Anda di halaman 1dari 5

1

ANALISIS OLAH GERAK KAPAL PERANG CROCODILE HYDROFOIL (KPC-H)


SELAMA PROSES MENYELAM
Andrian Mulyawan*
1
, Wisnu Wardhana*
2
dan Yoyok Setyo Hadiwidodo*
3
1)
Mahasiswa J urusan Teknik Kelautan
2,3)
Dosen J urusan Teknik Kelautan

Abstrak
Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki wilayah laut yang luas dituntut untuk memiliki alat utama
sistem pertahanan (ALUTSISTA) yang memiliki kecepatan tinggi untuk mengejar musuh dan juga kemampuan
menyamar yang baik agar terhindar dari kepungan musuh. Inovasi tersebut terdapat pada Kapal Perang
Crocodile Hydrofoil (KPC-H). KPC-H merupakan kapal multi fungsi. Dengan menggunakan sistem hidrofoil
kapal dapat melaju dengan kecepatan tinggi. Selain itu KPC-H juga mengadopsi sistem kapal selam untuk
menghindari musuh. Untuk itu, perlu dianalisa olah gerak kapal selama proses menyelam. Dari hasil analisa
untuk arah head seas perubahan gerakan yang paling signifikan adalah pada gerakan surge, heave, dan pitch.
Untuk gerakan terbesar terjadi pada draft 3 meter dengan ketinggian gelombang mencapai 3 meter. Untuk
gerakan surge terbesar mencapai 8,6 m/m. Untuk gerakan heave terbesar mencapai 4,5 m/m. Untuk gerakan
pitch terbesar mencapai 37,3 /m.

Keyword: hydrofoil, olah gerak.
Pendahuluan
Kapal perang mengalami inovasi begitu pesat.
Mulai dari bentuk dari yang konvensional ke
bentuk yang extreme dengan tambahan berbagai
variasi pada kapal. Hal tersebut bertujuan untuk
membuat kapal tersebut mempunyai kecepatan
yang tinggi, mempunyai daya jelajah yang tinggi,
dapat memuat armada perang dengan jumlah besar.
Indonesia sebagai salah satu negara maritim dengan
lebih dari negara kepulauan, masih jauh tertinggal
dengan negara-negara lain dalam inovasi
transportasi laut. Keamanan pulau-pulau terluar
batas negara perlu dijaga. Dengan hal tersebut
munculah inovasi untuk membuat kapal perang
yang mempunyai mobilitas tinggi yang dapat
menjangkau pulau-pulau di Indonesia.
Kapal Perang Crocodile Hidrofoil mengusung
konsep penggabungan antara kapal hidrofoil
dengan kapal selam sehingga kapal tersebut dapat
menyelam, mengapung dan juga melayang.
Penggerak yang dapat membuat kapal tersebut
dapat bergerak cepat adalah hidrofoil. Hidrofoil
adalah sayap yang dipasang pada penyangga di
bawah lambung kapal. Kapal dengan hidrofoil
mempunyai kelebihan jika kapal melaju dengan
kecepatan tinggi maka hidrofoil memproduksi gaya
angkat sehingga lambungnya terangkat dan keluar
dari air. Hal tersebut menyebabkan gaya gesek
lambung kapal dengan air berkurang sehingga
menambah kecepatan dari kapal itu sendiri.
Kapal Perang Crocodile Hidrofoil juga
dilengkapi dengan fasilitas untuk menyelam. Hal
tersebut bertujuan untuk mengelabuhi musuh dan
juga tidak terdeteksi pada saat menurunkan
pasukan ataupun melakukan penyergapan. Ketika
KPC-H menyelam maka kaki-kaki hidrofoil akan
sejajar dengan badan kapal. Kaki-kaki hidrofoil
digerakkan oleh mesin hidrolis.
Dalam jurnal ini akan mengangkat olah gerak
kapal dari Kapal Perang Crocodile Hidrofoil, untuk
menganalisa olah gerak tersebut menggunakan
bantuan software Moses untuk mengetahui motion
dari kapal ketika terkena gelombang dari depan
(head seas).
1. Perumusan Masalah
Dengan data kapal. Maka, permasalahan yang
akan diangkat dalam tugas akhir ini antara lain
1. Bagaimanakah motion kapal pada
berbagai variasi gelombang?
2. Bagaimanakah motion kapal pada setiap
draft hingga moda menyelam?
3. Tujuan
Tujuan dari tugas akhir ini adalah :
1. Mengetahui gerakan alami kapal pada
berbagai variasi gelombang.
2. Mengetahui perbedaan motion kapal pada
setiap draft.
4. Dasar Teori
Setiap struktur terapung yang bergerak di atas
permukaan laut selalu mengalami gerakan osilasi.
Gerakan osilasi adalah gerak bolak balik benda di
sekitar suatu titik setimbang dengan lintasan yang
sama secara periodik (berulang dalam rentang
waktu yang sama. Gerakan osilasi kapal terdiri dari
6 gerakan yaitu 3 macam gerakan lateral dan 3
2

macam gerakan rotasional dalam 3 arah sumbu
gerakan. Macam gerakan itu meliputi :
Mode gerak translasional
a. Surging : Gerakan osilasi lateral pada
sumbu x
b. Swaying : Gerakan osilasi lateral pada
sumbu y
c. Heaving : Gerakan osilasi lateral pada
sumbu z
Mode gerak rotasional
d. Rolling : Gerakan osilasi rotasional pada
sumbu x
e. Pitching : Gerakan osilasi rotasional pada
sumbu y
f. Yawing : Gerakan osilasi rotasional pada
sumbu z


Penyelesaian permasalahan gerakan kapal dapat
dipermudah dengan menggunakan derajat
kebebasan. Dalam kenyataannya, ketika kapal
berlayar di perairan bebas akan mengalami enam
derajat kebebasan. Di lain pihak, menganalisa enam
gerakan dalam satu waktu merupakan hal yang
sangat rumit. Sehingga sering digunakan coupled
(perpaduan) dari gerakan-gerakan berikut :
1. Heave - pitch
2. Yaw sway
3. Yaw sway roll
4. Roll yaw pitch
Model matematik spektrum secara umum
didasarkan pada satu atau lebih parameter,
misalnya tinggi gelombang signifikan, periode
gelombang, faktor permukaan, dan lain-lain.
Spektrum parameter tunggal yang paling sering
digunakan adalah model Pierson-Moskowitz yang
berdasarkan pada tinggi gelombang signifikan atau
kecepatan angin. Selain itu ada beberapa spektrum
parameter ganda yang bisa digunakan adalah
Bretschneider, Scott dan ITTC. Sedangkan
spektrum JONSWAP merupakan spektrum yang
menggunakan lima parameter, namun biasanya tiga
diantaranya adalah konstan.
Spektrum JONSWAP didasarkan pada
percobaan yang dilakukan di North Sea. Formula
atau persamaan untuk spektrum JONSWAP dapat
ditulis dengan modifikasi dari persamaan spektrum
Pierson-Moskowitz, yaitu :

( )
(
(


(
(

|
.
|

\
|
=

2 2
2
2
exp
4
5 2
25 , 1 exp ) (
o
o
o
g S




Keterangan :
=Peakedness parameter
=Shape parameter
a =Untuk

o
b =Untuk o
=0.076 (x
o
)
-0.22

=0.0081 (ketika x tidak
diketahui)
o =2(g/U)(x
o
)
-0.33

x
o
=gx/U
2
Harga = 3,3 biasanya diterapkan untuk analisis
gelombang di Laut Utara. Suatu hal yang menarik,
persamaan JONSWAP ini sekarang banyak dipakai
oleh perusahaan-perusahaan minyak yang
beroperasi di Indonesia dalam merancang najungan
dan fasilitas lautan lainnya, tetapi dengan
mengambil harga yang lebih rendah yaitu berkisar
2,5 atau 2,0 ( Djatmiko dan Sujantoko, 2000).
Response Amplitude Operator (RAO) atau yang
disebut juga sebagai Transfer Function adalah
fungsi respon struktur akibat beban gelombang
yang mengenai struktur lepas pantai pada frekuensi
tertentu. RAO disebut sebagai Transfer Function
karena RAO merupakan alat untuk mentransfer
beban luar (gelombang) dalam bentuk respon pada
suatu struktur.

5. Data Kapal
Kapal yang akan di analisa adalah kapal perang
crocodile hidrofoil (KPC-H) yang memiliki ukuran
sebagai berikut
Panjang : 12 meter
Lebar : 3 meter
Depth : 2.3 meter




Gambar 2. Kapal Perang Crocodile Hidrofoil
(KPC-H)

Gambar 1. Mode Gerak Kapal
3

Berikut adalah gambar Kapal Perang Crocodile
Hydrofoil tampak isometri pada software MOSES





Gambar 3. KPC-H tampak isometri

Berikut adalah gambar Kapal Perang Crocodile
Hydrofoil tampak samping pada software MOSES



Gambar 4. KPC-H tampak samping

Berikut adalah gambar Kapal Perang Crocodile
Hydrofoil tampak depan pada software MOSES












Gambar 5 .KPC-H tampak depan


Gambar 6. KPC-H tampak atas


6. Variasi

Tabel 1. Variasi Draft dan H

H (m) Draft (m)
1
1
2
3
2 1
2
3
3
1
2
3


7. Metode Penelitian
Metodologi yang digunakan untuk
menyelesaikan masalah dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Studi Literatur
Dalam melakukan analisis ini diperlukan
dasar teori yang valid. Teori dan rumus
yang digunakan diambil dari beberapa
sumber seperti jurnal-jurnal ilmiah, buku,
serta laporan penelitian untuk
mendukung pembahasan Tugas Akhir
yang saya ambil.
2. Pengambilan Data Kapal
Data kapal yang yang didapat adalah
panjang, lebar, tinggi kapal berikut dengan
body plan lengkap dengan setiap station-
nya.
3. Permodelan Kapal
Permodelan kapal dibantu dengan
Software MOSES dengan cara menginput
setiap koordinat dari station bodyplan ke
MOSES.
4. Memasukan Parameter
Setelah permodelan dari kapal KPC-H
selesai di MOSES, langkah selanjutnya
adalah memasukkan parameter tinggi
gelombang dan draft kapal yang akan di-
running.
5. Running MOSES
Setelah permodelan dan input parameter
selesai dilakukan, maka selanjutnya adalah
merunning MOSES untuk mendapatkan
Respon Amplitude Operator (RAO).
6. Analisa dan Pembahasan
Perubahan grafik RAO pada setiap tinggi
gelombang dan draft kapal akan dibahas
pada tahap ini.
7. Kesimpulan
Penarikan kesimpulan akan dilakukan
setelah analisa dan pembahasan selese
dilakukan.

8. Pembahasan
Analisa olah gerak pada Kapal Perang
Crocodile Hydrofoil difokuskan ke 3 gerakan yang
signifikan yaitu surge, heave dan pitch

4



Gambar 7. Grafik heave pada draft 1,2,3 m

Pada tinggi gelombang (H) 1 meter gerakan
heave Kapal Perang Crocodile Hydrofoil (KPC-H)
terdapat perbedaan yang cukup signifikan yaitu pada
draft 1 meter, gerakan kapal teratur mulai dari
frekuensi awal. Untuk draft 2 meter, gerakan KPC-H
mulai mengalami gerakan yang tidak teratur yang
disebabkan karena perpindahan dari moda
mengapung ke moda menyelam. Untuk draft 3 meter
gerakan heave lebih stabil daripada draft 1 dan 2
meter.

Gambar 8. Grafik surge pada draft 1,2,3 m

Pada tinggi gelombang (H) 1 meter gerakan
surge Kapal Perang Crocodile Hydrofoil (KPC-H)
terdapat perbedaan yang cukup signifikan yaitu pada
draft 1 meter, gerakan kapal terjadi kenaikan mulai
dari frekuensi awal. Sama halnya dengan gerakan
heave untuk draft 2 meter, gerakan KPC-H naik dan
turun secara tidak teratur. Untuk draft 3 meter
gerakan surge lebih stabil daripada draft 1 dan 2
meter.

Gambar 9. Grafik pitch pada draft 1,2,3 m

Pada tinggi gelombang (H) 1 meter gerakan pitch
Kapal Perang Crocodile Hydrofoil (KPC-H) terdapat
perbedaan yang cukup signifikan yaitu pada draft 1
meter, gerakan kapal sangat teratur mulai dari
frekuensi awal. Untuk draft 2 meter, gerakan KPC-H
tidak teratur hal tersebut diakibatkan perpindahan
moda mengapung ke menyelam. Untuk draft 3 meter
gerakan pitch lebih stabil daripada draft 1 dan 2
meter.


Gambar 10. Grafik Heave pada H 1,2,3 m

Untuk variasi tinggi gelombang, pada tinggi
gelombang 1, 2 dan 3 meter memiliki karakteristik
bertambahnya nilai pada titik puncak ketika
ketinggian gelombang semakin tinggi.

9. Kesimpulan
Setelah dilakukan perhitungan, simulasi dan
analisis data maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
:
1. Gerakan dominan Kapal Perang Crocodile
Hydrofoil untuk arah gelombang depan
(head sea) adalah Surge , Heave dan
Pitch.
2. Untuk gerakan Kapal Perang Crocodile
Hydrofoil yang lain seperti: Sway, Roll,
dan Yaw memiliki gerakan yang sangat
kecil pada setiap draft maupun disetiap
tinggi gelombang yang divariasikan. Hal
tersebut dimungkinkan karena arah
gelombang (head sea).
3. Semakin dalam draft kapal, maka semakin
stabil kapal tersebut karena kapal
mempunyai displacements yang lebih
besar jika draft kapal semakin tinggi.
4. Gerakan Amplitudo paling tinggi terjadi
pada tinggi gelombang 3 meter dengan
draft 3 meter pada frekuensi 1,25 yaitu
sebesar :
a) Heave : 4,3 m/m
b) Surge : 8,6 m/m
c) Pitch : 37,3 /m
5. Gerakan tersebut tergolong tinggi
dimungkinkan akibat adanya resonansi,
yaitu periode gelombang mempunyai nilai
yang sama dengan periode natural
struktur, yang mengakibatkan gerakan
kapal menjadi tinggi.
5

6. Untuk variasi gelombang, perbedaan
terdapat pada besarnya gerakan yang
terjadi, namun untuk gerakan di setiap
frekuensi tinggi gelombang 1 meter, 2
meter dan 3 meter mempunyai pola yang
sama.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Baharuddin,. 1995, Perancangan Foil
Dengan Flap Pada Hidrofoil Kapal Cepat
FPB-28, Tugas Akhir, Jurusan Teknik
Perkapalan, FTK, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya.
Bathacarya Rameswar.1978.Dynamic of Marine
Vehicles.Maryland.J ohn
Wiley&sons, Inc.
Imanuddin, Fajar., 2003, Analisis Perilaku
Gerakan Kapal Di Perairan Terbatas,
J urusan Teknik Perkapalan, Tugas Akhir,
FTK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya.
Maswandoko, Tri.,2009, Analisis Hidrodinamis
Gerakan Kapal Trimaran Dengan Variasi
J arak Demihull , Tugas Akhir, J urusan
Teknik Kelautan, FTK, Institut Teknologi
Sepuluh Nopember Surabaya.
Murtedjo, Mas.,1990, Teori Gerak , Fakultas
Teknologi Kelautan , Institut Teknologi
Sepuluh Nopember Surabaya.
Ramadhan, Afrizal., 2010, Analisa Kekuatan
Memanjang Double Hull CPO Barge
Pengaruh Heaving-Pitching Couple dan
Distribusi Beban, Tugas Akhir, J urusan
Teknik Kelautan, FTK, Institut Teknologi
Sepuluh Nopember Surabaya.
Sulisetyono, Aries,.1994, Analisa Perancangan
Foil Dalam Modifikasi Kapal Cepat FPB-28
Menjadi Tipe Kapal Hidrofoil, Tugas
Akhir, J urusan Teknik Perkapalan, FTK,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya.
Sunarto., 1992, Gerakan Swaying, Yawing, dan
Rolling Kapal di Gelombang Regular,
J urusan Teknik Perkapalan, Tugas Akhir,
FTK, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya.
Wardhana, Wisnu., Kajian Numerik dan
Eksperimen Hidrodinamika Wahana Laut
Maju Hybrid Trimaran Hydrofoil, LPPM ,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya.