Anda di halaman 1dari 11

Oxidation Ditch

Oxidation ditch adalah salah satu proses lumpur aktif, akan tetapi bentuk tangki
aerasinya oval seperti gambar 7 dan limbah cair dan lumpur aktif memutar dalam
tangki tersebut dengan surface aerator atau mixer/aerator yang lain.
Dalamnya oxidation ditch 1 3 m dan lebar (satu jalur) nya 2 6 m. Seperti extended
aeration proses, oxidation ditch juga dioperasikan dengan BOD loading yang rendah,
maka menghasilkan excess sludge lebih sedikit dari proses lumpur aktif. Proses ini
bisa dioperasikan dalam kondisi stabil dan bertahan fluktuasi loading dan juga
fluktuasi temperatur.
Karena tergantung pada posisi dalam ditch konsentrasi DO (Dissolved Oxygen,
Oksigen terlarut) berbeda, sehingga bisa mengadakan tidak hanya reaksi aerobik,
akan tetapi reaksi anaerobik,maka bisa menghilangkan nitrogen sampai derajat
tertentu.


Sistem lumpur aktif termasuk salah satu jenis pengolahan biologis, dimana
mikroorganismenya berada dalam pertumbuhan tersuspensi. Proses ini bersifat
aerobic, artinya membutuhkan oksigen untuk reaksi biologisnya. Kebutuhan oksigen
dapat dipenuhi dengan cara mengalirkan udara atau oksigen murni ke dalam reactor
biologis, sehingga cairan reactor (mixer liquor) dapat melarutkan oksigen lebih besar
dari 2,0 mg/l. Jumlah ini merupakan kebutuhan minimum yang diperllukan oleh
mikroba di dalam lumpur aktif.
Di dalam system biologis ini, mikroorganisme hidup dan tumbuh secara
koloni. Koloni ini berupa gumpalan-gumpalan kecil (flocks) yang merupakan padatan
mudah terendapkan. Dalam keadaan tersuspensi koloni ini menyerupai lumpur
sehingga disebut lumpur aktif (activated sludge). Tambahan kata aktif diberikan
karena selain mereduksi substrat (buangan), juga mempunyai permukaan yang dapat
menyerap substrat secara aktif.

Sistem oksidasi parit terdiri dari bak aerasi berupa parit atau saluran yang
berbentuk oval yang dilengkapi dengan satu atau lebih rotor rotasi untuk aerasi
limbah. Saluran atau parit tersebut menerima limbah yang telah disaring dan
mempunyai waktu tinggal hidraulik (hydraulic retention time) mendekati 24 jam.
Proses ini umumnya digunakan untuk pengolahan air limbah domestik untuk
komunitas relative kecil dan memerlukan luas lahan yang cukup besar. Diagram
proses pengolahan air limbah dengan system Oxidation Ditch dan criteria
perencanaan ditunjukkan seperti pada gambar 1




Removal Ability Oxidation :
1.Rasio BOD dan BOD removal = 85 % -90%
2.Rasio removal SS = 80% -90%
3.Rasio removal Nitrogen = 70%
4.Rasio sludge generated sekitar 75 % dari BOD atau SS removal

Pertimbangan Desain Oxidation Ditch
1.Letak aerator = pada kedalaman 1,0 1,3 m
2.Udara dari atmosfer menggunakan tekanan negatif dalam air untuk memutar screw
3.Kecepatan rata-rata dalam saluran minimum = 0,3 m/detik untuk menjaga
terjadinya
pengebndapan dalam aerasi
4.Dilakukan resirkulasi u/ menjaga kons.MLSS dalam bak aerasi
5.Konsentrasi lumpur dalam bak aerasi = 3000 6000 mg/L
6.Rasio F/M = 0,03 0,15 kg BOD / hr / Kg VSS
Kelebihan :
Biaya rendah karena maintenance sederhana
Effluent stabil
Efisiensi removal BOD/COD tinggi ( 9-95%)
Efisiensi removal BOD / COD tinggi (90 95%)
Operasional sederhana
Pengolahan sludge lebih sederhana karena sludge yangdihasilkan relatif
sedikit & stabil
Maintenance sederhana
Memungkinkan terjadinya proses Nitrifikasi & denitrifikasi

Kekurangan :
Umumnya digunakan untuk pengolahan limbah skala kecil
Memerlukan area luas ( dimensi saluran besar, kedalaman kecil )
Rotor sebagai penyuplai Oksigen harus dibersihkan secara periodik
Masih mengandung zat padat tersuspensi yang tinggi dari adanya algae (100
200mg/l).
Efisiensi tidak stabil (menurun pada malam hari) karena proses photosyntesa
terhenti.

Kriteria Desain Oxidation Ditch :
Letak aerator = pada kedalaman 1,0 1,3 m
Udara dari atmosfer menggunakan tekanan negatif dalam air untuk memutar
screw
Kecepatan rata-rata dalam saluran minimum = 0,3 m / detik untuk menjaga
terjadinya pengendapan dalam aerasi
Dilakukan resirkulasi untuk menjaga konsentrasi MLSS dalam bak aerasi
Konsentrasi lumpur dalam bak aerasi = 3000 6000 mg/L
Rasio F/M = 0,03 0,15 kg BOD / hr / Kg VSS
Perencanaan rotor meliputi ; diameter rotor, panjang rotor, jumlah & tenaga
penggerak / motor
Kebutuhan Oksigen = Kapasitas Oksigen x beban BOD
Panjang rotor yang diperlukan = Kebutuhan O
2
dalam bak dibagi dengan
kapasitas oksigenasi rotor



11

12 A-surface = Q tiap bak / Vs = 8,09 m2
13 Panjang bak = A surface / lebar = 18 m
14 Check Vs = Q tiap bak / (pjg * lbr) = 1,2 m/min OK
15 Lahan yang diperlukan GC
total
= Pjg * Lbr * Jml bak = 16,17 m2

IV. BAK PENGENDAP I
1 Jumlah BP I = 2 bak
2 Debit rencana = Q peak = 360 l/det = 0,360 m3/det
3 Debit masing-masing bak = Q peak / jml bak = 0,180 m3/det
4 Waktu detensi = 2 jam (1,5 - 2,5) jam
5 Overflow Rates (OFR) = 2500 gal/sqft.d (2000-3000)
= 101,75 m3/m2.hari
6 Volume tiap Bak = Q tiap bak * td = 1116,00 m
3

7 Asurface = Q tiap bak / OFR = 131,62 m2
8 Dimensi bak:
Bila BP I Persegipanjang
a. Tinggi BP I = Volume / A surface = 8,48 m
b. Panjang : Lebar = 2
c. Lebar BP I = SQRT (A surface / 2) = 8,11 m
d. Panjang BP I = 2 * lebar BP I = 16,22 m
Bila BP I Lingkaran
a. Tinggi BP I (ditetapkan) = 4,00 m (3 - 4,5) m
b. Diameter BP I = =SQRT(4*A surface/3,14) = 9,16 m (12-25)m
c. Volume BP I (lingkaran) = 0,25*3,14*(D^2)*tinggi = 263,23 m
3

d. Check td = Volume ./ Q tiap bak = 0,47 jam not OK
Maka digunakan sistem BP I yang persegi panjang.

9 Check OFR = Q bak/(l*p)*86400/0,0407 = 2500 gal/sqft.d OK
10 Luas lahan utk BP I
(Persegi)
= Lbr * pjg * jml bak = 263,23 m2

V. Oxidation Ditches (OD)
1 Jumlah OD = 2 bak
2 Debit rencana (Qmaks) = Q maks = 310 l/det = 0,310 m3/det
3 Debit masing-masing bak = Q maks / jml bak = 0,155 m3/det
4 Waktu detensi = 20 jam (18 - 48) jam
5 Volumetric loading (OL) = 0,2 kgBOD/m
3
.h (0,1 - 0,6) kgBOD/m
3
6
.h
Beban organik per OD
(BODM)
= 0,6*b BOD max/jml OD = 2332,80 kgBOD/h
7 Volume reaktor = Q tiap bak * td = 12960 m
3

8 Check volumetric loading = BOD M * Vol reaktor = 0,18 OK
9 Volume reaktor = BOD M / OL = 11664 m
3

10 Check waktu detensi = Vol reaktor / Q tiap bak = 18 jam
11 Dimensi OD:
Bak OD berbentuk
trapesium

a. Kedalaman OD = 1,75 m
b. Lebar dasar OD (Ld) = 10 m
c. Lebar atas OD (La) = 15 m
d. Across OD = 0,5 * (Ld+La) * ked = 21,88 m2
d. Panjang OD (stretch-out) = Vol reaktor / A cross OD = 592,46 m
12 Luas lahan total untuk OD = La * pjg OD * jml OD = 17773,71 m2