Anda di halaman 1dari 17

Rencana Penutupan Tambang (RPT)

PT. GANDA ALAM MAKMUR


di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 1
PEMANTAUAN
4.13. KESTABILAN FISIK
4.13.1. Stabilitas Lereng
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah stabilitas lereng.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui terjadinya perubahan stabili-tas
lereng yang dapat menyebabkan terjadinya longsor.
C. Metode Pemantauan
1) Pengamatan secara visual terhadap terjadinya gejala longsor yakni adanya
rekahan dan aliran masa tanah pada lokasi pemantauan.
2) Pemasangan stik pantau stabilitas lahan pada titik lokasi pemantauan (Gambar
7.1).
3) Melakukan pencatatan dan tabulasi terhadap data stabilitas lahan hasil
pengamatan, kemudian dianalisis dengan cara membandingkan antara kondisi
stabilitas lahan rona awal dengan kondisi rona hasil pemantauan. Selanjutnya
hasilnya disajikan dalam bentuk uraian dan rekomendasi pengelolaan.
D. Lokasi Pemantauan
1) Bidang kupasan jalan angkut batubara dari lokasi tambang ke stockyard.
2) Bidang kupasan jalan angkut batubara dari stockyard ke stockpile.
3) Bidang kupasan jalan angkut batubara dari stockpile ke pelabuhan.
4) Bidang urugan jalan (cekungan/lembah) kiri dan kanan jalan.
5) Lereng PIT bidang kupasan tambang.
6) Lereng disposal area.
7) Urugan badan pelabuhan (tebing/bibir laut) yaitu sebelah kiri dan kanan ujung
urugan.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan 6 - 48 jam setelah turun hujan.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan stabilitas lereng dilaporkan kepada instansi teknis terkait yaitu
:
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 2
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.























Gambar 7.1. Stik Pantau Stabilitas Lereng

4.13.2. Keamanan Bangunan Pengendali Erosi
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah bangunan pengendali erosi.
B. Tujuan Pemantauan
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 3
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi fisik bangunan pengendali
erosi guna menghindari terjadinya erosi berskala besar.
C. Metode Pemantauan
1) Pengamatan secara visual terhadap kondisi bangunan pengendali erosi dan
terjadinya gerusan di bawah bangunan pengedali erosi.
2) Pengamatan secara visual terhadap kondisi pertumbuhan tanaman penutup tanah
di sekitar bangunan pengendali erosi.
3) Melakukan pencatatan tingkat kerusakan bangunan pengedali erosi dan persentasi
penutupan lahan oleh vegetasi. Kemudian datanya dianalisis secara deskriptif dan
disajikan dalam bentuk uraian dan rekomendasi pengelolaan.
D. Lokasi Pemantauan
1) Bidang kupasan jalan angkut batubara dari lokasi tambang ke stockyard.
2) Bidang kupasan jalan angkut batubara dari stockyard ke stockpile.
3) Bidang kupasan jalan angkut batubara dari stockpile ke pelabuhan.
4) Bidang urugan jalan (cekungan/lembah) kiri dan kanan jalan.
5) Lereng PIT bidang kupasan tambang.
6) Lereng disposal area.
7) Urugan badan pelabuhan (tebing/bibir laut) yaitu sebelah kiri dan kanan ujung
urugan.
E. Frekuensi pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan 3 (tiga) bulan sekali pada saat musim hujan.
F. Pelaporan hasil pemantauan
Data hasil pemantauan bangunan pengendali erosi dilaporkan kepada instansi teknis
terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.13.3. Keamanan Bangunan Pengendali Sedimentasi
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah bangunan pengendali sedimentasi.
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 4
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi fisik bangunan pengendali
sedimentasi guna menghindari terjadinya sedimentasi berskala besar.

C. Metode Pemantauan
1) Pengamatan secara visual terhadap kondisi bangunan pengendali sedimentasi dan
terjadinya gerusan di bawah bangunan pengendali sedimentasi.
2) Pengamatan secara visual terhadap kondisi pertumbuhan tanaman penutup tanah
di sekitar bangunan pengendali sedimentasi.
3) Melakukan pencatatan tingkat kerusakan bangunan pengedali sedimen-tasi dan
persentasi penutupan lahan oleh vegetasi di sekitar bangunan pengendali
sedimentasi. Kemudian datanya dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam
bentuk uraian dan rekomendasi pengelolaan.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan di disposal area yaitu pada blok 1 sampai Blok 2.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan 1 (satu) bulan sekali pada saat musim hujan.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan bangunan pengendali sedimentasi dilaporkan kepada instansi
teknis terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.13.4. Penimbunan Material Penutup
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah kondisi timbunan areal penutup.
B. Tujuan pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi timbunan material penutup
baik lereng maupun kepadatannya, guna menghindari terjadinya erosi dan longsor.
C. Metode Pemantauan
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 5
1) Pengamatan secara visual terhadap kondisi timbunan material penutup dan
terjadinya rekahan pada bidang lereng timbunan.
2) Pengamatan secara visual terhadap kondisi pertumbuhan tanaman penutup tanah
di areal timbunan material penutup.
3) Melakukan pencatatan terhadap terjadinya perubahan bentuk timbunan material
penutup akibat erosi dan longsor serta kondisi penutupan lahan oleh vegetasi.
Kemudian datanya dianalisis secara deskriptif dan disaji-kan dalam bentuk uraian
dan rekomendasi pengelolaan.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan di disposal area yaitu pada Blok 1 sampai Blok 2.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan 1 (satu) bulan sekali pada saat musim hujan.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan timbunan material penutup dilaporkan kepada instansi teknis
terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.14. AIR PERMUKAAN DAN AIR TANAH
4.14.1. Air Sungai
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah kualitas air sungai.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air sungai yang
terdapat pada areal tambang batubara setelah dilakukan pengelolaan selama kegiatan
operasional.
C. Metode Pemantauan
1) Pada titik-titik pantau (sungai) dilakukan penganbilan contoh air secara komposit
yakni di sisi kiri, kanan dan tengah sungai pada kedalaman air terbawah, di
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 6
tengah dan di permukaan. Kemudian sampel airnya dicampur menjadi satu
dengan volume maksimal 2 liter dan selanjutnya dibawa ke laboratorium.
2) Contoh air yang telah diambil, dilakukan analisis di laboratorium. Para-meter
kualitas air yang dianalisis mengikuti Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun
2001 tentang Kualitas Air dan Pengendalian Pence-maran Air (Kelas 1) untuk
Air Sungai, sedangkan air laut sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut.
3) Data kualitas air hasil analisis di laboratorium tersebut dilakukan analisis dengan
cara membandingkan dengan baku mutu kualitas air sesuai Peraturan Pemerintah
RI Nomor 82 Tahun 2001 tentang Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran
Air (Kelas 1) untuk Air Sungai, sedangkan air laut sesuai Keputusan Menteri
Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut
untuk Biota Laut. Kemudian datanya disajikan dalam bentuk uraian-uraian dan
rekomendasi penge-lolaan terhadap sumber dampaknya apabila kualitas airnya
melebihi baku mutu.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah :
Sungai Sempayau yang berada di Desa Sempayau, Kecamatan Sangkulirang, Kutai
Timur.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan 3 (tiga) bulan sekali.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan kualitas air sungai dilaporkan kepada instansi teknis terkait
yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.14.2. Air Kolam Bekas Tambang
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah kualitas air kolam bekas tambang.
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 7
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air kolam bekas
tambang yang terdapat pada areal tambang batubara setelah dilakukan pengelolaan
selama kegiatan operasional pertambangan.
C. Metode Pemantauan
1) Pada titik-titik pantau kolam bekas tambang dilakukan sampling air secara
komposit yakni di sisi kiri, kanan dan tengah kolam pada keda-laman air
terbawah, di tengah dan di permukaan. Kemudian sampel air-nya dicampur
menjadi satu dengan volume maksimal 2 liter dan selan-jutnya dibawa ke
laboratorium.
2) Sampel air yang telah diambil, dilakukan analisis di laboratorium. Para-meter
kualitas air yang dianalisis mengikuti Keputusan Gubernur Kalimantan Timur
Nomor 26 Tahun 2002 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri
dan Usaha Lainnya yaitu pH, TSS, Besi Total (Fe), dan Mangan Total (Mn).
3) Data kualitas air hasil analisis di laboratorium tersebut dibandingkan dengan baku
mutu kualitas air sesuai Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 26 Tahun
2002 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri dan Usaha Lainnya.
Kemudian datanya disajikan dalam bentuk uraian-uraian dan rekomendasi
pengelolaan terhadap sumber dampaknya apabila kualitas airnya melebihi baku
mutu.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah kolam bekas tambang.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan 3 (tiga) bulan sekali.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan kualitas air kolam bekas tambang dilaporkan kepada instansi
teknis terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.15. FLORA DAN FAUNA
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 8
4.15.1. Flora Kawasan Teganggu
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah kondisi pertumbuhan flora kawasan
reklamasi meliputi jenis, riap dan asosiasi vegetasi lokal.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi pertumbuhan tanaman
revegetasi dan adaptasi pionir lokal.

C. Metode Pemantauan
1) Pemantauan jenis dan adaptasi pionir lokal dilakukan dengan pengamatan secara
visual berdasarkan jalur pengamatan.
2) Pemantauan tiap tanaman revegetasi dilakukan dengan mengukur diameter batang
setinggi dada orang dewasa pada pohon sampel permanen.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah :
1) Areal reklamasi masing-masing tiga lokasi perwakilan.
2) Areal reklamasi fasilitas penunjang.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan dua kali dalam setahun.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan flora kawasan reklamasi dilaporkan kepada instansi teknis
terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
4) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.15.2. Flora Kawasan Tidak Terganggu
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 9
Parameter lingkungan yang dipantau adalah jenis, kerapatan, indeks nilai penting
jenis dan persentase penutupan lahan.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui perkembangan kondisi vege-tasi alami
yang terdapat di dalam areal WIUP PT GAM yang tidak terganggu oleh aktivitas
penambangan.
C. Metode Pemantauan
1) Membuat petak (plot) ukur permanen sebanyak 4 (empat) plot di setiap blok yang
berukuran 20 x 20 meter untuk vegetasi tingkat pohon, 10 x 10 meter untuk
vegetasi tingkat tiang, 5 x 5 meter untuk tingkat pancang dan 2 x 2 meter untuk
tingkat semai.
2) Melakukan pencatatan jenis pohon dan pengukuran diameter, tinggi bebas cabang
dan penutupan canopy pohon, pada petak ukur 20 x 20 meter.
3) Inventarisasi jenis dan jumlah individu tingkat tiang, pancang dan semai masing-
masing pada petak ukur 10 x 10 meter, 5 x 5 meter dan 2 x 2 meter.
4) Pencatatan hasil inventarisasi dan pengukuran diameter dan tinggi pohon, analisis
kerapatan, analisis indeks keragaman dan indeks nilai penting jenis serta analisis
penutupan kanopi (leaf area index).
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah :
1) Vegetasi alami di lokasi Blok 1
2) Vegetasi alami di lokasi Blok 2
3) Vegetasi alami di lokasi Blok 3
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan setiap dua kali dalam setahun.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan flora darat dilaporkan kepada instansi teknis terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
4) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 10

4.15.3. Fauna Terestrial
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah fauna darat (satwa liar).
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan lingkungan
khususnya dibidang pengelolaan lingkungan habitat satwa.
C. Metode Pemantauan
Pemantauan fauna darat (satwa liar) dilakukan dengan cara pengamatan dan
melakukan pencatatan terhadap :
1) Jenis satwa liar, jumlah individu dan tanda-tanda yang dijumpai seperti jejak,
sarang, feces, bekas gigitan/cakaran pada pohon dan suara, serta kondisi areal
tempat ditemukannya.
2) Jenis-jenis satwa liar seperti jenis burung, mamalia dan reptilia dengan metode
lndeces Point of Abudance/IPA (burung), Line Traniect Method (mamalia),
reptilia serta pengamatan secara kualitatif dan wawancara dengan masyarakat.
3) Pengambilan data dengan metode IPA dilakukan dengan mem-buat titik
pengamatan stationer dengan radius pengamatan yang tergantung pada kondisi
lapangan selama 15 menit. Data yang dicatat adalah nomor titik, jenis burung
yang terlihat, jumlah individu, aktivitas dan lokasi tempat aktivitas dilakukan.
4) Pengambilan data dengan metode jalur transek (line transek method) dilakukan
dengan sistem jalur sistematis pada jalur-jalur analisis vegetasi, disepanjang
sungai dan sebagainya. Data yang dicatat adalah waktu pengamatan, jenis
satwa yang teramati jumlah individu, aktivitas dan lokasi tempat aktivitas
dilakukan.
5) Di samping itu juga dilakukan metoda wawancara terhadap
masyarakat yang mempunyai penget ahuan yang l uas t er -hadap
keadaan fauna di daerah studi dengan tujuan untuk memperoleh data
jenis fauna yang ada secara lengkap.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah di Blok 1, Blok 2 dan Blok 3.
E. Frekuensi Pemantauan
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 11
Frekuensi pemantauan dilakukan 2 (dua) kali dalam setahun.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan fauna darat (satwa liar) dilaporkan kepada instansi teknis
terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
4) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.15.4. Flora dan Fauna Aquatik
A. Parameter lingkungan yang dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah biota laut.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi biota laut.
C. Metode Pemantauan
Pengumpulan data dilaksanakan secara langsung dengan menggunakan per-alatan
plankton net untuk plankton, eikman dradge dan surber net untuk benthos, dan
jaring ikan untuk nekton.
Analisis data dilaksanakan di laboratorium dengan cars-cars sebagai berikut
1) Plankton dan Benthos
Indeks Keanekaragaman (H')
H'= - (ni/N) log (ni/N)
Di mana :
Ni = Inclividu setiap jenis
N = Total individu
1 B D F
Kelimpahan Plankton : X = ----- x ----- x ----- x -----
A C E G
Keterangan :
X = kelimpahan plankton (individu/It)
A = volume air yang disaring (It)
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 12
B = volume air yang tersaring (ml)
C = volume preparat (ml)
D = luas cover glass (mm')
E = Luas lapang pandang (mm
2
)
F = jumlah plankton diseluruh lapang pandang
G = jumlah lapang pandang yang diamati
ni x K
Kelimpahan Benthos : X = -----------
L
Keterangan :
Xi = Kelimpahan fauna benthik jenis (individu/lt)
ni = Jumlah individu contoh jenis 1
K = Faktor konversi alat sampling
L = luas mulut alat sampling (m
2
)
Berdasarkan data kelimpahan plankton maupun benthos selanjutnya dilakukan
perhitungan indeks keanekaragaman (H').
Indeks Keseragaman (E) = H/Log S
Dimana :
H' = Indeks Keanekaragaman
Log S = Log jumlah species
2) Nekton
Untuk nekton data diperoleh dengan menjaring langsung dengan meng-
gunakan jala atau berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan
penduduk setempat.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah pada daerah lokasi penambangan dan daerah sungai pada
lokasi daerah hulu lokasi penyaluran limbah ke badan sungai dan lokasi daerah hilir
dengan jarak 250-500 meter pertemuan sungai dengan limbah..
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali dan pada lingkungan
hidrologi dilakukan pemantauan 4 (empat) kali dalam setahun.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 13
Data hasil pemantauan biota laut darat dilaporkan kepada instansi teknis terkait yaitu
:
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.16 REKLAMASI
Keberhasilan reklamasi adalah tumbuh tanaman pada lokasi reklamasi adalah
tanaman dapat tumbuh dengan sehat serta menutupi minimal 80% dari luas areal yang
direklamasi, tingkat pertumbuhan tanaman mencapai 80% dan laju erosi permukaan pada
arean reklamasi adalah kurang dari 5 ton /tahun.
A. Parameter Lingkungan Yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah kondisi tingkat pertumbuhan tanaman
atau vegetasi pada areal reklamasi.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi pertumbuhan tanaman atau
vegetasi pada areal reklamasi.
C. Metode Pemantauan
1) Pengukuran tegakan dan pertumbuhan tanaman pada areal reklamasi
2) Pengukuran tingkat kerapatan tanaman pada areal reklamasi.
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan seluruh areal reklamasi.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan setiap dua kali dalam setahun.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan reklamasi dilaporkan kepada instansi teknis terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 14
4.17. SOSIAL DAN EKONOMI
4.17.1. Demografi (Kependudukan)
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah kondisi pertumbuhan dan kepadatan
penduduk.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan kepadatan
penduduk di Kecamatan Kaubun, kabupaten Kutai Timur.



C. Metode Pemantauan
1) Pemantauan kepadatan penduduk (D) :
Jumlah Penduduk (Jiwa)
D = ---------------------------
Luas Wilayah (Km2)

2) Pemantauan pertumbuhan penduduk
r = t P
t
/P
o
1
Di mana :
r = Angka pertumbuhan penduduk
P
t
= Jumlah penduduk pada tahun ke t (jiwa)
Po = Jumlah penduduk pada tahun ke 0 (jiwa)
t = Lamanya waktu antara Po dan Pt (tahun)
D. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah Wilayah Desa Mata Air, Desa Bukit Permata (Kecamatan
Kaubun) dan Desa Sempayau (Kecamatan Sangkulirang), Kabupaten Kutai Timur.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan setiap dua kali dalam setahun.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 15
Data hasil pemantauan flora kawasan reklamasi dilaporkan kepada instansi teknis
terkait yaitu :
1. Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2. Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3. Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.
4.17.2. Mata Pencaharian
G. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah mata pencaharian penduduk.
H. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui perubahan dan jenis mata pencaharian
penduduk setelah penutupan tambang.
I. Metode Pemantauan
Pemantauan terhadap mata pencaharian penduduk dilakukan dengan cara wawancara
melalui kuisioner. Parameter mata pencaharian terdiri dari jumlah, jenis, dan volume.
Data hasil pengamatan dilakukan tabulasi dan disajikan dalam bentuk uraian.
J. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah Desa Mata Air, Desa Bukit Permata (Kecamatan Kaubun)
dan Desa Sempayau (Kecamatan Sangkulirang), Kabupaten Kutai Timur.
K. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan setiap dua kali dalam setahun.
L. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan mata pencaharian penduduk dilaporkan kepada instansi teknis
terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.17.3. Kesehatan
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah kesehatan karyawan dan penduduk.
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 16
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan karyawan dan
penduduk selama berlangsungnya kegiatan tambang.
C. Metode Pemantauan
Pemantauan kesehatan karyawan dan penduduk dilakukan dengan cara wawancara
dan inventarisasi jumlah pasien yang berobat di puskesmas/-dokter praktek yang
terdapat di sekitar lokasi studi.
Data hasil pemantauan dicatat dan dianalisis dengan membandingkan dengan jenis
penyakit dan jumlah penduduk yang menderita penyakit tertentu (10 jenis penyakit).
D. Lokasi Pemantauan
Desa Mata Air, Desa Bukit Permata (Kecamatan Kaubun) dan Desa Sempayau
(Kecamatan Sangkulirang), Kabupaten Kutai Timur.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan setiap dua) kali dalam 6 (enam) bulan.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan terhadap kesehatan karyawan dan penduduk dila-porkan
kepada instansi teknis terkait yaitu :
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

4.17.4. Pendidikan
A. Parameter Lingkungan yang Dipantau
Parameter lingkungan yang dipantau adalah jumlah dan tingkat pendidikan
penduduk.
B. Tujuan Pemantauan
Tujuan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan
peningkatan sumber daya manusia penduduk Desa Mata Air, Desa Bukit Permata
(Kecamatan Kaubun) dan Desa Sempayau (Kecamatan Sangkulirang), Kabupaten
Kutai Timur, adanya kegiatan tambang batubara PT GAM.
C. Metode Pemantauan
Rencana Penutupan Tambang (RPT)
PT. GANDA ALAM MAKMUR
di Kecamatan Kaubun-Kutim

PROGRAM PENUTUPAN TAMBANG
IV - 17
Pemantauan terhadap tingkat pendidikan penduduk dilakukan dengan cara
wawancara melalui kuisioner dan juga melakukan pencatatan di Kantor Desa Desa
Mata Air, Desa Bukit Permata (Kecamatan Kaubun) dan Desa Sempayau
(Kecamatan Sangkulirang), Kabupaten Kutai Timur.
D. Lokasi Pemantauan
Desa Mata Air, Desa Bukit Permata (Kecamatan Kaubun) dan Desa Sempayau
(Kecamatan Sangkulirang), Kabupaten Kutai Timur.
E. Frekuensi Pemantauan
Frekuensi pemantauan dilakukan setiap 2 (dua) kali dalam 6 (enam) bulan.
F. Pelaporan Hasil Pemantauan
Data hasil pemantauan biota laut darat dilaporkan kepada instansi teknis terkait yaitu
:
1) Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Timur.
2) Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur.
3) Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur.

Anda mungkin juga menyukai