Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II DIODA SEBAGAI PENYEARAH

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II DIODA SEBAGAI PENYEARAH Nama : I Putu Adi Surya Mahardika NIM

Nama

: I Putu Adi Surya Mahardika

NIM

: 1208105002

Dosen

: Drs. Ida Bagus Alit Paramarta, M.Si

Asisten Dosen

: Arianti Wahyulianti

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA

2013

DIODA SEBAGAI PENYEARAH

  • I. TUJUAN

    • Mempelajari sifat dan penggunaan diode sebagai penyearah arus

    • Mengetahui peran kapasitor pada rangkaian penyearah

    • Mampu merangkai rangkaian penyearah

II.

DASAR TEORI

  • A. Pengertian Dioda

Dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (dioda termionik mungkin memiliki saluran ketiga sebagai pemanas). Dioda mempunyai dua elektroda yang aktif dimana isyarat listrik dapat mengalir, dan kebanyakan dioda digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis dioda seringkali disebut karakteristik menyearahkan. Fungsi paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya. Karenanya, dioda dapat dianggap sebagai versi elektronik dari katup pada transmisi cairan. Dioda sebenarnya tidak menunjukkan kesearahan hidup-mati yang sempurna (benar-benar menghantar saat panjar maju dan menyumbat pada panjar mundur), tetapi mempunyai karakteristik listrik tegangan-arus taklinier kompleks yang bergantung pada teknologi yang digunakan dan kondisi penggunaan. Beberapa jenis dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.

  • B. Rangkaian Penyearah

Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (Alternating Current / AC) menjadi arus searah (Direct Current / DC). Komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah adalah dioda, karena dioda memiliki sifat hanya memperbolehkan arus listrik melewatinya dalam satu arah saja.

  • i. Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang

Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang Rangkaian penyearah setengah gelombang merupakan rangkaian penyearah sederhana yang hanya dibangun menggunakan satu dioda saja, seperti diilustrasikan pada gambar berikut ini :

Gambar 2.1 Rangkaian penyearah setengah gelombang Dari gambar 2.1 diatas merupakan contoh rangkaian dioda penyearah setengah

Gambar 2.1

Rangkaian penyearah setengah gelombang

Dari gambar 2.1 diatas merupakan contoh rangkaian dioda penyearah setengah gelombang. Sumber AC menghasilkan sebuah tegangan sinusoida. Diasumsikan dioda pada rangkaian di atas merupakan dioda yang ideal, putaran setengah positif sumber tegangan akan dioda bias maju. Sejak tombol ditutup, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.2a, sumber tegangan putaran setengah positif akan muncul melalui resistor beban. Pada putaran setengah negatif, dioda akan mengalami bias balik. Dalam hal ini dioda ideal akan kelihatan sebagai saklar terbuka, seperti ditunjukkan pada gambar 2.2b dan tidak ada tegangan yang muncul pada resistor beban.

AC

+ _ Gambar 2.2.a
+
_
Gambar 2.2.a
Gambar 2.1 Rangkaian penyearah setengah gelombang Dari gambar 2.1 diatas merupakan contoh rangkaian dioda penyearah setengah

+

_

 

AC

 

+

_

_

+

Gambar 2.2.b

ii.

Bentuk Gelombang Ideal Penyearah Setengah Gelombang

Gambar 2.3a menunjukkan perwakilan graphical bentuk gelombang tegangan masukan. Ia adalah sebuah gelombang sinus dengan nilai seketika V in dengan nilai puncak V p(in). Sebuah sinusoida murni seperti ini mempunyai nilai rata-rata nol di atas satu putaran sebab masing-masing tegangan pada saat yang sama mempunyai kesamaan dan

ketidaksamaan tegangan setengah putaran. Jika tegangan diukur dengan sebuah multimeter DC, maka akan mendapatkan nol karena voltmeter DC menunjukkan nilai rata-rata. Dalam rectifier setengah gelombang pada gambar 2.3b, dioda berlaku sebagai penghantar selama putaran setengah positif, tetapi tidak berlaku sebagai penghantar selama putaran setengah negatif. Oleh karena itu rangkaian memotong putaran setengah negatif seperti yang ditunjukkan dalam gambar 2.3c. Bentuk gelombang tersebut seperti sebuah sinyal setengah gelombang. Tegangan setengah gelombang menghasilkan arus beban yang satu arah. Hal ini berarti bahwa ia mengalir hanya pada satu arah.

Gambar 2.3a gambar 2.3b
Gambar 2.3a
gambar 2.3b

V o

Gambar 2.3a gambar 2.3b V o gambar 2.3c Tegangan setengah gelombang seperti gambar 2.3c merupakan sebuah

gambar 2.3c

Tegangan setengah gelombang seperti gambar 2.3c merupakan sebuah tegangan DC yang bergetar naik sampai maksimum dan menurun sampai nol selama putaran setengah negatif. Ini bukan merupakan jenis tegangan DC yang dibutuhkan oleh peralatan elektronik. Karena yang dibutuhkan merupakan sebuah tegagan konstan, sama seperti halnya yang terjadi pada sebuah baterai. Dioda ideal dapat digunakan untuk menganalisis rectifier setengah gelombang. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa tegangan puncak saat keluar sama dengan tegangan saat masuk. Setengah gelombang ideal : V p(out) = V p(in)

iii.

Drop Tegangan

Untuk menentukan tegangan rata-rata DC yang melewati beban resistor, terlebih dahulu tegangan drop pada dioda harus dihitung. Untuk arus lebih besar tegangan yang drop arah maju dapat mencapai 1 volt.

iii. Drop Tegangan Untuk menentukan tegangan rata-rata DC yang melewati beban resistor, terlebih dahulu tegangan drop

Gambar 2.4. Drop tegangan yang timbul pada dioda.

Bila drop tegangan pada dioda diperhitungkan, tegangan puncak ke puncak yang melewati beban sedikit berkurang dibandingkan tegangan input.

iv.

Nilai Sinyal DC Setengah Gelombang

Nilai DC sebuah sinyal adalah sama dengan nilai rata-rata. Jika Anda mengukur sebuah sinyal dengan sebuah Voltmeter DC, yang terbaca akan sama dengan nilai rata-rata.

Pada dasarnya nilai tertentu dari DC diperoleh dari setengah gelombang diperoleh. Formulanya adalah V dc

  • C. Penyearah Gelombang Penuh Dengan Ct Transformator.

    • i. Skema Rangkaian Gelombang Penuh Dengan Ct Transformator

Pada dasarnya nilai tertentu dari DC diperoleh dari setengah gelombang diperoleh. Formulanya adalah  V C.

Gambar 2.5 Skema rangkaian gelombang penuh dengan CT Transformator

ii. Bentuk Gelombang Ideal Penyearah dengan CT Transformator

Merupakan penyearah gelombang penuh yang menggunakan dua buah dioda yang dihubungkan ke transformator sekunder yg ditap tengahnya. Penyearah gelombang penuh equvalent dengan dua kali penyearah setengah gelombang. Sebab pusat tap, masing- masing rectifier mempunyai sebuah tegangan masukan yang equel dengan setengah tegangan sekunder. Dioda D1 menghantar keputaran setengah positif, dan dioda D2 menghantar ke putaran setengah negatif. Sebagai hasilnya arus beban penyearah mengalir selama setengah putaran bersama-sama. Penyearah gelombang penuh berbuat sama dengan dua kali bolak balik pada penyerah setengah gelombang.

Pada dasarnya nilai tertentu dari DC diperoleh dari setengah gelombang diperoleh. Formulanya adalah  V C.

Gambar 2.6 Rangkaian Penyearah CT

Pada dasarnya nilai tertentu dari DC diperoleh dari setengah gelombang diperoleh. Formulanya adalah  V C.

Harga tegangan dapat dihitung :

Ueff = 0,707 x Um

Udc = 0,636 x Um

Harga arus dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Dengan kata lain selama setengah siklus positif tegangan input dioda D1 di bias maju, sedangkan dioda D2 dibias mundur.Selama setengah siklus negatif tengan input dioda D1 di bias mundur, sedangkan dioda D2 dibias maju.

iii. DC atau Nilai Rata-Rata

Karena sinyal gelombang penuh mempunyai dua kali seperti banyak putaran lingkaran positif seperti sinyal setengah gelombang DC atau nilai rata-rata merupakan dua kali, diberikan oleh :

V dc = 2V p / π Ketika 2/π = 0,636 V p maka persamaan menjadi V dc = 0,636 V p Bentuk ini dapat lihat bahwa DC atau nilai rata-rata sama dengan 63,6% dari nilai puncak. Oleh karena itu, jika tegangan puncak sinyal gelombang penuh adalahg 100% tegangan DC nya adalah 63,6 V.

  • D. Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan

Skema Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh Model Jembatan. Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. Dua diode akan berkondusi saat

isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyarat negatif.

Untuk model penyearah

jembatan ini kita tidak memerlukan transformator yang memiliki center-tap.

Harga tegangan dapat dihitung : Ueff = 0,707 x Um Udc = 0,636 x Um Harga

Gambar 2.7 Skema rangkaian penyearah gelombang penuh model jembatan

  • i. Gambar Bentuk Output Gelombang Seperti ditunjukkan pada gambar 2.4.1, bagian masukan AC dihubungkan pada

sambungan D1-D2

dan

yang

lainnya

pada D3-D4.

Katode D1 dan D3 dihubungkan

degan keluaran positif (tanah).

dan

anode

D2 dan

D4 dihubungkan dengan keluaran negatif

Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif, maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 akan berpanjar mundur. Pada sambungan bawah D4 berpanjar maju dan D3 berpanjar mundur. Pada keadaan ini elektron akan mengalir dari titik B melalui D4 ke beban , melalaui D1 dan kembali ke titik A. Pada setengah periode berikutnya titik A menjadi negatif dan titik B menjadi positif. Pada kondisi ini D2 dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan berpanjar mundur. Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2, ke beban, melalui D3 dan kembali ke titik B. Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B, arus yang mengalir ke beban tetap pada arah yang sama.

Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif, maka diode D1 akan

Gambar 2.8 Bentuk Gelombang Tegangan Output

E. Filter

Filter adalah suatu rangkaian yang dibuat dengan tujuan untuk memperbesar tegangan DC

dan memperkecil tegangan rippple pada suatu rangkaian penyearah baik setengah gelombang maupun gelombang penuh. Adapun komponen elektronika yang sering digunakan sebagai rangkaian filter adalah kompponen Induktor (l) dan Kapasitor (C).

  • i. Filter Dengan Menggunakan Komponen Induktor (l)

Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif, maka diode D1 akan

Gambar 2.9 : Skema rangkaian penyearah gel penuh dengan filter L

Gambar 2.10 : Output gelombang penuh pembalik fasa dengan filter l Rumus Arus beban untuk filter

Gambar 2.10 : Output gelombang penuh pembalik fasa dengan filter l

Rumus Arus beban untuk filter (I)

ii. Filter Dengan Menggunakan Komponen Kapasitor (C)

Sistem penyearah menghasilkan arus gelombang searah masih terdapat pulsa gelombang bolak balik Secara umum peralatan elektronik membutuhkan sumber arus searah (DC) yang halus atau lebih rata. Untuk menghilangkan sisa gelombang bolak balik

tersebut sering digunakan kondensator elektrolit sebagai tapis perata (Filter) seperti pada gambar berikut :

Gambar 2.10 : Output gelombang penuh pembalik fasa dengan filter l Rumus Arus beban untuk filter
  • a. Filter Kapasitip Penambahan nilai kapasitor yang dipararel dengan beban akan memberikan efek peralatan pulsa DC yang lebih halus. Nilai kapasitor yang lebih besar akan menyimpan muatan pada saat pengisian. Kecepatan pengosongan muatan kapasitor tergantung dari besarnya konstanta waktu, yang dirumuskan dalam : T = RL x C

Gambar 2.10 : Output gelombang penuh pembalik fasa dengan filter l Rumus Arus beban untuk filter

Gambar 2.11 rangkaian penyearah gelombang penuh dilengkapi filter kapasitor

2.12Bentuk gelombang perataan dengan kapasitor b. Faktor Kerut (Ripple) Keluaran dari penyearah terdiri dari tegangan searah

2.12Bentuk gelombang perataan dengan kapasitor

  • b. Faktor Kerut (Ripple) Keluaran dari penyearah terdiri dari tegangan searah dan tegangan bolak balik atau

ripple. Tegangan kerut berbanding langsung terhadap arus beban (RL). Faktor kerut didefinisikan :

Dimana :

Vr (rms) Vdc = harga tegangan kerut yang terukur oleh volt meter AC. = harga tegangan
Vr (rms)
Vdc
= harga tegangan kerut yang terukur oleh volt meter AC.
= harga tegangan keluaran DC yang terukur oleh volt meter DC.

Gambar 2.13 bentuk gelombang dengan menggunakan filter dan tanpa filter untuk penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh

III.

ALAT DAN BAHAN

1.

Rangkaian penyearah

2.

Osiloskop

3.

Voltmeter

IV.

PROSEDUR PERCOBAAN

  • A. Penyearah Setengah Gelombang

    • 1. Dihubungkan penyearah setengah gelombang tanpa perata dan diamati bentuk gelombang pada osiloskop. Diukur tegangan dengan voltmeter.

    • 2. Dihubungkan perata dan diamati bentuk gelombang pada osiloskop. Dibaca tinggi puncak (simpang tertinggi) dan lembah gelombang (simpangan terendah) pada osiloskop. Ukur tegangan dengan Voltmeter.

  • B. Penyearah Satu Gelombang

    • 1. Dihubungkan penyearah satu gelombang tanpa perata dan diamati bentuk gelombang pada osiloskop. Dibaca tinggi puncak gelombang. Diukur tegangan dengan voltmeter.

    • 2. Dihubungkan kapasitor C dan diamati bentuk gelombang pada osiloskop. Dibaca tinggi puncak gelombang pada osiloskop dan diukur tegangan dengan voltmeter.

  • V. Hasil pengamatan Voltmeter Osiloskop = 5 Volt

  • A. Penyearah 1 gelombang tanpa perata

  • Percobaan

    Voltmeter

    I

    14,31

    II

    14,28

    III

    14,27

    IV

    14,30

    V

    14,30

    • B. Penyearah 1 gelombang dengan perata

    Percobaan

    Voltmeter

    I

    18,25

    II

    18,26

    III

    18,27

    IV

    18,26

    V

    18,27

    • C. Penyearah setengah gelombang tanpa perata

    Percobaan

    Voltmeter

    I

    7,47

    II

    7,44

    III

    7,48

    IV

    7,47

    V

    7,48

    • D. Penyearah setengah gelombang dengan perata

    Percobaan

    Voltmeter

    I

    13,93

    II

    13,94

    III

    13,95

    IV

    13,95

    V

    13,94

    VI.

    Analisa / pengolahan data

    • A. Ralat

       

    ̅

         

    ̅

     

    ̅

     

    (V)

     

    (V)

         

    (V)

     

    (V)

    14,31

    14,29

         

    0,02

    4x10 -4

    14,28

    14,29

       

    -0,01

     

    1x10 -4

    14,27

    14,29

         

    0,02

    4x10 -4

    14,30

    14,29

         

    0,01

    1x10 -4

    14,30

    14,29

         

    0,01

    1x10 -4

     

     

    ̅

    11x10 -4

     

    V

    =

    ̅

    =

    =

    = 0,0074 V

     

    ̅

     

    V

    =

    ( 14,29

    0,0074) V

     
     

    Nisbi

    =

    ̅

    x 100%

     
     

    =

     

    x 100%

    =

    0,052 %

     
     

    Kebenaran

    =

    100% - Nisbi

     

    =

    100% - 0,052%

    =

    99,948%

     

    2.

    Voltmeter penyearah satu gelombang dengan perata

     
       

    ̅

         

    ̅

     

    ̅

     

    (V)

     

    (V)

         

    (V)

     

    (V)

    18,25

    18,26

       

    -0,01

     

    1x10 -4

    18,26

    18,26

         

    0

     

    0

    18,27

    18,26

       

    0,01

    1x10 -4

    18,26

    18,26

         

    0

     

    0

    18,27

    18,26

         

    0,01

    1x10 -4

     

     

    ̅

    3x10 -4

     

    V

    =

    ̅

    =

    =

    = 0,0038 V

    ̅

    V

    =

    ( 18,26

    0,0038) V

    Nisbi

    =

    ̅

    x 100%

    =

    x 100%

    =

    0,02 %

    Kebenaran

    =

    100% - Nisbi

    =

    100% - 0,02%

    =

    99,98%

    • 3. Voltmeter penyearah setengah gelombang tanpa perata

     

    ̅

         

    ̅

     

    ̅

     

    (V)

     

    (V)

         

    (V)

     

    (V)

    7,47

    7,46

       

    0,01

     

    1x10 -4

    7,44

    7,46

       

    -0,02

     

    4x10 -4

    7,48

    7,46

       

    0,02

     

    4x10 -4

    7,47

    7,46

       

    0,01

     

    1x10 -4

    7,48

    7,46

       

    0,02

     

    4x10 -4

     

     

    ̅

     

    14x10 -4

    ̅

    V

    =

    ̅

    =

     

    =

    = 0,0084 V

     

    V

    =

    ( 7,46

    0,0084) V

     
     

    Nisbi

    =

    ̅

    x 100%

     
     

    =

     

    x 100%

    =

    0,11 %

     
     

    Kebenaran

    =

    100% - Nisbi

     

    =

    100% - 0,11%

    =

    99,89%

     

    4.

    Voltmeter penyearah setengah gelombang dengan perata

       

    ̅

         

    ̅

     

    ̅

     

    (V)

     

    (V)

         

    (V)

     

    (V)

    13,93

    13,94

       

    -0,01

    1x10 -4

    13,94

    13,94

       

    0

     

    0

    13,95

    13,94

       

    0,01

    1x10 -4

    13,95

    13,94

       

    0,01

    1x10 -4

    13,94

    13,94

       

    0

     

    0

     

     

    ̅

    3x10 -4

     

    V

    =

    ̅

    =

    =

    = 0,0038 V

     

    ̅

     

    V

    =

    ( 13,94

    0,0038) V

     
     

    Nisbi

    =

    ̅

    x 100%

     
     

    =

     

    x 100%

    =

    0,027 %

     
     

    Kebenaran

    =

    100% - Nisbi

     

    =

    100% - 0,027%

    =

    99,973%

     

    B.

    Perhitungan

     
    • 1. Penyearah satu gelombang tanpa perata

      • i. Tegangan rata-rata pada Voltmeter

    ii.

    iii.

    ̅

    = 14,29 Volt

    Tegangan AC pada Voltmeter

    ̅

    V rms =

    =

    = 10,13 Volt

    Tegangan DC pada Voltmeter

    V ave =

    x

    ̅

    =

    x 14,29 = 9,102 Volt

    • 2. Penyearah satu gelombang dengan perata

      • i. Tegangan rata-rata pada Voltmeter

    ii.

    iii.

    ̅

    = 18,26 Volt

    Tegangan AC pada Voltmeter

    ̅

    V rms =

    =

    = 12,95 Volt

    Tegangan DC pada Voltmeter

    V ave =

    x

    ̅

    =

    x 18,26 = 11,63 Volt

    • 3. Penyearah setengah gelombang tanpa perata

      • i. Tegangan rata-rata pada Voltmeter

    ii.

    iii.

    ̅

    = 7,46 Volt

    Tegangan AC pada Voltmeter

    ̅

    V rms =

    =

    = 5,29 Volt

    Tegangan DC pada Voltmeter

    V ave =

    x

    ̅

    =

    x 7,46 = 4,75 Volt

    • 4. Penyearah setengah gelombang dengan perata

      • i. Tegangan rata-rata pada Voltmeter

    ii.

    iii.

    ̅

    = 13,94 Volt

    Tegangan AC pada Voltmeter

    ̅

    V rms =

    =

    = 9,88 Volt

    Tegangan DC pada Voltmeter

    V ave =

    x

    ̅

    =

    x 13,94 = 8,88 Volt

    • C. Skema rangkaian

    ii. iii. ̅ = 18,26 Volt Tegangan AC pada Voltmeter ̅ V rms = = 12,95
    ii. iii. ̅ = 18,26 Volt Tegangan AC pada Voltmeter ̅ V rms = = 12,95
    D. Tugas 1. Apa kegunaan rangkaian penyearah? Jawab: Rangkaian Penyearah berguna untuk mengubah arus bolak balik

    D.

    Tugas

    • 1. Apa kegunaan rangkaian penyearah?

    D. Tugas 1. Apa kegunaan rangkaian penyearah? Jawab: Rangkaian Penyearah berguna untuk mengubah arus bolak balik

    Jawab: Rangkaian Penyearah berguna untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC) sehingga dalam rangkaian hanya mengalir satu arus saja.

    • 2. Apakah peranan kapasitor pada penyearah termaksud? Jawab: Kapasitor dalam penyearah berfungsi untuk menyimpan tenaga listrik dalam waktu tertentu (sementara) tanpa disertai reaksi kimia.

    • 3. Tunjukkan secara kualitatif cara kerja alat ini! Jawab: Osiloskop berguna untuk mengukur arus atau tegangan maksimum, arus atau tegangan efektif, arus atau tegangan rata-rata serta besar frekuensi gelombang yang dihasilkan oleh sumbernya. Untuk cara kerja alat ini adalah:

      • 1. Hidupkan osiloskop dan masukkan tegangan yang diukur.

      • 2. Skala pada tombol VOLTS/DIV menunjukkan nilai tegangan tiap cm

    secara vertikal dikalikan dengan kalibrasinya. Untuk mengamati bentuk gelombang dengan penyearah arus setengah gelombang, dapat dilakukan langkah berikut:

    a. Hubungkan penyearah setengah gelombang tanpa perata dan amati bentuk gelombang pada osiloskop b. Hubungkan perata dan amati bentuk gelombang pada osiloskop. Baca tinggi puncak (simpangan terendah) pada osiloskop. Ukur tegangan dengan voltmeter. Untuk mengamati bentuk gelombang dengan penyearah arus satu gelombang, dapat dilakukan langkah berikut:

    • a. Hubungkan penyearah satu gelombang tanpa perata dan amati bentuk gelombang pada osiloskop. Bacalah tinggi puncak gelombang. Ukur tegangan dengan voltmeter.

    • b. Hubungkan kapasitor dan amati bentuk gelombang pada osiloskop. Baca tinggi puncak gelombang pada osiloskop dan ukur tegangan dengan voltmeter.

    VII. PEMBAHASAN

    Percobaan Dioda sebagai penyearah arus ini dilakukan bertujuan untuk mempelajari sifat dan penggunaan dioda sebagai penyearah arus. Dalam mempelajari sifat dan penggunaan dioda sebagai penyearah arus, diperlukan rangkaian searah, osiloskop, dan voltmeter. Rangkaian Penyearah berguna untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC) sehingga dalam rangkaian hanya mengalir satu arus saja. Dalam rangkaian penyearah terdapat kapasitor, dimana kapasitor dalam penyearah berfungsi untuk menyimpan tenaga listrik dalam waktu tertentu (sementara) tanpa disertai reaksi kimia. Percobaan ini dibagi menjadi dua, yaitu penyearah setengah gelombang dan penyearah satu gelombang. Saat dilakukan percobaan penyearah setengah gelombang ataupun satu gelombang, diukur tegangannya saat tanpa perata dan dengan perata. Setelah dilakukan percobaan penyearah arus baik setengah gelombang maupun satu gelombang dengan menggunakan voltmeter, selanjutnya dilakukan perhitungan. Perhitungan untuk menentukan tegangan untuk mencari tegangan DC

    menggunakan rumus V ave = x

    ̅

    sementara untuk mencari tegangan AC digunakan rumus V rms

    =

    ̅

    . Dan berdasarkan perhitungan, didapatkan tegangan AC pada voltmeter penyearah satu

    gelombang tanpa perata sebesar 10,13 Volt sedangkan tegangan DC nya adalah 9,102 Volt lalu pada voltmeter penyearah satu gelombang dengan perata adalah 12,95 V sedangkan tegangan DC nya adalah 11,63 Volt. Tegangan AC pada penyearah setengah gelombang tanpa perata didapatkan tegangan AC 5,29 Volt sebesar dan tegangan DC sebesar 4,75 Volt , lalu pada penyearah setengah gelombang dengan perata juga didapat tegangan AC sebesar 9,88 Volt dan tegangan DC sebesar 8,88 Volt. Nilai tegangan penyearah satu gelombang maupun setengah gelombang dengan menggunakan perata dan tanpa perata memiliki perbedaan. Jika penyearah arus menggunakan perata atau kapasitor maka arus yang mengalir ditahan atau disimpan, karena perata atau kapasitor dalam penyearah berfungsi untuk menyimpan tenaga listrik dalam waktu

    tertentu (sementara) tanpa disertai reaksi kimia, sedangkan jika penyearah arus tanpa perata atau kapasitor arus mengalir langsung. Semakin besar hambatan, arus yang mengalir semakin kecil, sehingga tegangan juga semakin kecil. Hal ini menunjukkan tegangan dengan menggunakan perata lebih kecil daripada tidak menggunakan perata. Pada praktikum ini, masih terdapat beberapa hal yang mungkin tidak sesuai dengan literature dan sedikit menyimpang, hal ini disebabkan kemungkinan terjadinya kerusakan pada alat yaitu voltmeter serta kurang telitinya praktikan dalam melakukan praktikum.

    VIII. KESIMPULAN

    Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan :

    • 1. Rangkaian Penyearah berguna untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC) sehingga dalam rangkaian hanya mengalir satu arus saja.

    • 2. Dioda adalah jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda.

    • 3. Osiloskop berguna untuk mengukur arus atau tegangan maksimum, arus atau tegangan efektif, arus atau tegangan rata-rata serta besar frekuensi gelombang yang dihasilkan oleh sumbernya.

    • 4. Kapasitor dalam penyearah arus berfungsi menyimpan tenaga listrik dalam waktu tertentu (sementara) tanpa disertai reaksi kimia.

    • 5. Tegangan AC bersifat dinamik atau selalu berubah-ubah nilainya.

    • 6. Tegangan dengan menggunakan perata lebih kecil daripada tidak menggunakan perata, karena arus yang mengalir ditahan atau disimpan, dimana perata atau kapasitor dalam penyearah berfungsi untuk menyimpan tenaga listrik dalam waktu tertentu (sementara) tanpa disertai reaksi kimia, sedangkan jika penyearah arus tanpa perata atau kapasitor arus mengalir langsung.

    DAFTAR PUSTAKA

    Alit Paramartha, Ida Bagus. 2013. Penuntun Praktikum Fisika Dasar II. Bali: Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Arthur,Beiser. 1995. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I Terjemahan. Jakarta: Erlangga. Indrajit, Dudi. Mudah dan Aktif Belajar Fisika. Penerbit : PT Grafindo Media Pratama. Tipler, P.A.,1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan). Jakarta: Erlangga. Zemansky, Sears. 1983. Fisika untuk Universitas 1. Bandung: Binacipta.