Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum KI 2221

Cara Pemisahan dan Elektrometri


Percobaan 09
Elektroda Selektif Ion Kalsium
Nama : Joshua Anugerah Purwadi
NIM : 10512074
Kelompok : 07
Tanggal Praktikum : 4 Maret 2014
Tanggal Pengumpulan : 11 Maret 2014
Asisten : Berlian (23011310)











Program Studi Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
2014


Elektroda Selektif Ion Kalsium
A. Tujuan Percobaan
1. Menentukan konsentrasi ion kalsium di dalam sampel dengan elektroda selektif
ion kalsium.

B. Teori Dasar
Pengukuran dengan elektroda selektif ion didasarkan pada potensiometri.
Potensiometri pada dasarnya bersifat non destruktif terhadap sampel, artinya
penyisipan elektroda tidak mengubah komposisi larutan uji. Pada pengukuran secara
potensiometri digunakan dua buah elektroda yaitu elektroda kerja dan elektroda
pembanding. Kedua elektroda ini dicelupkan ke dalam larutan yang akan di ukur dan
dihubungkan dengan alat pengukur potensial (milivoltmeter). Potensial sel (beda
potensial kedua elektroda) diberikan oleh persamaan berikut.
Esel = Ekerja + Epembanding + Eantarmuka
Potensial elektroda pembanding selalu tetap selama pengukuran. Maka,
persamaan tersebut dapat di sederhanakan menjadi
Esel = K + Ekerja. Dimana K adalah sebuah tetapan.
Potensia elektroda selektif ion kalsium bergantung pada aktivitas ion kalsium
yang terdapat di dalam larutan.
Ekerja = K + S log [Ca
2+
]. Penentuan konsentrasi ion Ca
2+
dilakukan dengan
cara menentukan hubungan linier antara potensial elektroda kerja. Kurva antara
potensial elektroda kerja dan log [Ca
2+
] disebut kurva kalibrasi.
Analisis kuantitatif dengan metode penambahan standar dapat dilakukan
dengan penambahan standar atau penambahan standar berganda. Pada metode
penambahan standar tunggal, pengukuran dilakukan dua kali. Pengukuran pertama
dilakukan terhadap larutan analit dan dan pengukuran kedua dilakukan setelah
dilakukan penambahan sejumlah tertentu larutan standar ke dalam larutan analit.
Analisis kuantitatif dengan metode kurva kalibrasi digunakan jika kekuatan
ion dari larutan-larutan yang di ukur dapat dianggap sama. Kurva kalibrasi dibuat
dengan mengukur potensial sel di dalam beberapa larutan baku yang memiliki
konsentrasi berbeda lalu mengalurkan nilai potensial yang diperoleh dengan logaritma
konsentrasi yang diukur. Konsentrasi analit dalam sampel ditentukan dengan
melakukan intrapolasi nilai potensial sel di dalam larutan analit pada kurva kalibrasi.
Kinerja sebuah elektroda selektif dapat dinyatakan dengan parameter.
Parameter yang paling umum digunakan adalah daerah linier dan kemiringan kurva
kalibrasi (slope). Daerah linier adalah selang konsentrasi yang memberikan hubungan
linier antara potensial sel yang diukur dan logaritma konsentrasi ion yang diukur.
Kemiringan kurva kalibrasi adalah nilai kemiringan kurva kalibrasi pada daerah linier.
Kemiringan kurva kalibrasi untuk elektroda selektif ion kalsium pada 25
0
C secara
teoritis adalah 29,5 mV/dekade. Sebuah ESI yang baik diharapkan memiliki daerah
linear yang lebar.

C. Alat dan Bahan
Milivoltmeter
Elektroda pembanding
Ag/AgCl
Pengaduk magnet + batang
magnet
Elektroda selektif ion kalsium
Labu takar 100 mL
Labu takar 50 mL
Larutan KCl 4 M
Larutan standar Ca
2+
0,1 M
D. Cara Kerja

1) Pembuatan kurva kalibrasi dan analisis kuantitatif

Dibuat larutan standar ion kalsium di dalam labu takar 100 mL dengan
mengencerkan larutan standar ion Ca
2+
0,1 M agar konsentrasi nya menjadi 10
-2

M, 10
-3
M, 10
-4
M, 10
-5
M, 10
-6
M. Ditambahkan kedalam labu takar larutan KCl
4 M sejumlah 2 mL sebelum ditandabataskan. Dihubungkan elektroda
pembanding dengan elektroda selektif ion kalsium pada milivoltmeter yang
disediakan lalu dibilas elektroda tersebut dengan aqua DM. Larutan standar
diletakkan di atas pengaduk magnetik lalu dicelupkan kedalamnya kedua
elektroda. Nilai potensial di baca ketika sudah stabil (tidak berubah lagi).
Langkah pengukuran diulangi untuk larutan-larutan standar lainnya. Dibuat kurva
kalibrasi dengan mengalurkan nilai potensial sel terhadap log [Ca
2+
]. Ditentukan
daerah linier dan nilai kemiringan kurva kalibrasi.
Dibuat larutan analit dengan mengencerkan 50 L air dalam labu takar 100
mL, ditambahkan 2 mL larutan KCl 4 M sebelum di tandabataskan. Ditentukan
nilai potensial sel larutan analit ini. Ditentukan konsentrasi ion kalsium dalam air
dari kurva kalibrasi yang dibuat.

2) Analisis kuantitatif dengan metode penambahan standar

Dipipet 50 mL larutan analit yang telah dibuat ke dalam gelas kimia 100
mL dan diukur nilai potensial sel larutan ini. Kemudian, ditambahkan 1 mL
larutan standar Ca
2+
0,1 M ke dalam larutan analit tersebut dan diukur kembali
nilai potensial sel nya. Ditentukan konsentrasi ion kalsium dalam sampel.

E. Data Pengamatan











Overall slope : 19,34






F. Pengolahan Data

[Ca
2+
] E (mV)
10
-2
M 243.5
10
-3
M 250.2
10
-4
M 266.8
10
-5
M 291.8
10
-6
M 319.4
Larutan E
(mV)
[Ca
2+
]
Air 50 mL + KCl 2 mL 279,4 1,39 . 10
-4
M
Air 50 m L + KCl 2 mL + larutan Ca
2+
1 mL
(larutan standar)
294,2 1,16 . 10
-3
M


Dari kurva diatas, diperoleh suatu persamaan dari hasil regresi.
y = 19,34 x + 351,7
y adalah potensial sel (E) dan x adalah log [Ca
2+
]
y = 19,34 log [Ca
2+
] + 351,7
Sehingga persamaannya menjadi
Y = 19,34 log [Ca
2+
] + 351,7
Esampel = 19.34 log [Ca
2+
] + 351.7
279,4 351.7 = 19.34 log [Ca
2+
]
Log [Ca
2+
] =


Log [Ca
2+
] = -3.62
[Ca
2+
] = 2.39 x 10
-4
M
y = 19.34x + 351.7
R = 0.9527
0
50
100
150
200
250
300
350
-8 -6 -4 -2 0
L
'

(
m
S
)

Volume (mL)
Kurva Potensial Sel terhadap log
[Ca2+]
Linear (mV)
[Ca
2+
] Log [Ca
2+
] E (mV)
10
-2
M -2 243.5
10
-3
M -3 250.2
10
-4
M -4 266.8
10
-5
M -5 291.8
10
-6
M -6 319.4
G. Pembahasan
Elektroda ion selektif ion kalsium merupakan suatu sel elektrokimia yang
elektrodanya menggunakan potensial membran sebagai fungsi dari konsentrasi
suatuion, pada percobaan ini adalah ion Kalsium. Pada elektroda selektif ion jenis
inibiasanya yang paling umum digunakan adalah pH meter yang merupakan elektroda
selektif untuk ion hidrogen. Oleh karena itu pada elektroda selektif ion
kalsium,potensialnya bergantung aktifitas ion hidrogen yang terdapat di dalam larutan
dan nilainya pada 25
o
C
Pada elektroda selektif ion jenis ini umumnya digunakan adalah pH meter
yang merupakan elektroda selektif untuk ion hidrogen. Oleh karena itu pada elektroda
selektif ion kalsium, potensialnya bergantung aktifitas ion hidrogen yang terdapat di
dalam larutan pada 25 C diberikan oleh persamaan Nernst. Persamaan Nernst adalah
persamaan yang dapat digunakan untuk menentukan potensi pengurangan
kesetimbangan setengah dalam sel elektrokimia.
Pada percobaan ini dapat digunakan persamaan Nernst karena menggunakan
metode potensiometri. Potensiometri merupakan aplikasi langsung dari
persamaanNernst dengan cara pengukuran potensial dua elektroda tidak terpolarisasi
pada kondisi arus nol. Persamaan Nernst memberikan hubungan antara potensial
relatif suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai dengan larutan.
Dengan pengukuran potensial reversible suatu elektroda, maka perhitungan aktivitas
atau konsentrasi suatu komponen dapat dilakukuan.
Praktikum ini digunakan reagen Kalsium dan Kalium klorida atau KCl. Fungsi
Kalium klorida disini adalah sebagai larutan kerja elektrolit untuk membantu larutan
Ca
2+
terurai menjadi ion-ion yang bermuatan dan dapat terdeksi dengan sempurna
oleh elektroda selektif ion kalsium. Bisa saja tidak menggunakan kalium klorida.
Namun, larutan penggantinya haruslah larutan yang juga bersifat elektrolit dan
elektrolit kuat agar dapat membantu penguraian Ca
2+
lebih sempurna. Pada percobaan
ini didapat data potensial larutan pada masing-masing konsentrasinya. Setelah dibuat
kurva dengan mengalurkan nilai potensial yang diperoleh dengan logaritma
konsentrasi larutan, didapat sebuah grafik. Kemudian dari grafik tersebut dilakukan
regresi dan dengan perhitungan didapat konsentrasi ionkalsium yang terdapat di
dalam sampel sebesar 2.39 x 10
-4
M. Dari hasil percobaan tersebut terdapat sedikit
perbedaan nilai konsentrasi dengan perhitungan secara teoritis dengan menggunakan
stoikiometri yaitu sebesar 9,00 x 10
-4
M.
Perbedaan nilai konsentrasi ion kalsium pada sampel antara perhitungan
daridata percobaan dengan perhitungan secara teoritis ini kemungkinan disebabkan
olehbeberapa faktor kesalahan yang terjadi pada saat praktikum. Pada saat
pembuatanderet standar larutan, mungkin terjadi kesalahan. Kemudian kemungkinan
kesalahan juga terdapat pada pengamatan saat menggunakan gelas ukur atau
ketika melakukanpengenceran pada labu takar. Pada saat pengenceran mungkin
larutan tidak tepatberada pada garis batas dan meniskus cembung dari larutan sampel
sertakemungkinan pada saat akan dilakukan pengocok di labu takar pada bagian atas
ataumulut labu takar tidak dikeringkan dengan kertas hisap atau alat penyerap
lainsehingga mempengaruhi volume larutan di dalam labu takar yang hendak
diencerkan.Selain itu mengkin juga terjadi kesalahan pada saat memipetkan larutan ke
dalam labutakar. Ketika mempipetkan mungkin ada sedikit cairan yang tumpah atau
tercecersehingga mengurangi volume dari larutan yang berada di dalam pipet
volumetersebut. Kemungkinan juga terjadi pada saat memipet tidak semua cairan
ataularutan pada pipet volume terbawa ke dalam labu takar melainkan masih ada
sedikityang tersangkut di ujung pipet volume, sehingga hal tersebut juga
mempengaruhi jumlah larutan pada labu takar. Adapula mungkin kesalahan lain yang
terjadi dilaboratorium pada saat praktikum baik kesalahan prosedural maupun
kesalahanlainnya yang umumnya terjadi di laboratorium. Namun, kesalahan tersebut
sangatmungkin terjadi mengingat hasil yang didapat pada praktikum ini perbedaan
nilainyatidak begitu jauh.
H. Kesimpulan
- Konsentrasi ion Ca
2+
pada sampel adalah 2.39 x 10
-4
M
I. Pustaka
- Harvey, David. 2000.Modern Analytical Chemistry . New York: McGraw-
HillCompanies. Hlm. 482-486
- http://instrumenanalis.blogspot.com/2012/ionselektifelektroda diakses tanggal 17
Februari 2014 pukul 22:08 WIB
- http//www.chem-is-try.com/elektroda selektif ion/ diakses tanggal 20 Februari 2014
pukul 23:24 WIB.