Anda di halaman 1dari 5

1

MINUMAN KESEHATAN EKSTRAK RUMPUT MENIRAN BAWAS


SEKADAU SEBAGAI PENANGKAL RADIKAL BEBAS
Edi Siswanto
1


Abstrak
Penelitian tentang pembuatan minuman kesehatan ekstrak rumput meniran bawas
Sekadau sebagai penangkal radikal bebas dilakukan sebagai bentuk nyata kecintaan
terhadap obat-obatan tradisional daerah Sekadau. Masyarakat daerah mempercayakan
rumput meniran sebagai obat yang ampuh menangkal penyakit akibat sampar (radikal
bebas). Radikal bebas merupakan senyawa yang terbentuk akibat dari proses oksidasi,
metabolisme sel, kendaraan bermotor, industri, asap rokok, mesin fotokopi, AC dan
makanan yang tidak sehat. Berdasarkan penggunaan obat tradisional minuman
kesehatan daun meniran bawas Sekadau yang telah turun-temurun dilakukan oleh
masyarakat Sekadau tersebut, menunjukkan bahwa kemampuan tanaman meniran dalam
menangkal dan menyembuhkan berbagai penyakit akibat sampar (radikal bebas)
tergolong berhasil dan hingga sekarang masyarakat Sekadau masih menggunakan obat
tradisional tersebut.
Kata kunci: Ektrak meniran,Minuman kesehatan, Radikal bebas
Abstract
Research on the health of grass extract brewing meniran bawas Sekadau as free-radical
scavengers done as a form of real love of traditional medicines Sekadau area. Society entrusts the
grass meniran as a powerful medicine to ward off illness caused by pestilence (free radicals). Free
radicals are compounds that are formed as a result of oxidation processes, cell metabolism, motor
vehicles, industry, cigarette smoke, copiers, air conditioning and unhealthy food. Based on the use
of traditional medicine health drink bawas Sekadau meniran leaves that have been passed down
through generations performed by the Sekadau society, indicating that the plant's ability to deter
and meniran in curing various diseases caused by pestilence (free radicals) and until now
relatively successful Sekadau community still uses the traditional medicine .

Keywords: Extract meniran, Health drinks, Free radical

1
Mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Mipa Universitas Tanjungpura
MINUMAN KESEHATAN EKSTRAK DAUN MENIRAN BAWAS SEKADAU SEBAGAI PENANGKAL
RADIKAL BEBAS
(Edi Siswanto)

2
1. PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan suatu
kebutuhan terpenting bagi umat manusia.
Secara umum, manusia akan melakukan
berbagai upaya untuk tetap memiliki
tubuh yang sehat. Namun, seiring
perkembangan dan kemajuan teknologi
pada kota-kota besar di dunia akan
sekaligus membawa efek negatif untuk
terbentuknya radikal bebas yang dapat
menyebabkan penurunan angka
kesehatan (Tarigan, 2009). Kehidupan di
kota-kota besar tidak akan terlepas dari
pencemaran udara, sehingga jumlah
radikal bebas yang ada di dalam tubuh
semakin meningkat (Sukmana, 2011).
Radikal bebas merupakan senyawa yang
terbentuk akibat proses oksidasi,
metabolisme sel, kendaraan bermotor,
industri, asap rokok, mesin fotokopi, AC
dan makanan yang tidak sehat. Radikal
bebas dalam jumlah berlebih dapat
menyebabkan kerusakan jaringan
terutama jaringan hati (Wrasiati, 2011).
Tumbuhan rumput meniran
(Phyllanthus sp.) merupakan salah satu
tanaman yang berpotensi untuk
digunakan sebagai penangkal efek
radikal bebas. Tumbuhan rumput
meniran mengandung flavonoid pada
daunnya. Mengkonsumsi minuman atau
makanan yang mengandung senyawa
flavonoid (antioksidan) akan dapat
menghambat dan menghilangkan radikal
bebas dalam tubuh (Wardoyo, dkk,
2009). Pengobatan terhadap penyakit
untuk daerah Sekadau masih banyak
dilakukan dengan cara trsdisional, yaitu
dengan menggunakan berbagai minuman
dari rumput meniran bawas Sekadau
sebagai obat tradisional khas Kabupaten
Sekadau. Masyarakat sekadau, secara
turun-temurun hingga sekarang masih
mempercayakan minuman rumput
meniran bawas sekadau sebagai obat
tradisional yang mampu mengobati
berbagai penyakit akibat sampar (radikal
bebas). Berdasarkan penelitian (Junieva
dan Yazid, 2006) menggunakan 27
sampel tikus Wistar, terbukti tidak ada
tikus Wistar yang mati selama perlakuan
dan penelitian tersebut menghasilkan
data kesembuhan untuk tikus Wistar yang
diberikan ekstrak meniran. Oleh karena
itu, tumbuhan meniran memiliki potensi
yang baik untuk dijadikan minuman
kesehatan dengan berdasarkan
pendekatan studi literatur.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Meniran
Meniran (Phyllanthus niruri L)
adalah tanaman semak yang memiliki
tinggi antara 30-100 cm ini memiliki
daun majemuk yang berseling berbentuk
bulat telur dengan ujung tumpul dan
pangkal membulat (Gambar 1). Bunga
berwarna putih menggantung dekat
tangkai anak daun dengan buah
berbentuk bulat berwarna hijau
keunguan. Akar tunggang dengan batang
berdiameter 3 mm berwarna hijau dan
licin tak berambut (Harborne, 1987).


Gambar 1. Tumbuhan meniran
(sumber gambar)
2.2 Kandungan Kimia Mineran
Rumput meniran (Phyllanthus sp.)
merupakan tumbuhan yang mengandung
flavonoid pada daun sebagai antioksidan
yang dapat menghambat terbentuknya
radikal bebas. Flavonoid berupa senyawa
fenol, karena itu warnanya berubah
apabila ditambah basa atau amoniak.
Flavonoid umumnya terdapat dalam
tumbuhan terikat pada gula sebagai
glikosida dan aglikon. Flavonoid juga
merupakan bentuk kombinasi glikosida,
MINUMAN KESEHATAN EKSTRAK DAUN MENIRAN BAWAS SEKADAU SEBAGAI PENANGKAL
RADIKAL BEBAS
(Edi Siswanto)

3
terdapat dalam semua tumbuhan
berpembuluh. Beberapa senyawa turunan
flavonoid terdapat pada tumbuhan tingkat
tinggi dan hanya terdapat pada organ-
organ tertentu dari tumbuhan seperti
akar, batang, daun, bunga, biji dan kulit
kayu (Harborne, 1987).
Tabel 1. Kandungan Kimia Tanman
Rumput Meniran
No Nama Senyawa Kimia
1 Flavonoid
2 Saponin
3 Tanin
4 Ligan
5 Alkaloid

Saponin dapat bekerja sebagai anti-
mikroba. Kelarutan saponin dalam air
dan etanol tetapi tidak larut dalam eter
(Robbinson, 1995). Alkaloid merupakan
golongan zat tumbuhan sekunder yang
terbesar. Alkaloid termasuk senyawa
bersifat basa yang mengandung satu atom
nitrogen. Tanin merupakan senyawa
kompleks, biasanya merupakan
campuran polifenol yang sukar untuk
dipisahkan karena tidak dalam bentuk
kristal. Tanin dapat meringankan diare
dengan menciutkan selaput lendir usus.
Lignan terkadang dijumpai sebagai
glikosida. Lignan digunakan sebagai
antioksidan dalam makanan. Selain itu
lignan juga merupakan kandungan kimia
yang aktif dalam tumbuhan obat tertentu.

3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan adalah
blender, vacuum evaporator (Bunch),
timbangan analitik, hot plate
(Thermoline), gelas beaker, gelas kimia,
kertas saring, labu ukur, batang
pengaduk, pisau, corong pisah dan ketas
wrapping. Bahan tumbuhan yang terdiri
dari sampel berupa batang, daun, bunga,
dan buah meniran Bahan-bahan kimia
dan media yang digunakan adalah etanol
dan akuades.
3.2 Prosedur Kerja
Langkah pertama, pada bagian
batang, daun, dan bunga meniran
dibersihkan lalu diangin-anginkan sampai
kering, dengan kadar air yang sedikit.
Meniran yang telah kering dipotong-
potong dengan pisau dan diblender
sampai terbentuk serbuk. Sebanyak 300 g
serbuk dalam labu ukur 2000 ml
ditambahkan dalam etanol 96% sampai
seluruh serbuk terendam (1500 ml).
Terus dibiarkan selama kurunag lebih 6
jam sambil digoyang menggunakan
shaker dengan kecepatan 40 rpm.
Rendaman serbuk meniran direfluks
selama 3 jam dan disaring menggunakan
kertas saring. Kumudian dilakukan
penguapan terhadap etanol agar
mendapatkan serbuk murni dengan cara
menggunakan desikator selama 6 jam
agar semua etanol dalam serbuk meniran
benar-benar hilang, sehingga yang
dihasilkan berupa serbuk meniran murni.

























Meniran
Dibersihkan dan dianginkan
agar kering
Dipotong-potong dan diblender
Ditambahkan dengan etanol
selama 6 jam
Dishaker
Direfluks selama 3 jam
Diuapkan dengan desikator
Serbuk Ektrak Meniran
MINUMAN KESEHATAN EKSTRAK DAUN MENIRAN BAWAS SEKADAU SEBAGAI PENANGKAL
RADIKAL BEBAS
(Edi Siswanto)

4
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Rumput meniran (Phyllanthus sp.)
merupakan suatu jenis tanaman yang
memiliki kandungan utama berupa
flavonoid pada daunnya, dimana
senyawa flavonoid tersebut berfungsi
sebagai antioksidan. Senyawa yang
tergolong antioksidan memiliki fungsi
khusus dalam dunia kesehatan, karena
dapat menghambat terbentuknya
radikal bebas dalam tubuh. Flavonoid
berupa senyawa fenol, karena itu
warnanya berubah apabila ditambah
basa atau amoniak. Selain flovanoid,
tanaman rumput meniran juga
mengandung senyawa lain yang juga
tergolong penting untuk kesehatan.
Adapun nama-nama senyawa tersebut
adalah lignin, tannin, alkaloid dan
saponin.
Aktivitas sebagai antioksidan
yang dimiliki oleh sebagian besar
flavonoid pada meniran disebabkan
oleh adanya gugus hidroksi fenolik
dalam struktur molekulnya juga
melalui daya tangkap terhadap radikal
bebas serta aktivitasnya sebagai
pengkelat logam. Sesuai dengan
mekanisme kerjanya, antioksidan
memiliki dua fungsi utama, yaitu
sebagai pemberi atom hidrogen dan
memperlambat laju autooksidasi
reaksi yang dapat untuk menghambat
terbentuknya radikal lipid dalam
tubuh. Memberikan suatu senyawa
antioksidan pada radikal lipid, maka
radikal lipid tersebut akan berubah
menjadi bentuk lebih stabil dan tidak
mengakibatkan kerusakan yang lebih
berat.
Beberapa sumber literatur terbaru
juga menunjukkan bahwa tanaman
meniran memiliki potensi yang baik
sebagai imunomodulator, sehingga
tanaman meniran mampu meningkatkan
sistem kekebalan tubuh dan mampu
menangkal serangan virus, bakteri atau
mikrobia lainnya (Suhirman dan Winarti,
2010). Selain itu, menurut Tjandrawinata,
dkk (2005), juga telah melakukan uji pra-
klinis untuk menguji aktivitas ekstrak
daun meniran dan terbukti meniran dapat
meningkatkan kekebalan tubuh.

5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari
penulisan jurnal ini adalah daun meniran
dapat digunakan sebagai obat-obatan
yang sangat berguna bagi dunia
kesehatan, karena pada tanaman meniran
banyak mengandung senyawa flavonoid,
lignan, tanin, alkaloid, dan saponin.
Terutama Flavonoid sebagai antioksidan
yang dapat menyembuhkan radikal
bebas. Tanaman yang biasa masyarakat
kenal sebagai rumput pengganggu,
teryata bisa dibuat sebagai minuman
kesehatan, mengingat kandungan yang
terdapat pada tanaman meniran adalah
zat-zat yang berguna bagi kesehatan.
Selain itu, tanaman meniran juga mudah
dibudidayakan pada lingkungan rumah
maupun perkebunan.
5.2 Saran
Perlu untuk dilakukan penelitian
lebih lanjut tentang mineran dengan
penambahan herba lain yang mempunyai
efek sinergis dengan meniran. Selain itu,
perlu dilakuakan sosialisasi lebih lanjut
tentang manfaat dan keuntungan dari
tanaman meniran kepada masyrakat
umum.

Daftar Pustaka
Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia.
Bandung: Institut Teknologi
Bandung.
Janieva, P.N dan Yazid, A.D. 2006.
Pengaruh Pemberian Ekstrak
Meniran Terhadap Gambaran
Mikroskopik Paru Tikus Wistar yang
Diinduksi Radikal Bebas. Semarang.
Fakultas Kedokteran Universitas
Diponogoro.
MINUMAN KESEHATAN EKSTRAK DAUN MENIRAN BAWAS SEKADAU SEBAGAI PENANGKAL
RADIKAL BEBAS
(Edi Siswanto)

5
Robinson, T. 1995. Kandungan Organik
Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB
Suhirman, S.S and Winarti, H, J.R. 2010.
Inventaris Tanaman Obat
Indonesia, edisi kedua. Jakarta:
Departemen Kesehatan.
Sukmana, EY. 2011. Ilmu Obat Alam
(Farmakognosi) Jilid 1. Jakarta:
Penebar Swadaya.
Tarigan, B. 2009. Estimasi Emisi
Kendaraan Bermotor dibeberapa
Ruas Jalan Kota Medan. Medan:
Universitas Sumatra Utara.
Tjandrawinata, Tjontaya. H & Rahardja,
K. 2005. Obat-obat Penting Khasiat
dan Penggunannya untuk dilakukan
Proses Pengujian Secara langsung.
Jakarta: PT. Elex Media
Computindo.
Wardoyo, S.T, Soetjipto H dan Sihasale
L. 2009. Skrining fitokimia dan uji
toksisitas ekstrak daun meniran.
dengan Berdasarkan Prinsip kerja
obat antimikroba. Jakarta:
Kedokteran EGC.
Wrasati, SR. 2011. Obat Tradisional
Indonesia. Bogor: Trubus Agriwidya.