Anda di halaman 1dari 14

3

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun kami panjatkan kepada hadirat Allah Subhanahu wataala,
karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan Laporan Observasi Sekolah di SMP
Negeri 1 Gringsing. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Sekolah.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Semarang, 30 November 2012


Penyusun








4

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.3
DAFTAR ISI...4
BAB I PENDAHULUAN...5
A . Latar belakang Masalah..................5
B. Rumusan Masalah ...6
BAB II METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA.....7
BAB III HASIL OBSERVASI...8
A.GAMBARAN LOKASI OBSERVASI.....8
B.HASIL OBSERVASI....12
1. Manajemen Kurikulum.....12
2. Manajemen Peserta Didik.....12
3. Manajemen Personalia...13
4. Manajemen Keuangan...14
5. Manajemen Hubungan Masyarakat...15
6. Manajemen Sarana dan Prasana....15
7. Manajemen Layanan Khusus....16
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN...18
DAFTAR PUSTAKA19


5

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan
kualitas sumber daya manusia dan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses
peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses
peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka Pemerintah telah berupaya mewujudkan
amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas
melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana
pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga
kependidikan lainnya. Tetapi kenyataan belum cukup dalam meningkatkan kualitas
pendidikan (Depdiknas, 2001:2).
Dalam Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
disebutkan bahwa Pendidikan merupakan kunci kemajuan, semakin baik kualitas pendidikan
yang diselenggarakan oleh suatu masyarakat/bangsa, maka akan diikuti dengan semakin
baiknya kualitas masyarakat/bangsa tersebut. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
Dalam kaitan ini maka muncullah salah satu pemikiran ke arah pengelolaan
pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan melaksanakan
berbagai kebijakan secara luas. Pemikiran ini dalam perjalanannya disebut Manajemen
Berbasis Sekolah (MBS). Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu konsep
yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan kebijakan sekolah dalam rangka
meningkatkan mutu, efisiensi dan pemerataan pendidikan agar dapat mengakomodasi
keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerja sama yang erat antara sekolah,
masyarakat dan pemerintah. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan ideal yang dalam
proses upaya pencapaiannya dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan jenjang dan jenis
pendidikan. Oleh karena itu, setiap institusional dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan
6

nasional telah menetapkan tujuan antara sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikannya.
Penyelenggaraan lembagalembaga pendidikan di negara manapun di dunia dipandang
sebagai suatu program yang bernilai strategis. Hal ini berdasarkan satu asumsi bahwa proses
pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan sematasemata
bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Melalui proses pendidikan akan terbentuk sosok
sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses
pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting
sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas
Berdasarkan latar belakang diatas kami mengadakan observasi di SMP Negeri 1
Gringsing.



B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana manajemen kurikulum sekolah?
2. Bagaimana manajemen peserta didik?
3. Bagaimana manajemen personalia atau pegawai?
4. Bagaimana manajemen keuangan sekolah?
5. Bagaimana manajemen hubungan pihak sekolah dengan masyarakat?
6. Bagaimana manajemen sarana prasarana sekolah?
7. Bagaimana manajemen layanan khusus sekolah?










7

BAB II
METODE DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Dalam pembuatan laporan, penulis memerlukan banyak materi sebagai bahan
acuan dalam pembuatan sistem yangakan dibuat . Sebagai landasan untuk
perancangan dan untuk memperkuat hasil dari tugas akhir maka sangat
dibutuhkan materi pendukung. Adapun dalam pencarian materi yang diperlukan
penulis menggunakan beberapa metode yaitu :
a. Me t o d e o b s e r v a s i ( p e n g a ma t a n ) y a i t u me t o d e
me n c a r i d a t a d e n g a n me l a k u k a n p e n g a ma t a n t e r h a d a p a l a t /
p i r a n t i y a n g b e r k a i t a n d e n g a n s i s t e m g u n a me mb a n t u
menentukan sistem yang akan dibuat. Materi dan pengetahuan dari ha s i l
pe nga ma t a n, pe nul i s kumpul kan, ke mudi an pe nul i s ol a h da n pe nul i s
guna ka n s e ba ga i s a l a h s a t u a c ua n da l a m pe mbuat a n s i s t e m ya ng
pe nul i s guna ka n untuk tugas akhir.
b. Metode interview (wawancara) yaitu m e t o d e p e n c a r i a n d a t a
m e l a l u i w a w a n c a r a / tanya jawab dengan orang yang lebih mengetahui
tentang sistem dari piranti yang akan dibuat. Data yang didapatdari hasil
wawancara yang berhubungan de nga n s i s t em pe nul i s c a t at da n j a di kan
s e bua h a c ua n unt uk pe mbua t a n pi r a nt i .

Metode Observasi :
Bulan : November 2012
Tempat : SMP Negeri 1 Gringsing
Jl. Raya Kutosari, Gringsing







8

BAB III
HASIL OBSERVASI


A. GAMBARAN LOKASI OBSERVASI







9

B. HASIL OBSERVASI

1. MANAJEMEN KURIKULUM
Kurikulum merupakan dalah satu elemen dalam pendidikan yang terpenting karena
merupan indikator tujuan dari pendidikan itu sendiri.Menurut Wasty Soemanto dalam TIM
MKDK,1989 menjelaskan kurikulum adalah keseluruhan yang menjadi pengawasan sekolah
untuk mempengaruhi dan menunjang keseluruhann pertumbuhan dan perkembangan anak
Sesungguhnya dalam pengolahan manajemen pendidikan fokus dari segala usahanya
adalah terletak pada proses belajar mengajar (PBM). Hal ini nampak jelas bahwa pada
hakikatnya segala upaya dan kegiatan yang dilaksanakan di sekolah/lembaga pendidikan
senantiasa diarahkan pada suksesnya PBM.Seorang guru harus membuat desain instruksional
yaitu suatu perencanaan pengajaran yang menggunakan pendekatan sistem,atau pengajaran
dianggap sebagai sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang berguna untuk
mencapai tujuan dari proses belajar mengajar(PBM)
a.Pembagian jam mengajar
-terlampir
b.kalender akademik
-terlampir
Keseluruhan pembagian jam dilaksanakan sesuai dengan jumlah guru pada SMP N 1
Gringsing.Kesemua proses keberhasialan pada PBM diserahkan oleh guru mata pelajaran
yang bersangkutan dalam menyampaikan materi mata pelajaran sesuai kurikulum yang
dipakai oleh SMP N 1 Gringsing.


2. MANAJEMEN PESERTA DIDIK
Manajemen peserta didik adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan
diusahakan dalam pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik(dalam lembaga
pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif
dan efesien demi tercapainya tujuan pendidikan .
Manajemen peserta didik menunjuk pada kegiatan-kegiatan di luar kelas dan dalam
kelas.
kegiatan-kegiatan di luar kelas meliputi:
1.Penerimaan siswa baru
penaftaran dilakukan secara online,persyartan:
10

o Lulus SD/MI
o surat keterangan lulus
o Akta kelahiran
o pas foto 3x4(hitam putih)
o foto kopi nilai rapot(bagi peserta berprestasi)
Semua persyaratan diserahkan sekolahan pada saat mengikuti seleksi
Seleksi tertulis
Pengumuman penerimaan siswa diumumkan secara online dan di sekolahan
2.Pembinaan peserta didik dan pembinaan kesejahteraan peserta didik
tersedianya perpustakan dan laboratorium untuk menunjang akademik.
organisasi(OSIS)
extrakurikuler(pramuka setiap hari senin) dan extrakurikuler lainya.
rekreasi dilakukan setiap akhir tahun ajaran.
pembinaan khusus pada siswa yang bermasalah
Kegiatan-Kegiatan di dalam kelas
Kegiatan kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran masing-masing sesuai dengan
kebutuhan pada mata pelajaran tersebut. Interkasi belajar mengajar yang positif membuat
proses penerimaan siswa terhadap mata pelajaran lebih efektif dan efesien. Pada SMP N 1
Gringsing telah menggunakan audio visual dalam proses pengajaranya.

3. MANAJEMEN PERSONEL
Manajemen Personalia merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan
diusahakan serta pembinaan secara kontinu para pegawai di sekolah,sehingga membantu
menunjang dalam kegiatan proses di dalam sekolah untuk mencapai tujuan dari pendidikan.
Manajemen personel atau dikenal dengan manajemen personalia yang bekerja pada
bidang pegawaian dan kegiatan penunjang sekolah.termasuk menerima guru/petugs tata
usaha sampai dengan pemberhentian pekerja dengan hasil keputusan dari kepala sekolah.
Untuk SMP N 1 Gringsing untuk tahun 2012 tidak membuka lowongan baik guru maupun
TU karena dirasa sudah cukup. Karena di sekolahan banyak guru tersertivikasi sehingga
malah banyak guru yang masih meminta tambahan jam mengajar di sekolah lain.
Kenaikan pangkat guru dan kesejahteraan guru di SMP N 1 Gringsing. Dalam
kenaikan pangkat guru biasanya dilakukan dalam jangka waktu 4 tahun sekali, sesuai dengan
kompetensi yang dimilki oleh setiap guru. Sedangkan kesejahteraan guru itu berbeda antara
11

sekolah satu dengan sekolah lain di SMP N 1 Gringsing ini selalu mengupayakan
kesejahteraan gurunya apalagi sekarang adanya sertiviskasi guru oleh pemerintah. Di SMP N
1 Gringsing dari jumlah guru 30, guru yang tersertivikasi sudah 20 guru.
Pemberhentian pegawai juga dilakukan oleh bagian personalia, untuk SMP N 1
Gringsing belum pernah melakukan pemecatan pegawai karena pegawai yang diseleksi harus
memiliki kriteria dari sekolahan.


4. MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen anggaran/biaya sekolah dalam pendidilkan merupakan seluruh proses
kegiatan yang direncanakan dan dilaksankan/diusahakan secara sengaja dan bersungguh-
sungguh,serta pembinaan secara kontinu terhadap biaya operasional sekolah/pendidikan,
sehingga kegiatan operasional pendidikan semakin efektif dan efisen, demi membantu
tercapainya tujuan pendidikan.
Dalam pendanaan pada SMP N 1 Gringsing biaya yang didapat dalam menjalankan
operasional yaitu dari dana bos,sekolah hanya menarik uang infak untuk melancarkan
kegiatan sekolah dan tidak ada pungutan lain,karena pihak sekolah tidak memperbolehkan
adanya penarikan dana pada siswa. Perencanaan anggaran dilakukan pada awal tahun ajaran
baru untuk mengalokasikan besar pembiayan oprasional. Penggunaan biaya/uang selalu
dilakukan pembukuan yang tertib sesuai peraturan yang berlaku dengan proses pemeriksaan
yang rutin dilakukan oleh kepala sekolah ini karena tata keuangan yang sangat peka akan
penyelewengan, sehingga untuk menghindari hal tersebut kepala sekolah selalu melakukan
pengawasan. Setiap akhir tahun sekolah selalu mengadakan laporan pembiayaan dari sekolah
untuk melaporkan segala kegiatan keuangan sekolah. Pelaksaaan pelaporan dilakukan secara
langsung lewat internet ke pusat, Dalam pemeriksaan keuangan sekolah pemerintah juga
melakukan pengecekan setiap bulannya.


5. MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT
Manajemen hubungan masyarakat merupakan manajemen yang berhubungan terhadap
interkasi antara sekolah dengan masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat luas pada
umumnya. Sekolah harus tetap merupakan bagian yang tak terpisah dari masyarakat,sehingga
12

melalui kegiatan-kegiatan kurikuler maupun extrakurikuler diharapakan dapat meningkatkan
kemampuan siswa dalam berinterkasi dan berhubungan pada masyrakat.
SMP N 1 Gringsing merupakan sekolah yang memiliki hubungan masyarakat yang
cukup baik,terlihat pada keterlibatan wali murid pada setiap kegiatan dan hasil rapat yang
dilakukan oleh anggota komite. Hubungan keterbukaan oleh sekolah merupakan salah satu
bukti bahwa sekolah ini memiliki interkasi yang baik terhadap masyarakat. Selain itu pada
setiap kegiatan besar yang dilakukan sekolah sering melibatkan keamana dari polda kota
Gringsing.
Jika kegiatan tersebut dilakukan oleh pihak sekolah masih ada kegiatan yang
dilakukan oleh siswanya, yaitu kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh siswa pada setiap
kegiatan amal, kegiatan bakti sosial hampir sering dilakukan baik oleh anak OSIS maupun
pada kegiatan lainya.ini mendandakan bahwa SMP N 1 Gringsing mendidik siswanya untuk
memiliki kemampuan berinterkasi kepada masyarakat luas yang baik.
Penerimaan pada setiap mahasiswa/lembaga yang ingin melakukan observasi juga
cukup baik dan terbuka.




6. MANAJEMEN SARANA PRASANA
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas,
ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan,
ruang laboratorium, ruang kantin, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain,
tempat berekreasi, dan ruang / tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Tidak dapat kita pisahkan antara Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) dengan sarana dan prasarana guna menyukseskan pendidikan di
sekolah.
Dalam pengelolaan sarana dan prasarana, pihak sekolah berupaya untuk
mengikutsertakan pihak wali siswa untuk mendukung sarana dan prasarana di sekolah dengan
mengadakan pertemuan rutin, dan keterbukaan membahas anggaran dana yang dibutuhkan
oleh pihak sekolah sekolah demi kelancaran proses belajar mengajar. Dalam pengadaan
sarana dan prasarana pihak sekolah mengadakan pembelian, meminta sumbangan, dan
pengajuan pemerintah, pengajuan ke komite sekolah (dewan sekolah), tukar menukar dengan
sekolah lain dan menyewa. Dan dalam pemeliharaannya, bagi sarana dan prasarana yang
13

tidak layak pakai dilakukan perbaikan, sehingga sarana dan prasarana dapat dipergunakan
kembali dan memiliki daya pakai yang lebih lama. Dan mensosialisasikan kepada seluruh
siswa untuk turut serta menjaga sarana dan prasana yang ada demi kelancaran proses belajar
mengajar. Dan pertanggungjawabannya pihak sekolah sudah semaksimal mungkin dengan
memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh siswanya dalam proses belajar
mengajar. Mengingat pengelolaan administrasi sarana dan prasarana pendidikan adalah
merupakan kegiatan yang berskala besar, melibatkan banyak pihak, serta menuntut
tanggungjawab dan wawasan yang luas, maka pengelolaan tersebut sangat memerlukan
informasi yang lengkap dan akurat, sehingga setiap pengambilan keputusan dalam rangka
kegiatan perencanaan pengadaan barang, inventarisasi, distribusi, pemeliharaan dan
penyimpanan, serta penghapusan suatu sarana dan prasarana lebih efisien.
DATA RUANG
No Jenis Ruang Jumlah
1 Ruang kelas 21
2 Perpustakaan 1
3 Laboratorium IPA 1
4 Laboratorium computer 1
5 Laboratorium musik 1
6 Ruang UKS 1
7 Ruang OSIS 1
8 Ruang kepala sekolah 1
9 Ruang tata Usaha 1
10 Ruang Guru 1
11 Mushola (sarana ibadah) 1
12 Kamar Mandi Siswa 8
13 Kamar Mandi Guru 4




7. MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS
Manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan diorganisasikan untuk
memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus
14

siswa di sekolah. Diantaranya meliputi: manajemen layanan bimbingan konseling, layanan
perpustakaan sekolah, layanan kesehatan,sesusi dengan UUSPN,bab 11 pasal 4.manusia
yang memiliki kesehatan jasmani dan rohani dan manajemen layanan kafetaria/kantin
sekolah. Layanan-layanan tersebut harus di kelola secara baik dan benar sehingga dapat
membantua memperlancar pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Dalam SMP N 1 Gringsing ini layanan khususnya telah berjalan dengan baik adanya
UKS yang memadai dan perpustakan yang cukup lengkap.layanan bimbingan konsling juga
berjalan cukup baik,layanan khusus yang belum terdapat adalah kantin, karena masih
ditemukan beberapa penjual jajan diluar sekolah dan tidak adanya kantin yang dibangun
disekolah tersebut
























15

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pendidikan adalah sarana terpeting menuju kemajuan suatu negara,dan setiap sekolah
yang ingin maju harus memiliki manajemen yang baik pula,seperti tertuang dalam Undang-
undang RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa
Pendidikan merupakan kunci kemajuan, semakin baik kualitas pendidikan yang
diselenggarakan oleh suatu masyarakat/bangsa, maka akan diikuti dengan semakin baiknya
kualitas masyarakat/bangsa tersebut. karena itu dalam setiap sekolah harus memiliki konsep
dan persiapan yang optimal dalam pelayanan sekolah tersebut.Diperlukanya manajemen
sekolah sebagai pendukung penuh untuk mancapai tujuan sekolah tersebut.Dalam sekolah
terdapat manajemen,antara lain:manajemen kurikulum,manajemen peserta didik,manajemen
personel,manajemen anggaran/biaya pendidikan,manajemen hubungan sekolah dengan
masyarakat,manajemen sarana prasana,manajemen layanan khusus.Setiap manajemen meiliki
kemampuan kinerja dan fungsi yang berbeda namum memiliki tujuan yang sama yaitu
pencapaian pendidikan yang efektif dan efesien sebagai proses pencapaian tujuan pendidikan.
Semua manajemen sekolah memiki andil besar dalam kemajuan sekolah,jadi pada
setiap bagian dari manajemen memiliki kesinambungan antara manajemen satu dengan
manajemen lainya..SMP N 1 Gringsing merupakan salah satu contoh dari banyak sekolah di
Semarang yang telah menjalankan manajemen sekolah secara baik.

B. SARAN
Sekolah memiliki misi mendidik siswanya agar dapat melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi,meningkatkan pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih
baik,karena itu sekolah harus memiliki kretibilitas yang baik dan manajemen yang tepat agar
proses dalam lembaga sekolahan tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal tujuan
pendidikan.
Untuk kemajuan sekolah baiknya setiap sekolah harus menjalankan manajemen
sekolah secara efektif dan efesian dan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan dari
pendidikan itu sendiri sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah.Sekolah harus menekankan
pada input-proses-outpun yang berkualitas sehingga dalam penggerakan manajemen bisa
menghasilkan kegiatan yang berkualitas pula.Sekolah.
16

DAFTAR PUSTAKA

fatah,Nanang.1996.Landasan Manajemen Sekolah.Jakarata:departemen Pensisikan
Nasional
sutomo.2011.Manajemen Sekolah.Semarang:UNNES Press
Handoko,T Hani.Manajemen jilid II.Yogjakarta:BPEE
Mulyasa E.2002.Manajemen Berbasis Sekolah.Bandung:Remaja Rosdakarya.
Siagian,sondang P.1992.Fungsi-Fungsi Manajerial.Jakarta:Rineka Cipta