Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Banyak kasus yang menyadarkan kita untuk mempelajari konstitusi dan rule
of law atau penegak hukum, karena terkait dengan kehidupan bermasyarakat dan
bernegara. Karena, tanpa adanya suatu aturan yang mengikat tentunya akan
sangat banyak sekali masalah yang muncul. Seperti, jika di suatu Negara tidak
ada aturan yang mengatur tentang masalah pencurian, tentunya di Negara
tersebut akan banyak sekali suatu kejahatan yang terjadi. Dan dengan adanya
unsur penegak hukum yang mengatur hal tersebut maka sangat kemungkinan
kecil terjadi kasus pencurian, karena ada suatu sanksi yang diberikan dari
tindakan tersebut yang akan memberikan efek jera kepada si pelaku.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 apa defisini dari konstitusi?
1.2.2 Apa manfaat dengan adanya konstitusi?
1.2.3 Apa definisi konstitusi demokratis?
1.2.4 Apa yang melatar belakangi lahirnya konstitusi UUD 1945?
1.2.5 Apa yang dimaksud amandemen konstitusi?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 untuk mengetahui definisi dari konstitusi
1.3.2 untuk mengetahui manfaat konstitusi
1.3.3 untuk mengetahui definisi konstitusi demokrastis
1.3.4 untuk mengetahui latar belakang lahirnya konstitusi demokratis
1.3.5 untuk mengetahui yang dimaksud dengan amandemen konstitusi




2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi konstitusi
Istilah konstitusi berasal dari bahasa prancis (constituer) yang berarti
membentuk. Pemakaian istilah konstitusi yang dimaksud ialah pembentukan
suatu Negara atau menyusun dan menyatakan aturan suatu Negara.
Di Negara-negara yang menggunakan bahasa inggris dipakai istilah
constitution yang di Indonesiakan menjadi konstitusi. Pengertian konstitusi
konstitusi dalam praktik dapat diartikan lebih luas daripada pengertian
undang-undang dasar.
Dalam bahasa latin, konstitusi merupakan gabungan dari dua kata,
yaitu cume dan statuere. Cume adalah sebuah preposisi yang berarti
bersama-sama dengan.., sedangkan statuere mempunyai arti berdiri atau
mendirikan atau menetapkan. Dengan demikian bentuk tunggal dari
konstitusi adalah menetapkan sesuatu secara bersama-sama dan bentuk jamak
dari konstitusi adalah sesuatu yang ditetapkan.
1

Para ahli hukum ada yang membedakan arti konstitusi dengan
undangundang dasar dan ada juga yang menyamakan arti keduanya.
Persamaan dan perbedaannya adalah sebagai berikut :
a. L. J. Van Apeldoorn membedakan konstitusi dengan UUD. Menurutnya
konstitusi adalah memuat peraturan tertulis dan tidak tertulis. Sedangkan
undang-undang dasar (gronwet) adalah bagian tertulis dari konstitusi.
b. Herman heller membagi konstitusi menjadi tiga, yaitu :
1) Konstitusi mencerminkan kehidupan politik didalam masyarakat
sebagai suatu kenyataan (mengandung arti politis dan sosiologis).
2) Konstitusi adalah suatu kesatuan kaidah yang hidup dalam masyarakat
(mengandung arti hukum atau yudiris).

1
Srijanti; Rahman, A; K, Purwanto S. Etika Berwarga Negara Jilid 2. 2008. Jakarta : Salemba. Halaman
93.
3

3) Konstitusi adalah kespakatan yang ditulis dalam suatu naskah sebagai
undang-undang yang tertinggi yang berlaku dalam suatu Negara.
c. E.C.S wade mengartikan undang-undang dasar adalah naskah yang
memberikan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan
pemerintahan suatu Negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja dari
badan-badan tersebut.
2

Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa konstitusi adalah
seluruh peraturan baik tertulis, maupun tidak tertulis. Dan konstitusi disini
berbeda dengan UUD, karena konstitusi memiliki arti yang lebih luas. Dan
UUD adalah bagian dari konstitusi, karena adanya konstitusi maka lahirlah
UUD yang di jadikan peraturan yang tertulis.
2.2 Manfaat Konstitusi
Pada hakikatnya konstitusi itu berisi tiga hal pokok, yaitu :
a. Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga Negara.
b. Ditetapkan susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental.
c. Adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga
bersifat fundamental.
Sedangkan menurut budiardjo (1996), setiap undang-undang dasar memiliki
ketentuan-ketentuan mengenai :
a. Organisasi Negara
1) Pembagian kekuasaan antara lembaga eksekutif, legislatif, dan
yudikatif.
2) Pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat atau federal dengan
pemerintah daerah atau Negara bagian.
3) Prosedur menyelesaikan masalah pelanggaran hukum oleh salah satu
badan pemerintah dan sebagainya.

2
Srijanti; Rahman, A; K, Purwanto S. Etika Berwarga Negara Jilid 2. 2008. Jakarta : Salemba. halaman
94.
4

4) Bangunan hukum dan semua organisasiorganisasi yang ada
didalamnya.
5) Bentuk Negara, bentuk pemerintah dan sistem pemerintahan dalam
Negara tersebut.
b. Hak dan kewajiban warga Negara, hak dan kewajiban Negara, dan
hubungan keduanya.
Ditujukan untuk member jaminan yang pasti kepada warganegara dan
Negara sehingga kehidupan tata Negara dapat berjalan dengan tertib dan
damai, dan untuk menghindari adanya pelanggaran oleh pihak-pihak yang
memegang kekuasaan.
c. Prosedur mengubah undang-undang.
Konstitusi suatu Negara dibuat berdasarkan pengalaman dan kondisi sosial
politik masyarakatdalam kehidupan masyarakat yang selalu mengalami
perubahan akibat dari pembangunan, modernisasi, dan munculnya
perkembangan-perkembangan baru dalam ketatanegaraan.
3


2.3 Definisi konstitusi demokratis
Konstitusi demokratis adalah sebuah paham demokrasi yang
didasarkan atas konstitusi. Akan tetapi, demokrasi tidak selalu dikaitkan
dengan vox populi vox dei (suara rakyat suara Tuhan), sering kali orang
berpendapat suara mayoritas dalam Negara demokrasi harus di dengarkan dan
dipatuhi. Padahal pemahaman seperti itu seharusnya tidak diperbolehkan
dalam Negara yang berkonstitusi. Karena, peranan konstitusi disini adalah
untuk membatasi kewenangan individu/kelompok dalam Negara itu.
Termasuk kewenangan atas kaum mayoritas terhadap kaum minoritas.




3
Srijanti; Rahman, A; K, Purwanto S. Etika Berwarga Negara Jilid 2. 2008. Jakarta : Salemba.halaman
95.
5

2.4 Latar belakang lahirnya konstitusi UUD 1945
Sebenarnya sejak awal pembuatannya, UUD 1945 sudah dimaksudkan
sebagai UUD sementara untuk segera mengantarkan Indonesia ke depan pintu
kemerdekaan. UUD 1945 dibuat karena adanya peluang untuk merdeka yang
harus direbut dengan cepat dan untuk itu harus pula segera ditetapkan sebagai
Negara konstitusional dan demokratis. UUD diperlukan bagi Negara yang
dimerdekakan itu karena partai pendiri Negara (founding people) Indonesia
telah bersepakat untuk mendirikan Negara di atas prinsip demokratis dan
hukum yang mengakui dan melindungi hak-hak asasi manusia (HAM).
Pilihan seperti itu menurut adanya aturan politik yang dituangkan di dalam
konstitusi sebagai kontrak sosial dan politik berdirinya Negara. Maka,
dibuatlah UUD 1945 melalui perdebatan di Badan Penyelidik Usaha-usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang kemudian mensahkannya pada tanggal
18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi kemerdekaan.
Karena dikepung oleh situasi politik yang muncul akibat berkobarnya
perang pasifik, perdebatan tentang materi UUD belum menghasilkan
kesepakatan final tentang berapa masalah mendasar ketika harus disahkan.
Namun, para pendiri itu menyepakati untuk mensahkan lebih dulu UUD 1945
sebagai UUD sementara untuk kemudian, setelah merdeka kelak, segera
dibuat UUD yang lebih permanen dan bagus.
4


2.5 Amandemen konstitusi
Amandemen konstitusi adalah perubahan dalam konstitusi. Akan
tetapi, tidak selalu semua konstitusi dapat berubah melainkan ada pula yang
bersifat mutlak dan tidak dapat dirubah. Amandemen konstitusi sendiri adalah
merupakan kondisi sine qua non, keharusan mutlak, untuk memperbaiki

4
Mahfud, Moh. Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi. 2010. Jakarta : Raja
Grafindo persada.
6

keadaan dibidang apapun. Karena, konstitusi itu berkembang sesuai dengan
kehidupan sosial, politik, budaya masyarakat yang ada di dalamnya.
Di Indonesia sendiri telah mengalami amandemen UUD 1945
sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1999,2000,2001, dan 2002. Berikut
batang-batang tubuh yang mengalami perubahan :
a. Amandemen pertama terjadi pada Sidang Umum MPR Tahun 1999,
Disahkan 19 Oktober 1999.
Pasal yang diamandemen: pasal 5, pasal 7, pasal 9, pasal 13, pasal
14, pasal 15, pasal 17, pasal 20, pasal 21.
b. AmandemenkeduaterjadipadaSidangTahunan MPR, Disahkan 18 Agustus
2000 Pasal-pasal yang diamandemenPasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal
19, Pasal, 20, Pasal, 20A, Pasal 22A, Pasal 22B,
BAB IXA WILAYAH NEGARA Pasal 25E,
BAB X WARGA NEGARA DAN PENDUDUK Pasal 26 Pasal 27,
BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28A Pasal 28B Pasal 28C Pasal 28D
Pasal 28E Pasal 28F Pasal 28G Pasal 28H Pasal 28 I Pasal 28J,
BAB XII PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA Pasal 30,
BAB XV BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU
KEBANGSAAN Pasal 36A Pasal 36B Pasal 36C
c. Amandemen ketiga terjadi pada Sidang Tahunan MPR, Disahkan 10
November 2001
Pasal 1, Pasal 3, Pasal 6, Pasal 6A, Pasal 7A, Pasal 7B, Pasal 7C, Pasal 8,
Pasal 11, Pasal 17,
BAB VIIA DEWAN PERWAKILAN DAERAH Pasal 22C Pasal 22D,
BAB VIIB PEMILIHAN UMUM Pasal 22E Pasal 23 Pasal 23A Pasal 23C,
7

BAB VIIIA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN Pasal 23E Pasal 23F Pasal 23G
Pasal 24 Pasal 24A Pasal 24B Pasal 24C

d. Amandemen keempat terjadi pada Sidang Tahunan MPR, Disahkan 10
Agustus 2002
Pasal 2, Pasal 6A, Pasal 8, Pasal 11, Pasal 16,
BAB IV DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG Pasal 23B Pasal 23D Pasal 24,
BAB XIII PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Pasal 31 Pasal 32,
BAB XIV PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Pasal
33 Pasal 34 Pasal 37
ATURAN PERALIHAN Pasal I Pasal II Pasal III
ATURAN TAMBAHAN Pasal I Pasal II













8

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a. Pengertian konstitusi adalah aturan-aturan yang tertulis maupun tidak tertulis
yang terbentuk dari kehidupan di masyarakat itu sendiri. Salah satu bentuk
tertulis dari konstitusi adalah UUD.
b. Dengan adanya konstitusi, hak-hak setiap warga negara terjamin,
terbentuknya susunan ketata negaraan yang fundamental serta pembatasan
kekuasaan negara dan Dan membagi wilayah kekuasaan dalam pemerintahan
untuk mempersempit wilayah kekuasaannya
c. Konstitusi demokrasi adalah konstitusi yang berdasarkan atas prinsip
demokrasi yaitu terdapat perbatasan batas kekuasaan, semua hukum
diberlakukan untuk kemakmuran warga negaranyadan menjamin hak-hak
warga negaranya.
d. Terbentuknya UUD 1945 dikarenakan negara yang telah merdeka harus
ditetapkan sebagai negara konstitusi dan demokrasi. Sebagai prinsip atau
dasar dalam bernegara untuk dapat diakui serta melindungi hak-hak manusia..
e. UUD 1945 yang lahir sebagai konstitusi pertama Indonesia adalah karena
adanya sebuah desakan, oleh karena itu perlu adanya amandemen. Dan
amandemen ini berkembang sesuai keadaan sosial, politik, budaya, dll dari
masyarakat yang ada dalam suatu Negara tersebut.






9



Daftar Pustaka
Fatwa, A.M. Potret Konstitusi pasca Amandemen UUD 1945.2009. Jakarta : Kompas.
Mahfud, Moh. Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi. 2010.
Jakarta : Raja Grafindo persada.
Nasution, Adnan Buyung. Demokrasi Konstitusional. 2010. Jakarta : Kompas.
Srijanti; Rahman, A; K, Purwanto S. Etika Berwarga Negara Jilid 2. 2008. Jakarta : Salemba.