Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN ANAK


MASTOIDITIS
(INFEKSI TELINGA)
Oleh:
NURUL HUMAYRA
1341312040
PROGRAM PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIERSITAS ANDALAS
2014
MASTOIDITIS
A. PENGERTIAN
Mastoiditis adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu infeksi pada
telinga tengah, jika tak diobati dapat tejadi osteomielitis. Mastoiditis adalah segala
poses peadangan pada sel! sel mastoid yang teletak pada tulang tempoal. Mastoiditis
adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu infeksi pada telinga tengah, jika
tak diobati dapat tejadi osteomielitis." #unne dan $uddath, %&&&'.
Mastoiditis konis adalah suatu infeksi baktei pada posesus mastoideus "tulang
yang menonjol dibelakang telinga'yang belangsung (ukup lama. Mastoiditis maupakan
peadangan konik yang mengenai ongga mastoid dan komplikasi dai otitis media
konis. )apisan epitel dai telinga tengah adalah sambungan dai lapisan epitel sel!sel
mastoid udaa yang melekat ditulang tempoal.
Mastoiditis meupakan peadangan tulang mastoid, biasanya beasal dai ka*um
timpani. Peluasan infeksi telinga bagian tengah yang beulang ulang dapat
menyebabkan timbulnya peubahan pada mastoid beupa penebalan mukosa dan
tekumpulnya eksudat. )ama kelamaan tejadi peadangan tulang "osteitis' dan
pengumpulan eksudat+nanah yang makin banyak,yang akhinya men(ai jalan kelua.
,aeah yang lemah biasanya teletak di belakang telinga, menyebabkan abses
supeiosteum.
#. ETI-)-GI
Mastoiditis tejadi kaena Streptococcus hemoliti(us + pneumococcus. $elain
itu kuang dalam menjaga kebesihan pada telinga sepeti masuknya ai ke dalam telinga
seta baktei yang masuk dan besaang yang dapat menyebabkan infeksi. Menyebanya
infeksi dai telinga bagian tengah, infeksi dan nanah mengumpul di sel!sel udaa mastoid
Penyebab lain dai Mastoiditis antaa lain.
/. Tejadi %!0 minggu setelah otitis media akut
%. 1lien imunosupesi atau oang yang menelantakan otitis media akut yang
dideitanya. #ekaitan dengan *iulensi dai oganisme penyebab otitis media akut
yaitu streptococcus pnemonieae.
0. #aktei lain yang seing ditemukan adalah adalah branhamella catarrhalis,
streptococcus goup!A dan staphylococcus aureus ,streptococcus aureus. #aktei yang
biasanya mun(ul pada pendeita mastoiditis anak!anak adalah streptococcus
pnemonieae.
2. 1)A$I3I1A$I
1lasifikasi dai mastoiditis antaa lain.
/. Akut mastoiditis, biasa tejadi pada anak!anak, sebagai komplikasi dai otitis media
akut suppuati*e.
%. 1onik mastoiditis, biasanya bekaitan dengan (holesteatome dan penyakit telinga
konis.
0. In(ipient mastoiditis, inflamasi yang tejadi akibat langsung di bagian mastoid.
4. 2oales(ent mastoiditis, inflamasi yang tejadi akibat komplikasi dai infeksi di ogan
tubuh yang lain.
,. PAT-3I$I-)-GI
Penyakit mastoiditis pada umumnya dia5ali dengan otitis media yang tidak
ditangani dengan baik. #iasanya otitis tejadi %!0 minggu setelah otitis media akut
infeksi dan nanah menggumpal disel!sel udaa mastoid.
Mastoiditis konik dapat mengakibatkan pembentukan kolesteatoma yang
meupakan petumbuhan kulit ke dalam "epitelskuamosa' dai lapisan lua memban
timpani ke tengah. 1ulit dai memban timpani lateal membentuk kantung lua yang
akan beisi kulit yang telah usak dan baha sebaseu. 1antung dapat melekat kestuktu
telinga tengah dan mastoid. #ila tidak ditangani, kolesteatoma dapat tumbuh teus dan
menyebabkan paalisis ne*us fasialis. 1ehilangan pendengaan sensoi neual dan atau
gangguan keseimbangan "akibat eusi telinga dalam' dan abses otak .
Mastoiditis tejadi sebagai lanjutan dai otitis media supuatik konik,
peadangan dai ongga telinga tengah menjala ke tulang mastoid melalui saluan aditus
adantum. Mastoiditis dibagi menjadi % ma(am, yaitu bentuk jinak "benigna' dan bentuk
ganas "maligna'. Pada bentuk maligna peadangan belanjut ke dalam tulang
tengkoak "intakanial' sehingga dapat tejadi meningitis, absissubdual, abses otak,
tomboflebitis sinus, latealis, seta mungkin juga tejadi hidosefalus.
Mastoiditis dapat tejadi pada pasien!pasien imunosupesi atau meeka yang
menelantakan otitis media akut yang dideitanya. Penyakit ini bekaitan dengan
*iulensi dai oganisme penyebab. -ganisme penyebab yang la6im adalah sama
dengan penyebab otitis media akut yaitu streptococcus hemlytiens, pneumococcus,
sthapilococcus aureus lalbus, streptococcusviridans. #aktei ini menyeang telinga
bagian lua kemudian menjala ke (a*um tympani. 2a*um tympani mengalami
peadangan. Eksudat mulai teakumulasi. 1emudian infeksi menjala ke tulang mastoid,
mastoid menjadi meadang. Peadangan mastoid ini bisa menjadi 4 ma(am yaitu jenis I
yaitu mastoiditis disetai nanah dan jaingan ganulasi, jenis II mastoiditis dan
kolesteatom, mastoiditis (ampuan "(ampuan jenis / dan %', Mastoiditis yang skleotik .
#ila mastoiditis ini teus belanjut maka akumulasi eksudat dan nanah semakin
meningkat, kemudian dapat menimbulkan edema dan ulseasi dibebeapa tempat. Akibat
selanjutnya eksudat dan nanah menekan pembuluh daah dan penekanan ini
menyebabkan nekosis dan ganulasi uang abses. Tulang bagian dalam juga bisa
mengalami peadangan "osteitis'. Peningkatan akumulasi eksudat di telinga bagian
dalam. Eksudat be(ampu nanah men(oba men(ai jalan kelua. 1omplikasi selanjutnya
abses subpeiosteum.
E. MANI3E$TA$I 1)INI$
Adapun manifestasi dai penyakit mastoiditis antaa lain.
/. Rasa nyei biasanya diasakan dibagian belakang telinga dan diasakan lebih paah
pada malam hai, tetapi hal ini sulit didapatkan pada pasien!pasien yang masih bayi
dan belum dapat bekomunikasi. 7ilangnya pendengaan dapat timbul atau tidak
begantung pada besanya kompleks mastoid akibat infeksi.
%. Gejala dai keluhan penyakit didapatkan keluanya (aian dai dalam telinga yang
selama lebih dai tiga minggu, hal ini menandakan bah5a pada infeksi telinga
tengah sudah melibatkan ogan mastoid.
0. ,emam biasanya hilang dan timbul, hal ini disebabkan infeksi telinga tengah
sebelumnya dan pembeian antibiotik pada a5al!a5al pejalanan penyakit. 8ika
demam tetap diasakan setelah pembeian antibiotik maka ke(uigaan pada infeksi
mastoid lebih besa.
4. Nyei (endeung menetap dan bedenyut, teletak di sekita dan di dalam telinga,
dan mengalami nyei tekan pada mastoid.
M!"#$%&%#%" K$!le"e'" A()#
Pada kasus mastoiditis yang tidak teobati, tedapat demam, nyei, dan
gangguan pendengaan menyetai ottitis media akut. Membana timpani menonjol
kelua9 dinding posteio kanalis menggantung, pembengkakakn postauikula mendoong
pinna kelua dan kedepan, dan nyei tekan mastoid teutama di posteio dan sedikit
diatas liang telinga "segitiga Ma(e5en'. Pemeiksaan adiologis pada mastoiditis
koalesens menunjukkan adanya opasifikasi sel!sel udaa mastoid oleh (aian dan
hilangnya tabekulasi nomal dai sel!sel tesebut. 7ilangnya kontu dai masing!masing
sel, membedakannya dengan hasil adiologis otitis media seosa dimana kontu sel tetap
utuh.
Mastoiditis dapat tejadi pada pasien imunosupesi atau pendeita yang tidak
mengobati otitis media akut yang dideitanya.Penyakit ini bekaitan dengan *iulensi dai
oganisme penyebab. -ganisme yang la6im menyebabkan mastoiditis sama halnya
dengan penyebab otitis media akut.
Penatalaksanaan a5al beupa miingotomi yang (ukup leba, biakan dan
antibiotik yang sesuai dibeikan se(aa inta*ena. #ila gambaan adiologis menunjukkan
hilangnya pola tabekule atau adanya pogesi penyakit, haus dilakukan mastoidektomi
lengkap dengan segea untuk men(egah komplikasi seius sepeti petositis, labiintitis,
meningitis dan abses otak.
Infeksi 1onik Pada Telinga Tengah dan Mastoid
1aena telinga tengah behubungan dengan mastoid, maka otitis media konik
seingkali disetai dengan mastoiditis konik. 1edua peadangan ini dapat dianggap aktif
dan inaktif.
3. 1-MP)I1A$I
1omplikasi yang tejadi bila mastoiditis tidak ditangani dengan baik adalah
/. Petositis yaitu infeksi pada tulang disekita tulang telinga tengah pefoasi gendang
telinga dengan (aian yang teus meneus kelua.
%. )abyintitis yaitu peadangan labyint ini dapat disetai dengan kehilangan
pendengaan atau *etigo disebut juga otitis imtema.
0. Meningitis yaitu peadangan meningen "agdang memban pelindung sistem saaf'
biasanya penyakit ini dapat disebabkan oleh mikooganisme.
4. Abses otak yaitu kumpulan nanah setempat yang tekumpul dalam jaingan otak.
#ebeapa komplikasi dapat timbul bila bahan yang teinfeksi belum dibuang
semuanya atau ketika ada kontaminasi dai stuktu+bagian lain dilua mastoid dan telinga
tengah. 1omplikasi mastoiditis meliputi keusakan di abdu(ens dan syaaf!syaaf kanial
5ajah "syaaf!syaaf kanial :I dan :II', menuunnya kemampuan klien untuk melihat
ke aah samping+lateal "syaaf kanial :I' dan menyebabkan mulut men(ong, seolah!
olah ke samping "syaaf kanial :II'. 1omplikasi!komplikasi lain meliputi *etigo,
meningitis, abses otak, otitis media puulen yang konis dan luka infeksi.
G. PENATA)A1$ANAAN
Penatalaksanaan Medis
/. Teapi
7aus segea dilakukan, dan pembeian antibiotik se(aa I: dan pe oal dalam dosis
besa, kaena oganisme penyebabnya mungkin Streptococcus !hemoliti(us atau
Pneumococcus. H .influenza. Tetapi haus juga sesuai dengan hasil test kultu dan
hasil esistensi.
%. Pembedahan
Tindakan pembedahan untuk membuang jaingan yang teinfeksi dipelukan jika
tidak ada espon tehadap pengobatan antibiotik selama bebeapa hai.
Mastoidektomy adikal+total yang sedehana atau yang dimodifikasi dengan
tympanoplasty dilaksanakan untuk memu!lihkan ossi(les dan memban timpani
sebagai suatu usaha untuk memulihkan pendengaan. $eluuh jaingan yang
teinfeksi haus dibuang sehingga infeksi tidak menyeba ke bagian yang lain.
a. Mastoidektomi
/' Mastoidektomi $edehana
Masteidoktomi sedehana adalah tindakan membuka kotek mastoid dai aah
pemukaan luanya, membuang jaingan patologis sepeti pembusukan tulang
atau jaingan lunak, menemukan antum dan membuka aditus ad!antum bila
tesumbat. Masteidoktomi simple yang lengkap haus membuang seluuh sel!sel
mastoid temasuk yang di sudut sinodua, sel mastoid di tegmen mastoid, dan
sampai seluuh sel!sel mastoid di mastoid tip. Pada mastoidektomi simple untuk
-M$1, jaang sekali dibutuhkan mastoidektomi simple lengkap, (ukup hanya
membuang jaingan patologik dan membuka aditus ad antum bila tesumbat,
sedangkan sel pneumatisasi mastoid yang masih utuh tidak pelu dibuang.
Mastoidektomi dibedakan menjadi .
a' -peasi pada jaingan lunak
-peasi pada jaingan lunak tegantung pendekatan yang akan dipakai, apakah
enaual atau etoatikule.
b' -peasi pada bagian tulang
Mastoidektomi simple adalah tindakan membuang seluuh sel!sel mastoid dengan
tetap mempeetahankan keutuhan tulang dinding belakang liang telinga.
%' Mastoidektomi $upefisial
Patokan pada tahap ini adalah dinding belakang liang telinga, linea tempoalis,
spina 7enle, segitiga M(.E5en, posesus mastoid.pada tahap ini mata bo yang
dipakai adalah mata bo yang paling besa. $ebelum pengeboan, pemukaan
tulang diiigasi lebih dahulu aga sebuk tulang tidak betebangan. Iigasi juga
beguna untuk meedam panas yang ditimbulkan gesekan mata bo dengan
tulang.
0' Mastoidektomi dalam
- Antum mastoid adalah uang di ongga mastoid yang haus dituju pada setiap
mastoidektomi kaena uangan ini behubungan langsung dengan aditus ad
antum yang menghubungkan ongga mastoid dengan ka*um timpani. ,engan
melanjutkan pengeboan langsung di belakang liang telinga dengan menjaga
dinding liang telinga tetap utuh tetapi tipis, juga dengan melakukan
pengeboan di ongga mastoid betepatan dengan tegmen mastoid, maka di
sebelah dalam segitiga imajine M(.E5en akan ditemukan antum mastoid.
- Aditus ad Antum dapat ditemukan dengan menyusui bagian anteio!supeio
petemuan dinding belakang liang telinga dengan tegmen mastoid.
- 3osa Indikus paling mudah di(apai dengan mengebo bagian tulang posesus
6igomatikus yang menutupi antum.
4' Mastoidektomi Radikal dan Timpanoplasti dinding untuh
Timpanoplasti dinding untuh "(anal 5all do5n tympanoplasty, modified adi(al
mastoide(tomy, open method tympanoplasty' adalah modifikasi dai
mastoidektomi adilkal. Mastoidektomi adikal yang klasik adalah tindakan
membuang seluuh sel!sel mastoid di ongga mastoid, meuntuhkan dinding
belakang liang telinga, pembesihan seluuh sel mastoid yang mempunyai
dainage ke ka*um timpani, yaitu pembesihan total sel!sel mastoid di sudut sino!
dua, di daeah segitiga Tautman. Mukosa ka*um timpani juga dibuang
seluuhnya, muaa tuba eusta(hius ditutup dengan tandu jaingan lunak. Maksud
tindakan ini adalah untuk membuang seluuh jaingan patologis dan
meninggalkan ka*itas opeasi yang keing. Mukosa sel!sel mastoid atau ka*um
timpani yang tetinggal akan meninggalkan ka*itas opeasi yang basah yang
entan tehadap peadangan.
Pada timpanoplasti dinding untuh, sepeti pada mastoidektomi adikal, maka
diusahakan pembesihan total sel!sel mastoid. #edanya adalah mukosa ka*um
timpani dan sisa tulang!tulang pendengaan dipetahankan setelah poses
patologis dibesihkan sebesih!besihnya. Tuba eusta(hius tetap dipetahankan,
bahkan dibesihkan aga tebuka bila tetutup jaingan patologis. 1emudian
ka*itas opeasi ditutup dengan fasila m.tempoalis baik beupa tandu "fee fas(ia
gaft' ataupun sebagai jabi fasia m.tempoalis. ,ilakukan juga ekonstuksi
tulang!tulang pendengaan.
Pemeiksaan Penunjang
/. )aboatoium
$pesimen dai sel mastoid dipeoleh selama opeasi dan myingotomy (aian, bila
dipeoleh, haus dikiim untuk budaya untuk kedua baktei aeobik dan anaeobi(,
Gam staining, dan asam!(epat staining.8ika selaput anak telinga yang sudah
belubang, kanal ekstenal dapat dibesihkan, dan (ontoh yang sega dainase (aian
diambil. Pea5atan haus diambil untuk mendapatkan (aian dai telinga dan bukan
ekstenal kanal. #udaya dan kelemahan dai pengujian isolates dapat membantu
memodifikasi teapi antibiotik empiis a5al. 7asil bena budaya dikumpulkan untuk
kedua aeobik dan anaeobi( baktei panduan yang pasti haus pilihan teapi.
a. Gam noda yang dapat (ontoh a5alnya panduan empiis antimi(obial theapy.
b. ,aah budaya haus dipeoleh.
(. ,asa yang 2#2 (ount dan sedimentasi menilai ditentukan kemudian untuk
menge*aluasi keefektifan dai teapi.
d. Mempeoleh (aian tulang belakang untuk e*aluasi jika inta(anial pepanjangan
poses diduga.
%. 2T $(an dan MRI
;ang sensitif dai 2T di mastoiditis akut adalah <=!/&&>. Anda mungkin telalu
sensitif kaena setiap A-M memiliki komponen adang mastoid. $egea 2T s(an
inta(anial kapanpun dipelukan adalah pepanjangan atau komplikasi yang
di(uigai. #ukti yang digambakan oleh mastoiditis Tampilan kekabuan atau
keusakan yang mastoid gais besa dan penuunan atau hilangnya ketajaman dai sel
udaa mastoid betulang septa. ,alam kasus di mana 2T s(an menunjukkan
kesuaman dai udaa sel, yang te(hnetium!?? bone s(an adalah membantu dalam
mendeteksi osteolyti( peubahan.
Plain adiogaphy yang diandalkan, dan hasil temuan gejala klinis ketinggalan di
belakang. ,i daeah!daeah di dunia di mana 2T s(an tidak segea tesedia, plain
adiogaphy dai mastoids mengungkapkan (louding udaa dai sel!sel dengan
keusakan tulang di A$M. ,alam sebagian besa kasus, adiogaphy men(ukupi
untuk membuat diagnosis tetapi tidak sensitif dalam diffeentiating tahapan dai
penyakit dan gagal mengungkapkan ape@ kaku dalam setiap detail besa.
Temuan beikut ini digunakan untuk membedakan A-M dan + atau tanpa osteitis
akut mastoiditis konis dan mastoiditis akut .
a. 2louding atau kekabuan dai sel udaa mastoid dan telinga tengah dapat hadi.
7al ini disebabkan oleh kobaan pembengkakan dai mu(osa dan dikumpulkan
(aian.
b. 7ilangnya ketajaman atau *isibilitas mastoid dinding sel kaena demineali6ation,
atophia, atau kebekuan dai betulang septa
(. 1ekabuan mastoid atau distosi dai gais besa, mungkin dengan (a(at telihat
dai tegmen atau mastoid bo6onty
d. Peningkatan bidang fomasi abs(ess
e. 1etinggian dai peiosteum dai poses mastoid atau lekuk bokong behubung
dgn tengkoak
f. -steoblasti( akti*itas di mastoiditis konis
g. MRI lebih seing digunakan pada pasien dengan gejala klinis atau 2T temuan
yang benada inta(anial komplikasi. Namun, MRI tidak se(aa utin digunakan
untuk menge*aluasi mastoid.
h. MRI adalah standad untuk e*aluasi menyebelah lunak jaingan, khususnya
stuktu inta(anial, untuk mendeteksi dan eksta!aksial (aian koleksi dan
*as(ula yang tekait masalah.
i. MRI adalah membantu dalam peen(anaan bedah pea5atan efektif.
0. Tympano(entesis dan myingotomy Myingotomy mungkin a5alnya dilakukan,
diikuti dengan teapi antibiotik.
4. 2ultuing tengah!(aian telinga sebelum antimi(obial theapy adalah kehausan.
Meskipun penggunaan mikoskop opeasi yang dian(ang se(aa khusus dan sedotan
peangkap memfasilitasi sampel dai bagian tengah telinga, sebuah otos(ope, jaum
tulang belakang, dan jaum suntik yang sama!sama membantu.
A. 1anal yang mensteilkan dengan antiseptik. ,engan anak tekendali, aspiate (aian
dai anteio setengah dai selaput anak telinga.
B. Melakukan lumba menusuk tulang belakang dan kean jika inta(anial
pepanjangan dai infeksi diduga.
a. Pemeiksaan ,aah
b. 3oto Mastoid
(. 1ultu #aktei Telinga
d. MRI dan 2T $(an untuk mengetahui peubahan pada sel udaa mastoid
e. Radiologi
f. Tympano(intesis C myingotomi
A$D7AN 1EPERAEATAN
A. Pengkajian kepea5atan
pengkajian yang dilakukan antaa lain.
/. 1eluhan utama
1lien mengatakan nyei pada telinga bagian belakang dengan sekala nyei B
%. Ri5ayat kesehatan sekaang
#iasanya dia5ali adanya otitis media akut setelah %!0 minggu tanpa penanganan
yang baik nanah dan infeksi menyeba ke sel udaa mastoid. ,apat mun(ul atau
kelua (aian yang bebau dai telinga, timbul nyei di telinga dan demam hilang
timbul.
0. Ri5ayat kesehatan dahulu
Adanya otitis media konik kaena adanya episode beulang.
4. Pemeiksaan fisik
Pemeiksaan fisik yang didapat.
a. $uhu tubuh meningkat, denyut nadi meningkat "takikadi'
b. 1emeahan pada kompleks mastoid
(. 1eluanya (aian baik bening maupun beupa lende
d. Matinya jaingan keas "tulang, tulang a5an'
e. Adanya abses "kumpulan jaingan mati dan nanah'
f. Poses peadangan yang tetap meleba ke bagian dan ogan lain
A. Ri5ayat infeksi pada telinga tengah sebelumnya
REN*ANA ASUHAN KEPERAWATAN
D%!+'$"!
Ke,e-!.!#!'
Re'/!'! (e,e-!.!#!'
NO* NI*
N0e-% !()# yang
behubungan
dengan bedah
mastoid.

Pain )e*el
Pain (ontol
1iteia hasil.
- Mampu mengontol nyei
"tahu penyebab nyei, mampu
menggunakan tehnik
nonfamakologi untuk
menguangi nyei, men(ai
bantuan'
- Melapokan bah5a nyei
bekuang dengan
menggunakan manajemen
nyei
- Mampu mengenali nyei
"skala, intensitas, fekuensi
dan tanda nyei'
- Menyatakan asa nyaman
setelah nyei bekuang
- Tanda *ital dalam entang
nomal
- Tidak mengalami
gangguan tidu
Manajemen Nyei .
- )akukan pengkajian
nyei se(aa
kompehensif temasuk
lokasi, kaakteistik,
duasi, fekuensi, kualitas
dan fakto pesipitasi
- -bse*asi eaksi
non*ebal dai
ketidaknyamanan
- #antu pasien dan
keluaga untuk men(ai
dan menemukan
dukungan
- 1uangi fakto
pesipitasi nyei
- 1aji tipe dan sumbe
nyei untuk menentukan
inte*ensi
- Ajakan tentang
teknik non famakologi.
napas dala, elaksasi,
distaksi, kompes
hangat+ dingin
- #eikan analgetik
untuk menguangi nyei
- Tingkatkan istiahat
- #eikan infomasi
tentang nyei sepeti
penyebab nyei, beapa
lama nyei akan
bekuang dan antisipasi
ketidaknyamanan dai
posedu
- Monito *ital sign
sebelum dan sesudah
pembeian analgesik
petama kali
G!'++)!' Pe-"e,"%
"e'"$-%
behubungan
dengan efek
kehilangan
Auditoy "2ogniti*e oientation.
2ommuni(ati*e e(epti*eability
,istoted thought (ontol '
"kognitif oientasikemampuan
eseptif 1omunikatif,. 1ontol
2ommuni(ation
enhan(ement . spee(h defi(it
"1omunikasi peangkat
tambahan. defisit
pendengaan utama'
- Memfasilitasi penggunaan
pendengaan atau
kelainan pada
telinga.
pikian yangmenyimpang'
1iteia hasil .

- Menunjukkan pemahaman
*ebal, tulis atau sinyal espon
- Menunjukkan pegeakan dan
ekspesi 5ajah yang ileks
- Menjelaskan en(ana
memodifikasi gaya hidup
untuk mengakomodasi
keusakan *isual dan
pendengaan
- #ebas dai bahaya fisik kaena
penuunan
keseimbanganpendengaan,
penglihatan dan sensasi
- Memelihaa kontak dengan
sumbe komunitas yang tepat

alat bantu denga, yang
sesuai
- Mengajakan pasien bah5a
suaa akan dialami bebeda
dengan penggunaan alat
bantu denga
- Menjaga alat bantu denga
besih
- Menahan dii dai beteiak
pada pasien dengan
gangguan komunikasi
- Pindah dekat dengan
telinga kuang tepengauh
- Menghadapi klien se(aa
langsung, bebi(aa
pelahan, jelas, dan ingkas
- Menggunakan kata
sedehana dan kalimat
pendek, yang sesuai
- Meningkatkan *olume
suaa, yang sesuai
- Mendapatkan pehatian
pasien melalui sentuhan
- Mem*alidasi pemahaman
pesan dengan meminta
pasien untuk mengulangi
apa yang dikatakan
menggunakan ketas atau
pensil
- Memfasilitasi lokasi
sumbe daya untuk alat
bantu denga

2ommuni(ation
enhan(ement. heaing defisit
"1omunikasipeangkat
tambahan. defisit
pendengaan'
Re"%($ %'1e("%
behubungan
dengan
mastoidektomi,
pemasangan gaft,
dan tauma bedah
tehadap jaingan
dan stuktu
disekitanya.
Immune $tatus
1no5ledge . Infe(tion (ontol
Risk (ontol
1iteia hasil.
- 1lien bebas dai tanda dan
gejala infeksi
- Menunjukkan kemampuan
untuk men(egah timbulnya
infeksi
- 8umlah leukosit dalam batas
nomal
1ontol Infeksi .
- Petahankan teknik
aseptif
- #atasi pengunjung
bila pelu
- 2u(i tangan setiap
sebelum dan sesudah
tindakan kepea5atan
- Gunakan baju, saung
tangan sebagai alat
pelindung
- Menunjukkan peilaku hidup
sehat
- $tatus imun, gastointestinal,
genitouinaia dalam batas
nomal
- Ganti letak I: peife
dan dessing sesuai
dengan petunjuk umum
- Gunakan katete
intemiten untuk
menuunkan infeksi
kandung ken(ing
- Tingkatkan intake
nutisi
- #eikan teapi
antibiotikMonito tanda
dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
- Petahankan teknik
isolasi k+p
- Inspeksi kulit dan
memban mukosa
tehadap kemeahan,
panas, dainase
- Monito adanya luka
- ,oong masukan
(aian
- ,oong istiahat
- Ajakan pasien dan
keluaga tanda dan gejala
infeksi
- 1aji suhu badan pada
pasien neutopenia setiap
4 jam
DAFTAR PUSTAKA
$uddath, #une. %&&/. 1epea5atan Medikal #edah Edisi < *olume 0. 8akata .
Penebit #uku 1edoktean EG2.
Mansjoe, Aif. /???. 1apita $elekta 1edoktean. 8akata. Media Aes(ulapius.
3an(is, May moohouse, dkk. /??B. #uku Ren(ana Asuhan 1epea5atan. #uku
1edoktean EG2. 8akata
,onna. /??A. Medi(al $ugi(al Nusing9 %
nd
Edition. E# $aundes.
Iskanda, 7. Nubaiti,dkk /??=. #uku Aja Ilmu Penyakit T7T. #alai Penebit 31DI.
8akata.
Mukmin, $i9 7ea5ati, $i. /???. Teknik Pemeiksaan T7T. )aboatoium Ilmu
Penyakit T7T, 31 DNAIR. $uabaya.
555.5ikipedia.(om