VI. Cara Kerja
A. Teoritis
1. Menimbang dengan teliti 2 gr bahan yang telah dihaluskan (sebaiknya
yang kering dan lewat 40 mesh).
2. Memasukkan ke dalam tabung ekstraksi soxhlet dengan pelarut
petroleum ether dalam timble.
3. Mengalirkan air pendingin melalui kondensor.
4. Memasang tabung ekstraksi pada alat distilasi soxhlet dengan pelarut
petroleum ether secukupnya selama 4 jam. Setelah residu dalam tabung
ekstraksi diaduk, ekstraksi dilanjutkan lagi selama 2 jam dengan pelarut
yang sama.
5. Memindahkan petroleum ether yang telah mengandung ekstrak lemak
dan minyak ke dalam botol timbang yang bersih dan diketahui beratnya
kemudian diuapkan dengan penangas air sampai agak pekat. Teruskan
pengeringan dalam oven 100 C sampai berat konstan.
6. Menyatakan berat residu dalam botol timbang sebagai berat lemak
minyak.

B. Skematis
No Instruksi Keterangan/gambar
1 Ditimbang dengan teliti 2 gram
bahan yang telah dihaluskan
(sebaiknya yang kering dan
lewat 40 mesh).


2 Dimasukkan ke dalam tabung
ekstraksi soxhlet dengan pelarut
petroleum ether dalam timble.


3 Dialirkan air pendingin melalui
kondensor dan dipasang tabung
ekstraksi pada alat distilasi
soxhlet dengan pelarut
petroleum ether secukupnya
selama 4 jam. Setelah residu
dalam tabung ekstraksi diaduk,
ekstraksi dilanjutkan lagi
selama 2 jam dengan pelarut
yang sama.


4 Dipindahkan petroleum ether
yang telah mengandung ekstrak
lemak dan minyak ke dalam
botol timbang yang bersih dan
diketahui beratnya kemudian
diuapkan dengan penangas air
sampai agak pekat. Teruskan
pengeringan dalam oven 100C
sampai berat konstan.












VII. Hasil Pengamatan
Data pengamatan
Bahan Berat
bahan (gr)
Berat botol timbang (gr) Berat minyak
(gr)
Kadar
lemak % Kosong Berisi ekstrak lemak
Mesocarp 1,474 37,57 37,78 0,22 14,9253
Kernel 1,0985 34,8248 34,8755 0,0507 4,6193
Perhitungan
Rumus :
Kadar minyak = berat residu minyak dalam botol timbang
berat bahan awal
Kadar minyak mesocarp = (0,22/1,474) 100 % = 14,9253 %
Kadar minyak kernel = (0,0507/1,0985) 100 % = 4,6153 %








100 %

VIII. Pembahasan
Praktikum kali ini membahas mengen penentuan kadar lemak dalam
mesocarp dan kernel. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk dapat
melakukan penentuan kadar lemak dan mengenal peralatan analisis kadar
lemak. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adlah alat distilasi
soxlet, tabung ekstraksi soxlet, botol timbang. Penangas air, timbangan
analit, oven, dan erlenmeyer. Bahan yang akan diuji atau dianalisa dalam
praktikum ini adalah mesocarp dan kernel.
Pada praktikum kali ini penentuan kadar lemak pada sample dapat
dialkuakn dengan cara destilasi dan kondensasi. Dimana minyak yang
terdapat dalam mesocarp dan kernel di ekstraksi dengan menggunakan
pelarut atau solven sehingga minyak akan terpisah dan kadar minyak
didalam mesocarp serta kernel dapat dihitung. Metode pengujian kadar
lemak dalam praktikum ini adalah metode soxhlet.
Langkah pertama yag dilakukan dalam praktikum ini adalah
menyiapkan bahan atau sample yang akan diuji. Sample atau bahan diambil
dari bahan baku pabrik kelapa sawit yaitu brindolan. Bronolan diiris
kemudian dipisahkan antara mesocarp dan cangkang yang terdapat dalam
brondolan. Setelah mesocarp dan cangkang dipisah maka cankang dipecah
untuk mengambil kernel, karna sample yang dibutuhkan dalam praktikum
ini adalah lemak yang terdapat didalam kernel. Untuk mesocarpnya diiris
menjadi halus seperti serabut atau fiber sebaiknya sekitar ukuran 40 mesh.
Setelah bahan atau sample siap maka langkah selanjutnya adalah
menimbang sample. Masing-masing sample ditimbang dengan ketelitian 2
gram. Dalam praktikum ini berat sample yang kami gunakan adalah untuk
mesocarp sebesar 1,474 gram dan untuk kernel sebesar 1,0985 gram.
Setelah sample ditimbang maka langkah selanjutnya adalah memasukan
sample kedalam tabung ekstraksi soxhlet dalam timble. Kemudian alirkan
pendingin melalui kondensor.
Pasangkan tabung ekstraksi pada alat distilasi soxhlet dengan pelarut
petrolium ether atau n-hexane secukupnya selama 4 jam. Setelah tabung

residu dalam tabung ekstraksi diaduk, ekstraksi dilanjutkan lagi selama 2
jam dengan pelarut yang sama. Petrolium ether yang telah mengandung
ekstrak lemak dan minyak dipindahkan kedalam botol timbang yang bersih
dan diketahui beratnya kemudian diuapkan dengan penangas air sampai
agak pekat. Teruskan pengeringan di dalam oven 100 C sampai berat
konstan. Berat residu dalam botol timbang dinyatakan sebagai berat lemak
dan minyak.
Dari praktikum yang kami lakukan kami memperoleh data-data
pengamatan sebagai berikut, untuk berat botol kosong mesocarp adalah
37,57 gram sedangkan berat botol timbang kosong kernel sebesar 34,8248
gram. Kemudian setelah diisi ekstraksi minyak dan lemak berat botol
timbang mesocarp menjadi 37,78 gram dan kernel sebesar 34,8755 gram.
Kemudian hasil dari berat botol kosong dengan berat botol kosong ditambah
lemak yang diekstraksi maka dapat diperoleh berat minyak yang terkandung
adalah untuk mesocarp sebesar 0,22 gram dan untuk kernel sebesar 0,0507
gram. Dan hasil untuk kadar lemak mesocarp adalah 14,9253 % dan kernel
alah 4,6193 %.



IX. Kesimpulan
Dari praktikum yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Minyak sawit merupakan salah satu kelompok senyawa yang termasuk
golongan lipida
2. Berdasarkan struktur kimianya, lemak dapat dibedakan menjadi lemak
jenuh, lemak jenuh tunggal, dan lemak ganda.
3. Dalam penentuan kadar lemak atau minyak, contoh yang diuji harus
cukup kering dan biasanya digunakan contoh dari bekas penentuan kadar
air.
4. Berat minyak yang terkandung adalah untuk mesocarp sebesar 0,22 gram
dan untuk kernel sebesar 0,0507 gram.
5. Hasil untuk kadar lemak mesocarp adalah 14,9253 % dan kernel alah
4,6193 %.


Daftar Pustaka
Anonim, 2014. penunjuk Praktikum analisa dan quality control. Yogyakarta:
Institut Pertanian Stiper.
Ketaren, S, 1986. Minyak dan Lemak Pangan. Universitas Indonesia, Jakarta.
Pahan, Iyung, 2007. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya, Bogor




Mengetahui,
Co. Ass




(Jaka Guhfranaka Pratama)
Yogyakarta, 03 Oktober 2014

Praktikan




(Adi Baskara)

Anda mungkin juga menyukai