Anda di halaman 1dari 4

A.

Sifat Material Pengisi (Gypsum)


A. Sifat umum
Sifat Kimia (Komposisi) Gypsum
Bahan dasar gypsum adalah mineral gypsum kalsium sulfat dihidrat (caso4.2h2o). Apabila
dipanaskan, caso4.2h2o akan kehilangan 1,5 gr/mol h2o yang kemudian akan menjadi kalsium
sulfat hemihidrat (caso4)2.h2o, yakni produk gypsum yang digunakan dalam bidang kedokteran
gigi
Sifat Fisik Gypsum
Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gypsum batuan, gipsit alabaster,
satin spar dan selenit. Gipsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya, yaitu
endapan danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar fumarol vulkanik,
efflorescence pada tanah atau gua-gua kapur, tuduh kubah garam,
Viskositas
Viskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluid terhadap perubahan bentuk di bawah
tekanan shear. Biasanya diterima sebagai "kekentalan", atau penolakan terhadap penuangan.
Viskositas berkisar 21.000-101.000 centipoises (cp)
Compressive Strength
Kekuatan kompresi atau biasa disebut compressive strength merupakan kekuatan yang diperoleh
bila kelebihan air yang dibutuhkan untuk hidrasi hemihidrat tertinggal dalam contoh bahan uji.
Besarnya kekuatan kompresi dari beberapa produk gipsum yang paling rendah ialah 12 mpa dan
yang paling tinggi 38 mpa atau sekitar 7000psi.
Surface Hardness and Abrasion Resistance
Surface hardness (kekerasan permukaan) dan abrasion resistance (ketahanan abrasi) sangat
penting diperhatikan agar tidak banyak atau bahkan tidak ada kehilangan bentuk pada model
selama proses manipulasi untuk mempelajari oklusi atau membuat restorasi.
Setting Expansion
Semua produk gips mengalami setting expansion (perubahan dimensi/ekspansi selama proses
pengerasan). Ekspansi pada dental plaster biasanya 0,00%-0,30%. Pada dental stone 0,00%-
0,20%, dental stone high strength 0,00%-0,10%, dan pada dental stone high strength high
expansion adalah 0,10%-0,30%.
B. Sifat Gypsum Secara Spesifik
Gypsum tipe 1
Plaster sangat lembut dan mudah dimanipulas i dengan alat logam maupun ampelas.
Gypsum tipe 2
Biasanya berwarna putih alami,jadi terlihat kontras dengan stone yang pada umumnya berwarna
dan memiliki kekuatan kompresi 1300 psi.
Gypsum tipe 3
Secara tradisiona l, gypsum tipe iii berwaran a kuning atau putih dan memiliki kekuatan
kompresi minimal 1 jam 20,7 mpa (3000 psi), tetapi tidak melebihi 34,5 mpa (5000 psi)
Gypsum tipe 4
Dibandingkan dengan gips tipe lain gips ini memiliki kekuatan , kekerasa n dan expansi
pengerasan minimal.
Gypsum tipe 5
Gipsum ini berwarna biru atau hijau serta paling banyak membutuhkan biaya dibandingkan
semua produk gips. Ini merupakan produk gypsum yang dibuat akhir akhir ini dan memiliki
kekuatan kolpresi yang lebih tinggi dibandingkan stone gigi type iv, kekuatan kompresi type v
ini sekisatar 7000psi. Kekuatan yang ditingkatkan ini diperoleh dengan menurunkan lebih jauh
rasio w:p. Ekspansi pengerasan ditingkatkan dari maksimal 0,10% - 0,30%.
Produk gipsum digunakan dalam kedokteran gigi untuk membuat model studi dari rongga mulut
sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yang melibatkan
pembuatan protesa gigi. Kriteria pemilihan produk gipsum bergantung pada penggunaannya
serta sifat fisik tertentu. Berbagai jenis produk gipsum yang terdaftar oleh spesifikasi ada no. 25
dapat dilihat pada tabel

B. Komposisi gypsum
Komposisi gypsum secara umum :
Refactory
Merupakan material yang tahan temperatur tinggi tanpa dekomposi, contoh : silica.
Binder
Merupakan material yang akan mengikat dengan substansi refactory, contoh :gypsum, fosfat,
silikat. Binder yang umum digunakan adalah kalsium sulfat hemihidrata (untuk campuran emas),
natrium silikat, etil silikat, amonium sulfat, natrium fosfat.
Bahan kimia lain. Bahan kimia lain yang juga terdapat pada gypsum antara lain : sodium
klorida, boric acid, potassium sulfat

Komposisi gypsum tipe 5
1. Calcium sulfat hemihydrate autoclaved (-hemihydrate) 25- 40%. Berfungsi sebagai bahan
pengisi atau bahan pengikat karena dapat bereaksi dgn air sehingga dpt bergabung dgn silica dan
mampu memadat.
2. Silica dalam bentuk allotropica, misalnya cristobalite atau quartz 60-75%. Berfungsi sebagai
bahan pengeras dan tahan terhadap temperatur
Tinggi.
3. Bahan-bahan kimia pemodifikasi seperti boric acid/borax dan natrium chlorida yg berfungsi
untuk menghalangi kontraksi sewaktu pemanasan, dan untuk mengatur waktu setting.
4. Sedikit zat pewarna oxide pigment
Referensi:
Craig, Robert G, and John M. Power. 2002. Restorative Dental Material: 11
th
edition. United
State of America : Mosby
McCabe, John F. 1990. Applied dental Materials seventh edition
Referensi gambar:
Wahyu Winda, Skripsi Beberapa Sifat dan Kegunaan dari Bahan Gypsum, 2001, Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.